Pedoman Pelayanan Laboratorium RS Aisyiyah
Pedoman Pelayanan Laboratorium RS Aisyiyah
KETENTUAN UMUM
PASAL 1
BAB II
STANDART KETENAGAAN
Pasal 2
1) Kriteria pimpinan laboratorium Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang adalah seorang dokter
spesialis patologi klinik yang kompeten dan berwenang serta memiliki tanggung jawab yang
tinggi dalam mengelola pelayanan laboratorium termasuk pemeriksaan di tempat tidur
pasien ( POCT / Point Of Care Testing ) .
2) Staf laboratorium yang dapat melakukan pemeriksaan laboratorium harus berkompeten dan
memiliki kewenangan.
Pasal 3
Point Of Care Testing ( POCT )
1) Pelayanan POCT dapat dilakukan terhadap semua pasien di unit rawat inap dan unit
gawat darurat sesuai permintaan dokter yang merawat.
2) Pelayanan POCT yang dapat dilakukan hanya pemeriksaan gula darah dengan alat
glucometer.
3) Staff yang dapat melakukan POCT adalah Analis yang berkompeten dan berwenang
Pasal 4
Staff yang berkompeten dan berwenang
1) Staff yang berkompeten dan berwenang adalah :
a) Dokter spesialis patologi klinik yang memiliki SIP yang masih berlaku dan telah
terkredensial.
b) Ahli Tehnologi Laboratorium Kesehatan yang memiliki STR dan SIP yang masih
berlaku dan telah terkredensial.
c) Perawat yang memiliki SIPP dan telah terkredensial
BAB III
PELAYANAN LABORATORIUM
Pasal 5
1) Pelayanan laboratorium pasien rawat inap dilayani setiap hari termasuk hari Minggu / libur
selama 24 jam.
2) Pelayanan laboratorium pasien rawat jalan dan pemeriksaan laboratorium rujukan
( poliklinik ) dilayani setiap hari termasuk hari Minggu / libur selama 24 jam.
Pasal 6
Alur Pelayanan
1) Alur pelayanan pemeriksaan laboratorium pada pasien rawat jalan dimulai dari pasien
datang ke laboratorium sampai hasil pemeriksaan laboratorium di serahkan kepada pasien
untuk dikonsultasikan pada dokter perujuk.
2) Alur pelayanan pemeriksaan laboratorium pada pasien rawat inap di mulai dari dokter DPJP
yang meminta pemeriksaan laboratorium sampai hasil laboratorium dikeluarkan dan di
serahkan kepada perawat untuk dikonsultasikan lagi ke dokter DPJP.
Pasal 7
Spesimen
1) Spesimen adalah bahan yang digunakan dalam pemeriksan laboratorium.
2) Hasil pemeriksaan laboratorium yang akurat dalam pengambilan, pengumpulan, identifikasi,
penyimpanan, pegawetan, pengiriman dan pengerjaan harus di lakukan secara benar dan
tepat.
3) Telusur spesimen ( tracking specimen ) adalah mengulang kembali pemeriksaan dengan
specimen yang sama bila ada keluhan tidak ada hasil dari suatu specimen yang telah dikirim
atau bila ada permintaan pengulangan.
Pasal 8
Nilai Rujukan
1) Nilai rujukan laboratorium adalah rentang nilai yang ditetapkan setiap jenis pemeriksaan
laboratorium.
2) Nilai rujukan ditetapkan oleh dokter patologi klinik penanggung jawab laboratorium.
3) Nilai rujukan dievaluasi dan direvisi apabila metode pemeriksaan berubah.
Pasal 9
Waktu Penyelesaian Pelayanan
1) Waktu penyelesaian pelayanan laboratorium Rawat Jalan dimulai dari pasien diambil
sampelnya sampai hasil pemeriksaan laboratorium di serahkan ke pasien.
2) Waktu penyelesaian pelayanan laboratorium Rawat Inap dimulai dari sampel pasien
diberikan ke laboratorium sampai keluar hasil pemeriksaan laboratorium.
3) Waktu penyelesaian hasil pemeriksaan cito antara lain dari unit darurat, kamar operasi, unit
intensif akan diberi perhatian khusus terkait kecepatan asuhan.
4) Waktu penyelesaian pemeriksaan sampel yang di kirim ke lab rujukan mengikuti ketentuan
dari lab rujukan tersebut.
Pasal 10
Laboratorium Rujukan
1) Laboratorium Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang bekerjasama dengan laboratorium luar
( laboratorium rujukan ) untuk merujuk specimen pasien yang tidak bisa di kerjakan di
laboratorium karena keterbatasan alat atau reagen.
2) Laboratorium rujukan harus mempunyai kriteria :
a. memiliki surat ijin dari pihak berwenang yang menerbitkan ijin;
b. memiliki sertifikat akreditasi dari program akreditasi laboratorium yang di akui;
c. mempunyai bukti dokumen bahwa laboratorium rujukan ikut serta program kendali mutu
BAB IV
STANDART FASILITAS
Pasal 11
1) Laboratorium Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang terletak di lantai 1 gedung Rumah
Sakit Umum Aisyiyah Padang.
Ruang pelayanan laboratorium terdiri dari ruang sampling, ruang pemeriksaan, ruang
administrasi, ruang mikrobiologi
2) Fasilitas penunjang untuk pelayanan laboratorium antara lain WC petugas, dan spolhoock.
Pasal 10
Peralatan Laboratorium
1) Laboratorium dilengkapi dengan peralatan yang dapat digunakan untuk pemeriksaan
laboratorium.
2) Laboratorium bekerjasama dengan vendor KSO laboratorium untuk kelengkapan alat di
laboratorium.
3) Untuk mendapatkan hasil laboratorium yang valid maka alat di laboratorium harus di kelola
dengan baik dan benar.
4) Pengelolaan peralatan meliputi uji fungsi alat, inspeksi berkala, pemeliharaan berkala,
kaliberasi berkala, monitoring dan tindakan terhadap kegagalan fungsi alat.
5) Identifikasi dan inventarisasi peralatan laboratorium dilakukan sebulan sekali
6) Apabila ada alat yang rusak dan diganti atau alat yang telah berakhir masa KSO nya maka
ada bukti penarikan alat ( recall ).
