0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan8 halaman

Penerapan Senyawa dan Campuran dalam Kehidupan

Artikel ini membahas tentang perbedaan antara senyawa dan campuran serta penerapannya dalam kehidupan. Senyawa terbentuk melalui reaksi kimia dan sifatnya berbeda dengan unsur pembentuknya, sedangkan campuran terbentuk secara fisik tanpa reaksi kimia dan sifatnya sesuai dengan unsur pembentuknya. Artikel ini menganalisis perbedaan antara senyawa dan campuran berdasarkan proses pembentukan,

Diunggah oleh

Nabila Putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan8 halaman

Penerapan Senyawa dan Campuran dalam Kehidupan

Artikel ini membahas tentang perbedaan antara senyawa dan campuran serta penerapannya dalam kehidupan. Senyawa terbentuk melalui reaksi kimia dan sifatnya berbeda dengan unsur pembentuknya, sedangkan campuran terbentuk secara fisik tanpa reaksi kimia dan sifatnya sesuai dengan unsur pembentuknya. Artikel ini menganalisis perbedaan antara senyawa dan campuran berdasarkan proses pembentukan,

Diunggah oleh

Nabila Putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/364357811

PENERAPAN SENYAWA DAN CAMPURAN DALAM KEHIDUPAN

Article · October 2022

CITATIONS READS

0 2,054

2 authors, including:

Safar Uddin
PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk. Indonesia
227 PUBLICATIONS 19 CITATIONS

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Kotamo View project

BROGAN View project

All content following this page was uploaded by Safar Uddin on 19 October 2022.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


PENERAPAN SENYAWA DAN CAMPURAN DALAM KEHIDUPAN
Muhammad Redo Ardian1, Safaruddin2
1 Universitas Baturaja : muhammadredoardian@gmail.com
2 SMBR Learning Academy : safaruddintohir@gmail.com
IDENTITAS NASKAH ABSTRAK
Volume : 1 Artikel ini membahas tentang senyawa dan campuran,
Nomor :1 pembahasan tersebut ditujukan untuk mengetahui
Halaman : 1-7 sejauhmana peran senyawa dan campuran dalam kehidupan
e-ICSN : 2210-1611 sehari-hari serta dampaknya bagi lingkungan kehidupan,
hasil penelitian ini diharapkan mampu memberi kontribusi
bagi dasar pengambilan keputusan yang berkaitan dengan
pemanfaatan serta eksploitasi senyawa dan campuran bagi
peningkatan kualitas kehidupan manusia dan seluruh
semesta. Analisis dalam artikel ini dipakai analisis kualitatif
dengan pendekatan fenomenologi, dengan dukungan data
primer berupa beragam informasi aktual dan data sekunder
TANGGAL berupa rujukan dari manuskrip-manuskrip dilengkapi
Dikirim : 10 Oktober 2022 dengan berbagai literature ilmiah lainnya yang relefan dengan
Revisi : 13 Oktober 2022 pokok bahasan. Artikel ini sampai kepada kesimpulan
Diterima : 15 Oktober 2022 berupa; terdapat ikatan kimia atau reaksi kimia pada setiap
Terbit : 19 Oktober 2022 unsur, sementara dalam campuran tidak ada proses reaksi
kimia atau ikatan kimia antara setiap unsurnya; Unsur dari
senyawa akan tetap berjumlah sesuai asalnya, sedangkan
unsur dari campuran akan disesuaikan dengan jumlah setiap
variabelnya; Partikel pada senyawa tidak akan dapat
mempertahankan setiap sifat aslinya, akan tetapi pada
KATA KUNCI partikel dari campuran dapat mempertahankan setiap sifat
Senyawa, Campuran, aslinya; Komponen senyawa akan membutuhkan input
Kehidupan. energi yang sangat besar pada saat melakukan pemisahan,
sedangkan pada komponen campuran hanya membutuhkan
energi yang relatif kecil karena dapat dengan mudah untuk
dilakukan pemisahan; Senyawa dapat terbentuk merupakan
hasil dari proses reaksi kimia, sedangkan campuran dapat
terbentuk merupakan hasil dari cara yang mekanis dan tidak
terlalu sulit.
SITASI
Ardian MR, Safaruddin (2022) Penerapan Senyawa Dan Campuran Dalam Kehidupan. Jurnal
Lintas Ilmu-JLI. Vol.1(1) Halaman 1-7

