Anda di halaman 1dari 11

PERAN APEC TERHADAP MASALAH PERBURUHAN DI INDONESIA Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas HI Kawasan

Disusun Oleh : Ezra Sherly M.S. (1070750013) Hanna Agustina G. (1070750029) Shela Gina S. (1070750027)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI BAB I A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah BAB II A. Latar Belakang, Tujuan Terbentuknya APEC B. Perburuhan di APEC BAB III A. KESIMPULAN B. SARAN DAFTAR PUSTAKA

1 2 2 3 4 4 6 8 8 9 10

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jika dahulu, pada abad-abad pertengahan Negara-negara eropa menjadi sorotan utama dalam perkembangan peradaban dunia dan menjadi bahan kajian oleh para pemerhati perkembangan dunia (yang diawali dengan revolusi Industri di inggris), tetapi kini kawasan asia menjadi topik yang menarik untuk di bicarakan, untuk kali ini maka makalah ini akan menyamapaikan tentang betapa pentingnya Negara-negara di asia pasifik. Mengutip kata-kata dari seorang penulis yang berkata Wilayah Asia-Pasifik merupakan salah satu wilayah penting bagi dunia pasca perang Dingin. Ini adalah daerah di mana perubahan ekonomi, sosial dan politik besar sedang berlangsung, dan keamanan menjadi perhatian utama 1 . Menyadari bahwa Asia-pasific bukan lagi suatu regional yang biasa, tetapi telah menjadi perhatian sejak perang dingin dengan itu perlu diketahui dimana tingkat kerjasama Negara-negara asia pasifik dalam menjaga eksistensinya di mata internasional. Dan kerena begitu luasnya lingkupan mengenai asia pacific, maka didalam makalah ini akan mengkhususkan kepada malasah buruh yang terdapat di APEC dan seperti apa hubungan APEC dan Indonesia. Maaf jika terjadi kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini.

Asia-Pacific strategic relations, oleh : William T. Tow. The asia-pacific region is one of vital importance for the post-Cold war world. It is an area in which major economic, social and political change is taking place, and one in which security is major of international concern
1

B. Rumusan masalah. Melihat latar belakang yang telah tercantum diatas, maka dirumuskanlah masalah untuk mendukung penulisan makalah ini, rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut : 1. Apa itu APEC , apa yang menjadi tujuan dan latarbelakang terbentuknya APEC ? 2. Bagaimana APEC menanggapi isu buruh di dalam Negara anggota APEC ? dan usahausaha apa saja yang akan di lakukan untuk menyelesaikan masalah buruh di APEC ? Menurut perumusan masalah diatas, maka pembahasan makalah ini akan membahas sesuai dengan poin-poin yang telah ditentukan didalam perumusan masalah ini.

BAB II PEMBAHASAN A. Latarbelakang, tujuan terbentuknya APEC

APEC adalah Asia-Pacific Economic Coorperation atau Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik. APEC didirikan pada tahun 1989. APEC bertujuan mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas negara-negara di Asia Pasifik 2 . Koferensi negara-negara kawasan Asia Pasifik yang dilaksanakan atas prakarsa Australia pada bulan November 1989 di Canberra merupakan forum antar pemerintah yang kemudian dikenal dengan nama Asia Pacific Economic Cooperation atau disingkat APEC. Latar belakang berdirinya APEC ditandai dengan kebutuhan pembangunan ekonomi regional akibat globalisasi sistem perdagangan, dan adanya perubahan berbagai situasi politik dan ekonomi dunia sejak pertengahan tahun 1980-an.

Kerja sama APEC dibentuk dengan pemikiran bahwa dinamika perkembangan Asia Pasifik menjadi semakin kompleks dan di antaranya diwarnai oleh perubahan besar pada pola perdagangan dan investasi, arus keuangan dan teknologi, serta perbedaan keunggulan komparatif, sehingga diperlukan konsultasi dan kerja sama intra-regional. Anggota ekonomi APEC memiliki keragaman wilayah, kekayaan alam serta tingkat pembangunan ekonomi, sehingga pada tahun-tahun pertama, kegiatan APEC difokuskan secara luas pada pertukaran pandangan (exchange of views) dan pelaksanaan proyek-proyek yang didasarkan pada inisiatifinisiatif dan kesepakatan para anggotanya. APEC dianggotai oleh 21 negara dari seluruh dunia, kebanyakan anggota dari APEC adalah negara yang memiliki garis pantai ke Samudra Pasifik, dan letak sekretariasnya berada di Singapore. Sebagai salah satu forum kerja sama ekonomi
2