BAB V
REAGENSIA
Pasal 11
1) Reagensia essensial adalah bahan pereaksi yang digunakan untuk menganalisa suatu
pemeriksaan.
2) Reagensia essensial dilaboratorium harus tersedia secara teratur dan di evaluasi akurasi dan
presisi hasilnya dengan dilakukan kalibrasi dan kontrol setiap akan dipakai.
3) Reagensia essensial disimpan dan diberi label sesuai insert kit masing masing reagen.
4) Setiap reagensia di catat tanggal kadaluarsanya.
BAB VI
MANAGEMEN RESIKO
Pasal 12
1) Rumah Sakit menyusun program managemen resiko dilaboratorium dilaksanakan,
dievaluasi dan dokumentasikan.
2) Rumah Sakit menyusun program manajemen resiko fasilitas dan program pencegahan dan
pengendalian infeksi.
Pasal 13
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) laboratorium Rumah Sakit Umum Aisyiyah
Padang adalah upaya pencegahan untuk megurangi resiko infeksi akibat paparan bahan –
bahan dan limbah biologis berbahaya.
2) Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) adalah suatu kegiatan yang meliputi
pelatihan kepada petugas laboratorium tentang :
a) pengendalian paparan aerosol;
b) pemakaian APD;
c) pengelolaan dan pembuangan bahan infeksius;
d) prosedur pengumpulan, transport, penanganan specimen secara aman;
e) pelatihan tentang tindakan, cara penularan dan pencegahan penyakit yang di tularkan
melalui komponen darah;
f) prosedur untuk mencegah terpapar penyakit infeksi.
Pasal 14
Keselamatan Pasien
Keselamatan pasien adalah upaya untuk mencegah terjadinya cidera yang disebabkan oleh
kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya
diambil yang berkaitan dengan terapi terhadap pasien
Pasal 15
Nilai Kritis
1) Nilai kritis adalah hasil laboratorium yang secara signifikan diluar batas normal dapat
memberi indikasi resiko tinggi atau kondisi yang mengancam kehidupan pasien.
2) Nilai kritis di laporkan oleh petugas laboratorium ke dokter DPJP atau perawat yang
mengampu pasien tersebut sesegera mungkin setelah hasil pemeriksaan laboratorium
dikonsulkan ke dokter Spesialis Patologi Klinik.
BAB VII
PENGENDALIAN MUTU
Pasal 16
Pengendalian mutu laboratorium Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang dilakukan untuk
mewujudkan layanan prima dan berkualitas.
Pasal 17
Pemantapan Mutu Internal
1) Pemantapan Mutu Internal ( PMI ) adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang
dilaksanakan oleh setiap laboratorium secara terus-menerus agar diperoleh hasil
pemeriksaan yang tepat.
2) Kegiatan pemantapan mutu internal meliputi :
a) persiapan pasien;
b) pengambilan dan penanganan specimen;
c) kalibrasi peralatan;
d) uji kualitas reagen;
e) uji ketelitian dan ketepatan, pencatatan dan pelaporan hasil.
Pasal 18
Pemantapan Mutu Eksternal
Pemantapan Mutu Eksternal ( PME ) adalah kegiatan pemantapan mutu yang diselenggaralan
secara periodik oleh pihak lain di luar laboratorium yang bersangkutan untuk memantau dan
menilai penampilan suatu laboratorium di bidang pemeriksaan tertentu.
BAB VIII
PENUTUP
Pasal 19
Dokumen pedoman pelayanan laboratorium terlampir dalam lampiran Peraturan Direktur ini
dan digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelayanan laboratorium Rumah Sakit
Umum Aisyiyah padang.
Pasal 20
Peraturan Direktur Utama ini berlaku sejak tanggal di tetapkan.
DITETAPKAN DI : PADANG
PADA TANGGAL : 22 Agustus 2022
Direktur,
D. BATASAN OPERASIONAL
Pedoman pelayanan laboratorium adalah suatu pedoman yang digunakan di laboratorium
sebagai acuan pelayanan laboratorium, agar dicapai suatu pelayanan yang aman untuk
pasien, dikerjakan oleh sumber daya manusia yang berkualitas, menggunakan alat yang
selalu terkalibrasi dan terpelihara secara rutin dan benar, reagen yang memenuhi standar
baik kualitas maupun penyimpanannya serta menciptakan lingkungan yang aman bagi
petugasnya.
Pelayanan Laboratorium Rujukan Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang.
Laboratorium melakukan pelayanan laboratorium sesuai dengan kemampuan dan yang
telah ditentukan. Pemeriksaan laboratorium yang tidak bisa dikerjakan Rumah Sakit Umum
Aisyiyah Padang dirujuk ke laboratorium yang lebih mampu.
1. Syarat laboratorium rujukan :
a. memiliki surat ijin dari pihak berwenang yang menerbitkan ijin
b. memiliki sertifikat akreditasi dari program akreditasi laboratorium yang di akui
c. mempunyai bukti dokumen bahwa laboratorium rujukan ikut serta program
kendali mutu
d. Laboratorium dapat menghubungi ahli diagnostik terkait untuk
mengkonsultasikan hasil laboratorium rujukan.
2. Pemeriksaan rujukan antara lain :
a. UPTD Laboratorium Kesehatan
Pemeriksaan yang mencangkup : hematologi rutin, kimia Klinik, mikrobiologi,
imunologi dan serologi.
b. Laboratorium RSI. Ibnu sina Padang
Pemeriksaan yang mencangkup : hemataologi rutin,kimia Klinik, mikrobiologi,
imunologi dan serologi, patologi anatomi
c. Laboratorium Klinik Prodia
Pemeriksaan yang mencangkup semua pemeriksaan patologi anatomi :
histopatologi, sitopatologi, histokimia, imunopatologi dan serologi, dan patologi
molekuler.
3. Standar Waktu Pelayanan Laboratorium Rujukan
Waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium rujukan minimal 1 hari dan
menyesuaikan waktu tunggu hasil laboratorium rujukan.
