Anda di halaman 1dari 18

TUGAS KHUSUS

PERHITUNGAN EFISIENSI BAHAN BAKAR DI FURNACE-5 SECARA


TEORITIS

A. DATA PERHITUNGAN FURNACE


Data diambil pada hari senin,12 Mei 2014

FURNACE
-

Temperatur badan furnace

=816,2oC = 1501,16 oF

Temperatur stack

= 400oC = 752oF

Temperatur dinding dalam furnace

= 797.2 oC = 1466,96 oF

Temperatur dinding luar furnace

= 60 oC = 140 oF

CRUDE OIL
-

Specific gravity 15oC, kg/m3

= 0,8430 kg/m3

Temperatur crude oil masuk

= 123 oC = 253.4 oF

Temperatur crude oil keluar

= 340 oC = 644 oF

Tekanan crude oil masuk

= 11,26 kg/cm2

Tekanan cude oil keluar

= 0,252 kg/cm2

Flow rate masuk

= 330 m3/hari = 330.000 L/hari

API

FUEL OIL
-

Specific gravity 15oC, kg/m3

= 0.9106 kg/m3

Temperatur fuel oil masuk

API

- 131,5 = 23,8920

= 120 oC = 248 oF

Tekanan fuel oil masuk

= 3,4 kg/m 3

Water content (%wt)

= 0,3 % (dari Lab)

Flow rate masuk

= 289 L/jam
= 0,289 m3/jam = 6936 L/Hari

Tekanan atmosfer

= 14,7 Psia

Temperatur atmosfer

= 30 oC

FUEL GAS
-

Temperatur

= Ambiens (30 oC)

Tekanan umpan masuk dapur

= 0,3 kg/cm2

Analisa fuel gas


Berikut ini tabel analisa fuel gas :
Tabel 1. analisa fuel gas pada LPG :

Komponen

(A)

(B)

(C)

(D)

(E)

(F)

BM

(% mol)

Fraksi

D= A x C

LHV*

F=C x E

Mol

Lb/lbmol

Btu/cuft

C3H8

44

49

0,49

21,56

2371

1161,79

C4H10

58

49

0,49

28,42

2977

1458,73

C5H12

72

0,02

1,44

3679

73,58

Total

D=51.42

F=2694,1

(*) LHV tiap komponen dapat dilihat pada tabel 9-18 (Robert Perry H.)
F adalah LHV dari bahan bakar gas (fuel gas)

= 2694,1 btu/cuft

D adalah BM rata-rata fuel gas

= 51,42 lb/lb mol

Temperatur fuel gas masuk dapur

= 300C = 860F

Tekanan fuel gas masuk dapur

= 0,3 kg/cm2g
= 1,3 psig x 14,7
= 19,11 psia

Mencari jumlah fuel gas yang digunakan


Pemakaian fuel gas dapat dihitung menggunakan persamaan Wax
Mount Hal.122 di buku Furnace Operation.
x d2,667

Qs = 443,45
Keterangan :

Qs =Ws= Gas flow (SCF/day)

= SG of gas

D = Diameter (in)

= Absolute of flowing gas (0R)

P1 = inisial P (Psia)

Ts = Standard absolute T
= (00C = 32 0F + 460) 0R

P2 = final P
L

= Length of line (miles)

Ps = Standar P (14,7 psia)

Menghitung Specific Gravity of gas


PV = nRT =
-

RT

fuel gas

=
=

udara

= 0,1677 lb/cuft

= 0,062 lb/cuft

SG fuel gas

= 2,705

Diketahui : P

= Tekanan fuel gas masuk dapur

= 19,11 psia

= Konstanta gas ideal

= 10,731

BM

= Berat mol rata-rata

= Temperatur absolut gas

= 86 0F + 460 = 546 0R

Data- data dari perhitungan Qs


T = 546 0R

Ps = 14,7 psia

P1 = 19,11 psia

Ts = 320F + 460 = 492 0R

P2 = 14,7 psia

D = 2 inchi

Maka :
Qs = 443,45
Qs = 443,45

x d2,667
x 22,667

= 170106,3409 SCF /hari


Diketahui dalam kondisi standart (T = 320F, P =1 atm) setiap 1 lb mol gas
=359 cuft , maka fuel gas dalam berat adalah :
=

= 24364,53496 lb/hari = 1015,1889 lb/jam

Udara atomizing
Tekanan umpan masuk dapur = 4,08 kg/cm2
= 4,08 kg/cm2g+1,033 kg/cm2g
= 5,113 kg/cm2g
Temperature udara atomizing masuk dapur = 100 0C = 212 0F

Udara pembakaran
Temperature masuk dapur

= 30 0C = 86 0F

Tekanan masuk dapur

= 1 atm

B. TAHAP PERHITUNGAN BAHAN BAKAR DI FURNACE-5 SECARA


TEORITIS

1.

