RAHASIA
PUSAT KESENJATAAN INFANTERI Lampiran III Keputusan Danpusdikif
PUSAT PENDIDIKAN INFANTERI Nomor Kep / 46 / VII / 2017
Tanggal 18 Juli 2017
TAKTIK PELETON KOMPI BANTUAN
BAB I
PENDAHULUAN
1. Umum. Perwira pertama adalah sebagai unsur pimpinan/Komandan, maka
sesuai dengan peranannya sebagai pimpinan perlu diberikan bekal pengetahuan sesuai
dengan tugas Perwira secara efektif khususnya yang menjabat Danton. Untuk itu perlu
diberikan pengetahuan setingkat Peleton khususnya untuk materi Taktik Peleton Senban
Kiban. Pengetahuan-pengetahuan ini pada umumnya sangat kurang dimiliki oleh para unsur
Danton, hal ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan Danton Senban Kiban bila
dihadapkan dengan latihan di satuan maupun di medan tugas sebenarnya.
2. Maksud dan Tujuan.
a. Maksud. Naskah ini disusun dengan maksud untuk dijadikan salah satu
bahan ajaran bagi Pendidikan Dikcabpaif .
b. Tujuan. Agar Perwira Siswa dan Taruna Akmil memahami dan mampu
melaksanakan tentang Taktik Peleton Kompi Bantuan (Kiban).
3. Ruang lingkup. Naskah ini akan memuat tentang Taktik Ton Kiban mulai dari
Organisasi,Ton SMS dan Ton SLT, Ton MOI. 60 MM. maupun Ton MO.81 MM/TPL yang
disusun dengan menggunakan tata urut sebagai berikut :
a. Pendahuluan.
b. Organisasi Kiban.
c. Ton SMS dan Ton SLT.
d. Ton MO. 60 MM.
e. Ton MO. 81 MM TPL.
f. Penutup.
RAHASIA
2
BAB II
ORGANISASI KIBAN
4. Organisasi.
a. Kompi Bantuan terdiri dari :
1) Kelompok komando Kompi ( Pokkoki )
2) Satu peleton senapan mesin sedang ( To SMS )
3) Satu peleton senjata lawan tank ( Ton SLT )
4) Satu peleton mortar sedang 81 ( Ton MO. 81 )
b. Kelompok Komando Kompi Bantuan. Pokkoki membantu Komandan Kompi
(Danki) dalam mempersiapkan dan memimpin pelaksanaan tugas. Danki
memanfaatkan kecakapan dan sifat pembantu-pembantunya dengan sebaik-
sebaiknya di dalam kelompok komando dengan membagi-bagi pekerjaan.
Tugas anggota-anggota Kelompok Komando (Pokko) adalah:
1) Komando Kompi Bantuan (Dankiban) mempunyai keharusan sebagai
berikut:
a) Dengan sifat dan kecakapannya, Dankiban memimpin kompinya,
terutama dalam menegakkan disiplin, kesejahteraan dan moril, serta,
mempertinggi dan memelihara mutu tempur kompinya. Di dalam
menyelenggarakan tanggung jawab ini, ia dibantu oleh komandan
bawahannya. Pada waktu memberikan perintah kepada komandan
bawahannya, ia harus memperhatikan kecakapan dan sifat mereka
sehingga semua yang diberikan dapat berhasil sesuai dengan apa yang
diharapkan. Untuk membentuk kompinya menjadi suatu tim yang baik, ia
menanam rasa tanggung-jawab yang besar kepada komandan
bawahnya, sehingga dengan demikian para komandan bawahan akan
dapat mengembangkan kemampuan dan dapat mengambil inisiatif yang
sesuai serta diperlukan pada setiap saat.
b) Ia harus membuat pertimbangan keadaan secara terus-menerus
dan menentukan cara bertindak yang dapat dilakukan. Berdasarkan
petunjuk-petunjuk dari Danyon, ia menggerakkan kompinya dengan
pelaksanaan yang yang sungguh-sungguh dan dengan cara yang
sedehana, sehingga tugas dapat diselesaikan dengan hasil yang
memuaskan.
c) Untuk melaksanakan tugas/perintah yang diterimanya, ia
menggunakan segala alat yang ada dan kalau pelu minta tembakan alat-
alat tesebut dapat digunakan dan menguntungkan di daerah dimana ia
tugaskan. Dengan inisiatif sendiri, Dankiban mengadakan koordinasi
dengan komandan-komandan lainnya.
d) Keharusan-keharusan Dankiban di medan pertemuran:
3
(1) Menggunakan semua sarana, cara dan kesempatan yang
ada untuk mengadakan peninjauan,
(2) Mengadakan koordinasi dengan komandan-komandan
lainnya.
(3) Mengadakan pengintaian sendiri, untuk menentukan
tindakan keamanan pasukan.
(4) Mempersiapkan operasi-operasi yang akan dilakukan.
Ia memberi perintah yang jelas kepada komandan bawahannya
dan selalu mengadakan pengawasan, supaya kalau perlu ia dapat
membantu mereka agar pelaksanaannya rencananya dapat
berhasil.
Ia berada di tempat dimana ia dapat memimpin seluruh gerakan
kompi dengan sebaik-baiknya.
e) Ia bertanggung jawab kepada Danyon atas semua yang dilakukan
dan tidak dilakukan oleh kompinya.
f) Ia membantu Danyon dalam membuat rencana tembakan dan
memberi saran mengenai penggunaan senjata, sesuai dengan keadaan.
Sesuai dengan perintah/petunjuk Danyon, ia memberi perintah dan
petunjuk kepada peletonnya, agar dapat memberikan bantuan tembakan
sebaik-baiknya.
Berdasarkan perintah tersebut, para Danton membuat rencana
tembakan lengkap untuk peletonnya masing-masing.
g) Mempertimbangkan keadaan, sesudah menerima perintah dari
Danyon, Dankiban membuat pertimbangan keadaan untuk menentukan
cara bertindak yang terbaik dalam melaksankan tugasnya agar berhasil.
Pertimbangan keadaan, dibuat dengan urutan pemikiran yang logis
sebagai berikut:
(1) Tugas pokok. Pertimbangan keadaan dibuat sesuai
dengan perintah/tugas yang diterima, selanjutnya
mempertimbangkan soal-soal dibawah ini.
(2) Keadaan dan cara tindakan:
(a) Hal-hal yang mempengaruhi tindakan:
i. Cuaca dan medan. Cuaca berpengaruh
terhadap medan dan operasi yang akan dilakukan
semua kepada personil dan alat-peralatan. Keadaan
medan dihubungkan dengan penentuan medan
kritik, perlindungan terhadap tembakan dan
peninjauan, lapang tembakan baik untuk pasukan
sendiri maupun untuk musuh, rintangan yang
memungkinkan, menghalangi gerakan dan jalan
pendekat untuk pasukan sendiri maupun musuh.
ii. Daya tempur musuh dan kita. Kekuatan,
susunan, perbekalan, moril, dan sebagainya.
4
iii. Rencana satuan yang dibantu.
iv. Rencana dari senjata bantuan lainnya.
(b) Kemampuan musuh. Kemampuan musuh mampu
(menetralisir)senjata bantuan kita dengan senjata-senjata
bantuannya (Morbe, Artileri) atau dengan cara lain.
i. Analisa bertindak yang berlawanan.
Pengaruh tiap-tiap kemampuan, dan kemungkinan
musuh terhadap tiap tindakan yang dapat kita
lakukan.
ii. Perbandingan cara bertindak sendiri.
Keuntungan dan kerugian dari semua tindakan,
selanjutnya memilih kemungkinan yang paling
memberi harapan berhasil.
ii. Kesimpulan/keputusan. Apa, siapa, bilamana,
di mana, dan bagaimana harus dikerjakan.
h) Perintah-perintah.
(1) Danki memberikan perintah-perintah kepada para Danton
untuk melaksanakan rencananya. Ia harus senantiasa
mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan perintah
tersebut.
(2) Jika keadaan mengijinkan, para danton apat dikumpulkan
untuk diberi perintah-perintah. Keuntungan yang didapat dengan
cara ini adalah bahwa Danki dapat mengetahui dengan tepat
keadaan peleton-peletonnya sebelum perintah dikeluarkan dan
perntah dapat diberikan dengan tepat serta jelas, sehingga para
Danton dapat mengetahui selurunya. Jika keadaan tidak
menijinkan (tidak cukup waktu), maka perintah diberikan secara
lisan atau tertulis, bagian demi bagian kepada para Danton.
(3) Komandan-komandan satuan yang sedang dalam kontak
dengan musuh pada umumnya tidak dipanggil untuk menerima
perintah-perintah. Perintah yang diberikan kepada para
komandan bawahan, harus singkat, jelas dan memuat semua
keterangan yang harus diketahui untuk melakukan tugasnya.
j) Tugas Dankiban dalam pertemuran.
Dankiban dalam pertempuran bertugas sebagai berikut:
(1) Mengadakan pengintaian seperti yang diperintahkan oleh
Danyon, dan pengintaian tambahan untuk pembuatan rencana
pelaksanaan.
(2) Harus berusaha untuk mengetahui keadaan digaris depan
lambung batalyon.
5
(3) Memelihara kontak/hubungan dengan Danyon dan selalu
melaporkan kemungkinan tindakan/kejadian di kompinya dalam
menghadapi situasi pada setiap saat.
(4) Mengadakan/hubungan dengan peleton-peleton tempat
penambahan munisi batalyon dan kipan di garis depan.
(5) Mempertimbangkan kemungkinan diberikannya tembakan
bantuan ke depan dan lambung, serta mempersiapkan tembakan
terhadap sasaran yang tepat, agar dapat diberikan pada waktu
yang tepat pula sesuai dengan rencana tembakan batalyon.
(6) Menyelidiki tempat kedudukan senjata, sector tembakan
dan jalan-jalan untuk memindahkan senjata dan kendaraan.
(7) Mengeluarkan perintah pada waktunya untuk
memindahkan peleton-peleton dan mengawasi pemindahannya.
(8) Membantu batalyon tetangga jika mendapat perintah dari
Danyon.
(9) Mengurus perawatan kompinya.
2) Bintara pelatih (Batih). Ia merupakan pembatu utama Danki dalam
urusan-urusan:
a) Perawatan dan pemeliharaan.
b) Menegakkan disiplin.
c) Soal urusan dalam.
d) Pemeliharaan moril dan kesejahteraan anggota.
e) Pos Komando dan dinas-dinas urusan dalam.
f) Kelancaran pemindahan-pemindahan.
g) Pembekalan munisi untuk peleton-peleton.
h) Perencanaan dan persiapan rencana latihan, menurut petunjuk
Danki.
3) Bintara Adminitrasi (Bamin). Ia membantu Danki dalam bidang
administrasi yang meliputi:
a) Pencatatan segala keterangan tentang perorangan, dan
meneruskan keterangan tersebut kepada pejabat yang berkepentingan
menurut peraturan yang berlaku.
b) Pencatatan segala keterangan mengenai pemeliharaan dan
urusan dalam yang telah ditentukan, seperti pemeliharaan buku harian,
daftar hukuman, daftar ransum, dan sebagainya.
c) Menyusun dan mendistribusikan perintah harian menurut petunjuk
Danki.
d) Menyelenggarakan surat menyurat.
e) Mengerjakan administrasi keuangan.
4) Juru tulis. Juru tulis diperbantukan kepada BANMIN. Mereka
mengerjakan pekerjaan administrasi yang diperintahkan kepadanya.
5) Bintara Furir. Ba Furir bertugas dan mengatur:
6
a) Permintaan, penerimaan, penimbunan, dan pengeluaran barang-
barang untuk satuan (kecuali bahan makanan dan air), diantaranya
senjata, pakaian dan perlengkapan perorangan, alat-alat kesatrian, alat
tulis-menulis/gambar.
b) Menyerahkan barang-barang/alat-alat yang perlu diperbaiki.
c) Menyelenggarakan pencatatan/administrasi atas semua
inventaris, menyusun laporan pemeriksaan, berita acara atas barang-
barang/alat-alat yang tidak dapat diperbaiki/hilang/rusak dan
sebagainya, dengan bukti yang sah.
d) Memelihara dan menjaga keamanan barang=barang yang ada di
gudang.
e) Mendidik pembantu gudang yang diperbantukan kepadanya.
f) Mendirikan dan memimpin tempat penambahan munisi kompi.
6) Bintara pengurus makanan (Ba Peng Mak). Ba Peng Mak bertugas dan
mengatur:
a) Penerimaan, penimbunan, pembagian, dan pengangkutan
ransum, baik untuk anggota oraganik maupun yang diperbantukan.
b) Gudang bahan makanan.
c) Penyusunan menu.
d) Memeriksa cara memasak makanan.
e) Memeriksa dapur.
f) Memelihara dan mengerjakan buku administrasi yang
berhubungan dengan urusan administrasi manage.
7) Pemasak. Ia bertugas :
a) Membantu pada waktu mengambil perbekalan.
b) Memasak / memeriksa makanan.
c) Membagikan makanan / ransum yang telah dimasak kepada
Kompi.
d) Membagikan air minum.
8) Pesuruh. Pesuruh bertugas menyampaikan berita. Mereka harus
dididik dalam melayani alat-alat perhubungan yang ada pada kompi. Dalam
melaksanakan tugasnya, ia dibantu oleh tukang genderangdan peniup
sankakala. Sewaktu gerakan, seorang pesuruh tetap berada di pokkoki dan
seorang lainnya berada di Poskoyon. Pesuruh-pesuruh tersebut melakukan
pekerjaan yang diberikan oleh Danki.
9) Tamtama pengemudi / pelayan radio. Ia mengemudikan kendaraan
organic kompi sesuai dengan perintah Danki. Ia harus bertanggung jawab
atas pemeliharaan kendaraan tersebut. Kecuali sebagai pengemudi ia juga
mendapat tugas melayani radio yang ada di atas kendaraan tersebut guna
memelihara hubungan antara Danki dengan Danyon.
10) Tamtama peniup sangkakala dan pemukul gederang.
7
Disamping menjalankan tugas sebagai peniup sankakala dan pemukul
gendering, ia dapat ditugaskan untuk membantu melayani alat-alat
perhubungan baik yang berada di atas kendaraan atau dibawa oleh pesuruh.
11) Tamtama pembantu juru tulis. Tugas utamanya adalah membantu
dalam tugas administrasi baik yang termasukdalam bidang pekerjaan Bintara
Administrasi maupun tugas Bintara Pelatih.
12) Tamtama pengurus gudang. Tugas pokoknya adalah membantu
Bintara Furir dalam mengatur barang-barang yang ada di gudang. Untuk
kepentingan ini ia harus mampu mengerjakan administrasi penggudangan
secara sederhana.
c. Senjata perorangan. Yang termasuk sejata perorangan adalah :
Pistol, Pistol metraliur dan senapan dengan sangkurnya. Dalam Kompi Bantuan
senjata tersebut pertama-tama digunakan untuk melindungi anggota-anggota,
melindungi senjata kelompok, alat komando dan unsur perawatan. Keterangan
mengenai senjata ini dimuat dalam buku petunjuk masing-masing.
d. Senjata Kelompok.
1) Senapan Mesin Sedang (SMS).
a) SMS adalah senjata kelompok yang dapat ditembakan secara
terus-menerus dengan rentetan panjang. Karena SMS dilengkapi
dengan kuda-kuda sehingga stabil, maka dengan SMS dapat
ditembakan melalui atas pasukan sendiri dengan tembakan yang terbidik
baik. Berhubung dengan panjangnya gambar perkenaan, maka yang
paling menguntungkan ialah tembakan serong. Jika tembakan melalui
atas pasukan sendiri tidak mungkin dilakukan atau tidak dikehendaki,
tembakan dapat diberikan melalui celah-celah pasukan.
b) Kemampuan bergerak. Jika SMS diangkut dengan orang,
maka ia mempunyai kemampuan bergerak yang sama dengan satuan
senapan, tetapi apabila jarak yang ditempuh terlalu jauh maka kesulitan
yang utama adalah masalah pengangkuta munisi, sedang para pelayan
senjataakan menjadi lelah sebelum waktunya. Dalam serangan bilamana
SMS harus segera pindah kedudukan ke depan agar dapat memberikan
bantuan tembakan terus-mnerus, maka jika SMS itu hanya diangkut
dengan orang sering akan mengalami kelambatan. Kendaraan organic
Ton SMS sedapat mungkin dimanfaatkan untuk mengangkut senjata dan
munisi sejauh keadaan medan dan tembakan musuh tidak membatasi.
c) Peninjauan. Jarak tembakan efektif SMS baik yang sedang
ditembakan secara langsung ataupun tidak langsung yang ditijau,
dibatasi oleh keleluasaan peninjauan. Pininjauan darat pada jarak lebih
dari 2000 meter, jarang memperoleh hasil yang memuaskan. Bantuan
tembakan dalam bentuk tembakan gangguan, dibatasi oleh jarak
tembakan terjauh dari SMS.
d) Kerawan pelayan. Untuk mengurangi kerawanan pelayan SMS
terhadap tembakan musuh, hendaknya diusahakan/diambil langkah-
langkah untuk mengatasinya. Kedudukan senjata dibelakang bukit,
hutan, rumah-rumah, yang memungkinkan untuk memberikan tembakan
8
lambung atau serong kepada musuh adalah baik sekali, juga kedudukan
yang mempinyai perlindungan, dapat mengurangi kerawanan tersebut,
SMS ia mudah disamar; namun demikianharus dibuatkan sumur
tembakan yang baik.
e) Sasaran. Sasaran yang paling tepat adalah kelompok musuh
yang tidak berlindung, pos-pos peninjauan, lubang-lubang penembakan
dalam kubu-kubu senapan mesin atau senjata lawan tank dan
kendaraan yang tidak berlapis baja.
2) Senjata lawan tank (SLT).
a) SLT ini ditembakan di atas sandaran, di pundak atau dipasang di
atas kuda-kuda. Dapat ditembakan secara langsung maupun tidak
langsung dengan peluru brisan, brisan anti tank dan asap.
b) Kemampuan bergerak. Senjata dan munisi biasanya diangkut
dengan kendaraan, sedang pengangkutan dengan tenaga manusia
dilakukan pada jarak yang relative dekat. Bila senjata dan munisi
diangkut dengan tenaga manusia, maka diperlukan tambahan tenaga
Pengangkut Munisi dari anggota-anggota Si Pimu, Kipan atau orang
sipil/penduduk setempat, agar munisi yang dibawa ke kedudukan cukup
tersedia.
c) SLT dipergunakan untuk menghancurkan sasaran yang berupa :
(1) Kendaraan berlapis baja, terutama tank.
(2) Perkuata medan yang dibuat dari beton.
(3) Senjata kelompok musuh.
(4) Kelompok personil musuh.
(5) Kapal pendaratan musuh.
Seperti halnya dengan MO 81, maka SLT juga dapat membuat
tabir asap.
d) Kelemahan. Kedudukan senjata mudah diketahui, karena pada
saat ditembakan timbul semburan api, baik ke depan maupun ke
belakang.
3) Senapan mesin berat (SMB).
a) Di Kompi Bantuan terdapat 2 (dua) pucuk SMB yang ditempatkan
di pokkoki dan dilayani oleh Bintara makanan. Pucuk-pucuk SMB ini
bersam-sama dengan pucuk-pucuk yang ada di Kima yang berfungsi
sebagai PSU digunakan untuk melindungi senjata bantuan, Posko dan
unsur-unsur perawatan terhadap serangan udara musuh. SMB ini
disamping digunakan untuk pertahanan udara dengan menembaki
pesawat udara musuh yang terbang rendah, juga digunakan untuk
menembaki sasaran-sasaran berupa kendaraan, kendaraan dan berlapis
baja ringan, senjata kelompok dan kelompok personil musuh.
b) Kemampuan bergerak. Pengangkut senjata dan munisi dilakukan
dengan kendaraan, tetapi dapat pula diangkut dengan tenaga manusia
9
ata hewan. Oleh karena senjata tersebut dapat dibongkar menjadi
beberapa bagian, maka pengangkut dengan tenaga manusia tidak
mengalami kesukaran.
4) Mortir sedang 81 (Mo. 81).
a) Umum. Mo. 81 mempunyai kecepatan tembakan:
(1) Tembakan biasa; 5 granat tiap menit selama 20 menit.
(2) Tembakan cepat; 20 granat tiap menit selama 2 menit.
Mortir tersebut efektif untuk menembaki daerah seluas 100x100
meter dengan hasil yang cukup.
b) Kemampuan bergerak. Mo. 81 dan munisinya biasanya diangkut
dengan kendaraan. Pengangkut dengan orang hanya dilakukan pada
jarak relatif dekat. Apabila keadaan medan sedemikian rupa, sehingga
Mo. 81 terpaksa diangkut dengan orang, maka diperbantukan tambahan
pembawa munisi, agar cukup persediaan munisi di kedudukan senjata.
Pembawa munisi ini dapat ditunjuk dari Seksi pionir dan munisi (Si
pimu), dari Kompi Senapan yang tidak terlibat langsung dalam
pertempuran atau tenaga bantuan informasi. Kesukaran pengangkutan
munisi bukan hanya dikarenakan keadaan medan dan kebutuhan
tenaga/alat angkut saja, tetapi disebabkan pula oleh cepatnya gerakan
pasukan yang harus dibantu serta jumlah munisi yang harus diangkut.
c) Jarak. Jarak tembakan efektif Mo. 81 tergantung dari kemampuan
peninjauan darat. Dengan peninjauan dari darat yang baik, akan
diperoleh hasil jarak tembakan efektif terjauh. Jika jarak sasaran kurang
dari 1000 meter, konsentrasi tembakan mortir dijatuhkan minimum 100
meter di depan pasukan sendiri. Apabila jarak sasaran lebih dari 1000
meter, maka batas keamanan minimum 200 meter.
d) Keuntungan. Karena lintasan granat tinggi dan jarak capai
tembakannya jauh, maka banyak daerah yang dapat dipilih untuk
kedudukan senjata. Keuntungan tersebut dapat diambil karena adanya
defile dan hutan yang mempunyai bagian terbuka, dimana mortir dapat
menembak. Kedudukan yang dapat dicapai dengan kendaraan harus
cukup jauh ke depan untuk menghindari pemindahan-pemindahahan
sebelum waktunya. Kedudukan cadangan dan pengganti juga harus
disiapkan sebaik-baiknya.
e) Sasaran. Mengingat penggunaan munisi harus sehemat mungkin,
maka pemilihan sasaranpun harus tepat pula.
Sasaran yang tepat adalah:
(1) Senjata kelompok yang berkedudukan di belakang
pelindung tegak-lurus.
(2) Sasaran titik; seperti senjata-senjata atau pasukan di
dalam pelindung yang dapat ditinjau.
(3) Kedudukan musuh yang tidak dapat ditinjau, yang berada
atau diperkirakan ada di belakang punggung gunung atau di
10
dalam hutan. Meskipun sasaran ini merupakan sasaran mortir,
tetapi lenih diutamakan sasaran yang dapat ditinjau.
(4) Bagian medan darimana musuh dapat melakukan
peninjauan, ditembak dengan granat asap.
5. Macam-macam kedudukan senjata
a. “Kedudukan biasa” adalah kedudukan senjata darimana senjata tersebut dapat
melakukan tugas pokok dengan sebaik-baiknya.
b. “Kedudukan cadangan” adalah kedudukan untuk melakukan tugas tambahan
yang tidak dapat dilakukan dari kedudukan biasa atau dari salah satu kedudukan
cadangan.
c. “Kedudukan pengganti” adalah kedudukan untuk melakukan tugas tambahan
yang tidak dapat dilakukan dari kedudukan biasa atau dari salah satu kedudukan
cadangan.
d. “Tempat berlindung” adalah tempat yang memberikan perlindungan terhadap
tembakan dan peninjauan didekat kedudukan senjata. Ini ditempati pada waktu
mereka tidak perlu berada di kedudukan senjata, sedang para peninjau tetap
melakukan peninjauan terhadap sasaran yang baik.
e. “Titik pembongkaran” adalah suatu tempat atau daerah dimana senjata dengan
bagian-bagiannya beserta persediaan munisi pertama-tama diturunkan dari kendaraan
dan selanjutnya diangkut dengan orang ke tempat persembunyian atau ke dalam
kedudukan senjata.
Syarat-syarat dari titik pembongkaran ini adalah:
(1) Adanya perlindungan terhadap tembakan dan peninjauan dari musuh
terhadap kendaraan dan anggota.
(2) Terletak sejauh mungkin ke depan sampai keadaan dan tembakan
musuh tidak memberi kemungkinan untuk maju lagi.
6. Penggunaan taktis
a. Tugas. Kiban bertugas memberi bantuan tembakan secara maksimal dan terus-
menerus kepada Kompi senapan.
b. Sifat. Kiban dapat mengadakan pemusatan tembakan SMS dan Mo.81 di
tempat-tempat membahayakan dalam petak yonif. Kompi ini kurang tepat
mengadakan aksi sendiri dan tidak dapat merebut medan serta mendudukinya, karena
sifatnya hanya membantu Kompi senapan dengan tembakan.
c. Penggunaan taktis oleh Komandan Batalyon (Danyon). Keputusan
menggunakan taktis Kiban ada pada Danyon. Ia menentukan penggunaan satuan-
satuan dari Kiban untuk membantu rencana serangan Yon. Ia dapat menggunakn
seluruh atau sebagian dari Kiban sebagai bantuan umum Yon ataupun bantuan
langsung kepada satuan penyerang. Ia dapat membawah perintahkan sebagian dari
Kiban kepada satuan penyerang. Dalam setiap keadaan harus dipertimbangkan, cara
manakah yang paling menguntungkan dalam pimpinan tembakan, pengangkutan
munisi dan pemindahan, supaya dapat memberikan bantuan sebesar-besarnya
kepada satuan penyerang.
11
d. Penggunaan taktis oleh Dan Ki. Dan Ki dalam memimpin Ton-Tonnya
dipengaruhi oleh:
(1) Tugas
(2) Waktu untuk melakukan persiapan, termasuk pengintaian dan
pengeluaran perintah.
(3) Kebutuhan komunikasi dengan satuan bawahannya serta satuan yang
dibantu atau satuan atasan.
(4) Kepadatan penggunaan bantuan tembakan.
(5) Situasi taktis yang selalu berubah-ubah.
(6) Bantuan logistik yang diperlukan.
e. Bantuan Umum (BU). Jika Kiban atau satuan-satuannya ditentukan untuk
memberikan bantuan umum, maka tembakan bantuan yang diberikan kepada satuan
penyerang ataupun yang bertahan dilakukan atas petunjuk Dan Yon. Dengan bantuan
umum ini, maka penggunaan Kiban lebih luwes, mudah dikoordinir, sehingga daya-
tembakannya dapat dimanfaatkan secara berhasil-guna. Pimpinan taktis pada satuan-
satuan dari Kiban tetap ada pada Dan Kiban (terpusat).
f. Bantuan Langsung (BL). Jika suatu saat dari Kiban ditentukan untuk
memberikan bantuan langsung, komandan dari bagian itu bertanggung jawab atas
pimpinan untuk membantu suatu bagian dari Yon. Ia bertanggung jawab atas
pemilihan, penempatan, dan pemindahan kedudukan senjata, agar setiap waktu dapat
memberikan bantuan tembakan sebesar-besarnya. Komandan yang memberi bantuan
menyelenggarakan perhubungan dengan komandan dari bagian yang dibantu. Dan
Kiban tetap mengawasi satuan-satuan yang di-BL-kan, dan ia menggunakan semua
alat yang ada padanya untuk menjamin bantuan tembakan sebesar-besarnya.
g. Bantuan bawah Perintah (BP). Jika suatu satuan dari Kiban diperbantukan BP
kepada satuan-satuan senapan, pimpinan dari satuan itu berpindah kepada
komandan dari satuan (Dansat) senapan. Bantuan BP dilakukan jika suatu satuan dari
Kiban yang ditunjuk untuk memberikan bantuan umum atau bantuan langsung kepada
suatu senapan, diperkirakan tidak akan dapat memberi bantuan yang cukup.
Bantuan BP diberikan pula, apabila satuan yang diberikan bantuan melakukan tugas
di luar jarak tembak efektif dari senjata yang bersangkutan atau bergerak di medan
yang sangat menyukarkan Dan Kiban memimpin satuannya dalam memberikan
bantuan. Jika suatu satuan dari Kiban di-BP-kan kepada suatu satuan senapan, Dan
Sat suatu senapan ini memegang komando-taktis dan bertanggung-jawab atas
perawatan satuan Kiban tersebut. Dan Kiban memberi bantuan sebanyak mungkin
kepada Dan Sat senapan dalam merawat satuan yang diperbantukan.
12
BAB III
PELETON SMS DAN PELETON SLT
7. Peleton SMS. Organisasi Kompi Bantuan mengacu kepada tabel Organisasi dan
Perlengkapan (TOP) Yonif tahun 1995. Dengan demikian baik personel dan
perlengkapannya telah disesuaikan dengan TOP tersebut diatas . Ton SMS terdiri dari POK
KOTON dan tiga Regu SMS. POK KOTON terdiri atas Danton, Baton dan seorang pelayan
radio/ pesuruh seorang Tamtama pengemudi dan seorang Tamtama munisi.
