LAPORAN MAGANG KERJA INSTITUSIONAL
MAHASISWA FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS BENGKULU
(24 SAMPAI DENGAN 30 SEPTEMBER 2023)
DI SUSUN OLEH:
(M. SENOPATI MUKARRAMAH)
(B1A019417)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS BENGKULU
FAKULTAS HUKUM
2023
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN KEGIATAN MAGANG KERJA INSTITUSIONAL
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BENGKULU TAHUN 2023/2024
DI SUSUN OLEH:
(M. SENOPATI MUKARRAMAH)
(B1A019417)
DISETUJUI OLEH:
Mengetahui: Disetujui oleh,
Koordinator Unit Kerjasama Dosen Pembibing Lapangan
STEVRI ISKANDAR, S.H., M.H STEVRI ISKANDAR, S.H, M.H.
NIP. 198009222008122001 NIP. 198009222008122001
Mengetahui,
Ketua Laboratorium Hukum
Fakultas Hukum Universitas Bengkulu
Rahma Fitri, S.H., M.H
NIP. 198406112010122003
KATA PENGANTAR
Segala Puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Berkat limpahan
nikmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan magang serta laporanya
dengan lancar Penyusunan laporan ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan
kelulusan mata kuliah magang. Selama proses magang yang dilakukan dalam
waktu satu minggu di Lembaga Negara serta penulisan laporan ini tentu tak lepas
dari bantuan, arahan, masukan, serta bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu,
saya ucapkan terimakasih kepada :
1. Dr. Amancik S.H., M.H selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas
Bengkulu
2. Stevri Iskandar, S.H., M.H.
3. Rahma Fitri, S.H., M.H.
4. Dr. Nur Sulistiyo B.A, S.H.,M.Hum.
5. Edi Hermansyah, S.H.,M.H.
6. Sonia Ivana Barus, S.H.,M.H.
7. Wulandari, S.H.,M.H.
8. Arini Azka Muthia, S.H.,M.H.
9. Panitia Pelaksana Kegiatan Magang Kerja Institusional Fakultas
Hukum Universitas Bengkulu Tahun 2023
10. Para teman sejawat peserta Magang Kerja Institusional Tahun 2023
dari Fakultas Hukum Universitas Bengkulu
Penulis menyadari bahwa Laporan Akhir Kegiatan Magang Tahun 2023
ini masih jauh dari kata Sempurna , untuk itu berbagai kritik maupun saran yang
dapat memotivasi akan selalu diterima dengan senang hati agar nantinya dapat
menjadi lebih baik lagi di kemudian hari .
Bengkulu, 09 Oktober 2023
M. SENOPATI MUKARRAMAH
DAFTAR ISI
III
LAPORAN MAGANG KERJA INSTITUSIONAL MAHASISWA
FAKULTAS HUKUM............................................................................................I
HALAMAN PENGESAHAN...............................................................................II
KATA PENGANTAR.........................................................................................III
DAFTAR ISI........................................................................................................IV
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. Latar Belakang............................................................................................1
B. Tujuan Magang Institusional.....................................................................2
BAB II LAPORAN LENGKAP TIAP INSTITUSI YANG DIKUNJUNGI....4
BAB III URAIAN/MATERI TENTANG SALAH SATU INSTANSI YANG
MENARIK BAGI MAHASISWA......................................................................22
BAB IV PENUTUP..............................................................................................23
A. Kesimpulan................................................................................................23
B. Saran..........................................................................................................23
BIODATA.............................................................................................................24
LAMPIRAN..........................................................................................................25
IV
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Universitas Bengkulu (UNIB) adalah salah satu perguruan tinggi negeri di
Indonesia. Saat ini UNIB telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu
tempat pembelajaran yang terpilih. Salah Satu Fakultas yang dimiliki oleh UNIB
adalah Fakultas Hukum, disini mahasiswanya diwajibkan untuk melakukan
magang atau pemagangan, sehingga magang dijadikan sebagai salah satu
matakuliah kemahiran berjumlah 2 SKS yang harus ditempuh mahasiswa sebagai
salah satu Syarat kelulusan.
