Pengenalan Alat Laboratorium Biomedik
Pengenalan Alat Laboratorium Biomedik
OLEH :
Atikah Wulandari
221240030
KELAS 2B
Dosen Pengampu:
TAHUN 2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Esa ata segala rahmat-Nya sehingga Laporan
Praktikum Dasar Biomedik II ini dapat tersusun sehingga selesai. Laporan ini diajukan guna
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Dasar Biomedik II. Tidak lupa penulis juga mengucapkan
terimahkasih banyak kepada dosen pengampuh dan asisten dosen yang telah membing hingga
terselesainya laporan ini.
Dan harapan penulis semoga laporan ini dapat menambah pengetahuan dan pengalama bagi
para Mahasiswa/Mahasiswi maupun pembaca lainnya, untuk kedepannya dapat memperbaiki
bentuk maupun menambah isi laporan agar menjadi lebih baik lagi.
Atikah Wulandari.H
DAFTAR ISI
ACARA I
PENGENALAN ALAT
A. TUJUAN PRAKTIKUM
Mengenal bermacam-macam alat dan cara penggunaanya secara benar pada praktikum
mikrobiologi.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Laboratorium merupakan suatu tempat yang digunakan untuk melakukann percobaan
atau penelitian. Tempat ini dapat berupa suatu ruangan yang tertutup atau ruang terbuka
seperti tanah lapang. Dalam pengertian terbatas laboratorium adalah suatu ruangan tertutup
dimana suatu percobaan atau penelitian dilakukan (Susilowati, 2012)
Pada saat melakukan praktikum mikrobiologi, tentu saja terlebih dahulu kita perlu
mengetahui jenis alat yang akan digunakan pada praktikum tersebut. Selain itu, kita juga
perlu mengetahui prosedur penggunaanya, cara pembersih dan fungsi dari masing-masing
alat tersebut. Pada saat sekarang ini alat merupakan salah satu pendukung dari pada
keberhasilan suatu pekerjaan dilaboratorium. Sehingga untuk memudahkan dan
melancarkan berlangsungnya praktikum pengetahuan mengenai penggunaan alat sangat
diperlukan. Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja
saat melakukan penelitian (Ririn, 2014)
Alat-alat laboratorium mikrobiologi seperti incubator, autoclave, rak dan tabung
reaksi, gelas beker,pipet tetes,cawan petri,jarum ose, lampu spritus (selian, 2013)
Pengenalan sifat dan jenis bahan kimia akan memudahkan dalam cara
penangannya,yaikni cara pencampuran, mereaksikan, pemindahan atau transportasi, dan
penyimpanan. Pengetahuan tentang nama dan kegunaan alat dan bagaimana cara
penggunaanya juga sangat penting. Misalnya alat-alat gelas harus diperiksa sebelum
digunakan apakah ada yang retak, pecah, atau masih kotor. Juga cara penyimpanannya
sehingga kerusakan alat dan bahan-bahan kimia dapat dihindari serta, bahaya-bahaya yang
ditimbulkan dapat dicegah (Budimarwati, 2013)
Laboratorium sains memberikan peran penting bagi perkembangan sains dan
teknologi yang telah diciptakan oleh perebadan manusia hingga saat ini.banyak tokoh,
penelitian, dan sains terkenal yang yang memulai perjalanan hidup dan kesuksesan mereka
sejak mereka melakukan praktikum di laboratorium mereka (fauzi, 2013)
C. SKEMA KERJA
N NAMA GAMBAR
O
1 Autoclave
2 Timbangan Analitik
3 Lampu Bunsen
4 Pipet Tetes
5 Tabung Reaksi
6 Cawan Petri
7 Gelas Beaker
8 Penjepit Geget
9 Timbangan Kolikonikonter
10 Batang Pengaduk
11 Jarum Ose
12 Tabung Ukur
13 Handscoon
14 Kaca Preparat
15 Cutter
17 Inkubator
18 Kaki Segitiga
21 Blender
22 Kawat Kasa
D. HASIL PENGAMATAN
1) Autoclaf
Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu
benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (121¿¿ ° C , 15lbs)¿ selama
kurang lebih 15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk
membunuh mikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf.