4. Alur Pelayanan Laboratorium Rujukan
Hasil
Pemeriksaan Laboratorium Aisyiyah
BAB II
STANDAR KETENAGAAN
B. KEBUTUHAN TENAGA
Berdasarkan hasil perhitungan Pola Ketenagaan dengan metode Workload Indicator
Staffing Need ( WISN ) didapatkan 5 orang pelaksana laboratorium dan 1 kepala instalasi
laboratorium.
C. DISTRIBUSI
KETENAGAAN
Instalasi Laboratorium
Petugas yang berdinas berjumlah 5 pelaksana analis dan1 kepala instalasi laboratorium
a. Dinas pagi
Petugas yang berdinas berjumlah 2 orang dengan :
1) 1 (satu) orang kepala Instalasi
2) 1 (satu) orang pelaksana analis.
b. Dinas sore
Petugas yang berdinas 2 orang dengan kategori :
1) 1 (satu) orang analis penanggung jawab shift.
2) 1 (satu) orang pelaksana analis.
c. Dinas malam
Petugas yang berdinas 1 orang dengan kategori :
1) 1 (satu) orang analis pelaksana dan penanggung jawab shift.
d. Lepas jaga dan libur
Petugas libur 1 (satu) orang
D. PENGATURAN JAGA
a. Dibuat oleh kepala unit dan dipertanggungjawabkan kepada manager penunjang medis.
b. Dibuat untuk jangka waktu 1 bulan oleh kepala unit.
c. Untuk tenaga analis yang memiliki keperluan penting pada hari tertentu, dapat
mengajukan kepada kepala unit laboratorium dan permintaan akan disesuikan dengan
kebutuhan tenaga yang ada.
d. Jadwal dinas terbagi atas: dinas pagi, dinas sore,dinas malam, libur. Apabila petugas
jaga ada yang tidak bisa hadir karena kepentingan mendadak, maka yang bersangkutan
harus memberi tahu kepada kepala unit 3 jam sebelum dinas pagi, 4 jam sebelum dinas
sore, sebelum memberitahu kepala unit diharapkan analis yang bersangkutan sudah
mencari analis pengganti.
e. Apabila ada tenaga analis tiba-tiba tidak bisa jaga ( tidak terencana ) , maka kepala unit
mencari Analis pengganti yaitu analis yang dinas pada shift selanjutnya wajib untuk
mengganti.
E. JAM KERJA
Libur
F. PENGATURAN PEKERJAAN
a. Analis yang jaga melakukan semua pekerjaan laboratorium meliputi :
1) Pengambilan specimen darah dari poli,Igd, rawat inap, dan pasien icu
2) Melakukan pemeriksaan
3) Menginput biaya pemeriksaan
4) Penginput hasil
5) Memberikan hasil ke poli, IGD, dan ke ruang rawat inap
b. Pengaturan Jaga Pagi
1) Petugas laboratorium mengontrol dan mengkalibrasi alat dan reagen sebelum
digunakan
2) Pengambilan darah pasien rawat inap diluar waktu tersebut di atas masuk dalam
pemeriksaan cito
3) Melakukan pengambilan spesimen darah dan pemeriksaan laboratorium pasien
rawat jalan yang dilakukan di laboratorium
4) Melakukan pengambilan darah pasien IGD
5) Petugas laboratorium melakukan semua pekerjaan dan tanggung jawab hingga jam
kerja berakhir.
c. Pengaturan Jaga Siang
1) Petugas jaga siang melanjutkan pekerjaan pagi
2) Petugas jaga siang melayani pemeriksaan rawat jalan, poli dan igd
3) Petugas laboratorium melakukan semua pekerjaan dan tanggung jawab hingga jam
kerja berakhir
d. Pengaturan Jaga Malam
1) Petugas laboratorium melakukan pengambilan dan pemeriksaan spesimen
2) Petugas jaga malam melayani pemeriksaan laboratorium rawat jalan pagi sampai
jam kerja berakhir
3) Petugas laboratorium melakukan semua pekerjaan dan tanggung jawab hingga jam
kerja berakhir.
BAB III
STANDAR FASILITAS
A. DENAH RUANGAN LABORATORIUM RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH
PADANG
FF
B G
G
AA E
C
BB
AA
Keterangan :
A. Pintu
B. Sampling pasien
C. Administrasi Laboratorium
D. Meja pemeriksaan Dokter
E. Pemeriksaan sampel
F. Toilet
G. Mikrobiologi
B. STANDART FASILITAS
1. Ruang Sampling
2. Ruang Pemeriksaan
3. Ruang Mikrobiologi
4. Ruang Administrasi
C. FASILITAS PENUNJANG
1. WC Pasien
2. Penerangan
D. PERALATAN
Peralatanyang tersedia meliputi :
1. Komputer dan printer
Untuk input biaya dan hasil pemeriksaan laboratorium
2. Mikroskop
Untuk pemeriksaan mikroskopis : sedimen urin, faeses, bakteriologi, hitung jenis
(manual) lekosit, trombosit, reticulosit dll.
3. Centrifuse
Untuk memutar darah, urin, atau cairan tubuh
4. Rak dan tabung westergreen
Untuk pemeriksaan laju endapan darah
5. Kulkas
Untuk penyimpanan reagen, serum yang perlu disimpan, dan untuk menyimpan stok
darah.
6. Gluko DR
Untuk pemeriksaan glukosa darah
7. Timer
Digunakan untuk menandai waktu inkubasi pemeriksaan
8. Hematologi Analizer
Untuk pemeriksaan hematologi dengan 3 diff
9. Kimia Automatik
Untuk pemeriksaan kimia darah atau urin
E. TATA LAKSANA PERALATAN DI LABORATORIUM RUMAH SAKIT UMUM
AISYIYAH PADANG
Kegiatan pemeliharaan dan kalibrasi yang dilakukan untuk meningkatkan dan
mempertahankan peralatan dalam kondisi yang baik, tidak rusak atau tetap terjaga dalam
kondisi baik, siap beroperasi/ siap pakai. Pelaksanaan program pemeliharaan dan
kalibrasi peralatan didokumentasikan secara baik.
1. Pemeliharaan Alat
Peralatan laboratorium dilakukan pemeliharaan secara rutin.Frekuensi pemeliharaan
berhubungan dengan penggunaan peralatan laboratorium dan pencatatan riwayat
pemakaian.Pemeliharaan dapat dilakukan harian, mingguan, bulanan.
