REVISI MAKALAH SOSIOLOGI KONFLIK
“ANALISIS PELANGGARAN ATURAN KETENAGAKERJAAN
DALAM KASUS PT . GUNBASTER NICKEL INDUSTRY”
TEORI KONFLIK GEORGE SIMMEL
Dosen Pengampu Mata Kuliah:
Prof. Dr. Syafruddin, M.S & Risma Ade Aryati, S.Pd., M. Sosio
Disusun oleh:
Kelompok 1
Kholiza Maelani E1S020033
Nopiyanti E1S022126
Zulfia Salsabilla E1S022143
Roni Hidayat E1S022133
M. Algifari Muslim E1S022121
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2023
A. PENDAHULUAN
1. HISTORISASI TOKOH PENGGAGAS
George Simmel lahir pada 1 Maret 1858 di Berlin, Simmel belajar
berbagai bidangstudi di Universitas Berlin, namun upaya pertamanya untuk
menulis disertasi ditolak, dansalah seorang professornya mengatakan, “kita
harus membantunya”, jika tidak, justru kitaakan mendorongnya lebih jauh
tersesat diarahnya yang sekarang, Simmel berkukuh untuk memperoleh
gelar doktornya dalam bidang filsafat pada tahun 1881, dan tetap berada di
universitas sebagai pengajar sampai tahun 1914, Simmel pada posisi
selanjutnya tidak digaji oleh negara sebagai seorang dosen dan bergantung
pada pembayaran mahasiswa, karena metode mengajarnya sehingga
menarik perhatian mahasiswa hingga pada kesuksesan kariernya.
Orang tua George Simmel adalah orang Yahudi beragama
protestan. Ayahnya adalah pengusaha sukses dari Yahudi yang beraliran
Katolik, sedangkan ibunya mengkonversi ke aliran Protestan. Latar
belakang orangtuanya itu menjadi hambatan Simmel selama hidupnya dan
sebagai guru besar di Universitas Berlin, ia memberikan kuliah-kuliah yang
sangat popular dan banyak menulis. Ia menghasilkan karya- karya yang
sangat terkenal pada masa itu walaupun karirnya tidak terlalu berkembang
karena latar belakang yang tidak menguntungkan pada waktu itu. Dalam
kariernya, Simmel menulis banyak artikel The Metropolis and Mental and
Life, dan buku The Philosophy of Money, Simmel terkenal dikalangan
akademisi Jerman baik lokal maupun internasional, khususnya di Amerika
Serikat.
Pada tahun 1900, Simmel memperoleh pengakuan penuh di
Universitas Berlin Simmel adalah orang Yahudi yang hidup di Jerman abad
ke 19 yang sarat dengam AntiSemitisme, seorang Israel sejati, dari tampilan
luarnya, gerak-geriknya maupun cara berfikirnya disebabkan kebanyakan
artikelnya yang terbit disurat kabar dan majalah ditulis untuk kepentingan
umum dari pada sosiologi akademik. Menurut Simmel masyarakat sebagai
konstruksi abstrak sangat mungkin dipelajari karena adanya proses
kategorisasi, kehidupan sosial penuh dengan kategorisasi, seperti gender,
ras, kelas, agama, dan sebagainya, upaya manusia itu sendiri dalam
menciptakan kategorisasi berimplikasi pada kenyataan bahwa dunia sosial
itu ada, kontribusi penting Simmel pada sosiologi adalah sebuah konsep
yang ia sebut ”form” atau bentuk, menurut Simmel sosiologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang bagaimana adanya berbagai macam bentuk
dalam interaksi sosial, bentuk tersebut dapat berupa pertukaran, konflik,
subordinasi, dan penghargaan.
Kedudukannya yang serba marginal menyebabkan Simmel sangat
peka terhadap masalah yang ada di sekitarnya. Masalah-masalah itu
terlepas dari perhatian orang- orang yang berkedudukan baik pada saat itu.
