0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan16 halaman

Makalah Studi Islam

Diunggah oleh

Peti Vera
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan16 halaman

Makalah Studi Islam

Diunggah oleh

Peti Vera
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

STUDY ISLAM

Sejarah Perkembangan Islam

Disusun oleh Kelompok 2

Reviza nur arif kareni

Nopita lestari

Peti vera

Dosen Pembimbing :

NURHIDAYAH M.Pd

PROGRAM STDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BENGKULU

2019/202

i
DAFTAR ISI

BAB I : PENDAHULUAN............................................................................ 2

A. Latar Belakang....................................................................................... 3

B. Rumusan Masalah................................................................................. 3

C.Tujuan ..................................................................................................... 3

BAB III : PEMBAHASAN.............................................................................. 4

A. Periode Klasik..................................................................................... 4

B. Periode Pertengahan........................................................................... 9

C. Periode Modern................................................................................... 11

D. Masuknya Islam ke Indonesia…………............................................. 13

BAB III : PENUTUP………………………………………………..……. 15


A. Kesimpulan ..................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 16

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Datang nya islam dan penyebaran islam haruslah dibedakan.
Kedatangan islam di Indonesia terdapat diskusi dan perdebatan panjang
antara para ahli mengenai tiga masalah pokok, yaitu tempat asal
kedatangan islam, para pembawanya dan waktu kedatangannya. Sejumlah
sarjana, kebanyakan asal Belanda, memgang teori bahwa asal muasa Islam
di Nusantara adalah anak benua India, bukan Persia atau Arabia.

Teori kemudian dikembangkan oleh Snouck Hurgronje yang berhujah,


ketika islam mengalami perkembangan dan cukup kuat di beberapa kota
pelabuhan di anak benua India, sebagaimana kaum muslim Deccan tinggal
disana sebagai pedagang, perantara dalam perdagangan Timur Tengah
dengan Nusantara.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu periode klasik ?
2. Apa itu periode pertengahan ?
3. Apa itu periode modern ?
4. Bagaimana masuknya islam diindonesia ?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahi apa itu periode klasik.
2. Untuk mengetahui apa itu periode pertengahan.
3. Untuk mengetahui apa itu periode modern.
4. Untuk mengetahui bagaimana masuknya islam diIndonesia.

3
BAB II

PEMBAHASAN

SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM

A. PERIODE KLASIK

Periode klasik (650 m – 1250 m) merupakan puncak kejayaan umat


islam. Periode klasik dimulai sejak zaman Rasulullah SAW, sampai
dengan masa Abbasiyah. Keistimewaan masa Nabi dan massa Khulafa ul
Rhasidin adalah periode madinah sebagai pusat pemerintahan yang
dijiwai ajaran islam. Inti pelajaran agama yang terpusat langsung dari
sumber aslinya, yakni memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan
Hadist.
Periode klasik mengalami dua fase penting;
1. Fase ekspansi (perluasan), integrasi (pembaruan).
dari puncak kemajuan pada fase inilah islam dibawah
kepemimpinanpara khalifah mengalami perluasan pengaruh yang
sangat segnifikan kearah barat melalui Afrika Utara islam mencapai
Spanyol dan kearah Timur melalui Persia islam sampai ke India.
a) Perkembangan islam pada masa Rasulullah.
1) Lahirnya negara Madinah.
Hijrahnya Rasulullah dari Mekah ke Madinah merupakan
awal kemajuan islam, yaitu diproklamasikannya sebuah negara
dengan nama Madinah al-munawwah bagi kota yatstrib. Nabi
Muhammad bukan saja berkedudukan sebagai pemimpin
agama tapi juga sebagai kepala negara itu Rasulullah segera
meletakkan dasar kehidupan bermasyarakat. Dasar pertama
pembangunan masjid, dasar kedua ukhuwah islamiyah
persaudaraan golongan Muhajjirin dan Anshor. Dasar ketiga

4
hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak
beragama islam.
2) Perluasan wilayah pada masa Rasulullah.
Sejarah islam dizaman nabi Muhammad SAW, terbagi
menjadi dua periode, yaitu periode Mekah dan periode
Madinah. Pada periode Mekah selama 13 tahun pengikut nabi
Muhammad masih sangatlah sedikit,sedangkan periode
Madinah selama 10 tahun pokok ajaran islam berkembang
secara konperenship.

b) Perkembangan islam pada masa Khulafaurasyidin.