8. Struktur Organisasi.
1.4.27 (32)
TON SMS
1.1.3 (5) -.1.8 (9)X3
POKKOTON RU SMS
KETERANGAN.
POKKO
1 LTN - DANTON (P + SS + TBS + P.ISY + GPS + KOMPAS = TEROP 7 X 50
+ SENTERMIL + HT + SPM)
1 SRK - BATON (SS + TBS+ KOMP + TEROP 7 X 50)
1 KOPD-KOPT - TAYANRAD (SS+ TBS + RADSETTON)
1 PRT-PRK - TAMUDI /MUNISI (SS + TBS + TR 3 /4 T)
1 PRD-PRT - TA MUNISI (SS + TBS)
a. PERS b. JAT. c. Ran d. ALKOM DAN ALOPTIK
LTN -1 P -1 TR 3/4T - 1 RADSET TON - 1.
SRK -1 P ISY - 1 SPM -1 HT - 1.
KOPD-KOPT - 2 SSI - 5 TEROP 7 X 50 - 1.
PRD – PRT - 1 GPS - 2.
JUMLAH -5 KOMPAS - 2.
SENTER MIL - 1.
GPS - 1.
TEROP BS - 5.
RU SMS
3 SRD – SRT - DANRU (SS + TBS + GPS +KOMPAS +TEROP 6 X 30 + HT)
6 KOPK - DANCUK (SS + TBS).
6 KOPD-KOPT - TABAK (P + SMS)
6 PRK - TABAN (SS + TBS )
6 PRD-PRT - TAMUNISI (SS + TBS)
13
a. PERS b. JAT. c. ALKOM DAN ALOPTIK
SRD – SRT - 3 P -6 HT - 3.
KOPK - 6 SS - 21 TEROP 6 X 30 - 3.
KOPD-KOPT - 6 SMS - 6 KOMPAS - 3.
PRAKA - 6 GPS - 3.
PRD-PRT - 6 TEROP BS - 21.
JUMLAH 27
REKAPITULASI TON SMS
A. PERSONIL B. SENJATA C. RAN. D. ALKOM DAN ALOPTIK
LTN - 1 P ISY -1 TR ¾ T – 1 RADSET TON - 1
SRK - 1 P -7 SPM - 1 HT - 4
SRD – SRT - 3 SS - 26 KOMPAS - 5
KOPK - 6 SMS - 6 TEROP 7 X 50 - 2
KOPD-KOPT - 8 TEROP 6 X 30 - 3
PRK -6 GPS - 4
PRD-PRT -7 SENTER MIL - 1
TEROP BS - 26
JUMLAH 32
9. Tugas kelompok Komando.
a. Komandan Peleton ( Danton ).
1) Danton bertanggung jawab atas latihan, pimpinan dan penggunaan
taktis dari peletonnya. Ia menerima perintah-perintah dari Dankiban. Jika
Peleton di BP-kan kepada suatu satuan/Kipan, maka Peleton tersebut berada
di bawah pimpinan Dansat / Kipan yang dibantu.
2) Danton bertanggung jawab atas ketepatan tembakan-tembakan dalam
rangka pelaksanaan tugasnya ia bertanggung jawab bahwa kedudukan-
kedudukan cadangan dan kedudukan pengganti telah ditentukan Dipersiapkan
dan diduduki untuk berhasilnya pelaksanaan tugas dan sebaliknya
memperkecil kerawanan-kerawanan akibat tindakan musuh. Untuk ini ia :
a) Memberi perintah kedudukan, kalau diperlukan untuk
pelaksanaan tugasnya.
b) Memimpin tembakan-tembakannya, sehingga tidak
membahayakan pasukan sendiri.
c) Bertanggung jawab, bahwa jumlah munisi yang diperlukan
dicukupi/dikirim dari tempat penambahan munisi (TPMU) kompi.
d) Bertanggung jawab atas terselenggaranya reorganisasi untuk
memelihara daya tempur.
e) Menyelenggarakan hubungan dengan menggunakan pesuruh-
pesuruh, pesawat radio, pesawat telepon dan tanda-tanda optik.
14
b. Bintara Peleton. Baton adalah orang kedua dalam Peleton. Pada waktu
berjalan, biasanya ia berada dibelakang untuk membantu Danton dalam memimpin
Peleton, bila Danton berhalangan. Ia berada ditempat, darimana ia dapat mengawasi
pengangkutan munisi dan dapat menjalankan tugas-tugas yang diberikan oleh
Danton. Pada pemindahan yang dilakukan eselon demi eselon ia memimpin Pleton
yang bergerak paling belakang. Jika regu-regu terpisah dari peleton saat bertindak ,
sehingga Danton tidak dapat memimpin tembakan dari ketiga regunya dengan baik, ia
memimpin salah satu regu.
c. Pelayan telepon/radio. Ia melayani pesawat telepon/radio, biasanya ia berada
di dekat Danton.
d. Pengemudi. Ia mengemudikan kendaraan organik peleton sesuai dengan
perintah yang diberikan oleh Danton, ia bertanggung jawab atas pemeliharaan
kendaraan itu. Tiap-tiap kali berhenti ia menempatkan ditempat yang terlindung dan
menyamarkan kendaraan tersebut kecuali sebagai pengemudi ia juga dapat tugas
sebagai pengurus muinisi yang bertanggung jawab tentang pengangkutan dan
pembagian munisi untuk peleton sesuai dengan perintah Danton atau Baton.
e. Tamtama munisi. Bersama Tamtama pengemudi ia mengurus pembekalan
munisi untuk Peleton. Ia harus mengetahui letak TPMU Ki/Yon serta kedudukan-
kedudukan senjata untuk memudahkan pengiriman/ pembekalan.
10. Pimpinan Tembakan. Penggunaan seluruh kekuatan Ton terhadap satu sasaran
memberikan efek tembakan yang besar dan memberikan kemungkinan untuk menguasai
sasaran yang lebar dan dalam. Jika Peleton digunakan sebagai satu kesatuan tembak, tidak
berarti bahwa Pleton-Pleton bertempat berdekatan, tetapi mereka dapat ditempatkan
terpencar.
11. Senjata Perorangan Yang termasuk senjata perorangan adalah Pistol,senapan
dengan sangkurnya. Dalam Peleton SMS ini senjata tersebut pertama-tama digunakan
untuk melindungi anggota-anggota, senjata kelompok alat komando dan unsur perawatan
12. Senjata Kelompok
a. SMS adalah senjata kelompok yang dapat ditembakkan secara terus menerus
dengan rentetan panjang. Karena SMS dilengkapi dengan kuda- kuda sehingga stabil,
karena itu SMS dapat ditembakan melalui diatas pasukan sendiri dengan tembakan
yang terbidik baik. Bila melalui atas pasukan sendiri tidak mungkin dilakukan atau
tidak dikehendaki, tembakan dapat diberikan melalui celah-celah pasukan.
b. Kemampuan bergerak. Jika SMS diangkut dengan orang ia mempunyai
kemampuan bergerak sama dengan stuan senapan, bila jarak yang ditempuh terlalu
jauh maka kesulitan yang utama adalah pengangkutan munisi, karena para pelayan
senjata akan menjadi lelah sebelum waktunya. Dalam serangan bilamana SMS harus
pindah kedudukan ke depan untuk dapat memberikan bantuan tembakan terus
menerus bila SMS hanya diangkut dengan orang sering akan mengalami kelambatan.
Kendaraan organic SMS sedapat mungkin dimanfaatkan untuk mengangkut senjata
dan munisi sejauh keadaan medan dan tembakan musuh tidak membatasi.
c. SMS di gunakan untuk menghancurkan sasaran yang berupa :
1) Kelompok-kelompok musuh yang tidak terlindung.
15
2) Pos-pos peninjau musuh.
3) Lubang-lubang penembak dalam kubu-kubu senapan mesin atau
senjata-senjata lawan tank.
4) Kendaraan yang tidak berlapis baja.
13. Macam-macam Kedudukan Senjata.
a. Kedudukan Biasa adalah kedudukan senjata dimana senjata tersebut dapat
melakukan tugas pokok dengan sebaik-baiknya.
b. Kedudukan Cadangan adalah kedudukan senjata untuk dapat melakukan tugas
pokok jika dari kedudukan biasa tidak dapat dilakukan.
c. Kedudukan Pengganti adalah kedudukan senjata untuk melakukan tugas
tambahan yang tidak dapat dilakukan dari kedudukan biasa atau dari salah satu
kedudukan cadangan.
d. Tempat berlindung adalah tempat yang memberikan perlindungan terhadap
tembakan dan peninjauan di dekat kedudukan senjata. Ini ditempati pada waktu
mereka tidak perlu berada di kedudukan senjata, sedang para peninjau tetap
melakukan peninjauan terhadap sasaran yang baik.
e. Titik Pembongkaran adalah suatu tempat atau daerah dimana senjata dengan
bagian-bagiannya beserta persediaan munisi pertama-tama diturunkan dari kendaraan
dan selanjutnya diangkut dengan orang ketempat persembunyian atau kedalam
kedudukan senjata.
Syarat- syarat dari titik pembongkaran ini adalah :
1) Adanya perlindungan terhadap tembakan dan peninjauan dari musuh
terhadap kendaraan dan anggota.
2) Terletak sejauh mungkin kedepan sampai keadaan dan tembakan
musuh tidak memberi kemungkinan untuk maju lagi.
14. Penggunaan Taktis.
a. Bantuan Umum (BU). Jika Kiban atau Satuan-satuannya ditentukan untuk
memberikan Bantuan Umum, maka tembakan bantuan yang diberikan pada satuan
penyerang ataupun yang bertahan dilakukan atas petunjuk Danyon. dengan BU ini,
maka penggunaan Kiban akan lebih luwes, mudah dikoordinir, sehingga daya
tembaknya dapat dimanfaatkan secara berhasil guna. Pimpinan taktis pada satuan-
satuan dari Kiban tetap ada pada Dan Kiban (terpusat).
b. Bantuan Langsung (BL). Jika suatu satuan dari Kiban ditentukan untuk
memberikan Bantuan Langsung, Komandan dari bagian itu bertanggung jawab atas
pimpinan untuk membantu suatu bagian dari Yon. Ia bertanggung jawab atas
pemilihan, penempatan dan pemindahan kedudukan senjata, agar setiap waktu dapat
memberikan bantuan tembakan sebesar-besarnya. Komandan yang memberikan
bantuan menyelenggarakan perhubungan dengan Komandan dari bagian yang
dibantu. Dan Kiban tetap mengawasi satuan-satuan yang di BL-kan, dan ia
menggunakan semua alat yang ada padanya untuk menjamin bantuan tembakan
sebesar-besarnya.
16
c. Bantuan Bawah Perintah (BP). Jika suatu satuan dari Kiban diperbantukan
BP kepada satuan-satuan senapan, pimpinan dari satuan itu berpindah kepada
Komandan dari satuan (Dansat) senapan. Bantuan BP dilakukan jika suatu satuan
dari Kiban yang ditunjuk untuk memberikan Bantuan Umum atau Bantuan Langsung
kepada satuan senapan, diperkirakan tidak akan dapat memberi bantuan yang cukup.
Bantuan BP diberikan pula, apabial satuan yang diberikan bantuan melakukan tugas
diluar jarak tembak efektif dari senjata yang bersangkutan atau bergerak di medan
yang sangat menyukarkan Dan Kiban memimpin satuannya dalam memberi bantuan.
Jika suatu satuan dari Kiban di BP-kan kepada satuan senapan, Dansat senapan ini
memegang Komando Taktis dan bertanggung jawab atas perawatan satuan Kiban
tersebut.
IKHTISAR : BANTUAN TEMBAKAN & TANGGUNG JAWAB
DARI MASING-MASING BAGIAN
MACAM PENEMPATAN PELAKSANAAN PEMINDAHAN
BANTUAN PERAWATAN PERHUBUNGAN TEMBAKAN KEDUDUKAN
1 2 3 4 5
BU DANKI DANYON ap.DANYON ap.DANKI
BANTUAN - Permintaan BANTUAN
Pasukan Senapan -Permintaan Kipan
- Inisiatif DANYON -
- PELAKSANAAN Danyon,Dankiban
TEMBAKAN
BL DANKI DAN SENJATA - Atas Permintaan DAN SENJATA
BANTUAN Pasukan Senapan - Permintaan
- Inisiatif DAN Kipan
Senjata - Inisiatif Dan
- PELAKSANAAN Senjata
TEMBAKAN
BP DANKI DAN SENJATA - ap.Danki DANKI SENAPAN
SENAPAN Senapan
- PELAKSANAAN
TEMBAKAN
15. Pelaksanaan penembakan. Apabila keadaan mengijinkan, SMS dipergunakan
dalam hubungan peleton, cara ini memudahkan pimpinan dan pelayanan munisi serta dapat
menguasai sasaran pada waktu yang tepat dengan tembakan yang tepat dan padat.
Walaupun SMS merupakan senjata utama untuk tembakan langsung, tetapi dapat juga
ditembakan secara tidak langsung.
16. Perencanaan dan persiapan. Dalam membantu pasukan Manuver yang
melaksanakan gerak maju Dan Ton SMS perlu membuat perencanaan dan persiapan yang
baik dan benar. Karena tanpa perencanaan dan persiapan mustahil tugas akan tercapai.
17
17. Perencanaan.
a. Setelah Danton menerima perintah persiapan dari Danki
untuk melaksanakan gerak maju selanjutnya komandan peleton melaksanakan
kegiatan dengan urutan sebagai berikut :
1) Menerima perintah pengintaian.
2) Mempelajari peta dan memebuat rencana pengintaian
a) Personil yang ikut mengintai.
(1) Komandan peleton.
(2) Pesuruh / pelayan radio.
b) Hal-hal yang diintai
(1) Kedudukan senjata
(2) Route.
c) Lamanya pengjntaian.
3) Mengadakan pengintaian untuk gerak maju pengintaian dilaksanakan
diatas peta.
4) Menyusun dan menyampaikan saran antara lain tentang :
a) Penggunan taktis peleton.
b) Kedudukan senjata.
b. Kegiatan komandan peleton setelah menerima perintah dari komandan kompi.
1) Melengkapi pengintaian yang dianggap perlu.
2) Mengeluarkan Perintah. Biasanya Danton mengeluarkan kepada para
Danru di daerah dimana senjata-senjata ditempatkan, sesudah itu Ia membawa
para Danru dan peninjau depan ke suatu tempat, darimana Ia dapat
menunjukan pasukan sendiri sasaran-sasaran dan sektor peninjauan. untuk
gerak maju perintah diberikan diatas model / maket. Perintah-perintah berisi :
a) Keterangan mengenai musuh dan pasukan sendiri.
b) Tugas-tugas dari peleton.
c) Tempat kedudukan senjata dan route .
d) Interuksi mengenai pengangkutan dan penggunaan munisi
e) Tempat Pos Long Yon
f) Tempat Danton dan Pos Koki
g) Perintah Perhubungan
18. Persiapan. Sebelum melaksanakan gerak maju perlu diadakan persiapan-persiapan
sehingga dalam pelaksanan Germa tidak banyak hambatan yang membuat moril anggota
turun. Persiapan tersebut antara lain :
18
a. Penyiapan personil tentang kesehatan dan kemampuan anggota dalam
melaksanakan Germa.
b. Menyiapkan alat peralatan berupa :
1) Kendaraan
2) Senjata dan munisi
3) Mengecek fungsi mekanik senjata dan suku cadang
19. Peleton SMS dalam Gerak Maju. Gerak maju adalah suatu gerakan pasukan di
darat sebelum pertempuran dimulai dengan tujuan mendekatkan pasukan sendiri dengan
musuh, sehingga diperoleh kontak dengan musuh untuk selanjutnya dapat menyerang
kedudukan mereka. Gerak maju ini berakhir jika Dipaksa oleh musuh, Pasukan telah
sampai di DP, Pasukan telah sampai di daerah yang harus dipertahankan adapun jenis dan
tingkatan gerak maju sebagai berikut :
a. Jenis Gerak Maju.
1) Germa terlindung. Ialah Germa dimana di depan terdapat satuan
kawan yang cukup mampu untuk memberikan perlindungan.
2) Germa tidak terlindung. Ialah Germa dimana sepanjang route
pemindahan tidak terdapat satuan kawan yang tidak cukup mampu untuk
memberikan perlindungan
b. Tingkatan Gerak Maju.
1) Tingkat I (Kolone Mars).
2) Tingkat II (Kolone Taktis).
3) Tingkat III (Mars Mendekat).
20. Pelaksanaan
a. Kolone Mars. Jika Batalyon bergerak dalam kolone mars, biasanya Peleton
SMS sebagai bagian dari Kiban tempatnya di dalam kolone dengan formasi yang
ditentukan oleh Dan Kiban.
b. Kolone Taktis. Jika Batalyon bergerak dalam kolone taktis, biasanya
Peleton SMS sebagai bagian dari Kiban meskipun kadang-kadang satu atau dua
Regu SMS dapat diperbantukan kepada eselon depan, apabila Batalyon diperkirakan
akan segera beralih dari kolone taktis ke mars mendekat.
c. Mars Mendekat. Jika Batalyon bergerak dalam mars mendekat, Peleton
SMS diberi tugas Bantuan umum. Dapat juga satu atau dua Regu di BP-kan atau di
BL kan kepada satuannya yang ditunjuk untuk keamanan.
d. Pengangkutan Munisi. Pucuk-pucuk membawa munisi garis pertama (bekal
pangkal). Bilamana ada kendaraan-kendaraan yang diperbantukan kepada Kiban
biasanya berada dibawah pimpinan Danton atau Danru. Danton atau Danru
menentukan formasi, sesuai dengan petunjuk-petunjuk atau perintah-perintah dari
Komandan yang lebih tinggi atau dari Dansat/Kipan dimana Ton/Ru itu di BP kan.
Perubahan-perubahan formasi dapat diadakan sesuai dengan keadaan medan dan
situasi taktis.
19
Danton atau Danru dapat menentukan, apakah senjata diangkut dengan kendaran
dan bergerak dibelakang para pelayan yang berjalan kaki, atau senjata dan pelayan
berada diatas kendaraan serta bergerak dibelakang satuan yang berjalan kaki dengan
gerakan secara loncatan.
e. Tugas Komandan Peleton dan Komandan Regu. Selama gerakan Danton/
Danru selalu memberikan kedudukan-kedudukan tembakan kepada Kompi senapan /
Satuan yang dibantu. Apabila keadaan Taktis memaksa Yon untuk melakukan
serangan secara langsung dari gerakan Mars mendekat, Danki atau Danton/Dansat
dimana Pleton di BP kan, biasanya langsung memberikan perintah untuk masuk
kedudukan.
f. Apabila keadaan Taktis memaksa Yon untuk melakukan serangan secara
langsung dari gerakan Mars mendekat Danki atau Danton/Dansat biasanya langsung
memberikan perintah untuk masukan kedudukan kepada Ton atau regu di BP kan
kepadanya.
21. Peleton SMS dalam Serangan Dalam serangan, tugas umum Ton SMS adalah
memberi bantuan tembakan secara terus menerus kepada Kompi Senapan yang menyerang
bersama-sama dengan Arteleri dan senjata bantuan lainnya guna mengikat,menindas dan
menghancurkan musuh yang mencoba menahan gerak maju serangan.
a. Daerah persiapan. Jika DP telah cukup dilindungi oleh bagian-bagian lain,
kepada TON SMS ditunjukan tempat kedudukan (bukan kedudukan senjata),
sebagian medan yang diberikan kepada Kiban. Tetapi jika Batalyon harus
mengadakan perlindungan sendiri, Ton SMS atau sebagian dapat di BP kan kepada
satuan atau kompi senapan yang ditugaskan sebagai pasukan pelindung.
b. Pangkal serangan. Jika satuan senapan menuju ke PS, Ton SMS pindah
kedudukan senjata, dimana peleton dapat melindungi satuan/kompi senapan yang
sedang menduduki PS dan dapat memberikan bantuan tembakan pada permulaan
serangan.
c. Persiapan-persiapan Danton sebelum serangan.
1) Danton dalam membuat persiapan, melakukan kegiatan dengan urutan-
urutan sebagai berikut :
a) Menerima perintah pengintaian.
b) Mempelajari Peta dan membuat rencana pengintaian.
c) Mengadakan pengintaian.
d) Memberikan saran-saran.
e) Menerima perintah serangan dari Danki dan melakukanpekerjaan-
pekerjaan yang diperlukan untuk koordinasi.
f) Melengkapi pengintaian yang dianggap perlu dan dan membuat
rencana.
g) Mengeluarkan perintah serangan.
h) Mengadakan pengawasan.
2) Waktu terbatas. Kadang-kadang tidak mempunyai kesempatan untuk
mengadakan pengintaian sebelum perintah serangan Kompi dikeluarkan.
Apabila sebelum perintah serangan Ki dikeluarkan, Danton tidak mempunyai
20
kesempatan untuk ikut mengadakan pengintaian, maka ia tidak melakukan
urutan-urutan PPP Nomor 1 s/d 4 nomor 4 tersebut di atas, dengan demikian
maka waktu yang diperlukan dapat dipersingkat.
d. Pengintaian dan pembuatan rencana serangan.
1) Setelah Danton menerima perintah serangan dari Danki, Danton
memberikan petunjuk-petunjuk dan mengawasi persiapan-persiapan akhir dan
Tonnya untuk serangan. Ton SMS digunakan sebagai BU dan apabila
keadaan medan dan pelaksanaan pimpinan sangat dibatasi, Ton atau Ru dapat
di BP kan atau di BL-kan kepada satuan Kipan.
2) Biasanya, Danton mendapat perintah untuk melaporkan kepada
Danki/Dansat /Kipan dimana peleton itu di BP kan untuk menerima perintah-
perintah. Dalam hal ini ia dapat membawa serta seorang pesuruh, pengemudi
dan pelayan telepon/radio. Jika waktu terbatas ia dapat membawa serta para
Danru.
3) Kalau dalam perintah disebut bahwa Ton harus segera pindah, maka
sebelum Danton pergi mengintai ia memerintahkan kepada Baton untuk
membawa maju peletonnya. Didalam perintah disebutkan pula cara-cara
pemindahan, tempat pembongkaran, kapan dan dimana Danru harus
melaporkan diri untuk menerima perintah, kalau Ru di BP kan atau di BL kan
kepada satuan Kipan kepadanya diberikan perintah-perintah tersendiri.
4) Kalau Ton SMS di BP kan kepada satuan/Kipan, Danton berhubungan
dengan Dansat/Kompi Senapan tersebut untuk menerima perintah-perintah.
5) Danton melakukan pengintaian di daerah yang telah ditentukan. Ia
menentukan sasaran, sektor tembakan, bagian medan untuk kedudukan
senjata mencatat posisi pasukan sendiri yang telah diduduki dan memilih pos
tinjau peleton. Untuk segera menembak sasaran-sasaran ia memperhitungkan
keterangan-keterangan tembakan untuk sasaran yangditentukan dan tempat-
tempat yang diduduki oleh musuh dan medan-medan penting, selanjutnya ia
mengeluarkan perintah-perintah kepada Danru dan mengawasi pelaksanaan
persiapan-persiapan akhir.
e. Memilih daerah kedudukan senjata.
1) Danton mula-mula memilih tempat dimana ia dapat melaksanakan
tugasnya. Danton dapat memilih kedudukan cadangan untuk digunakan jika
tembakan musuh membahayakan anggota-anggota pelayan atau bila dari
kedudukan biasa tidak dapat melaksanakan tembakaan.
2) Selanjutnya Danton memilih juga kedudukan pengganti dimana SMS
dapat dipindahkan dengan cepat untuk melaksanakan tugas-tugas tambahan.
3) Pada waktu memilijh kedudukan senjata harus diperhatikan faktor-faktor
sebagai berikut :
a) Lapang tembakan.
b) Keamanan senjata dan pelayan-pelayannya.
c) Waktu yang tersedia untuk masuk kedudukan.
21
d) Jalan-jalan ke kedudukan senjata dan jalan-jalan untuk
pemindahan.
e) Kemungkinan-kemungkinan untuk mengadakan hubungan
dengan satuan-satuan yang dibantu.
f. Perintah-perintah.
1) Sedapat mungkin Danton memberikan perintah serangan di dekat
tempat-tempat kedudukan senjata. Perintah-perintah ini berisi :
a) Keterangan-keterangan mengenai musuh dan pasukan sendiri.
b) Tugas peleton.
c) Tempat kedudukan permulaan dan tugas untuk tiap Peleton
ditentukan sasaran-sasaran, sektor tembakan dan satuan yang harus
dibantu.
d) Ketentuan-ketentuan mengenai pembukaan tembakan dan
pimpinan tembakan.
e) Tempat kedudukan cadangan dan kedudukan pengganti serta
petunjuk untuk mendudukinya.
f) Perintah-perintah mengenai pengamanan dan pindah kedudukan.
g) Perintah-perintah mengenai bagaimana dan kapan Peleton-Pleton
harus menduduki kedudukan.
h) Perintah tembakan, termasuk saat pembukaan tembaka, jika
perintah tembakan akan diberikan harus kemudian harus diberitahukan
kepada Dan-Dan Ru.
i) Pemakaian munisi dan instruksi mengenai pengangkutannya.
j) Tempat Pos Long Yon.
k) Tempat pos tinjau peleton.
l) Perintah perhubungan.
m) Tempat Danki dan Danton
2) Jika Baton tidak hadir pada waktu pengeluaran perintah, Danton segera
memberitahukan isi perintah itu kepadanya, Baton memberitahukan pula soal-
soal tempat dan pengangkutan munisi serta pengangkutan kendaraan-
kendaraan.
g. Masuk kedudukan. Danton melakukan pengawasan pada waktu pucuk-
pucuk akan masuk kedudukan, dan melaporkan kepada Danki, apabila semua
persiapan telah selesai. Pada waktu masuk kedudukan, harus diusahakan tepat pada
waktunya untuk menjamin kerahasiaan
h. Keamanan. Danton bertanggung jawab atas keamanan peletonnya.
Selain perlindungan yang didapat secara tidak langsung dari satuan / kompi senapan,
peleton menyelenggarakan keamanannya sendiri.
i. Peninjauan terhadap tembakan. Tembakan efektif dari SMS dipengaruhi
oleh kemungkinan peninjauan dan lapangan tembak. Pos-pos tinjau peleton dan
Pleton dipilih sedemikian rupa, sehingga tempat dan gerakan pasukan penyerang
serta sektor tembakan atau sasaran yang telah ditentukan dapat diawasi. Komandan
berada ditempat ini, agar dapat memberikan perintah untuk menghentikan atau
22
mengalihkan tembakan, apabila telah membahayakan pasukan sendiri. Danton harus
sedekat mungkin dengan kedudukan senjatan. sehingga dapat dengan segera
memberikan perintah-perintah tembakan kepada Danru.
j. Menembak pada waktu serangan.
1) Sedapat mungkin Danton menggunakan peletonnya sebagai satu
kesatuan tembak supaya dapat memusatkan pimpinan tembakan,
mendapatkan tembakan dan dapat memberikan tembakan yang sangat padat.
Dengan tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan Danki, Danton berinisiatif
memberikan sasaran-sasaran dan menembaknya, pemilihan sasaran tersebut
didasarkan atas pengetahuan Danton tentang pembagian (distribusi) dan tugas
tembakan senjata bantuan lainnya hasil tembakan kompi-kompi senapan dan
hasil tembakan sendiri serta persediaan munisi.
2) Tembakan bantuan.
a) Tembakan-tembakan penyokong yang dijatuhkan dekat dimuka
satuan penyerang depan adalah merupakan bantuan tembakan yang
penting didalam serangan. Tembakan ini ditujukan senjata-senjata
kelompok-kelompok infanteri dan kedudukan-kedudukan pertama yang
langsung menghambat gerak maju satuan/ kompi-kompi senapan yang
menyerang.
b) Jika keadaan medan mengijinkan tembakan ditunjukan kepada
sasaran-sasaran yang letaknya dibelakang kedudukan-kedudukan
musuh terdepan. Apabila tembakan ke sasaran pokok tidak dapat
dilaksanakan terhalang gerak maju satuan yang dibantu maka harus
ditentukan batas keamanan baru.
c) Tembakan di lambung. Ton memberikan bantuan tembakan
lambung kepada sat/Kipan yang dibantu. Jika satuan tersebut bergerak
lebih cepat dari satuan tetangganya. Ton tidak hanya harus melindungi
lambung/satuan Kompi senapan tetapi harus juga membantu satuan/
kipan yang terhambat gerak majunya. Bantuan tembakan kepada
satuan dari Batalyon tetangga hanya diberikan atas perintah Dankiban
atau Dansat dimana Ton itu di BP kan.
k. Pindah Kedudukan.
1) SMS-SMS harus ditempatkan di dekat pasukan yang diberikan bantuan.