Magang merupakan kegiatan mahasiswa yang dilakukan di masyarakat
dan di perusahaan atau instansi untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.
Kegiatan ini juga membantu mahasiswa untuk memahami relevansi keilmuannya
di masyarakat dan dijalur pembangunan diri dengan mendalami bidang ilmu
tertentu. Mahasiswa sebagai calon sarjana Hukum dituntut untuk memiliki
kterampilan dan pengalaman yang memadai sebelum memasuki dunia kerja.
Semakin Berkembangnya suatu Negara maka harus juga diiringi dengan
berkembangnya system pendidikan yang di berlakukan di suatu Negara tersebut,
akrena pendidikan merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kemajuan
bangsa. maka dari itu pendidikan memiliki peran yang penting dala membentuk
keterampilan dan kecakapan seseorang, perlu dilakukannya evaluasi maupun
edukasi secara langsung, terutama kepada para Mahasiswa/ Mahasiswi yang akan
menjadi generasi penerus yang nantinya akan memasuki dunia kerja dan akan
1
melanjutkan system pemerintahan di Negara ini. ilmu yang diperoleh diperguruan
Tinggi hanya terbatas teori dan praktek dalam skala kecil. Agar mahasiswa/
mahasiswi siap menghadapi dunia kerja secara langsung pada Instansi atau
lembaga yang relevan dengan program pendidikan yang diambil, maka Fakultas
Hukum UNIB mengadakan program Praktek kerja Lapangan berupa Program
Magang.
B. Tujuan Magang Institusional
1. Tujuan Magang Institusional
Adapun Tujuan dari dilaksanakannya Magang Perkantoran:
a. Untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kemampuan
mahasiswa dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan keahlian di
bidang masing – masing yang dimiliknya.
b. Untuk menambah pengalaman yang tidak didapat pada masa
perkuliahan.
c. Untuk membentu mahasiswa mengimplementasikan apa yang telah
dipelajari pada masa perkuliahan didunia kerja yang sesungguhnya.
2. Manfaat Magang Institusional
1) Mahasiswa dapat memperoleh ilmu serta pengalaman dalam dunia
kerja yang belum perhag ditemui selama kegiatan perkuliahan di
Universitas Bengkulu.
2) Mahasiswa dapat membantu dan merasakan secara langsung terkair
pekerjaan dan juga tugas-tugas yang terdapat di dalam ruang KPK,
2
Kemenkumham, DPD RI, Kemenparekraf, MA, MK, Kemenpora,
dan Kemensetneg.
3) Mendewasakan sikap dan pola piker mahasiswa terhadap setiap
permasalahan yang ditemukan yang ditemukan dilapangan.
4) Menambah Pengalaman dan Wawasan yang luas.
5) Dapat Menciptakan lulusan yang siap dalam menghadapi dunia
kerja
6) Terjalinnya hubungan dan kerja sama yang baik antara Universitas
Bengkulu dengan Kantor KPK, Kemenkumham, DPD RI,
Kemenparekraf, MA, MK, Kemenpora, dan Kemensetneg.
3
BAB II
LAPORAN LENGKAP TIAP INSTITUSI YANG DIKUNJUNGI
1. KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK)
Tangal, Waktu : 25 September 2023, Jam 09.00-10.00 WIB
PEMATERI : Anis Wijayanti (Fungsional pada Direktorat
Jejaring Pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi)
Judul Materi : Mencetak Generasi Berinteraksi
Ringkasan Materi
KPK dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun
2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang selanjutnya
diubah dengan Undang-Undang No. 19 Tahun 2019 tentang Perubahan kedua
atas Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diberi amanat
melakukan pemberantasan korupsi secara profesional, intensif, dan
berkesinambungan. KPK merupakan lembaga negara dalam rumpun
kekuasaan eksekutif yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya
bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun.