Setelah Rasulullah meninggal dunia beliau digantikan oleh


keempat orang sahabat terdekatnya,yakni Abu Bakar, Umar,
Usman, dan Ali. Mereka dikenal dengan khulafah al-Rasyidin. Ada
beberapa khalifah yang mendapat petunjuk dari Allah ;

1) massa khalifah Abu Bakar assidik (623 – 634 M)


Adapun sistem poliitik islam yang masa abu bakar bersifat
sentralis sebagamana yang di terapkan nabi.
Kebijakan dibidang pemerintahan :
a). Pemerintah berdasarkan musyawarah.
b). Amanat baitul mal.
c). Konsep pemerintah (sentralistik dan merakyat).
d). Kekuasaan undang-undang.

2) Massa khalifah Umar bin Khatab (634 – 644 M).


Dizaman Umar gelmbng ekspansi pertama terjadi sehingga
kekuasaan islam sudah meliputi jazirah Arabia, Palestina, Mesir
dan ibu kotanya Iskandaria.

5
Pada massa pemerintahannya Umar membentuk lembaga
yang membentuk lembaga-lembaga yang disebut juga dengan
Ahlul hall wal aqdi diantaranya :

a). Majelis syura (dewan penasehat).


b). Al – khatib (sekretaris negara).
c). Midzamul idary (departemen administrasi).
d). Departemen kepolisian.
e). Lembaga pengadilan.
f). Jabatan pekerjaan umum.
g). Menciptakan tahun hijriyah.
h). Pendidikan, dll.

3) Islam pada massa khalifah Usman bin Affan (644 – 656 M).

Pada masa pemerintah Usman bin Affan dibagi menjadi


dua periode, yaitu periode kemajua dan periode kemunduran.
Pada periode kemajuan pemerintah mengalami kemajuan yang
sangat luar biasa. Peta islam semakin meluas Armenia, Tunisia,
Chyprus Rhodes dan bagian yang tersisa di Persia.

Transoxania dan tabaristan berhasil direbut. Selain itu


Usman berhasil membentuk armada laut dengan kapalnya yang
kokoh mengalau serangan-serangan dilaut tengah yang
dilancarkan oleh tentara Bizantium, Usman bertujuan
membangun bendungan, jalan dan jembatan, mebangun
masjid dan memperluas masjid nabi di Madinah.

Namun periode kemunduran kekuasaannya ditandai


dengan terjadinya hura-hura sampai akhirnya salah satu
penyebabnya adalah rakyat kecewa karena pemerintahanya
Usman yang mengangkat keluarga di dalam kedudukan tinggi,

6
seperti Marwah bin Hakam, beliaulah sesungguhnya menjalani
pemerintahan, sedangkan usman menyandang gelar khalifah.

4) Massa Ali binAbi Thalib (656 – 661 M.

Selama pemerintahannya ia mengalami berbaga penolakan,


pemberontakan terjadi karena para Gubernur yang diangkat oleh
Usman dipecat oleh Ali. Ali juga menghadapi pemberontakan
Thallah Zubair dan Aisyah. Karena Ali tidak mau menghukum
pembunuh Usman, kebijakan Ali juga menimbulkan perlawanan
dari gubernur di Damaskus. Yang didukung oleh sejumlah
pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaan.
Akhirnya pasukan Ali bertemu dengan pasukan Muawwiyah di
Shiffin (perang shiffin) yang diakhiri dengan Tahkim. Tapi
Tahkim tidak menyelesaikan masalah sehingga muncul
golongan yang keluar dari barisan Ali (khawarij) dan Ali
dibunuh oleh salah satu golongan ini.

5) Perkembangan islam pada massa Bani Umayyah ( 661 – 750


M).

