1673963382
1673963382
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS
Satuan Pendidikan SMA Negeri 2
Guru Mata pelajaran Vina Indriani, S.Pd
Jenjang SMA
Kelas / Fase X (Fase E)
Alokasi Waktu 2 JP
B. Kompetensi Awal Peserta didik sudah memahami jenis-jenis pencemaran
lingkungan hidup
C. Profil Pelajar Pancasila ✓ Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak
mulia
✓ Gotong royong
✓ Mandiri
✓ Kreatif
D. Sarana dan Prasarana Gambar peristiwa perubahan lingkungan, Video dari Youtube,
Gadget, internet, modul luring
E. Target Peserta Didik Jumlah peserta didik: 36
PDBK: Tidak ada
Kesulitan Belajar: Memahami soal literasi numerasi
F. Model Pembelajaran Problem Based Learning
Metode: Ceramah, diskusi
KOMPONEN INTI
A. Capaian Pembelajaran Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan
menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan
berdasarkan isu lokal atau global dari pemahamannya
tentang keanekaragaman mahkluk hidup dan
peranannya, virus dan peranannya, penerapan
bioteknologi, komponen ekosistem dan interaksi antar
komponen serta perubahan lingkungan.
B. Tujuan Pembelajaran Setelah pembelajaran melalui model Problem Based Learning
dengan pendekatan kontekstual dan TPACK:
✓ Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis limbah
penyebab berbagai pencemaran lingkungan dengan benar
✓ Peserta didik dapat menjelaskan fakta-fakta perubahan
lingkungan dengat tepat
✓ Peserta didik dapat menganalisis penyebab dan dampak
negatif pencemaran terhadap lingkungan dengan benar
✓ Peserta didik dapat memecahkan masalah bahaya popok
sekali pakai, sampah styrofoam, kebakaran hutan, emisi
gas methana dan bahaya merkuri dengan tepat
C. Pemahaman Bermakna ✓ Peserta didik memahami cara pengolahan limbah agar
menjadi lebih bermanfaat bagi kehidupan
✓ Peserta didik menyadari bahwa pencemaran lingkungan
adalah tanggung jawab bersama
✓ Peserta didik memahami dan menyadari bahwa upaya
pelestarian lingkungan perlu diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari
D. Pertanyaan Pemantik Masalah sampah sudah merupakan masalah kita semua.
Dimana-mana sampah sulit untuk dikondisikan.
✓ Pernahkan anda melihat tumpukan sampah atau sampah
yang bertebaran di sungai, pantai atau tempat lainnya?
✓ Mengapa penduduk saat ini kesulitan untuk mendapatkan
air bersih?
✓ Apakah anda sudah melihat atau merasakan adanya
pencemaran di wilayah lingkungan tempat tinggal?
✓ Tahukah anda bahwa pencemaran udara dapat diakibatkan
aktivitas manusia dan peristiwa alam?
✓ Bagaimana jika air yang tersedia di rumah tercemar
sehingga berbau, berubah warna dan rasa?
Kegiatan Pembelajaran ( 2 JP )
Pendahuluan ✓ Peserta didik berdoa.
✓ Guru mengecek kehadiran peserta didik.
✓ Guru memeriksa kesiapan belajar peserta didik.
✓ Guru mengkaitkan materi yang akan dipelajari dengan
materi sebelumnya yaitu tentang ekosistem dan
keseimbangan lingkungan.
✓ Peserta didik diberi kesempatan melakukan refleksi awal
terkait pemahaman awal materi yang akan dibahas, hal
yang perlu dipersiapkan untuk belajar dan hal yang harus
dikembangkan. Guru menyediakan daftar istilah penting
dan pengertiannya pada bahan ajar untuk membantu siswa
yang belum memiliki pengetahuan cukup terkait materi
yang akan dibahas.
✓ Peserta didik diberikan beberapa pertanyaan untuk
mengetahui pengetahuan awalnya.
✓ Peserta didik melakukan pretest melalui aplikasi
Quizziz.com (TPACK).
✓ Peserta didik membaca tujuan dan manfaat
pembelajaran/petunjuk hand out/petunjuk kegiatan.
✓ Guru menyampaikan garis besar kegiatan pembelajaran.
✓ Peserta didik mencermati suatu permasalahan mengenai
pencemaran lingkungan melalui video youtube
https://www.youtube.com/watch?v=hkj5gPi6Z9s
Bagaimana menurut kalian mengenai berita tersebut?
Apakah hal tersebut terjadi di tempat tinggal kalian?
Bagaimana jika hal tersebut terjadi di lingkungan tempat
tinggal kalian?
✓ Guru melakukan ice breaking untuk memotivasi siswa
Kegiatan Inti Fase 1. Orientasi peserta didik pada masalah
✓ Peserta didik mencermati suatu permasalahan mengenai
bahaya sampah popok sekali pakai untuk lingkungan dan
Kesehatan melalui link berikut ini:
https://tirto.id/bahaya-sampah-popok-sekali-pakai-
untuk-lingkungan-dan-kesehatan-cQoQ
https://www.youtube.com/watch?v=QTspu_Wo79U
Bagaimana jika seluruh keluarga di Indonesia
menggunakan popok sekali pakai untuk bayinya?
PENYUSUN ........................................................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................................................................ 2
PETA KONSEP ...................................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN .................................................................................................................................................... 4
A. Identitas Modul …………………………............................................................................................................... 4
B. Tujuan Pembelajaran ………………………........................................................................................................ 4
C. Deskripsi Singkat Materi .................................................................................................................................... 4
D. Petunjuk Penggunaan Modul ............................................................................................................................. 4
E. Materi Pembelajaran .......................................................................................................................................... 5
KEGIATAN PEMBELAJARAN ............................................................................................................................... 6
A. Tujuan Pembelajaran ......................................................................................................................................... 6
B. Uraian Materi ..................................................................................................................................................... 6
C. Rangkuman ..................................................................................................................................................... 10
D. Latihan Soal ..................................................................................................................................................... 10
E. GLOSARIUM .................................................................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................................. 11
PETA KONSEP
PENDAHULUAN
A. Identitas Modul
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas :X
Alokasi Waktu : 2 JP
Judul Modul : Pencemaran Lingkungan Hidup
B. Tujuan Pembelajaran
1. Mengidentifikasi jenis-jenis limbah penyebab berbagai pencemaran lingkungan
2. Menjelaskan fakta-fakta perubahan lingkungan
3. Menganalisis penyebab dan dampak negatif pencemaran terhadap lingkungan
4. Memecahkan masalah bahaya popok sekali pakai, sampah styrofoam, kebakaran hutan, emisi gas
methana dan bahaya merkuri
Saat ini, di sejumlah wilayah, terutama di perkotaan dan wilayah industri, penduduk kesulitan
mendapatkan air bersih dalam jumlah yang cukup untuk menunjang kehidupannya sehari-hari. Mengapa
penduduk kesulitan untuk mendapatkan air bersih? Hal ini disebabkan oleh adanya pencemaran pada
sumber-sumber air. Apa yang dimaksud dengan pencemaran? Pada bab ini, kita akan membahas
keseimbangan dan perubahan lingkungan, jenis pencemaran, dan penyebab pencemaran, serta
bagaimana cara menjaga lingkungan dan mengelola berbagai jenis limbah.
E. Materi Pembelajaran
Modul ini di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan.
Materi Pembelajaran: Pencemaran Lingkungan
KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. Tujuan Pembelajaran
1. Mengidentifikasi jenis-jenis limbah penyebab berbagai pencemaran lingkungan
2. Menjelaskan fakta-fakta perubahan lingkungan
3. Menganalisis penyebab dan dampak negatif pencemaran terhadap lingkungan
4. Memecahkan masalah bahaya popok sekali pakai, sampah styrofoam, kebakaran hutan, emisi gas
methana dan bahaya merkuri
B. Uraian Materi
Pencemaran Lingkungan Hidup
Lingkungan menyediakan sumber daya alam yang dibutuhkan manusia untuk menunjang kehidupannya.
