Anda di halaman 1dari 3

MASA PRODUKSI

Masa ini merupakan masa yang terpenting bagi wanita dan berlangsung kira-kira 33 tahun. Haid
pada masa ini paling teratur dan siklus pada alat genital bermakna untuk memungkinkan
kehamilan. Pada masa ini terjadi ovulasi kurang lebih 450 kali, dan selama ini wanita berdarah
selama 1800 hari. Biarpun pada umur 40 tahun keatas perempuan masih dapat dihamilkan,
fertilitas menurun cepat sesudah umur tersebut.

MASA KLIMAKTERIUM DAN MENOPAUSE

Pengertian mengenai klimakterium, menopause, dan senium berbeda-beda. Karena itu,


dikemukakan dahulu definisi-definisi yang kiranya paling masuk akal.

1. Klimakterium (Bahasa Yunani: Tangga) merupakan masa peralihan antara masa


reproduksi dan masa senium.
2. Menopause adalah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir. Bagian klimakterium
sebelum menopause disebut pramenopause dan bagian sesudah menopause disebut
pascamenopause.
3. Senium adalah masa sesudah pascamenopause, ketika telah tercapai keseimbangan baru
dalam kehidupan wanita, sehingga tidak ada lagi gangguan vegetatifmaupun psikis.

Klimakterium
Klimakterium bukan suatu keadaan patologik, melainkan suatu masa peralihan yang normal,
yang berlangsung beberapa tahun sebelum dan beberapa tahun sesudah menopause. Kita
menjumoai kesulitan dalam menentukan awal dan akhir klimakterium, tetapi dapat dikatakam
bahwa klimakterium mulai kira-kira 6 tahun sebelum menopause berdasarkan keadaan
endokrinologik (kadar estrogen mulai turun dan kadar hormon gonedotropin naik).
Klimakterium berakhir kira-kira 6-7 tahun sesudah menopause. Pada saat ini kadar estrogen telah
mencapai nilai yang rendah yang sesuai dengan keadaan senium, dan gejala-gejala
neurovegetatif telah terhenti. Dengan demikian, lamanya klimakterium lebih kurang 13 tahun.
Mengenai dasarnya klimakterium dapat dikatakan, bahwa jikalau pubertas disebabkan oleh
mulainya sintesis hormon gonadotropin oleh hipofisis, klimakterium disebabkan oleh kurang
bereaksinya ovarium terhadap rangsangan hormon itu. Hal ini disebabkan oleh karena ovarium
menjadi tua; boleh dianggap bahwa ovarium menjadi lebih dahulu tua daripada alat-alat tubuh
lainnya.
Proses menjadi tua sudah mulai pada umur 40 tahun. Jumlah folikel pada ovarium waktu lahir ±
750.000 buah; pada waktu menopause tinggal beberapa ribu buah. Tambahan pula folikel yang
tersisa ini rupanya juga lebih resisten terhadap rangsangan gonadotropin. Dengan demikian,
siklus ovarium yang terdiri atas pertumbuhan folikel, ovulasi, dan pembentukan korpus luteum
lambat laun terhenti. Pada wanita di atas 40 tahun siklus haid untuk 25% tidak disertai ovulasi,
jadi bersifat anovulator.
Pada klimakterium terdapat penurunan produksi estrogen dan kenaikan hormon gonadotropin.
Kadar hormon akhir ini terus tetap tinggi sampai kira-kira 15 tahun setelah menopause,
kemudian mulai menurun. Tinggi kadar hormon gonadotropin disebabkan oleh berkurangnya
produksi estrogen, sehingga native feedback terhadap produksi gonadotropin berkurang.
Pada wanita dalam klimakterium terjadi perubahan-perubahan tertentu, yang dapat menimbulkan
gangguan-gangguan ringan atau kadang-kadang berat. Walaupun klimakterium merupakan masa
perubahan, umumnya masa itu dilalui oleh wanita-wanita tanpa banyak keluhan; hanya pada
sebagian kecil (25% pada wanita Eropa, agak kurang pada wanita Indonesia) ditemukan keluhan
yang cukup berat yang menyebabkan wanita bersangkutan minta pertolongan dokter. Perubahan
dan gangguan itu sifatnya berbeda-beda menurut waktunya klimakterium. Pada permulaan
klimakterium kesuburan menurun, pada masa pramenopause terjadi kelainan perdarahan,
sedangkan terutama pada masa pascamenopause terdapat gangguan vegetatif, psikis, dan organis.
Gangguan vegetatif biasanya berupa rasa panas dengan keluarnya keringat malam, dan perasaan
jantung berdebar-debar. Dalam masa pascamenopause, dan seterusnya dalam senium, terjadi
atrofi alat-alat genital. Ovarium menjadi kecil dan dari seberat 10-12 g pada wanita dalam masa
reproduksi menjadi 4 g pada wanita berumur 60 tahun.
Uterus juga lambat laun mengecil dan endometrium mengalami atrofi. Biarpun demikian, uterus
masih tetap dapat bereaksi terhadap estrogen; pemberian estrogen dari luar yang diikuti dengan
penghentiannya, dapat menimbulkan withdrawal bleeding. Epitel vagina juga menipis, tetapi
oleh karena masih ada estroge, walaupun kurang dalam klimakterium, atrofi selaput lendir
vagina belum seberapa jelas, dan apus vagina memperlihatkan gambaran campuran (spred
pattern). Mamma mulai menjadi lembek dan proses ini berlangsung terus dalam senium.
Sumber estrogen dalam klimakterium selain ovarium mungkin juga glandula suprarenal; sumber
utama dalam pascamenopause ialah konversi dari androstenedion.
Metabolisme sekitar menopause memperlihatkan beberapa perubahan, misalnya hiperlipemi
yang mungkin merupakan salah satu faktor ke arah bertambahnya penyakit koroner pada masa
ini. Pada wanita yang banyak merokok, yang diberi estrogen dan yang menderita hipertensi,
kemungkinan timbulnya penyakit tersebut di atas lebih besare lagi.