Pada tahun 1914, Simmel diangkat menjadiguru besar tetap di Universitas
Strassbourg dengan bantuan temannya yaitu Max Weber.Pusat perhatian
studi Simmel mencakup ruang lingkup yang sangat luas dimulai dari filsafat,
yang kemudian menjadi ilmu yang sangat bermanfaat bagi bidang-bidang
sosiologi, sejarah, sastra dan kesenian. Simmel memberikan kuliah
mengenai bidang- bidang itu dan menyusun karya-karya ilmiah. Di bidang
sosiologi, pusat perhatiannya terarah pada proses interaksi sosial yang
dianggap sebagai ruang lingkup primer sosiologi dan perkembangannya.
2. KONTEKS SOSIAL LATAR TEORI
George Simmel menyatakan bahwa obyek sosiologi merupakan
suatu bentuk- bentuk hubungan antar manusia. Menurut Simmel,
seseorang menjadi warga masyarakat tentu mengalami suatu proses
individualisasi dan sosialisasi. Tanpa menjadi warga masyarakat tak akan
mungkin seseorang mengalami suatu proses interaksi antar individu
dengan kelompok. Masyarakat itu ada ketika individu mengadakan suatu
interaksi dengan individu-individu lainnya.
Simmel juga memusatkan perhatiannya pada bentuk interaksi sosial.
Simmel berpikir bahwa individu harus memiliki kesadaran kreatif. Baginya
suatu basis kehidupansosial adalah individu dan kelompok yang sadar dan
berinteraksi satu sama lain untuk berbagai tujuan, motif dan kepentingan.
Di dalam analisanya mengenai kelompok-kelompok sosial, ia mulai dengan
suatu bentuk terkecil yang terdiri dari satu orang yangdinamakan monad.
Kemudian monad dikembangkan lagi dengan meneliti kelompok- kelompok
yang terdiri dari dua orang, dyad, atau tiga orang. triad dan kelompok-
kelompok kecil lainnya. Minat Simmel pada dampak jumlah orang terhadap
kualitas interaksi dapat dilihat di dalam bahasannya yaitu tentang perbedaan
antara dyad dan triad.
Simmel adalah seorang sosiolog yang dikenal mempelopori kajian
mengenai "ruang sosial". Menurut Simmel dalam ruang sosial, terdapat
berbagai macam proses produksi dan reproduksi dari dinamika yang terjadi
dalam masyarakat. Ciri-ciri masyarakat sendiri ditentukan dari bagaimana
produksi dan reproduksi ruang sosial diciptakan. simmel Mengungkapkan
bahwa sosiologi merupakan kajian-kajian yang bukan hanya berfokus pada
interaksi, tetapi juga pada asosiasi. Simmel menjelaskan bahwa salah satu
minat utamanya adalah asosiasi antar aktor, dengan tujuan minatnya yaitu
untuk melihat besarnya cangkupan interaksi yang mungkin dipandang
sepele namun memiliki makna yang sangat penting. Tentunya dalam
dinamika yang terjadi di masyarakat dan berbagai macam kegiatan, seperti
kegiatan lingkungan dan sosial pasti akan terjadi di masyarakat. Sebagai
contoh yaitu kerja bakti, kerja bakti merupakan salah satu kegiatan dalam
masyarakat atau bagian dari proses asosiasi, sehingga akan menjadi ciri
dari masyarakat tersebut.
Selanjutnya terdapat hal yang mendasari proses interaksi yaitu
kebudayaan dan uang. Simmel berpendapat bahwa kebudayaan dan uang
menjadi dasar dari proses terjadinya asosiasi. Sebagai contoh, masyarakat
Toraja memiliki tradisi saat ada yang meninggal yaitu merayakan dengan
kerbau. Tradisi di masyarakat akan berbeda anatar masyarakat. Selain
kebudayaan, uang juga merupakan salah satu hal yang mendasari asosiasi
atau interaksi. dalam ranah ekonomi, uang berperan dalam menciptkan
jarak dengan objek dan menawarkan diri jadi sarana untuk mengatasi jarak
tersebut. Uang juga merupakan bagian dari relasi interaksi yang ada
didalam masyarakat. Maka dari itu, kebudayaan dan uang merupakan hal
yang melekat pada asosiasi.
