0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
374 tayangan16 halaman

Makalah Laporan Hasil Wawancara

MAKALAH

Diunggah oleh

widodoilham29
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
374 tayangan16 halaman

Makalah Laporan Hasil Wawancara

MAKALAH

Diunggah oleh

widodoilham29
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

LAPORAN HASIL WAWANCARA TENTANG PERNIKAHAN


DINI

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fiqh Muamalah


Dosen pengampuh
Ulva Hiliyatur Rosida, M.H

Disusun Oleh :

Linda Destia Putri (2321323060202131)

Tri Ramitasari (2321323060202128)

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL WATHAN
SAMAWA
SUMBAWA BESAR
TAHUN AJARAN 2023/2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME. Karena atas
segala karunia, dan rahmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Shalawat dan salam semoga senantiasa abadi tercurahkan kepada Nabi terakhir, penutup
para Nabi sekaligus satu-satunya uswatun hasanah kita Nabi Muhammad SAW.
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang berjudul “LAPORAN
HASIL WAWANCARA TENTANG PERNIKAHAN DINI”
Dengan penuh harap semoga jasa kebaikan mereka diterima Tuhan YME. Dan
tercatat sebagai amal shalih. Akhirnya, makalah ini penyusun suguhkan kepada segenap
pembaca, dengan harapan adanya saran dan kritik yang bersifat konstruktif demi
perbaikan. Semoga makalah ini bermanfaat dan mendapat ridha Tuhan YME.

Sumbawa Besar, 23 Juni 2024

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1

A. Latar Belakang ...................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ................................................................................. 1
C. Tujuan Kepenulisan ............................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 3

A. Definsi Pernikahan Dini......................................................................... 3


B. Dampak Pernikahan Dini ...................................................................... 3
C. Tujuan Laporan...................................................................................... 4
D. Hasil Wawancara ................................................................................... 4
E. Dokumentasi Kegiatan .......................................................................... 10

BAB III PENUTUP ........................................................................................ 12

A. Kesimpulan............................................................................................. 12
B. Saran....................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 13

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kasus pernikahan usia dini bukan hal yang baru di Indonesia. Pernikahan dini
merupakan permasalahan sosial yang terjadi pada remaja, korban paling banyak
dari pernikahan dini adalah remaja perempuan. Secara umum kasus penikahan usia
dini banyak terjadi di pedesaan daripada daerah perkotaan, dan sering terjadi pada
keluarga miskin, berpendidikan rendah dan dropout dari sekolah (Arivia et al.,
2016). Mulai dekade 1990an menurut united nations children fund (UNICEF)
kejadian pernikahan usia dini mulai bergeser ke daerah perkotaan, hal ini ditandai
dengan peningkatan kasus pernikahan usia dini diperkotaan dari 2% pada tahun
2015 menjadi 37% pada tahun 2016(Arivia et al., 2016).
Jadi artinya kasus pernikahan usia dini dapat terjadi dimana saja dan kapan
saja, untuk itu orang tua dan lingkungan harus membantu anak menikah pada usia
yang tepat. Pengetahuan orang tua tentang usia pernikahan berperan penting dalam
memutus mata rantai kasus penikahan usia dini, untuk itu orang tua harus paham
kapan usia menikah yang baik.
Menurut undang-undang perkawinan tahun 1974 pasal 6 dan 7 yang masih
digunakan sampai saat sekarang menetapkan usia pernikahan yang teapat untuk
laki-laki 19 tahun dan wanita 16 tahun, namun pada tahun 2014 Badan
Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menetapkan usia
minimum penikahan 21 tahun pada wanita dan 25 tahun pada laki-laki. Kurangnya
pemahaman orang tua tentang usia yang layak menikah menyebabkan kasus
pernikahan dini banyak terjadi tidak hanya di Indonesia namun beberapa penelitian
melaporkan kasus ini juga terjadi di negara lain.
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan Definsi Pernikahan Dini ?
2. Jelaskan Dampak Pernikahan Dini ?
3. Jelaskan Tujuan Laporan ?
4. Jelaskan Hasil Wawancara ?
5. Jelaskan Dokumenatsi Kegiatan ?
C. Tujuan Kepenulisan
1
1. Untuk mengetahui dan memahami Definsi Pernikahan Dini
2. Untuk mengetahui dan memahami Dampak Pernikahan Dini
3. Untuk mengetahui dan memahami Tujuan Laporan
4. Untuk mengetahui dan memahami Hasil Wawancara
5. Untuk mengetahui dan memahami Dokumentasi Kegiatan