Supaya dapat melakukannya tugasnya dengan seksama. Oleh karena itu, RU-
RU SMS perlu pindah kedudukan pada waktunya dengan sebanyak mungkin
menggunakan kendaraan-kendaraan baik organik maupun yang diperbantukan.
2) Jika Ton SMS digunakan sebagai BU. Danki memberi perintah untuk
pindah kedudukan. Kecuali jika telah didelegasikan kepada Danton.
3) Jika peleton atau salah satu Peletonnya di BL kan kepada Kipan, maka
pemindahan kedudukan dilakukan atas perintah Danton atau atas inisiatif
Danru sendiri tanpa melupakan memberitahukan kepada Dan Kipan.
4) Jika Ton atau salah satu Regunya di BP kan kepada Kompi-kompi
senapan, maka pindah kedudukan dilakukan atas perintah Dansat/ Dankipan
tersebut, kecuali telah didelegasikan kepada Danton atau Danru.
23
5) Mengingat bahwa SMS setiap waktu harus dapat memberikan Bantem,
Danton atau Danru SMS membuat rencana untuk pindah kedudukan dan
memberikan saran-saran tepat pada waktunya kepada Dansat/Dankipan yang
dibantu.
6) Biasanya pindah kedudukan untuk Ton dilakukan Regu demi Regu. Satu
Regu berpindah ke kedudukan baru sedang dua Regu lainnya tetap dalam
kedudukan dan membantu serangan sampai Regu yang berpindah menduduki
kedudukan baru. Kalau seluruh peleton tidak dapat memberikan tembakan
sama sekali karena tembakannya akan membahayakan sendiri, jarak sasaran
tidak dapat dicapai oleh tembakan SMS, bantem SMS belum dibutuhkan atau
jika tugas tembakan dapat dikerjakan oleh Sat Ban lainnya, maka peleton dapat
pindah kedudukan dalam satu kesatuan yang utuh ( sekaligus ).
7) Dalam pelaksanaan pemindahan, Danton dengan anggota-anggota
Pokkoton menyelelidiki jalan-jalan dan memilih kedudukan baru. Sebelum pergi
ia memberi instruksi kepada Baton dan Danru, bagaimana pemindahan
dilakukan dan menentukan route-route yang harus dilewati. Ia dapat memberi
perintah, agar Pletonnya mengikutinya pada jarak tertentu, atau bergerak
secara loncatan aras perintahnya. Jika pindah kedudukan dilakukan Regu demi
Regu, Danton menentukan kapan dan dengan cara bagaimana kedua Regu-
regu yang dibelakang harus berpindah atau bergerak atas perintah.
8) Jika Regu-regu tiba ditempat yang baru Danton menunjukan daerah
kedudukan, sasaran, sektor tembakan, seperti halnya menempati kedudukan
permulaan.
9) Pemindahan dapat dilakukan dengan tenaga manusia atau dengan
kendaraan, ini tergantung keadaan medan dan tembakan musuh.
Pemindahan dengan tenaga manusia pada jarak jauh harus dihindari untuk
menjaga jangan sampai para pelayan senjata menjadi terlalu lelah terutama
oleh beratnya pembawaan munisi. Jika pemindahan dilakukan dengan tenaga
manusia, kendaraan-kendaraan dibawa sejauh mungkin kedepan dekat dengan
kedudukan SMS yang baru dan terlindung.
l. Tembakan-tembakan bantuan selama serbuan. Selama serbuan Ton SMS
menggunakan celah-celah yang terbuka diantara Kompi senapan untuk dapat
menembak selama mungklin. Dapat juga SMS menembak pada jarak jauh melalui
atas pasukan sendiri atau dari lambung, dengan tujuan untuk membantu pasukan-
pasukan penyerang pada waktu merebut dan menguasai sasaran. Mengingat SMS ini
macam senjatanya terdiri dari Madsen Seeter yang dapat berfungsi sebagai senapan
serbu maka, agar dapat mengimbangi gerakan pasukan SMS tersebut dapat dilepas
dari kuda-kudanya. Kemudian digunakan untuk menyerbu.
m. Reorganisasi dan Konsolidasi.
1) Dapat diharapkan bahwa seluruh sasaran direbut ,musuh akan
mengadakan serangan balas. SMS harus dipindah dengan cepat kedepan
sehingga senjata-senjata itu dapat membantu Reorganisasi dan Konsolidasi
Satuan/Kompi-Kompi senapan serta dapat membantu mempertahankan
kedudukan yang telah direbut. Apabila pindah kedudukan dipertanggung
jawabkan kepada Danton, maka ia mengambil keputusan pindah kedudukan
tepat pada waktunya.
24
Untuk dapat memberikan bantuan tembakan jarak dekat secara terus menerus.
Paling sedikit satu Regu harus pindah kedepan pada waktunya sehingga
mereka tiba didaerah konsolidasi segera sesudah sasaran direbut.
2) Pada waktu satuan-satuan/Kompi-Kompi terdepan mengadakan
Reorganisasi dan konsolidasi. Danton SMS mengumpulkan keterangan-
keterangan yang digunakan sebagai dasar perencanaan pemberian bantuan
tembakan pada serangan berikutnya. Jika ditentukan kedudukan baru untuk
SMS-SMS. Danton mengadakan penyelidikan seperlunya. Supaya dapat
pindah kedudukan baru dengan cepat. Danton harus mengatur pemindahan
kedudukann-kedudukan baru dengan hati-hati dan bijaksana. Sehingga kalau
ada serangan yang mendadak masih terdapat beberapa pucuk dari senjatanya
yang siap dapat digunakan. Dalam Reorganisasi pelayan-pelayan senjata
yang gugur luka-luka atau karena sesuatu hal tidak dapat melakukan tugasnya
perlu diganti dan persediaan munisi ditambah.
n. Pengejaran.
1) Sesudah sasaran direbut dapat diadakan pengejaran Batalyon-Batalyon
depan melanjutkan serangannya untuk dapat memberikan tekanan kepada
musuh dan mencegah mereka dapat mengadakan pengunduran dengan
berhasil dalam pengejaran biasanya disertai dengan pengepungan dengan
tujuan merintangi pengunduran musuh.
2) Pengejaran langsung.
a) Jika Peleton SMS merupakan bagian dari Batalyon yang
sedang mengejar musuh dengan tekanan langsung biasanya ton atau
regu SMS di BP kan atau di BL-kan kepada kompi-kompi senapan
dengan dilengkapi kendaraan-kendaraan.
b) Gerakan taraf permulaan dari pengejaran dilakukan sama dengan
pengejaran mars mendekat. Peleton disiapkan untuk dapat dengan
segera menembaka sasaran yang diketahui. Apabila menjumpai
perlawanan musuh, maka segera dipilih kedudukan senjata yang
sedapat mungkin mempunyai lapangan tembak yang luas, kedudukan
dipilih darimana dapat memberikan tembakan efektif yang ditujukan
kepada kelompok-kelompok infanteri musuh yang mundur ke jalan-jalan
atau defile-defile yang dapat dilalui musuh.
3) Pengejaran sejajar. Jika Ton SMS harus ikut dalam pengejaran sejajar,
biasanya dilengkapi dengan kendaraan-kendaraan untuk mengangkut senjata,
munisi dan para pelayan. Ton atau Ru SMS dapat di BP-kan kepada eselon
depan, pelindung lambung dan pelindung punggung dari pasukan-pasukan
yang melakukan pengejarannya.
4) Inisiatif para Komandan. Pada pengejaran biasanya pimpinan tidak
dipusatkan, hal ini menuntut inisiatif dan keuletan yang besar dari Danton dan
Danru SMS.
o. Tindakan jika gerak maju tertahan. Jika gerak maju Yon tertahan oleh
perlawanan musuh, Kompi-Kompi senapan terdepan bertahan dengan
25
mempergunakan medan yang sebaik-baiknya. Ton SMS digunakan sama seperti
pada waktu membantu konsolidasi. Kemudian dapat diberi perintah untuk menduduki
kedudukan pertahanan yang lebih baik atau pindah kedudukan, darimana dapat
memberikan bantuan tembakan pada waktu serangan akan dimulai lagi.
22. Peleton SMS dalam Pertahanan. Peleton SMS yang merupakan bagian dari
Kiban mempunyai tugas dalam pertahanan adalah memberi bantuan tembakan secara
terus-menerus kepada kompi senapan yang bertahan bersama-sama dengan senjata
bantuan lainnya. SMS digunakan untuk mengikat, menindas dan menghancurkan musuh
yang mencoba mendekati dan menembus BDDT pasukan kita.
a. Penggunaan Taktis Peleton SMS. Ton SMS Kiban dan Yonif yang
bertugas didaerah pertahanan depan, biasanya ditempatkan di inti-inti pertahanan
peleton senapan yang terdepan, dengan mengambil dasar hasil pengintaian Danyon
dan Danki SMS-SMS ditentukan tugas tembakannya sehingga dapat memberikan
tembakan-tembakan penutup sebaik-baiknya didepan BDDT Batalyon. Tembakan-
tembakan SMS dimasukan dalam rencana tembakan Batalyon.
b. Pemilihan kedudukan.
1) Sesudah Danton menerima perintah pertahanan dari Danki ia membuat
rencana pengintaian, selanjutnya memberi perintah kepada para Danru untuk
berkumpul disuatu tempat tertentu guna menerima perintah dan bersamaan
dengan itu memberi perintah kepada Baton agar membawa peletonnya kesuatu
tempat melalui kedudukan SMS yang ditentukan dapat diduduki dengan
mudah. Danton dan anggota-anggota yang diperlukan dari Pokkoton,
melakukan pengintaian dengan tujuan menentukan kedudukan tiap-tiap pucuk
dan untuk mendapatkan keserasian dengan menggunakan SMS Kipan yang
ditempatkan di inti-inti pertahanan peleton terdepan. Sektor tembakan dan
arah tembakan penahan serbuan ditentukan untuk tiap-tiap pucuk berdasarkan
tugas yang harus dilakukan oleh tiap-tiap pucuk menurut perintah Danki.
Danton mengatur sedemikian rupa, sehingga tiap-tiap pucuk dapat memberikan
tembakan dengan baik didalam sektor tembakannya dan melalukan tembakan
penahan serbuan dengan daya tembak yang besar.
2) Pada waktu pengintaian setelah kedudukan, sektor dan arah TPS
ditentukan oleh Danki, Danton memperhatikan hal-hal di bawah ini.
a) Lapangan tembak dan peninjauan.
b) Pelindungan alam dan kemungkinan penyamaran.
c) Kedudukan cadangan dan jarak pendekatnya.
d) Kedudukan-kedudukan pengganti dan kemungkinan untuk dapat
memberi bantuan kesegala jurusan.
e) Jalan-jalan yang terlindung dari tembakan dan peninjauan musuh,
untuk perhubungan dan pengangkutan.
f) Kemungkinan mendapatkan perlindungan secara tidak
langsung dari satuan-satuan/Kipan.
3) SMS-SMS biasanya ditempatkan didalam inti pertahanan peleton yang
terdepan.
26
4) Tempat-tempat yang berada dalam jarak lemparan granat (50 meter)
dari jalan-jalan pendekat yang terlindung harus dihindari. Rintangan kawat
berduri dipasang pada jarak lebih dari 50 meter di depan kedudukan senjata.
5) SMS dalam pertahanan tidak ditempatkan secara berpasangan agar
dapat menguasai medan yang lebih luas. Bilamana terdapat alasan-alasan
yang kuat untuk menempatkan SMS secara berpasangan umpamanya petak
Batalyon sempit atau menghadapi petak Batalyon yang berbahaya dan
sebagainya, maka hal tersebut dapat dilakukan. Keuntungan daripada
penempatan SMS secara berpasangan adalah kemungkinan kecil terjadinya
vakum tembakan, baik disebabkan karena kerusakan senjata, panasnya laras,
habisnya atau macetnya peluru dalam Ban dan sebagainya. Untuk
menghindari kehancuran yang bersamaan akibat ledakan gerakan musuh maka
penempatannya harus terpisah dengan antara paling sedikit 30 meter.
6) Jika penyusunan pertahanan dilakukan pada waktu ada kontak dengan
musuh atau jika waktu untuk menyusun pertahanan terbatas, sehingga tidak
mungkin membuat sesuatu rencana tembakan Batalyon yang dikoordinir
sampai hal yang sekecil-kecilnya maka Ru-Ru dari Ton SMS dapat di BP-kan
kepada satuan/kompi senapan digaris terdepan, dalam keadaan ini Danton
membantu Dankiban dalam mengembangkan rencana tembakan Batalyon
yang dikoordinir. Danton menerima pimpinan kembali segera sesudah rencana
tembakan selesai dibuat dan sarana perhubungan telah terselenggara.
Kemudian jika keadaan mengijinkan, dapat diadakan perubahan-perubahan
kedudukan dari pucuk-pucuk supaya SMS dapat memberikan tembakan
menurut rencana tembakan Batalyon.
c. Rencana Tembakan.
1) Oleat atau bagan tembakan. Sesudah tempat kedudukan untuk
pucuk dipilih oleh sektor serta arah tembakan penahan serbuan ditentukan,
Danton memberikan sebuah oleat atau bagan tembakan kepada Danki, dimana
tergambar kedudukan-kedudukan biasa, cadangan dan kedudukan-kedudukan
pengganti dari tiap-tiap pucuk serta sektor tembakan penahan serbuan
digambar dengan kedar dan ditunjukan panjangnya serta ruang-ruang yang
tidak dapat dikuasai (sudut-sudut mati). Selanjutnya disebutkan macam dan
nomor lembaran peta yang dipergunakan dengan disertai nomor bujur sangkar.
Dicantumkan satuan dan tanggal), serta nama dan pangkat Danton.
2) Tugas-tugas Danton. Danton harus yakin bahwa semua
anggotanya mengetahui dan mampu melaksanakan semua tugas yang
diberikan dalam rangka menghadapi musuh. Dalam pertahanan, biasanya
Danton tidak selalu dapat memimpin dan mengawasi sendiri ketiga Runya, bila
demikian maka sasaran-sasaran yang harus ditembaki ditentukan oleh Danru
dan Dancuk. Danton selalu mengadakan pemeriksaan, apakah perintah-
perintah telah mengerti dan dilakukan dengan benar, ia bertanya kepada
Danru-Danru dan Dancuk-Dancuk, apa yang harus dilakukan kalau musuh
datang menyerang dari beberapa jurusan, atau apabila terjadi perubahan-
perubahan dalam peninjauan (kabut, asap hujan dan sebagainya).
27
Ia harus yakin, bahwa anggota-anggotanya sudah mengerti tanda perintah
tembakan penahan serbuan dan tahu akan tugas-tugasnya.
d. Perintah Pertahanan. Sedapat mungkin Danton memberikan perintah kepada
tiap-tiap Danru ditempat/dimana Ru harus masuk kedudukan-kedudukan. Perintah
Danton berisi :
1) Keterangan mengenai musuh.
2) Kedudukan Satuan-satuan/Kompi senapan yang terdepan atau bagian-
bagian medan yang akan diduduki oleh mereka.
3) Kedudukan biasa dan kedudukan cadangan untuk tiap-tiap pucuk serta
sektor tembakan dan arah tembakan penahan serbuan.
4) Kedudukan pengganti dan perintah-perintah tembakan yang harus
dilakukan dari kedudukan-kedudukan ini.
5) Perintah-perintah mengenai pembukaan tembakan.
6) Memperkuat medan antara lain urut-urutan pelaksanaan pekerjaan.
7) Perintah-perintah untuk mengangkut munisi.
8) Tempat Pos Long Yon.
9) Tempat kendaraan-kendaraan.
10) Perintah-perintah mengenai perhubungan.
11) Tempat Danton dan Pos Ko Ki.
e. Penempatan dan Penyusunan Kedudukan.
1) Pemindahan. Pada waktu pemindahan ke kedudukan yang ditentukan,
Danton memberi perintah untuk membawa kendaraan yang diperbantukan
ditempat pembongkaran, dimana SMS, alat-alat perlengakapan diturunkan dan
selanjutnya dibawa dengan tenaga manusia kedudukan-kedudukan senjata.
2) Menduduki kedudukan. Mula-mula SMS ditempatkan dikedudukan-
kedudukan sementara sehingga dapat mengusai lapangan tembak yang
diberikan kerahasian harus dijaga dengan penyamaran yang baik dan
menghindari gerakan-gerakan yang tidak penting. Pada saat kegiatan musuh
berkurang (tak ada kontak tembak), kedudukan senjata dapat diduduki oleh
anggota-anggota pelayan yang sangat perlu saja sehingga anggota-anggota
pelayan lainnya dapat beristirahat atau membantu pengangkutan munisi.
3) Menyusun kedudukan. Dimedan yang banyak semak-semak dan
tumbuh-tumbuhan lainnya perlu diadakan pembersihan (penebangan-
penebangan) untuk lapangan tembak, tetapi harus diusahakan jangan sampai
kedudukan senjata dapat ditinjau. Penebangan-penebangan yang tidak perlu
atau berlebihan dapat menunjukan tempat kedudukan baik ditinjau dari darat
maupun dari udara oleh musuh. Penebangan dibatasi kepada semak-semak
dan pohon-pohon yang bergantung rendah saja, potongan dahan-dahan,daun-
daun dan ranting-ranting harus dibawa ke belakang ditanam atau
disermbunyikan. Kawat-kawat rintangan taktis dibuat di depan tembakan
penahan serbuan, sehingga musuh akan tertahan di depannya.
4) Pengawasan. Danton mengawasi pembuatan dan perbaikan
kedudukan-kedudukan, jika waktu tersedia tiap-tiap kedudukan senjata diberi
tutup yang memberi perlindungan terhadap pecahan-pecahan granat.
28
Pemberian samaran harus dikerjakan bersama-sama dengan pembuatan
kedudukan.
f. Tempat para Komandan.
1) Danton bertempat dari mana ia dapat memimpin dan mengawasi
Peleton dengan baik, baik dalam penyusunan pertahanan, kadang-kadang
Danton diperlukan untuk berada disuatu tempat, dari ia dapat meninjau SMS-
SMS yang menutup jalan pendekat menuju petak pertahanan Batalyon yang
paling berbahaya.
2) Baton menerima tugas-tugas dari Danton diantaranya mengatur
pengangkatan munisi atau mengawasi pelayan-pelayan pucuk yang tidak
lengsung dibawah pimpinan Danton dan bagimana ia berada ditempat dimana
ia dapat melakukan pimpinan dengan baik.
g. Pelaksanaan Pertahanan.
1) Jika musuh masuk daerah peninjauan pos depan, mereka mulai
ditembaki oleh senjata-senjata yang berada di pos depan itu. Sebelum musuh
dapat melumpuhkan SMS di dalam pertempuran jarak dekat, senjata-senjata
tersebut harus segera dipindahkan ke belakang menempati kedudukan yang
telah disiapkan di daerah pertahanan di depan Batalyon. Jika musuh
mendekati BDDT Batalyon dan belum mengetahui letak BDDT yang
sebenarnya, maka mereka ditembaki oleh senjata-senjata yang apabila
ditembakan tidak menunjukan letak BDDT yang sebenarnya dan umumnya
oleh senjata yang terletak di belakang BDDT, apabila musuh makin mendekat,
tembakannya makin diperhebat. Tetapi sebaliknya bilamana letak BDDT sudah
diketahui oleh musuh, maka SMS yang ditempatkan di BDDT menembaki
musuh tersebut setelah mereka berada dalam jarak tembakan efektif di sektor
masing-masing. SMS yang ditempatkan di BDDT sedapat mungkin jangan
mulai membuka tembakan sebelum serangan musuh yang sebenarnya
dilancarkan. Biasanya SMS mulai membuka tembakannya apabila musuh
sudah berada pada jarak lebih kurang 500 meter. Unsur-unsur keamanan yang
mendahului pasukan-pasukan penyerang musuh, bukan merupakan sasaran
yang tepat bagi SMS. Semua pucuk SMS yang terletak di BDDT harus siap
sedia membuka tembakan penahan serbuan pada tanda yang telah ditentukan.
Bila musuh makin mendekat tembakan menyerong dari SMS makin diperhebat,
sampai akhirnya SMS tersebut berada dalam arah tembakan penahan
serbuan.
2) Berhasil atau tidaknya pertahanan, sebagian besar tergantung kepada
tembakan dari tiap-tiap SMS mempertahankan sektor tembakan yang telah
ditentukan dengan sekuat-kuatnya kecuali jika diperintahkan lain.
3) Ketentuan untuk memindahkan SMS dari kedudukan biasa ke
kedudukan cadangan, diambil oleh komandan langsung yang tertinggi, yang
berada di dekat kedudukan senjata tersebut, pindah kedudukan dilakukan
untuk menjaga jangan sampai senjata dan pelayan-pelayannya dapat
dilumpuhkan oleh tembakan musuh atau pasukan-pasukan musuh yang
merembes, biasanya pindah kedudukan dilakukan pada waktu tembakan
29
musuh berkurang. Pemindahan di bawah tembakan dahsyat dari musuh
merupakan hal yang luar biasa dan ditentukan adanya perlindungan
perlindungan. Jika dua SMS atau lebih harus pindah ke kedudukan cadangan,
maka hal ini dilakukan pucuk demi pucuk. Dansat senapan dimana SMS
ditempatkan, harus segera diberitahu tentang adanya SMS yang dipindah.
4) Jika musuh berhasil menembus BDDT, SMS-SMS berkerja sama
dengan satuan-satuan/kompi senapan, digunakan untuk membatasi
penerobosan, menghancurkan atau mengusirnya.
h. Keamanan. Komandan Peleton bertanggung jawab atas keamanan
peletonnya, kecuali pelindung yang didapat secara tidak langsung dari satuan/kompi
senapan dan inti-inti pertahanan Ton. Danton mengatur anggota-anggotanya untuk
secara bergiliran bertugas melayani senjata, tindakan-tindakan yang diambil adalah :
1) Penyebaran pasukan
2) Mengadakan perlindungan setempat dan penggunaan perlindungan
terhadap tembakan dan peninjauan.
3) Penggalian parit-parit dan sumur-sumur tembak serta penggunaan
perlindungan-perlindungan alam.
i. Kedudukan pada malam hari. Pada malam hari, SMS menempati kedudukan
yang telah direncanakan untuk menghadapi serangan malam. Pucuk-pucuk
dipersiapkan untuk melaksanakan tugas penahan serbuan.
TON SMS DAN SMR MENEMPATI KEDUDUKAN
DALAM PERTAHANAN BATALYON
30
KEDUDUKAN SMS/SMB BENTUK TAPAL KUDA
TANPA PERLINDUNGAN ATAS KEPALA
23. Peleton SMS dalam Oli. Batalyon Infanteri Dalam Operasi Lawan Insurjensi
dihadapkan pada lawan yang memiliki sifat, ciri-ciri dan karakter yang berbeda dengan lawan
yang reguler. Keberadaan lawan tersebar, dapat berada dimana-mana dengan kekuatan
yang fleksibel, dapat diorganisasikan dengan kekuatan kecil-kecil tetapi suatu saat dapat
dikonsolidasikan menjadi kekuatan yang besar. Menghadapi lawan yang demikian maka
pengerahan kekuatan Batalyon Infanteri dapat direorganisasikan menjadi bermacam-macam
bentuk sesuai kebutuhan.
24. Pelingkaran adalah suatu operasi dari kompi lawan insurjensi yang dikerahkan untuk
menghancurkan pasukan insurjensi yang kedudukannya telah diketahui dengan pasti, dan
dilaksanakan secara menyeluruh. Usaha penghancuran dalam hal ini biasanya dilakukan
pada daerah penghancuran yang telah dipersiapkan atau pada suatu daerah tertentu yang
memenuhi syarat guna menghancurkan pasukan insurjensi secara fisik. Pelingkaran dapat
dilakukan oleh satuan Kompi Senapan apabila pasukan insurjensi yang dihadapi relatif kecil
yang dilakukan pada daerah operasi kompi dan merupakan penghancuran setempat.
31
a. Syarat pelingkaran. Selain syarat-syarat offensif (serangan) untuk dapat lebih
berhasil maka perlu mengikuti syarat yang lain sebagai berikut :
Komando pengendalian harus efektif.
1) Perhubungan harus baik dan cukup jumlahnya.
a) Daerah tanggung jawab harus jelas dan nyata.
b) Adanya kedalaman.
c) Harus cukup pasukan.
2) Macam pelingkaran.
a) Pelingkaran serentak.
b) Pelingkaran dan serang.
c) Serbu dan sekat.
d) Serbu dan hadang.
e) Tembakan dan sergap.
3) Pelingkaran serentak. Pelingkaran serentak adalah pelingkaran yang
dilakukan oleh sebagian besar pasukan pelingkar untuk mengepung insurjensi
pada suatu tempat dan penghancurannya dilakukan dengan dua cara yaitu
menghancurkan musuh yang menembus pasukan pelingkar dan sekaligus
menghancurkan sisanya untuk yang sudah terkepung
a) Organisasi.
b) Pelaksanaan.
(1) Pasukan pelingkar kekuatan satu Batalyon dengan dua
SSK mengambil kedudukan dengan melingkari musuh. Kompi
cadangan dapat berkedudukan di belakang Kompi pelingkar untuk
memberikan kedalaman. Khusus di medan tertutup, penempatan
pasukannya hanya pada medan yang dapat dilalui.
(2) Pasukan penutup dengan kekuatan 1 SSK mengambil
kedudukan di tempat yang memudahkan dalam pengerahannya
ke segala arah pada sektor Batalyon.
(3) Pada jam “J” pasukan pelingkar bergerak ke arah titik
pusat lingkaran dengan tujuan mengetatkan cengkeramannya.
Dengan pengetatan cengkeraman tersebut akan dapat memaksa
musuh untuk menuju ke pusat lingkaran, ataupun berpencar dan
lari ke luar pengepungan.
(4) Terhadap musuh yang terpencar menuju ke arah pasukan
pelingkar harus segera diserang dan dihancurkan.
(5) Terhadap insurjensi yang berhasil menerobos pasukan
pelingkar harus di hadapi dengan pasukan cadangan yang berada
di belakang pasukan pelingkar.
(6) Terhadap insurjensi yang masih tetap tinggal di dalam
pengepungan segera di dihancurkan oleh pasukan pelingkar.
32
(7) Pasukan penutup dapat digunakan juga untuk memburu
musuh yang keluar dari kepungan atau untuk memperkuat
pasukan pelingkar yang relatif lemah.
(8) Kelompok komando Batalyon diperkuat Ton MO sedang
mengambil kedudukan di belakang pasukan pelingkar sedangkan
senjata bantuan lintas datar dapat memperkuat pasukan pelingkar.
(-)
(-) (-)
GER
PSK PSK
PENUTUP PENUTUP
(-)
(-) (-)
PSK KELOMPOK
PENUTUP KOMANDO
4) Pelingkaran dan Serang. Operasi pelingkaran dan serang adalah
bentuk pelingkaran yang titik berat kegiatan dihancurkan dilakukan oleh
pasukan penyerang.
a) Organisasi. (Lihat pada BAB II dalam organisasi taktis pada buku
ini)
(b) Pelaksanaan.
(1) Pasukan pelingkar mengambil kedudukan masing-masing
sedemikian rupa sehingga melingkari posisi musuh.
(2) Pasukan penyerang bergerak maju mendekati musuh
untuk memaksa musuh untuk berpencar menuju ke arah pasukan
pelingkar.
(3) Kelompok Koyon diperkuat Ton MO sedang dapat
berkedudukan di belakang pasukan pelingkar untuk
mengendalikan secara langsung kegiatan dari seluruh Kompinya
sedangkan senjata bantuan lintar memperkuat pasukan pelingkar.
33
(4) Pasukan penyerang yang bergerak secara agresif akan
dapat memecah belah musuh dan akan lebih mudah dihancurkan.
(5) Pasukan penutup bertugas untuk mengejar musuh yang
berhasil keluar dari kepungan atau sewaktu-waktu dapat
memperkuat pasukan pelingkar yang relatif lemah.
(-)
(-) (-)
GER GER
PSK PSK
PENUTUP PENUTUP
(-)
(-) (-)
PSK KELOMPOK KOMANDO
PENUTUP
5) Serbu dan Sekat. Operasi serbu dan sekat merupakan salah satu
bentuk operasi pelingkaran yang menitik beratkan penghancuran musuh
dengan serbuan oleh pasukan penyerbu dan atau oleh pasukan penyekat yang
sebelumnya telah menunggu pada posisi penyekatan. Operasi ini juga dikenal
sebagai istilah : “ Palu dan landasan”.
(a) Organisasi. (Lihat pada BAB II pada organisasi taktis dalam buku
ini)
(b) Pelaksanaan.
(1) Batalyon Infanteri dapat memberikan tugas pada satu SSK
sebagai pasukan penyerbu, satu SSK sebagai pasukan penyekat
dan satu SSK sebagai pasukan penutup.
(2) Seluruh pasukan mengambil kedudukan masing-masing.
(3) Pasukan penyerbu menyerang atau menyerbu musuh dan
berusaha untuk memaksa musuh berpencar menuju kearah
pasukan penyekat.