Pemerintah yang demokratis berubah menjadi


Monarchiheridetis (kerajaan turun-temurun kekhalifahan Bani
Umayyah diperoleh melalui kekerasan. Diplomasi tipu daya,
tidak dengan memilih suara terbanyak. Ekspansi yang terhenti
oleh para masa khalifah Usman dan Ali dianjutkan oleh dinasti
ini.

Keberhasilan ekspansi dibeberapa daerah baik di Timur


maupun Barat, wilayah kekuasaan islam Bani Umayyah betul-
betul sangat luas, daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara,

7
Syria, Palestina, Jazirah, Arabia, Irak, sebagian Asia kecil,
Persia, Afganistan, Pakistan, Purkmenia, Uzbek dan Kirgis
diAsia Tengah. Kemajuan yang telah dicapai, yaitu yang
pertama Bani Umayyah berhasil memperluas daerah, kekuasaan
islam keberbagai penjuuru dunia. Yang kedua memberikan
pengaruh bagi masyarakat luas, ketiga telah berkembang ilmu
pengetahuan secara tersendiri dengan masing-masing tokoh
spesialisnya, keempat berkembangnya administrasi
ketatanegaraan seperti adanya lembaga peradilan.

6) Perkembangan islam pada massa Bani Abbas (Abbasyiah)


Dinamakan Abbasyiah karena para pendiri dari penguasa
dinasti ini adalah keturunan Al-Abbas paman nabi Muhammad
SAW, kekuasaan berlangsung dari 750 M – 1256 M.
Berdasarkan perubahan :
a). Periode pertama 1disebut masa periode pengaruh Persia
pertama.
b). Periode kedua disebut masa periode pengaruh Turki
pertama.
c). Periode ketiga disebut masa kekuaaan dinasti Buwaih dalam
pemerintaha khalifah Abbasyiah, periode ini disebut juga
pengaruh Persia kedua.

d). periode keempat disebut masa periode kekuasaan dinasti

Bani Saljuk dalam pemerintahan khalifah Abbasyiah

disebut juga masa pengaruh Turki kedua.

e). Periode kelima disebut masa khalifah bebas dari pengaruh

dinasti lain, hanyaefektif disekitar kota Bagdad. Pada

periode pertama, pemerintah Bani Abbas mencapai masa

keemasan secara politis para khalifah betul-betul tokoh yang

8
kuat. Dan memiliki kekuasaan politik dan agama,
kemakmuran masyarakatnya mencapai tingkat tinggi.
Popularitas daulat Abbasyiah mencapai puncaknya dizaman
Harun Al-Rasyid dan putranya Makmum. Setelah periode ini
berakhir islam mengalami masa kemunduran disentegrasi.

2. Perkembangan negara islam fase disentegrasi 1000 – 1250 M.

Fase disentegrasi ditandai dengan perpecahan dan kemunduran


politik umat islam hingga berpuncak pada terenggutnya Bagdad oleh
bala tentara Hugalu.

B. PERIODE PERTENGAHAN

Pada abad pertengahan ini mengalami dua fase ;


1. Fase kemunduran (1250 – 1500 M).
Kemunduran islam pada abad pertengahan pada umumnya yang
menjadi penyebab diantaranya sebagai berikut ;
a. Tidak menjaga wilayah dengan baik wilayah kekuasaan yang
luas.
b. Para penguasa lemah dalam kepemimpinanya .
c. Krisis ekonomi.
d. Penurunan moral yang tidak terkendali .
e. Apatis dan stategis dalam dunia IPTEK.
f. Konflik antara agama.

2. Fase tiga kerajan besar (1500 – 1800 M).


a). Kerajan Usmani.

9
Usmani ini selanjutnya memperluas wilayah kebagian Eropa ia
menyerang daerah perbatasan Bizantium dan menakluka kota Brusta
tahun 1317 ssehingga tahun 1326 dijadikan sebagai ibukota negara.