Dalam konteks yang lain, masyarakat dapat bekerja dalam kerangka,
ruang. dan waktu. Masyarakat dapat beraktivitas dan bersosialisasi di ruang
atau tempat yang berbeda. Jadi ruang berkaitan dengan kewilayahan serta
ciri dari masyarakat. Proses adaptasi seorang individu adalah bagian dari
individu tersebut dalam menyesuaikan interaksi dalam ruang. Selain itu,
masyarakat juga dapat bekerja dalam waktu. Waktu disini berkaitan erat
dengan periodesasi zaman. Sebagai contoh, seorang ayah saat remaja
mungkin belum mengenal teknologi saat ini. Tapi seiring dengan
berkembangan zaman dalam bersosialisasi, seorang ayah yang mungkin
dahulu tidak mengerti teknologi akan mulai mempelajari bagaimana
teknologi berkembang, untuk memudahkan proses interaksi yang tidak
kenal waktu. Aspek ruang dan waktu bersifat konstitutif, karena
mengkonsepkan tindakan sosial sebagai pengalaman hidup. Di dalam
ruang itu sendiri juga terjadi tindakan kumulatif pada diri sendiri. Oleh
karena itu, Simmel berpendapat bahwa dalam entitas seorang individu
harus mampu memahami dan beradaptasi dengan ruang dan waktu dimana
individu tersebut hidup.
B. PEMBAHASAN
1. CONTOH KASUS
Pelanggaran aturan ketenagakerjaan itu mulai dari tidak adanya
Peraturan Perusahaan, memberlakukan status kontrak bagi pekerjaan yang
bersifat tetap, pemotongan upah, melanggar aturan tentang Keselamatan
Kesehatan Kerja atau K3, serta PHK sepihak. Menanggapi persoalan ini
Menaker Ida Fauziyah akan menurunkan tim investigasi ke lokasi dan
menyusun langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa.
Adapun PT Gunbaster Nickel Industry menyatakan prihatin atas
peristiwa unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut. Sementara itu, Menko
Polhukam, Mahfud MD meminta PT GNI menyikapi tuntutan pekerja dengan
arif. Selanjutnya, pekerja harus bisa menyampaikan, aspirasinya dan
menuntut hak-hak nya secara proporsional sesuai dengan peraturan
perundang-undangan," ujar Mahfud MD dalam keterangan kepada media,
Senin (16/01).
Pemerintah juga mengimbau PT GNI terbuka sehingga pemerintah
bisa menyelidiki soal peristiwa bentrok antara tenaga kerja asing (TKA) dan
tenaga kerja Indonesia (TKI). "Pemerintah dengan ini mengimbau agar PT
GNI bisa bersikap terbuka sehingga pemerintah dapat mempunyai data
tentang semua tenaga kerja dan pelaksanaan pengamanan di dalam
lingkungan perusahaan yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia,"
ujar Mahfud MD
Apa yang melatari unjuk rasa dan mogok kerja?
Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT GNI di Morowali Utara,
Amirullah, mengatakan aksi unjuk rasa dan mogok kerja buruh PT
Gunbaster Nicker Industry sesungguhnya sudah pernah dilakukan
sebelumnya. Yang pertama berlangsung pada tanggal 22 hingga 24
September 2022. Ketika itu, serikat pekerja menuntut perusahaan
menjalankan beberapa hal:
a. Mendesak PT GNI menerapkan prosedur Keselamatan
Kesehatan Kerja atau K3
Sejak PT GNI beroperasi sampai sekarang, kata
Amirullah, pekerja di beberapa posisi tidak dibekali alat
pelindungi diri (APD) yang memadai. Ia mencontohkan pekerja di
tungku smelter pabrik hanya mengenakan kaos oblong dan
masker medis. Padahal pekerjaan itu risikonya besar sebab
bersinggungan dengan suhu tinggi yang membahayakan
keselamatan. Selain itu, bijih logam yang diolah mengandung zat
berbahaya. Belum lagi alat-alat berat yang digunakan punya
potensi risiko besar. Semestinya pekerja di tungku smelter
memakai baju tahan panas. "Ada teman-teman itu mukanya
sudah tidak kentara karena debu," imbuhnya.