1
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari pasti Anda sering mendengar istilah senyawa dan
campuran. Kebanyakan orang mengira bahwa senyawa dan campuran itu sama. Tetapi, ternyata
dua materi tersebut merupakan sesuatu yang berbeda. Senyawa dan campuran sebenarnya
termasuk dalam tiga golongan materi, yaitu unsur, senyawa, dan campuran. Namun, dalam artikel
ini Kita hanya akan membahas senyawa dan campuran, hal itu dikarenakan keduanya
merupakan gabungan dari materi unsur. Materi sendiri dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang
mengisi hingga menempati ruang dan juga mempunyai sebuah massa. Hal itu menjadikan semua
yang berada di alam semesta ini termasuk ke dalam golongan materi. Materi sangat mudah Kita
temukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu seperti buku, meja, kursi, lemari, bantal hingga
badan Kita sendiri ini adalah sebuah materi. Banyaknya jenis materi yang menyusun alam
semesta, hal itu menjadikan materi diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu zat murni atau biasa
disebut zat tunggal dan campuran. Zat murni atau zat tunggal sendiri dapat digolongkan lagi
menjadi dua jenis, yaitu unsur dan senyawa. Sementara, campuran dapat dibedakan lagi menjadi
dua jenis, yaitu larutan atau campuran yang homogen dan campuran kasar atau campuran
heterogen.

KAJIAN LITERATUR
Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua jenis atau lebih zat yang
lebih sederhana dengan cara kimia. Senyawa terdiri atas dua buah unsur atau lebih dan masih
dapat diuraikan menjadi unsur-unsurnya. Senyawa terbentuk melalui proses pencampuran zat
secara kimia, pembakaran atau penguraian (dekomposisi) secara termal atau elektrik.
Contoh senyawa adalah air, gula, garam, asam cuka, dan lain-lain. Air memiliki rumus H2O. Air
dapat diuraikan menjadi unsur Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2). Sifat suatu senyawa akan
berbeda dengan unsur-unsur atau komponen-komponen penyusunnya. Contoh sifat air berbeda
dengan sifat unsur-unsur pembentuknya yaitu Hidrogen dan Oksigen. Air bisa memadamkan
api. Hidrogen adalah zat yang mudah terbakar. Oksigen justru dibutuhkan untuk pembakaran.
Dengan demikian, karakteristik senyawa atau ciri-ciri senyawa adalah: Terbentuk melalui reaksi
kimia; Perbandingan komponen yang menyusun senyawa selalu tertentu dan tetap; Komponen-
komponen senyawa kehilangan sifat-sifatnya semula; Tidak dapat dipisahkan menjadi
komponen-komponennya dengan cara-cara fisika tetapi harus melalui reaksi kimia.
Campuran adalah suatu materi yang terdiri dari dua zat atau lebih dan masih
mempunyai sifat zat asalnya. Contoh campuran adalah antara lain air sungai, batuan, udara,
paduan logam, susu cokelat, teh manis, kopi, dan lain-lain. Campuran ada dua jenis yaitu
campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang tidak
dapat dibedakan zat-zat yang tercampur di dalamnya. Campuran heterogen adalah campuran
yang unsur-unsur penyusunnya tidak memiliki komposisi sama atau tidak serba sama. Baca juga:
Zat Campuran dan Macamnya Contoh campuran homogen adalah larutan. Contoh campuran
heterogen adalah campuran pasir dan air atau campuran minyak dan air. Karakteristik campuran
atau ciri-ciri campuran yang membedakan dari senyawa adalah: Terbentuk tanpa reaksi kimia;
Perbandingan komponen yang menyusun campuran tidak tertentu dan dapat sembarangan;
Komponen-komponen campuran tetap memiliki sifat masing-masing; Dapat dipisahkan menjadi
komponen-komponennya melalui cara fisik
KEADAAN SENYAWA CAMPURAN
Penyusun Disususn oleh dua atau lebih Disusun oleh beberapa unsur
unsur atau beberapa senyawa
Sifatnya Sifat senyawa berbeda dengan Sifat campuran sesuai dengan
unsur-unsur penyusun senyawa sifat unsur-unsur penyusun
tetap dan tertentu campuran masing-masing

