A.
1 Data Operasi Furnace 101 (H – 1)
1. Data Temperatur Masuk dan Keluar Furnace (oC)
2. Data Tekanan Masuk dan Keluar Furnace (kg/cm2)
3. Data Kapasitas Umpan Masuk Furnace
4. Kondisi Operasi
a. Crude Oil
Densitas (60oF) : 854.5 kg/m3 [Lab. Kilang Pertamina]
Temperatur Masuk : 189OC = 372.2oF [Control Room Unit]
Temperatur Keluar : 327OC = 619.8oF [Control Room Unit]
Tekanan Masuk : 4.38 kg/cm2 [Control Room Unit]
Tekanan Keluar : 4.07 kg/cm2 [Control Room Unit]
Flowrate masuk : 6933 m3/hari [Control Room Unit]
Fasa : Cair
Sumber : Control Room dan Lab. Produksi Unit Kilang Di Pertamina RU
II Sungai Pakning, 2020.
b. Fuel Oil
Densitas (60oF) : 889.5 kg/m3 [Lab. Kilang Pertamina]
Temperatur Masuk : 97OC = 207.2 F [Control Room Unit]
Tekanan Masuk : 6.50 kg/cm2 [Control Room Unit]
Water Content (%wt) : 0.1 [Lab. Kilang Pertamina]
C Residue Content (%wt) : 4.78 [Lab. Kilang Pertamina]
Flowrate Masuk : 20.86 m3/hari [Control Room Unit]
Fasa : Cair
Sumber : Control Room dan Lab. Produksi Unit Kilang Di Pertamina RU
II Sungai Pakning, 2020.
c. Udara Pembakaran
Tekanan Masuk Furnace : 1 atm
Temperatur Masuk Furnace : 182.6OC = 360.6oF [Control Room
Unit]
d. Fuel Gas
Densitas (60oF) : 0.453 lb/ft3 [Lab. Kilang Pertamina]
Yield (%wt) : 1.02 [Lab. Kilang Pertamina]
: 26351.97 ft3/jam
Flowrate masuk : 303 m3/hari [Control Room Unit]
LHV : 10412.5 kcal/kg [Lab. Kilang Pertamina]
: 53.9 btu/ft3
Komposisi of Gas (%Vol) : 5.02 = 0.0502 [Lab. Kilang Pertamina]
Sumber : Control Room dan Lab. Produksi Unit Kilang Di Pertamina RU
II Sungai Pakning, 2020.
A.2 Perhitungan Neraca Panas dalam Furnace 101 (H – 1)
1. Menghitung SG dan oAPI
Densitas air (60oF) = 999.099 kg/m3
a. Crude Oil
Specific Gravity (60/60) = 0.855 [Lab. Kilang Pertamina]
o
API = 34.4 [Lab. Kilang Pertamina]
b. Fuel Oil
Specific Gravity (60/60) = 0.8899 [Lab. Kilang Pertamina]
o
API = 27.7 [Lab. Kilang Pertamina]
2. Menghitung Panas Laten dan Panas Sensibel Fuel Oil
a. Menghitung Laju Alir Massa Fuel Oil (mFO) digunakan
mFO = 20.86 m3/hari
= 19.03 kg/hari
= 41.959 lb/hari
b. Panas Laten
GHV Fuel Oil = 17600 Btu/lb [Figure 5 – 22; Nelson]
K – UOP = 6.96
Q1 = mFO x GHV fuel oil
Q1 = 738477.897 Btu/jam
c. Panas Sensibel
Berdasarkan Nelson, Tabel 5.1, titik didih untuk residue yang digunakan
sebagai fuel oil sebesar 300oF – 800oF.