1) Kimia Automatik
Jenis kegiatan :
a) Periksa kebersihan kuvet
b) Periksa tegangan listrik harus stabil
c) Hidupkan alat terlebih dahulu supaya cahaya lampu menjadi stabil.
Frekuwensi : Bersihkan tiap hari dan tiap akan melakukan pemeriksaan.
2) Kamar Hitung
a) Bersihkan dengan cara yang benar.
b) Cuci kamar hitung segera setelah dipakai dengan air mengalir.
c) Bila masih kotor,rendam dalam air deterjen dan bilas dengan air bersih.
Frekuwensi : Bersihkan tiap kali dipakai.
3) Lemari Es Jenis
Kegiatan :
Bersihkan dan catat suhunya.
Frekuwensi : Tiap bulan , tiap hari
4) Mikroskop
Jenis Kegiatan :
a) Bersihkan lensa dengan kertas lensa atau kain yang dibasahi xylol
b) Bersihkan dan lumasi penyangga.
c) Sentrifuge Jenis
Kegiatan :
Bersihkan dinding dalam dengan disinfektan alkohoL
Frekuwensi : Tiap hari saat pemakaian alat.
5) Micropipet
Jenis Kegiatan :
Bersihkan bagian luar pipet dengan alkohol
Frekuensi : Tiap hari saat pemakaian alat
2. Kalibrasi Dan Pemantapan Mutu Alat
Kalibrasi alat dilakukan :
a) Apabila hasil kontrol harian tidak masuk
b) Setelah penggantian spare part alat
c) Setiap ganti no lot/ batch reagen
Kalibrasi tahunan dilakukan oleh pemilik alat/vendor 1 tahun sekali, laporan bukti
kalibrasi berupa sertifikat kalibrasi alat oleh vendor diserahkan ke laboratorium dan
Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS).
Pemantapan mutu internal alat dilakukan setiap pagi sebelum melakukan
pemeriksaan sampel pasien di laboratorium.
G. TROUBEL SHOOTING
Trouble shooting adalah tahapan-tahapan yang harus dilakukan apabila timbul
masalah ketika alat bermasalah baik ketika alat akan dihidupkan maupun saat alat sedang
dijalankan. Prosedur trouble shooting sederhana secara rinci ada pada SPO mengatasi
masalah pada masing-masing alat, dan juga dapat dilihat pada buku manual masing-
masingalat.
1. Trouble shooting pada fotometer
a. Data/ hasil tidak muncul
PENYEBAB TINDAKAN
PENYEBAB TINDAKAN
PENYEBAB TINDAKAN
Tidak ada koneksi antara display Cek tombol on/off pastikan posisi on
dan saluran utama
A. ADMINISTRASI
1. JAM PELAYANAN LABORATORIUM PELAYANAN DARAH
Laboratorium Rumah Sakit Aisyiyah Padang buka setiap hari 24 jam.
Nomor telpon Rumah Sakit
(0751) 23843 operator informasi disambungkan ke bagian Laboratorium
2. Point Of Care Testing (POCT)
a. Seluruh pelayanan Point of CareTesting (POCT) yang dilaksanakan di Rumah Sakit
Umum Aisyiyah Padang dibawah koordinasi Instalasi laboratorium
b. Instalasi laboratorium berwenang mereview dan menetapkan jenis POCT
berdasarkan pertimbangan :
1) Kinerja alat berdasarkan Evidence Based Medicine.antara lain meliputi faktor :
sensitivitas, spesifisitas, akurasi, presisi, rentang pemeriksaan, linearitas,
kesetaraan alat dengan Lab sentral, stabilitas alat dan reagen, jenis, jumlah dan
stabilitas specimen
2) Kemudahan operasional alat
3) Kecepatan hasil , adanya sistem error detection
4) Menu yang tersedia, keterbatasan alat
5) Hasil evaluasi alat, pemantapan mutu,kalibrasi
c. Instalasi Laboratorium mengkoordinasi proses kalibrasi dan kontrol mutu POCT di
laboratorium serta melaukan pengawasan administratif.
d. Semua alat POCT harus terdaftar di Instalasi Laboratorium dan Instalasi
Laboratorium wajib melakukan pengecekan kualitas kontrol POCT secara berkala
untuk menjamin validitas dan reabilitas alat dan keselamatan pasien.
e. Penggunaan POCT harus atas permintaan dokter yang merawat dicatat dalam rekam
medis, hanya untuk kegawatdaruratan medik dan sliding ( monitor kadar) glukosa
tidak untuk diagnosis.
4. PENGELOLAAN SPESIMEN RUJUKAN
Spesimen yang dikirim ke laboratorium rujukan untuk memberikan layanan yang
maksimal dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan permintaan baik sebagai kontrol
maupun permintaan pemeriksaan yang tidak dilakukan di laboratorium Rumah sakit.
Spesimen rujukan diambil oleh kurir laboratorium rujukan atau dikirim oleh kurir rumah
sakit.
Hal yang perlu diperhatikan saat pengiriman spesimen rujukan :
a. Tidak terkena sinar matahari secara langsung.
b. Spesimen ditutup rapat dan diberi identitas lengkap pasien.
c. Specimen yang memerlukan suhu dingin dapat menggunakan es.
d. Pada beberapa jenis pemeriksaan mikrobiologi perlu menggunakan transport media,
terutama bila memerlukan waktu yang lama. Biasanya disediakan oleh laboratorium
rujukan.