4
KPK dibentuk bukan untuk mengambil alih tugas pemberantasan korupsi
dari lembaga-lembaga yang ada sebelumnya. Penjelasan undang-undang
menyebutkan peran KPK sebagai trigger mechanism, yang berarti mendorong
atau sebagai stimulus agar upaya pemberantasan korupsi oleh lembaga-
lembaga yang telah ada sebelumnya menjadi lebih efektif dan efisien.
Dalam pelaksanaan tugasnya, KPK berpedoman kepada enam asas, yaitu:
kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum,
proporsionalitas dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. KPK
bertanggung jawab kepada publik dan menyampaikan laporannya secara
terbuka dan berkala kepada Presiden, DPR, dan BPK.
Visi KPK adalah
Bersama masyarakat menurunkan tingkat korupsi untuk mewujudkan
Indonesia maju.
Misi KPK adalah
1. Meningkatkan upaya pencegahan melalui perbaikan sistem pengelolaan
administrasi lembaga Negara dan pemerintah yang antikorupsi
2. Meningkatkan upaya pencegahan melalui pendidikan antikorupsi yang
komprehensif
3. Pemberantasan tindak pidana korupsi yang efektif, akuntabel, profesional,
dan sesuai dengan hukum
4. Meningkatkan akuntabilitas, profesionalitas dan integritas Komisi
Pemberantasan Korupsi dalam pelaksanaan tugas dan wewenang.
5
Bu Anis Wijayanti juga memaparkan mengenai Indeks Perilaku
Antikorupsi (IPAK), IPAK masyarakat perkotaan 2022 lebih tinggi dibanding
masyarakat perdesaan dan semakin tinggi pendidikan, masyarakat cenderung
semakin antikorupsi. Penyalahgunaan kekuasaan yang dipercaya untuk
keuntungan pribadi dibagi menjadi tiga bagian yaitu penyalahgunaan oleh
pejabat publik dalam interaksi mereka dengan warga biasa dikehidupan
sehari-hari, penyalahgunaan kekuatan tingkat tinggi yang menguntungkan
egelintir orang dengan mengorbankan banyak orang, dan memanipulasi
kebijakan.
Tindak pidana korupsi terdiri dari :
1. Kerugian keuangan negara
2. Penggelapan dalam jabatan
3. Perbuatan curang
4. Benturan kepentingan dalam pengadaan
5. Suap-menyuap
6. Pemerasan
7. Gratifikasi
8. Tindak pidana lain yang berhubungan dengan korupsi
Terdapat beberapa penyebab korupsi yaitu adanya sikap serakah baik
dipengaruhi dari tekanan dari internal, adanya jabatan yang menyebabkan
terbukanya kesempatan. Dari pemaparan materi tersebut terdapat strategi
dalam pemberantasan korupsi yaitu melalui pendidikan, pencegahan, dan
penindakan.
6
2. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK
INDONESIA (KEMENKUMHAM RI)
Tangal, Waktu : 25 September 2023, Jam 13.00-14.20 WIB
Pemateri : Dr. Rachmayanthy, Belp, S.H., M.H.
Judul Materi :Peran Kemenkumham membangun karakter
mahasiswa agar menjadi hakim profesional di era
digital 5.0
Ringkasan Materi
VISI :
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang Andal, Profesional,
Inovatif, dan Berintegritas dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil
Presiden untuk mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden
Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan
Gotong Royong.