BAB II
2
PEMBAHASAN

A. Definisi Pernikahan Dini


Pernikahan dini didefinisikan sebagai pernikahan yang terjadi sebelum usia 18
tahun, yang merupakan usia minimum yang direkomendasikan oleh berbagai
organisasi internasional seperti UNICEF dan WHO. Data statistik yang
menunjukkan angka pernikahan dini di berbagai wilayah, baik secara nasional
maupun internasional. Misalnya, berapa persen dari populasi yang menikah sebelum
usia 18 tahun di suatu negara atau wilayah tertentu.
B. Dampak Pernikahan Dini
1) Kesehatan: Pernikahan dini seringkali berujung pada kehamilan dini, yang
dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan bagi ibu muda dan bayi.
2) Pendidikan: Pernikahan dini biasanya menghentikan pendidikan anak
perempuan, mengurangi peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan yang
layak di masa depan.
3) Ekonomi: Dampak ekonomi negatif jangka panjang akibat terbatasnya peluang
pendidikan dan pekerjaan.
4) Psikologis: Stres, depresi, dan masalah psikologis lainnya yang dapat timbul
akibat tekanan dan tanggung jawab yang datang terlalu dini.
Dampak dari pernikahan dini sangat luas dan serius. Dari segi kesehatan,
pernikahan dini meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan,
baik bagi ibu muda maupun bayinya. Pendidikan mereka juga terhenti, yang pada
akhirnya membatasi peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di
masa depan. Secara psikologis, anak perempuan yang menikah dini sering
menghadapi tekanan mental yang berat, termasuk stres dan depresi. Melihat
seriusnya masalah ini, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah pernikahan
dini, termasuk penetapan undang-undang yang menetapkan usia minimum untuk
menikah, kampanye kesadaran, serta program pemberdayaan ekonomi dan
pendidikan bagi anak-anak perempuan. Namun, upaya ini masih perlu ditingkatkan
dan disesuaikan dengan konteks lokal untuk mencapai hasil yang lebih efektif dan
berkelanjutan.

3
Dengan memahami latar belakang dan faktor-faktor yang berkontribusi pada
pernikahan dini, laporan ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih
mendalam mengenai fenomena tersebut dan memberikan rekomendasi yang
berbasis bukti untuk mengatasi masalah ini.
C. Tujuan Laporan
1) Mengidentifikasi Faktor Penyebab:
Tujuan: Meneliti dan mengidentifikasi berbagai faktor penyebab pernikahan
dini, seperti faktor ekonomi, budaya, pendidikan, dan sosial.
Rasionalisasi: Memahami akar penyebab dapat membantu dalam merancang
intervensi yang lebih efektif.
2) Mengevaluasi Dampak:
Tujuan: Mengevaluasi dampak pernikahan dini terhadap individu dan
masyarakat, termasuk dampak psikologis, kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Rasionalisasi: Mengetahui dampak jangka pendek dan jangka panjang dari
pernikahan dini dapat memberikan gambaran tentang urgensi untuk menangani
masalah ini.
3) Menggali Pengalaman Pribadi:
Tujuan: Menggali pengalaman langsung dari individu yang telah mengalami
pernikahan dini untuk mendapatkan perspektif yang lebih mendalam dan
manusiawi.
Rasionalisasi: Pengalaman pribadi dapat memberikan wawasan yang berharga
dan menambah dimensi emosional serta sosial dalam laporan.
Dengan menetapkan tujuan-tujuan ini, laporan tentang pernikahan dini akan
menjadi lebih terfokus dan memberikan wawasan yang lebih kaya serta bermanfaat
bagi berbagai pemangku kepentingan dalam menangani masalah pernikahan dini.
D. Hasil Wawancara
Narasumber 1
Nama pasangan
a. Pria : Rifal Syaputra
b. Wanita : Andira sagita
Umur
a. Pria : 20 Tahun