http://id.wikipedia.org/wiki/Kerjasama_Ekonomi_Asia_Pasifik 5

utama di kawasan, APEC bertujuan untuk mencapai Bogor Goals, yaitu terciptanya liberalisasi perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik sebelum tahun 2010 untuk anggota Ekonomi Maju dan sebelum tahun 2020 untuk anggota Ekonomi Berkembang. Dalam mencapai Bogor Goals, APEC melandaskan kerjasama yang dibangun pada tiga pilar, yaitu :

1. liberalisasi perdagangan dan investasi, 2. fasilitasi bisnis, dan kerjasama ekonomi, dan 3. teknik (ECOTECH). Nama Anggota dan Tahun Diterima: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Amerika Serikat 1989 Australia 1989 Brunei Darussalam 1989 Chili 1994 Filipina 1989 Hong Kong 1991 Indonesia 1989 Jepang 1989 Kanada 1989 Korea Selatan 1989 Malaysia 1989 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Meksiko 1993 Papua New Guinea 1993 Peru 1998 Republik Cina 1991 RRC 1991 Russia 1998 Selandia Baru 1989 Singapura 1989 Thailand 1989 Vietnam 1998

B. Perburuhan di APEC Buruh, pada dasarnya memilki arti yang sama dengan kata pekerja atau karyawan. Tetapi dalam kosakata Indonesia penggunaan kata buruh merupakan hal yang dipandang rendah, jika pada karyawan artinya adalah pekerja kerah putih, atau juga diartikan sebagai pekerja yang menggunakan/mengandalakan otaknya dalam bekerja, tetapi buruh adalah pekerja yang mengandalkan tenaganya dalam menyelesaikan pekerjaannya.

APEC adalah lembaga berbasis konsensus daripada institusi yang mengikat secara hukum seperti WTO. Laporan Duffy mencatat keunikan APEC sebagai forum non-negosiasi informal. Laporan Duffy mencatat keunikan APEC sebagai forum non-negosiasi informal yang
mengatakan "APEC bekerja pada pendekatan konsensus bertujuan untuk mencapai keputusan

yang didukung oleh, dan dengan demikian kemungkinan akan dilaksanakan dengan semua anggota APEC, gaya ini memungkinkan untuk memiliki keanggotaan yang luas, termasuk anggota yang akan memilih keluar dari proses yang lebih formal.. Namun, ini tidak membatasi agenda APEC untuk barang-barang yang dapat menarik dukungan luas. " 3 . Dalam rekomendasinya, Laporan Duffy percaya forum APEC memiliki potensi untuk secara bertahap mengembangkan "dialog konstruktif pada standar inti perburuhan", dimana isi dari Laporan ini yang intinya lebih kepada peningkatan standar kepada pekerja kasar, hal ini yang bertujuan untuk meningkatkan standar kerja dan sosial dengan maksud untuk memajukan keadilan sosial dan menjamin perdamaian dunia, pada dasarnya menempatkan standar tenaga kerja pada agenda internasional.
3

) (Duffy Laporan, hal.23), "APEC works on a consensus approach aiming to reach decisions supported by, and thus likely to be implemented by, all members. This style allows APEC to have a broad membership, including members who would opt out of a more formal process. However, this does limit the APEC agenda to those items which can attract broad support." Sumber: Labour Issues In APEC, Australian APEC Study Centre Issues 7