MISI:
1. Membentuk peraturan Perundang-Undangan yang berkualitas dan
melindungi kepentingan nasional;
2. Menyelenggarakan pelayanan publik di bidang hukum yang berkualitas;
3. Mendukung penegakan Hukum di Bidang Kekayaan Intelektual,
Keimigrasian, Administrasi Hukum Umum, dan Pemasyarakatan yang
bebas dari korupsi, bermartabat dan terpercaya;
4. Melaksanakan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan Hak Asasi
Manusia yang berkelanjutan;
7
5. Melaksanakan peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat;
6. Ikut serta menjaga stabilitas keamanan melalui peran Keimigrasian dan
Pemasyarakatan; serta
7. Melaksanakan tata laksana pemerintahan yang baik melalui Reformasi
Birokrasi dan Kelembagaan.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
(disingkat Kemenkumham RI) adalah kementerian dalam Pemerintah
Indonesia yang membidangi urusan hukum dan hak asasi manusia.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Presiden. Kemenkumham beberapa kali
mengalami pergantian nama yakni: "Departemen Kehakiman" (1945–1999),
"Departemen Hukum dan Perundang-undangan" (1999–2001), "Departemen
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia" (2001-2004), "Departemen Hukum dan
Hak Asasi Manusia" (2004–2009), dan "Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia" (2009–sekarang).
Dunia pendidikan akan menjadi pusat perhatian dan harapan masyarakat
dalam menciptakan generasi SDM yang mampu menjawab tantangan.
Memasuki era society 5.O konsep yang digagas jepang pada tanggal 21
januari 2019. Menurut Nastiti dan Abdu society 5.O yaitu bertujuan untuk
menjadikan manusia sebagai sumber inovasi dan society 5.O merupakan
sebuah ilmu pengetahuan yang berbasis modern dengan memanfaatkan
teknologi. Dalam society 5.O manusia akan menjadi pusatnya dengan tetap
berbasis teknologi.
8
Pembelajaran berbasis society 5.O memiliki 3 kemampuan bagi peserta
didik yaitu :
1. Kemampuan memecahkan masalah komplek dan menjadi problem
solver bagi dirinya dan orang banyak
2. Kemampuan untuk berpikir secara kritis.
3. Meningkatkan keterampilan diri dalam pengembangan kemampuan
berkreatifitas.
Model pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan nalar berpikir
kritis yaitu dengan Inquiry learning, Discovery learning, dan Project based
learning.
3. MAHKAMAH AGUNG (MA)
Tangal, Waktu : 26 September 2023, Jam 09.00-10.20 WIB
Pemateri : Syarifudin
Judul Materi : Peran Mahkama Agung membangun karakter
mahasiswa agar menjadi hakim profesional di era
digital 5.0
Ringkasan Materi
MA adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia
yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan
Mahkamah Konstitusi dan bebas dari pengaruh cabang-cabang kekuasaan
lainnya. Mahkamah Agung menyatakan kekuasaannya pada badan peradilan
9
dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan
peradilan tata usaha negara dan lingkungan peradilan militer.
VISI
Terwujudnya Badan Peradilan Indonesia yang Agung.
MISI
1. Menjaga kemandirian Badan Peradilan.
2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan.
3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan Badan Peradilan.
4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi Badan Peradilan.
Kedudukan Mahkamah Agung yaitu sebagai lembaga tinggi negara yang
berkedudukan di ibu kota negara republik indonesia yang menjadi pengadilan
tertinggi dari semua lingkungan peradilan. Mahkamah agung memiliki tugas
dalam permohonan kasasi, peninjauan kembali, dan hak uji materil.
Wewenang Mahkamah Agung memeriksa dan memutuskan permohonan
kasasi, memberikan pertimbangan terhadap permohonan grasi, memberikan
pengawasan terhadap penyelenggara peradilan, serta mengelola organisasi,
administrasi, dan finansial.
Terdapat beberapa pengadilan dibawah Mahkamah Agung, yaitu :
1. Pengadilan Negeri / Umum
2. Pengadilan Agama
10
3. Pengadilan Militer
4. Pengadilan Tata Usaha Negara
4. DPD RI
Tangal, Waktu : 26 September 2023, Jam 13.00-14.35 WIB
Pemateri : H. Ahmad Kanedi, S.H.,M.H.