34
(4) Pasukan penyekat yang telah berada pada posisi
penyekatannya menunggu dan menghancurkan musuh yang
berpencar dan yang sedang menuju ke daerahnya.
(5) Pasukan penutup mempunyai tugas yang sama seperti
pada operasi pelingkaran yang lain.
(6) Kelompok Komando Batalyon diperkuat Ton MOsedang
mengambil kedudukan di belakang pasukan penyekat untuk
mengendalikan secara langsung Kompi-Kompinya sedangkan
senjata bantuan lintas datar dapat memperkuat pasukan
penyekat.
(-)
(-) (-)
GER
PSK PSK
PENUTUP PENUTUP
(-)
(-) (-)
PSK KELOMPOK KOMANDO
PENUTUP
25. Peleton SLT. Organisasi Ton SLT Kompi Bantuan mengacu kepada Tabel
Organisasi dan Peralatan (TOP) Yonif tahun 2000. Dengan demikian baik personel dan
perlengkapannya telah disesuaikan dengan TOP tersebut diatas . Ton SLT terdiri dari Pok
Ko Ton dan tiga Regu SLT. Pok Ko Ton terdiri dari Danton, Baton dan seorang Tamtama
pelayan radio, seorang Tamtama munisi serta seorang Tamtama pengemudi.
35
26. Struktur Organisasi.
1.4.27 (32)
TON SLT
1.1.3 (5)
-.1.8 (9)X3
POKKOTON
RU SLT
KETERANGAN.
POKKO
1 LTN - DANTON (P + SS + TBS + P.ISY + GPS + HT + KOMPAS + TEROP 7X50 +
SENTER MIL + SPM)
1 SRK - BATON (SS + TBS+ KOMP + TEROP 6 X 30)
1 KOPD-KOPT - TAYANRAD (SS + TBS + RADSETTON)
1 PRT-PRK - TAMUDI /MUNISI (SS+ TBS + TR 3 /4 T)
1 PRD-PRT - TA MUNISI (SS + TBS)
a. PERS b. JAT. c. RAN d. ALKOM & ALOPTIK
LTN -1 P -1 TR 3/4T - 1 RADSET TON - 1.
SRK -1 P ISY - 1 SPM -1 HT - 1.
KOPD - KOPT- 2 SS -5 TEROP 7 X 50 - 1.
PRD-PRT -1 TEROP 6 X 30 - 1.
GPS - 3.
JML -5 KOMPAS - 2
SENTER MIL -1
TEROP BS -5
RU SLT
3 SRD-SRT - DANRU (SS + TBS + GPS + KOMP +TEROP 6 X 30 X + HT)
6 KOPK - DANCUK (SS + TBS).
6 KOPD-KOPT - TABAK (P +SLT + KI)
6 PRK - TABAN (SS + TBS )
6 PRD-PRT - TAMUNISI (SS + TBS)
a. PERS b. JAT. c. ALKOM DAN ALOPTIK
SRD-SRT -3 P -6 TEROP 6 X 30 - 3.
KOPK - 6 SS - 21 KOMPAS -3
KOPD-KOPT - 6 SLT KI - 6 GPS -3
PRK -6 HT -3
PRT-PRD -6 TEROP BS - 21
JUMLAH 27
36
REKAPITULASI TON SLT
A. PERSONIL B. SENJATA C. RAN. D. ALKOM DAN ALOPTIK
LTN - 1 P ISY -1 TR ¾ T – 1 RADSET TON - 1
SRK - 1 P -7 SPM - 1 HT - 4
SRD-SRT - 3 SSI - 26 KOMPAS - 5
KOPK - 6 SLT KI -6 TEROP 7 X 50 - 1
KOPD-KOPT - 8 TEROP 6 X 30 - 4
PRK - 6 GPS - 4
PRD-PRT - 7 SENTER MIL - 1
TEROP BS - 26
JUMLAH 32
27. Tugas kelompok Komando.
a. Danton.
1) Bertanggung jawab atas latihan.
2) Pimpinan dan penggunaan taktis peletonnya.
3) Menerima perintah-perintah dari Dankiban, jika Ton di BP-kan kepada
satuan-satuan senapan, maka ia langsung dibawah pimpinan taktis Dansat
yang dibantu. Danton dibantu oleh anggota-anggota dari Pok Koton memimpin
tindakan-tindakan dari Tonnya.
4) Memberikan perintah-perintah kepada Danrunya. Dan Ton bertanggung
jawab atas.
a) Ketepatan tembakan.
b) Pemilihan kedudukan senjata.
c) Pemindahan kedudukan.
d) Keamanan tembakan terhadap pasukan sendiri.
e) Penyediaan munisi dan sebagainya.
Hubungan dalam peleton dapat menggunakan telepon/radio yang
diselenggarakan oleh Ton Kom Yon atau pesuruh, isyarat.
b. Baton. Adalah orang kedua dalam peleton. Dalam gerakan, biasanya ia
berada di belakang pasukan untuk :
1) Membantu Danton dalam mengawasi Tonnya kalau Danton
berhalangan, maka ia yang memimpin peletonnya.
2) Mengawasi pengangkutan munisi dan dapat menjalankan tugas-
tugas yang diberikan oleh Danton. Apabila Danton tidak dapat memimpin ke
tiga Regunya dengan seksama, Baton dapat diperintah untuk memimpin salah
satu Regunya.
c. Pelayan Telepon/Radio. Ia melayani pesawat Telepon/Radio, biasanya ia
dekat dengan Danton.
37
d. Pengemudi. Ia mengemudikan kendaraan organik peleton sesuai dengan
perintah yang diberikan oleh Danton, ia bertanggung jawab atas pemeliharaan
kendaraan tersebut. Tiap-tiap kali berhenti ia menempatkan kendaraan ditempat
yang terlindung dan menyamar kendaraan itu, dapat juga ia ditugaskan sebagai
pesuruh, kecuali sebagai pengemudi, ia juga dapat tugas sebagai pengurus munisi
yang bertanggung jawab atas pengangkutan dan pemakaian munisi untuk peleton
sesuai perintah Danton atau Baton.
e. Tamtama munisi. Bersama Tamtama pengemudi ia mengurus pembekalan
munisi untuk peleton, ia harus mengetahui TP Mu Ki/Yon serta kedudukan senjata-
senjata untuk memudahkan pengiriman/pembekalan.
28. Senjata Perorangan. Yang termasuk senjata perorangan adalah Pistol, senapan
dengan sangkurnya. Dalam Peleton SLT ini senjata tersebut pertama-tama digunakan
untuk melindungi anggota-anggota, senjata kelompok alat komando dan unsur perawatan
29. Senjata Kelompok
a. Senjata ini ditembakkan diatas sandaran dipundak. Dapat ditembakan secara
langsung atau tidak langsung.
b. Kemampuan bergerak Senjata dan munisi biasanya diangkut dengan
kendaraan atau hewan, sedangkan pengangkutan dengan tenaga manusia dilakukan
dengan jarak yang relatif dekat. Bila munisi dan senjata diangkut dengan tenaga
manusia, maka diperlukan tambahan tenaga pengangkut munisi dari anggota Si
Pimu, Kipan atau orang-orang sipil / penduduk setempat, agar munisi yang dibawa ke
kedudukan cukup tersedia.
c. SLT di gunakan untuk menghancurkan sasaran yang berupa :
1) Kendaraan berlapis baja terutama Tank.
2) Perkuatan Medan yang dibuat dari beton.
3) Senjata kelompok musuh.
4) Kelompok personil musuh.
5) Kapal pendarat musuh.
d. Kelemahan. Kedudukan senjata mudah di ketahui, karena pada saat
ditembakan mengeluarkan semburan api, baik dari depan dan belakang.
30. Macam-macam Kedudukan Senjata
a. Kedudukan Biasa adalah kedudukan senjata dimana senjata tersebut dapat
melakukan tugas pokok dengan sebaik-baiknya.
b. Kedudukan Cadangan adalah kedudukan senjata untuk dapat melakukan
tugas pokok jika dari kedudukan biasa tidak dapat dilakukan.
c. Kedudukan Pengganti adalah kedudukan senjata untuk melakukan tugas
tambahan yang tidak dapat dilakukan dari kedudukan biasa atau dari salah satu
kedudukan cadangan.
d. Tempat berlindung adalah tempat yang memberikan perlindungan terhadap
tembakan dan peninjauan di dekat kedudukan senjata. Ini ditempati pada waktu
38
mereka tidak perlu berada di kedudukan senjata, sedang para peninjau tetap
melakukan peninjauan terhadap sasaran yang baik
e. Titik Pembongkaran adalah suatu tempat atau daerah dimana senjata dengan
bagian-bagiannya beserta persediaan munisi pertama-tama diturunkan dari kendaraan
dan selanjutnya diangkut dengan orang ketempat persembunyian atau kedalam
kedudukan senjata.
Syarat-syarat dari titik pembongkaran ini adalah :
1) Adanya perlindungan terhadap tembakan dan peninjauan dari musuh
terhadap kendaraan dan anggota.
2) Terletak sejauh mungkin kedepan sampai keadaan dan tembakan
musuh tidak memberi kemungkinan untuk maju lagi.
31. Penggunaan Taktis.
a. Bantuan Umum (BU). Jika Kiban atau satuan-satuannya ditentukan untuk
memberikan Bantuan Umum, maka tembakan bantuan yang diberikan pada satuan
penyerang ataupun yang bertahan dilakukan atas petunjuk Danyon. Dengan BU
ini, maka penggunaan Kiban akan lebih luwes, mudah dikoordinir, sehingga daya
tembaknya dapat dimanfaatkan secara berhasil guna. Pimpinan taktis pada satuan-
satuan dari Kiban tetap ada pada Dan Kiban (terpusat).
b. Bantuan Langsung (BL). Jika suatu satuan dari Kiban ditentukan untuk
memberikan Bantuan Langsung, Komandan dari bagian itu bertanggung jawab atas
pimpinan untuk membantu suatu bagian dari Yon. Ia bertanggung jawab atas
pemilihan, penempatan dan pemindahan kedudukan senjata, agar setiap waktu dapat
memberikan bantuan tembakan sebesar-besarnya. Komandan yang memberikan
bantuan menyelenggarakan perhubungan dengan Komandan dari bagian yang
dibantu. Dan Kiban tetap mengawasi satuan-satuan yang di BL-kan, dan ia
menggunakan semua alat yang ada padanya untuk menjamin bantuan tembakan
sebesar-besarnya.
c. Bantuan Bawah Perintah (BP). Jika suatu satuan dari Kiban diperbantukan
BP kepada satuan-satuan senapan, pimpinan dari satuan itu berpindah kepada
Komandan dari satuan (Dansat) senapan. Bantuan BP dilakukan jika suatu satuan
dari Kiban yang ditunjuk untuk memberikan Bantuan Umum atau Bantuan Langsung
kepada satuan senapan, diperkirakan tidak akan dapat memberi bantuan yang cukup.
Bantuan BP diberikan pula, apabila satuan yang diberikan bantuan melakukan tugas
diluar jarak tembak efektif dari senjata yang bersangkutan atau bergerak di medan
yang sangat menyulitkan Dan Kiban memimpin satuannya dalam memberi bantuan.
Jika suatu satuan dari Kiban di BP-kan kepada satuan senapan, Dansat senapan ini
memegang Komando Taktis dan bertanggung jawab atas perawatan satuan Kiban
tersebut.
39
IKHTISAR : BANTUAN TEMBAKAN & TANGGUNG JAWAB
DARI MASING-MASING BAGIAN
MACAM PENEMPATAN PELAKSANAAN PEMINDAHAN
BANTUAN PERAWATAN PERHUBUNGAN TEMBAKAN KEDUDUKAN
1 2 3 4 5
BU DANKI DANYON ap.DANYON ap.DANKI
BANTUAN - Permintaan BANTUAN
Pasukan Senapan -Permintaan Kipan
- Inisiatif DANYON -
- PELAKSANAAN Danyon,Dankiban
TEMBAKAN
BL DANKI DAN SENJATA - Atas Permintaan DAN SENJATA
BANTUAN Pasukan Senapan - Permintaan
- Inisiatif DAN Kipan
Senjata - Inisiatif Dan
- PELAKSANAAN Senjata
TEMBAKAN
BP DANKI DAN SENJATA - ap.Danki DANKI SENAPAN
SENAPAN Senapan
- PELAKSANAAN
TEMBAKAN
32. Pelaksanaan penembakan. Apabila keadaan mengijinkan, SLT dipergunakan
dalam hubungan peleton, cara ini memudahkan pimpinan dan pelayanan munisi serta dapat
menguasai sasaran pada waktu yang tepat dengan tembakan yang tepat dan padat.
Walaupun SLT merupakan senjata utama untuk tembakan langsung, tetapi dapat juga
ditembakan secara tidak langsung.
33. Perencanaan dan persiapan. Dalam membantu pasukan manover yang
melaksanakan gerak maju Dan Ton SLT perlu membuat perencanaan dan persiapan yang
baik dan benar, karena tanpa perencanaan dan persiapan mustahil tugas akan tercapai.
34. Perencanaan.
a. Setelah Danton menerima perintah persiapan dari Danki untuk melaksanakan
gerak maju selanjutnya komandan peleton melaksanakan kegiatan dengan urutan
sebagai berikut :
1) Menerima perintah pengintaian.
2) Mempelajari peta dan membuat rencana pengintaian.
a) Personel yang ikut mengintai :
(1) Komandan peleton.
(2) Pesuruh / pelayan radio.
40
b) Hal-hal yang diintai.
(1) Kedudukan senjata.
(2) Route.
c) Lamanya pengintaian.
3) Mengadakan pengintaian untuk gerak maju pengintaian dilaksanakan
diatas peta.
4) Menyusun dan menyampaikan saran antara lain tentang :
a) Penggunaan taktis peleton.
b) Kedudukan senjata.
b. Kegiatan komandan peleton setelah menerima perintah dari komandan kompi :
1) Melengkapi pengintaian yang dianggap perlu.
2) Mengeluarkan perintah, biasanya Danton mengeluarkan kepada para
Danru di daerah dimana senjata-senjata ditempatkan, sesudah itu ia membawa
para Danru dan peninjau depan ke suatu tempat, darimana ia dapat
menunjukkan pasukan sendiri, sasaran-sasaran dan sektor peninjauan, untuk
gerak maju perintah diberikan diatas model / maket. Perintah-perintah berisi :
a) Keterangan mengenai musuh dan pasukan sendiri.
b) Tugas-tugas dari peleton.
c) Tempat kedudukan senjata dan Route.
d) Instruksi mengenai pengangkutan dan penggunaan munisi.
e) Tempat Pos Long Yon.
f) Tempat Danton dan Pos Koki.
g) Perintah perhubungan.
35. Persiapan. Sebelum melaksanakan gerak maju perlu diadakan persiapan-persiapan
sehingga dalam pelaksanaan Germa tidak banyak hambatan yang membuat moril anggota
turun. Persiapan tersebut antara lain :
a. Penyiapan personel tentang kesehatan dan kemampuan anggota dalam
melaksanakan tugas.
b. Menyiapkan alat peralatan berupa :
1) Kendaraan.
2) Senjata dan munisi.
3) Mengecek fungsi mekanik senjata dan suku cadang.
c. Apabila Peleton SLT bergerak dalam satu kesatuan maka komandan peleton
SLT setelah menerima perintah dari Dan Kiban maka komandan peleton SLT
melaksanakan langkah-langkah P 3 seperti langkah-langkah P 3 yang lain.
d. Apabila Peleton SLT bergerak dimana regu-regu di BP-kan ke Kompi-kompi
senapan maka komandan peleton SLT tidak melaksanakan langkah-langkah P 3
41
karena regu-regu SLT akan menerima perintah dari Komandan Kompi Senapan atau
Dansat yang dibantu.
36. Peleton SLT dalam Gerak Maju. Gerak maju adalah merupakan bagian dari
pemindahan taktis yang pada hakekatnya pelaksanaan gerak maju peleton SLT akan
ditentukan sesuai keadaan taktis dilapangan.
a. Pengertian, jenis dan tingkatan gerak maju.
1) Pengertian gerak maju adalah suatu gerakan pasukan di darat sebelum
pertempuran dimulai dengan tujuan mendekatkan pasukan sendiri dengan
musuh, sehingga diperoleh kontak dengan musuh untuk selanjutnya dapat
menyerang kedudukan mereka. Gerak maju ini berakhir jika dipaksa oleh
musuh, pasukan telah sampai di DP, pasukan telah sampai di daerah yang
harus dipertahankan.
2) Jenis Gerak Maju.
a) Germa terlindung. Ialah Germa dimana di depan terdapat
satuan kawan yang cukup mampu untuk memberikan perlindungan.
b) Germa tidak terlindung. Ialah Germa dimana sepanjang route
pemindahan tidak terdapat satuan kawan yang tidak cukup mampu
untuk memberikan perlindungan.
3) Tingkatan Gerak Maju.
a) Tingkat I (Kolone Mars).
b) Tingkat II (Kolone Taktis).
c) Tingkat III (Mars Mendekat).
b. Pelaksanaan
1) Kolone Mars. Jika Batalyon bergerak dalam kolone mars, biasanya
Peleton SLT sebagai bagian dari Kiban tempatnya di dalam kolone dengan
formasi yang ditentukan oleh Dan Kiban.
2) Kolone Taktis. Jika Batalyon bergerak dalam kolone taktis, biasanya
Peleton SLT sebagai bagian dari Kiban meskipun kadang-kadang satu atau
dua Regu SLT dapat diperbantukan kepada eselon depan, apabila Batalyon
diperkirakan akan segera beralih dari kolone taktis ke mars mendekat.
3) Mars Mendekat. Jika Batalyon bergerak dalam mars mendekat, Peleton
SLT diberi tugas Bantuan umum. Dapat juga satu atau dua Regu di BP-kan
atau di BL-kan kepada satuan yang ditunjuk untuk keamanan.
4) Pengangkutan. Pucuk-pucuk membawa munisi garis pertama (bekal
pokok). Bilamana ada kendaraan-kendaraan yang diperbantukan kepada
Kiban biasanya berada dibawah pimpinan Danton atau Danru. Danton atau
Danru menentukan formasi sesuai dengan petunjuk-petunjuk atau perintah-
perintah dari Komandan yang lebih tinggi atau dari Dansat yang dibantu.
Perubahan-perubahan formasi dapat diatur sesuai dengan medan dan situasi
taktis.
42
Danton atau Danru dapat menentukan apakah senjata diangkut dengan
kendaran dan bergerak dibelakang para pelayan yang berjalan kaki, atau
senjata dan pelayan berada diatas kendaraan mengikuti satuan senapan yang
berjalan kaki dan bergerak secara loncatan.
5) Selama Mars mendekat Danton/Danru selalu mencari kedudukan-
kedudukan senjata yang baik untuk dapat memberi bantuan tembakan kepada
Ki-Ki senapan.
6) Apabila keadaan Taktis memaksa Yon untuk melakukan serangan
secara langsung dari gerakan Mars mendekat Danki atau Danton/Dansat
biasanya langsung memberikan perintah untuk masuk kedudukan kepada Ton
atau regu di BP kan kepadanya.
7) Tindakan untuk perlindungan. Untuk gerak maju pada malam hari
SLT tidak diperbantukan kepada satuan pelindung, kecuali jika pada pagi
harinya akan dipergunakan. Setelah dekat dengan musuh agar suara
dibatasi dan pemakaian sinar cahaya dilarang.
37. Peleton SLT dalam Serangan. Tugas umum Ton SLT adalah memberikan bantuan
tembakan secara terus menerus kepada kompi senapan yang menyerang bersama-sama
dengan Artleri dan senjata bantuan lainnya guna mingikat, menindas dan mengahancurkan
musuh yang mencoba menahan gerak maju serangan.
a. Daerah persiapan. Apabila DP telah cukup dilindungi oleh satuan lain
(Batalyon lain), Ton SLT menduduki sebagian DP Kiban tanpa diberi tugas tembakan.
Jika Batalyon harus mengadakan perlindungan sendiri di DP, Ton SLT atau sebagian
dari padanya dapat di BL kan kepada Kompi-kompi senapan yang ditugaskan untuk
mengadakan perlindungan di medan yang dapat dilalui kendaraan Berba, perhatian
diarahkan pada jalan-jalan pendekat Berba, Ton SLT ditempatkan untuk menutup
jalan pendekat tersebut. Jika DP itu berada di medan yang sangat baik untuk
mengadakan perembesan, seperti medan yang berhutan lebat, Ton SLT dapat
digunakan untuk menutup jalan-jalan yang mungkin dapat dipergunakan sebagai
jalan pendekat berba musuh.
b. Pangkal serangan. Jika satuan-satuan senapan menuju ke PS, Ton SLT
dapat melindungi satuan senapan yang sedang menduduki PS/GA dan dapat
memberikan bantuan tembakan pada permulaan serangan.
c. Persiapan-persiapan Danton sebelum serangan.
1) Prosedur pimpinan pasukan. Jika waktu ada, Danton dalam membuat
persiapan serangan bekerja menurut urutan-urutan yang tetap sebagai berikut :
a) Menerima perintah pengintaian.
b) Mempelajari Peta dan membuat rencana pengintaian.
c) Mengadakan pengintaian.
d) Merumuskan dan menyempaikan saran-saran.
e) Menerima perintah serangan dari Danki dan mengadakan
koordinasi seperlunya.
f) Melengkapi pengintaian yang dianggap perlu dan membuat
rencana.
g) Mengeluarkan perintah.
h) Mengadakan pengawasan.
43
2) Waktu terbatas. Apabila sebelum perintah serangan Kompi dikeluarkan
Danton tidak mempunyai kesempatan untuk ikut mengadakan pengintaian,
maka ia tidak melakukan urutan-urutan P3 Nomor 1 s/d 4 nomor 4 tersebut
dengan demikian, maka waktu yang diperlukan dapat dipersingkat.
d. Pengintaian dan pembuatan rencana untuk serangan.
1) Setelah menerima perintah serangan dari Danki, Danton memberikan
petunjuk-petunjuk dan mengawasi persiapan-persiapan akhir dan Tonnya untuk
mengadakan serangan. Ton SLT dapat digunakan sebagai BU atau jika
karena keadaan medan dan pelaksanaan pimpinan sangat membatasi, Ton
atau Ru dapat di BP kan atau di BL kan kepada Kipan.
2) Kalau dalam perintah serangan, disebut bahwa Ton harus segera
pindah, maka sebelum Danton mengintai, ia memerintahkan kepada Baton
untuk membawa maju Peletonnya. Di dalam perintah disebutkan pula cara-
cara pemindahan, tempat pembongkaran, kapan dan dimana para Danru
harus melaporkan diri untuk menerima perintah. Kalau RU di BP kan atau di
BL kan kepada satuan senapan, kepadanya diberikan perintah-perintah
tersendiri.
3) Danton mengingat daerah yang telah ditentukan. Ia menentukan
sasaran-sasaran, sektor tembakan dan mencatat posisi pasukan sendiri yang
telah diduduki dan memilih pos peninjau Peleton. Berdasarkan hasil
pengintaiannya, Danton merencanakan cara penggunaan Tonnya, daerah
kedudukan penembakan untuk Ru-Runya dan menyampaikan informasi
tentang musuh serta medan. Ia menentukan batas-batas keamanan untuk
pasukan sendiri. Setelah itu ia mengeluarkan perintah kepada Dan-Dan, Ru
dan mengawasi pelaksanaannya.
e. Memilih daerah kedudukan senjata.
1) Dari tempat pengintaiannya, Danton memilih daerah kedudukan
penembakan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Apabila
terdapat sasaran titik seperti kubu-kubu, kedudukan-kedudukan senjata
kelompok dan sebagainya, Danton dapat memilih kedudukan senjata, darimana
ia dapat menghancurkan sasaran-sasaran satu demi satu. Perlu diperhatikan
pula jarak antara tempat bongkar sampai tempat kedudukan senjata yang
harus diduduki.
2) Bila dihubungkan dengan satuan yang dibantu, terdapat tiga
kemungkinan daerah kedudukan senjata :
a) Didalam satuan senapan di garis terdepan, kelemahan yang
dapat adalah :
(1) Penempatan sukar.
(2) Mengingat satuan senapan untuk pengaman.
(3) Rawan terhadap tembakan musuh.
(4) Tembakan musuh yang diarahkan pada SLT dapat
membahayakan satuan senapan.
44
b) Disamping satuan yang dibantu. Kelemahan yang didapat
adalah bahwa tembakan yang diarahkan kepada SLT dapat
membahayakan pasukan sendiri. Dari posisi ini penguasaan sektor
tembakan lebih efektif.
c) Dibelakang kompi senapan terdepan. Keuntungan pemilihan
posisi ini adalah bahwa senjata-senjata tidak rawan terhadap
tembakan langsung dari musuh.
3) Pertimbangan dalam pemilihan tempat kedudukan. Dalam pemilihan
kedudukan-kedudukan untuk SLT harus dipertimbangkan hal-hal sebagai
berikut :
a) Lapangan tembak harus bebas dari pohon-pohon atau rintangan
rintangan lain serta cukup luas.
b) Gerak maju satuan-satuan yang dibantu dapat diawasi.
c) Sasaran serangan yang sudah ditetapkan harus dapat
ditinjau dan ditembak dengan tepat.
d) Lambung-lambung kedudukan terlindung oleh pasukan sendiri.
e) Adanya rintangan-rintangan alam, terutama terhadap berba
musuh.
f) Terdapat bagian medan untuk kedudukan cadangan dan
pengganti.
g) Terdapat jalan pendekat yang terlindung.
4) Sumur-sumur tembak untuk SLT dapat pula digunakan untuk SLT.
Sudut tembakan sangat terbatas, karena semburan apinya dapat mengenai
dinding sumur tembak. Lubang-lubang perlindungan untuk para pelayan
disiapkan di samping, tidak dibagian belakang. Daerah yang berdebu dihindari,
tanah dipilih yang keras berkarang dan agak lembab. Daerah-daaerah yang
dengan beberapa tumbuh-tumbuhan yang dapat menghisap semburan api dan
dapat mencegah debu yang membumbung akibat tembakan-tembakan. Akan
lebih cocok digunakan. Kedudukan cadangan mungkin harus berulang kali
ditempati untuk mencegah musuh mengarahkan tembakan-tembakan efektifnya
kepada senjata dan pelayan-pelayannya.
f. Perintah-perintah.
1) Danton mengeluarkan perintah serangan kepada para Danru disekitar
tempat kedudukan senjata atau disuatu tempat, darimana ia dapat menunjukan
sasaran-sasaran dan sektor tembakan.
2) Regu yang di BP-kan kepada Ki senapan/Satuan menerima perintah-
perintah dari Danki atau sat yang dibantu. Apabila Baton tidak dapat hadir
pada waktu perintah-perintah dikeluarkan, maka Danton memberitahukan isi
perintah tersebut segera pada kesempatan yang baik.
3) Perintah-perintah Danton meliputi :
a) Keterangan-keterangan mengenai musuh dan pasukan
sendiri.
45
b) Tugas peleton.
c) Tempat kedudukan permulaan dan sasaran-sasaran atau
sektor tembakan untuk masing-masing regu.
d) Ketentuan-ketentuan mengenai pembukaan dan pimpinan
tembakan.
e) Tempat kedudukan cadangan dan pengganti, petunjuk-petunjuk
cara mendudukinya serta waktu untuk menduduki.
f) Perintah-perintah mengenai pengamanan dan pemindahan
kedudukan.
g) Jika perintah tembakan akan diberikan kemudian, Danru harus
diberi tahu.
h) Pemakaian munisi dan instruksi-instruksi mengenai
Angkutannya.
i) Tempat-tempat Poslongyon.
j) Tempat pos tinjau Ton.
k) Perintah perhubungan.
l) Tempat Danki dan Danton.
g. Masuk kedudukan. Danton melakukan pengawasan pada waktu pucuk-
pucuk akan masuk kedudukan, dan melaporkan kepada Danki, bila semua persiapan
telah selesai. Pada waktu masuk kedudukan, harus diusahakan tepat pada waktunya
agar kedudukan SLT tidak diketahui oleh musuh. Jika peninjauan musuh tidak
dapat dihindari, maka masuk kedudukan dilakukan dekat sebelum serangan dimulai
dan dilaksanakan dengan cepat.
h. Keamanan. Danton bertanggung jawab atas keamanan peletonnya. Selain
perlindungan yang didapat secara tidak langsung dari satuan senapan. Peleton
menyelenggarakan keamanannya sendiri.
i. Pelaksanaan Serangan.
1) Peninjauan terhadap tembakan. Tembakan efektif dari SLT dipengaruhi
oleh adanya kemungkinan untuk mengadakan peninjauan dan lapangan
tembak yang baik. Pos tinjau peleton dan Regu dipilih sedemikian rupa,
sehingga kedudukan dan gerakan pasukan penyerang serta sektor tembakan
atau sasaran yang telah ditentukan dapat diawasi. Dengan demikian
Komandan yang berada ditempat ini dapat memerintahkan, agar tembakan
diberhentikan atau dialihkan, apabila telah membahayakan pasukan sendiri.