2) Timbangan Analitik
Timbangan analitik merupakan salah satu instrumen laboratorium yang umum.
Fungsi timbangan analitik pada dasarnya sama seperti timbangan pada umumnya,
yakni untuk mengukur massa benda.
3) Lampu Bunsen
Lampu Bunsen, yang diberi nama Robert Bunsen, adalah peralatan laboratorium
umum yang menghasilkan api gas terbuka tunggal,yang digunakan untuk
pemanasan, sterilisasi, dan pembakaran.
4) Pipet Tetes
Fungsi pipet tetes sebagai saluran tunggal yang biasa digunakan di laboratorium
biologi dan kimia untuk memindahkan cairan dengan volume kecil, dan merupakan
alat ukur untuk memindahkan cairan dari wadah aslinya ke wadah lain dalam jarak
tertentu.
5) Tabung Reaksi
Tabung reaksi berfungsi untuk tempat mereaksikan dua larutan/bahan kimia atau
lebih, serta sebagai tempat mengembangbiakan mikroba dalam media cair.
6) Cawan Petri
1. Sebagai tempat perkembangbiakan mikroba.
2. Tempat menimbang bahan atau sampel.
3. Cawan petri digunakan untuk membiakkan sel dengan menyediakan ruang
penyimpanan dan mencegahnya terkontaminasi.
7) Gelas Beaker
Fungsi gelas kimia (gelas beker) yaitu sebagai tempat mereaksikan bahan, tempat
menampung bahan kimia berupa larutan, padatan, pasta ataupun tepung, tempat
melarutkan bahan dan tempat memanaskan bahan.
8) Penjepit Geget
Penjepit kayu/Geget merupakan alat untuk menjepit tabung reaksi pada saat
dipanaskan dan memindahkan tabung yang telah dipanaskan ataupun pada saat
proses pemanasan.
9) Timbangan Kolikonikonter
Colony counter adalah alat yang berfungsi untuk mempermudah perhitungan koloni
yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar.
10) Batang Pengaduk
Batang pengaduk merupakan sebuah peralatan laboratorium yang digunakan untuk
mencampur bahan kimia dan cairan untuk keperluan laboratorium.
11) Jarum Ose
Bentuk kawat pada ujung ose mempunyai kegunaan yang sedikit berbeda. Pada
batang ose ujung kolongan biasanya digunakan untuk inokulasi pada media cair
sedangkan ose yang berbentuk lurus biasanya digunakan pada inokulasi dengan cara
metode gores pada media agar.
12) Tabung Ukur
Tabung/Labu Ukur adalah sebuah perangkat yang memiliki kapasitas antara 5mL
sampai 5L dan biasanya instrumen ini digunakan untuk mengencerkan zat tertentu
hingga batas leher labu ukur.
13) Handscoon
Tujuan Penggunaan Handscoon adalah untuk mencegah terjadinya infeksi silang
serta mencegah terjadinya penularan kuman, digunakan untuk keperluan bedah dan
operasi.
14) Kaca Preparat
Kaca Preparat, berfungsi guna menjadi tempat objek atau preparat yang akan diamati
sehingga objek akan lebih jelas ketika diamati.
15) Cutter
Alat tersebut yaitu cutter. Alat pemotong yang satu ini memiliki fungsi utama untuk
memotong suatu benda.
16) Sikat Tabung Reaksi
Fungsi utama dari sebuah pipet sikat tabung reaksi ini adalah membersihkan tabung
reaksi, gelas ukur, labu ukur dan lain-lain setelah digunakan.
17) Inkubator
Inkubator digunakan untuk membudidayakan organisme sel, baik uniseluler maupun
multiseluler. Inkubator digunakan untuk memproduksi kumpulan mikroba.
18) Kaki Segitiga
Kaki tiga dalam alat laboratorium adalah besi yang mempunyai 3 kaki yang memiliki
fungsi sebagai penyangga ring. Fungsi kaki tiga adalah sebagai penahan kawat kasa
dan penyangga ketika proses pemanasan.