Judul Materi :Peran DPD dalam membangun karakter anak
daerah agar memiliki daya saing dalam dunia kerja
digital 5.0
Ringkasan Materi
DPD atau Dewan Perwakilan Daerah merupakan salah satu lembaga
legislatif tingkat nasional yang ada di Indonesia. DPD dibentuk untuk
mewakili kepentingan daerah.
DPD juga dibentuk sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia pada tahun 1945. DPD memiliki
misi untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan daerah di tingkat yang lebih
tinggi.
Anggota DPD dipilih oleh daerah mereka dalam pemilihan umum. DPD
setiap provinsi berjumlah empat orang. DPD memiliki hubungan kerja sama
dengan DPR
11
Sejalan dengan tuntutan demokrasi guna memenuhi rasa keadilan
masyarakat di daerah, memperluas serta meningkatkan semangat dan
kapasitas partisipasi daerah dalam kehidupan nasional; serta untuk
memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka dalam rangka
pembaharuan konstitusi, MPR RI membentuk sebuah lembaga perwakilan
baru, yakni Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).
Pembentukan DPD RI ini dilakukan melalui perubahan ketiga Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) pada
bulan November 2001.
VISI
Menjadikan DPD-RI sebagai lembaga perwakilan yang secara akuntabel
dan optimal mampu memperjuangkan aspirasi daerah untuk mewujudkan
tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
MISI
1. Memperkuat kewenangan DPD-RI melalui amandemen UUD 1945.
2. Mengoptimalkan pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan dan
penganggaran sesuai kewenangan yang ditetapkan oleh UUD 1945.
3. Memperkuat kapasitas pelaksanaan fungsi representasi yang mencakup
penampungan dan penindaklanjutan aspirasi daerah dan pengaduan
masyarakat serta peningkatan pemahaman masyarakat tentang
kelembagaan DPD-RI dalam rangka akuntabilitas publik.
12
4. Meningkatkan hubungan dan kerjasama dengan lembaga-lembaga
negara/pemerintah dan non pemerintah di dalam negeri dan lembaga
perwakilan negara-negara sahabat termasuk masyarakat parlemen
internasional.
5. Meningkatkan kinerja dan kapasitas kelembagaan, baik yang menyangkut
tampilan perorangan para anggota DPD-RI maupun pelaksanaan fungsi
kesekretariatan jenderal termasuk tunjangan fungsional atau keahlian.
5. KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA (KEMENPORA)
Tangal, Waktu : 27 September 2023, Jam 08.00-10.00 WIB
Pemateri : Dr. Dwi Agus Susilo, Ambar Basuki,S.Sos. , Abdul
Muslim, S.pd., M.Si
Judul Materi : Peran Mahasiswa dalam meningkatkan indeks
pemuda nasional.
Ringkasan Materi
Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan
dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan
Indonesia. Pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19
Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian
Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan
olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Usia
kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan
Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana
Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.
13
Pada tahun 1999 - 2004 yakni pada masa Kabinet Persatuan Nasional dan
Kabinet Gotong Royong, Kementerian Pemuda dan Olahraga dilebur pada
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sehingga urusan pemuda dan
olahraga hanya dikelola oleh struktur eselon I yaitu Direktorat Jenderal
Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga. Ketika Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono berkuasa, Kementerian Pemuda dan Olahraga kembali
dibentuk pada tahun 2004.
VISI
Kementerian Pemuda dan Olahraga yang andal, profesional, inovatif, dan
berintegritas dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang pemuda
dan olahraga untuk terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan
berkepribadian berlandaskan gotong-royong.
6. MAHKAMAH KONSTITUSI (MK)
Tangal, Waktu : 27 September 2023, Jam 13.00-14.20 WIB
Pemateri : Bisariyadi, S.H.,LL.M..
Judul Materi : Mekanisme pengambilan keputusan oleh majelis
hakim mahkamah konstitusi dalam perkara sengketa
pemilu serentak.
Ringkasan Materi
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia adalah lembaga tinggi negara
dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan
kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung.