Danton harus sedekat mungkin dengan kedudukan penembakan, sehingga
dapat dengan segera memberikan perintah-perintah tembakan kepada Danru.
2) Menempati kedudukan cadangan dan pengganti.
a) Danton memerintahkan kepada Ru-Ru untuk pindah kedudukan
cadangan bilamana tembakan-tembakan musuh membahayakan pucuk-
pucuk dan pelayan-pelayannya.
b) Pindah ke kekedudukan pengganti dilaksanakan atas perintah
Danki atau Dansat dimana Ton itu di BP kan. Ton dapat diberi tugas
untuk menembaki sasaran dari kedudukan cadangan tanpa diberi
perintah lagi.
46
3) Tembakan pada waktu serbuan.
a) Ton digunakan dalam bantuan umum untuk memudahkan
pimpinan, memperoleh pendadakan dapat memusatkan tembakannya.
Dengan tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan umum yang
terdapat dalam perintah Ki, Danton atas inisiatif sendiri harus mencari
sasaran dan menembaknya. Pemilihan sasaran tersebut didasarkan atas
pengetahuan Danton tentang :
(1) Pembagian (distribusi) tugas tembakan senjata bantuan
lainnya.
(2) Hasil tembakan pasukan senapan, senjata sendiri dan
senjata bantuan lainnya.
(3) Persediaan munisi.
b) Bantuan tembakan pada jarak dekat adalah sangat penting
didalam serangan. Tembakan-tembakan ini ditujukan pada senjata-
senjata kelompok Infanteri dan kedudukan pertahanan musuh yang
langsung menghambat gerak maju
c) Bantuan tembakan pada jarak jauh dilakukan apabila medan
mengijinkan untuk mendapatkan sasaran-sasaran yang terletak dibagian
belakang pertahanan musuh. Apabila tembakan Peleton terhadap
sasaran pokok terhalang oleh kemajuan satuan yang dibantu, maka
ditentukan batas keamanan baru, dan selanjutnya sasaran-sasaran
pokok itu ditembaki.
d) Ton SLT memberi tembakan-tembakan kebagian lambung dari
satuan-satuan yang dibantu, jika gerakannya lebih cepat dari bagian
sebelahnya. Selain daripada Itu, Peleton juga memberi bantuan pada
satuan-satuan yang terhambat. Bantuan tembakan kepada satuan-
satuan dari Batalyon tetangga, hanya diberikan atas perintah Dan kiban
dan perintah Dansat dimana Ton itu di BP-kan.
4) Pindah Kedudukan.
a) Ton SLT memberikan tembakan bantuan dari kedudukan
permulaan selama mungkin untuk membantu gerak maju pasukan,
apabila tembakannya terhalang oleh pasukan kawan yang sedang
bergerak maju, atau apabila diperlukan untuk memperpendek jarak,
maka Ton SLT dipindahkan dengan cepat untuk dapat melanjutkan
bantuan tembakan, terutama tembakan jarak dekat untuk membantu
serbuan.
b) Dan Kiban atau Dansat dimana Ton di BP kan, memerintahkan
kepada Ton SLT untuk pindah kedudukan ke depan. Apabila Ton di BP
kan kepada suatu satuan senapan, maka pemindahan dilakukan atas
inisiatif Danton sendiri. Tempat kedudukan baru rute-rute yang
dipergunakan dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan sesudah
pemindahan, ditentukan oleh Dankiban Dansat senapan dimana Tonnya
di BP kan atau atas inisiatif sendiri setiap saat Danton memberi saran-
47
saran kepada Komandannya untuk kelancaran pemberian bantuan
tembakan.
c) Ton dapat pindah kedudukan seluruhnya secara serentak, apabila
diperintahkan oleh Dankiban atau Dansat dimana Tonnya di BP kan,
tetapi pada umumnya pemindahan Ton dilakukan regu demi regu, satu
Ru pindah kekedudukan yang baru sedang yang lain tetap dalam
kedudukan dan terus memberikan bantuan tembakan, sampai Ru yang
berpindah telah memnduduki kedudukan yang baru. Pemindahan
secara serentak itu dilakukan apabila :
(1) Pasukan sendiri sudah berada diluar jarak tembakan efektif
SLT.
(2) Bantuan tembakan SLT untuk sementara belum
ditentukan.
(3) Khasiat tembakan SLT dapat diganti dengan senjata lain.
(4) Tembakan-tembakan SLT sudah dan akan membahayakan
pasukan sendiri menghalangi tembakan SLT.
d) Dalam pelaksanaan pemindahan, Danton dengan anggota-
anggota kelompok Komandan lebih dahulu menyelidiki jalan dan memilih
kedudukan yang baru, sebelum pergi instruksi kepada Baton dan kepada
Dan Ru, bagaimana pemindahan dilakukan dan menunjukan rute-rute
yang harus dilalui. Ia dapat memberikan perintah, bahwa Ru-ru harus
mengikutinya pada jarak tertentu atau bergerak secara loncatan. Jika
pindah kedudukan Regu demi regu, Danton menentukan kapan dan
dengan cara bagaimana Ru berikutnya harus pindah atau bergerak atas
perintah.
e) Apabila Ru-Ru ditempat yang baru Danton menunjukan daerah
kedudukan sasaran tembakan dan sektor tembakan seperti halnya pada
waktu menempati kedudukan permulaan.
f) Pemindahan dapat dilakukan dengan menggunakan
tenaga manusia/kendaraan ataupun hewan, ini tergantung keadaan
medan dan tembakan musuh. Biasanya pemilihan dilakukan dengan
kendaraan untuk melancarkan pemindahan dan memudahkan
penambahan munisi di kedudukan yang baru. Apabila pemindahan
dilakukan dengan tenaga manusia maka kendaraan-kendaraan dibawa
sejauh mungkin kedepan dan ditempatkan dengan kedudukan SLT yang
baru dan terlindung.
5) Tembakan-tembakan bantuan selama serbuan. Selama serbuan Ton
SLT menggunakan celah-celah yang terbuka diantara satuan senapan untuk
dapat menembak selama mungkin. Dapat juga menembak pada jarak jauh
melalui atas pasukan sendiri atau dari lambung, dengan tujuan untuk
membantu pasukan-pasukan penyerang pada waktu merebut dan menguasai
sasaran.
6) Reorganisasi dan Konsolidasi.
48
a) Setelah sasaran direbut SLT digunakan untuk membantu
pelaksanaan konsolidasi dari satuan-satuan senapan. Apabila bantuan
tembakan kepada satuan-satuan yang terdepan tidak dapat dilakukan
dari kedudukan yang lama (sebelum sasaran direbut) atau diperlukan
untuk memperpendek jarak tembakan, maka Danton mengambil
keputusan pindah kedudukan tepat pada waktunya untuk dapat
memberikan bantuan tembakan jarak dekat secara terus menerus.
b) Melanjutkan serangan. Pada waktu satuan-satuan senapan
terdepan mengadakan konsolidasi Danton SLT mengumpulkan
keterangan-keterangan yang digunakan sebagai dasar untuk
merencanakan pemberian bantuan tembakan pada serangan berikutnya.
Ton dapat ditunjukan suatu daerah kedudukan atau diberi tugas memilih
daerah kedudukan yang diperlukan. Danton mengadakan pengintaian
dan menentukan cara-cara bertindak yang diperlukan untuk memberi
kemungkinan masuk kedudukan yang cepat.
c) Reorganisasi Ton SLT dilakukan pada setiap ada kesempatan.
Pelayan-pelayan inti yang gugur atau luka-luka, atau karena sesuatu hal
tidak dapat melakukan tugasnya, perlu diganti dan persedian munisi
ditambah. Danton bertanggung jawab atas keamanan setempat selama
pelaksanaan reorganisasi.
7) Pengejaran.
a) Tugas pengejaran adalah untuk memberikan tekanan langsung
kepada musuh dan untuk mencegah mereka melakukan pengunduran
yang berhasil. Pengejaran biasanya disertai dengan tindakan
pengepungan oleh pasukan-pasukan pengejar untuk merintangi
pengunduran musuh.
b) Pengejaran langsung. Apabila Ton SLT merupakan bagian dari
Yon yang sedang melakukan pengejaran secara langsung. Ton atau RU
di BP kan atau di BL kan kepada satuan senapan. Kendaraan
digunakan untuk mengangkut senjata beserta pelayan-pelayannya dan
sejumlah munisi. Gerakan tarap permulaan dari pengejaran dilakukan
sama dengan gerakan Mars mendekat. Ton disiapkan agar segera
dapat menembak sasaran-sasaran yang diketahui. Apabila menjumpai
perlawanan, maka segera dipilih kedudukan senjata yang mempunyai
lapangan tembak yang luas. Kedudukan dipilih darimana dapat
memberikan tembakan-tembakan efektif yang ditunjukan kepada
kelompok-kelompok musuh yang mundur dan kejalan-jalan atau defile-
defile yang dapat melalui musuh.
c) Pengejaran sejajar. Jika Ton harus ikut dalam pengejaran sejajar,
biasanya dilengkapi dengan kendaraan-kendaraan untuk mengangkut
senjata, munisi dan para pelayan. Ton atau Ru dapat di BP-kan kepada
eselon depan, pelindung lambung dan pelindung punggung dari
pasukan-pasukan yang melakukan pengajaran.
d) Inisiatif para Komandan. Dalam pelaksanaan pengejaran
biasanya pimpinan tidak dipusatkan. Hal ini menuntut inisiatif dan
keuletan yang besar daripada Danton dan Danru.
49
8) Tindakan jika gerak maju tertahan. Jika gerak maju Batalyon
tertahan oleh perlawanan musuh, Kompi-Kompi senapan terdepan bertahan
dengan mempergunakan medan yang sebaik-baiknya. Ton SLT digunakan
sama seperti pada waktu membantu konsolidasi. Kemudian dapat diberi
perintah untuk menduduki kedudukan pertahanan yang lebih baik atau pindah
kedudukan, darimana dapat memberikan bantuan tembakan pada waktu
serangan akan dimulai lagi.
9) Operasi di bawah kondisi khusus. Penggunaan Ton SLT dalam
serangan malam, serangan hutan, penyeberangan sungai, penyergapan dan
sebagainya lihat pasal-pasal yang bersangkutan.
38. Peleton SLT dalam Pertahanan. Peleton SLT yang merupakan bagian dari
Kiban mempunyai tugas dalam pertahanan adalah memberikan bantuan tembakan secara
terus-menerus dengan senjata bantuan lainnya, SLT digunakan untuk mengikat, menindas
dan menghancurkan musuh yang mencoba mendekati dan menembus BDDT pasukan kita.
a. Penggunaan Taktis. Batalyon membuat rencana pertahanan lawan Berba
yang mencakup penggunaan semua jenis rintangan alam dan rintangan buatan.
Lapangan ranjau dan senjata-senjata lawan Berba yang terkoordinir. Rencana ini
meliputi penguasaan lapangan-lapangan ranjau, rintangan-rintangan dan semua jalan-
jalan pendekat Berba dibawah tembakan semua senjata-senjata lawan Berba. SLT
digunakan untuk melindungi rintangan-rintangan dan lapangan ranjau serta
menghentikan gerak maju satuan Berba musuh sebelum mencapai SLT.
b. Pemilihan kedudukan. Sesuai dengan perintah Dan Kiban, Danton
melakukan pengintaian untuk membentuk jalan-jalan pendekat Berba musuh dan
menyiapkan saran-saran penggunaan SLT sebagai bagian dari rencana pertahanan
lawan Berba. Pada waktu mengintai ia menentukan daerah kedudukan senjata, jalan-
jalan pendekat yang baik bagi pasukan Berba musuh dan rintangan-rintangan.
Pemilihan kedudukan senjata harus memperhatikan pelebaran dan kedalam
pertahanan Batalyon agar dapat memberikan perlawanan yang terus menerus
terhadap satuan Berba musuh, baik sebelum mencapai SLT maupun setelah mereka
berhasil menerobosnya. Pucuk-pucuk ditentukan tempatnya, apabila mungkin
ditetapkan di dalam inti-inti pertahanan Peleton, dan tembakannya satu dengan yang
lain saling menutup.
c. Perintah Pertahanan.
1) Berdasarkan perintah Dankiban, Danton mengeluarkan perintah kepada
Dan Ru. Perintah-perintah tersebut diberikan dimana ia dapat menunjukkan
kedudukannya, sektor tembakan, jalan-jalan pendekat musuh dari arah
tembakan pokok untuk tiap-tiap pucuk.
2) Perintah-perintah Danton meliputi :
a) Keterangan yang pasti mengenai musuh serta tipe kendaraan
Berba yang mungkin akan dihadapi.
b) Kedudukan-kedudukan Ki-Ki senapan.
c) Kedudukan-kedudukan senjata lawan Berba Kawan.
d) Tempat-tempat lapangan ranjau.
50
e) Tugas-tugas peleton.
f) Daerah kedudukan biasa dan pengganti, ATP dan sektor
tembakan.
g) Kedudukan-kedudukan cadangan beserta sektor tembakan dan
arah tembakan pokoknya.
h) Ketentuan pembukaan tembakan.
i) Hubungan dengan satuan-satuan tetangga.
j) Perintah pengiriman munisi.
k) Perintah penempatan kendaraan-kendaraan.
l) Perintah perhubungan.
m) Tempat-tempat pos long Yon.
n) Tempat Danton dan Pos Koki
d. Penempatan dan penyusunan kedudukan. Perintah penggunaan angkutan
dalam gerakan ke kedudukan, tercantum dalam perintah Danton. Apabila keadaan
memungkinkan, senjata-senjata yang diangkut dengan kendaraan dibongkar di
kedudukan senjata. Apabila tempat kedudukan dapat dikuasai secara efektif oleh
tembakan musuh, maka senjata-senjata yang diangkut dengan kendaraan dibongkar
di daerah yang tersembunyi dan selanjutnya senjata tersebut serta munisinya dibawa
dengan tenaga manusia. Danton mengawasi pembuatan kedudukan-kedudukan
senjata dan selalu melihat perkembangan situasi. Perbaikan-perbaikan kedudukan
dilanjutkan selama kedudukan ditempati. Untuk mengelabui musuh, maka dalam
pengamanan dan pembuatan kedudukan, sebaiknya disertai kegiatan-kegiatan lain,
umpamanya, mengadakan patroli, mengeluarkan tembakan-tembakan dan
sebagainya. Setiap usaha harus di ambil untuk mencegah musuh mengetahui tempat
kedudukan.
e. Tempat para Komandan.
1) Danton menempati pos-pos tinjau, darimana ia dapat mengawasi jalan-
jalan pendekat Berba yang menuju ke daerah pertahanan Yon dan ia dapat
memimpin Regu-regunya. Apabila Danton tidak dapat memimpin Tonnya,
maka ia berada di suatu tempat dimana ia dapat memimpin Regu yang
menutup jalan-jalan pendekat Berba yang menuju daerah pertahanan Yon
yang paling berbahaya. Danton juga harus memperhatikan fasilitas
komunikasi untuk kepentingan pengendalian.
2) Baton diberi tugas-tugas tertentu, misalnya : mengatur pengangkutan
munisi atau mengawasi pucuk yang tidak langsung di bawah pengawasan
Danton, ia berada ditempat dimana ia dapat melakukan tugasnya membantu
Danton dengan baik.
f. Persiapan Tembakan. Jarak ke medan-medan penting di dalam sektor
tembakan harus ditaksir, dan pada tiap-tiap pucuk harus tersedia Peta jarak. Danton
menyerahkan Bagan tembakan yang menunjukan tempat-tempat kedudukan biasa,
cadangan dan pengganti serta ATP dari tiap-tiap pucuk kepada Dankiban.
g. Keamanan. Danton SLT bertanggung jawab atas keamanan pucuk-pucuknya,
untuk ini ia mengadakan koordinasi dengan Danton Senapan. Apabila keadaan
diperlukan pengaman ditingkatkan dengan menggunakan para pelayan senjata yang
51
sedang bertugas.Pertahanan terhadap Berba dan serangan udara adalah sebagai
berikut :
1) Terhadap serangan Berba :
a) Perlindungan terhadap Berba diperoleh dengan kombinasi dari
tindakan-tindakan pasif, seperti pemberitaan cepat, berlindung didalam
tanah dan menggunakan rintangan alam dan buatan. Dengan tindakan
aktif misalnya menembak Berba dengan tepat.
b) Diadakan sistim pemberitaan cepat dari satuan atasan yang
diterima melalui radio/telepon/HT, kemudian diteruskan pada pasukan-
pasukan.
c) Menggunakan sumur-sumur tembak untuk menghindari tergilas
oleh tank atau berba. SLT ditempatkan sedemikian rupa sehingga
mendapat keuntungan dari rintangan-rintangan kendaran berba yang
ada. Buka tembakan bila berba musuh telah mengurangi kecepatannya
atau rusak akibat rintangan.
2) Terhadap serangan Udara.
a) Perlindungan terhadap serangan udara dperoleh dengan tindakan
seperti pemberitaan cepat, menyamar, menyebar, berlindung di dalam
tanah baru kemudian kembali menembak sasaran darat.
b) Diadakan sistim pemberitaan cepat dari satuan atasan yang
diterima melalui radio/telepon/HT, kemudian diteruskan pada pasukan-
pasukan.
c) Penyamaran diselenggarakan untuk menghindari peninjauan dan
pemotretan dari udara. Pada malam hari, tindakan-tindakan untuk
memelihara kerahasiaan harus lebih dipegang teguh.
h. Kedudukan pada malam hari. Danton menyiapkan kedudukan untuk
ditempati pada malam hari. Bila perlu diadakan perubahan kedudukan untuk
menutup jalan pendekat kendaraan Berba musuh agar dapat memberikan tembakan
jarak dekat. Selain dari itu, apabila Ton mendapatkan tugas lain di waktu malam,
maka kedudukan pengganti dapat ditempati.
i. Pelaksanaan pertahanan.
1) Apabila diadakan Pos Depan Tempur (PDT) maka satu pucuk SLT atau
lebih dapat di BP kan kepada satuan senapan yang bertugas sebagai PDT
tersebut. Tugas mereka adalah untuk membantu PDT dalam mencegah
pengintaian terhadap daerah pertahanan oleh kendaraan Berba musuh.
Penempatan SLT yang berada di PDT, biasanya di puncak topografi untuk
mendapatkan lapang peninjauan yang luas. Apabila pengunduran pos depan
tempur dilakukan dalam keadaan bahaya ancaman dari musuh maka SLT yang
diperbantukan harus diperintahkan mundur tepat pada waktunya dibawah
lindungan satuan yang dibantu agar jangan sampai jatuh ke tangan musuh,
selanjutnya menduduki kedudukan yang telah dipersiapkan di daerah
pertahanan.
52
2) Keputusan untuk memindahkan SLT dari kedudukan biasa ke
kedudukan pengganti, berada ditangan Komandan langsung. Pemindahan ini
dilakukan untuk mencegah kehancuran senjata-senjata dan pelayan-
pelayannya oleh tembakan-tembakan atau kelompok-kelompok penyergap
berba musuh. Pindah kedudukan pada saat ada kontak tembak, sangat
tergantung pada adanya pelindung dan perlindungan. Bila ada dua pucuk SLT
atau lebih yang harus pindah, maka dilakukan eselon demi eselon Dansat
yang bertahan harus diberi laporan.
3) Apabila Kiban dari Yon Cad ,Ton SLT biasanya ditempatkan di dalam
daerah Yon Cad untuk memberikan kedalaman dari sistem pertahanan lawan
Berba di petak pertahanan Brigif. Ia harus mempersiapkan kedudukan
pengganti untuk melindungi lambung dan punggung dari Brigif.
PERTAHANAN TERHADAP KENDARAAN BERBA
1=2 AXB
I - II
… … … …
… …
…
… … …
… … …
4) Menyusun kedudukan.
a) Danton mengawasi persiapan penyusunan dan perbaikan
kedudukan-kedudukan senjata.
53
b) Pekerjaan penyamaran dilakukan bersamaan dengan
penyusunan kedudukan.
c) Jika waktu mengijinkan, pos-pos tinjau dan sumur-sumur tembak
perorangan diberi tutup yang dapat memberikan perlindungan terhadap
pecahan-pecahan granat.
d) Penebangan-penebangan harus dibatasi sampai secukupnya
saja.
e) Tempat-tempat penimbunan munisi harus dibuat sedekat mungkin
dengan kedudukan tiap-tiap pucuk SLT. Selama tempat-tempat
penimbunan belum selesai dibuat, munisi ditaruh dalam kelompok-
kelompok kecil di dekat kedudukan SLT.
39. Peleton SLT dalam OLI. Batalyon Infanteri Dalam Operasi Lawan Insurjensi
dihadapkan pada lawan yang memiliki sifat, ciri-ciri dan karakter yang berbeda dengan lawan
yang reguler. Keberadaan lawan tersebar, dapat berada dimana-mana dengan kekuatan
yang fleksibel, dapat diorganisasikan dengan kekuatan kecil-kecil tetapi suatu saat dapat
dikonsolidasikan menjadi kekuatan yang besar. Menghadapi lawan yang demikian maka
pengerahan kekuatan Batalyon Infanteri dapat direorganisasikan menjadi bermacam-macam
bentuk organisasi sesuai kebutuhan. Penggunaan Peleton SMB dalam Operasi Lawan
Insurjensi dapat digunakan untuk mengawal Danyon saat meninjau jajarannya yang
dipasang diatas kendaraan atau dalam tugas pelingkaran sebagai satuan pemukul.
40. Pelingkaran. Pelingkaran adalah suatu operasi dari kompi lawan insurjensi
yang dikerahkan untuk menghancurkan pasukan insurjensi yang kedudukannya telah
diketahui dengan pasti, dan dilaksanakan secara menyeluruh. Usaha penghancuran dalam
hal ini biasanya dilakukan pada daerah penghancuran yang telah dipersiapkan atau pada
suatu daerah tertentu yang memenuhi syarat guna menghancurkan pasukan insurjensi
secara fisik. Pelingkaran dapat dilakukan oleh satuan Kompi Senapan apabila pasukan
insurjensi yang dihadapi relatif kecil yang dilakukan pada daerah operasi kompi dan
merupakan penghancuran setempat.
a. Syarat pelingkaran. Selain syarat-syarat offensif (serangan) untuk dapat lebih
berhasil maka perlu mengikuti syarat yang lain sebagai berikut :
1) Komando pengendalian harus efektif.
2) Perhubungan harus baik dan cukup jumlahnya.
3) Daerah tanggung jawab harus jelas dan nyata.
4) Adanya kedalaman.
5) Harus cukup pasukan.
b. Macam pelingkaran.
1) Pelingkaran serentak.
2) Pelingkaran dan serang.
3) Serbu dan sekat.
4) Serbu dan hadang.
5) Tembakan dan sergap.
54
1) Pelingkaran serentak. Pelingkaran serentak adalah pelingkaran yang
dilakukan oleh sebagian besar pasukan pelingkar untuk mengepung insurjensi
pada suatu tempat dan penghancurannya dilakukan dengan dua cara yaitu
menghancurkan musuh yang menembus pasukan pelingkar dan sekaligus
menghancurkan sisanya untuk yang sudah terkepung
a) Organisasi.
b) Pelaksanaan.
(1) Pasukan pelingkar kekuatan satu Batalyon dengan dua
SSK mengambil kedudukan dengan melingkari musuh. Kompi
cadangan dapat berkedudukan di belakang Kompi pelingkar untuk
memberikan kedalaman. Khusus di medan tertutup, penempatan
pasukannya hanya pada medan yang dapat dilalui.
(2) Pasukan penutup dengan kekuatan 1 SSK mengambil
kedudukan di tempat yang memudahkan dalam pengerahannya
ke segala arah pada sektor Batalyon.
(3) Pada jam “J” pasukan pelingkar bergerak ke arah titik
pusat lingkaran dengan tujuan mengetatkan cengkeramannya.
Dengan pengetatan cengkeraman tersebut akan dapat memaksa
musuh untuk menuju ke pusat lingkaran, ataupun berpencar dan
lari ke luar pengepungan.
(4) Terhadap musuh yang terpencar menuju ke arah pasukan
pelingkar harus segera diserang dan dihancurkan.
(5) Terhadap insurjensi yang berhasil menerobos pasukan
pelingkar harus di hadapi dengan pasukan cadangan yang berada
di belakang pasukan pelingkar.
(6) Terhadap insurjensi yang masih tetap tinggal di dalam
pengepungan segera di dihancurkan oleh pasukan pelingkar.
(7) Pasukan penutup dapat digunakan juga untuk memburu
musuh yang keluar dari kepungan atau untuk memperkuat
pasukan pelingkar yang relatif lemah.
(8) Kelompok komando Batalyon diperkuat Ton MOsedang
mengambil kedudukan di belakang pasukan pelingkar sedangkan
senjata bantuan lintas datar dapat memperkuat pasukan
penyekat.
55
(-)
(-)
(-)
INS
PSK PSK
PENUTUP PENUTUP
(-)
(-)
(-)
PSK KELOMPOK KOMANDO
PENUTUP
2) Pelingkaran dan Serang. Operasi pelingkaran dan serang adalah
bentuk pelingkaran yang titik berat kegiatan penghancuran terhadap musuh
dilakukan oleh pasukan penyerang.
a) Organisasi. (Lihat pada BAB II dalam organisasi taktis pada buku
ini)
b) Pelaksanaan.
(1) Pasukan pelingkar mengambil kedudukan masing-masing
sedemikian rupa sehingga melingkari posisi musuh.
(2) Pasukan penyerang bergerak maju mendekati musuh
untuk memaksa musuh untuk berpencar menuju ke arah pasukan
pelingkar.
(3) Kelompok komando Batalyon diperkuat Ton MOsedang
dapat berkedudukan di belakang pasukan pelingkar untuk
mengendalikan secara langsung kegiatan dari seluruh Kompinya
sedangkan senjata bantuan lintas datar dapat memperkuat
pasukan pelingkar.
(4) Pasukan penyerang yang bergerak secara agresif akan
dapat memecah belah musuh dan akan lebih mudah
menghancurkannya.
(5) Pasukan penutup bertugas untuk mengejar musuh yang
berhasil keluar dari kepungan atau sewaktu-waktu dapat
memperkuat pasukan pelingkar yang relatif lemah.
56
(-)
(-) (-)
INS INS
PSK PSK
PENUTUP PENUTUP
(-)
(-) (-)
PSK KELOMPOK KOMANDO
PENUTUP
3) Serbu dan Sekat. Operasi serbu dan sekat merupakan salah satu
bentuk operasi pelingkaran yang menitik beratkan penghancuran musuh
dengan serbuan oleh pasukan penyerbu dan atau oleh pasukan penyekat yang
sebelumnya telah menunggu pada posisi penyekatan. Operasi ini juga dikenal
sebagai istilah : “ Palu dan landasan”.
a) Organisasi.
b) Pelaksanaan.
(1) Batalyon Infanteri dapat memberikan tugas pada satu SSK
sebagai pasukan penyerbu, satu SSK sebagai pasukan penyekat
dan satu SSK sebagai pasukan penutup.
(2) Seluruh pasukan mengambil kedudukan masing-masing.
(3) Pasukan penyerbu menyerang atau menyerbu musuh dan
berusaha untuk memaksa musuh berpencar menuju kearah
pasukan penyekat.
(4) Pasukan penyekat yang telah berada pada posisi
penyekatannya menunggu dan menghancurkan musuh yang
berpencar dan yang sedang menuju ke daerahnya.
(5) Pasukan penutup mempunyai tugas yang sama seperti
pada operasi pelingkaran yang lain.
(6) Kelompok Komando Batalyon diperkuat Ton MOsedang
mengambil kedudukan di belakang pasukan penyekat untuk
mengendalikan secara langsung Kompi-Kompinya sedangkan
senjata bantuan lintas datar dapat memperkuat pasukan
penyekat.
57
(-)
(-) (-)
INS
PSK PSK
PENUTUP PENUTUP
(-)
(-) (-)
PSK KELOMPOK KOMANDO
PENUTUP
4) Serbu dan Hadang. Operasi serbu dan hadang adalah merupakan salah
satu bentuk operasi pelingkaran yang menitik beratkan penghancuran musuh
melalui serbuan dan atau penghadangan.Operasi ini di kenal juga dengan
istilah “Memburu Kelinci”.
a) Organisasi. (Lihat pada BAB II pada organisasi taktis dalam buku
ini)
b) Pelaksanaan.
(1) Batalyon Infanteri dapat memberikan tugas kepada 1 SSK
sebagai pasukan peyerbu, 1 SSK sebagai pasukan penutup dan 1
SSK sebagai pasukan penghadang.
(2) Seluruh pasukan mengambil kedudukan masing-masing.
(3) Pasukan penyerbu bergerak untuk menyerang kedudukan
musuh dengan agresif.
(4) Sebagai akibat dari serangan tersebut, musuh biasanya
akan berpencar-pencar dan berusaha untuk menghindarkan diri.
(5) Pasukan penghadang mengambil kedudukan
penghadangan pada tempat yang mungkin akan di gunakan
sebagai jalan pelarian musuh. Tugas pasukan penghadang untuk
menghancurkan musuh yang memasuki daerahnya.
