Tips Memikat Pembaca dengan Pembuka Cerita yang Menarik
Rekan Literasi, pernahkah kamu memutuskan berhenti membaca sebuah cerita pendek
atau novel tepat setelah kalimat pertama? Hal tersebut mungkin saja terjadi
dikarenakan oleh kalimat pembuka cerita yang tidak membuatmu penasaran dengan
kelanjutan ceritanya.
Mungkin sebagian orang menganggap kalimat pembuka novel atau cerpen hanya
sekadar kalimat yang adanya di awal cerita. Lebih dari itu, kalimat dan alinea
pembuka cerita merupakan bagian novel atau cerpen yang sangat penting. Bagian ini
merupakan wajah dari sebuah cerita.
Sama dengan judul, kalimat dan alinea pembuka cerita juga menjadi awal bagi
pembaca dalam menentukan apakah akan terus maju atau malah berhenti membaca
keseluruhan tulisanmu. Saat pembuka cerita dibuat dengan sedemikian menarik, saat
pembaca terpikat dengan kata-kata yang kamu suguhkan pada pembuka cerita, maka
itu akan membuat pembaca penasaran dengan keseluruhan ceritamu sehingga
membuatnya terus membaca ke alinea berikutnya, bahkan hingga akhir cerita.
Sebaliknya, jika kalimat pembuka ceritamu tidak cukup menarik untuk si pembaca,
pembaca takkan meneruskan untuk membaca tulisanmu.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk membuat bagian pembuka ceritamu menjadi
menarik dan memikat. “Aku terbangun dari tidurku” merupakan frasa yang sangat
klasik untuk membuka sebuah cerita, kamu tidak harus memulai ceritamu dari ‘awal’.
Untuk membuka cerita, kamu dapat melakukannya dengan mengajukan pertanyaan
yang jawabannya didapati setelah pembaca menyelesaikan seluruh bagian cerita;
membuka cerita dengan memperkenalkan karakter; menampilkan suatu adegan, misal
perselisihan; memberikan petunjuk ke mana arah tujuan cerita; menciptakan kesan
dramatis; menggunakan prosa yang memikat; memberi pembaca penjelasan dari suatu
keadaan atau tindakan. Bukan lagi "aku terbangun dari tidurku", ini dia tips membuka
sebuah cerita yang menarik.
Membuka cerita dengan perkenalan karakter
Kamu dapat membuka ceritamu dengan memulainya dari memperkenalkan karakter,
khususnya untuk karakter utama. Karena karakter utama merupakan elemen penting
dalam cerita, kamu dapat memperkenalkannya kepada pembaca dan menyusun narasi
semenarik mungkin sehingga membuat pembaca ingin mengenal karakter dalam
ceritamu dengan lebih baik, serta penasaran dengan apa yang sudah dan akan karakter
tersebut lalui dalam ceritamu.
Membuka cerita dengan menciptakan kesan dramatis
Menciptakan kesan yang dramatis bisa menjadi pembuka yang sangat efektif. Kamu
dapat membuka cerita dengan menampilkan sebuah adegan atau tindakan. Kamu juga
dapat melukiskan sebuah tempat atau membangun suasana. Berilah kesan dalam
pembuka cerita bahwa pembaca sedang menyaksikan sesuatu yang menarik sedang
berlangsung. Seperti yang dibahas sebelumnya, “aku terbangun dari tidurku”
merupakan pembuka klasik yang membosankan. Mulailah dengan suatu yang
dramatis, seperti “aku melompat dari jendela kamarku, kuputuskan untuk pergi dari
rumah yang telah membuat jiwaku teraniaya selama bertahun-tahun”.
Membuka cerita dengan menggunakan rangkaian kata yang memikat
Harus selalu diingat jika kata merupakan kekuatan dalam suatu kalimat. Rangkaian
kata, diksi, dan pemilihan kata yang tepat oleh penulis dapat menjadi daya tarik
tersendiri. Kata dapat memikat pembaca maka pilihlah rangkailah kata dalam tulisan
dengan baik. Apalagi jika penulis memiliki gaya penulisan dan tata bahasa yang unik,
serta ia bisa menunjukkan bagaimana gaya penulisannya.
Membuka cerita dengan memberikan petunjuk ke mana arah cerita
Betul adanya bahwa penulis harus membuat pembaca penasaran. Namun, jika kalimat
pembuka tidak memberikan petunjuk apa pun mengenai apa yang akan diceritakan,
apakah pembaca akan terus membaca?
Dalam suatu pembuka cerita penulis harus bisa membuat pembaca penasaran dengan
cerita. Dalam waktu yang sama, penulis juga harus memberi pembaca gambaran
tentang kemungkinan apa yang akan terjadi pada kelanjutan cerita. Bangunlah
suasana yang membuat pembaca penasaran dan membayangkan gambaran tentang
apa yang mereka harapkan dari sisa kelanjutan cerita tersebut.
Membuka cerita dengan dialog yang menarik
Kadang ketika berada di tempat ramai, ada saja perkataan seseorang yang menarik
perhatian kita dan secara tak sadar malah jadi memperhatikan orang tersebut. Tak jauh
berbeda, membuka cerita dengan dialog berarti kamu harus menarik perhatian
pembaca dengan menyuguhkan dialog yang kuat, dalam, dan bermakna pada
pembuka cerita. Jangan lupa untuk memberikan narasi penyerta yang menjelaskan
informasi mengenai apa, siapa, keadaan, dan konteks saat dialog tersebut diucapkan.
Penulis: Asri Wulandari