4
b. Wanita : 20 Tahun
Alamat : Desa Berare
Pertanyaan :
1) Apa faktor utama yang menyebabkan anda untuk memutuskan menikah di usia
yang bisa terbilang masih sangat muda?
Responden: Faktor utama yang menyebabkan pasangan ini menikah
yaitu "kehamilan tak terduga" atau "hamil diluar nikah" ini terjadi pada saat
mereka sama sama ber umur 16 tahun, disitu mereka masih duduk di kelas 3
SMP (sekolah menengah pertama), jadi mau tidak mau mereka harus melakukan
pernikahan dini, disitu terjadi cekcok antara kedua orang tua dari mereka dan
akhirnya mereka membujuk kedua orangtuanya dan akhirnya orang tua mereka
mengizinkan mereka untuk menikah.
2) Bagaimana pernikahan dini terhadap pendidikan dan karir perempuan?
Responden: terkait karir tentu jelas istri sudah tidak bisa melanjutkan
pendidikan ke jenjang selanjutnya karena faktor utama yaitu terjadinya
"kehamilan diluar nikah" yang membuat dirinya merasa malu dan akhirnya dia
fokus untuk mengurus keluarga kecilnya.
3) Apa saja resiko kesehatan baik fisik maupun mental yang di hadapi oleh
pasangan yang menikah pada usia dini?
Responden: resiko fisik yang di rasakan yaitu pada saat mau melahirkan
dia kesulitan karena,mengingat dia Masi ber usia sangat mudah dan juga
pinggulnya Masi kecil belum bisa untuk menopang bayi dan akhirnya dokter
memutuskan untuk di oprasi atau lahiran sesar,jadi untuk kondisi fisik pada saat
itu mereka,memerlukan waktu yang cukup lama untuk "berhubungan badan", di
karenakan bekas jahitan setelah dilakukan operasi Masi belum kering dan juga
Masi sakit.
4) Bagaimana tanggapan keluarga dan teman teman anda saat memutuskan untuk
menikah di usia muda?
Responden : Respon keluarga dan teman teman mereka pada saat di
beritahu tentu sangat kaget,kecewa, marah dan nggak nyangka bisa terjadi
kejadian tersebut.Tetapi mau tidak mau keluarga dan teman temannya harus
menerima.

5
5) Bagaimana dampak pernikahan di usia muda terhadap keberlangsungan ekonomi
keluarga?
Responden: dampak dari pernikahan mereka terhadap ekonomi keluarga
mereka yaitu jelas sangat berpengaruh di karenakan belum ada tempat tinggal
mereka pribadi jadi,meraka masih tinggal dengan orang tua mereka misalnya,
sesekali tinggal dirumah orang tua yang laki laki dan begitu juga sebaliknya,dan
untuk Masalah keuangan mereka pada saat itu Masi di tanggung oleh orang tua.
Tetapi, untuk sekarang suaminya sudah bekerja di karenakan mereka sudah
mempunyai anak dan mereka merasa malu juga terus terusan meminta kepada
orangtuanya.
6) Apa saja yang menjadi kendala dalam pernikahan anda di usia muda?
Responden: kendala dalam pernikahan mereka yaitu faktor lingkungan
dikarenakan jikalau tinggal di perkampungan mau tidak mau tetap menerima
omongan yang negatif dari warga atau masyarakat. Tetapi, mereka menyikapi
nya dengan "yaudah terserah Meraka mau ngomong apa" mereka sudah tidak
peduli karena kalau terus menerus mendengar omongan orang bagaimana nasib
keluarga kedepannya, dan Alhamdulillah orang tua mereka sudah mulai
menerima kondisi tersebut jadi aman aman saja.
7) Apa pesan dan kesan anda terhadap remaja yang semisalnya mau melakukan
pernikahan dini atau motivasi anda?
Responden: pesan dan kesan mereka kepada para anak anak muda
semoga tidak mengikuti jejak mereka, semoga anak anak muda saat ini berfikir
bahwa pendidikan itu nomor satu (sangat penting) dan utamakan terlebih dahulu
kebahagiaan orangtua kalian serta bisa jaga diri dan jaga nama baik keluarga.
Narasumber 2
Nama pasangan
a. Pria : Ardiansyah
b. Wanita : Reni Apriani
Umu
a. Pria : 20
b. Wanita : 19
Alamat : Desa Boak