(6) Tugas pasukan penutup sama dengan tugas pasukan
penutup pada operasi pelingkaran yang lain.
(7) Penempatan pasukan ini sebaiknya di pusatkan pada satu
kedudukan untuk memudahkan pengerahannya.
58
(8) Kelompok Komando Batalyon di perkuat Ton MOsedang
mengambil kedudukan di belakang pasukan peyerbu, sedangkan
senjata bantuan lintas datar dapat memperkuat pasukan
penghadang.
KOYON PSK PENUTUP
(-)
PSK PENGHADANG
INSS
PSK PENGHADANG
PSK PENGHADANG
5) Tembakan dan sergap.
Operasi pelingkaran dengan menggunakan cara tembak dan sergap dilakukan
dengan meggunakan sarana bantuan tembakan dari udara, altileri ataupun MO
dengan tujuan agar musuh berpencar dan lari menuju pasukan kita dan
akhirnya musuh tersebut kita sergap. Sasaran tembakan kita selain
kedudukan musuh juga jalan pendekat yang di gunakan musuh pada saat
berpencar dan melarikan diri, oleh karenanya tembakan tersebut harus padat,
memang untuk hal ini membutuhkan dukungan munisi yang maksimal pula.
Dalam hal ini Batalyon Infanteri dapat membentuk pasukan penyergap yang
bertugas menghancurkan atau mencegat musuh di sesuatu tempat yang di
tentukan, dan pasukan penutup yang menutup jalan pendekat sekaligus juga
sebagai pasukan penutup yang bertugas untuk mengejar dan menghancurkan
musuh yang berhasil lolos dari tembakan, dan sergapan maupun dari
penghadangan pasukan penutup.
59
BAB IV
TON MORTIR 60 MM
41. Umum. Untuk menjamin tercapainya tugas pokok yang dibebankan kepada
Peleton Bantuan Kompi Senapan, maka disusun suatu organisasi yang disesuaikan dengan
tuntutan tugas dalam rangka mendukung tugas pokok.
42. Organisasi.
a. Struktur Organisasi.
1.3.17(21)
1.1.1(3) - . 8 (9) - . 8 (9)
KOTON RU SMR RU MORRI
Keterangan :
1. Koton
a. 1 Letnan - Danton
b. 1 Serka - Baton
c. 1 Kopda/Koptu - Yanrad
2. Ru SMR :
a. 1 Serda/sertu - Danru
b. 2 Kopka - 2 Dancuk
c. 2 Kopda/Koptu - 2 Tabak
d. 2 Praka - 2 Taban
e. 2 Prada/Pratu - 2 Tamu
3. Ru MORRI :
a. 1 Serda/Sertu - Danru
b. 2 Kopka - 2 Dancuk
c. 2 Kopda/Koptu - 2 Tabak
d. 2 Praka - 2 Taban
e. 2 Prada/Pratu - 2 Tamu
b. Tugas pokok. Peleton Bantuan(Tonban) memberikan bantuan tembakan
kepada kompinya dalam rangka mendukung tugas pokok Kompi.
43. Tugas dan tanggungjawab Danton.
a. Bertanggung jawab kepada komandan Kompi, atas latihan, disiplin,
pengendalian peletonnya.
b. Danton mengetahui tempat –tempat kelompok komando kompi, peleton peleton
senapan dan bagian yang diperbantukan kepada kompinya.
c. Mengawasi tembakan- tembakan tonnya, bila tidak mungkin menyerahkan
pengawasan kepada Baton.
60
44. Tugas dan tanggung jawab Regu Morri (Mo 60 LR).
a. Danru Morri (Mo 60 LR).
1) Bertanggung jawab kepada komandan peleton atas regunya.
2) Memelihara dan meningkatkan disiplin,tata tertib, kesejahteraan moril
anggota regunya.
3) Melaksanakan kegiatan, pemeliharaan dan peningkatan kemampuan
tempur anggotanya.
4) Memimpin regunya didalam setiap gerakan sesuai dengan perintah
Danton dan Danki.
5) Memilih kedudukan pucuk-pucuknya didaerah yang telah ditentukan oleh
Danton.
6) Menunjukan daerah tempat sasaran yang akan ditembak kepada
Dancuknya.
7) Mengatur pemindahan pucuk-pucuknya, pembagian dan penambahan
munisi / granat.
8) Memperhatikan gerakan peleton depan yang sedang melaksanakan
manuver, dalam rangka memberikan bantem.
9) Menggerakan pucuk-pucuk dengan cepat sehingga dapat memberikan
bantem dengan cepat dan tepat.
10) Memimpin regu dalam pencapaian pelaksanaan tugas.
b. Dancuk Morri (Mo 60 LR).
1) Menggerakkan pucuknya atas perintah :
a) Danru.
b) Danton.
c) Dimana pucuk tersebut ditempatkan.
2) Memilih, menyiapkan dan menduduki tempat penembakan serta
mengadakan penyamaran.
3) Mengadakan pengawasan disiplin dan mengatur tembakan.
4) Menentukan penggunaan/pengurusan alat-alat pengangkut untuk
mengangkut munisi.
5) Bertanggung jawab atas keterampilan anggota pucuknya.
6) Bertanggung awab atas pucuknya kepada Danru.
45. Kemampuan dan batas kemampuan Regu Morri ( Mo 60 LR).
a. Kemampuan.
1) Mampu menembaki sasaran yang tidak bisa ditembaki oleh senjata
lintas datar.
2) Mampu menembaki sasaran yang berada di belakang perlindungan yang
tinggi.
3) Mampu menembaki sasaran yang berada di lembah yang curam.
61
4) Mampu menembaki perkubuan ringan musuh.
5) Mampu memberikan bantuan tembakan keseluruh daerah (sektor)
tanggung jawab kompi.
b. Batas kemampuan.
1) Manuver terbatas karena tidak di BP/kan.
2) Hanya mampu menembaki sasaran yang berjarak tidak lebih dari 4000
m.
3) Terbatas dalam gerakan/manuver dalam serangan.
4) Terbatas dalam menghadapi serangan udara.
c. Macam-macam kedudukan.
1) Kedudukan biasa. Kedudukan dimana senjata dapat melaksanakan
tugas pokoknya dengan baik.
2) Kedudukan cadangan. Kedudukan dimana senjata dapat
melaksanakan tugas pokoknya dengan baik bilamana dari kedudukan biasa
tugas pokok tidak bisa dilaksanakan.
3) Kedudukan pengganti. Kedudukan dimana senjata dapat
melaksanakan tugas pokok dan tugas tambahan dengan baik bilamana dari
kedudukan cadangan dan pengganti tidak dapat melaksanakan tugas
pokoknya.
d. Peranan Senjata Morri. Peranan senjata bantuan Morri (Mo 60) adalah
untuk menyelesaikan sasaran yang tidak bisa ditembaki oleh senjata perorangan dan
senjata kelompok yang ada diregu senapan dimana medan sangat mempengaruhi
tembakan lintas datar. Penggunaan senjata bantuan Morri (Mo 60) harus digunakan
secara terkoordinasi, sehingga dapat hasil yang maksimal.
46. Perencanaan dan Persiapan. Penggunaan senjata peleton bantuan baik SMR
maupun Morri harus digunakan secara kombinasi, dalam arti kata setiap penggunaan senjata
harus saling menutup, oleh karena itu dibutuhkan perencanaan, persiapan dan pelaksanaan
dalam setiap kegiatan.
a. Tindakan di DP.
1) Tonban menempati kedudukan di DP, dimana tempatnya telah
ditentukan oleh Dankipan/Dantonban.
2) Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di daerah persiapan sama seperti
yang dilakukan oleh peleton-peleton senapan yang lain ( tindakan taktis dan
tindakan administrasi).
b. Tindakan Danton setelah menerima perintah persiapan dari Danki.
1) Membuat rencana sementara tentang :
a) Penempatan regu-regu atau pucuk-pucuk yang akan ditempatkan
ke peleton senapan.
b) Daerah-daerah kedudukan senjata.
62
c) Titik tinjau.
d) Sasaran.
e) Dan lain-lain.
2) Membuat rencana pengintaian diatas peta.
3) Mengeluarkan perintah persiapan pada regu-regunya yang memuat
tentang :
a) Keterangan tentang musuh dan pasukan sendiri.
b) Tugas dan rencana sementara.
c) Pelaksanaan tugas yang akan dilaksanakan secara garis besar
antara lain :
(1) Mengenai rencana pengintaian.
(2) Rencana pengeluaran perintah.
(3) Pemindahan pasukan.
(4) Penyamaran.
(5) Petunjuk-petunjuk lain.
4) Pengintaian.
a) Kemungkinan sasaran.
b) Kedudukan senjata.
c) Route pemindahan kedudukan senjata dan munisi.
5) Menyampaikan saran-saran kepada Danki.
6) Menerima perintah operasi dari Danki.
7) Melaksanakan koordinasi dengan komandan pasukan tetangga.
8) Mengadakan pengintaian tambahan bila diperlukan.
9) Mengeluarkan perintah kepada regu-regunya.
10) Melaksanakan pengawasan.
47. Pemilihan Kedudukan Penembakan Morri 60.
a. Kedudukan mortir harus dapat memberikan perlindungan terhadap senjata dan
personel.
b. Peninjau dapat berada bersama-sama dengan peleton depan atau merapat
dibelakangnya.
c. Hubungan dengan pucuk-pucuk harus dapat dilaksanakan dengan mudah.
48. Perencanaan dan Persiapan Serangan.
a. Tindakan di DP.
1) Tonban menempati kedudukan di DP, dimana tempatnya telah
ditentukan oleh Dankipan/Dantonban.
2) Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di daerah persiapan sama seperti
yang dilakukan oleh peleton-peleton senapan yang lain ( tindakan taktis dan
tindakan administrasi).
63
b. Tindakan Danton setelah menerima perintah persiapan dari Danki.
1) Membuat rencana sementara tentang :
a) Penempatan regu-regu atau pucuk-pucuk yang akan ditempatkan
ke peleton senapan.
b) Daerah-daerah kedudukan senjata.
c) Titik tinjau.
d) Sasaran.
e) Dan lain-lain.
2) Membuat rencana pengintaian diatas peta.
3) Mengeluarkan perintah persiapan pada regu-regunya yang memuat
tentang :
a) Keterangan tentang musuh dan pasukan sendiri.
b) Tugas dan rencana sementara.
c) Pelaksanaan tugas yang akan dilaksanakan secara garis besar
antara lain :
(1) Mengenai rencana pengintaian.
(2) Rencana pengeluaran perintah.
(4) Pemindahan pasukan.
(4) Penyamaran.
(5) Petunjuk-petunjuk lain.
4) Pengintaian.
a) Kemungkinan sasaran.
b) Kedudukan senjata.
c) Route pemindahan kedudukan senjata dan munisi.
5) Menyampaikan saran-saran kepada Danki.
6) Menerima perintah operasi dari Danki.
7) Melaksanakan koordinasi dengan komandan pasukan tetangga.
8) Mengadakan pengintaian tambahan bila diperlukan.
9) Mengeluarkan perintah kepada regu-regunya.
10) Melaksanakan pengawasan.
49. Pelaksanaan Serangan. Dalam pelaksanaan serangan Tonban melaksanakan pada
umumnya untuk regu SMR pucuk-pucuknya ditempatkan di peleton-peleton tugasnya serta
menempatkan diri sesuai dengan perintah komandan kompi, penyerang depan, sedangkan
untuk mori (60) dipimpin Danton berada di belakang dekat dengan Koki atau peleton
cadangan.
a. Macam-macam bantuan tembakan selama serangan.
64
1) Tembakan pendahuluan. Tembakan ini dilaksanakan pada saat
menjelang pasukan senapan melintasi GA yaitu pada saat Jam “J” – 5 dan Jam
“J” + 5.
2) Tembakan penyokong. Tembakan ini dilaksanakan untuk
melindungi/membantu pasukan penyerang depan setelah melintasi GA sampai
dengan JS.
3) Tembakan Konsolidasi. Tembakan ini dilaksanakan untuk melindungi
pasukan yang sedang melaksanakan konsolidasi dan untuk mengantisipasi
adanya serbal dari musuh.
b. Gerakan ke kedudukan awal.
1) Tonban bergerak menduduki kedudukan awal lebih dulu sebelum
Tonpan bergerak.
2) Setelah Dancuk mendapat perintah, segera menempatkan senjatanya di
kedudukan dan memberikan perintah penembakan.
3) Dikedudukan bagi anggota yang tidak menembak menempatkan diri di
belakang kedudukan senjata.
4) Munisi yang akan digunakan di garis pertama di siapkan di tempat
perlindungan.
5) Memberikan tembakan pendahuluan bila diperlukan sebelum pasukan
melintasi GA, selama melintasi GA dan sesudah melintasi GA.
c. Tembakan bantuan selama serangan.
1) Regu Mori (60).
a) Setiap pucuk harus siap pada kedudukannya, dan siap untuk
menembak sasaran baik yang sudah di plot maupun yang tiba-tiba
diminta oleh peleton penyerang depan.
b) Menembaki sasaran yang dekat dengan pasukan penyerang dan
menghambat gerak maju pasukan sendiri.
c) Menembaki sasaran yang tidak bisa ditembaki oleh Mortir 81 dan
Artileri.
d. Pindah kedudukan.
1) Apabila Senban dari kedudukan yang ditempatinya sudah tidak bisa
melaksanakan tugas pokoknya dengan baik maka segera pindah ke kedudukan
yang baru (cadangan/pengganti).
2) Tehnik pindah kedudukan dapat dilaksanakan secara bersama-sama,
apabila tidak terlibat Bantem dan pucuk per pucuk apabila Senban terlibat
Bantem, yang penting dalam pelaksanaan pemindahan tembakan jangan
sampai terputus.
3) Apabila pindah kedudukan pucuk per pucuk maka Danru harus
bergerak bersama-sama dengan pucuk pertama, dalam rangka menentukan
kedudukan yang akan ditempati dan menentukan kedudukan berikutnya.
65
4) Apabila Senban dalam hubungan satu kesatuan maka Danton dan
pesuruh harus bergerak lebih dahulu untuk menentukan kedudukan yang akan
ditempati dan kedudukan berikutnya, setelah itu perintahkan regu-regu untuk
maju.
e. Tembakan Bantuan Selama Serbuan.
1) Melaksanakan fungsinya untuk membantu peleton penyerang depan dan
menghancurkan musuh sebelum serbuan dimulai.
2) Bila dalam pelaksanaan menembak peleton depan menghalangi maka
tembakan bantuan dialihkan yaitu :
a) Untuk Mori dapat dialihkan ke samping atau ke belakang
kedudukan musuh.
b) Untuk MSR dapat dialihkan ke samping atau dapat menembak di
celah-celah pasukan penyerang depan.
50. Perencanaan dan Persiapan Pertahanan.
a. Tindakan di DP.
1) Tonban menempati kedudukan di DP, dimana tempatnya telah
ditentukan oleh Dankipan/Dantonban.
2) Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di daerah persiapan sama seperti
yang dilakukan oleh peleton senapan yang lain ( tindakan taktis dan
administrasi).
b. Tindakan Danton setelah menerima perintah persiapan dari Danki. Danton
setelah menerima perintah persiapan dari Danki adalah melaksanakan langkah-
langkah P3 yaitu :
1) Membuat rencana sementara tentang :
a) Penempatan regu-regu atau pucuk-pucuk yang akan ditempatkan
ke peleton senapan.
b) Daerah-daerah kedudukan senjata.
c) Titik tinjau.
d) Sasaran.
e) Dan lain-lain.
2) Membuat rencana pengintaian diatas peta.
3) Mengeluarkan perintah persiapan pada regu-regunya yang memuat
tentang :
a) Keterangan tentang musuh dan pasukan sendiri.
b) Tugas dan rencana sementara.
c) Pelaksanaan tugas yang akan dilaksanakan secara garis besar
antara lain :
66
(1) Mengenai rencana pengintaian.
(2) Rencana pengeluaran perintah.
(5) Pemindahan pasukan.
(4) Penyamaran.
(5) Petunjuk-petunjuk lain.
4) Penginataian.
a) Kemungkinan sasaran.
b) Kedudukan senjata.
c) Route pemindahan kedudukan senjata dan munisi.
5) Menyampaikan saran-saran kepada Danki.
6) Menerima perintah operasi dari Danki.
7) Melaksanakan koordinasi dengan komandan pasukan tetangga.
8) Mengadakan pengintaian tambahan bila diperlukan.
9) Mengeluarkan perintah kepada regu-regunya.
10) Melaksanakan pengawasan.
c. Isi perintah operasi Danton.
1) Keterangan tentang musuh.
2) BDDT dan pasukan pengaman.
3) Arah tembakan pokok untuk SMR, Barase dan Konsentrasi untuk Mori
(60).
4) Sektor tembakan untuk SMR.
5) Kedudukan senjata baik kedudukan biasa, cadangan maupun pengganti.
6) Perkuatan medan dan perkubuan.
7) Petunjuk penambahan munisi.
8) Petunjuk tentang buka tembakan.
9) Petunjuk tentang garis aman tembakan, ATP termasuk tanda isyarat
untuk mulai dan selesai menembak.
10) Petunjuk tentang lama dan kecepatan tembakan.
11) Tempat pos Long Yon.
12) Kedudukan Danton dan Danki.
51. Pelaksanaan Pertahanan.
a. Macam-macam bantuan tembakan selama serangan.
1) Tembakan jarak jauh. Tembakan ini dilaksanakan setelah Han siap dan
sebelum musuh melintasi GA.
2) Tembakan Jarak dekat. Tembakan ini ditujukan kepada musuh
setelah melintasi GA sampai dengan ke JS-nya.
3) Tembakan Barase/TPS. Tembakan ini ditujukan kepada musuh
sebelum menembus BDDT, pelaksanaannya harus diminta oleh Peleton yang
berada di BDDT ke komandan Kompi.
67
4) Tembakan dalam kedudukan. Tembakan yang ditujukan kepada
musuh yang berhasil menerobos BDDT, dimana pelaksanaannya dibagi
menjadi tiga tahap yaitu :
a) Tembakan pembatas.
b) Tembakan penutup.
c) Tembakan penghancur.
b. Letak dan susunan kedudukan penembakan.
1) Masuk ke kedudukan senjata.
a) Setelah senjata dan personel sampai di daerah kedudukan
senjata maka segera di turunkan.
b) Senjata dimasukkan ke kedudukan sementara.
c) Laksanakan penyamaran.
d) Setiap pucuk penembak dan harus dapat menutup sektor yang
telah ditentukan.
e) Setelah seluruh Ton senapan masuk dalam daerah pertahanan
maka Tonban ditempatkan di kedudukan sebenarnya.
2) Regu Mori (60).
a) Masuk di kedudukan biasa, menentukan tempat pengawasan dan
mempersiapkan lubang perlindungan untuk senjata dan munisi.
b) Menyiapkan kedudukan cadangan dan pengganti.
c) Bila waktu memungkinkan maka :
(1) Setiap pucuk diberi data untuk melaksanakan tembakan
barase dan tembakan konsentrasi.
(2) Data-data hasil tembakan harus dicatat oleh Danru dan
Dancuk, hal ini untuk memudahkan bila sasaran tersebut akan
ditembaki lagi.
(3) Membuat peta jarak, dibuat 2 rangkap 1 untuk Danru dan 1
untuk Danton.
(4) Membuat lubang perlindungan setelah Dancuk
mendapat perintah, segera menempatkan senjatanya di
kedudukan dan memberikan perintah penembakan.
(5) Danton mempersiapkan daerah sasaran yang akan
ditembaki dan diserahkan kepada Danki, selanjutnya menunggu
perintah dari Danki.
d) Melaksanakan penyamaran dan perkuatan medan.
e) Penempatan munisi dipilih tempat yang kering dan terlindung
serta dekat dengan kedudukan senjata.
52. Peleton bantuan dalam gerak maju. Gerak maju adalah suatu gerakan pasukan di
darat sebelum pertempuran dimulai dengan tujuan mendekatkan pasukan sendiri dengan
68
musuh, sehingga diperoleh kontak dengan musuh untuk selanjutnya dapat menyerang
kedudukan mereka. Gerak maju ini berakhir jika Dipaksa oleh musuh, Pasukan telah
sampai di DP, Pasukan telah sampai di daerah yang harus dipertahankan adapun jenis dan
tingkatan gerak maju sebagai berikut :
a. Jenis Gerak Maju.
1) Germa terlindung. Ialah Germa dimana di depan terdapat satuan
kawan yang cukup mampu untuk memberikan perlindungan.
2) Germa tidak terlindung. Ialah Germa dimana sepanjang route
pemindahan tidak terdapat satuan kawan yang tidak cukup mampu untuk
memberikan perlindungan
b. Tingkatan Gerak Maju.
1) Tingkat I (Kolone Mars).
2) Tingkat II (Kolone Taktis).
3) Tingkat III (Mars Mendekat).
53. Perencanaan dan persiapan. Dalam membantu pasukan Manuver yang
melaksanakan gerak maju Danton SMS perlu membuat perencanaan dan persiapan yang
baik dan benar. Karena tanpa perencanaan dan persiapan mustahil tugas akan tercapai.
54. Perencanaan.
a. Setelah Danton menerima perintah persiapan dari Danki untukmelaksanakan
gerak maju selanjutnya komandan peleton melaksanakan kegiatan dengan urutan
sebagai berikut :
1) Menerima perintah pengintaian.
2) Mempelajari peta dan memebuat rencana pengintaian.
a) Personil yang ikut mengintai.
(1) Komandan peleton.
(2) Pesuruh / pelayan radio.
b) Hal-hal yang diintai.
(1) Kedudukan senjata
(2) Route.
c) Lamanya pengjntaian.
3) Mengadakan pengintaian untuk gerak maju pengintaian dilaksanakan
diatas peta.
4) Menyusun dan menyampaikan saran antara lain tentang :
69
a) Penggunan taktis peleton.
b) Kedudukan senjata.
b. Kegiatan komandan peleton setelah menerima perintah dari komandan kompi.
1) Melengkapi pengintaian yang dianggap perlu.
2) Mengeluarkan Perintah. Biasanya Danton mengeluarkan kepada para
Danru di daerah dimana senjata-senjata ditempatkan, sesudah itu Ia membawa
para Danru dan peninjau depan ke suatu tempat, darimana Ia dapat
menunjukan pasukan sendiri sasaran-sasaran dan sektor peninjauan. untuk
gerak maju perintah diberikan diatas model / maket. Perintah-perintah berisi :
a) Keterangan mengenai musuh dan pasukan sendiri.
b) Tugas-tugas dari peleton.
c) Tempat kedudukan senjata dan route .
d) Interuksi mengenai pengangkutan dan penggunaan munisi
e) Tempat Pos Long Yon
f) Tempat Danton dan Pos Koki
g) Perintah Perhubungan
55. Persiapan. Sebelum melaksanakan gerak maju perlu diadakan persiapan-persiapan
sehingga dalam pelaksanan Germa tidak banyak hambatan yang membuat moril anggota
turun. Persiapan tersebut antara lain :
a. Penyiapan personil tentang kesehatan dan kemampuan anggota dalam
melaksanakan Germa.
b. Menyiapkan alat peralatan berupa :
1) Kendaraan
2) Senjata dan munisi
3) Mengecek fungsi mekanik senjata dan suku cadang
56. Pelaksanaan.
a. Kolone Mars. Jika Kompi bergerak dalam kolone mars, biasanya Peleton
bantuan sebagai bagian dari Kipan tempatnya di dalam kolone dengan formasi yang
ditentukan oleh Dan Tonban.
b. Kolone Taktis. Jika Kompi bergerak dalam kolone taktis, biasanya Peleton
bantuan sebagai bagian dari Kipan meskipun kadang-kadang satu atau dua Regu
SMR dan MO 60 LR dapat diperbantukan kepada peleton depan, apabila Kompi
diperkirakan akan segera beralih dari kolone taktis ke mars mendekat.
c. Mars Mendekat. Jika Kompi bergerak dalam mars mendekat, Peleton
bantuan diberi tugas Bantuan umum. Dapat juga satu atau dua Regu di BP-kan atau
di BL-kan kepada satuannya yang ditunjuk untuk keamanan.
d. Tugas Komandan Peleton dan Komandan Regu. Selama gerakan
Danton/Danru selalu memberikan kedudukan-kedudukan tembakan kepada Kompi
senapan / Satuan yang dibantu. Apabila keadaan Taktis memaksa Kompi untuk
melakukan serangan secara langsung dari gerakan Mars mendekat, Danki atau
70
Danton/Dansat dimana Pleton di BP kan, biasanya langsung memberikan perintah
untuk masuk kedudukan.
e. Apabila keadaan Taktis memaksa Kompi untuk melakukan serangan secara
langsung dari gerakan Mars mendekat Danki atau Danton/Dansat biasanya langsung
memberikan perintah untuk masukan kedudukan kepada Ton atau regu di BP kan
kepadanya.
57. Peleton bantuan dalam Oli. Dalam Operasi Lawan Insurjensi dihadapkan pada
lawan yang memiliki sifat, ciri-ciri dan karakter yang berbeda dengan lawan yang reguler.
Keberadaan lawan tersebar, dapat berada dimana-mana dengan kekuatan yang fleksibel,
dapat diorganisasikan dengan kekuatan kecil-kecil tetapi suatu saat dapat dikonsolidasikan
menjadi kekuatan yang besar. Menghadapi lawan yang demikian maka pengerahan
kekuatan Batalyon Infanteri dapat direorganisasikan menjadi bermacam-macam bentuk
sesuai kebutuhan.
BAB V
PELETON MO. 81/TPL
58. Umum. Organisasi kompi bantuan mengacu kepada Tabel Organisasi dan
Perlengkapan (TOP) Yonif tahun 2000. Dengan demikian baik personel dan
perlengkapannya telah disesuaikan dengan TOP tersebut diatas . Ton MO. 81 terdiri dari
Pok Koton dan tiga regu MO. 81 Pok Koton terdiri atas Danton, Baton dan seorang pelayan
radio/ pesuruh seorang tamtama pengemudi dan seorang tamtama munisi.
59. Struktur Organisasi. 1.8.51 (60)
TON MO. 81
-.1.16 (17)
1.5.3 (9)
Ru MO.
POKKOTON
-.1.4 (5) 81 -.-.6 (6)X2
KETERANGAN. POKKO RU CUK MO. 81
POKKO
1 LTN - DANTON (P + SS + TBS + P.ISY + GPS + HT + KOMPAS + TEROP
7X50 + SENTER MIL + SPM)
1 SRK - BATON (SS + TBS+ KOMP + TEROP 7 X 50)
3 SRD-SRT - BAJAUPAN (SS + TBS + KOMP+ TERP 7 X 50)
1 SRD-SRT - BAKUR RAK (SS +TBS + KOMPAS + TEROP 7 X 50)
1 KOPD-KOPT - TAMUDI (SS + TBS + TR ¾ T)
1 KOPD-KOPTU - TARUH/YANRAD (SS + TBS + RADSET TON)
1 PRD-PRT - TA BAN (SS + TBS)
71
a. PERS b. JAT. c. RAN d. ALKOM DAN ALOPTIK
LTN -1 P -1 TR ¾ T - 1 RADSET TON -
SRK -1 P ISY - 1 SPM - 1 HT - 1.
SRD-SRT -4 SS -9 TEROP 7 X 50 - 7.
KPD– KPTU - 2 GPS - 1.
PRK -1 KOMPAS - 7.
SENTER MIL - 1.
JUMLAH 9 TEROP BS - 9.
RU MO. 81
3 SRD – SRT - DANRU (SS+ TBS + GPS+KOMP +TEROP 6 X 30 + HT)
3 KOPD-KOPT - TAYANRAD (SSI + TBS+ GPS+ RAD SET TON).
3 KOPD-KOPT - TAMUDI (P +MO. 81 + KI)
6 PRT-PRD - TAMUNISI (SSI + TBS )
a. PERS b. JAT c. RAN d. ALKOM DAN ALOPTIK
SRD – SRT - 3 SS - 15 TR ¾ T. RAD SET TON -3
KOPD-KOPT - 6 HT -3
PRD-PRT -6 TROP 6 X 30 -3
GPS -3
JUMLAH 15 KOMPAS -3
TROP BS - 15
6 KOPK - DANCUK (SS + TBS)
6 KOPD-KOPT- TABAK (P + MORSE)
6 PRK - TABAN (SS + TBS)
18 PRD-PRT - TA MUNISI (SS + TBS)
a. PERS b. JAT c. ALKOM & LOPTIK
KOPK -6 P - 6 A TEROP BS - 30
KOPD-KOPT -6 SS - 30
PRK -6 MORSE - 6
PRD-PRT - 18
REKAPITULASI TON MO. 81
a. PERSONIL b. SENJATA c. RAN. d. ALKOM & ALOPTIK
LTN - 1 P ISY - 1 TR ¾ T – 3 RADSET TON - 4
SRK - 1 P - 7 HT - 4
SRD – SRT - 7 SSI - 26 KOMPAS - 8
KOPK - 6 MO. 81 - 6 TEROP 7 X 50 - 1
KOPD-KOPT - 14 TEROP 6 X 30 - 3
PRK - 7 GPS - 4
PRD-PRT - 24 SENTER MIL - 1
TEROP BS - 54
JUMLAH 60
72
60. Tugas kelompok komando.
a. Komandan peleton (Danton).