Namun, berbagai aktivitas manusia menghasilkan limbah yang sebagian besar tidak dikelola dengan baik dan
dibuang ke lingkungan. Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 18 Tahun 1999, limbah adalah sisa suatu usaha
dan atau kegiatan. Terkadang limbah tersebut membahayakan kesehatan atau kehidupan manusia dan
makhluk hidup lainnya.
Menurut UU No. 23 Tahun 1997 pasal 1 ayat 12, pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau
dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan
manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak
dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Bahan penyebab pencemaran disebut polutan. Suatu
lingkungan dikatakan tercemar apabila jumlah atau kadar polutan melebihi ambang batas sehingga
menyebabkan menurunnya kualitas atau daya dukung lingkungan dan terganggunya kehidupan makhluk
hidup.
Pencemaran dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu pencemaran udara, pencemaran air,
pencemaran tanah, dan pencemaran suara.
1. Pencemaran Udara
Atmosfer bumi tersusun dari 78% gas nitrogen, 21% gas oksigen, 0,93% gas argon, 0,032% gas karbon
dioksida, dan sejumlah kecil gas-gas lain. Komposisi gas ini merupakan komposisi atmosfer yang paling
sesuai untuk mendukung kehidupan di bumi. Jika jumlahnya meningkat sebagai hasil aktivitas manusia
atau akibat peristiwa alam, akan terjadi ketidakseimbangan komposisi atmosfer bumi yang menyebabkan
berbagai masalah lingkungan yang juga berdampak pada kesehatan manusia. Perubahan komposisi
atmosfer tersebut juga disebabkan masuknya berbagai polutan yang bukan merupakan komponen
penyusun atmosfer, contohnya chlorofluorocarbon (CFC). Meningkatnya kegiatan industri atau
penggunaan bahan bakar fosil untuk kendaraan bermotor, menyebabkan semakin banyaknya polutan
yang terbuang ke udara.
Beberapa zat yang dapat menyebabkan pencemaran udara adalah sebagal berikut.
Pada efek rumah kaca, sinar matahari yang menembus lapisan gas rumah kaca akan dipantulkan
kembali ke bumi sehingga menimbulkan panas yang terperangkap seperti pada "rumah kaca. Tanpa
efek rumah kaca, suhu bumi akan sangat dingin, Namun, semakin meningkatnya kadar gas rumah
kaca, seperti CO2, di udara akibat pembakaran hutan dan penggunaan bahan bakar fosil yang
berlebihan meningkatkan efek rumah kaca, dan menyebabkan pemanasan global (global warming).
Meningkatnya suhu bumi akibat pemanasan global, berdampak pada mencairnya es di kutub
sehingga meningkatkan ketinggian muka air laut. Pemanasan global juga berdampak pada
perubahan iklim bumi.
f. Belerang Oksida (SOx)
Belerang oksida dapat berupa SO2, atau SO 3, Gas SO 2, berbau menyengat dan tidak mudah
terbakar. Sementara itu, SO3 bersifat reaktif, di udara mudah bereaksi dengan uap air membentuk
asam sulfat (H2SO4) yang dapat menyebabkan hujan asam dan korosi logam. Belerang oksida
berasal dari pembakaran bahan bakar fosil terutama batu bara. Pencemaran SO 2, di udara berasal
dari asap pabrik dan kendaraan bermotor. SO2, membahayakan bagi penderita penyakit pernapasan
kronis dan dapat menyebabkan kejang saluran pernapasan.
2. Pencemaran Air
Setiap hari kita membutuhkan air untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan lain-lain. Bagaimana jika
air yang tersedia di rumah tercemar sehingga berbau, berubah warna dan rasa? Pasti tidak nyaman
dengan kondisi tersebut karena berisiko mengganggu kesehatan tubuh, seperti gatal-gatal di kulit, sakit
perut (diare), muntah, atau cacingan.
Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup atau zat lain ke dalam air yang menyebabkan kualitas
air menurun ke tingkat tertentu sehingga tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya. Pencemaran dapat
terjadi pada air di darat ataupun di laut. Untuk menentukan air sudah tercemar atau belum, dapat
dilakukan pengujian terhadap tiga parameter, yaitu sebagai berikut.
a. Parameter fisik meliputi kandungan partikel padat, zat padat terlarut, kekeruhan, warna, bau, suhu,
dan pH air. Air normal yang dapat dikonsumsi memiliki sifat tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak
berasa. Air normal memiliki pH sekitar 6,5-7,5.
b. Parameter kimia meliputi BOD (biochemical oxygen demand), COD (chemical oxygen demand), dan
DO (dissolved oxygen). BOD adalah ukuran kandungan oksigen terlarut yang diperlukan oleh
mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di dalam air. COD adalah ukuran kandungan
oksigen yang diperlukan agar bahan buangan di dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia
(biasanya digunakan dalam indikator limbah cair industri). DO adalah ukuran kandungan oksigen
terlarut dalam air. Kandungan zat atau senyawa kimiawi, misalnya amonia bebas, nitrogen organik,
nitrit, nitrat, fosfor organik, fosfor anorganik, sulfat, klorida, belerang, logam, dan gas, juga dapat
dijadikan indikator pencemaran air.
c. Parameter biologi digunakan untuk mengetahui jenis dan jumlah mikroorganisme air yang dapat
menyebabkan penyakit, contohnya Escherichia coll, Vibrio cholerae, Salmonella typhi, dan
Entamoeba histolytica.
Penyebab pencemaran air dapat berasal dari sumber langsung dan sumber tidak langsung. Sumber
pencemaran langsung berupa buangan (efluen) yang langsung dibuang ke badan air, misalnya sungai,
saluran air, selokan, laut, dan danau.
Sumber pencemaran tidak langsung merupakan kontaminan yang masuk melalui air tanah akibat
pencemaran air permukaan oleh limbah industri ataupun limbah domestik. Pencemaran air disebabkan
oleh limbah dari berbagai kegiatan manusia, antara lain sebagai berikut.
Limbah domestik, yaitu limbah yang berasal dari perumahan, pusat perdagangan, perkantoran, hotel,
rumah sakit, dan tempat umum lainnya. Limbah domestik, misalnya detergen, sampah organik, tinja
hewan, dan tinja manusia. Air sungai yang tercemar limbah tidak layak untuk dikonsumsi manusia karena
dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti tifus, kolera, disentri, diare, cacingan, dan gatal pada kulit.
Limbah industri, yaitu limbah yang berasal dari industri (pabrik). Limbah industri berupa bahan-bahan sisa
yang mengandung logam berat berbahaya dan beracun, seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), tembaga (Cu),
krom (Cr), seng (Zn), dan nikel (Ni). Logam berat ini biasanya terakumulasi dalam organisme air, seperti
ikan. Manusia yang mengonsumsi ikan yang tercemar logam berat akan mengalami gangguan
kesehatan. Salah satu kasus yang pernah terjadi, yaitu kematian penduduk akibat penyakit Minamata di
Jepang. Hal tersebut diakibatkan warga mengonsumsi ikan yang tercemar limbah merkuri di Teluk
Minamata.
Limbah pertanian, yaitu limbah dari kegiatan pertanian berupa pupuk kimia dan pestisida. Kelebihan
pupuk di lahan pertanian akan tercuci oleh hujan dan masuk ke saluran irigasi, sungai, dan danau
sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan unsur hara di badan perairan yang disebut eutrofikasi.
Peningkatan unsur hara menyebabkan terjadinya blooming, yaitu pertumbuhan ganggang atau eceng
gondok secara cepat sehingga menutup permukaan air. Permukaan air yang tertutup ganggang atau
eceng gondok akan menghambat masuknya cahaya matahari ke dalam perairan dan menurunkan
oksigen terlarut di air. Akibatnya, banyak organisme air yang mati kekurangan oksigen.
Limbah pertambangan, yaitu limbah yang berasal dari area pertambangan. Contohnya, tambang emas
yang menggunakan merkuri (Hg) untuk memisahkan emas dari bijihnya. Tumpahan minyak dari
pertambangan minyak lepas pantai dan kebocoran kapal tanker akan mematikan organisme di laut,
misalnya ganggang, ikan, Mammalia laut, dan burung pemakan ikan di laut.
3. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung. Pencemaran tanah secara
langsung terjadi jika zat pencemar langsung mencemari tanah, misalnya dari penggunaan insektisida,
fungisida, herbisida, DDT (dikloro difenil trikloroetana), dan pupuk kimiawi secara berlebihan. Sementara
itu, pencemaran tanah tidak langsung terjadi melalui perantara air dan udara, misalnya limbah domestik
dan industri dibuang ke sistem perairan lalu polutan tersebut terserap ke dalam tanah atau zat sisa
pembakaran dari pabrik dan kendaraan bermotor yang dibuang ke udara, lalu terbawa oleh air hujan dan
masuk ke dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh limbah yang tidak mudah terurai,
misalnya plastik, kaca, stirofoam, dan kaleng.
Pencemaran tanah memiliki dampak negatif, antara lain mematikan organisme di dalam tanah dan
mengganggu porositas dan kesuburan tanah.
4. Pencemaran Suara
Pencemaran suara adalah suara yang tidak diinginkan, mengganggu, dan merusak pendengaran
manusia. Pencemaran suara dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut:
a. Kebisingan impulsif, yaitu kebisingan yang terjadi dalam waktu singkat dan biasanya mengejutkan.
Contohnya, suara ledakan mercon, suara tembakan senjata, dan suara petir.
b. Kebisingan impulsif kontinu, yaitu kebisingan impulsive yang terjadi terus-menerus, tetapi hanya
sepotong- sepotong. Contohnya, suara palu yang dipukulkan terus-menerus.
c. Kebisingan semikontinu, yaitu kebisingan kontinu yang hanya sekejap, kemudian hilang dan muncul
lagi. Contohnya, suara lalu-lalang kendaraan bermotor di jalan dan suara pesawat terbang yang
sedang melintas.
d. Kebisingan kontinu, yaitu kebisingan yang datang secara terus-menerus dalam waktu yang cukup
lama. Contohnya, suara mesin pabrik. Kebisingan kontinu, terutama yang berintensitas tinggi, sering
menjadi penyebab rusaknya pendengaran.
Untuk menentukan tingkat kebisingan, digunakan alat SLM (sound level meter). Ukuran kebisingan
dinyatakan dalam satuan desibel (dB). Rata-rata seseorang mampu mendengar suara dengan frekuensi
20-20.000 Hz. Kebisingan adalah suara dengan frekuensi di atas 80 dB. Di Indonesia, nilai ambang batas
(NAB) untuk kebisingan yang diperkenankan adalah 85 dB untuk waktu kerja delapan jam per hari.
C. Rangkuman
Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau
komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke
tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
Pencemaran dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran
tanah, dan pencemaran suara.
Pencemaran udara adalah adanya bahan atau zat asing di udara yang mengakibatkan perubahan susunan
(komposisi) udara dari keadaan normalnya. Zat penyebab pencemaran udara, antara lain karbon monoksida
(CO), nitrogen oksida (NOx), chlorofluorocarbon (CFC), dan gas rumah kaca (H 2O, CO2, CH 4, O3 dan NO).
Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup atau zat lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga
kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu dan air tidak berfungsi lagi sesuai kegunaannya.
Pencemaran tanah adalah masuknya zat pencemar ke dalam tanah baik secara langsung maupun tidak
langsung (melalui air dan udara). Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh insektisida, fungisida, herbisida,
DDT (dikloro difenil trikloroetana), pupuk kimia, plastik, kaca, stirofoam, kaleng, dan limbah industri.
Pencemaran suara adalah suara atau bunyi yang tidak diinginkan, tidak disenangi, mengganggu, dan dapat
merusak pendengaran manusia. Suara dikatakan bising apabila frekuensinya lebih dari 80 dB.
D. Latihan Soal
Petunjuk: Pilihlah salah satu pilihan jawaban yang benar!
1. Data AirVisual situs penyedia peta polusi online harian kota-kota besar di seluruh dunia, menunjukkan
bahwa di suatu Ibu Kota Negara A pada hari Kamis pukul 6.00 pagi memiliki nilai indeks kualitas udara
(AQI) sebesar 201, atau masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Kemudian pada pukul 9.00 pagi, sudah
mulai menurun menjadi 158 dan masuk dalam kategori tidak sehat. Meskipun nilai indeks sudah turun,
kualitas udara di Kota tersebut masih berada di urutan nomor empat terburuk di dunia.
Berdasarkan data tersebut, kemungkinan penyebab tingginya nilai indeks kualitas udara di Ibu Kota
Negara A adalah ….
A. terdapat banyak pabrik
B. kurangnya penghijauan
C. terjadi pemanasan global
D. banyak gedung bertingkat
E. penggunaan kendaraan bermotor
2. Hasil pertanian dipengaruhi oleh kualitas tanah sebagai media tanam. Limbah yang dapat menurunkan
kualitas tanah, antara lain ….
A. kaleng dan kardus
B. pupuk anorganik dan pupuk organik
C. detergen dan biopestisida
D. pupuk kompos dan feses hewan ternak
E. kaleng, plastik, dan stirofoam
4. Hari ozon internasional diperingati setiap tanggal 16 September. Gerakan yang sesuai dengan tema
tersebut adalah ….
A. menanam seribu pohon
B. bersepeda santai bersama
C. hemat dalam penggunaan energi listrik
D. larangan penggunaan kendaraan bermotor
E. larangan penggunaan tabung semprot aerosol
5. Setiap bekerja, Pak Arif selalu memasang alat earplug untuk melindungi dan mengurangi tingkat
kebisingan kontinu yang masuk ke telinganya. Profesi pekerjaannya kemungkinan sebagai ….
A. polisi lalu lintas
B. karyawan pabrik
C. tukang bangunan
D. pelatih atlet menembak
E. penjaga pintu rel kereta api
8. Di suatu sungai besar, banyak ditemukan ikan jenis tiger fish yang suka memakan ikan kapenta.
Terkadang, beberapa burung kormoran terbang di atas sungai untuk makan tiger fish. Di dalam air,
banyak ditemukan ganggang (alga). Sungai besar tersebut mendapat aliran air dari beberapa sungai
kecil/parit-parit sawah. Di sawah, petani sering menggunakan DDT (dikloro difenil trikloroetana) untuk
menyemprot serangga hama karena dianggap lebih efektif dibanding jenis insektisida lainnya.
Pernyataan yang tepat terkait tingkatan akumulasi DDT dalam tubuh organisme pada rantai makanan
yang terjadi adalah ….
A. Akumulasi DDT dalam padi paling besar.
B. Akumulasi DDT terkecil di tubuh ikan tiger fish.
C. Akumulasi DDT dalam padi jumlahnya sama dengan alga.
D. Tubuh burung kormoran paling banyak mengandung DDT.
E. DDT dalam tubuh kapenta lebih banyak daripada tiger fish.
9. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa 2,5 juta orang meninggal setiap tahun akibat
malaria. DDT begitu efektif dalam mengontrol nyamuk penyebab malaria. Oleh karena itu, banyak ahli
berpikir bahwa insektisida dapat menyelamatkan lebih banyak jiwa dibandingkan bahan kimia lainnya.
Namun, DDT tidak ramah terhadap lingkungan karena tidak mudah terdegradasi. Pernyataan yang bukan
merupakan solusi masalah tersebut adalah ….
A. DDT hanya bisa dipakai ketika musim malaria.
B. Sebisa mungkin tidak menggunakan DDT.
C. Menyediakan obat untuk menyembuhkan malaria.
D. Mengganti DDT dengan malathion yang larut dalam air.
E. Membudidayakan alga untuk mengurang toksisitas tanah
Sumber: www.shutterstock.com
Jika alat ini dilepas dari atas atap gedung atau pabrik, hal yang akan terjadi adalah ….