Contoh lain, dua pekerja diketahui meninggal karena
terlindas kendaraan besar beroda 12 ketika mereka hendak
menuju lokasi kerja menggunakan sepeda motor. Peristiwa
nahas itu, menurut dia, tidak akan terjadi kalau perusahaan
menyediakan kendaraan khusus yang dipergunakan untuk antar-
jemput pekerja
b. Menuntut PT GNI membuat Peraturan Perusahaan.
Sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan, setiap
perusahaan wajib membuat Peraturan Perusahaan yang
memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib. Tapi sampai
sekarang, kata Amirullah, PP itu tidak pernah dibuat dan belum
pernah disosialisasikan ke pekerja. Akibatnya pekerja
diperlakukan dengan sewenang-wenang. Beberapa kali,
sambungnya, manajemen mengeluarkan Surat Peringatan
kepada pekerja tanpa acuan yang jelas.
c. Menghentikan status kontrak pada pekerja Indonesia.
Kebanyakan pekerja Indonesia di PT GNI, imbuhnya,
statusnya kontrak. Padahal mereka telah bekerja selama dua
hingga tahun dan pekerjaan yang mereka lakukan bersifat tetap.
Pihak manajemen berdalih status pekerja tetap hanya berlaku
untuk staf seperti HRD. "Jadi ada yang awalnya dikontrak satu
tahun, lalu jadi enam bulan, kemudian tiga bulan."
d. Menghentikan pemotongan upah secara tidak jelas.
Beberapa pekerja mengadu dipotong upahnya padahal
kerja lembur. Kemudian ada pekerja yang mengambil enam hari
cuti tahunan malah kena pemotongan upah. "Bayangkan saja
kalau satu hari kena potong Rp200.000, enam hari berapa itu?
Harusnya kan tidak," imbuh Amirullah. Hal lain, ada juga buruh
yang tidak menerima tunjangan keahlian sebesar Rp600.000
gara-gara tidak masuk kerja karena sakit. Pihak manajemen
berdalih ada kesalahan teknis, tapi nyatanya terus berulang.
Dari empat tuntutan tersebut tidak ada yang dikabulkan.
Malah beberapa pekerja yang terlibat aksi unjuk rasa dan mogok
kerja diputus kontraknya dan ada yang diberi Surat Peringatan
atau SP. Itu sebabnya, ujar Amirullah, serikat pekerja berencana
kembali menggelar aksi serupa pada tanggal 11 sampai 14
Januari 2023 dengan tuntutan tambahan.
Tuntutan itu antara lain mendesak perusahaan mempekerjakan
kembali anggota serikat yang di PHK akibat unjuk rasa dan mogok kerja
pada September lalu. Namun di tengah aksi unjuk rasa dan mogok kerja
kedua ini, pihak PT GNI setuju untuk menggelar mediasi pada Jumat
(13/01) dengan difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja Morowali Utara dan
pihak kepolisian setempat. Sayangnya "tidak terjadi kesepakatan" antara
serikat dan manajemen lantaran pihak PT GNI, menurut Amirullah, tak
mau membuat Perjanjian Bersama (PB). "Perjanjian Bersama ini sebagai
bukti kalau memang betul-betul perusahaan merealisasikan tuntutan kami
dan agar sama-sama dikawal," tegas Amirullah. "Tapi perusahaan maunya
buat surat pernyataan aja, enggak mau bikin PB. Sehingga kami serikat
inisiatif melanjutkan aksi unjuk rasa dan mogok kerja besoknya."