19) Rak Tabung Reaksi
Rak Tabung reaksi bahan Kayu 12 lubang ini berfungsi untuk wadah meletakan
tabung reaksi saat praktikum mereaksikan bahan kimia.
20) Botol Semprot
Biasanya digunakan untuk menyimpan aquades dan digunakan untuk memcuci
ataupun membilas bahan2 yg tidak larut dalam air.
21) Blender
Blender adalah alat untuk menggiling/menghalus buah/sayuran.
22) Kawat Kasa
Di dalam laboratorium, kawat kasa berfungsi sebagai penopang pada pembakar
Bunsen atau spiritus. Pemanasan suatu larutan bahan atau sampel biasanya dilakukan
menggunakan wadah seperti gelas kimia yang tidak mungkin dipanaskan langsung
dengan api karena bisa menyebabkan alat tersebut pecah.
E. PEMBAHASAN
Berikut akan diuraikan pembahasan tentang hasil percobaan ini yang berjudul
pengenalan alat-alat laboratorium. Tujuan diadakannya laboratorium ini adalah agar setiap
praktikan mampu mengenal dan memahami fungsi, cara penggunaan serta perbedaan
berbagai alat yang ada dilaboratorium. Dalam percobaan yang telah dilakukan, terdapat
berbagai macam alat, berikut akan diuraikan pengkategorian dan penanganan alat-alat yang
ada di laboratorium berdasarkan kemampuan yang dimiliki alat untuk mendukung berbagai
proses yang dilakukan dalam percobaan kimia ini.
1. Alat-alat pemanasan terdiri atas lampu bunsen, kaki tiga, kawat kasa, Autoclave, gelas
beker, tabung reaksi, penjepit gegep, jarum ose, dan batang pengaduk.
2. Alat-alat penimbangan terdiri atas sendok plastik, labu ukur, enlemeyer, pipet tetes,
gelas beker, timbangan analitik,timbangan koloni,kertas HVS.
Dasar-dasar tehnik sterilisasi dalam ilmu mikrobiologi alat yang digunakan yaitu
Autoclave, Tabung Durham, Jarum Ose, Cawan Petri, Pipet tetes, Batang Pengaduk,
Erlemeyer, Tabung Reaksi, Kaca preparat, Gelas Beaker, Labu Ukur.
Media dan cara pembuatan`biakan/kultur murni alat yang digunakan yaitu Cawan
petri, Blender, Tabung reaksi, Batang pengaduk, Pipet tetes, Enlenmeyer,jarum ose,dan
saringan teh,cutter,sendok,dan tabung ukur.
Pewarnaan bakteri dan melihat bentuknya dimikroskop alat yang digunakan yaitu :
mikroskop cahaya,kaca preparat,dan jarum ose.
F. KESIMPULAN
Dari percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa masing-masing alat laboratorium
memiliki prosedur tersendiri sesuai dengan guna dan fungsinya. Peralatan yang digunakan di
laboratorium terbagi menjadi dua bagian yaitu peralatan gelas dan peralatan non gelas .
Jadi,alat-alat yang ada di laboratorium harus digunakan sebagaimana mestinya.
ACARA II
A. TUJUAN PRAKTIKUM
Mengenal dasar-dasar teknik sterilisasi
B. TINJAUAN PUSTAKA
Sterilisasi mengacu pada metode apapun yang menghikangkan, membunuh atau
menonktifkan semua bentuk kehidupan. Khususnya mengacu pada mikroorganisme seperti
yang diilustrasikan oleh jamur, bakteri, virus, spora, organism eukariotik uniseluler seperti
yang diilustrasikan oleh plasmodium (Hidayat, 2020)
Metode sterilisasi dibagi menjadi dua, yaitu metode fisika dan metode kimia,
sedangkan metode sterilisasi fisik dapat dilakukan dengan cara panas baik panas kering
maupun panas basah, radiasi, filtrasi (Pratiwi, 2012)
Bahan atau peralatan yang dipergunakan dalam bidang mikrobilogi harus dalam
keadaan steril.steril mengacu artinya tidak didaptkan mikroba yang tidak diharapkan
kehadiharannya, baik yang mengganggu kehadirannya, baik yang menganggu hidupan dan
proses yang dikerjakan (Waluyo, 2008)
C. SKEMA KERJA
Bungkus cawan petri,gelas ukur,erlenmeyer dan semua peralatan yang akan digunakan
dengan kertas hvs kemudian masukkan kedalam plastik/aliminium foil tahan panas.