Didapatkan titik didih residue adalah = 300oF
Dari nilai K – UOP yang telah dihitung selanjutnya akan didapatkan
faktor koreksi untuk nilai Cp fuel oil pada figure 5-1
Faktor koreksi = 0.88 [Figure 5.1; Nelson]
Cp fuel oil pada saat 60oF= 0.43 Btu/lboF
Cp fuel oil pada saat oF = 0.56 Btu/lboF
Cp rata – rata = 0.495 Btu/lboF
Cp sesungguhnya = 0.43065 Btu/lboF
Q2 = mFO x Cp sesungguhnya x ∆T
Q2 = 2660.16 Btu/jam
3. Panas Pembakaran Fuel Gas
Temperatur fuel gas masuk dapur 32oC = 546oR
Kebutuhan fuel gas = 26351.97 ft3/jam
Q3 = Kebutuhan Fuel Gas x LHV fuel gas
Q3 = 1419623.26 Btu/jam
4. Panas Atomizing Steam
Steam yang digunakan merupakan steam keluaran dari boiler.
Tekanan fuel oil masuk = 6.50 kg/cm2 [Control Room Unit]
= 6.287 atm
= 92.43 Psi
Berdasarkan Nelson, hal. 426, untuk inside burners memiliki range kebutuhan
steam antara 0.2 lb/lbFO – 0.5 lb/lbFO. Dengan range tekanan berada diantara
(40 – 60 psig).
Asumsi kebutuhan steam = 0.3 lb/lbFO [Nelson; Hal.
426]
a. Menghitung Kebutuhan Steam
Msteam = 2444.964 lb/hari
b. Menghitung Panas Atomizing Steam
Berdasarkan Kern, Tabel 7 didapatkan nilai entalpi saturated steam.
Entalpi steam pada saat 372.2oF = 1196.7 Btu/lb
Entalpi steam pada saat 60oF = 1059.9 Btu/lb
Entalpi rata – rata = 1128.3 Btu/lb
Q4 = Msteam x entalpi rata – rata
Q4 = 2758652.9 Btu/hari
= 114943.8701 Btu/jam
5. Panas Udara Pembakaran
Reaksi Pembakaran
C + O2 → CO2 Pers (1)
1
C+ O2 → CO Pers (2)
2
1
H+ O2 → H2OPers (3)
2
Berdasarkan sumber Lab. Kilang didapatkan kandungan C (%wt) dalam fuel
oil sebesar 4.78, dengan demikian kandungan H dalam fuel oil sebesar :
H =1–C
= 0.9522
Dimana, dalam 1 kg fuel oil terdapat kg C dan kg H.
a. Menentukan Laju Alir Massa dan Mol masing – masing komponen
mc = mFO x C
= 2.00564 lb/hari
mc
nc =
BM
= 0.1671 lbmol/hari
mH = mFO – mC
= 39.9533 lb/hari
mH
nH =
BM
= 39.9533 lbmol/hari
b. Menghitung N2 dan O2 yang masuk
Diasumsikan %C = %CO2
nc x% N
nN2 = ( 2
¿
% CO 2
= 2.7464 lbmol/hari
nc x % O
nO2 = ( 2
¿
% CO 2
= 0.2417 lbmol/hari
c. Menghitung Kelebihan Udara dan Udara Pembakaran
Dalam udara bebas asumsi perbandingan mol N2 : O2 adalah 79 : 21.