A. peningkatan pencemaran suara
B. peningkatan pencemaran udara lingkungan
C. mengurangi pencemaran udara dalam ruangan
D. udara dalam ruangan menjadi panas, pengap, dan kotor
E. ruangan menjadi gelap akibat tidak ada cahaya matahari
E. Glosarium
Blooming : Pertumbuhan ganggang atau eceng gondok secara cepat sehingga menutupi
permukaan perairan.
COD : Chemical Oxygen Demand, ukuran kandungan oksigen yang diperlukan agar bahan
buangan di dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia (biasanya digunakan
dalam indikator limbah cair industri).
Daya lenting : Kemampuan lingkungan untuk pulih kembali ke keadaan seimbang.
Daya dukung : Kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan.
DDT : Dikloro Difenil Trikloroetana, suatu jenis insektisida yang bersifat sulit terurai sehingga
residunya tetap berada di air atau tanah.
DO : Dissolved Oxygen, ukuran kandungan oksigen telarut dalam air.
Insenerator : Tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga
tidak membuang asap.
Konservasi : Usaha untuk melindungi, mengatur, dan memperbaharui sumber daya alam.
Pencemaran : Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain
ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia
atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu
yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai
dengan peruntukannya.
Pemanasan Global : Peningkatan suhu dipermukaan bumi yang mengakibatkan terjadinya perubahan iklim
dan kenaikan permukaan air laut.
Pengomposan : Composting, proses pembusukan sampah-sampah organik dengan menggunakan
bakteri aerob hingga menjadi pupuk kompos.
F. Daftar Pustaka
Guslisnawati, dkk (2022). Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta didik Melalui Penerapan
Model Pembelajaran PBL Berbasis Stem. Jurnal Matematik Pedagogik.
http://jurnal.una.ac.id/index.php/jmp/article/view/2821
Irnaningtyas.2022 : Biologi untuk SMA /MA kelas X. Jakarta: Erlangga. Kurikulum Merdeka.
https://www.gramedia.com/literasi/pencemaran-lingkungan/
Olyvia Oshi Arestu, dkk. (2018). Peningkatan Kemampuan Memecahkan Masalah Melalui Lembar Kegiatan
Peserta Didik (LKPD) Berbasis Masalah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi.
https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jppb/article/view/6805
MEDIA PEMBELAJARAN
Kelas : X
Materi : Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Sub Materi : Pencemaran Lingkungan Hidup
Capaian Pembelajaran :
Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan
berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya, virus
dan peranannya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan
lingkungan
Tujuan Pembelajaran :
1. Mengidentifikasi jenis-jenis limbah penyebab berbagai pencemaran lingkungan
2. Menjelaskan fakta-fakta perubahan lingkungan
3. Menganalisis penyebab dan dampak negatif pencemaran terhadap lingkungan
4. Memecahkan masalah bahaya popok sekali pakai, sampah styrofoam, kebakaran hutan, emisi gas
methana dan bahaya merkuri
Tujuan Pembelajaran
Petunjuk Kerja
tirto.id - Ketika tidur malam hari atau sedang bepergian jauh, popok sekali pakai menjadi solusi bagi
Sandra Shinta (31) untuk mengatasi kerepotan gonta-ganti celana saat anak buang air kecil atau besar. Sandra
menggunakan popok untuk anaknya ketika sang buah hati berusia satu hingga tiga tahun. Menurutnya, anak yang
berumur di bawah tiga tahun kerap buang air kecil sebab mereka masih sering minum air susu. Popok sekali pakai
pun dirasa mampu meringankan pekerjaan Sandra yang sehari-hari mengurus sang anak tanpa bantuan orangtua
atau babysitter. “Kami bepergian bisa naik transportasi umum atau kendaraan pribadi, rasanya tidak hanya
orangtuanya yang nyaman tapi anak juga. Selain itu, kalau buang air besar, jadi lebih aman karena kami orangtua
tidak akan panik dan bingung untuk membersihkan. Tinggal lepas, bersihkan anak, dan ganti dengan popok yang
baru,” aku Sandra kepada Tirto. Berbeda dengan Sandra, Lady Denker (26) menggunakan popok sekali pakai
untuk anaknya sejak sang buah hati berusia dua bulan. Ketika dihubungi Tirto, Lady mengatakan bahwa ia masih
memakaikan popok pada sang anak yang kini berumur sembilan bulan setiap hari. “Setahuku, rata-rata sampai
[usia] dua tahun begitu sudah bisa toilet training, baru bisa lepas popok sekali pakai,” katanya. Lady menjelaskan
bahwa volume air kencing semakin banyak seiring bertambahnya usia sang anak. Jika anaknya memakai popok
kain maka Lady akan kerepotan membersihkan perlak dan kain kasur yang bau pesing terkena pipis. Cucian popok
kain pun menumpuk. "Satu lagi, najisnya [juga] bikin kepikiran." Baca juga: Semua Popok Sekali Pakai adalah
Pampers Kepraktisan popok sekali pakai juga membuat Emi Zulaifah (50) memilih menggunakan produk tersebut
untuk dua anaknya. Emi mengatakan bahwa popok sekali pakai mulai banyak dijual dengan harga ramah kantong
sejak tahun 2000-an. Menurut Emi, ia tidak memakai popok sekali pakai saat membesarkan anak pertama hingga
ketiga yang lahir tahun 1990-an. Alasannya, harga popok waktu itu jauh lebih mahal daripada yang dijual saat ini.
Jumlahnya pun belum sebanyak sekarang. Akibatnya, Emi hanya memakaikan popok sekali pakai pada ketiga
anaknya ketika hendak bepergian. “Saya mengalami dua masa ketika saya pakai popok kain karena popok sekali
pakai belum populer. Jika tidak ada popok sekali pakai, sebenarnya para ibu akan terbiasa memakai popok kain
juga. Tapi sekarang popok sekali pakai ada dan murah. Mbak-mbak yang bekerja di rumah saya tahu betul cara
cari popok diskonan,” ujar Emi kepada Tirto. Persoalan Sampah Popok Sekali Pakai Nyaman dan praktis. Itulah
alasan para orangtua memilih popok sekali pakai, sebuah produk yang dianggap meringankan pekerjaan orangtua.