Mencari nilai bakar fuel oil


-

SG 150C,kg/m3

= 0,9106

= 23,8920

Temperature fuel oil

= 248 0F

Temperature basis

= 60 0F

Mencari kandungan hidrogen dalam fuel oil dengan asumsi fuel oil tidak

API

mengandung sulfur (Formula Robert H.Perry pers. 9-8)


-

H = 26 15 S
Keterangan :
H = kandungan Hidrogen (%wt)
S = SG 60/60 fuel oil
%wt H = 26 15 S
= 26 15(0,9106)
= 12,341
%wt C = 100 - %wt H
= (100 12,341) = 87,659

Dari tabel 5-1W.L.Nelson


Mid boiling point fuel oil 8000F (data distilasi residu) Koreksi 72 0F
Av, Bp minyak bakar = 800 -72 = 7280F

Dari Fig.5-23 WL.Nelson , k= 11,75

Dari Fig.5-22 WL.Nelson , Gross Heating Value (GHV)


GHV = 19.190 Btu/lb

2.

Mencari Lower Heating Value (LHV) fuel oil


(formula Robert H.Perry pers. 9-6)
Dimana :
QL =LHV (Btu/lb)
QH= GHV (Btu/lb)
H = Kandungan H (%wt)
QL

= QH 92,7 H
= 19.190 92,7 (12,341)
= 18.045,9893 Btu/lb

Maka, GHV = 19.120 Btu/lb


LHV = 18.045,9893 Btu/lb

3.

Menghitung panas masuk Furnace

Basis 1 jam operasi ,T dan P standar (P = 1 atm, T= 320F)


1) Panas Pembakaran Fuel Oil (Q1)
-

SG 60/60 fuel oil = 0,9106


fuel oil

= SG 60/60 fuel oil x

air
3

= 0,9106 x 1000 kg/m


= 910,6 kg/m3
-

Kebutuhan fuel oil = 0,289 m3/jam x 917,6 kg/m3 x 2,205 lb/kg


= 584,7360 lb/jam

Panas pembakaran fuel oil (Q1) = kebutuhan fuel oil x LHV fuel oil
= 584,7360 lb/jam x 18.045,9893 Btu/lb
= 10.552.139,6 Btu/jam

2) Panas Sensibel Fuel Oil (Q2)


-

Temperatur fuel oil = 248 0F , k = 11,75

Dari Fig.5-1 WL.Nelson


Pada T 248 0F didapatkan Cp fuel oil 0,54 Btu/lb. 0F
Pada T 32 0F didapatkan Cp fuel oil 0,41 Btu/lb. 0F
= 0,475 Btu/lb. 0F

Maka Cp terkoreksi fuel oil =


-

Panas sensibel fuel oil (Q2)


= Kebutuhan fuel oil x Cp fuel oil x (T2-T1)
= 584,7360 lb/jam x 0,475 Btu/lb. 0 F x (248-32) 0F
= 59.993,9136 Btu /jam

3) Panas Pembakaran Fuel Gas (Q3)


-

Temperatur fuel gas masuk dapur = 30 0C = 860F = 546 0R

Kebutuhan fuel gas

Panas spesifik masuk komponen dapat di cari dengan bantuan Fig.9 Kern,

= 170106,3409 SCF /hari

D.Q. 1983 Process Heat Transfer


P = (0,3

x 14,22) + 14,7

= 18,966 psia x
= 1,2902 atm

Kebutuhan fuel gas pada tekanan 0,3 kg/cm2g dan temperatur 300C :
Po = 1 atm, To = 320F = 4920R , Vo =170106,3409 SCF /hari
P1 = 1,2902 atm, T1 = 860F = 546 0R, Vo = SCF/hari

Karena n dan R konstan, maka persamaan tersebut menjadi :


konstan
Sehingga , V1 =
=

= 146.315,7255

= 6096,4886

Jadi pembakaran fuel gas (Q3) = kebutuhan fuel gas (V1) x LHV fuel gas
= 6096,4886

x 2694,1

= 16.424.549,94 btu/jam

4) Panas Sensibel Fuel Gas (Q4)