Sehingga, kelebihan O2 yang masuk sebanyak :
21 x n N 2
O2 masuk = ( ¿ + nO2
79
= 0.9718 lbmol/hari
100 x n N 2
∑udara masuk =( ¿
79
= 3.4765 lbmol/hari
nO x % CO2
O2 pembakaran =( ¿
%O2
= 0.3413 lbmol/hari
Diasumsikan tidak ada CO terbentuk, berdasarkan persamaan reaksi dari
persamaan (3)
H2O terbentuk = nH (diasumsikan, semua H2 menjadi H2O)
= 39.9533 lbmol/hari
∑O2 pembakaran = O2 pembakaran + H2O terbentuk
= 40.295 lbmol/hari
O2 masuk
Excess Air = x 100%
20.9−O2 masuk
= 4.876%
∑udara pembakaran = udara masuk + (excess air x udara masuk)
= 3.879 lbmol/hari
Berat molekul rata – rata flue gas = 29.9304 lb/lbmol
Massa udara pembakaran = ∑udara pembakaran x BM
= 116.1133 lb/hari
d. Menghitung Panas Udara Pembakaran
Berdasarkan Hilsenrath (1965)
Cp udara (60OF) = 0.4323 Btu/lboC [Hilsenrath, 1965]
Q5 = Massa udara pembakaran x Cp x ∆T
Q5 = 1606.2651 Btu/hari
= 66.9277 Btu/jam
6. Panas Diserap Crude Oil
a. Panas Crude Oil Masuk
Diasumsikan crude oil masuk dalam keadaan liquid (cair)
Massa crude oil masuk = flowrate crude oil x ρ crude oil
= 5924187.464 kg/hari
= 13062833.36 lb/hari
= 544284.723 lb/jam
Dengan K – UOP = didapatkan dari figure 5 – 3 Nelson
Correction factor = 6.96
Heat content crude oil masuk = 0.62 Btu/lb
Heat content crude oil masuk sebenarnya = 4.315 Btu/lb
Qa = massa crude oil masuk x heat content crude oil
Qa = 2348611.504 Btu/jam
b. Panas Crude Oil Keluar
Total laju alir massa crude oil keluar sama dengan laju alir massa crude
oil masuk.
Laju alir massa crude oil keluar = 544284.723 lb/jam
Dengan K – UOP = didapatkan dari figure 5 – 3 Nelson
Correction factor = 6.96
Heat content crude oil keluar = 0.76 Btu/lb
Heat content crude oil keluar sebenarnya = 5.289 Btu/lb
Qb = massa crude oil masuk x heat content crude oil
Qb = 2878943.133 Btu/jam
c. Menghitung Panas Diserap Crude Oil
Q6 = Qa – Qb
Q6 = 530331.6298 Btu/jam
7. Panas Udara Terbuang (Flue Gas)
a. Menghitung Total Gas Buangan Kering
∑ngas = nC + nH + nN2 + nO2
= 43.1086 lbmol/hari
= 1.7962 lbmol/jam
∑mgas = ∑ngas x 29.9304 lb/lbmol
= 53.761 lb/jam
Dari figure 14 – 1 Nelson, Cp udara keluar stack = 45 Btu/lbmol
Q7 = ∑ngas x Cp udara keluar stack
Q7 = 80.8286 Btu/jam
8. Panas Hilang Melalui Dinding Dapur
h = 17.4 x 10-10 x € x (T24 – T14) + [(1 + 0.255) x (T2 – T1)] btu/hr.ft2
= 193.2458 Btu/jam ft2
h
hi =
(T 2−T 1)
= 1.2553 Btu/jam ft2 F
Tabel A.1 Data Permukaan Luas Furnace
Dimensi Satuan
cm m ft2
Panjang 965.2 9.652 29.4386
Tinggi 705.01 7.0501 21.50281
Lebar 436.88 4.4688 13.32484
Sumber : Maintenance Unit Kilang PT. Pertamina (Persero) RU II Sungai
Pakning, 2020.
A = 2 x [(P x L) + (P x T) + (L x T)]
= 1704.0632 ft2
Q8 = hi x A x (T2 – T1)
= 329303.2122 Btu/jam
9. Neraca Panas
Panas Masuk (Btu/jam) Panas Keluar (Btu/jam)
Q1 738477.8977 Q6 530331.6298
Q2 2660.159457 Q7 80.82865879
Q3 1419623.257 Q8 329303.2122
Q4 114943.8701
Q5 66.92771126
2275772.112 Btu/jam 859715.6707 Btu/jam
10. Efisiensi
Panas Masuk−Panas Keluar
Efisiensi = x 100%
Panas Masuk
= 62.22%