Namun, kehadiran popok sekali pakai juga menyisakan permasalahan sampah yang tak hanya
berpotensi mencemari lingkungan tapi juga mempengaruhi kesehatan manusia. Seperti yang dilaporkan
Mongabay, popok sekali pakai menjadi penyumbang sampah terbanyak kedua di laut, yakni 21% menurut riset
Bank Dunia pada 2017. Di peringkat pertama ada sampah organik yang besaran angkanya mencapai 44%. Selain
itu, ada pula tas plastik (16%), sampah lain (9%), pembungkus plastik (5%), beling kaca dan metal (4%), serta
botol plastik (1%). The Guardian mencatat sebanyak 3 miliar dan 20 miliar popok sekali pakai dibuang di Inggris
dan Amerika setiap tahunnya. Adapun Australian Science melaporkan bahwa penduduk Australia menggunakan
5.6 juta popok sekali pakai setiap harinya. Sumber yang sama mengatakan bahwa 2 miliar popok sekali pakai
dibuang ke tempat pembuangan sampah di Australia setiap tahunnya. Prigi Arisandi, Direktur LSM Ecological
Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), mengatakan sampah popok juga menjadi persoalan sungai-
sungai yang terletak di pulau Jawa. Ia menjelaskan bahwa sampah popok ditemukan di sungai besar seperti Kali
Brantas, Bengawan Solo, Citarum, dan Progo. Di Sungai Brantas, Ecoton memperkirakan sebanyak 3 juta popok
sekali pakai dibuang warga ke kali setiap hari. Kepada Tirto, Prigi menjelaskan bahwa popok sekali pakai
mengandung senyawa kimia Super Absorbent Polymer (SAP) sebanyak 42% yang akan berubah bentuk menjadi
gel saat terkena air. Apabila terurai dalam air, zat kimia ini dapat berbahaya bagi lingkungan. Senyawa ini dapat
menyebabkan perubahan hormon pada ikan. "Pembuahan ikan berlangsung secara eksternal. Sperma keluar dan
ovumnya keluar. Kondisi air sangat berpengaruh. Kalau enggak mati ya berubah kelamin. Di Kali Brantas, sejak
tahun 2011-2013, 80%-85% itu ikannya betina. Normalnya kan 50:50. Tahun 2013 ada penelitian yang melaporkan
gangguan: ikan betina matang sementara ikan jantannya itu mandul. Tahun 2013, peneliti Perancis dan
Universitas Brawijaya menemukan 20% ikan di hilir Sungai Brantas itu mengalami intersex atau satu tubuh ada
dua kelamin,” ujarnya. Selain itu, lanjut Prigi, 55% bahan pokok pembuat popok sekali pakai adalah plastik yang
notabene membutuhkan waktu lama untuk terurai. “Temuan terakhir kami bulan Juni sampai Juli 2018 ada fragmen
plastik dan fiber yang menyerupai bahan baku popok pada lambung ikan Kali Brantas yang kami teliti." Prigi
mengakui bahwa kebanyakan orang memilih popok sekali pakai karena faktor nyaman, praktis, murah, dan ada di
mana-mana. Di Jawa Timur, persoalan membuang sampah di sungai didorong pula oleh mitos suluten;
masyarakat percaya bahwa membakar atau membuang popok di tempat sampah dapat menyebabkan ruam dan
iritasi. Dalam menyikapi persoalan sampah popok, Prigi menilai bahwa seharusnya produsen menjalankan
Extended Producer Responsibility (EPR) yang telah diatur dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sampah. EPR, menurut Prigi, mengharuskan para produsen bertanggung jawab atas sampah dari produk yang
mereka hasilkan. “Produsen juga harusnya membuat semacam SOP yang menjelaskan bahwa kotoran harus
dibersihkan dahulu sebelum dibuang ke tempat sampah dan menghimbau agar tidak membuang popok ke sungai,”
ujar Prigi. Selain itu, pemerintah perlu membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan teknologi sanitary
landfill atau lahan urug saniter. Pasalnya, popok termasuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3) yang tidak bisa dicampur dengan sampah lain. Sejak tahun lalu, Prigi mengatakan bahwa Ecoton telah
bertemu dengan pihak dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan
Hidup, Dirjen Pengelolaan Sampah B3, dan dinas-dinas provinsi Jawa Timur untuk membahas persoalan sampah
popok. Namun, penanganan sampah tersebut hingga kini belum dilakukan.
Clodi sebagai Solusi Untuk mengurangi sampah produk sekali pakai, barang yang dirancang untuk
digunakan secara berkelanjutan bisa menjadi solusi. Ketika ditanya soal alternatif popok yang ramah lingkungan,
Prigi menyebut clodi atau cloth diaper. Berbeda dengan popok sekali pakai, jelas Prigi, clodi dapat dipakai berulang
kali sebab bisa dicuci kemudian dikeringkan. Cloth diaper hampir sama dengan popok kain. Bedanya, clodi
dilengkapi lapisan penyerap ompol yang terbuat dari beragam material dengan kemampuan serap tinggi seperti
mikrofiber, bambu, wool, serta kayu hemp. Lapisan dalam clodi menjaga kulit bayi agar relatif kering, sementara
bagian luarnya dilapisi bahan polimer yang tak tembus air sehingga popok tak bocor. Dibandingkan dengan popok
sekali pakai, harga clodi memang lebih mahal sehingga para orangtua harus lebih dalam merogoh kantong.
Namun dalam jangka panjang, membeli clodi lebih hemat dibandingkan popok sekali pakai. Jika dihitung-hitung,
bayi usia 0-1 bulan memerlukan 10-12 lembar popok per hari. Total popok yang digunakan satu bulan pertama
bisa mencapai 320-360 lembar. Di usia 1-5 bulan, bayi membutuhkan 8-10 lembar popok, dengan jumlah total
popok per bulannya mencapai 240-300 lembar. Kebutuhan ini sedikit menurun ketika bayi berusia 5-12 bulan
karena hanya b utuh 8 lembar popok 8 per hari, (240 per bulan). Total biaya selama setahun untuk membeli popok
seharga Rp30 ribu per 22 buah adalah Rp4,5 juta. Sementara itu, jika memakai clodi, dengan asumsi ganti popok
per empat jam sekali, maka dalam sehari bayi hanya membutuhkan 8 buah clodi. Agar ada cadangan saat clodi
dijemur, setidaknya orangtua perlu mempunyai persediaan clodi untuk dua hari. Dengan clodi seharga Rp70 ribu,
para orangtua pun hanya perlu mengeluarkan Rp1.120.000 untuk pemakaian berulang kali.
https://tirto.id/bahaya-sampah-popok-sekali-pakai-untuk-lingkungan-dan-kesehatan-cQoQ
Pertanyaan Diskusi
Silahkan cermati berita di atas, silahkan berdiskusi dengan anggota kelompok untuk menciptakan solusi yang
dapat menanggulangi permasalahan tersebut.
1. Masalah apa yang terdapat pada informasi di atas?
2. Dampak apakah yang kemungkinan akan terjadi di Indonesia, jika semua keluarga di Indonesia
menggunakan popok sekali pakai?
4. Buatlah grafik presentasi penyumbang sampah tertinggi hingga terendah menurut riset Bank Dunia pada
tahun 2017!
Nama Kelompok :
Anggota Kelompok : 1……………………………………………… 4…………………………………………….
2……………………………………………… 5…………………………………………….
3…………………………………………….... 6…………………………………………….
Kelas : ……….
Tujuan Pembelajaran
Petunjuk Kerja
Kantong plastik menjadi isu pembicaraan penting akhir-akhir ini di dunia pengelolaan sampah. Harganya
yang murah, gampang ditemukan, dan mudah digunakan membuat kantong plastik telah menjadi bagian dari hidup
manusia. Hampir semua kemasan makanan dan pembungkus barang dan makanan menggunakan plastik dan
kantong plastik. Belum lagi plastik untuk kebutuhan lain seperti peralatan dan perabotan rumah tangga, mainan
anak-anak, alat olahraga, peralatan elektronik maupun medis, dan sebagainya.
Plastik baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20. Namun penggunaannya berkembang
secara luar biasa dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun
1990an dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005. Plastik menjadi primadona karena beberapa sifatnya yang
istimewa yakni, mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan; bobotnya ringan sehingga bisa menghemat biaya
transportasi; tahan lama; aman dari kontaminasi kimia, air dan dampaknya; aman sebagai kemasan barang
maupun makanan; dan tahan terhadap cuaca dan suhu yang berubah; dan yang lebih penting lagi adalah
harganya murah.
Fenomena booming sampah plastik telah menjadi momok yang menakutkan di setiap belahan bumi.
Tidak saja di negara-negara berkembang tetapi juga di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, dan Jepang.
Saat ini penggunaan material plastik di negara-negara Eropa Barat mencapai 60kg/orang/tahun, di Amerika
Serikat mencapai 80kg/orang/tahun, sementara di India hanya 2kg/orang/tahun. Akibat sampah plastik yang
memerlukan ratusan bahkan ribuan tahun untuk terurai kembali ke bumi, 57 persen sampah yang ditemukan di
pantai berupa sampah plastik. Sebanyak 46 ribu sampah plastik mengapung di setiap mil persegi samudera
bahkan kedalaman sampah plastik di samudera pasifik sudah mencapai hamper 100 Meter. Bahkan menurut
catatan lebih dari 1 juta burung dan 100 ribu binatang laut tercemar olah sampah plastik.