-

Temperatur Fuel Gas masuk

= 30 C = 86 F = 546R

Temperatur basis

= 32 F

T = (86-32) F

= 54 F

Qs dalam berat

= 1015,1889 lb/jam

Tabel 2. Perhitungan Panas Masuk Dapur:


E
kompo

nen

(BM)

(%

(mol

(D=C x A

mol)

fraksi)

Lb/lbmol)

(berat)
E=

Mass

(G) (panas

(cp)

sensible)

Btu/

G= E x F x

lboF

FG
C3H8

44

49

0,49

21,56

425,6607 0,62

14251,1202

C4H10

58

49

0,49

28,42

561,0982 0,54

16361,6235

C5H12

72

0,02

1,44

28,43

798,3144

Total

=
100

=1

D=51,42

0,52

E=

G=

1015.189

31411,0581

Maka panas sensibel Fuel Gas (Q4) = 31411,0581 BTU/jam

Keterangan untuk table diatas :


*kolom A : Berat molekul (BM)
*kolom B : Kandungan komponen (molekul) % mol
*kolom C : Kolom A x kolom B (Proporsi lb,

= BM rata-rata)

*kolom D : Berat komponen (lb)


*kolom E : Harga Cp komponen (Btu/lbF)
*kolom F : Panas sensibel komponen, m.Cp. T (Btu/jam)

5) Panas Atomizing Steam (Q5)

Tekanan atomizing steam masuk dapur = 4,08 kg/cm2g

Temperatur steam masuk dapur = 100 0C = 2120F


Berdasarkan WL.Nelson, halaman 426, yang menyatakan bahwa fuel
oil bertekanan 125 Psig, kebutuhan steam 0,2 0,5 lb/lb FO.
Maka diasumsikan kebutuhan steam 0,2 lb/lb FO.
Kebutuhan fuel oil adalah = (0,2 x 584,7360 lb/jam)
= 116,9472 lb/jam x 0,454 kg/lb
= 53,0940 kg/jam
Dari steam table (table VIII-1, Kardjono, SA) didapat entalpi steam pada
00C = 597,49 kkal/kg, dan 1000C = 639,14 kkal/kg, maka :
Panas atomizing steam (Q5) = Msteam x (H100o H00)
=53,0940 x (639,14 - 597,49)
= 2211,3651 btu/jam

6) Panas Udara Pembakaran (Q6)


-

Tekanan udara

= 1 atm

Temperatur udara masuk

= 30 C

Mencari kebutuhan udara pembakaran :


Komposisi minyak bakar Fuel Oil (H2)

= 12,341 %

(C)

= 87,659 %

Artinya untuk setiap 1 kg Fuel Oil mengandung


H2 = 0,12341 kg
C = 0,87659 kg

Menghitung udara teoritis (Wa) dalam kg/kg bahan bakar


Wa = 11,59 C + 34,87 (H2 O2/8) + 4,35 S
(Kardjono, S.A. ketel uap dan sistem tenaga uap persamaan, 4-22, hal.178)
Maka, Wa = 11,59(0,87659) + 34,87 (0,12341-0/8) + 4,35(0)
Wa = 14,4629 kg/kg bahan bakar

Menghitung excess air


Dengan diketahui komposisi Fuel Gas :
Tabel 3. Komposisi Fuel Gas
Komponen
CO2

% volume
11,57

O2

5,6

CO

N2

82,83

Berdasarkan persamaan 9 14 Robert H. Perry, excess air dapat dihitung :


X=
X=
X = 34,078 %

dimana O2 dan N2 dalam % volume

Menghitung kebutuhan udara pembakaran Fuel Gas sebenarnya (WA)


WA =

x wa

(Kardjono, S.A. Ketel Uap dan Sistem Tenaga Uap)

WA =

x 14,4629 kg/kg bahan bakar

= 19,3916 kg/kg bahan bakar

Penggunaan Fuel Oil :


= Jumlah umpan Fuel Oil x SG. Fuel Oil x air
= 0,289 m3/jam x 0,9106 x 1000 kg/m3
= 263,1634 kg/jam
Maka kebutuhan udara pembakaran Fuel Oil :
= penggunaan fuel oil x WA
= 263,1634 kg/jam x 19,3916 kg/kg bahan bakar
= 5103,1594 kg/jam
Menghitung udara pembakaran fuel gas teoritis :
Table 4. Data kebutuhan udara teoritis komponen

Komponen

Berat Komponen
(lb)

Keb. Udara
pembakaran (lb/lb
pembakaran)