14
Sejarah berdirinya lembaga Mahkamah Konstitusi (MK) diawali dengan
diadopsinya ide MK (Constitutional Court) dalam amandemen konstitusi
yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun
2001 sebagaimana dirumuskan dalam ketentuan Pasal 24 ayat (2), Pasal 24C,
dan Pasal 7B Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga yang
disahkan pada 9 Nopember 2001. Ide pembentukan MK merupakan salah satu
perkembangan pemikiran hukum dan kenegaraan modern yang muncul di
abad ke-20. Setelah disahkannya Perubahan Ketiga UUD 1945 maka dalam
rangka menunggu pembentukan MK, MPR menetapkan Mahkamah Agung
(MA) menjalankan fungsi MK untuk sementara sebagaimana diatur dalam
Pasal III Aturan Peralihan UUD 1945 hasil Perubahan Keempat.
DPR dan Pemerintah kemudian membuat Rancangan Undang-Undang
mengenai Mahkamah Konstitusi. Setelah melalui pembahasan mendalam,
DPR dan Pemerintah menyetujui secara bersama UU Nomor 24 Tahun 2003
tentang Mahkamah Konstitusi pada 13 Agustus 2003 dan disahkan oleh
Presiden pada hari itu. Dua hari kemudian, pada tanggal 15 Agustus 2003,
Presiden melalui Keputusan Presiden Nomor 147/M Tahun 2003 hakim
konstitusi untuk pertama kalinya yang dilanjutkan dengan pengucapan
sumpah jabatan para hakim konstitusi di Istana Negara pada tanggal 16
Agustus 2003.Lembaran perjalanan MK selanjutnya adalah pelimpahan
perkara dari MA ke MK, pada tanggal 15 Oktober 2003 yang menandai mulai
beroperasinya kegiatan MK sebagai salah satu cabang kekuasaan kehakiman
menurut ketentuan UUD 1945.
15
VISI
Menegakkan konstitusi melalui peradilan yang modern dan terpercaya
MISI
1. Memperkuat integritas peradilan konstitusi
2. Meningkatkan kesadaran berkonstitusi warga negara dan
penyelenggaraa negara.
3. Meningkatkan kualitas putusan
7. KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
(KEMENPAREKRAF)
Tangal, Waktu : 29 September 2023, Jam 08.00-10.00 WIB
Pemateri : Faisal, S.ST.Par., MM.Par, CHE.
Judul Materi :Upaya parekraf mendorong mahasiswa agar
bersinar kembangkan sektor parekraf.
Ringkasan Materi
Strategi Pencapaian Target Pariwisata terdiri dari target wisman dan wisnus,
target wisman berjumal 6-8,5 juta kunjungan devisa USD 7,08-9,99 Milyar
sedangkan target wisnus berjumlah 1,2-1,4 Milyar perjalanan. Adapun
langkah untuk memaksimalkan kunjungan wisman dan pergerakan wisnus
yaitu :
16
1. Pameran, seperti pameran gebyar wisata nusantara, bali end
beondtravelfire.
2. Famtrip, seerti pengenalan destinasi dengan KOL dan penyediaan jasa
pariwisata.
3. Media promosi, seperti media online, digital, cetak.
4. APPI, seperti kampanye BBW yang melibatkan pemerintah daerah
provinsi dan kabupaten.
5. Join promotion, seperti penguatan jejaring, pemasaran pariwisata
dalam bentuk promosi diskon, dan pemasangan iklan.
6. Sales mission, seperti misi jualan dibursa pariwisata skala nasional
Program pendukung bangga berwisata di indonesia (BBWI) 2023 yaitu
pembuatan landing page bangga berwisata di indonesia dengan kolaborasi
antara Kemenparekraf dan Kementrian BUMN dalam membuat landing
page bangga berwisata di indonesia, untuk memberikan informasi dan
inspirasi liburan. Strategi promosi dengan 100 paket wisata berkolaborasi
dengan dinas pariwisata di 34 provinsi di seluruh indonesia. Kemudian
Bali kreatif desa wisata dengan mempertemukan dan mengembandingkan
desa wisata dengan TA/TO/OTA dan asosiasi, dan yang terakhir yaitu
strategi promosi.