Di Indonesia, menurut data statistik persampahan domestik Indonesia, jenis sampah plastik menduduki
peringkat kedua sebesar 5.4 juta ton per tahun atau 14 persen dari total produksi sampah. Dengan demikian,
plastik telah mampu menggeser sampah jenis kertas yang tadinya di peringkat kedua menjadi peringkat ketiga
dengan jumlah 3.6 juta ton per tahun atau 9 persen dari jumlah total produksi sampah. Menurut laporan
Environmental Protection Agency (EPA) US, di Amerika saja, produksi sampah plastik meningkat dari kurang dari
satu persen pada tahun 1960 menjadi 12 persen atau sekitar 30 juta ton pada 2008 dari jumlah total produksi
sampah domestik negara ini. Kategori sampah plastik yang terbesar berasal dari kemasan dan wadah seperti;
botol minuman, tutup botol, botol sampo dan lainnya. Jenis sampah plastik juga ditemukan pada jenis barang
plastik yang penggunaanya bertahan lama seperti pada peralatan perlengkapan dan perabotan, dan barang plastik
yang penggunaannya tidak bertahan lama seperti, diaper, kantong plastik, cangkir sekali pakai, perkakas, dan
perlengkapan medis.
Sementara itu, Inggris memproduksi sedikitnya 3 juta ton sampah plastik setiap tahun. Sebanyak 56
persen dari jumlah tersebut berasal dari kemasan, dan 75 persen (dari persentase kemasan) berasal dari sampah
rumah tangga. Sampah kantong plastik yang dihasilkan oleh Kota Jakarta saja dalam sehari mencapai 1.000 ton.
Sampai saat ini belum ada pengelolaan khusus sampah plastik di tingkat kota. Namun pemulung memiliki peran
yang sangat penting dalam mata rantai daur ulang sampah plastik yang dilakukan secara informal.
Namun seiring dengan produksi plastik yang meningkat tajam dari tahun ke tahun, kemampuan mendaur
ulang Amerika juga menunjukkan kondisi yang sangat memuaskan. Saat ini, 80 persen masyarakat di sana telah
memiliki akses pada kegiatan daur ulang plastik. Ini seiring pertumbuhan bisnis daur ulang yang meningkat,
tercatat lebih 1.600 Unit usaha terlibat dalam daur ulang plastik sehingga berbagai jenis plastik bisa didaur ulang.
Selain memperkenalkan kegiatan daur ulang plastik, ilmuwan juga terus dipicu untuk bisa mencari alternatif lain
bahan pengganti plastik konvensional. Maka saat ini mulailah diperkenalkan plastik ramah
lingkungan, degradable plastic, biodegradable plastic, atau bio plastik di tengah masyarakat. Di Jakarta, tiga
produsen baru-baru ini memperkenalkan dirinya memproduksi plastik ramah lingkungan di Indonesia. Ketiganya
memiliki produk yang berbeda tapi fokus produknya sama yakni, menyediakan alternatif kantong dan kemasan
plastik yang ramah lingkungan (InSWA).
https://inswa.or.id/fenomena-sampah-plastik-di-indonesia/
Pertanyaan Diskusi
Silahkan cermati berita di atas, silahkan berdiskusi dengan anggota kelompok untuk menciptakan solusi yang
dapat menanggulangi permasalahan tersebut.
1. Masalah apa yang terdapat pada informasi di atas?
2. Dampak apakah yang kemungkinan akan terjadi di Indonesia, jika plastik tetap digunakan?
3. Bagaimana solusi kalian sebagai generasi milenial untuk berpartispasi mengurangi permasalahan tersebut?
4. Buatlah grafik presentasi kenaikan jumlah sampah plastik menurut data statistik persampahan domestik
Indonesia!
Nama Kelompok :
Anggota Kelompok : 1……………………………………………… 4…………………………………………….
2……………………………………………… 5…………………………………………….
3…………………………………………….... 6…………………………………………….
Kelas : ……….
Tujuan Pembelajaran
Petunjuk Kerja
Kebakaran hutan dan lahan di berbagai negara tahun 2020 diprediksi jadi yang terburuk selama 18 tahun
terakhir, bagaimana di Indonesia?
Lembaga pemantau lingkungan, Greenpeace, menyebut setidaknya 64.000 hektare hutan telah terbakar
sampai Juli lalu. Meski begitu, angka itu lebih kecil daripada luas area terdampak tahun 2019. Kalimantan Tengah
menetapkan status siaga darurat karhutla Juli lalu, tak lama setelah 700 titik api terdeteksi di provinsi itu.
Setidaknya lima pemerintah provinsi lain yaitu Riau, Sumatera Selatan, Kambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan
Selatan, juga menetapkan status siaga serupa.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, luas areal kebakaran hutan dan lahan
(karhutla) di Indonesia mencapai 296.942 hektare pada 2020. Jumlah tersebut mengalami penurunan hingga
82,01% dari tahun sebelumnya yang mencapai 1,65 juta hektare. Pada tahun 2018 sempat di angka 529.266
hektare, tahun 2017 sekitar 165.483 hektare dan tahun 2016 sekitar 438.363 hektare.
Awal pekan ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa target perlindungan
keanekaragaman hayati yang mereka tetapkan untuk dekade ini gagal dicapai. Sekitar satu juta spesies hewan
dan tumbuhan kini terancam punah. Risiko besar itu tidak pernah muncul sebelumnya dalam sejarah umat
manusia. Perkiraan itu muncul dalam kajian Intergovernmental Science Policy Platform on Biodiversity and
Ecosystem Services tahun 2019. Saat hutan terbakar, sejumlah besar karbon dioksida terbang ke atmosfer.
Dampaknya, pemanasan global bisa bergulir lebih cepat. "Pada titik ini, kebakaran menyumbang 5% emisi tahunan
AS, dan 0,7% emisi CO2 tahunan secara global," kata Pieter Tans, pakar iklim di Badan Nasional Kelautan dan
Atmosfer AS.
Pencemaran udara akibat karhutla juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Polutan disebut dapat
terbang dalam jarak jauh. Zat perusak lingkungan itu pun berpotensi menjadi lebih beracun saat terpapar sinar
matahari dan elemen lainnya. "Dalam kasus asap dari karhutla California dan Oregon, asap masuk ke arus jet
alias angin kuat di atmosfer bagian atas," kata Mark Parrington, pakar atmosfer di Copernicus Atmosphere
Monitoring Service. "Asap itu kemudian terbang cukup cepat ke Eropa atau sejauh 8.000 kilometer, selama
beberapa hari." "Namun risiko terbesar terhadap kualitas udara dan kesehatan manusia dekat dengan
penyebabnya, di mana kualitas udara saat ini telah sangat menurun," ujar Mark.
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-54196002
Pertanyaan Diskusi
Silahkan cermati berita di atas, silahkan berdiskusi dengan anggota kelompok untuk menciptakan solusi yang
dapat menanggulangi permasalahan tersebut.
1. Masalah apa yang terdapat pada informasi di atas?
2. Dampak apakah yang kemungkinan akan terjadi di Indonesia, jika kebakaran hutan dibiarkan terus menerus
hingga tahun 2050?
4. Buatlah grafik luas areal kebakaran hutan dan lahan Indonesia menurut data Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan (KLHK)!
Nama Kelompok :
Anggota Kelompok : 1……………………………………………… 4…………………………………………….
2……………………………………………… 5…………………………………………….
3…………………………………………….... 6…………………………………………….
Kelas : ……….
Tujuan Pembelajaran
Petunjuk Kerja
Tahukah Anda kasus penyakit minamata yang terjadi pada tahun 1950-an di Teluk Minamata pesisir laut Shiranui,
Jepang? Penyakit minamata adalah gangguan pada sistem saraf pusat dengan gejala berkurangnya fungsi indra
sensorik (perasa, peraba, pendengaran, dan penciuman), gemetar (tremor), gangguan ingalan, gangguan kendali
dan koordinasi pada otot, bergerak dan berbicara seperti orang dengan gangguan jiwa, kesulitan berjalan,
kelumpuhan, koma, dan kematian. Pada ibu hamil, penyakit minamata dapat merusak otak janin, menyebabkan
mikrosefalus, keterbelakangan mental, tuli, dan kebutaan. Penyakit tersebut disebabkan oleh konsumsi ikan,
udang, dan kerang yang terkontaminasi merkuri (Hg, hydrargyrum). Kondisi tersebut disebabkan oleh pelepasan
limbah metil merkuri berjumlah besar oleh sebuah pabrik kimia ke teluk Minamata yang berlangsung selama 36
tahun sehingga terakumulasi limbah merkuri seberat 27 ton. Merkuri terkandung dalam air di sekitar teluk
Minamata dan meracuni tumbuhan, ikan, udang, kerang, dan manusia melalui rantai makanan. Pemerintah Jepang
mencatat sekitar 1.784 orang meninggal dan puluhan ribu lainnya menderita gejala berat akibat penyakit
minamata. Bagaimanakah pencemaran merkuri di Indonesia? Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup
sumber pencemaran merkuri di lingkungan dapat berasal dari aktivitas gunung berapi 18%, pelapukan batuan
28%, dan akibat aktivitas manusia seperti pertambangan emas skala kecil (PESK) ilegal. Sumber pencemaran
merkuri terbesar berasal dari PESK, yaitu 37%.