Udara pembakaran
(lb)

C3H8

49

15,70

769,3

C4H10

49

15,49

759,01

C5H12

15,35

30,7

Total

= 1559,01

Kebutuhan udara pembakaran uap tiap komponen pada Tabel 9-18 Combustion
Constant
Kebutuhan udara pembakaran fuel gas sederhana :
=

x Excess air

= 1559,01 lb/jam x 1,3455


= 2090,3829 lb/jam x 0,454 kg/lb
= 949,0338 kg/jam
Maka kebutuhan udara pembakaran seluruhnya adalah :
= Kebutuhan udara pembakaran FO + kebutuhan udara pembakaran fuel gas
= 5103,1594 kg/jam + 949,0338 kg/jam
= 6052,1932 kg/jam
Jadi panas udara pembakaran (Q6) :
= kebutuhan udara pembakaran seluruhnya x Cp udara x (Taktual Tbasis)
Diketahui : Cp udara = 0,2404 kkal/kgC
Q6

= 6052,1932 kg/jamx 0,2204 kkal/kgC x (30-0)C


= 40.017,1014 kkal/jam x 3,968 Btu/kkal
= 158.787,8584 Btu/jam

7) Panas Sensibel Air Karena Kelembaban Udara (Q7)


Q7 = (WA x MA) x Cp air x (Taktual Tbasis)
Dimana :
WA = kebutuhan udara seluruhnya

MA = berat air dalam udara kering = 0,027 (dari Humidity Chart)


Cp = 1 kkal/kgC
Q7 = (WA x MA) x Cp air x (Taktual Tbasis)
Q7 = (6052,1932 kg/jam x 0,027 ) x 1 kkal/kgC x (30-0) C
= 4902,2765 kkal/jam x 3,968 Btu/kkal
= 19.452,2332 Btu/jam

4.

Perhitungan Panas Keluar Dapur

1) Panas terbawa gas asap kering (Q1)


Tabel 5. Menghitung CP gas asap
Fraksi

Cp komp.

Cp Flue

berat

Kkal/Kg0C

Gas

(E)

F=DE

0,169

0,2105

0,034

1,792

0,060

0,2191

0,013

82,83

23,192

0,771

0,2483

0,191

(Proposional) kg

(BM)

(%Mol)

CO2

44

11,57

5,091

O2

32

5,6

CO

28

N2

28

Komponen

Total

C=

D=

C=30,075

D=1,00

Menghitung berat gas asap per Kg bahan bakar


Diketahui :
Panas pembakaran fuel gas

= 16.424.549,94

LHV fuel oil

= 18.045,9893 Btu/lb

Jika bahan bakar fuel gas diganti dengan fuel oil :


=
= 909,9983 lbFO/jam

F=0,238

Jadi penggunaan bahan bakar berupa FO seluruhnya


= 584,7360 lb/jam + 909,9983 lbFO/jam
= 1458,7343 lb/jam
= 1458,7343 lb/jam x 0,454 Kg/jam
= 662,2654 Kg/jam
Besar gas asap per Kg bahan bakar
WFG =

C + 9H2 + 2S + 0,77WA + 0,0023Xwa

Diketahui :

WFG =

%Wt C

= 0, 8766

%Wt H2

= 0, 1234

= 34,078%

Wa

= 14,4629 Kg/kg bahan bakar

WA

= 19,3916 kg/kg bahan bakar

(0,8766) + 9 (0,1234) + 2(0) + 0,77(19,3916 ) + 0,0023(34,078)


(14,4629)

= 3,2142 + 1,1106 + 14,9315 + 1,1336


= 20,3899 Kg/kg bahan bakar

Jadi berat gas asap keseluruhan adalah :


=WFG x penggunaan bahan bakar berupa fuel oil seluruhnya
= 20,3899 Kg/kg bahan bakar 662,2654 Kg/ jam
= 13.503,5253 kg/jam
Masa panas terbawa gas asap kering (Q1) :
(Q1) = WFG x CFG x T
= 13.503,5253 kg/jam x 0,238 Kkal/kg0C x (400-0)0C
= 1.285.535,609 Kkal/jam
= 1.285.535,609 Kkal/jam x 3,968 Btu/jam
= 5.101.005,295 Btu/jam