6
Pertanyaan :
1) Apa faktor utama yang menyebabkan anda untuk memutuskan menikah di usia
yang bisa terbilang masih sangat muda?
Responden: Sedikit cerita waktu itu (perempuan) baru tamat SMK dan
dia berfikir bahwa dia akan memutuskan untuk menikah muda atas kemauannya
sendiri dan berkeinginan membentuk keluarga sejak dini tetapi, dia juga
berkeinginan untuk melanjutkan kuliah tapii melihat kedua orangtuanya yang
sudah tua dan faktor ekonomi juga kurang jadi,disitu saya berfikir bahwa saya
akan menikah muda dan posisi (laki laki) Masi baru barunya masuk di dunia
perkuliahan.
2) Bagaimana pernikahan dini terhadap pendidikan dan karir perempuan?
Responden: Terkait karir tentu jelas sangat berpengaruh bagi pendidikan
dan karir karena,jikalau sudah menikah untuk melanjutkan pendidikan yang
tinggi menjadi terbatas dan karir kita sebagai perempuan, karena seorang
perempuan ,fokus menjadi peran seorang istri dan seorang ibu. Khususnya
perempuan mending jangan menikah di usia muda karena itu sangat berdampak
bagi pendidikan dan karir kita sebagai perempuan.
3) Apa saja resiko kesehatan baik fisik maupun mental yang di hadapi oleh
pasangan yang menikah pada usia dini?
Responden: Resiko mungkin rata rata pada saat hamil dan melahirkan
kerena, dia sebagai perempuan Masi terbilang umur nya Masi muda jadi pada
saat melahirkan merasa kesulitan sekali untuk melahirkan secara normal dan
dokter mengambil keputusan untuk merobek daerah kewanitaan "vagina" dan
kondisi dia pada saat tentu sangat ketakutan.
4) Bagaimana tanggapan keluarga dan teman teman anda saat memutuskan untuk
menikah di usia muda?
Responden: Tanggapan keluarga dari (istri) tidak ada masalah semuanya
diserahkan ke dia sendiri jika sudah siap silahkan menikah tetapi, berbanding
terbalik dengan keluarga (suami) mereka tidak mau di karenakan posisi mereka
masih muda dan suami masih kuliah tetapi, setalah mereka sama sama
meyakinkan orangtua dari laki laki Alhamdulillah mereka mau dan setuju.

7
5) Bagaimana dampak pernikahan di usia muda terhadap keberlangsungan ekonomi
keluarga?
Responden: Dampak pernikahan di usia muda terhadap keberlangsungan
ekonomi keluarga mereka yaitu sangat berpengaruh dikarenakan mereka
kesusahan mencari lapangan pekerjaan dan mereka juga sering bertengkar
karena kebutuhan ekonomi yang tidak mencukupi.
6) Apa saja yang menjadi kendala dalam pernikahan anda di usia muda
Kendala dalam pernikahan di usia muda yaitu mereka masih sering
bertengkar di keranakan faktor ekonomi yang tidak mencukupi.
7) Apa pesan dan kesan anda terhadap remaja yang semisalnya mau melakukan
pernikahan dini atau motivasi anda?
Pesan dan kesan untuk remaja yang ingin menikah di usia muda yaitu
perlunya pertimbangan kerena menikah di usia muda harus siap dengan segala
rintangan, siap mental dan juga fisik agar nantinya pas sudah menikah tidak
terjadi pertengkaran dan kesetabilan keuangan juga stabil. Satu lagi untuk
remaja saat ini jangan menikah hanya karena berkeinginan untuk bersenang
senang saja tetapi menikahlah karena kamu benar benar sudah siap akan semua
hal dan jikalau bisa menikahlah di saat kamu sudah merasa dirimu sudah
mampu.
Narasumber 3
Nama pasangan
a. Pria : Gilang Mahendra
b. Wanita : Andila Putri
Umur
a. Pria : 20
b. Wanita : 19
Alamat : Kerato
Pertanyaan :
1) Apa faktor utama yang menyebabkan anda untuk memutuskan menikah di usia
yang bisa terbilang masih sangat muda?
Responden: Faktor utama yaitu karena kerasnya tekanan dari orang tua
membuat dia merasa tertekan akhirnya dia berteman dengan teman temannya