6. PEMERIKSAAN YANG DAPAT DILAKUKAN DI LABORATORIUM RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH PADANG
Pemeriksaan Bahan Hari Kerja
HEMATOLOGI :
1. Darah rutin Darah EDTA 2ml Setiap hari
2. Darah lengkap Darah EDTA 2ml Setiap hari
3.Golongan darah / RH Darah EDTA 2ml Setiap hari
4. Hemoglobin Darah EDTA 2ml Setiap hari
5. HemAtokrit Darah EDTA 2ml Setiap hari
6.Hitung Leukosit Darah EDTA 2ml Setiap hari
7. Hitung Trombosit Darah EDTA 2ml Setiap hari
8. Hitung Eosinofil Darah EDTA 2ml Setiap hari
9. Hitung Eritrosit Darah EDTA 2ml Setiap hari
10. Hitung Jenis lekosit Darah EDTA 2ml Setiap hari
11. LED Darah EDTA 2ml Setiap hari
12. Gambaran darah tepi Darah EDTA 2ml Setiap hari
13. Malaria Darah EDTA 2ml Setiap hari
HEMOSTASIS
1. Waktu perdarahan Darah Setiap hari
2. Waktu pembekuan Darah Setiap hari
URINALISIS
1. Urin rutin Urin segar 10 ml Setiap hari
2. Urin lengkap Urin segar 10 ml Setiap hari
3. Tes kehamilan Urin segar 10 ml Setiap hari
4. Glukosa urin Urin segar 10 ml Setiap hari
FECES
1. Faeces rutin Faeces Setiap hari
2. Faeces lengkap Faeces Setiap hari
3. Darah samar Faeces Setiap hari
2. ALUR PELAYANAN
a. Pasien Rawat Jalan
b. Pasien Rawat Inap
Keterangan : Hal tersebut di atas berlaku jika alat laboratorium berada dalam
kondisi baik dan untuk pemeriksaan laboratorium diatas dan dibawah normal
dilakukan pemeriksaan pengulangan manual
Prosedur Pemberian Identitas dan Pencatatan Hasil Laboratorium
1) Hematologi
a) Tabung EDTA yang sudah diberi darah pasien diberi nama, tanggal lahir
atau nomer RM (minimal 2 identitas) sesuai dengan pasien serta tanggal dan
jam pengambilan.
b) Sampel di periksa dengan alat hematologi
c) Kemudian dicetak sesuai dengan identitas pasien
2) Kimia
a) Tabung Kimia yang sudah diisi darah pasien diberi nama,umur atau nomer
RM(minimal 2 identitas) sesuai dengan pasien serta tanggal dan jam
pengambilan
b) Sampel diperiksa dengan alat kimia klinik Kemudian dicetak sesuai dengan
identitas pasien
1) Serologi atau Imunologi
a) Tabung tanpa anticoagulant diisi darah pasien deberi nama, tanggal lahir atau
nomer RM( minimal 2 identitas) sesuai dengan pasien serta tanggal dan jam
pengambilan.
b) Sampel digunakan untuk pemeriksaan HbsAg dan widal secara manual
c) Kemudian dicetak sesuai dengan identitas pasien
2) Bakteriologi
a) Pot berisi sampel untuk pemeriksaan bakterologi ( seperti dahak ) diberi
nama,umur atau nomer RM(minimal 2 identitas) sesuai dengan pasien serta
tanggal dan jam pengambilan.
b) Dilakukan pembuatan preparat BTA atau seputum
c) Preparat dibaca pada mikroskop
d) Catat pada buku TB 04 untuk pemeriksaan BTA
e) Kemudian dicetak sesuai dengan identitas pasien
3) Urine
a) Pot yang berisi urin diberi nama,umur atau nomer RM(minimal 2 identitas)
sesuai dengan pasien serta tanggal dan jam pengambilan
b) Dilakukan pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis
c) Kemudian dicetak sesuai dengan identitas pasien
4) Faeces
a) Pot yang berisi sampel faeses pasien diberi nama,umur atau nomer
RM(minimal 2 identitas) sesuai dengan pasien serta tanggal dan jam
pengambilan
b) Dilakukan pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis
c) Kemudian dicetak sesuai dengan identitas pasien
4. PENANGANAN SPESIMEN
a. Pengelolaan Spesimen Infeksius
Spesimen / bahan infeksius adalah bahan yang berasal dari bahan kontrol dan
spesimen atau alat-alat yang berhubungan dengan spesimen.Spesimen / bahan infeksius
dikelola secara khusus dengan tujuan untuk mencegah terjadinya pencemaran dan
penyebarluasan penyakit serta terjaminnya keamanan kerja.
3) Urine
a) Urin sewaktu
Urin yang dikeluarkan pada saat akan diperiksa (sewaktu-waktu), pada
pengambilan spesimen urin porsi tengah yang dilakukan oleh pasien
sendiri.Urin ditampung pada pot urin yang bersih dan tertutup dan beri label
identitas pasien
b) Urin Pagi
Urin yang pertama kali dikeluarkan setelah bangun tidur, urin ditampung
pada pot urin yang bersih dan tertutup dan beri label identitas pasien
c) Urin 24 jam
Urin pada saat jam tertentu/ pagi pasien mengeluarkan urin kemudian
dibuang, tampung semua urin sampai jam pagi waktu pengeluaran urin pagi
sebelumnya. Campur semua urin pada wadah jangan sampai tertumpah.
Untuk pemeriksaan creatinin clearance penampung urin terlebih dahulu
diberi thymol 2 ml.
d) Urin Kateter
Lakukan didinfektan dengan alkohol 70 % pada bagian selang kateter
yang terbuat dari karet (jangan yang terbuat dari plastik). Aspirasi urin
dengan menggunakan semprit sebanyak kurang lebih 10 ml. Masukkan ke
dalam wadah steril dan tutup rapat.Kirim segera ke laboratorium
4) Faeces
a) Ambil sedikit faeces ke dalam wadah bersih dan tertutup jangan sampai
tercampur dengan urine
b) Beri label identitas pasien
c) Ambil bagian yang ada darah / lendirnya buat preparat
5) Sputum
a) Ambil sputum dengan metode SPS (sewaktu, pagi baru bangun tidur,
sewaktu)
b) Pasien diberi penjelasan mengenai pemeriksaan dan tindakan yang akan
dilakukan, dan dijelaskan perbedaan dahak dengan ludah. Bila pasien
mengalami kesulitan mengeluarkan dahak, pada malam hari sebelumnya
diminta minum teh manis atau diberi obat gliseril guayakolat 200 mg
c) Sebelum pengambilan spesimen, pasien diminta untuk berkumur dengan air.