Isilah autoklaf dengan aquades setinggi batas saringan,masukkan alat dan bahan(media)
yang akan disterilisasikan.
Tutup autoklaf dan pastikan dalam kondisi terpasang rapatAturlah suhu sebesar
121°C,dengan tekanan 1 atm dan aturlah waktu yang akan digunakan sampai pada angka
15-20 menit ataukah dengan melihat jarum pada autoclave bergerak sampai batas 0,15
selama kurang lebih 15-20 menit.
Pastikan lubang uap dalam keadaan tertutup(EXHAUST CLOSE)
Tarik tuas power ke arah ON,lalu tekan tombol ON(push)untuk memulai sterilisasi,apabila lampu
hijau menyala maka dapat dipastikan autoklaf dalam keadaan bekerja.
Setelah alarm berbunyi maka tarik tuas power hingga ke titik OFF kemudian bukalah lubang uap
dengan cara memutarnya kearag OPEN.
Diamkan autoklaf selama 15 menit untuk memastikan bahwa uap telah keluar dan autoklaf
dalam keadaan tidak panas.
D. HASIL PENGAMATAN
Setelah alat-alat disterilisasikan di autoklaf, keluarkan dan dinginkan alat-alat
tersebut ke inkubator yang telah disediakan diruang laboratorium,alat siap digunakan.
E. PEMBAHASAN
Alat :
1) Autoklaf
2) Cawan petri
3) Alat gelas lain serta media yang akan disterilisasikan
Bahan :
1) Kertas
2) Plastik Buah
3) Karet gelang
4) Aluminium foil
Langkah-langkah proses sterilisasi :
1. Bungkus cawan petri,gelas ukur,erlenmeyer dan semua peralatan yang akan
digunakan dengan kertas hvs kemudian masukkan kedalam plastik/aliminium foil
tahan panas.
2. Istilah autoklaf dengan aquades setinggi batas saringan,masukkan alat dan
bahan(media) yang akan disterilisasikan.
3. Tutup autoklaf dan pastikan dalam kondisi terpasang rapat
4. Aturlah suhu sebesar 121°C,denagn tekanan 1 atm dan aturlah waktu yang akan
digunakan samoai pada angka 15-20 menit ataukah dengan melihat jarum pada
autoclave bergerak sampai batas 0,15 selama kurang lebih 15-20 menit.
5. pastikan lubang uap dalam keadaan tertutup(EXHAUST CLOSE)
6. Tarik tuas power ke arah ON,lalu tekan tombol ON(push)untuk memulai
sterilisasi,apabila lampu hijau menyala maka dapat dipastikan autoklaf dalam
keadaan bekerja.
7. Setelah alarm berbunyi maka tarik tuas power hingga ke titik OFF kemudian bukalah
lubang uap dengan cara memutarnya kearag OPEN.
8. Diamkan autoklaf selama 15 menit untuk memastikan bahwa uap telah keluar dan
autoklaf dalam keadaan tidak panas.
9. Bukalah tutup autoklaf dan keluarkan alat-alat yang telah steril.
F. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwah sterilisasi merupakan
upaya untuk membunuh mikroorganisme termasuk dalam bentuk spora. Sterilisasi dengan
cara pengeringan akan dapat menghentikan atau mengurangi aktivitas metabolik dan
kemudian diikuti kematian mikroba.Secara umum dikatakan efek dari desikasi adalah
bakteriostatik.Prinsip desikasi adalah menghilangkan air dari sel mikroorganisme. Metode
sterilisasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu metode sterilisasi dengan cara panas
dan sterilisasi dengan cara dingin. Metode sterilisasi dengan cara panas dibagi menjadi
sterilisasi panas kering (menggunakan oven pada suhu 160-180°C selama 30-240
menit), dan sterilisasi panas basah (menggunakan autoklaf dengan suhu 121°C dengan
tekanan 15 psi, selama 15 menit).