8
yang pergaulannya bebas dan akhirnya dia terjerumus ke pergaulan bebas jadi,
yang menyebabkan dia menikah mudah yaitu kehamilan di luar nikah atau "
hamil diluar nikah"
2) Bagaimana pernikahan dini terhadap pendidikan dan karir perempuan?
Responden: Terkait pendidikan dan karir perempuan tentu jelas sangat
berpengaruh kerena, sulitnya mendapat pekerjaan dan terutama jikalau sudah
menikah untuk melanjut ke jenjang tinggi sudah tidak bisa lagi dikarenakan
harus menjadi ibu rumah tangga dan mengurus suami.
3) Apa saja resiko kesehatan baik fisik maupun mental yang di hadapi oleh
pasangan yang menikah pada usia dini?
Responden: Terkait Resiko fisik yaitu terjadi komplikasi kehamilan dan
kelahiran pada saat hamil terjadi kesulitan karena di sebabkan faktor usia yang
masih kecil jadi saat melahirkan begitu sulit selanjutnya,resiko mental yaitu
depresi dan kecemasan sebagai contoh terjadinya depresi pada pernikahan di
usia muda yaitu pada faktor ekonomi karena keterbatasan ekonomi yang
membuat mereka merasa cemas atau depresi.
4) Bagaimana tanggapan keluarga dan teman teman anda saat memutuskan untuk
menikah di usia muda?
Responden: Tanggapan keluarga dan teman teman yaitu mereka pada
saat di beritahu tentu sangat kaget,kecewa, marah dan nggak nyangka bisa
terjadi kejadian tersebut.Tetapi mau tidak mau keluarga dan teman temannya
harus menerima karena keadaan yang sudah tidak dapat di ubah jadi keluarga
memberi izin untuk menikah.
5) Bagaimana dampak pernikahan di usia muda terhadap keberlangsungan ekonomi
keluarga?
Responden: Tentu pernikahan di usia muda sangat sangat berpengaruh
terhadap keberlangsungan ekonomi seperti yang saya kata kan tadi bahwa
terbatasnya lapangan pekerjaan di karenakan saya tidak mempunyai ijazah SMA
jadi faktor ekonomi saya belum stabil dan mungkin teman teman yang menikah
di usia muda juga pasti merasakan hal yang sama.
6) Apa saja yang menjadi kendala dalam pernikahan anda di usia muda?

9
Responden: Kendalanya yaitu kurang matang secara emosional membuat
pasangan ini belum siap secara emosional dalam menghadapi tanggung jawab
pernikahan dalam keluarga selanjutnya, kurangnya pengalaman hidup membuat
mereka kesulitan dalam menyelesaikan permasalah dan mengelola keuangan.
7) Apa pesan dan kesan anda terhadap remaja yang semisalnya mau melakukan
pernikahan dini atau motivasi anda?
Responden: Pesan dan kesan terhadap remaja saat ini yaitu sangat
penting untuk mempertimbangkan pernikahan di usia muda karena harus
mempertimbangkan berbagai dampak negatif dan dalam menikah tidak hanya
keberlangsungan pribadi yang di pikirkan tetapi suami dan juga anak anak kalian
serta keluarga besar.
E. Dokumentasi