1) Danton bertanggung jawab atas latihan, pimpinan dan penggunaan
taktis dari peletonnya. Ia menerima perintah-perintah dari Dankiban atau dari
Dansat senapan yang dibantu (BP), Danton memimpin tindakan dari
peletonnya dengan memberikan perintah-perintah pada waktunya kepada para
Danru dibantu oleh anggota-anggotanya dari Pok Koton.
2) Danton bertanggung jawab bahwa tugas-tugas tembakan yang di terima
dilakukan dengan baik pemilihan dan persiapan kedudukan biasa, cadangan
dan pengganti untuk regu-regunya, pemindahan kedudukan-kedudukan apabila
diperlukan. Ia menempatkan tembakannya tidak membahayakan pasukan
sendiri bahwa jumlah persediaan munisi cukup untuk pelaksanaan konsolidasi
bila diperlukan.
3) Jika MO menembak dalam hubungan Peleton, Danton mengambil
tempat dimana ia dapat memimpin tembakan-tembakan peletonnya dengan
sebaik-baiknya.
4) Danton menentukan tempat pusat pimpinan penembakan dan menunjuk
prajurit-prajurit yang harus membantu Baton dalam pekerjaan-pekerjaannya di
tempat tersebut. Tempat pusat pimpinan penembakan harus terlindung, tepat
dekat pucuk-pucuk MOsehingga dekat dengan tempat pucuk-pucuk MOdan
dapat diadakan pimpinan penembakan yang baik dengan menggunakan alat-
alat perhubungan yang ada.
b. Bintara Peleton. Baton adalah wakil komandan peleton dan pada waktu
Danton tidak ada ia memimpin peleton. Selama bergerak biasanya ia berada di
belakang bagian Danton dalam memimpin peleton. Dalam pertempuran ia bekerja
di pusat pimpinan penembakan. Pada pemindahan yang dilakukan regu demi
regu, ia memimpin regu yang bergerak paling belakang, ia bertanggung jawab kepada
Danton atas pimpinan dan pengawasan anggota-anggota di dalam kedudukan-
kedudukan senjata dan juga atas teraturnya penyelenggaraan pengangkutan munisi
ke pucuk-pucuk.
c. Bintara pengukur jarak. Ia membantu Danton dalam mengintai kedudukan
senjata dan sasaran menghitung keterangan-keterangan tembakan sesudah
kedudukan-kedudukan senjata diduduki, ia membantu Baton dalam melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan di pusat pimpinan penembakan. Kadang-kadang ia dapat
dipergunakan untuk mengadakan hubungan dengan satuan-satuan senapan yang
diberi bantuan.
d. Pesuruh. Ia dipergunakan menyampaikan berita-berita lisan atau tertulis,
dan melayani pesawat telepon/radio. Dapat juga ia dipergunakan sebagai peninjau
atau penyelenggaraan perlindungan setempat, selama pertempuran seorang pesuruh
tetap berada di Pok Koki.
61. Senjata Perorangan. Yang termasuk senjata perorangan adalah pistol, senapan
dengan sangkurnya. Dalam Peleton MO. 81 ini senjata tersebut pertama-tama digunakan
untuk melindungi anggota-anggota, senjata kelompok alat komando dan unsur perawatan
73
62. Senjata kelompok.
a. Senjata MO. 81. Adalah senjata lintas lengkung, ditembakkan diatas tanah
beralas landasan diperkuat dengan kuda-kudanya. Dapat ditembakkan secara
langsung atau tidak langsung. MO. 81 mempunyai kecepatan tembakan :
1) Tembakan biasa : 5 granat tiap menit selama 20 menit.
2) Tembakan cepat : 20 granat tiap menit selama 2 menit.
MO. 81 tersebut efektif untuk menembaki daerah seluas 100 x 100 m dengan hasil
yang cukup.
b. Kemampuan bergerak. MO. 81 dan munisi biasanya diangkut dengan
kendaraan atau hewan, pengangkutan dengan tenaga manusia dilakukan dengan
jarak yang relatif dekat. Bila keadaan medan cukup berat sehingga MO. 81 dan
munisinya diangkut dengan tenaga manusia, maka diperbantukan tambahan tenaga
pengangkut munisi agar cukup persediaan munisi di kedudukan senjata. Pembawa-
pembawa munisi dapat dari anggota Si Pimu, Kipan atau orang-orang sipil/penduduk
setempat.
c. MO. 81 di gunakan untuk menghancurkan sasaran yang berupa :
1) Senjata-senjata kelompok musuh yang berkedudukan di belakang
perlindungan tegak lurus.
2) Sasaran titik : senjata-senjata atau pasukan di dalam perlindungan yang
dapat ditinjau.
3) Kedudukan musuh yang tidak dapat ditinjau yang berada atau
diperkirakan ada di belakang punggung gunung atau didalam hutan.
Meskipun sasaran ini merupakan sasaran mortir, tetapi lebih diutamakan
sasaran-sasaran yang dapat ditinjau.
4) Bagian-bagian medan darimana musuh dapat melakukan peninjauan,
ditembak dengan geranat asap.
d. Keuntungan. Karena lintasan granat tinggi dan jarak capai tembakannya jauh,
maka banyak daerah yang dapat dipilih untuk kedudukan senjata, keuntungan-
keuntungan tersebut dapat diambil karena adanya hutan-hutan yang mempunyai
bagian terbuka dimana MOdapat menembak. Kedudukan yang dapat dicapai dengan
kendaraan harus cukup jauh kedepan untuk menghindari pemindahan sebelum
waktunya. Kedudukan cadangan dan pengganti juga harus disiapkan sebaik-
baiknya.
63. Macam-macam kedudukan senjata.
a. Kedudukan Biasa adalah kedudukan senjata dimana senjata tersebut dapat
melakukan tugas pokok dengan sebaik-baiknya.
b. Kedudukan Cadangan adalah kedudukan senjata untuk dapat melakukan tugas
pokok jika dari kedudukan biasa tidak dapat dilakukan.
74
c. Kedudukan Pengganti adalah kedudukan senjata untuk melakukan tugas
tambahan yang tidak dapat dilakukan dari kedudukan biasa atau dari salah satu
kedudukan cadangan.
d. Tempat berlindung adalah tempat yang memberikan perlindungan terhadap
tembakan dan peninjauan di dekat kedudukan senjata. Ini ditempati pada waktu
mereka tidak perlu berada di kedudukan senjata, sedang para peninjau tetap
melakukan peninjauan terhadap sasaran yang baik.
e. Titik Pembongkaran adalah suatu tempat atau daerah dimana senjata dengan
bagian-bagiannya beserta persediaan munisi pertama-tama diturunkan dari kendaraan
dan selanjutnya diangkut dengan orang ketempat persembunyian atau kedalam
kedudukan senjata.
Syarat-syarat dari titik pembongkaran ini adalah :
1) Adanya perlindungan terhadap tembakan dan peninjauan dari musuh
terhadap kendaraan dan anggota.
2) Terletak sejauh mungkin kedepan sampai keadaan dan tembakan
musuh tidak memberi kemungkinan untuk maju lagi.
64. Penggunaan Taktis.
a. Bantuan Umum (BU). Jika Kiban atau satuan-satuannya ditentukan untuk
memberikan Bantuan Umum, maka tembakan bantuan yang diberikan pada satuan
penyerang ataupun yang bertahan dilakukan atas petunjuk Danyon. Dengan BU ini,
maka penggunaan Kiban akan lebih luwes, mudah dikoordinir, sehingga daya
tembaknya dapat dimanfaatkan secara berhasil guna. Pimpinan taktis pada satuan-
satuan dari Kiban tetap ada pada Dan Kiban (terpusat).
b. Bantuan Langsung (BL). Jika suatu satuan dari Kiban ditentukan untuk
memberikan bantuan langsung, komandan dari bagian itu bertanggung jawab atas
pimpinan untuk membantu suatu bagian dari Yon. Ia bertanggung jawab atas
pemilihan, penempatan dan pemindahan kedudukan senjata agar setiap waktu dapat
memberikan bantuan tembakan sebesar-besarnya. Komandan yang memberikan
bantuan menyelenggarakan perhubungan dengan komandan dari bagian yang
dibantu. Dan Kiban tetap mengawasi satuan-satuan yang di BL-kan, dan ia
menggunakan semua alat yang ada padanya untuk menjamin bantuan tembakan
sebesar-besarnya.
c. Bantuan Bawah Perintah (BP). Jika suatu satuan dari Kiban di perbantukan
BP kepada satuan-satuan senapan, pimpinan dari satuan itu berpindah kepada
komandan dari satuan (Dansat) senapan. Bantuan BP dilakukan jika suatu satuan
dari Kiban yang ditunjuk untuk memberikan bantuan umum atau bantuan langsung
kepada satuan senapan diperkirakan tidak akan dapat memberi bantuan yang cukup.
Bantuan BP diberikan pula apabila satuan yang diberikan bantuan melakukan tugas
diluar jarak tembak efektif dari senjata yang bersangkutan atau bergerak di medan
yang sangat menyukarkan Dan Kiban memimpin satuannya dalam memberi bantuan.
Jika suatu satuan dari Kiban di BP-kan kepada satuan senapan, Dansat senapan ini
memegang komando taktis dan bertanggung jawab atas perawatan satuan Kiban
tersebut.
75
IKHTISAR : BANTUAN TEMBAKAN & TANGGUNG JAWAB
DARI MASING-MASING BAGIAN
MACAM PENEMPATAN PELAKSANAAN PEMINDAHAN
BANTUAN PERAWATAN PERHUBUNGAN TEMBAKAN KEDUDUKAN
1 2 3 4 5
BU DANKI DANYON ap.DANYON ap.DANKI
BANTUAN - Permintaan BANTUAN
Pasukan Senapan -Permintaan Kipan
- Inisiatif DANYON -
- PELAKSANAAN Danyon,Dankiban
TEMBAKAN
BL DANKI DAN SENJATA - Atas Permintaan DAN SENJATA
BANTUAN Pasukan Senapan - Permintaan
- Inisiatif DAN Kipan
Senjata - Inisiatif Dan
- PELAKSANAAN Senjata
TEMBAKAN
BP DANKI DAN SENJATA - ap.Danki DANKI SENAPAN
SENAPAN Senapan
- PELAKSANAAN
TEMBAKAN
65. Pimpinan tembakan.
a. Biasanya Ton MO. 81 menembak dari kedudukan peleton. Danton langsung
memimpin tembakan, menentukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan apabila
ada perubahan keadaan taktis. Cara ini memberi keuntungan pimpinan tembakan
mudah, pengangkutan munisi teratur, tiap-tiap sasaran dapat ditembak dengan cepat
dan tepat serta padat. Sedapat mungkin kedudukan dipilih sedemikian rupa
sehingga dapat diadakan konsentrasi-konsentrasi tembakan diseluruh front petak
serangan/pertahanan.
Para peninjau ditunjukan sektor masing-masing yang menjadi tanggung jawabnya.
Dengan tujuan agar seluruh letak Batalyon dapat ditinjau dengan baik. Jika tembakan
diberikan dari kedudukan Peleton, Danru atau Dancuk yang tertua menerima perintah-
perintah dari pusat pimpinan penembakan Peleton.
b. Apabila pemakaian kendaraan untuk keperluan pengangkutan munisi terbatas
maka perlu diadakan peraturan yang ketat tentang pemakaian munisi, sehingga selalu
tersedia munisi untuk memenuhi permintaan-permintaan tembakan terhadap sasaran
penting yang timbul sekonyong- konyong.
66. Syarat-syarat kedudukan senjata.
a. Lintasan granat tidak terhalang.
b. Tanahnya cukup keras.
c. Tempatnya cukup luas untuk menempatkan satu peleton MO. 81 (150 meter).
d. Terlindung dari peninjauan musuh khususnya dari darat.
e. Terlindung dari tembakan senjata lintas datar musuh.
f. Ada jalan pendekat untuk masuk kedudukan dan pindah kedudukan.
76
67. Perencanaan dan persiapan. Dalam membantu pasukan Manuver yang
melaksanakan gerak maju Dan Ton MO. 81 perlu membuat perencanaan dan persiapan
yang baik dan benar. Karena tanpa perencanaan dan persiapan mustahil tugas akan
tercapai.
68. Perencanaan.
a. Setelah Danton menerima perintah persiapan dari Danki untuk melaksanakan
gerak maju selanjutnya komandan peleton melaksanakan kegiatan dengan urutan
sebagai berikut :
1) Menerima perintah pengintaian.
2) Mempelajari peta dan memebuat rencana pengintaian
a) Personil yang ikut mengintai.
(1) Komandan peleton.
(2) Bakurak.
(3) Pesuruh / pelayan radio.
b) Hal-hal yang diintai
(1) Kedudukan senjata
(2) Route.
c) Lamanya pengintaian.
3) Mengadakan pengintaian untuk gerak maju pengintaian dilaksanakan
diatas peta.
4) Menyusun dan menyampaikan saran antara lain tentang :
a) Penggunan taktis peleton.
b) Kedudukan senjata.
b. Kegiatan komandan peleton setelah menerima perintah dari komandan kompi.
1) Melengkapi pengintaian yang dianggap perlu.
2) Mengeluarkan Perintah. Biasanya Danton mengeluarkan kepada para
Danru di daerah dimana senjata-senjata ditempatkan, sesudah itu Ia membawa
para Danru dan peninjau depan ke suatu tempat, darimana Ia dapat
menunjukan pasukan sendiri sasaran-sasaran dan sektor peninjauan. untuk
gerak maju perintah diberikan diatas model / maket. Perintah-perintah berisi.
a) Keterangan mengenai musuh dan pasukan sendiri.
b) Tugas-tugas dari peleton.
c) Tempat kedudukan senjata dan route .
77
d) Interuksi mengenai pengangkutan dan penggunaan munisi
e) Tempat Pos Long Yon
f) Tempat Danton dan Pos Koki
g) Perintah Perhubungan
69. Persiapan. Sebelum melaksanakan gerak maju perlu diadakan persiapan-persiapan
sehingga dalam pelaksanan Germa tidak banyak hambatan yang membuat moril anggota
turun. Persiapan tersebut antara lain :
a. Penyiapan personil tentang kesehatan dan kemampuan anggota dalam
melaksanakan Germa.
b. Menyiapkan alat peralatan berupa :
1) Kendaraan
2) Senjata dan munisi
3) Mengecek fungsi mekanik senjata dan suku cadang
70. Peleton MO. 81 dalam Gerak Maju. Gerak maju adalah suatu gerakan pasukan di
darat sebelum pertempuran dimulai dengan tujuan mendekatkan pasukan sendiri dengan
musuh, sehingga diperoleh kontak dengan musuh untuk selanjutnya dapat menyerang
kedudukan mereka. Gerak maju ini berakhir jika Dipaksa oleh musuh, Pasukan telah
sampai di DP, Pasukan telah sampai di daerah yang harus dipertahankan adapun jenis dan
tingkatan gerak maju sebagai berikut :
a. Jenis Gerak Maju.
1) Germa terlindung. Ialah Germa dimana di depan terdapat satuan
kawan yang cukup mampu untuk memberikan perlindungan.
2) Germa tidak terlindung. Ialah Germa dimana sepanjang route
pemindahan tidak terdapat satuan kawan yang tidak cukup mampu untuk
memberikan perlindungan
b. Tingkatan Gerak Maju.
1) Tingkat I (Kolone Mars).
2) Tingkat II (Kolone Taktis).
3) Tingkat III (Mars Mendekat).
c. Pelaksanaan
1) Kolone Mars. Jika pasukan bergerak dalam kolone mars, ton MO. 81
bergerak sebagai bagian dari Kiban. Tempat dan formasi dalam kolone
ditentukan oleh Danki.
2) Kolone Taktis. Jika Batalyon bergerak dalam Kolone taktis, Ton MO.
81 biasanya berpindah sebagai bagian dari Kiban, kalau Batalyon perkirakan
akan segera beralih dari bentuk kolone taktis ke mars mendekat maka peninjau
MO. 81 dapat dikirim kedepan berada pada Kompi senapan.
78
3) Mars mendekat. Jika Batalyon bergerak dalam Mars mendekat, Ton
MO. 81 digunakan sebagai bantuan umum, tetapi dapat juga satu atau dua
regu di BL kan kepada satuan / Kipan yang ditunjuk sebagai bantuan pelindung
dan MO. 81 berpindah dengan kendaraan bermotor dibelakang Kipan.
Peninjau-peninjau depan bergerak bersama-sama dengan Ton/Ki Senapan
terdepan TON MO. 81 harus selalu siap untuk masuk kedudukan, Jika terjadi
kontak dengan musuh. Apabila keadaan medan tidak memungkinkan
pemakaian kendaraan, pucuk-pucuk MO. 81 dan munisinya diangkut dengan
tenaga manusia atau hewan. Kendaraan-kendaraan berjalan sedekat mungkin
dengan kedudukan senjata.
4) Kendaraan-kendaraan yang diperbantukan. Jika kendaraan-
kendaraan tidak dapat berpindah dengan cepat karena medan, maka pasukan
yang berjalan kaki bergerak bersama-bersama kendaran-kendaraan tersebut.
Bila keadaan mengijinkan kendaraan-kendaraan mengikuti pasukan-pasukan
yang berjalan dengan loncatan-loncatan pendek. Pada tiap loncatan sedapat
mungkin kendaran berhenti ditempat yang terlindung terhadap tembakan dan
peninjauan. Jika kendaran mengikuti pasukan yang berjalan dengan loncatan
pendek pucuk segera menembak (penembak dengan pembantu penembak
membawa MO. 81 ke suatu kedudukan) untuk dapat memberikan bantuan
tembakan ke sasaran-sasaran yang timbul sekonyong-konyong sedudah MO.
81 diturunkan dari kendaran pengemudi bertanggung jawab atas penyamaran
atas perlindungan kendaran-kendaran.
71. Peleton MO. 81 dalam Serangan. Tugas umum Ton MO. 81 adalah memberi
bantuan tembakan secara terus menerus kepada Kompi Senapan yang menyerang
bersama-sama dengan Arteleri dan senjata bantuan lainnya guna mengikat,menindas dan
menghancurkan musuh yang mencoba menahan gerak maju serangan.
a. Daerah persiapan. Sebelum serangan biasanya Batalyon menduduki
suatu daerah persiapan, apabila DP Yon cukup dilindungi oleh Satuan-satuan diluar
Organik Yon, maka Ton MO. 81 menduduki sebagian dari DP Kiban tanpa
mendapatkan tugas tembakan. Jika Batalyon harus mengadakan perlindungan sendiri
seluruh atau sebagian dari Ton MO. 81 masuk kedudukan dengan tugas memberikan
bantuan tembakan kepada satuan pelindung.
b. Pangkal Serangan. MO. 81 tidak mendudukki pangkal serangan (PS) tetapi
berpindah langsung dari daerah persiapan ke kedudukan permulaan/awal untuk
serangan.
c. Persiapan Komandan Peleton.
1) Danton dalam membuat persiapan melakukan kegiatan-kegiatan dengan
urutan-urutan sebagai berikut :
a) Menerima perintah pengintaian.
b) Mempelajari peta dan membuat rencana pengintaian.
c) Mengadakan pengintaian.
d) Menyusun dan menyampaikan saran.
e) Menerima perintah serangan Komandan Kompi dan
Melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang perlu untuk dikoordinasikan.
79
f) Melengkapi pengintaian yang dianggap perlu dan membuat
rencana serta melaksanakan tembakan bila diperlukan.
g) Mengeluarkan perintah serangan.
h) Mengawasi pelaksanaan perintah.
2) Waktu terbatas. Kadang-kadang Danton tidak mempunyai kesempatan
untuk mengadakan pengintaian sebelum perintah serangan Kompi dikeluarkan.
Dalam hal ini keempat ayat pertama tadi urutan-urutan diatas itu tidak berlaku.
d. Pengintaian dan Pembuatan Rencana Serangan.
1) Jika Batalyon sedang berada di DP biasanya para Danton dikumpulkan
untuk menerima perintah dari Danki tetapi kadang-kadang perintah-perintah
diberikan dalam bentuk berita. Yang biasa dibawa serta oleh Danton untuk
menerima perintah Kompi adalah : Bintara pengukur jarak, pelayan
telepon/radio dan seorang pesuruh. Apabila waktu yang tersedia terbatas
Danton dapat membawa serta para Danru.
2) Dalam perintah serangan Kompi memuat tentang tugas-tugas peleton
untuk memberikan bantuan tembakan kepada pasukan-pasukan penyerang
atau ketentuan penggunaan taktis dari pada Ton MO. 81.
3) Jika terpaksa harus segera pindah kedepan, maka sebelum Danton
pergi mengadakan pengintaian Ia memberikan perintah kepada baton untuk
membawa maju peletonnya. Jika Ru-ru tidak berada dalam suatu tempat,
Danton memerintahkan kepada para Danru agar Ru-Ru dibawa ke suatu
tempat yang telah ditentukan dan menentukan kapan dan dimana para Danru
harus menemui Danton.
4) Perintah-perintah pemindahan dikeluarkan tepat pada waktunya pada
saat itu pula Ru yang di BL-kan kepada satuan senapan diperintahkan untuk
berangkat ke Satuan yang dibantu.
5) Dengan disertai pembantu-pembantunya Danton mengintai tempat
kedudukan senjata. Ia berada disuatu tempat dari mana ia dapat meninjau
sasaran-sasaran dan petak-petak tembakan dengan baik. Ia harus mengetahui
kedudukan pasukan sendiri dan menentukan tempat pos tinjau peleton.
Selanjutnya ia menentukan batas-batas keamanan tembakan. Dengan dibantu
oleh Bintara pengukur jarak, ia menghitung keterangan-keterangan untuk
sasaran-sasaran dan bagian-bagian medan yang penting. Akhirnya ia
memberikan perintah-perintah kepada para Danru dan mengawasi persiapan
akhir untuk serangan.
e. Pemilihan tempat untuk kedudukan senjata. Syarat yang diharapkan bagi
kedudukan-kedudukan Mortir, adalah sebagai berikut :
1) Tempat ketiga regu (enam pucuk) harus dipisah sedemikian jauh,
sehingga tidak mungkin dapat dilumpuhkan oleh satu granat dan dekat dengan
pos tinjau, untuk memudahkan pemberian perintah tembakan melalui radio/HT
atau telepon. Jika kerapkali harus pindah kedudukan, maka alat perhubungan
yang tepat dipakai adalah radio/HT, karena pemasangan saluran telopon akan
memakan waktu. Kedudukan harus terlindung terhadap tembakan lintas datar,
80
harus mempunyai perlindungan terhadap peninjauan dari udara dan darat, baik
untuk mortir-MOmaupun untuk pelayanan-pelayanannya dan harus mempunyai
jalan-jalan yang terlindung untuk pengangkutan munisi. Sedapat mungkin
pucuk-pucuk ditempatkan di tempat yang mempunyai rintangan-rintangan alam
untuk tank.
2) Danru menentukan dan menunjukkan kedudukan-kedudukan cadangan
untuk pucuk-pucuk kepada para Dancuk. Selanjutnya ia mencari jalan-jalan
pendekat yang terlindung terhadap tembakan lintas datar dari kedudukan biasa
ke kedudukan cadangan atau ke kedudukan pengganti.
f. Perintah Komandan Peleton.
1) Biasanya Danton mengeluarkan perintah-perintah serangan kepada
Danru didaerah dimana senajat-senjata ditempatkan. Sesudah itu ia membawa
para Danru dan peninjau-peninjau depan kesuatu tempat, dari mana ia dapat
menunjukan tempat pasukan sendiri, sasaran-sasaran dan sektor-sektor
peninjauan. Perintah-perintah serangan diberikan juga kepada Dancuk yang
tertua dari tiap-tiap Ru.
2) Jika Baton tidak hadir pada waktu pemberian perintah, Danton
memberitahukan isi perintah kepadanya secepat mungkin. Seorang Bintara
yang ditunjuk oleh Danton diberi petunjuk tentang pengangkutan munisi dan
penggunaan kendaraan-kendaraan.
3) Perintah-perintah serangan. Perintah serangan dari Danton memuat
antara lain :
a) Keterangan mengenai musuh dan pasukan sendiri.
b) Tugas-tugas peleton.
c) Tempat kedudukan permulaan, petak tembakan, keterangan
tembakan yang disiapkan, tempat-tempat Pos tinjau dan penempatan-
penempatan peninjau-peninjau depan, ketentuan-ketentuan mengenai
pembukaan dan pimpinan tembakan, kedudukan-kedudukan cadangan
dan pengganti serta ketentuan maupun cara mendudukinya dan
perintah-perintah tentang keamanan.
d) Instruksi mengenai pengangkutan dan penggunaan munisi.
e) Tempat Pos Lon Yong.
f) Tempat Danton dan Pos Koki.
g) Perintah perhubungan.
g. Masuk kedudukan. Pucuk-pucuk MOmasuk kedudukan dan Pos-pos
peninjauan sudah diduduki, Danton lapor kepada Dan kiban atau kepada Dansat yang
dibantu sedapat mungkin sebelum serangan diadakan serangan pencatatan.
h. Perlindungan. Danton bertanggung jawab atas keamanan peletonnya.
Meskipun Ton telah mendapatkan perlindungan secara tidak langsung dari Ki-ki
senapan, akan tetapi Ton MO. 81 tetap menyelenggarakan keamanan sendiri
i. Pelaksanaan
1) Peninjauan Tembakan.
81
a) Pos-pos tinjau. Pos-pos tinjau peleton didirikan disuatu tempat,
dari mana petak-petak tembakan peleton dapat ditinjau apabila,
tembakan-tembakan membahayakan pasukan sendiri maka peninjau-
peninjau yang berada di pos tinjau melaporkan, agar tembakan
dipindahkan atau dihentikan.
b) Peninjau depan. Peninjau depan terdiri dari BA peninjau/Danki
dengan pelayan telepon/Radio. Peninjau depan dapat bergerak
bersama Kipan terdepan hal ini membawa keuntungan bahwa Ton MO.
81 dapat menerima permintaan-permintaan secara langsung dan cepat.
Keterangan-keterangan yang diterima dari penijnjua depan digabungkan
dengan keterang-keterangan daari Pos-pos tinjau, akan lebih menjamin
ketelitian keterangan-keterangan tembakan.
2) Pimpinan Penembakan. Biasanya Ton MO. 81 merupakan satu
kesatuan tembak. Untuk memimpin tembakan, ditempatkan seorang Danru
dan seorang pelayan telepon/radio di pos tinjau, atau seorang sebagai peninjau
depan yang dikirim ke kesatuan penyerang depan. Peninjau depan minta
tembakan-tembakan peleton, memimpin dan mengatur tembakan-tembakan
peleton. Memimpin dan mengatur tembakan-tembakan itu menurut perintah
yang diterima atau menurut permintan-permintaan dari Sat/Ki senapan yang
dibantu. Keterangan-keterangan tembakan diberitahukan kepada pusat
pimpinan peleton yang berada di dekat kedudukan senjata. Perhubungan
antara pusat pimpinan penembakan dengan peninjau depan biasanya
diselenggarakan dengan radio. Perhubungan antara pusat pimpinan
penembakan dengan Pos tinjau biasanya dilakukan dengan radio atau telepon.
3) Tembakan-tembakan selama Serangan.
a) Umum. Selama serangan, mortir-motir menembak dalam waktu
yang tidak lama, meskipun demikian senjata-senjata harus selalu siap
sedia untuk menembak sasaran-sasaran yang tiba-tiba dengan cepat
dan tepat.
b) Tembakan Penyokong. Tembakan-tembakan penyokong
ditujukan ke sasaran-sasaran yang langsung menghambat gerak maju
satuan senapan penyerang depan merupakan tembakan yang penting
selama serangan. Apabila tembakan ke sasaran sasaran di depan
pasukan penyerang membahayakan satuan yang dibantu, maka
ditentukan batas keamanan yang baru dan sasaran berikutnya mulai
ditembak. Danki dapat memberikan perintah untuk mengadakan
tembakan dilereng-lereng belakang yang diketahui atau diduga diduduki
oleh cadangan-cadangan musuh.
c) Tembakan Lambung. Bila Sat/Ki Senapan yang dibantu
bergerak maju dengan pesat, sehingga mendahului satuan-satuan
penyerang tetangganya, maka Ton MO. 81 harus saip memberi pada
lambung yang tebuka. Begitu pula terhadap lambung dari Sat/Ki
Senapan yang terhambat. Bantuan langsung kepada Batalyon tetangga
diberikan atas perintah Dan Kiban.
4) Pindah Kedudukan.