ACARA III
A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mempelajari cara pengambilan sampel dialam,preparasi sampel.
2. Mempelajari cara pembuatan biakan bakteri untuk pertumbuhan mikroba.
3. Mempelajari cara-cara pemindahan mikroba secara aseptis.
4. Mempelajari teknik-teknik isolasi dan penanaman mikroba.
5. Mempelajari teknik pembuatan pulasan bakteri untuk pengecetan/pewarnaan bakteri.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Bakteri merupakan domain yang terdiri dari mahluk hidup yang tidak memiliki
membran inti(prokariotik). dahulu bakteri terbagi menjadi Bacteria dan Archabacteria.
namun sekarang Archabacteria memiliki domain sendiri yang di sebut archea. bakteri
memiliki ciri-ciri antara lain tidak memiliki membran inti, tidak memiliki organel membran ,
memiliki membran, memilki dinding sel peptidoglikan, dan materi asam nukleatnya berupa
plasmid (hopson, 2006)
Bakteri berkembang biak dengan membelah diri dan karena begitu kecil maka hanya
dapat dilihat menggunakan mikroskop. bakteri mempunyai beberapa organel yang dapat
melaksanakan beberapa fungsi hidup (Waluyo, 2007)
Bakteri adalah organisme yang paling banyak jumlahnya dan tersebar luas
dibandingkan mahluk hidup lainnya. Bakteri memiliki ratusan ribu sepies yang hidup fi
gurun pasir, salju atau es, hingga lautan (maryati, 2007)
Bakteri adalah suatu mikroorganisme yang jumlahnya paling banyak dan bersel
tunggal yang panjangnya beberapa micrometer dan memiliki morfologi dari berupa tongkat
(basil), kokus sampai berbentuk spiral. Populasi bakteri dalam 1 gram tanah mencapai 40
juta sel bakteri dan pada 1 ml air jernih dapat mengandung satu juta sel bakteri (Subandi,
2012)
Meida hidup umumnya dipakai dalam laboratorium virology untuk pembikan
berbagi virus, sedangkan dalam bakteriologi hanya beberapa jenis kuman tertentu saja dan
terutama hewan percobaan (aditya, 2009)
C. SKEMA KERJA
Ambillah Buah busuk secukupnya
Mixer dengan menggunakan blender dan jangan campurkan air
Letakkan pada gelas ukur / gelas kaca yang sudah disediakan(lakukan secara aseptis)
Siapkan bakteri murni seperti Stapylococcus aereus, Sterptomyces sp, bakteri dari sela-sela
jari yang diusap dengan menggunakan cotton bud.
Siapkan Aquades steril 10 tetes untuk melarutkan media NA yang sudah ditimbang dan
dimasukkan dalam gelas ukur, aduk dan masak larutan diatas lampu Bunsen jangan sampai
berbuih untuk mencegah larutan tumpah.
E. PEMBAHASAN
Alat dan Bahan:
1. Buah busuk (mangga) secukupnya.
2. Biakan murni Stapylococcus aerus,Streptomyces sp dan bakteri dari swab jari tangan
menggunakan cutton bud.
3. Blender atau lumpang
4. Cutton bud
5. Gelas ukur
6. Media Nutrient agar(NA)(oxoid)
7. Aquades steril
8. Tabung reaksi
9. Batang pengaduk,
10. Pipet tetes
11. Enlenmeyer
12. Inkubator
Cara Kerja:
1. Ambil beberapa buah yang busuk secukupnya, lalu mixer menggunakan blender dan
jangan campur dengan air.
2. Setelah halus lalu saring dengan menggunakan saringan teh dan letakkan pada gelas
ukur /gelas kaca yang sudah disediakan,diamkan (lakukan secara aseptis).
3. Siapkan biakan murni seperti Stapylococcus aerus,Streptomyces sp, bateri dari sela-
sela jari yang diuusap dengan menggunakan cotton bud.