Bila memakai gigi palsu, sebaiknya dilepas.
d) Pasien berdiri tegak atau duduk tegak
e) Pasien diminta untuk menarik nafas dalam, 2-3 kali kemudian keluarkan
nafas bersamaan dengan batuk yang kuat dan berulang kali sampai sputum
keluar.
f) Dahak yang dikeluarkan langsung ditampung di dalam wadah, dengan cara
mendekatkan wadah ke mulut. Amati keadaan dahak. Dahak yang
berkualitas baik akan tampak kental purulen dengan volume cukup (3-5 ml).
g) Tutup wadah dan segera kirim ke laboratorium.
h) Beri label identitas pasien
PENGOLAHAN SPESIMEN
B. TUJUAN
Untuk memperoleh barang yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang
dapat dipertanggungjawabkan, dalam waktu dan tempat tertentu secara efektif dan efisien
menurut tata cara dan ketentuan yang berlaku. Sehingga meminimalkan resiko yang terkait
dengan
C. PERMINTAAN
Proses pengajuan dan permintaan pengadaan mengacu pada Peraturan Direktur Utama Rumah
Sakit Umum Aisyiyah Padang tentang Pedoman Pengadaan di Rumah Sakit Umum Aisyiyah
padang
D. PENGGANTIAN
Proses penggantian barang umum harus memperhatkan hal-hal sebagai berikut :
1. Usia pakai/ umur ekonomis
2. Jumlah kerusakan
3. Nilai perbaikan
4. Resiko apabila dipergunaka
5. Penentuan prioritas penggantian
E. PENYIMPANAN
1. Bahan Medis Habis Pakai ( BMHP )
Bahan laboratorium yang sudah ada harus ditangani secara cermat dengan
mempertimbangkan:
a. Perputaran pemakaian dengan menggunakan kaidah :Pertama masuk - pertama keluar
(FIFO-first in-first out), yaitu bahwa barang yang lebih dahulu masuk persediaan
harus digunakan lebih dahulu. Masa kadaluarsa pendek dipakai dahulu (FEFO-first
expired first out). Hal ini adalah untuk menjamin barang tidak rusak akibat
penyimpanan yang terlalu lama.
b. Tempat penyimpanan
Tempat penyimpanan harus aman dan mudah dijangkau (tidak terlalu tinggi) bersih
dan kering.
c. Suhu/kelembaban
Kulkas tempat penyimpanan reagen harus selalu diperiksa suhunya agar sesuai
dengan syarat penyimpanan reagen.
d. Sirkulasi udara
e. Incompatibility/bahan kimia yang tidak boleh bercampur
f. Dibuat daftar isi, jumlah stok dan tanggal kadaluwarsa
g. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan reagen :
1) Etiket/label wadah
Umumnya pada reagen komersial sudah tercantum nama atau kode bahan,
tanggal produksi dan batas kadaluwarsa serta nomor batch reagen tersebut.
2) Batas kadaluwarsa
Perhatikan batas kadaluwarsanya. Masa kadaluwarsa yang tercantum pada
kemasan hanya berlaku untuk reagen yang disimpan pada kondisi baik dan belum
pernah dibuka, karena reagen yang wadahnya sudah pernah dibuka mempunyai
masa daluwarsa lebih pendek dari reagen yang belum dibuka.
3) Keadaan fisik
Kemasan harus dalam keadaan utuh, isi tidak mengeras dan tidak ada perubahan
warna.
4) Pemantauan kadaluwarsa reagen minimal sekali dalam satu minggu.
2. Bahan Non Medis Habis Pakai ( BNMHP )
Penyimpanan BNMHP memperhatikan ketentuan sebagai berikut :
a. Bahan yang mudah terbakar, disimpan dalam dan diberi tanda khusus bahan
berbahaya
b. Metode penyimpanan BNMHP disusun sesuai jenis dan pemakaian dengan
menerapkan prinsip First Expired First Out (FEFO) Dan First In First Out (FIFO)
disertai sistem informasi manajemen.
c. Petugas logistik laboratorium menyimpan barang yang diterima sebelum digunakan
dengan mekanisme penyimpanan yang dapat menjamin kualitas dan keamanaan
sediaan dengan memperhatikan sanitasi, cahaya, kelembaban, ventilasi, dan
penggolongan jenis sediaan.
d. Petugas logistik laboratorium harus memastikan bahwa BNMHP telah disimpan
secara benar sesuai dengan prosedur dan ketentuan penyimpanan yang berlaku dan
melakukan inspeksi secara periodik.
3. Alat Kesehatan
Penyimpanan Alat Kesehatan memperhatikan ketentuan sebagai berikut :
a. Petugas logistik laboratorium menyimpan barang yang diterima sebelum
digunakan dengan mekanisme penyimpanan yang dapat menjamin kualitas dan
keamanaan sediaan dengan memperhatikan sanitasi, cahaya, kelembaban, ventilasi,
dan penggolongan jenis sediaan.
b. Petugas logistik laboratorium harus memastikan bahwa alat kesehatan telah disimpan
secara benar sesuai dengan prosedur dan ketentuan penyimpanan yang berlaku dan
melakukan inspeksi secara periodik.
4. Alat Non Kesehatan
Penyimpanan Alat Non Kesehatan memperhatikan ketentuan sebagai berikut :
A. PENGERTIAN
Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan
pasien lebih aman yang meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang
berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari
insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya
risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat
melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.
B. TUJUAN
Untuk mencegah terjadinya cidera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan
suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.
Semua
petugas
spesimen di
laboratorium
A. PENGERTIAN
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) laboratorium merupakan bagian dari pengelolaan
laboratorium secara keseluruhan. Laboratorium melakukan berbagai tindakan dan kegiatan
terutama berhubungan dengan spesimen yang berasal dari manusia maupun bukan manusia.
Bagi petugas laboratorium yang selalu kontak dengan spesimen, maka berpotensi terinfeksi
kuman patogen. Potensi infeksi juga dapat terjadi dari petugas ke petugas lainnya, atau
keluarganya dan ke masyarakat
B. TUJUAN
1. Terciptanya budaya keselamatan kerja
2. Menurunnya kejadian yang tidak diinginkan
3. Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan
kejadian.