2
Proses pembentukan Terbentuk melalui reaksi kimia Terbentuk melalui perubahan
fisika bukan melalui reaksi
kimia
Perbandinagan massa Perbandingan massa unsur- Perbandingan massa zat
unsur penyusun senyawa tetap penyusun campuran tidak
dan tertentu tertentu
Cara pemisahan Melalui proses kimia unsur- Melalui proses fisika unsur
unsur penyusun senyawa dapat penyusun campuran dapat
dipisahkan dipisahkan.
Senyawa terbentuk adalah melalui proses pencampuran zat secara kimia,
pembakaran atau penguraian (dekomposisi) secara termal atau elektrik. Atau dalam kata lain
terjadinya reaksi kimia . Senyawa juga terbagi menjadi 2 yaitu senyawa organic dan an organic.
NO RUMUS KIMIA KATEGORI SENYAWA NAMA SENYAWA
1 C6H12O6 Organic Glukosa
2 MgCl2 Anorganik Magnesium diklorida
3 CO(NH2)2 Organic Urea
4 Al2O3 Anorganik Dialuminium triklorida
5 NH3 Organic Amoniak
Campuran terbentuk yaitu dengan mencampurkan satu zat dengan dua zat atau
lebih dengan tidak menghilangkan sifat asal zat pertamanya dalam proses pencampuran.
Campuran juga terbagi menjadi 2 yaitu campuran homegen dan heterogen. .

METODOLOGI
Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Yang tujuannya
adalah untuk mempermudah dalam membedakan penggunaan metode kualitatif dengan
penggunaan metode kuantitatif. Karena metode kuantitatif bergantung pada penggunaan
perhitungan dan prosedur analisis statistika. Sementara itu, metode kualitatif lebih menekankan
pada pengamatan fenomena dan lebih meneliti ke subtansi makna dari fenomena tersebut.
Analisis dan ketajaman penelitian kualitatif sangat terpengaruh pada kekuatan kata dan kalimat
yang digunakan. Oleh karena itu fokus dari penelitian kualitatif adalah pada prosesnya dan
pemaknaan hasilnya. Perhatian penelitian kualitatif lebih tertuju pada elemen manusia, objek,
dan institusi, serta hubungan atau interaksi di antara elemen-elemen tersebut, dalam upaya
memahami suatu peristiwa, perilaku, atau fenomena.

3
PEMBAHASAN
Senyawa. Pada dasarnya adalah sebuah zat tunggal yang terdiri dari dua zat atau lebih
akibat dari reaksi kimia. Zat dalam senyawa sendiri masih sangat bisa diuraikan apabila ada reaksi
kimia, sehingga zat tersebut berubah menjadi bentuk yang lebih sederhana. Oleh karena itu,
senyawa dapat didefinisikan sebagai zat baru yang terbentuk dari gabungan berbagai macam
unsur melalui reaksi kimia yang kemudian bereaksi satu dengan yang lain.
Reaksi kimia pada senyawa dapat Kita lihat dengan memperhatikan contoh berikut ini:

Jika suatu gula diletakkan pada sebuah sendok untuk kemudian dibakar di atas api,
maka hal yang terjadi adalah perubahan pada gula yang menjadi warna hitam dan memiliki rasa
yang pahit. Sifat gula setelah dibakar sangat berbeda dengan gula dalam bentuknya aslinya yang
berwarna putih dan rasa yang manis. Dalam contoh tersebut, gula diketahui adalah senyawa,
sedangkan gula memiliki warna hitam dan rasa pahit karena proses pembakaran merupakan
unsur karbon. Hal itu terjadi karena gula memiliki susunan kimia yaitu oksigen, hidrogen, hingga
karbon (C12H22O11).
Contoh tersebut membuktikan bahwa senyawa merupakan zat murni yang terbentuk
dari dua unsur atau lebih melalui sebuah reaksi kimia. Senyawa juga dapat diuraikan lagi menjadi
seperti unsur-unsur pembentuknya. Di sisi lain, banyak sifat unsur berbeda dengan sifat-sifat dari
senyawa. Sebagai contoh, air atau H20 adalah hasil dari penggabungan antara hidrogen dan
oksigen yang berupa gas, namun oksigen sendiri memiliki sifat yang dapat membantu
pembakaran sehingga sangat mudah terbakar. Tetapi, air merupakan zat yang dapat melakukan
peredaman pada saat kebakaran. Air dapat dipisahkan menjadi unsur hidrogen dan oksigen
dengan melalui cara elektrolisis.
Contoh Senyawa dan Manfaatnya:
• Natrium klorida dengan rumus kimia NaCl dapat bermanfaat untuk garam dapur
• Natrium hidroksida dengan rumus kimia NaOH dapat bermanfaat untuk pengering.
• Sukrosa dengan rumus kimia C12H22O11 dapat bermanfaat untuk pemanis.
• Asam sulfat dengan rumus kimia H2SO4 dapat bermanfaat untuk pemanis.
• Urea dengan rumus kimia CO(NH2)2 dapat bermanfaat untuk pupuk.
• Asam klorida dengan rumus kimia HCl dapat bermanfaat untuk pembersih lantai.
• Magnesium Hidroksida dengan rumus kimia Mg(OH)2 dapat bermanfaat untuk obat penawar
asam.
• Aspirin dengan rumus kimia C9H8O4 dapat bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit.
• Soda kue dengan rumus kimia NaHCO3 dapat bermanfaat untuk membuat roti.
• Karbon dioksida dengan rumus kimia CO2 dapat bermanfaat untuk menyegarkan minuman.
• Kalsium karbonat dengan rumus kimia CaCO3 dapat bermanfaat untuk bahan bangunan
• Asam Askorbat dengan rumus kimia C6H8O6 dapat bermanfaat untuk vitamin C