Yang bisa di lakukan generasi muda saat ini antara lain melakukan
promosi dengan menjadi duta pariwisata daerah, selanjutnya membantu
atasi pandemi dengan displin menerapkan protokol kesehatan, selanjutnya
17
mendukung pariwisata berkelanjutan dengan membantu pemerintah untuk
menjaga kelestarian alam dan meningkatkan keterampilan.
8. KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA (KEMENSETNEG)
Tangal, Waktu : 29 September 2023, Jam 13.30-16.00 WIB
Pemateri : Eddy cahyono sugiarto, S.Sos., M.Si dan
Hayu sihwati lestari, S.H.,M.H.
Judul Materi :
1. Peran generasi muda dalam mendukung terus melalui untuk indonesia
maju.
2. Urgensi dan mekanisme penyusunan RPP dan Perpres melalui
mekanisme izin prakarsa.
Ringkasan materi
Kementerian Sekretariat Negara adalah kementerian yang dipimpin oleh
Menteri Sekretaris Negara, dan berkedudukan di bawah serta bertanggung
jawab kepada Presiden. Sejak awal dibentuknya hingga sekarang, tugas
Kementerian Sekretariat Negara pada umumnya adalah memberikan
dukungan teknis, administrasi, dan analisis kepada Presiden dan Wakil
Presiden dalam menyelenggarakan kekuasaan Negara.
18
Kementerian Sekretariat Negara dibentuk sejak awal Negara Republik
Indonesia berdiri dengan nama Sekretariat Negara. Proklamasi Kemerdekaan
bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tonggak awal
berdirinya negara Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Sehari
setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada tanggal 18 Agustus 1945, Ir.
Soekarno diangkat sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta diangkat
sebagai Wakil Presiden. Pada tanggal 2 September 1945, Presiden Soekarno
membentuk Kabinet Pemerintah Republik Indonesia yang pertama. Dalam
pembentukan Kabinet pertama ini, diangkat seorang Sekretaris Negara dan
Juru Bicara Presiden.
Perencanaan pembentukan peraturan perundang-undangan merupakan
tahap awal dari keseluruhan proses pembentukan peraturan perundang-
undangan. Proses pembentukan tersebut meliputi perencanaan, penyusunan,
pembahasan, pengesahan, dan pengundangan serta pemantauan/peninjauan.
Peraturan perundang-undangan (PUU) dimaksud meliputi undang-undang
(UU), peraturan pemerintah (PP), peraturan presiden (perpres), peraturan
daerah provinsi dan peraturan daerah kabupaten/kota (perda), serta peraturan
perundang-undangan lainnya.
Untuk perencanaan penyusunan UU dibuat dalam bentuk program yang
disebut program legislasi nasional (prolegnas). Sementara untuk perencanaan
penyusunan PP dibuat program penyusunan PP (progsun PP) dan untuk
penyusunan perpres dibuat program penyusunan perpres (progsun perpres).
19
Selanjutnya, untuk penyusunan perda dibuat program legislasi daerah
(prolegda).
Definisi dalam Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2011, Prolegnas
adalah instrumen perencanaan program pembentukan UU yang disusun
secara terencana, terpadu, dan sistematis. Dengan adanya prolegnas,
diharapkan produk hukum UU yang akan dibuat menjadi terarah,
terkoordinasi, dan bebas dari kepentingan.
Perlu diketahui, bahwa sebenarnya di luar perencanaan dalam arti
sebagaimana diatur dalam UU sebagaimana dijelaskan di atas, terdapat
kegiatan-kegiatan dalam rangka perencanaan yakni menyiapkan materi yang
akan diatur yang dituangkan dalam naskah akademik, menentukan siapa yang
akan menyusun rancangan (perancang), memutuskan siapa narasumbernya,
memastikan bagaimana dan seberapa besar pendanaannya, dan menetapkan
target waktu penyelesaian. Namun, dalam artikel ini hanya dibahas
perencanaan sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 12 Tahun 2011.