10
11
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Pernikahan dini didefinisikan sebagai pernikahan yang terjadi sebelum usia
18 tahun, yang merupakan usia minimum yang direkomendasikan oleh berbagai
organisasi internasional seperti UNICEF dan WHO. Data statistik yang
menunjukkan angka pernikahan dini di berbagai wilayah, baik secara nasional
maupun internasional. Misalnya, berapa persen dari populasi yang menikah sebelum
usia 18 tahun di suatu negara atau wilayah tertentu. Terjadi kesamaan antara
narasumber 1 dan narasumber 3 yaitu faktor yang menyebabkan mereka menikah
mudah kerena, terjadi nya kehamilan di luar nikah atau "hamil di luar nikah"
sedangkan pada narasumber 2 terjadi perbedaan yaitu faktor yang menyebabkan
mereka menikah karena, keinginan mereka untuk menikah mudah atau kemauannya
sendiri.
Sedangkan kesamaan semua narasumber yaitu tentang keberlangsungan
ekonomi dikarenakan semua masih mengalami kekurangan dan belum stabil
Maslaah keuangan serta sulitnya mendapat pekerjaan. Selanjutnya, kesamaan resiko
fisik maupun mental yaitu terjadi komplikasi kehamilan pada saat hamil terjadi
kesulitan karena di sebabkan faktor usia yang masih kecil jadi saat melahirkan
begitu sulit. Selanjutnya, resiko mental yaitu depresi dan kecemasan sebagai contoh
terjadinya depresi pada pernikahan di usia muda yaitu pada faktor ekonomi karena
keterbatasan ekonomi yang membuat mereka merasa cemas atau depresi.
B. Saran
Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi
bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena
terbatasnya pengetahuan, kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh
hubungannya dengan makalah ini. Penulis banyak berharap kepada para pembaca
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya
paper ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca.

12
DAFTAR PUSTAKA

Akhiruddin. 2016. Dampak Pernikahan Usia Muda. Jurnal Mahkamah, Vol.1 No.1.
Arikunto. 2018. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik . Jakarta: PT Rineka
Cipta
Arimurti, Intan dan Nurmala. 2017. Analisis Pengetahuan Perempuan Terhadap
Perilaku Melakukan Pernikahan Usia Dini di Kecamatan Wonosari Kabupaten
Bondowoso. The Indonesia Journal of Public Health, Vol.12 No. 2, Desember 2017:
249-262
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana. 2018. Pedoman Pengelolaan Bina
Keluarga Remaja (BKR). Jakarta: BKKBN. Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana. 2018. Pendewasaan Usia Perkawinan dan Hak -hak Reproduksi bagi
Remaja Indonesia. Jakarta: BKKBN
Barokah, L. and Zolekhah, D. 2019. Hubungan Penggunaan Media Massa Dengan
Tingkat Pengetahuan Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi.
Jurnal Kebidanan. 11(01). p. 44. 10.35872/jurkeb.v11i01.329
Chairanisa, A. 2017. Faktor-faktor yang mempengaruhi remaja putri melakukan
pernikahan dini di Kemukiman Lambaro Angan Kabupaten Aceh Besar tahun 2017.
Journal of healthcare Technology and Medicine Vol. 3 No. 2 Ok tober 2017
Chaplin, J.P. 2017. Kamus Lengkap Psikologi: Alih Bahasa. Jakarta: PT. Raya Grafindo
Persada
Dadan, Sumara dan Humaedi. 2017. Kenakalan Remaja dan penanganannya. Penelitian
Dan PPM, Vol.4 No. 2, 129-389
Darmayanti, Ira. 2012. Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Pernikahan Dini
pada Kesehatan Reproduksi Siswi di Kelas XI SMK Batik 2 Surakarta. Skripsi.
Surakarta: Stikes Kusuma Husada Depkes. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta
Departemen Kesehatan RI Handayani, E. Y. 2014. Faktor-Faktor Yang Berhubungan
Dengan Pernikahan Usia Dini Pada Remaja Putri Di Kecamatan Tambusai Utara
Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Maternity and Neonatal. 1(5). pp. 200–206.
Hurlock, E B. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Situasi
Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kemenkes RI
Romauli dan Vindari. 2012. Kesehatan Reproduksi Buat Mahasiswi Kebidanan.
Yogyakarta: Nuha Medika

13

Anda mungkin juga menyukai