TIPE REM TROMOL
Tipe Leading Trailing
Pada tipe ini terdapat satu wheel silinder dengan dua piston yang akan mendorong
bagian atas dari tromol rem.Leading shoe lebih cepat aus dari pada trailing shoe.
Tipe Two Leading
Tipe ini mempunyai dua wheel silinder yang masing-masing memiliki satu piston.
Keuntungan :
Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading shoe sehingga daya pengereman
baik.
Kerugian :
Saat kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing shoe sehingga daya
pengereman kurang baik.
Tipe Dual Two Leading
Tipe ini mempunyai 2 silinder roda (wheel cylinder), yang masing-masing memiliki 2
buah piston, dan menghasilkan efek pengereman yang baik saat kendaraan maju maupun
mundur.
Tipe Uni-Servo
Tipe ini mempunyai 1 wheel cylinder dengan 1 piston.
Keuntungan :
Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading shoe sehingga daya pengereman
baik.
Kerugian :
Saat kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing shoe sehingga daya
pengereman kurang baik.
Tipe Duo-Servo
Tipe ini merupakan penyempurnaan dari tipe uni-servo yang mempunyai 1 wheel
cylinder dengan 2 piston. Gaya pengereman tetap baik tanpa terpengaruh oleh gerakan
kendaraan.
IV. DAYA PENGEREMAN
Daya pengereman dipengaruhi oleh :
Temperatur kanvas. Gesekan akan berkurang dan gaya pengereman akan menurun ketika
tromol dan kanvas telah menjadi panas.
Posisi persinggungan antara tromol dan kanvas, walaupun luas daerah persinggungan
mungkin sama.
V. CELAH SEPATU REM
Celah yang tidak tepat dapat menyebabkan :
Celah sepatu rem terlalu besar akan menyebabkan kelambatan pada pengereman.
Celah sepatu rem terlalu kecil, rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol
dan kanvas.
Celah sepatu rem tidak sama akan menyebabkan kendaraan tertarik ke satu arah.
Penyetelan Otomatis Celah Sepatu Rem
1. Penyetelan terjadi saat pengereman selama kendaraan mundur.
Metode ini digunakan pada rem tipe duo servo, yang menggunakan kabel penyetel
(adjusting cable), tuas penyetel (adjusting lever), sekrup penyetel sepatu (shoe adjusting
screw).
Adjusting cable dipasang pada brake shoe no. 2 dan ujung lainnya pada adjusting
lever melalui sebuah pegas.
Adjusting lever dipasang pada bagian bawah sepatu no. 2 yang dihubungkan
dengan adjusting screw.
Shoe adjusting screw terdiri dari baut dan mur seperti pada gambar.
Cara Kerja
Bila pedal rem ditekan saat kendaraan mundur, sepatu rem no. 2 bergerak dari
anchor pin, dan menarik adjusting cable. Ini menyebabkan adjusting lever memutar
adjusting screw dan menyetel celah.
2. Penyetelan terjadi saat pengereman selama kendaraan maju
Ujung link dihubungkan dengan piston wheel cylinder, sedangkan ujung link lain
dihubungkan dengan automatic adjusting lever melalui pegas. Tuas penyetel otomatis
dipasang pada rumah wheel silinder dengan sebuah pin, yang ujungnya dihubungkan
dengan pegas dan adjusting wheel.
Cara Kerja
Bila pedal rem diinjak, maka piston dan link bergerak ke atas. Hal ini menyebabkan
tuas penyetel otomatisbergerak mengelilingi pin pada arah putaran kebalikan.
a. Celah Sepatu Rem Standar
Bila gerakan piston kecil, maka gerakan tuas penyetel otomatis juga kecil. Gerakan
tuas penyetel hanya maju-mundur diantara 2 gigi adjusting wheel, jadi adjusting wheel tidak
berputar.
b. Celah Sepatu Rem Lebih Besar dari Standar
Bila pedal rem ditekan, gerakan piston lebih besar, maka tuas penyetel
menyebabkan adjusting wheel berputar.
Bila pedal rem dilepas tuas penyetel kembali ke posisi semula tetapi berhubungan
dengan gigi berikutnya dari adjusting wheel.
3. Penyetelan dilakukan dengan rem parkir
Cara Kerja
Saat rem parkir bekerja, maka tuas tertarik ke kiri. Pada saat yang bersamaan, tuas
penyetel
berputar searah jarum jam mengelilimgi pin tempat sepatu rem terpasang, memutarkan
adjusting screw.
a. Celah Sepatu Rem Lebih Besar dari Standar
Saat tuas rem parkir ditarik, maka adjusting lever akan bergerak jauh melebihi jarak
gigi berikut dari adjusting screw. Saat tuas rem parkir dibebaskan, adjusting lever akan
turun dan memutar adjusting screw sehingga menyetel celah.
b. Celah Sepatu Rem Standar
Saat rem parkir ditarik, adjusting lever hanya bergerak sedikit (tidak melebihi gigi
berikut pada adjusting wheel). Celah sepatu rem tetap (tidak berubah).