2. Analitik
a. Penggunaan alat laboratorium diletakkan pada tempat yang sesuai dengan tinggi
tertentu sehingga petugas dengan mudah mengoprasikan alat.
b. Pemilihan bahan / reagen yang tepat pada saat pemeriksaan laboratorium
c. Meletakkan dan buang spesimen sesuai dengan tempatnya.
d. Dekotaminasi permukaan meja dengan desinfektan setiap kali selesai bekerja.
e. Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun/ desinfektan sesuai dengan ketentuan
hand higine.
3. Pasca Analitik
a. Benda tajam/ jarum yang terkontaminasi dimasukkan pada wadah tahan tusukan
(sharps collector) kemudian dikelola sesuai prosedur pengolahan limbah rumah
sakit (incenerator)
b. Limbah cairan infeksius /darah dan produknya dimasukkan ke dalam jrigen 3/4
penuh. Kemudian petugas saanitasi mengambil jrigen tersebut kemudian dikelola
sesuai prosedur pengelolahan limbah rumah sakit.
c. Sampah infeksius dimasukkan ke dalam kantong plastik kuning, dan sampah non
infeksius dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam
1. Spesimen Tumpah
a. Tumpahan dan wadahnya ditutup kain / tisu yang dibasahi desinfektan.
b. Kemudian dibuang ke dalam tempaat sampah infeksius
2. Pecahan gelas
a. Gunakan sarung tangan
b. Kumpulkan dengan skop/serokan
c. Masukkan dalam kantong plastik kuningbuang sarung tangan pada kantong plastik
tersebut
d. Tutup rapat plastik buang ke dalam safety box
Sarana dan prasarana K3 laboratorium umum yang perlu disiapkan di laboratorium adalah:
1. Jas laboratorium
2. Sarung tangan
3. Masker
4. Alas kaki/sepatu tertutup
5. Wastafel yang dilengkapi dengan sabun (skin disinfectant) dan air mengalir.
6. Kontainer khusus untuk insenerasi jarum, lanset.
a. Persiapan Pasien
Sebelum spesimen diambil pasien harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan baik
sesuai dengan persyaratan pengambilan spesimen. Pasien dianjurkan puasa 10-12
untuk pemeriksaan gula darah dan propel lipid.
2) Volume
Mencukupi kebutuhan untuk pemeriksaan yang diminta, yaitu :
a) Darah rutin / hematologi rutin : 2 cc darah
b) Kimia klinik : 3 cc darah
c) Urin : 5 cc
d) Faeses : Secukupnya
3) Lokasi
a) Vena cubiti
b) Kapiler di ujung jari tengah dan ujung jari manis
c) Analisa Gas Darah : Arteri radialis / arteri fermoralis
d) Kultur : pada saat mengalami infeksi
4) Cara pengambilan
Prosedur pengambilan daapat dilihat pada prosedur penanganan spesimen.
5) Peralatan
a) Bersih, kering, tidak mengandung bahan kimia atau detergen.
b) Terbuat dari bahan yang tidak mengubah zat yang ada pada spesimen
c) Mudah dicuci dari bekas spesimen sebelumnya.
6) Wadah spesimen
a) Terbuat dari gelas
b) Tidak boccor dan tidak merembas
c) Dapat ditutup rapat
d) Bersih dan kering
e) Besar wadah sesuai jumlah spesimen yang diambil
f) Tidak mempengaruhi zat-zat dalam spesimen sebelumnya.
7) Pengawet/ anticoagulan
a) Pemeriksaan hematologi : EDTA
b) Koagulasi : Na Citas
c. Pemberian Identifikasi
1) Nama ,umur dan alamat pasien
2) No laboratorium
3) Pengirim
4) Tanggal spesimen diterima
5) Diagnosa
6) Nama petugas penerima spesimen
7) Tanggal selesai spesimen diperiksa
8) Nama pemeriksa
d. Pengiriman Spesimen
Untuk mengirim bahan menggunakan pendingin atau tidak
e. Penyimpanan Spesimen
1) Pengawet atau antikoagulan yang digunakan
Suhu dan batasan waktu yang sesuai dengan penyimpanan spesimen
2) Persiapan Pemeriksaan Spesimen
f. Perlakuan sampel yang digunakan untuk mendapatkan sampel pemeriksaan
membuat serum didiamkan beberapa menit baru dicentrifus
g. Setelah menjadi serum/ plasma waktu perlakuan/stabilitas sampel untuk diperiksa.
2. Tahap Analitik
a. Melakukan kontrol dan kalibrasi terhadap alat yang akan digunakan untuk
pemeriksaan
b. Melakukan analisa terhadap bahan pemeriksaan berdasarkan jenis pemeriksaan yang
menjadi tanggung jawabnya.
c. Mengkalibrasi Alat
Alat – alat yang perlu dikalibrasi :
1) Centrifuse
2) Mikropipet
3) Fotometer
d. Uji ketelitian dan ketepatan
Uji ketelitian dan ketepatan dapat dilakukan dengan dengan menggunakan
bahan kontrol yang sudah diketahui nilainya. Pemeriksaan bahan kontrol dapat
dilakukan setiap hari dan dicatat. Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui ketepatan
dan mengetahui ketelitan sampel.
1) Uji Ketelitian
a) Dilakukan dengan pemeriksaan bahan control bersama spesimen setiap hari
kerja sampai 25 hari kerja. Setiap nilai dicatat dalam formulir.
b) Setelah 25 nilai pemeriksaan, dihitung : nilai rata-rata (mean), Standart
Deviasi (SD), Koefesien Variasi (CV), Batas Peringatan (mean ± 3 SD)
c) Nilai mean dan SD yang diperoleh dipakai sebagai nilai rujukan periode
kontrol.
d) Bila nomer Batch ganti baru harus dimulai periode pendahuluan lagi.
e) Periode kontrol menentukan baiktidaknya periksaan pada hari tersebut.
Bahan kontrol diperiksa setiap hari kerja.
Mencatat nilai pada formulir periode kontrol.