Mengapa terjadi bentrok?
Surat pemberitahuan unjuk rasa dan mogok kerja yang berlangsung
pada 11 sampai 14 Januari 2023, kata Amirullah, sudah dikirim ke PT GNI,
Dinas Tenaga Kerja Morowali Utara, Bupati, dan DPRD. Pada aksi unjuk
rasa dan mogok kerja hari terakhir atau Sabtu (14/01) sekitar pukul 14.00
WITA berlangsung cukup damai. Meski ada bentrok kecil yang dipicu oleh
pemukulan yang diduga dilakukan pekerja asing dari China kepada
pekerja Indonesia.
Kala itu, tak semua pekerja ikut aksi, ujarnya. Kebanyakan yang ikut
mogok kerja dan unjuk rasa tergabung dalam serikat. "Jadi puluhan tenaga
kerja China itu gunakan pipa besi dan menyerang karyawan yang mau ikut
aksi mogok kerja di luar. Beberapa teman pekerja luka." "Setelah
diamankan polisi, sempat reda situasi saat itu."
Situasi "terkendali" itu berlangsung sampai pukul 17.00 WITA, kata
Amirullah. Sebab pihak serikat pekerja mempersilakan pekerja yang ikut
demo untuk pulang atau melanjutkan pekerjaan. Dia menduga, bentrok
yang berujung pada pembakaran mes karyawan dan kendaraan kerja,
adalah "aksi balasan" dari kejadian pemukulan sebelumnya.
Sepengetahuan dia, hubungan pekerja lokal dan asing selama ini baik.
Tidak pernah ada gesekan di area kerja. Para pekerja China itu, katanya,
mayoritas posisinya sebagai pengawas.
Setidaknya 17 orang tersangka
Versi berbeda disampaikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam
konferensi pers di Jakarta. Ia membantah ada pemukulan oleh pekerja
asing. Kata dia, bentrok di PT GNI berawal dari ajakan mogok kerja disertai
pemaksaan yang kemudian "diviralkan dan diprovokasi dengan narasi
terjadi pemukulan TKA terhadap TKI". Sigit menjelaskan, polisi telah
menangkap 71 orang dan menetapkan 17 sebagai tersangka.
Adapun Polri telah menerjunkan 548 personel untuk berjaga di area
PT GNI dan bakal menambah 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob
dari Jakarta. "Tentunya polisi akan menindak tegas terhadap pelaku-
pelaku pengerusakan, anarkis, sehingga ke depan kita harap hal-hal
begini tidak terulang," ujar Kapolri. "Polisi bersama-sama dengan rekan
dari TNI siap menjaga dan mengawal serta mengamankan program-
program yang jadi kebijakan pemerintah termasuk program terkait
investasi. "Kapolri juga memastikan operasional smelter PT GNI akan
mulai aktif Senin (16/01). Data Polri, PT GNI mempekerjakan 1.300
Tenaga Kerja Asing dan 11.000 Tenaga Kerja Indonesia.
Kemnaker turunkan tim investigasi
Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah, mengaku prihatin atas
kericuhan yang terjadi di lokasi PT GNI karena mengakibatkan dua pekerja
meninggal. Satu tenaga kerja asal China inisial CE dan pekerja Indonesia
asal Pare-Pare berinisial MS. Atas insiden ini, Kemnaker akan
menurunkan tim investigasi dari unsur pengawas ketenagakerjaan,
mediator dan pengantar kerja ke lokasi PT GNI. "Tim Kemnaker akan terus
melakukan pendampingan kepada Tim Pengawas Ketenagakerjaan
Daerah untuk penanganan masalah permasalahan yang terjadi. Termasuk
menyusun langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa," kata Ida
Fauziyah dalam siaran pers kepada BBC News Indonesia, Senin (16/01).