Pada kasus di Minamata dan empat daerah di sekitarnya, kadar konsentrasi merkuri rata-rata sebesar 2,55
mikrogram/gram pada laki-laki dan 1,43 mikrogram/gram pada perempuan. Sementara pencemaran merkuri
akibat penambangan ilegal di sebuah daerah X, kandungan Hg dalam urine penduduk di sekitar area
penambangan antara 10,5 mikrogram/liter-127 mikrogramliter. Angka tersebut sangat tinggi karena acuan standar
hanya 9 mikrogram/liter.
Merkuri merupakan logam berat, bersifat stabil di lingkungan terutama dalam sedimen, menga protein, mudah
menguap, dan mengemisi uap beracun. PESK sering menggunakan cairan peak merkuri (air raksa) untuk
memisahkan butiran emas dari material batuan. Butiran emas dikumpulkan sedangkan sisa-sisa batuan atau
lumpur yang bercampur merkuri dibuang ke jalan sungai hingga akhirnya mengalir ke laut.
Sumber: Buku IPA Biologi Kurikulum Merdeka
Pertanyaan Diskusi
Silahkan cermati berita di atas, silahkan berdiskusi dengan anggota kelompok untuk menciptakan solusi yang
dapat menanggulangi permasalahan tersebut.
1. Mungkinkah penyakit Minamata diderita oleh penduduk yang bertempat tinggal tidak berdekatan dengan lokasi
pertambangan emas skala kecil (PESK) ilegal? Jelaskan alasannya!
3. Bagaimana mitigasi yang dapat dilakukan untuk menangani pencemaran merkuri akibat penambangan emas
ilegal?
4. Buatlah grafik persentasi sumber pencemaran merkuri menurut data Kementerian Lingkungan Hidup!
Nama Kelompok :
Anggota Kelompok : 1……………………………………………… 4…………………………………………….
2……………………………………………… 5…………………………………………….
3…………………………………………….... 6…………………………………………….
Kelas : ……….
Tujuan Pembelajaran
Petunjuk Kerja
Sumber: www.ahutterstock.com
Gas metana (CH4) adalah penyebab terbesar dari perubahan iklim dunia setelah karbon dioksida (CO2). Walaupun
jumlah metana yang dipancarkan tidak sebesar jumlah CO2, tetapi satu ton metana bisa menyebabkan kira-kira
setara dengan pemanasan sedikitnya 28 Ton CO2, selama satu abad. Diperkirakan dalam dua dekade terakhir ini,
negara-negara di seluruh dunia sudah meningkatkan emisi sebesar 10%.
Emisi gas metana mendapatkan pengawasan lebih ketat, ketika dunia mencari solusi untuk mengurangi
pemanasan global. Melalui perjanjian iklim Paris, ditargetkan pengurangan pemanasan global hingga sebesar
1,5°C. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia yang diikuti lebih dari 100 negara
termasuk Indonesia, menyetujui kerangka kerja "Global Methane Pledge" (Ikrar Metana Global) yang bertujuan
mengurangi emisi metana global sebesar 30% sebelum akhir dekade ini atau sebelum tahun 2030. Diharapkan
kesepakatan tersebut dapat mendorong efek signifikan terhadap sejumlah industri yang bertanggung jawab
menghasilkan sebagian besar emisi metana di dunia, misalnya industri energi 36%, agrikultur 6%, dan pengolahan
limbah 2%.
Sumber: Buku IPA Biologi Kurikulum Merdeka
Pertanyaan Diskusi
Silahkan cermati berita di atas, silahkan berdiskusi dengan anggota kelompok untuk menciptakan solusi yang
dapat menanggulangi permasalahan tersebut.
1. Jelaskan bahwa gas metana dihasilkan pada industry energi, agrikultur dan pengolahan limbah?
2. Dampak apakah yang kemungkinan akan terjadi di Indonesia, jika pemanasan global dibiarkan terus naik
melebihi dari 1,5°C hingga tahun 2050?
3. Setujukan anda dengan pakta bersama “Global Methane Pledge”? Bagaimana partisipasi anda dalam
kehidupan sehari-hari untuk mendukung pakta tersebut?
4. Buatlah grafik persentasi sumber emisi gas methana menurut data laju perubahan iklim di Indonesia!
A. Instrumen Asesmen Formatif
Kisi-kisi Asesmen Formatif
SMA Negeri 2 Subang Tahun Pelajaran 2022/ 2023
Mata Pelajaran : Biologi Alokasi Waktu : 10 menit
Kelas/ Fase : X / Fase E Jumlah Soal : 10 Pilihan ganda
Nama Guru : Vina Indriani, S.Pd Kurikulum Acuan : Kurikulum Merdeka
Capaian Pembelajaran:
Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-
permasalahan berdasarkan isu lokal atau global dari pemahamannya tentang keanekaragaman
mahkluk hidup dan peranannya, virus dan peranannya, penerapan bioteknologi, komponen
ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan lingkungan.
No Tujuan Pembelajaran Indikator Ranah Tingkat Nomor
Kognitif Kesukaran Soal
1. Mengidentifikasi jenis-jenis Disajikan kasus eutrofikasi, C1 Sedang 1
limbah penyebab berbagai peserta didik dapat
pencemaran lingkungan mengidentifikasi jenis limbah
(C1) penyebab pencemaran
lingkungan
Disajikan beberapa C1 Sedang 2
pernyataan, peserta didik dapat
menyebutkan upaya untuk
menanggulangi, mengurangi,
dan memperkecil
risiko/dampak perubahan
lingkungan
2. Menjelaskan fakta-fakta Disajikan kasus mengenai C2 Mudah 3
perubahan lingkungan (C2) polusi suara, peserta didik
dapat memberi contoh tindakan
untuk mencegah dan
mengurangi polusi udara
Disajikan sebuah pernyataan, C2 Sedang 4
peserta didik memperkirakan
bahwa air dari sumur bor layak
digunakan untuk keperluan cuci
dan mandi
Disajikan grafik perubahan C2 Sukar 8
komponen danau setelah
tercemar pupuk dari pertanian
terdekat, peserta didik dapat
menjelaskan fakta perubahan
lingkungan berdasarkan grafik
3. Menganalisis penyebab Disajikan kasus kebakaran C4 Sedang 7
dan dampak pencemaran hutan, peserta didik dapat
terhadap lingkungan (C4) menganalisis dampak jika
kasus kebakaran hutan terus
meningkat
Disajikan grafik, peserta didik C4 Sukar 9
dapat menelaah hubungan
yang terjadi antara polusi sulfur
dioksida dan jumlah spesies
lumut kerak yang ditemukan
pada pohon
4. Memecahkan masalah Disajikan suatu pernyataan, C4 Sedang 5
bahaya popok sekali pakai, peserta didik dapat
sampah plastik, kebakaran memecahkan masalah global
hutan, emisi gas methana warming
dan bahaya merkuri (C4) Disajikan suatu kasus, peserta C4 Sedang 6
didik dapat memecahkan
masalah pencemaran suara
Disajikan kasus penyebaran C4 Sukar 10
gas methana, peserta didik
dapat memecahkan masalah
pencemaran gas methana
Asesmen Formatif:
Pilihlah satu jawaban yang benar.
1. Eutrofikasi sering terjadi di danau atau rawa yang mendapat aliran air dari area pertanian. Zat pencemar yang
berpotensi menyebabkan eutrofikasi adalah ….