82
a) Ton MO. 81 menembak dari kedudukan permulaan selama
mungkin sampai pasukan-pasukan penyerang berbahaya terhadap
tembakan itu sendiri. Ton pindah kedudukan, jika terpaksa harus
mengurangi jarak ke sasaran, untuk menjamin keamanan pasukan
sendiri dan mempermudah penyerang perhubungan.
b) Pada umumnya pindah kedudukan dilakukan atas perintah Dan
Kiban atau jika Ton di BP kan kepada Sat/Ki Senapan, dilakukan atas
perintah Dan Sat/Ki Senapan yang bersangkutan. Hak untuk
memerintahkan pindah kedudukan dapat juga diserahkan kepada
Danton MO. 81. Penentuan tempat tempat kedudukan senjata yang
baru, jalan-jalan pendekat dan tugas tembakan sesudah pindah
kedudukan dilakukan seperti pada permulaan serangan. Sesuai
keterangan-keterangan yang diperoleh dari peninjau-peninjau depan
atau peninjauannya sendiri, Danton menentukan kapan dan kemana
harus pindah kedudukan. Danton berkewajiban memberi saran-saran
kepada Dan Kiban tentang pemindahan kedudukan. Dan Kiban
biasanya memerintahkan kepadanya untuk melaksanakan pemindahan
kedudukan yang disarankan.
c) Ton dapat pindah kedudukan seluruhnya bersama-sama bila
diperintahkan oleh Danki atau Dan Sat, dimana Ton itu diperbantukan.
Tetapi biasanya pemindahan kedudukan peleton dilakukan Ru demi Ru.
Danton dengan anggota-anggota dari Pokkoton yang ditunjuk berjalan di
depan Ru terdepan untuk mengintai jalan dan tempat berikutnya.
Sebelum berangkat, ia memberi petunjuk-petunjuk kepada Baton dan
Danru tentang bagaimana pemindahanb itu dilakukan. Danton
menentukan route pemindahan dan memberi perintah kepada Ru
terdepan untuk mengikutinya pada jarak tertentu, atau atas perintahnya
maju secara loncatan. Regu-regu yang tinggal dalam kedudukan harus
selalu siap memberikan bantuan tembakan dan maju pada waktu yang
ditentukan atau berpindah atas perintah Danton.
d) Danton menunjukan tempat kedudukan dan menentukan arah
tembakan pokok bagi Ru-Ru yang baru datang dan selanjutnya
memimpin tembakan dengan cara biasa.
e) Untuk kelancaran pemindahan dan menjamin pengangkutan
munisi yang cukup di kedudukan baru, maka kendaraan-kendaraan yang
ada harus digunakan sebaik-baiknya.
5) Tembakan Bantuan selama Serangan. Selama serbuan, Ton MO. 81
harus bersiap-siap untuk memberikan tembakan ke sasaran-sasaran yang
tepat di belakang kedudukan musuh yang kita serang untuk mempermudah
pasukan penyerang merebut kedudukan, mencegah gerakan pasukan bantuan
musuh ke depan serta mempermudah mengadakan konsolidasi.
6) Reorganisasi dan Konsolidasi.
a) Menangkis serangan balas.
(1) Setelah sasaran direbut, satuan senapan yang
terdepan mengadakan reorganisasi. Pada waktu ini sangat
83
dimungkinkan adanya serangan balas dari musuh. MO. 81
digunakan untuk memberi bantuan menangkis serangan balas
tersebut. Peninjau-peninjau harus berusaha untuk segera
mengetahui jalan-jalan pendekat yang mungkin akan dilalui oleh
musuh.
(2) Jika keadaan medan tidak mengijinkan untuk
memindahkan seluruh Ton ke depan sebelum sasaran dapat
direbut dan jarak-jarak tembakan sudah lebih dari jarak
maksimum untuk granat brisan, maka satu Ru dapat
diperintahkan untuk mengambil kedudukan di suatu tempat dari
mana dapat memberi bantuan tembakan dengan efektif. Ru-ru
yang tertinggal tetap memberi bantuan pada reorganisasi dan
konsolidasi, sampai Ru yang pindah masuk kedudukan. Sesudah
itu Ru-ru yang tertinggal, maju eselon demi eselon. Pemindahan
kedudukan tersebut diatas harus sudah diperkirakan
sebelummnya oleh Danton.
b) Melanjutkan serangan.
(1) Sedapat mungkin reorganisasi Ton MO. 81 dilakukan
sesudah sasaran Batalyon direbut. Apabila daya tempur Peleton
MO. 81 menjadi sangat berkurang karena menderita kerugian
besar, maka Ton tersebut harus segera direorganisir pada setiap
ada kesempatan selama pertempuran berjalan. Anggota-anggota
yang menduduki jabatan penting yang tidak dapat melakukan
tugasnya harus diganti.
(2) Selama satuan-satuan/ki-ki Senapan melakukan
reorganisasi dan konsolidasi, Dan Kiban dapat menentukan
tempat-tempat kedudukan Peleton yang baru atau memberikan
tugas tembakan baru. Sesudah itu Danton mengadakan
pengintaian dan mengambil tindakan-tindakan selanjutnya untuk
dapat menduduki kedudukan baru dengan cepat. Kedudukan
baru diduduki atas perintah Dan Kiban.
7) Pengejaran.
a) Sesudah sasaran direbut, dapat diteruskan dengan pengejaran
tekanan terus menerus dilakukan dengan maksud agar musuh jangan
sampai dapat melakukan pengunduran yang berhasil.
b) Melakukan tekanan terhadap musuh yang mundur :
(1) Ton dan Ru dapat di BP-kan kepada satuan yang
ditugaskan untuk melakukan pengejaran.
(2) Mula-mula pengejaran dilakukan seperti pada gerakan
mars mendekat. Ton harus selalu siap sedia untuk segera
memberi bantuan tembakan terhadap sasaran di darat, baik yang
berada di depan maupun lambung. Jika terdapat perlawanan dari
musuh, Ton MO. 81 memberikan bantuan tembakan seperti pada
84
serangan terhadap sasaran-sasaran barupa bagian musuh yang
sedang mundur, jalan-jalan atau defile-defile yang dapat dilalui
musuh sebagai jalan pengundurannya dengan tembakan-
tembakan pada jarak jauh.
c) Pengejaran sejajar. Jika pada waktu pengejaran, Ton MO. 81
harus membantu Satuan/ Kipan yang melakukan pengejaran sejajar,
kepadanya diberikan tambahan kendaraan-kendaraan untuk
mengangkut anggota-anggota dan senjata-senjata dari Ton bila dengan
organiknya tidak mencukupi. Selama pemindahan, Ton atau Ru dapat di
BP-kan atau di BL-kan kepada eselon depan, pelindung lambung atau
punggung dari pasukan-pasukan yang mengadakan pengejaran sejajar.
d) Inisiatif Komandan-komandan Bawahan. Biasanya pada waktu
melakukan pengejaran, pimpinan tidak dipusatkan. Dengan demikian
diperlukan inisiatif yang besar, pandangan yang luas dan keuletan dari
para Komandan bawahan.
8) Tindakan jika Gerak Maju Serangan Tertahan. Jika gerak maju
batalyon tertahan oleh perlawanan musuh, mempertahankannya. Ton MO. 81
digunakan untuk membantu eselon penyerang pada waktu memperkuat medan
dan dilakukan sama seperti pada waktu memperkuat medan dan dilakukan
sama seperti pada waktu memberi bantuan reorganisasi dan konsolidasi.
72. Peleton MO. 81 dalam Pertahanan. MO. 81 memberikan bantuan tembakan
dalam pelaksanakan pertahanan secara terus-menerus, sesuai dengan yang telah ditentukan
dalam rencana tembakan batalyon. Biasanya MO. 81 digunakan dalam hubungan peleton,
agar memudahkan pimpinan dan memperbesar daya tembak.
a. Penggunaan Taktis.
1) Umum. Di dalam pertahanan, Ton MO. 81 harus dapat memberi
bantuan-bantuan tembakan secara terus menerus kepada Batalyon. Macam-
macam tembakan dalam pertahanan adalah :
a) Tembakan jarak jauh.
b) Tembakan jarak dekat.
c) Tembakan penahan serbuan.
d) Tembakan dalam kedudukan.
Sedapat mungkin MOdigunakan dalam hubungan Peleton,
untuk memperbesar daya dan hasil guna tembakan, memudahkan
pimpinan tembakan dan memudahkan pengangkutan munisi. Apabila
karena keadaan medan atau keadaan taktis Ton MO. 81 tidak dapat
digunakan secara utuh, maka Ton MO. 81 dapat dipecah menjadi satuan
tembak Ru atau Cuk.
2) Pos-pos tinjau. Pos-pos tinjau ditempatkan di bagian medan, dari
mana petak Batalyon dapat ditinjau secara terus menerus dengan baik. Antara
pos tinjau MO. 81 dengan pos-pos tinjau Kompi-kompi Senapan di garis depan
85
harus ada koordinasi yang erat untuk memudahkan permintaan-permintaan
tembakan.
3) Bantuan kepada Pos depan. Pada permulaan pelaksanaan, Ton MO.
81 dapat ditugaskan untuk memberi bantuan tembakan kepada pos depan,
yang pelaksanaannya dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
a) Bagian-bagian dari Ton MO. 81 di BP-kan kepada pos depan.
b) MO. 81 memberikan bantuan tembakan dari kedudukan
pengganti yang letaknya jauh dari depan.
c) MO. 81 menembak dari kedudukan-kedudukan biasa, pada jarak
jauh ke sasaran-sasaran pos depan, atau gabungan dari cara-cara
tersebut di atas.
4) Tembakan yang disiapkan. Ini adalah tembakan konsentrasi dan
tembakan barase dari Cuk, Ru atau Ton. Danyon dapat menentukan
tembakan-tembakan barase Peleton dengan ukuran 100 x 300 meter sampai
dengan 600 meter.
b. Memilih kedudukan-kedudukan.
1) Setelah Danton menerima perintah dari Danki ia memberikan perintah-
perintah persiapan, membuat rencana pengintaian, memberikan perintah
kepada para Komandan bawahannya untuk berkumpul di suatu tempat yang
baik dan memberikan perintah kepada Baton untuk membawa peleton pendah
kesuatu tempat, dekat dengan kedudukan MO. 81 yang direncanakan. Pada
waktu mengadakan pengintaian, Danton membawa serta Ba pengukur jarak,
pelayan telepon/radio atau pesuruh. Ia mengintai petak tembakan peleton,
tempat-tempat kedudukan peleton dan tempat-tempat yang didukduki pasukan-
pasukan sendiri. Sebaiknya kedudukan biasanya dipilih dekat dibelakang garis
kedua dan dekat dengan KI-KI PAN, untuk mendapatkan perlindungan secara
tak langsung tetapi harus diperhatikan jangan sampai tembakan-tembakan
pemberantas MO. 81 dari musuh membahayakan SAT KI-KI PAN, kedudukan-
kedudukan MO. 81 harus pula terpisah dengan tempat-tempat instalasi
pemeliharaan dan administrasi.
2) Kedudukan MO. 81 sebaiknya memenuhi syarat sebagai berikut :
a) Dapat menguasai petak tembakan yang diberikan.
b) Terlindung terhadap peninjauan dan tembakan lintas datar
musuh..
c) Dapat menempatkan MO. 81 dengan terpencar.
d) Terdapat perlindungan terhadap peninjauan dan tembakan untuk
pelayan-pelayan.
e) Terdapat jalan-jalan untuk menambah amunisi.
3) Danton memilih kedudukan MO. 81 dan pos-pos tinjau untuk TON.
Kedudukan biasa dan kedudukan cadangan letaknya harus terpisah dengan
jarak paling sedikit 100 meter, sehingga tembakan musuh yang ditunjukan
86
kekedudukan biasa tidak membahayan anggota-anggota yang sudah berada di
kedudukan-kedudukan cadangan, MO. 81 ditempatkan tersebar untuk
mengurangi korban akibat ledakan satu granat musuh. Urut-urutan pekerjaan
ditentukan dalam perintah Danki, kalau perlu disiapkan kedudukan pengganti
dalam daerah pertahanan untuk melaksanakan tugas tambahan. Tembakan-
tembakan untuk melindungi lambung dan punggung daerah pertahanan
Batalyon dapat dilakukan dari kedudukan biasa, cadangan atau pengganti.
Untuk dapat memberikan bantuan tembakan secara terus menerus, Danton
harus mengkoordinir pemindahan pucuk ke kedudukan-kedudukan cadangan.
c. Rencana tembakan.
1) Dalam rencana tembakan TON MO. 81 memuat instruksi tentang
pimpinan tembakan, pemindahan-pemindahan ke kedudukan-kedudukan
cadangan, tembakan barase dan konsentrasi.
2) Oleat atau bagan. Setelah kedudukan senjatan dan sasaran-sasaran
ditentukan, Danton memberikan Oleat atau bagan kepada Danki, dimana
ditunjukan tempat sesungguhnya dari kedudukan- kedudukan biasa, petak
tembakan Peleton, tempat tembakan barase serta tembakan konsentrasi.
Pada oleat itu tergambar pula kedudukan-kedudukan cadangan dan pengganti.
Selanjutnya pada oleat disebutkan nomor lembaran peta bujur sangkar dan
satuan, tanggal, nama dan pangkat Danton (Gambar 11).
d. Perintah Pertahanan.
1) Danton mengeluarkan perintah pertahanan kepada Danru dan biasanya
dilakukan bagian demi bagian. Perintah pertama berisi tempat kedudukan
senjata, cara mengatur pengangkutan munisi dan cara memperkenalkan
medan. Sedapat mungkin perintah-perintah itu diberikan di tempat dimana
Danton dapat menunjukan kedudukan-kedudukan senjata. Perintah mengenai
petak-petak tembakan, tembakan barase dan tembkan konsentrasi diberikan
disuatu tempat dimana medan di depan dapat dilihat/ditinjau.
2) Perintah-perintah pertahanan Danton memuat hal-hal yang berisi :
a) Keterangan-keterangan mengenai musuh dan peta sendiri
b) Tempat BDDT dan pasukan-pasukan pelindung.
c) Tugas-tugas peleton.
d) Tempat-tempat kedudukan biasa, kedudukan-kedudukan
cadangan, pos-pos tinjau, petak-petak tembakan barase, tembakan
konsentrasi, kedudukan pengganti dan tembakan-tembakan yang harus
diberikan dari kedudukan tersebut perintah mengenai pembukaan
tembakan dan tanda untuk penembakan barase, cara memperkuat
medan (diantaranya bermacam-macam kedudukan, perlindungan untuk
anggota-anggota dan urutan-urutan dari pekerjaan.
e) Petunjuk-petunjuk tentang pemakaian munisi dan instruksi
mengenai pengangkutannya.
f) Tempat Poslongyon.
g) Tempat Danton dan POK Koki
h) Perintah-perintah mengenai perhubungan.
87
e. Menyiapkan dan menduduki Kedudukan.
1) Pemindahan. Jika keadaan taktis mengijinkan, kendaraan-kendaraan
yang dipergunakan membongkar muatannya didekat kedudukan-kedudukan
MO. 81 dan apabila hal ini tidak mungkin, maka Danton menentukan ditempat
pembongkaran dan selanjutnya senjata, perlengkapan dan munisi diangkut
dengan tenaga manusia ke kedudukan-kedudukan senjata.
2) Menduduki kedudukan. Danton harus yakin bahwa peninjau-peninjau
sudah berada ditempatnya dan MO. 81 telah siap di kedudukan-kedudukan
sementara untuk memberikan tembakan di dalam petak tembakan yang telah
ditentukan. Harus diusahakan jangan sampai musuh mengetahui tempat-
tempat kedudukan MO. 81 dan pos-pos tinjau yang antara lain dapat dilakukan
dengan mengadakan samaran dan menghindari gerakan-gerakan yang tidak
perlu. Pada waktu-waktu bantuan tembakan belum diperlukan, kedudukan-
kedudukan senjata dapat diduduki oleh anggota pelayan yang sangat
diperlukan saja, sehingga anggota-anggota pelayan lainnya dapat beristirahat
atau membantu pengangkatan munisi.
GAMBAR BAGAN ATAU OLEAT
DARI KOMANDAN PELETON MORTIR
88
TON MO.81 MENEMPATI KEDUDUKAN
DALAM PERTAHANAN BATALYON.
3) Menyusun kedudukan.
a) Danton mengawasi persiapan penyusunan dan perbaikan
kedudukan-kedudukan senjata.
b) Pekerjaan penyamaran dilakukan bersamaan dengan
penyusunan kedudukan.
c) Jika waktu mengijinkan, pos-pos tinjau dan sumur-sumur
tembak perorangan diberi tutup yang dapat memberi perlindungan
terhadap pecahan-pecahan granat.
d) Penebangan-penebangan harus dibatasi sampai secukupnya
saja.
e) Tempat-tempat penimbunan munisi harus dibuat sedekat
mungkin dengan kedudukan tiap-tiap pucuk mortir. Selama tempat-
tempat penimbunan belum selesai dibuat, munisi ditaruh dalam
kelompok-kelompok kecil di dekat kedudukan mortir.
89
f. Perlindungan. Danton bertanggung jawab atas keamanan peletonnya
Meskipun sudah terdapat perlindungan tak langsung dari satuan-satuan/KI KI senapan
yang didekatnya, Ton MO. 81 harus menyelenggarakan perlindungan tempat sendiri.
Para anggota peleton membuat sumur-sumur tembak didekat kedudukan MOuntuk
perlindungan.
g. Pelaksanaan. Guna mengusir/ menghentikan musuh di depan garis
pertahanan digunakan kombinasi tembakan yang dipersiapkan, tembakan- tembakan
yang dipersiapkan dalam pelaksanaan pertahanan adalah :
1) Tembakan jarak jauh. Setelah musuh berada dalam jarak tembak,
MO. 81 menembak sasaran yang telah ditentukan, seperti jalan pendekat yang
terlindung, pasukan-pasukan musuh di belakang pelindungan-perlindungan,
kedudukan senjata dan sebagainya. Tembakan konsentrasi yang dipersiapkan
di depan garis pertahanan, biasanya diberikan atas permintaan. Tembakan
jarak jauh diberikan dengan tujuan :
a) Menghambat gerak maju musuh untuk memaksa mereka
meninggalkan jalan.
b) Memaksa musuh untuk mengembang sebelum waktunya.
c) Memaksa musuh untuk membuka tembakan.
2) Tembakan jarak dekat. Tembakan jarak dekat adalah tembakan yang
diberikan terhadap musuh sebelum serbuan dimulai. Tembakan ini disiapkan
untuk menembaki jalan-jalan pendekat yang kemungkinan besar dilalui musuh
dan bagian-bagian medan darimana musuh dapat mengintai kedudukan
pertahanan kita. Tembakan jarak dekat diberikan dengan tujuan :
a) Menghentikan gerak maju serangan musuh.
b) Mengacaukan susunan serangan musuh.
c) Memberantas senjata bantuan musuh yang membantu serangan.
d) Menghalangi peninjauan musuh.
e) Menimbulkan kerugian- kerugian pada musuh.
f) Mengacaukan pimpinan musuh.
Bila musuh semakin mendekat dan sasaran yang timbul bertambah,
maka tembakan yang diberikan diperbanyak atau ditingkatkan.
3) Tembakan penahan serbuan. Tembakan penahan serbuan
dipersiapkan untuk menghentikan serbuan musuh terhadap kedudukan
pertahanan. MO. 81 dipersiapkan untuk melakukan tembakan barase.
Tembakan Barase adalah merupakan tembakan konsentrasi melintang yang
disiapkan menutup celah-celah yang tidak dapat dikuasai/ ditutup oleh
tembakan penahan serbuan senjata lintas dasar. Tembakan penahan serbuan
ditentukan lamanya waktu menembak dan banyaknya peluru yang ditembakan.
MO. 81 menembak 20 granat/menit selama 2 menit, selanjutnya 10
granat/menit selama 8 menit. Tembakan penahan serbuan diberikan atas
permintaan Dan-Dan Sat senapan yang telah ditentukan oleh Danyon.
90
4) Tembakan dalam kedudukan. Tembakan dalam kedudukan
dipersiapkan untuk membatasi penerobosan musuh ke dalam kedudukan
pertahanan atau menghentikannya dan untuk membantu serangan balas. Jika
musuh berhasil menerobos BDDT, semua tembakan digunakan untuk
membatasi penerobosan, menghalangi datangnya bala bantuan musuh ke
daerah penerobosan tersebut dan untuk menghancurkan musuh di daerah
yang telah mereka rebut. Bila penerobosan musuh dapat dihentikan segera
diadakan serangan balas untuk mengusir mereka keluar garis pertahanan.
73. Peleton MO. 81 dalam OLI. Batalyon Infanteri dalam operasi lawan insurjensi
dihadapkan pada lawan yang memiliki sifat, ciri-ciri dan karakter yang berbeda dengan lawan
yang reguler. Keberadaan lawan tersebar, dapat berada dimana-mana dengan kekuatan
yang fleksibel, dapat diorganisasikan dengan kekuatan kecil-kecil tetapi suatu saat dapat
dikonsolidasikan menjadi kekuatan yang besar. Menghadapi lawan yang demikian maka
pengerahan kekuatan Batalyon Infanteri dapat direorganisasikan menjadi bermacam-macam
bentuk sesuai kebutuhan.
74. Pelingkaran adalah suatu operasi dari kompi lawan insurjensi yang dikerahkan untuk
menghancurkan pasukan insurjensi yang kedudukannya telah diketahui dengan pasti, dan
dilaksanakan secara menyeluruh. Usaha penghancuran dalam hal ini biasanya dilakukan
pada daerah penghancuran yang telah dipersiapkan atau pada suatu daerah tertentu yang
memenuhi syarat guna menghancurkan pasukan insurjensi secara fisik. Pelingkaran dapat
dilakukan oleh satuan Kompi Senapan apabila pasukan insurjensi yang dihadapi relatif kecil
yang dilakukan pada daerah operasi kompi dan merupakan penghancuran setempat.
a. Syarat pelingkaran. Selain syarat-syarat offensif (serangan) untuk dapat lebih
berhasil maka perlu mengikuti syarat yang lain sebagai berikut :
Komando pengendalian harus efektif.
1) Perhubungan harus baik dan cukup jumlahnya.
a) Daerah tanggung jawab harus jelas dan nyata.
b) Adanya kedalaman.
c) Harus cukup pasukan.
2) Macam pelingkaran.
a) Pelingkaran serentak.
b) Pelingkaran dan serang.
c) Serbu dan sekat.
d) Serbu dan hadang.
e) Tembakan dan sergap.
3) Pelingkaran serentak. Pelingkaran serentak adalah pelingkaran yang
dilakukan oleh sebagian besar pasukan pelingkar untuk mengepung insurjensi
pada suatu tempat dan penghancurannya dilakukan dengan dua cara yaitu
menghancurkan musuh yang menembus pasukan pelingkar dan sekaligus
menghancurkan sisanya untuk yang sudah terkepung
91
a) Organisasi.
b) Pelaksanaan.
(1) Pasukan pelingkar kekuatan satu Batalyon dengan dua
SSK mengambil kedudukan dengan melingkari musuh. Kompi
cadangan dapat berkedudukan di belakang Kompi pelingkar untuk
memberikan kedalaman. Khusus di medan tertutup, penempatan
pasukannya hanya pada medan yang dapat dilalui.
(2) Pasukan penutup dengan kekuatan 1 SSK mengambil
kedudukan di tempat yang memudahkan dalam pengerahannya
ke segala arah pada sektor Batalyon.
(3) Pada jam “J” pasukan pelingkar bergerak ke arah titik
pusat lingkaran dengan tujuan mengetatkan cengkeramannya.
Dengan pengetatan cengkeraman tersebut akan dapat memaksa
musuh untuk menuju ke pusat lingkaran, ataupun berpencar dan
lari ke luar pengepungan.
(4) Terhadap musuh yang terpencar menuju ke arah pasukan
pelingkar harus segera diserang dan dihancurkan.
(5) Terhadap insurjensi yang berhasil menerobos pasukan
pelingkar harus di hadapi dengan pasukan cadangan yang berada
di belakang pasukan pelingkar.
(6) Terhadap insurjensi yang masih tetap tinggal di dalam
pengepungan segera di dihancurkan oleh pasukan pelingkar.
(7) Pasukan penutup dapat digunakan juga untuk memburu
musuh yang keluar dari kepungan atau untuk memperkuat
pasukan pelingkar yang relatif lemah.
(8) Kelompok komando Batalyon diperkuat Ton MOsedang
mengambil kedudukan di belakang pasukan pelingkar sedangkan
senjata bantuan lintas datar dapat memperkuat pasukan
pelingkar.
92
(-)
(-) (-)
GER
PSK PSK
PENUTUP PENUTUP
(-)
(-) (-)
PSK KELOMPOK
PENUTUP KOMANDO
4) Pelingkaran dan Serang. Operasi pelingkaran dan serang adalah
bentuk pelingkaran yang titik berat kegiatan penghancuran terhadap musuh
dilakukan oleh pasukan penyerang.
a) Organisasi. (Lihat pada BAB II dalam organisasi taktis pada buku
ini)
b) Pelaksanaan.
(1) Pasukan pelingkar mengambil kedudukan masing-masing
sedemikian rupa sehingga melingkari posisi musuh.
(2) Pasukan penyerang bergerak maju mendekati musuh
untuk memaksa musuh untuk berpencar menuju ke arah pasukan
pelingkar.
(3) Kelompok komando Batalyon diperkuat Ton MOsedang
dapat berkedudukan di belakang pasukan pelingkar untuk
mengendalikan secara langsung kegiatan dari seluruh Kompinya
sedangkan senjata bantuan lintas datar dapat memperkuat
pasukan pelingkar.
(4) Pasukan penyerang yang bergerak secara agresif akan
dapat memecah belah musuh dan akan lebih mudah
menghancurkannya.
(5) Pasukan penutup bertugas untuk mengejar musuh yang
berhasil keluar dari kepungan atau sewaktu-waktu dapat
memperkuat pasukan pelingkar yang relatif lemah.
93
(-)
(-) (-)
GER GER
PSK PSK
PENUTUP PENUTUP
(-)
(-) (-)
PSK KELOMPOK KOMANDO
PENUTUP
5) Serbu dan Sekat. Operasi serbu dan sekat merupakan salah satu
bentuk operasi pelingkaran yang menitik beratkan penghancuran musuh
dengan serbuan oleh pasukan penyerbu dan atau oleh pasukan penyekat yang
sebelumnya telah menunggu pada posisi penyekatan. Operasi ini juga dikenal
sebagai istilah : “ Palu dan landasan”.
a) Organisasi. (Lihat pada BAB II pada organisasi taktis dalam buku
ini)
b) Pelaksanaan.
(1) Batalyon Infanteri dapat memberikan tugas pada satu SSK
sebagai pasukan penyerbu, satu SSK sebagai pasukan penyekat
dan satu SSK sebagai pasukan penutup.
(2) Seluruh pasukan mengambil kedudukan masing-masing.
(3) Pasukan penyerbu menyerang atau menyerbu musuh dan
berusaha untuk memaksa musuh berpencar menuju kearah
pasukan penyekat.
(4) Pasukan penyekat yang telah berada pada posisi
penyekatannya menunggu dan menghancurkan musuh yang
berpencar dan yang sedang menuju ke daerahnya.
(5) Pasukan penutup mempunyai tugas yang sama seperti
pada operasi pelingkaran yang lain.
94
(6) Kelompok Komando Batalyon diperkuat Ton MOsedang
mengambil kedudukan di belakang pasukan penyekat untuk
mengendalikan secara langsung Kompi-Kompinya sedangkan
senjata bantuan lintas datar dapat memperkuat pasukan
penyekat.
(-)
(-) (-)
GER
PSK PSK
PENUTUP PENUTUP
(-)
(-) (-)
PSK KELOMPOK KOMANDO
PENUTUP
6) Tembakan dan sergap.
Operasi pelingkaran dengan menggunakan cara tembak dan sergap dilakukan
dengan meggunakan sarana bantuan tembakan dari udara, altileri ataupun
MOdengan tujuan agar musuh berpencar dan lari menuju pasukan kita dan
akhirnya musuh tersebut kita sergap. Sasaran tembakan kita selain
kedudukan musuh juga jalan pendekat yang di gunakan musuh pada saat
berpencar dan melarikan diri, oleh karenanya tembakan tersebut harus padat,
memang untuk hal ini membutuhkan dukungan munisi yang maksimal pula.
Dalam hal ini Batalyon Infanteri dapat membentuk pasukan penyergap yang
bertugas menghancurkan atau mencegat musuh di sesuatu tempat yang di
tentukan, dan pasukan penutup yang menutup jalan pendekat sekaligus juga
sebagai pasukan penutup yang bertugas untuk mengejar dan menghancurkan
musuh yang berhasil lolos dari tembakan, dan sergapan maupun dari
penghadangan pasukan penutup.
95
26.
BAB VI
PENUTUP
75. Penutup. Demikian Naskah Departemen ini disusun sebagai bahan ajaran untuk
pedoman bagi Tenaga Pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar Taktik
Peleton Kompi Bantuan pada pendidikan Dikcabpaif.
Komandan Pusat Pendidikan Infanteri
Joseph Robert Giri, S.I.P., M.Si.
Kolonel Inf NRP 1900004890668