Ini

membuktikan bahwa APEC bukan saja membicarakan kerjasama ekonomi dan

liberalisasi ekonomi secara internasional tetapi pula untuk masalah-masalah buruh, sebagai contoh kasus buruh di Indonesia adalah TKI (tenaga kerja Indonesia). Parlemen se-Asia Pasifik sepakat meningkatkan instrumen legal domestik negara masing-masing untuk melindungi buruh migran yang ada di negaranya, Delegasi Indonesia yang terdiri dari Delegasi DPR RI dan DPD RI tersebut mengajukan resolusi terkait perlindungan buruh migran sebagai respon dari masih lemahnya instrumen penegakan hukum di sejumlah negara di kawasan dalam melindungi kekerasan yang terjadi dan menimpa para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dalam resolusi tersebut, Delegasi Indonesia juga menekankan pentingnya negara pengirim untuk semakin meningkatkan kualitas para buruh migran mereka agar memahami kultur, hukum, adat negara yang mereka tuju. Draf resolusi yang diajukan Indonesia untuk perlindungan buruh migran diadopsi secara aklamasi oleh seluruh delegasi parlemen se-Asia Pasifik yang hadir dalam forum tersebut, jelas Ketua Delegasi yang juga Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Hidayat Nur Wahid, usai penutupan sidang4. Dengan demikian disimpulkan, dengan banyaknya masalah perburuhan di negara Asia-Pasifik dengan kurangnya standart perlindungan, kerja, dan untuk perlindungan sosial, agar tidak ada lagi masalah-masalah yang berhubungan dengan ketidak adilan yang dialami oleh buruh-buruh di asia pasific.

PRESS RELEASE DELEGASI DPR RI KE 19th ANNUAL MEETING OF THE ASIA-PACIFIC PARLIAMENTARY

FORUM 22-28 JANUARI 2011, ULANBAATAAR, MONGOLIA.

Parlemen Se-Asia Pasifik Sepakati Resolusi

Perlindungan Buruh Migran 8

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan APEC adalah sebuah organisasi lintas negara yang dianggotai oleh negara-negara sebagian besar memiliki garis pantai disekitar yang memiliki garis pantai ke Samudra Pasifik.
Melihat pada tujuan awal terbentunya APEC adalah untuk liberalisasi perdagangan dan

investasi di kawasan Asia Pasifik. Kerjasama ekonomi antara APEC dan negara-negara lain
memang menguntungkan, bahkan ternyata, selain bentuk kerjasama yang cakupannya luas, APEC juga memikirkan mengenai permasalahan buruh yang ada, seperti kasus buruh di Indonesia yang pergi bekerja di negara lain. Masalah penghargaan mengenai buruh sebagai salah satu bahan diskusi dalam APEC. Telah diuraikan diatas bahwa APEC juga berpotensi mengembangakan standar inti perburuhan. Peningkatan standar ini bertujuan untuk melindungi dan menjamin para buruh yang bekerja diluar negaranya. Hal ini harus dilakukan karena, seperti halnya di Indonesia, devisa yang dihasilkan oleh para TKI juga turut menyokong perekonomian di Indonesia. Salah satu bentuk perburuhan di Indonesia secara tidak langsung adalah mengenai TKI, dengan adanya kerjasama antar Indonesia dan APEC, maka APEC juga turut andil dalam meningkatkan standar mutu dan jaminan keselamatan para TKI yang bekerja di luar kawasan Indonesia.

B. SARAN Seperti yang telah kami bahas pada bab sebelumnya, bahwa APEC merupakan organisasi kerjasama ekonomi antar negara-negara se-Asia Pasifik. Walapun APEC didominasi oleh permasalahan ekonomi, tetapi APEC juga ikut ambil bagian didalam menyelesaikan permasalah perburuhan di Indonesia. Saran kami atas peran APEC dalam menyelesaikan masalah perburuhan di Indonesia adalah supaya rencana dan resolusi yang telah disepakati Indonesia bersama APEC dapat direalisasikan dan perwujudnyataannya dapat dirasakan oleh kaum buruh khususnya, agar dapat terjadi peningkatan mutu dan kualitas buruh-buruh di Indonesia.

10

DAFTAR PUSTAKA

Asia-Pacific strategic relations, oleh : William T. Tow. The asia-pacific region is one of vital importance for the post-Cold war world. It is an area in which major economic, social and political change is taking place, and one in which security is major of international concern http://id.wikipedia.org/wiki/Kerjasama_Ekonomi_Asia_Pasifik

(Duffy Laporan, hal.23), "APEC works on a consensus approach aiming to reach decisions supported by, and thus likely to be implemented by, all members. This style allows APEC to have a broad membership, including members who would opt out of a more formal process. However, this does limit the APEC agenda to those items which can attract broad support." Sumber: Labour Issues In APEC, Australian APEC Study Centre
PRESS RELEASE DELEGASI DPR RI KE 19th ANNUAL MEETING OF THE ASIA-PACIFIC

PARLIAMENTARY FORUM 22-28 JANUARI 2011, ULANBAATAAR, MONGOLIA.

Parlemen Se-Asia

Pasifik Sepakati Resolusi Perlindungan Buruh Migran

11