Namun demikian, Ida Fauziyah juga menangkis anggapan bahwa
kerusuhan ini dipicu oleh keberadaan tenaga kerja asing. Soal tim
investigasi ini, Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional, Djoko Heriyono,
menilai tidak perlu. Sebab selain prosesnya bakal berlarut-larut, penyebab
peristiwa ini sudah terang benderang: yakni adanya pelanggaran aturan
ketenagakerjaan oleh PT GNI. Persoalan pelanggaran aturan
ketenagakerjaan tersebut juga sudah diketahui Disnaker setempat dan
kepala daerah. Menurut Djoko, Kemnaker harus mengambil tindakan
hukum terhadap PT GNI atas pelanggaran norma dan syarat kerja. Apalagi
ada pekerja yang meninggal saat bekerja. "Ini kan ada penyelundupan
hukum dan ancamannya bisa pidana. Kalau Kemnaker nanti mengatakan
sulit menemukan pelanggaran, maka ini bukti negara kalah dengan
pengusaha pelanggar. "Kalau di kemudian hari, perusahaan ini masih
bandel tak melaksanakan tuntutan serikat pekerja, maka ia mendesak
pemerintah berani menutup perusahaan itu. "Masa negara kalah sama
perusahaan?"
Pakar: 'Pekerja lokal harus kuat posisinya'
Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM),
Tadjuddin Noer Effendi, pelanggaran aturan ketenagakerjaan kerap terjadi
lantaran "lemahnya pengawasan dari pusat". Di sisi lain, pemda atau
kepala daerah kerap "main mata" dengan perusahaan dengan
mengutamakan kepentingan mereka, ketimbang melindungi pekerja lokal.
Menurut dia, jika ada perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia
pekerja lokal harus dijamin memiliki posisi yang kuat dari segi status.
"Pekerja lokal jangan kontrak. Kalau kontrak bisa semena-mena
perusahaan asing. Sementara pekerja asing pasti diawasi ketat oleh
mereka." "Kalau mau konsisten dengan Perppu Cipta Kerja, harus ada
perlindungan yang kuat dari pemerintah, kalau enggak dilahap sama
perusahaan asing."
Ia mengusulkan agar pemerintah pusat membentuk tim khusus
yang tugasnya mengawasi perusahaan-perusahaan asing yang
beroperasi di Indonesia. Perkiraan dia pelanggaran ketenagakerjaan yang
terjadi di PT GNI juga terjadi di daerah lain yang jauh dari pantauan
Jakarta. "Tim khusus ini jangan libatkan pemda, itu mereka ngeri
mainnya."
Untuk kasus PT GNI, Tadjuddin menilai perusahaan yang dimiliki
pengusaha tambang asal China ini patut dikenakan sanksi berat karena
pelanggaran yang dilakukan pihak manajemen tergolong parah.
2. ASUMSI-ASUMSI DASAR TEORI
Teori konflik adalah teori yang memandang bahwa perubahan sosial
tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa
perubahan, tetapi terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan
kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula, teori konflik
muncul sebagai reaksi dari munculnya teori struktural fungsional. Teori
konflik juga mengatakan bahwa konflik itu perlu agar terciptanya perubahan
sosial, ketika struktural fungsional mengatakan bahwa perubahan sosial
dalam masyarakat itu selalu terjadi pada titik ekulibrium, teori konflik melihat
perubahan sosial disebabkan karena adanya konflik-konflik kepentingan.
Dalam pemahaman George Simmel, konflik bukanlah suatu hal yang
bersifat negatif, seperti dapat mengancam retaknya suatu kebersamaan
antar individu maupun kelompok. Namun menurutnya, konflik justru
merupakan bentuk dasar dari interaksi antar individual maupun kelompok,
sehingga memungkinkan interaksi dapat terus berlangsung. Bagi Simmel,
yang mengancam retaknya suatu kebersamaan bukanlah konflik,
melainkan tidak adanya keterlibatan interaksi antar individual maupun
kelompok. Namun, konflik menjadi sesuatu yang positif bagi kebersamaan
apabila tidak berlangsung secara berkepanjangan, mengarah kepada suatu
penyelesaian. Ada beberapa bentuk dan kemungkinan arah penyelesaian
konflik, yaitu penghapusan dasar konflik, kemenangan satu pihak di atas
penerimaan kekalahan oleh pihak lain, kompromi, perdamaian, atau bahkan
ketidakmampuan untuk berdamai.