Menopause
Menopause ialah haid terakhir, atau saat terjadinya haid terakhir. Diagnosis menopause dibuat
setelah terdapat amenorea sekurang-kurangnya satu tahun. Berhentinya haid dapat didahului oleh
siklus haid yang lebih panjang, dengan perdarahan yang berkurang. Umur waktu terjadinya
menopause dipengaruhi oleh keturunan, kesehatan umum, dan pola kehidupan. Ada
kecenderungan dewasa ini untuk terjadinya menopause pada umur lebih tua. Misalnya, pada
tahun 1915 menopause dikatakan terjadi sekitar umur 44 tahun, sedangkan pada tahun 1950 pada
umur yang mendekati 50 tahun. Penelitian Agoestina dalam tahun 1982 di Bandung
menunjukkan bahwa pada umur 48 tahun, 50% dari wanita Indonesia telah mengalami
menopause.
Menopause rupanya ada hubungannya dengan menarche. Makin
dini menarche terjadi, makin lambat menopause timbul; sebaliknya, makin lambat menarche
terjadi, maka cepat menopause timbul. Pada abad ini umumnya nampak bahwa menarche makin
dini timbul dan menopause makin lambat terjadi, sehingga masa reproduksi menjadi lebih
panjang. Walaupun demikian, di negara-negara maju rupa-rupanya menarche tidak bergeser
laagi ke umur yang lebih muda; tampaknya batas maksimal telah tercapai.
Menopause yang artifisial karena operasi atau radiasai umumnya menimbulkan keluhan yang
lebih banyak dibandingkan dengan menopause alamiah.

Senium
Pada senium telah tercapai keadaan keseimbangan hormonal yang baru, sehingga tidak ada lagi
gangguan vegetatif maupun psikis. Yang mencolok dalam masa ini ialah kemunduran alat-alat
tubuh dan kemampuan fisik, sebagai proses menjadi tua. Dalam masa senium terjadi pula
osteoporosis dengan intensitas berbeda pada masig-masing wanita. Walaupun sebab-sebabnya
belum jelas betul, namun berkurangnya pengaruh hormon steroid dan berkurangnya aktifitas
osteoblast memegang peranan dalam hal ini.

Anda mungkin juga menyukai