VISI
Kementerian Sekretariat Negara yang berintegritas, andal, inovatif, dan
kolaboratif dalam memberikan pelayanan kepada Presiden dan Wakil
Presiden dalam mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan
Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong.
MISI
20
1. Memberikan dukungan teknis dan administrasi serta analisis yang cepat,
akurat, responsif, dan inovatif kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam
pengambilan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan negara;
2. Memberikan dukungan teknis dan administrasi pelayanan
kerumahtanggaan, keprotokolan, pers dan media serta koordinasi
pengamanan yang optimal kepada Presiden dan Wakil Presiden; dan
3. Melaksanakan tata kelola kelembagaan pemerintahan yang baik dan bersih
serta peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di Kementerian
Sekretariat Negara.
21
BAB III
URAIAN/MATERI TENTANG SALAH SATU INSTANSI YANG
MENARIK BAGI MAHASISWA
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK)
Tangal, Waktu : 17 OKTOBER 2022, JAM 12.00 WIB)
Pemateri : Anis Wijayanti (Fungsional pada Direktorat
Jejaring Pendidikan Komisi Pemberantasan
Korupsi)
Judul Materi : Mencetak Generasi Berinteraksi
Bahwa yang telah disampaikan pemateri, KPK merupakan lembaga
independen yang tidak dapat dipengaruhi oleh lembaga lain. Namun, yang
menjadi ketertarikan saya terhadap materi KPK ialah bagaimana straegi KPK
dalam memberantasi korupsi di indonesia dimulai dari tingkat yang paling
rendah
22
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan yang dilakukan pada saat magang kerja institusional ke
beberapa lembaga negara, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa setiap
lembaga mempunyai fungsi,dan tugasnya masing – masing dalam
melaksanakan wewenang yang diamanahkan oleh peraturan peundang-
undangan yang berlaku. Dari hasil pemaparan diatas kesimpulannya bahwa
masing-masing lembaga/institusi telah mempunya tugas,fungsi dan
wewenang nya masing – masing dan dilakukan dengan rasa penuh tanggung
jawab, sehingga dalam penyelenggaraan pemerintah akan terlaksana seperti
apa yang telah dicita-cita kan oleh bangsa Indonesia dan leluhur kita , sesuai
dengan pembukaan Undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945. Hal itu harus harus terus dilanjutkan guna membangun masa
depan Indonesia yang berlandaskan hukum dengan kesejahteraan yang dapat
dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat.
23
B. Saran
Untuk saran saya dari magang ini,
Untuk kedepannya pihak Fakultas agar dapat lebih mempersiapkan dalam
memilih instansi pemerintahan yang akan dikunjungi karena terdapat
instansi yang kurang terkait dengan bidang hukum.
BIODATA
Nama : M. Senopati Mukarramah
NPM : B1A019417
Tempat dan Tanggal Lahir : Bengkulu, 22 Januari 2002
Alamat Rumah : Jalan Dharma Wanita No.47 RT.30 RW.02
Kecamatan Muara Bangkahulu, Kelurahan
Pematang Gubernur, Kota Bengkulu
Status : Mahasiswa
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pendidikan Terakhir :SMA N 1 Lebong
Fakultas : Hukum
Perguruan Tinggi : Universitas Bengkulu
Telp./Hp. : 085279763916
24
25
LAMPIRAN
A. KPK RI
B. Kemenkumham
26
C. MA RI
D. DPD RI
27
E. Kemenpora
F. MK RI
28
G. Kemenparekraf
H. Kemensetneg
29
FOTO SURAT KETERANGAN TELAH DISETUJUINYA JUDUL PENELITIAN SKRIPSI
30