Konflik menurut Simmel terdiri atas
a. Konflik perbandingan antagonistis;
b. Konflik hukum;
c. Konflik mengenai prinsip-prinsip dasar / kepentingan
d. Konflik antarpribadi;
e. Konflik dalam hubungan intim; dan
f. Konflik untuk menghancurkan kelompok, (Johnson, 2008)
3. ANALISIS KASUS HUBUNGAN DENGAN TEORI
Dalam kasus yang kelompok angkat dan keterkaitannya dengan
asumsi dasar teori, kelompok menganalisis bahwa kasus yang terjadi
berhubungan dengan teori konflik George Simmel yaitu konflik hukum dan
konflik mengenai prinsip-prinsip dasar atau konflik kepentingan. Adapun
penyebab terjadinya konflik hukum yaitu karena adanya pelanggaran aturan
ketenagakerjaan oleh PT GNI. Persoalan pelanggaran aturan
ketenagakerjaan tersebut juga sudah diketahui Disnaker setempat dan
kepala daerah. Pelanggaran yang dimaksud yakni tidak adanya Peraturan
Perusahaan, memberlakukan status kontrak bagi pekerjaan yang bersifat
tetap, pemotongan upah, melanggar aturan tentang Keselamatan
Kesehatan Kerja atau K3, serta PHK sepihak. Didukung juga oleh pendapat
Djoko Heriyono selaku Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional, menurut
Djoko, Kemnaker harus mengambil tindakan hukum terhadap PT GNI atas
pelanggaran norma dan syarat kerja. Apalagi ada pekerja yang meninggal
saat bekerja. "Ini kan ada penyelundupan hukum dan ancamannya bisa
pidana. Kalau Kemnaker nanti mengatakan sulit menemukan pelanggaran,
maka ini bukti negara kalah dengan pengusaha pelanggar. "Kalau di
kemudian hari, perusahaan ini masih bandel tak melaksanakan tuntutan
serikat pekerja, maka ia mendesak pemerintah berani menutup perusahaan
itu. "Masa negara kalah sama perusahaan?".
Konflik selanjutnya yakni konflik kepentingan. Konflik kepentingan
merupakan konflik berupa pertentangan kepentingan ataupun keinginan.
Adanya konflik kepentingan adalah akibat ketidakselarasan kepentingan
antar pihak, sehingga menjadi penghambat terselesaikan kepentingan yang
lain.
Dalam kasus ini, menurut Tadjuddin Noer Effendi selaku pengamat
ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pelanggaran
aturan ketenagakerjaan kerap terjadi lantaran "lemahnya pengawasan dari
pusat". Di sisi lain, pemda atau kepala daerah kerap "main mata" dengan
perusahaan dengan mengutamakan kepentingan mereka, ketimbang
melindungi pekerja lokal. Menurut dia, jika ada perusahaan asing yang
berinvestasi di Indonesia pekerja lokal harus dijamin memiliki posisi yang
kuat dari segi status. "Pekerja lokal jangan kontrak. Kalau kontrak bisa
semena-mena perusahaan asing. Sementara pekerja asing pasti diawasi
ketat oleh mereka." "Kalau mau konsisten dengan Perppu Cipta Kerja,
harus ada perlindungan yang kuat dari pemerintah, kalau enggak dilahap
sama perusahaan asing."