A. pupuk
B. insektisida
C. pupuk dan herbisida
D. pupuk dan sampah organik
E. pupuk, herbisida, dan insektisida
2. Upaya untuk menanggulangi, mengurangi, dan memperkecil risiko/dampak perubahan lingkungan dapat melalui
beberapa cara di beberapa sektor. Memberikan penyuluhan, pelatihan, dan kampanye gerakan peduli lingkungan
kepada para pelajar adalah kegiatan di sektor....
A. energi
B. tata kota
C. pertanian
D. pendidikan
E. lingkungan hidup
3. Polusi udara menyebabkan terganggunya kelestarian makhluk hidup di bumi. Oleh karena itu, perlu tindakan
yang nyata untuk mencegah dan mengurangi polusi udara. Tindakan yang dapat dilakukan oleh para pelajar
berkaitan dengan permasalahan tersebut adalah...
A. menanam kembali hutan-hutan yang telah gundul
B. membuat taman-taman hijau di kawasan perkotaan
C. melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik di sekolah
D. naik sepeda jika bepergian pada jarak yang tidak terlalu jauh
E. menutup pabrik-pabrik yang dekat dengan permukiman padat penduduk
4. Pak Adi dan keluarganya akan menempati rumah baru. Untuk memastikan bahwa air dari sumur bor layak
digunakan untuk keperluan cuci dan mandi, air tersebut harus diuji secara fisik, yaitu ....
A. jarak sumur minimal 15 Meter dari tangki septik
B. tidak berwarna, tidak berbau, dan berasa tawar
C. DO sekitar 3-5 ppm dan BOD kurang dari 1 ppm
D. tidak berbau dan tidak mengandung bakteri patogen
E. pH 6,5-7,5 dan mengandung cukup oksigen terlarut
5. Global warming menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Kawasan pantai perlu dilindungi dari kerusakan
akibat kenaikan permukaan air laut. Usaha yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah setempat untuk
melakukan hal tersebut adalah ….
A. mencegah pencemaran udara
B. membersihkan sampah di pantai
C. membangun sistem pemecah ombak
D. menutup pantai sebagai objek wisata
E. merelokasi seluruh permukiman penduduk
6. Rumah Pak Adit terletak tidak jauh dari stasiun kereta api. Rumahnya terletak di pinggir jalan raya yang ramai
oleh suara lalu-lalang kendaraan bermotor. Anak anaknya sering mengeluh sulit konsentrasi saat belajar dan
tidurnya tidak pulas. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara....
A. memasang banyak hiasan dinding
B. pintu dan jendela terbuat dari kaca
C. tembok dinding dilapisi dengan batu alam
D. melapisi dinding kamar dengan panel busa
E. menanam banyak pohon di halaman rumah
7. Lembaga pemantau lingkungan, Greenpeace, menyebut setidaknya 64.000 hektare hutan telah terbakar sampai
Juli lalu. Meski begitu, angka itu lebih kecil daripada luas area terdampak tahun 2019. Kalimantan Tengah
menetapkan status siaga darurat karhutla Juli lalu, tak lama setelah 700 titik api terdeteksi di provinsi itu.
Setidaknya lima pemerintah provinsi lain, yaitu Riau, Sumatera Selatan, Kambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan
Selatan, juga menetapkan status siaga serupa. Hal berikut yang bukan merupakan dampak jika kasus kebakaran
hutan terus meningkat adalah....
A. meningkatnya suhu bumi
B. menyebabkan hujan asam
C. menyebabkan gagal panen
D. meningkatnya permukaan air laut
E. perubahan musim yang tidak menentu
8. Perhatikan grafik perubahan komponen danau setelah tercemar pupuk dari pertanian terdekat berikut.
9. Perhatikan hubungan yang terjadi antara polusi sulfur dioksida dan jumlah spesies lumut kerak yang ditemukan
pada pohon berikut.
Simpulan yang paling tepat berdasarkan grafik tersebut adalah ...
A. Semakin tinggi pencemaran sulfur dioksida, semakin tinggi keragaman lumut kerak.
B. Jika terdapat sulfur dioksida dalam jumlah yang banyak, lumut kerak tidak dapat bertahan hidup.
C. Pertumbuhan lumut kerak tidak terpengaruh oleh tingkat pencemaran sulfur dioksida.
D. Keanekeragaman lumut kerak berbanding lurus dengan kadar sulfur dioksida di atmosfer.
E. Jumlah spesies lumut kerak meningkat seiring dengan meningkatnya pencemaran sulfur dioksida.
10.Gas metana (CH4) adalah penyebab terbesar dari perubahan iklim dunia setelah karbon dioksida (CO 2).
Walaupun jumlah metana yang dipancarkan tidak sebesar jumlah CO2, tetapi satu ton metana bisa menyebabkan
kira-kira setara dengan pemanasan sedikitnya 28 Ton CO2, selama satu abad. Diperkirakan dalam dua dekade
terakhir ini, negara-negara di seluruh dunia sudah meningkatkan emisi sebesar 10%. Bagaimana partisipasi anda
dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi emisi gas methana ….
A. mengurangi produksi limbah rumah tangga
B. berjalan kaki ke sekolah
C. mengadakan penyuluhan mengenai penebangan hutan
D. mengurangi kegiatan merokok
E. menutup tambang batu bara
Aspek 1 2 3 4
penilaian
Kreatif Jika hanya 1 Jika ada 2 kriteria Jika ada 3 kriteria Jika ada 4 kriteria
kriteria terpenuhi terpenuhi terpenuhi terpenuhi
Gotong Jika hanya 1 Jika ada 2 kriteria Jika ada 3 kriteria Jika ada 4 kriteria
Royong kriteria terpenuhi terpenuhi terpenuhi terpenuhi
Mandiri Jika hanya 1 Jika ada 2 kriteria Jika ada 3 kriteria Jika ada 4 kriteria
kriteria terpenuhi terpenuhi terpenuhi terpenuhi
Kriteria Penilaian
Kreatif
✓ Mencetuskan banyak gagasan
✓ Bekerja lebih cepat
✓ Melakukan lebih banyak dari yang lain
✓ Memberikan saran dalam penyelesaian masalah
Gotong Royong
✓ Terlibat aktif dalam kerjakelompok
✓ Ada pembagian tugas dalam kelompok
✓ Kesesuaian dalam mengerjakan tugas
✓ Berargumentasi dalam kelompok
Mandiri
✓ Tidak bergantung kepada kelompoknya
✓ Membantu temannya yang kesulitan
✓ Mengambil inisiatif
✓ Mencoba mengatasi rintangan
D. Refleksi Diri
Perubahan lingkungan dapat terjadi akibat faktor alam maupun faktor manusia. Faktor alam, misalnya gunung
meletus, gempa bumi, dan gelombang tsunami. Sementara faktor manusia, contohnya pembakaran dan
penebangan hutan, pembangunan industri dan permukiman, serta pencemaran lingkungan. Pencemaran
lingkungan dapat dibedakan empat macam, yaitu pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah,
dan pencemaran suara. Pencemaran dapat membahayakan kehidupan makhluk di bumi. Oleh sebab itu,
berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan menanganinya, antara lain dengan kegiatan gerakan ramah
lingkungan dan program 9R (Reuse, Replacement, Refusal, Repair, Reconstruct, Redurability, Reduce,
Recycle, dan Recovery). Terkait hal tersebut, refleksikan pemahaman Anda dengan menjawab pertanyaan
berikut.
1. Zat-zat atau bahan manakah penyebab pencemaran lingkungan yang dapat Anda temukan di lingkungan
sekitar?
2. Bagaimana cara Anda memanfaatkan limbah rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari?
3. Mengapa kita harus membiasakan diri untuk selalu membawa tas/kantong belanja dari rumah ketika
berbelanja ke pasar/supermarket?
4. Bagaimana partisipasi Anda di masyarakat pada kegiatan pencegahan dan penanganan perubahan
lingkungan akibat pencemaran?