4
• Amonia dengan rumus kimia NH3 dapat bermanfaat untuk pendingin
• Asam asetat dengan rumus kimia CH3CaOH dapat bermanfaat untuk cuka makanan
• Air dengan rumus kimia H2O dapat bermanfaat untuk minuman
Senyawa Organik merupakan sebuah senyawa atau zat tunggal yang rangkaian utamanya
adalah unsur karbon. Senyawa organik sebetulnya adalah zat yang menjadikan makhluk hidup
atau organisme sebagai sumber untuk terbentuk bersama dengan berbagai unsur tertentu.
Senyawa organik tidak akan memperlihatkan kembali sifat-sifat asalnya yang adalah unsur-unsur
dari dalam sebuah proses penyusunannya. Beberapa contoh senyawa organic sebagai berikut ;
Garam atau Nacl; Gula pasir atau CH12H22O11; Urea atau CO(NH2)2.
Senyawa anorganik merupakan sebuah senyawa atau zat tunggal yang rangkaian
utamanya bukan terdiri atas suatu atom tertentu. Senyawa anorganik bisa ditemukan di alam
bebas. Hal itu dikarenakan senyawa anorganik tidak membentuk suatu ikatan molekul kompleks
yang dapat memungkinkan adanya karbon. Beberapa contoh senyawa an-organic sebagai
berikut; Asam nitrat atau NHO3; Aluminum hidroksida atau Al(OH)3; Karbon dioksida atau CO2
Campuran
Semua makhluk hidup yang bernafas di planet Bumi pasti melakukan aktivitas
menghirup udara dan mengeluarkan karbon dioksida atau CO2. Dalam susunan udara yang
setiap hari menghidupi seluruh makhluk hidup ini merupakan campuran dari gas seperti
hidrogen, oksigen, nitrogen, karbondioksida, dan lain sebagainya. Sama halnya dengan minuman
yang memiliki wadah kaleng atau biasa disebut orang dengan soft drink, anak timbangan atau
kuningan, hingga adonan untuk bahan bangunan atau bahkan adonan untuk kue. Berbagai zat
tersebut dapat dimasukkan ke dalam bentuk dari campuran. Campuran sendiri memiliki
pengertian sebagai sebuah proses penggabungan suatu bentuk yang terdiri dari dua jenis zat atau
lebih. Dengan ciri-ciri zat yang melakukan penggabungan tersebut masih memiliki sifat aslinya
dikarenakan tidak ada reaksi kimia yang terjadi.
Campuran memiliki dua jenis penggabungan, yaitu campuran homogen dengan
campuran heterogen. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kedua penggabungan tersebut:
• Campuran homogen atau larutan dapat dikatakan sebagai proses penggabungan antara dua
jenis zat atau lebih yang sudah tidak bisa dilihat perbedaannya. Zat-zat yang sudah melakukan
penggabungan akan berubah menjadi satu jenis larutan bersama di dalamnya atau dapat
dikatakan sudah tidak ada bidang batas. Untuk lebih memahami tentang penggabungan zat
pada campuran homogen dapat dilihat dari penjelasan berikut ini:

Apabila sebuah sendok garam dicampurkan dengan sebuah air di dalam gelas, maka dapat
menjadikan air yang ada dalam gelas tersebut menjadi berasa asin. Partikel garam sudah tidak
terlihat oleh mata bahkan dengan mikroskop sekalipun, namun, partikel garam sebetulnya
masih ada di dalam air tersebut. Sebagai catatan, campuran homogen atau larutan tidak selalu
memiliki wujud yang cair, tetapi ada juga yang memiliki bentuk seperti gas atau padat seperti
logam. Beberapa contoh campuran homogen, yaitu: Alkohol; Asam Cuka atau CH3CaOH;
Asam Sulfat atau Air Aki atau H2SO4; Air; Parfum
• Campuran heterogen adalah proses penggabungan antara satu zat tunggal atau lebih, yang

5
mana setiap sifat zat tunggal tersebut masih dapat terlihat dalam sebuah campuran. Berbeda
dengan campuran homogen, campuran heterogen tidak akan bisa menyatukan unsur-unsur
atau zat-zat tersebut. Untuk lebih memahami tentang penggabungan zat pada campuran
homogen dapat dilihat dari penjelasan berikut ini:

Jika sebuah sendok diisi dengan kopi untuk kemudian dilarutkan ke dalam segelas air, maka
jika dilakukan perendaman selama beberapa saat akan menjadikan bubuk kopi yang
dimasukkan ke dalam gelas akan mengendap di bagian atas sehingga memiliki warna yang
berbeda dengan yang ada di bagian dasar. Beberapa contoh campuran heterogen, yaitu:.
Minyak yang dicampur air; Kapur yang dicampur air; Pasir yang dicampur air; Terigu yang
dicampur air.

Nama campuran Zat penyusun fungsi


Air kopi Air dan kopi Minuman
Air gula Air dan gula Minuman
Sirup Air, gula, dan pewarna Minuman
udara O2, CO2, N2 H2O Pernafasan
Perunggu Tembaga, seng dan timah Medali
Kuningan Tembaga dan zeng Ornament
Stainless steel Besi, krom dan nikel Peralatan makan
Emas putih Emas, perak, dan tembaga Perhiasan
Tenol Timah, dan timbal Perekat kabel untuk solder

6
KESIMPULAN
Dalam senyawa, ada ikatan kimia atau reaksi kimia pada setiap unsur, sementara dalam
campuran, tidak ada proses reaksi kimia atau ikatan kimia antara setiap unsurnya. Unsur dari
senyawa akan tetap berjumlah sesuai asalnya, sedangkan unsur dari campuran akan disesuaikan
dengan jumlah setiap variabelnya. Partikel pada senyawa tidak akan dapat mempertahankan
setiap sifat aslinya, akan tetapi pada partikel dari campuran dapat mempertahankan setiap sifat
aslinya. Komponen senyawa akan membutuhkan input energi yang sangat besar pada saat
melakukan pemisahan, sedangkan pada komponen campuran hanya membutuhkan energi yang
relatif kecil karena dapat dengan mudah untuk dilakukan pemisahan. Senyawa dapat terbentuk
merupakan hasil dari proses reaksi kimia, sedangkan campuran dapat terbentuk merupakan
hasil dari cara yang mekanis dan tidak terlalu sulit.

REFERENSI
Arya Rezagama (2013) Studi Ozonisasi Senyawa Organik Air Lindi Tempat Pemrosesan Akhir
Sarimukti. Jurnal Teknik. Vol. 34(2) Hal. 82-87.
Notodarmodjo S, Astuti A, Juliah A (2004) Kajian Unit Pengolahan Menggunakan Media
Berbutir dengan Parameter Kekeruhan, TSS, Senyawa Organik dan pH. PROC. ITB
Sains & Tek. Vol. 36A. Hal.97-115
Siboro ES, Surya E, Herlina N (2013): Pembuatan Pupuk Cair Dan Biogas Dari Campuran
Limbah Sayuran. Jurnal Teknik Kimia USU. Vol.2(3) Hal.40-43
Aninindya I.A, Enawaty E, Sartika R.P, Masriani, Rasmawan R, (2022) Pengembangan Modul Berbasis
Pendekatan Saintifik Pada Materi Unsur, Senyawa, dan Campuran. Jurnal Ilmiah Pendidikan
Citra Bakti, 9(1), Hal.190-204.

View publication stats

Anda mungkin juga menyukai