Ia mengusulkan agar pemerintah pusat membentuk tim khusus
yang tugasnya mengawasi perusahaan-perusahaan asing yang
beroperasi di Indonesia. Perkiraan dia pelanggaran ketenagakerjaan yang
terjadi di PT GNI juga terjadi di daerah lain yang jauh dari pantauan
Jakarta. "Tim khusus ini jangan libatkan pemda, itu mereka ngeri
mainnya." Untuk kasus PT GNI, Tadjuddin menilai perusahaan yang
dimiliki pengusaha tambang asal China ini patut dikenakan sanksi berat
karena pelanggaran yang dilakukan pihak manajemen tergolong parah.
Berdasarkan pendapat dari Tadjuddin dalam kasus ini terdapat
perbedaan kepentingan antara pihak pemerintah dengan Warga Negara
Indonesia (WNI) dalam hal ini pekerja lokal yang menyebabkan
permasalahan dan pelanggaran seperti ini kerap terjadi.
C. PENUTUP
1. KESIMPULAN
George Simmel, seorang sosiolog Jerman abad ke-19, memiliki latar
belakang yang mencerminkan perjuangan akademisnya, termasuk
penolakan disertasi awalnya. Namun, dia berhasil memperoleh gelar
doktornya dalam bidang filsafat dan menjadi pengajar yang sukses. Simmel
sangat mempengaruhi sosiologi dengan konsepnya tentang "form" atau
bentuk dalam interaksi sosial. Dia menganggap bahwa sosiologi adalah ilmu
yang mempelajari berbagai bentuk interaksi sosial seperti pertukaran,
konflik, subordinasi, dan penghargaan.
Teori Simmel tentang konflik dan interaksi sosial dapat diterapkan
dalam kasus ini karena termasuk ke dalam konflik hukum dan konflik
kepentingan. Konflik hukum terjadi karena adanya pelanggaran-
pelanggaran terhadap aturan ketenagakerjaan yang dilakukan oleh pihak
PT. GNI diantaranya yakni tidak adanya Peraturan Perusahaan,
memberlakukan status kontrak bagi pekerjaan yang bersifat tetap,
pemotongan upah, melanggar aturan tentang Keselamatan Kesehatan
Kerja atau K3, serta PHK sepihak.
Sedangkan konflik kepentingan terjadi karena adanya perbedaan
kepentingan antara pemerintah daerah yang diduga kerap “main mata”
dengan kepentingan WNI atau pekerja lokal.
2. SARAN
Dari adanya kasus ini, kelompok berharap pemerintah Indonesia lebih
memperhatikan kembali nasib para pekerja lokal (WNI) yang bekerja pada
perusahaan asing di Indonesia serta memberikan keadilan dan
menegakkan hukum dengan tegas sehingga pelanggaran-pelanggaran
serupa tidak terjadi kembali.
REFERENCE
Dzofir, M. 2017. Akar Teori Konflik. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosial
Keagamaan Vol. 9 No. 1.
Johnson, D. P. (2008). Contemporary sosiological theory: An integrated multi-level
approach. Springer New York.
M, Wahid Nur Tualeka. (2017). Sosiologi konflik: Teori Konfik Sosial Klasik dan
Modern. Yoyakarta: Kencana.
Nugroho, S, A. 2013. NOVEL L'ASSOMMOIR KARYA EMILE ZOLA: SEBUAH
KAJIAN SOSIOLOGI MIKRO GEORGE SIMMEL. Universitas Negeri
Semarang.
Nur Ahmad Fadhil Lubis, Agama Sebagai Sistem Kultural, (Medan: IAIN Press, 2000),
46.
Soerjono Soekamto – Ed 1,-43,- Jakarta: RajawaliPers, 2010
Susanto, Adi. dkk. (2020). BIOGRAFI TOKOH-TOKOH SOSIOLOGI Klasik sampai
Postmodern. IAIN Parepare Nusantara Press.
Zawawi, M. & Maghfiroh, D. L. (2021). Konflik Sosial dalam Novel Aib dan Nasib Karya
Minanto Berdasarkan Perspektif George Simmel. KEMBARA: Jurnal Keilmuan
Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. 7 (1), 173-197.
https://www.bbc.com/indonesia/articles/c3g9z8wj72po