2) Panas terbawa oleh uap air dan gas asap karena kandungan air (H 2O)
dalam bahan bakar (Q2)
Q2= W x Hsup x penggunaan bahan bakar
Dimana :
W = kandungan air (water content, %Wt) = 0,3
Hsup = 781,81 KKal/kg
Penggunaan bahan bakar = 662,2654 Kg/ jam
Q2 = 0,3 x 781,81 KKal/kg x 662,2654 Kg/ jam
= 155.329,7137 KKal/jam x 3,968 Btu/KKal
= 616.348,304 Btu/jam

3) Panas terbawa oleh uap dalam gas asap karena adanya H2 dalam bahan
bakar (Q3)
Q3= 9H2 x Hsup x penggunaan bahan bakar
Dimana :
H2

= %wt H2 = 0,1234

Hsup

= 781,81 KKal/kg

Q3

= 9(0,1234) x 781,81 KKal/kg x 662,2654 Kg/ jam


= 575.030,6002 KKal/jam x 3,968 Btu/KKal
= 2.281.721,421 Btu/jam

4) Panas terbawa oleh uap air dalam gas asap karena kelembaban udara
untuk pembakaran fuel oil (Q4)
(Q4) = WA x Ma x Hsup x penggunaan bahan bakar
Dimana:
WA

= penggunaan udara sebenarnya = 19,3916 kg/kg bahan bakar

Ma

= kelembapan udara = 0,027

Hsup = 781,81 KKal/kg


Penggunaan bahan bakar = 662,2654 Kg/ jam

Q4

= 19,3916 kg/kg bahan bakar x 0,027 x 781,81 KKal/kg x


662,2654 Kg/ jam
= 271.088,2509 KKal/jam x 3,968 Btu/KKal
= 1.075.678,179 Btu/jam

5) Panas hilang melalui dinding furnace (Q5)


Q5

= Hi x A x (T2 T1) KKal/jam

Dimana :
A

= Luas permukaan dinding furnace


= 2 r(r+t)
= 2 x 3,14 x 4,593 ft (4,593 ft + 24,442 ft)
= 837,4867 ft2

Hi

= koefisien perpindahan panas lewat dinding furnace

T1

= temperatur lingkungan (F)

T2

= temperatur dinding luar furnace (F)

Menghitung h :
H = 17,4x10-10 x x (T24-T14) + (1+0,255V) x (T2-T1)
Dimana :

= emisivity = 0,80

T2 dan T1

= temperatur (oR)

= kecepatan angin (ft/det)

Diketahui :
V

= 10 km/jam x 1 jam/3600 det x 3,2808 ft/ m


= 9,113 ft/det

T1

= 30 C = 86 F = 546 R

T2

= 60 C = 140 F = 600 R

= 17,4 x 10-10 x 0,8 x (6004 - 5464) + (1 + 0,255 x 9,113) x


(600 - 546)

= 56,6918 +179,48601
= 236,1778 Btu/jam*ft 2

Mengetahui Hi
Hi

Btu/jam.ft2.oF

=
=

= 4,3737 Btu/jam*ft2*0F

Menghitung Q5
Q5

= Hi x A x (T2 T1)
= 4,3737 Btu/jam*ft 2*0F x 837,4867 ft2 x (140 86)F
= 197.797,4413 Btu/jam

2.

Neraca panas

Panas masuk

No.

Panas masuk

Not

Jumlah (Btu/jam)

Panas pembakaran fuel oil

Q1

10.552.139,6

Panas sensible fuel oil

Q2

59.993,9136

Panas pembakaran fuel gas

Q3 1 16.424.549,94

Panas sensible fuel gas

Q4

31.411,0581

Panas stomizing steam

Q5

2211,3651

Panas udara pembakaran

Q6

158.787,8584

Panas sensible air karena kelembapan

Q7

19.452,2332

udara
Total

27.248.545,9684

Panas keluar

No.

Panas keluar

Not

Jumlah (Btu/jam)

Panas terbawa gas asap kering

Q1

5.101.005,295

Panas terbawa oleh uap air dan gas asap

Q2

616.348,304

Q3

2.281.721,421

Q4

1.075.678,179

Q5

197.797,4413

karena kandungan air (H2O) dalam bahan


bakar
3

Panas terbawa oleh uap dalam gas asap


karena adanya H2 dalam bahan bakar

Panas terbawa oleh uap air dalam gas


asap karena kelembaban udara untuk
pembakaran fuel oil

Panas hilang melalui dinding furnace


Total

3.

9.272.550,64

Menghitung efisiensi bahan bakar di furnace-5 secara teoritis

Efisiensi bahan bakar di furnace-5 secara teoritis :


=
=
= 65,97 %

x100%
x 100 %