4. Timbang media NA(Oxoid) sesuai prosedur di kemasan sebanyak 0,2 gr 6 kali.
5. Siapkan Aquades steril 10 tetes untuk melarutkan media NA yang sudah ditimbang
dan dimasukkan dalam gelas ukur, aduk dan masak larutan diatas lampu Bunsen
jangan sampai berbuih untuk mencegah larutan tumpah.
6. Tuang larutan NA pada tabung reaksi dan beri label
7. Biarkan memadat dalam incubator selama beberapa menit
8. Letakkan tabung reaksi tersebut dengan meletakkan tabung reaksi miring
9. Tunggu sample memadat dan lakukan secara aseptik/steril
F. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa buah
mangga Staphylococcus Aereus, Sterptomyces sp, bakteri dari sela-sela jari. dapat
digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri bersama dengan larutan Nutrient Agar(NA).
ACARA IV
A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mempelajari macam-macam teknik penggoresan bakteri.
2. Mempelajari cara-cara pemindahan mikroba secara aseptis.
3. Mempelajari teknik-teknik isolasi dan penanaman mikroba.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Isolasi bakteri dengan cara penggoresan bertujuan membuat garis sebnayak mungkin
pada permukaan medium pembiakan, dengan jarum ose yang terlepas pada garis-garis
tersebut semakin lama semakin sedikit, sehingga pada garis terakhir koloni yang terbentuk
akan terpisah agak jauh (Irianto, 2012)
Isolasi dengan cara penyebaran diawali dengan pengenceran sampel. Pengenceran
sampel dilakukan sama seperti pada cara penuangan. Medium yang telah dipersiapkan
dituangkan kedalam cawan petri steril tunggu hingga memadat, setelah itu suspense sampel
dituangkan diatas permukaan agar. Penyebaran suspense sampel dilakukan dengan
menyebarkan suspensi dengan batang aduk yang telah dipanaskan terlebih dahulu (waluyo,
2007)
C. SKEMA KERJA
Timbang media NA (oxoid) sebanyak 0,2 gr. Penimbangan media dilakukan secara
teliti dan cepat, kemudian serbuk media dimasukkan secara hati-hati ke dalam
Erlenmeyer.
Siapkan cawan petri dan tuang larutan media NA di cawan petri yang telah disediakan.
Beri label dan diam diamkan hingga memadat dan siap untuk ditanami kultur bakteri.
.
D. HASIL PENGAMATAN
0 ,2 gr x 260
Bakteri Buah (metode zigzag) = =5 , 2 ≈ 5 cfu
10 ml
0 ,2 gr x 215
Bakteri sela-sela jari (metode kuadran) = =4 , 3 ≈ 4 cfu
10 ml
0 ,2 gr x 250
Bakteri Coco Aures (metode tuang) = =5 cfu
10 ml
E. PEMBAHASAN
Alat dan Bahan
1. Media Na dalam cawan petri
2. Kultur murni bakteri
3. Jarum ose
4. Lampu bunsen
Langkah-langkah penggoresan mikroba
1. Panaskan jarum ose hingga memijar di atas lampu Bunsen,kemudian
dinginkan. Gunakan jarum ose yang telah dingin untuk menggores pada
permukaan cawan petri.
2. Ambil satu jarum ose kultur murni bakteri dan goreskan pada permukaan
media dan dimulai pada satu ujung. Dengan menggunakan teknik
penggoresan zigzag dan goresan kuadran.
3. Masukan kedalam inklubator dan diamkan hingga padat.
F. KESIMPULAN
Teknik penggoresan mikroba terbagi menjadi dua yaitu teknik gores zigzag dan
teknik gores kuadran. Pada proses teknik penggoresan ini diperlukan keahlian dan ketepatan
agar didapatkan biakan murni Bakteri yang di inginkan, karena penggoresan yang semakin
melemah pada setiap kuadrannya akan menyaring secara tidak langsung pada jenis biakan
kultur Bakteri tertentu sehingga memperoleh biakan murni yang diinginkan.