Kerajaan Usmani untuk masa beberapa abad masih dipandang


sebagai negara yang kuat terutama dalam bidang militer. Kemajuan
Usmani, yaitu dalam bidang pemerintahan, kemiliteran serta bidang
ilmu pengetahuan dan budaya. Pembangunan masjid, sekolah-sekolah,
gedung rumah sakit, jembatan, saluran air dan villa dan pemandian
umum. Kerajaan Usmani mengalami problema sebagai berikut ;

1). Tidak bisa menguasai wilayah yang luas.


2). Kepemimpinan lemah .
b). Kerajaan Shafawi

Kerajaan shafawi mulanya adalah sebuah gerakan tarekat


yang berdiri diArdabil tarekatnya bernama tarekat safawiyah,
nama ini diambil dari nama pendirinya yang bernama Safi-Al
Din dan nama Syafawidilestarikan setelah gerakannya berhasil
mendirikan kerajaan.
Dalam perkembangannya, kerajaan syafawi selanjutnya
dipimpin oleh Ismail yang baru berusia tujuh tahun. Ismail
berserta pasukannya yang bermakas Gilan selama lima belas
tahun.
Selama mengalami kejayaan, kerajaan Syafawi tidak lama
kemudian mengalami kemunduran penyebabnya adalah antara
lain:

1).k emerosotan moral para pemimpin kerajaan.

2). Konflik yang berkepanjangan dengan kerajaan Abbas I yaitu

pasukan Ghulam tidak memiliki jiwa pratirotik.

10
c). Kerajaan Mughal.

Kerajaan Mughal adalah kerajaan yang termuda diantara tiga


kerajaan besar islam. kerajaan ini didirikan oleh Zahirudin (1482 –
1530). Babur dengan bantuan Raja Safawi dapat menaklukan
Samarkhad tahun 1494 M. Tahun 1504 M dapat menduduki Kabul ibu
kota Afganistan. Setelah itu, raja Babur mengadakan ekspansi terus-
menerus.

Pada tahun 1858 M kerajaan Mughal juga mengalami kemerosotan


penyebabnya antara lain :

1). Kemerosostan moral dan para pejabatnya bermewah mewahan.

2). Pewaris kerajaan dalam kepemimpinannya sangat lemah Dan.


3). Kekuatan militernya juga lemah.

C. PERIODE MODERN.

Masa pmbaharuan atau modern bagi dunia islam adalah masa yang
dimulai dari . 1800 M sampai sekarang. Masa pembaharuan ditandai
dengan adanyakesadaran umat islam terhadap kelemhan dirinya dan
adanya dorongan untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada masa pembaharuan ini, telah
muncul tokoh-tokoh pembaharu dan pemikir islam diberbagai Negara
islam.
Diantara negara-negara islam atau negara-negara berpenduduk
mayorias umat islam yang memerdekakan dirinya dari penjajahan adalah;
1. Indonesia.
2. Pakistan.
3. Mesir.
4. Irak.
5. Syria.

11
6. Lybia.
7. Maroko.
8. Malaysia.
9. Brunei Darussalam.
10. Libanon, dll.

1. Perkembangan ajaran Islam pada masa Modern.


Menjelang awal masa modern yaitu sebelum dan sesudah tahun
1800 M, umat islam diberbagai negara telah menyimpang dari ajaran
islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist. Penyimpangan itu
terdapat dalam hal.
a) Ajaran islam tentang katauhidan telah bercampur dengan
Kemusyrika.
c) Adanya kelompok umat islam, yang selama hidup di dunia ini.
d) hanya mementingkan urusan akhirat dan meninggalkan dunia.
e) Umat islam yang menganut paham fatalim.

2. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa modern.


Sultan Muhammad II (1785 – 1839 M) dari kesultanan Turki
Usmani, melakukan berbagai usaha agar umat islam di negaranya
dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Usaha-usaha
tersebut seperti :
a) Melakukan moderenisasi dibidang pendidikan dan pengajaran.
b) Mendirikan lembaga pendidikan “Maktebi Ma’arif”.
c) Mendirikan perguruan-perguruan tinggi dibidang kedokteran,
militer,dan teknologi.

D. MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA.

1. Teori Gujarat.

12
Teori ini dipopulerkan oleh seorang orientalis yang meneliti tentang
islam di Indonesia. Ia adalah Snouck Hurgronje, ia menyatakn bahwa
agama islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke 13 M. Yang
dibawa oleh para pedagang dari Kambay, Gujarat, India.
Setelah Snouck Hurgronje dan Pijnapel. Masih ada beberapa
sejarawan Belanda yang sepakat bahwa islam di Nusantara datang dari
Gujarat, hal ini karena adanya batu nisan makam Raja Malik As-Saleh
yang merupakan Raja kerajaan Samudra Pasai, Aceh. Batu nisan ini
bertuliskan angka tahun 686 H/1297M menggunakan nisan yang
berasal dari Gujarat India.
2. Teori Arab.
Teori Arab dalam sejarah masuknya islam ke Indonesia
mengatakan Islam datang ke Indonesia secara langsung dari Arab.
Tidak melalui perantara bangsa lain dahulu beberapa bukti sejarah
dikemukakan untuk menguatkan teori ini. Teori ini mengatakan bahwa
islam masuk ke Indonesia langsung dari Mekah (Arab). Sebagai pusat
agama islam sejak abad ke 7.
Salah satu sejarawan yang mendukung teori ini ialah Prof. Hamka
dia menyatakan bahwa islam sudah datang ke Indonesia pada abad
pertama hijriyah abad ke 7 – 8 M langsung dari Arab. Dengan bukti
jalur perdagangan yang ramai dan bersifat internasional sudah dimulai
melalui selat Malaka yang menghubungkan dinasti Tang di Tingkok,
Asia Timur, Sriwijaya, di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia
Barat.
3. Teori Persia.
Pembangunan teori Persia ini adalah Hoesein Djajaningrat. Teori
persia lebih menitikberatkan tinjauannya kepada kebudayaan yang
hidup dikalangan masyarakat agama Indonesia yang dirasakan
mempunyai persamaan dengan Persia diantaranya, peringatan 10
Muharram atau Asyura. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut

13
dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di Pulau Jawa ditandai
dengan pembuatan bubur Syuro.
4. Teori Tiongkok.
Teori Tiongkok mengatakan bahwa proses kedatangan islam ke
Indonesia (khususnya di Jawa) berasal dari perantau Tiongkok
menurut teori ini. Orang Tiongkok telah berhubungan dengan
masyarakat Indonesia jauh sebelum Islam dikenal di Indonesia . pada
masa Hindu – Budha etnis Tiongkok telah berbaur dengan penduduk
Indonesia terutama melalui kontak pedagang, bahkan ajaran islam
masa dimana agama ini baru berkembang. Daerah yang mula-mula
menerima agama Islam adalah pantai bagian Barat Pulau Sumatra .
dari tempat itu islam kemudian menyebar ke seluruh Indonesia.

14
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN.

Dari pembahasan makalah yang telah diuraikan diatas dapat kita


ambil kesimpulan bahwa islam masuk kenegara indonesia sejak tahun 651
M. Yaitu pada zaman khalifah Usman bin Affan yang pada waktu itu
mengirim delegrasi untuk mengenalkan pemerinthan islam ke Negeri
Cina, namun dalam perjalanan ke Cina tersebut delegsi singgah di
Indonesia dan mengenlkan kepada penduduk tentang islam.

Di era modern dakwah islam terus berkembang. Dengan banyaknya


organisasi-organisasi yang membawa misi dakwah islam membuat ajaran
islam terus terjaga. Hal ini berpengaruh terhadap jumlah pemeluk islam,
ajaran islam yang universal dan sesuai fitrah manusia, sangat mudah
diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.

15
DAFTAR PUSTAKA

Azyumzrdi Azra, Jaringan ulama Timur dan Nusantara (Jakarta, Kencana,


2007)hal 2.

Dr. Kuntowijoyo. 1999. Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta : PT Tiara Wacana


Yogya.

Supriyadi, Dedi 2008. Sejarah Peradaban islam Bandung. CV Pustaka Setia.

Yatim, Badri. 2010, Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

16

Anda mungkin juga menyukai