Dihitung penyimpangan terhadap nilai rujuakn dalam satuan SD,
dengan Rumus :
Xi – mean
Satuan SD =
SD
2) Uji Ketepatan
a) Bila hasil terletak di dalam nilai kontrol maka dianggap hasil pemeriksaan
bahan kontrol tepaat sehingga hasil pemeriksaan spesimen juga tepat.
b) Bila terletak di luar rentan nilai kontrol maka dianggap hasil pemeriksaan
bahan kontrol tidak tepat sehingga hasil pemeriksaan spesimen juga tidak
tepat
Definisi : Proses untuk menentukan bahwa metode tes itu sesuai maksud & tujuan
(analisa kualitatif, kuantitatif, skrining, konfirmasi, limit tes)
Meliputi : akurasi, presisi, sensitifitas, limit deteksi, linearitas, range
Tes/metode dan alat harus divalidasi sebelum digunakan, agar hasil
laboratorium tersebut valid
Melakukan kajian ilmiah (jurnal, penelitian
Penetapan nilai/rentang rujukan pemeriksaan sesuai geografi & demografi RS
(usulan staf & diskusi klinisi)
a. Validasi Hasil
Validasi hasil pemeriksaan merupakan upaya untuk memantapkan kualitas hasil
pemeriksaan yang telah diperoleh melalui pemeriksaan ulang oleh laboratorium
rujukan. Pemeriksaan ulang ini dapat dilakukan dengan cara:
i. Laboratorium mengirim spesimen ke laboratorium rujukan untuk diperiksa, dan
hasilnya dibandingkan terhadap hasil laboratorium.
ii. Dilakukan minimal satu kali dalam satu tahun
b. Evaluasi & revisi nilai/rentang rujukan berkala
i. Penetapan nilai normal di peroleh dari : perhimpunan, buku pustaka, dan
rujukan pabrik.
ii. Penentuan nilai normal di evaluasi secara berkala dapat menverifikasi rentang
rujukan yang berbeda metode dengan cara pemindahan (hasil metode baru
tersebut sama dengan metode sebelumnya)
iii. Apabila analisa tidak diperiksa di lababoratorium,maka lababoratorium dapat
menverifikasi rentang rujukan lab laintersebut.
Pemantapan mutu eksternal adalah kegiatan yang diselenggarakan secara periodik oleh
pihak lain di luar laboratorium yang bersangkutan untuk memantau dan menilai penampilan
suatu laboratorium dalam bidang pemeriksaan tertentu. Penyelenggaraan kegiatan
Pemantapan Mutu Eksternal dilaksanakan oleh pihak pemerintah, swasta atau internasional.
Setiap laboratorium kesehatan wajib mengikuti Pemantapan Mutu Eksternal yang
diselenggarakan oleh pemerintah secara teratur dan periodik meliputi semua bidang
pemeriksaan laboratorium. Kegiatan yang diselenggarakan secara periodik oleh pihak diluar
laboratorium yang bertujuan untuk memantau dan menilai penampilan laboratorium dalam
bidang pemeriksaan tertentu.Pemantapan mutu eksternal dapat dilakukan oleh pihak
pemerintah, swasta atau internasional. Kegiatan PME ini sangat bermanfaat karena hasil
evaluasi yang diperoleh menunjukkan performa laboratorium
C. INDIKATOR MUTU
Jumlah100%populas
Cakupan Data i (seluruh permintaan
pemeriksaan cito )
Efisiensi,
Dimensi Mutu keselamatan
Nilai Ambang/Standar 80 %
Dasar Pemikiran / Alasan Pemilihan indikator Alat laboratorium yang berfungsi dengan baik
berpengaruh terhadap keakuratan dan
mendiagnosa penyakit
Denominator (D) -
Formula Pengukuran -
Sebuah perusahaan membutuhkan metode penilaian yang objektif untuk menilai kinerja
atau produktivitas karyawan yang bekerja. Setiap perusahaan, tanpa terkecuali pasti
membutuhkan penilaian kinerja karena dari situ akan dapat dilihat dengan jelas apakah
perusahaan mengalami kemajuan atau malah justru kemunduran. Banyak sekali metode yang
tersedia, namun yang paling populer dan dianggap paling objektif sehingga digunakan di RSU
‘Aisyiyah Padang adalah apa yang disebut KPI atau Key Performance Indicators.
Pada umumnya Key Performance Indicators berisikan angka-angka yang mutlak. Angka
atau hasil penjumlahan dari angka-angka atau bisa dibilang skor tersebut akan menunjukkan
salah satu indicator kinerja seorang pegawai atau karyawan yang bekerja di RSU ‘Aisyiyah
Padang
Perancangan kerangka KPI di RSU ‘Aisyiyah Padang di awali dengan penerjemahan visi
dan misi serta tujuan berdirinya Rumah Sakit untuk menjadi sasaran strategis. Kemudian
membuat inisiatif strategis yang berfungsi mewujudkan target strategis RSU ‘Aisyiyah Padang
Langkah selanjutnya adalah dengan membuat perhitungan terhadap bobot dari sasaran
strategis beserta target dan ukuran strategisnya. Pengukuran tersebut dilakukan terhadap aspek
kinerja yang dapat diukur yang secara umum akan menunjukkan kinerja rumah sakit. Hasil yang
didapat dari pengukuran tersebut akan menjadi bahan masukan atau pertimbangan bagi rumah
sakit untuk memperbaiki kinerja agar dapat bersaing dengan yang lain.
Adapun KPI diInstalasi Laboratorium RSU ‘Aisyiyah Padang
Kedisiplinan 100%
Standar Pelayanan 100%
Kerapihan 100%
Kedisiplinan 100%
Standar Pelayanan 100%
g
Kerapihan 100%
KPI Kehadiran kegiatan RS 100%
Pengajian 100%
Basic
(50%) SholatJama'ah 100%
BAB IX
PENUTUP
Pedoman pelayanan unit laboratorium disusun sebagai acuan dalam melaksanakan dan
mengembangkan kegiatan pelayanan laboratorium Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang.
Laboratorium merupakan pelayanan kesehatan di rumah sakit sebagai salah satu bagian
penunjang medik diharapkan dapat memberikan informasi yang teliti dan akurat tentang aksek
laboratoris terhadap spesimen atau sampel yang dilakukan pengujian. Sehingga mutu hasil
pengujian laboratorium terus dapat dapat ditingkatkan seiring dengan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta perkembangan penyakit.
Pedoman ini disusun dengan format yang telah disepakati oleh tim akreditasi yang akan
diperbaharui apabila diperlukan sesuai dengan perkembangan serta undang-undang yang berlaku.