ACARA V
A. TUJUAN PRAKTIKUM
Mempelajari teknik-teknik isolasi dan penanaman mikroba dengan metode tuang/sebar dan
menghitung angka lempeng total.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Isolasi bakteri dengan penuangan bertujuan untuk menetukan perkiraan jumlah
bakteri hidup dalam suatu cairan. hasil perhitungan jumlah bakteri pada cara penuangan
dinyatakan dalam kloni (Irianto, 2012)
C. SKEMA KERJA
Siapakan tabung reaksi sebanyak 6 buah,buatlah pengecera 10−10 (sebagai buffer)
−2 −3 −4 −5 −6
10 10 10 10 10 dari kultur murni bakteri dengan larutan pengencer.
Ambil tabung reaksi yang mengandung kultur murni bakteri, buka dan bakar
leher tabung.
Pindahkan 0,1ml kuktur bakteri secara aseptis ke permukaan media NA dalam cawan
petri
Tebarkan/sebarkan kultur bakteri dengan spreader secara merata dan biarkan sampai
permukaan mengering atau larutan NA memadat.
D. HASIL PENGAMATAN
0 ,2 gr x 215
Bakteri propionibacterium acnes = =4 , 3 ≈ 4
10 ml
E. PEMBAHASAN
Alat dan bahan
1. Batang pengaduk
2. Lampu Bunsen
3. Pipet tetes
4. Media NA dalam cawan petri
5. Kultur murni Bakteri
6. Laruran pengencer NaCI fisiologis
Cara kerja
1. Siapakan tabung reaksi sebanyak 6 buah,buatlah pengecera 10−10 (sebagai
buffer) 10−2 10−3 10−4 10−5 10−6 dari kultur murni bakteri dengan larutan
pengencer.
2. Ambil tabung reaksi yang mengandung kultur murni bakteri, buka dan bakar
leher tabung.
3. Pindahkan 0,1ml kuktur bakteri secara aseptis ke permukaan media NA
dalam cawan petri
4. Tebarkan/sebarkan kultur bakteri dengan spreader secara merata dan biarkan
sampai permukaan mengering atau larutan NA memadat.
5. Setelah permukaan mongering, selanjutnya inkubasikan dan amati
pertumbuhannya.
F. KESIMPULAN
Pada penggoresan media metode tuang dan sebar bertujuaan untuk Memisahkan satu
jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam
mikroba. Dan mencegah penyebaran penyakit dan infeksi, serta membasmi mikroorganisme
pada inang yang terinfeksi
ACARA VI
A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mengetahui teknik pewarnaan mikroba
2. Melihat bentuk sel bakteri
B. TINJAUAN PUSTAKA
Zat pewarna dapat dikelompokkan menjadi dua grup, yaitu zat pewarna yang bersifat
basa dan zat pewarna yang bersifat basa dan zat pewarna yang bersifat asam. kalau ion
positif dari zat pewarna yang mengandung warna tersebut, maka pewarna tersebut adalah
pewarna basa. dan bila warna tersebut berbeda pada ion yang bermuatan negatif, maka
pewarna tersebut adalah pewarna asam (Wahyuni, 2018)
C. SKEMA KERJA
Sediakan Deck glass, Buatlah pulasan bakteri di atas objek gelas,keringkan dan fiksasi
dengan api
D. HASIL PENGAMATAN
Gambar hasil pengamatan pewarnaan bakteri menggunakan mikroskop cahaya
E. PEMBAHASAN
F. KESIMPULAN
Dari percobaan pewarnaan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa
pewarnaan digunakan untuk membedakan mikroorganisme, khususnya bakteri yaitu bakteri
gram positif dan gram negative. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan
membran sel selapis dan berwarna ungu, sedangkan bakteri gram negatif mempunyai
dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel dan berwarna merah.
Pewarnaan spora dapat digunakan untuk membantu identifikasi bakteri. Pewarnaan spora
dapat membedakan ada/tidaknya spora dan letak dari spora tersebut di dalam sel.
DAFTAR PUSTAKA
Budimarwati. (2013). alat dan bahan laboratorium. www.studocu.com/id/document/laporan-
praktikum-pengenalan-alat-dan-bahan-laboratorium, 26.
fauzi. (2013). pengenalan dasar alat dan bahan laboratorium kimia. https://www.lemariasam.id,
13.
LAMPIRAN