Anda di halaman 1dari 11

TUGAS KELOMPOK PEREKONOMIAN INDONESIA Dosen Pengasuh : Dr. Bambang Bemby, M.Sc / Imelda, SE, M.

Si

INVESTASI

KELOMPOK VIII: 1. UCI PUTRI SILVIA 2. M. BASYUNI SURYA 3. RESPANALIA 4. MEVA MONIKA 5. NATHANIA ORVALA

(51071003181) (51071003203) (51071003198) (01091403104) (01091403109)

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG FAKULTAS EKONOMI 2010 / 2011

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur ke khadirat ALLAH SWT, karena atas izin dan ridho-Nya jualah maka kami dapat menyelesaikan paper mengenai investasi ini

sebagai penyelesaian atas tugas pada mata kuliah Perekonomian Indonesia. Dalam penyusunan paper ini kami mengharapkan dapat membantu teman-teman mahasiswa lainnya agar dapat menambah pemahaman mengenai Investasi, maupun bagi Dosen Pengasuh guna memperlancar proses belajar-mengajar itu sendiri. Paper ini kami susun berdasarkan kutipan-kutipan maupun artikel-ertikel yang kami peroleh dari berbagai sumber. Di dalam paper ini akan membahas / menjelaskan mengenai investasi serta lingkungannya. Pada Bab I penjelasan defenisi Investasi, lingkungan Investasi, dan proses Investasi itu sendiri. Kemudian di Bab berikutnya akan membahas tentang rencana permintaan pembeli serta penawaran penjual, kemudian akan terdapat data perusahaan berikut analisisnya. Pada Bab terakhir kami rangkum kesimpulan atas semua penjelasan diatas. Dalam penyusunan paper ini, kami mendapatkan banyak pembelajaran maupun ide-ide baru tentang Investasi dan tentang Perekonomian Indonesia. Kami juga tidak luput dari kesulitan-kesulitan didalam penyusunan paper ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada Dosen Pengasuh pada mata kuliah Perekonomian Indonesia sekaligus yang memberikan tugas pembuatan paper ini Ibu Imelda, SE, M.Si. Dengan demikian, semoga paper ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca. Kami menyadari apabila didalam penyusunan paper ini masih banyak terdapat kekeliruan, maka dari itu kami menerima kritik dan saran dari pembaca. Terima kasih.

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I INVESTASI
PENGERTIAN INVESTASI Definisi Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Sesuai dengan kebutuhannya untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka sejak zaman dulu manusia selalu menggunakan berbagai cara agar kebutuhan hidupnya dapat dicapai, jika pada awalnya manusia cukup bekerja keras dan menabung, maka sesuai dengan perkembangan zaman manusia memerlukan investasi sebagai salah satu usaha tersebut. Investasi juga merupakan suatu kegiatan yang menunda konsumsi atau penggunaan sejumlah dana pada masa sekarang dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Jadi investasi mengandung harapan pada waktu yang akan datang. Berdasarkan konsep investasi yang berlaku, kegiatan investasi tentunya memerlukan pengorbanan waktu, dana, dan pikiran. Tentunya dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa depan yang lebih baik.

Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Investasi diartikan sebagai penanaman uang di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memproleh keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Menurut Sunariyah (2003:4): Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang. Dewasa ini banyak negara-negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output Yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.

Menurut Husnan (1996:5) menyatakan bahwa proyek investasi merupakan suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yangakan datang. Pada umumnya manfaat ini dalam bentuk nilai uang. Sedang modal, bisa saja Berbentuk bukan uang, misalnya tanah, mesin, bangunan dan lain-lain.

Dalam melakukan investasi setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda, tetapi pada dasarnya tujuan investasi adalah untuk menikmati keuntungan dari uang yang diinvestasikan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan investor itu sendiri. Menurut Eduardus Tandelin, beberapa alasan orang melakukan investasi, antara lain: 1. untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa depan ; 2. mengurangi resiko inflasi ; 3. dorongan untuk menghemat pajak.

Pada dasarnya tujuan orang melakukan investasi adalah untuk menghasilkan sejumlah uang. Secara lebih khusus menurut (Tandelilin, 2001 : 5) ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi, antara lain: a. untuk mendapatka kehidupan yang lebih layak di masa depan. Seseorang yang bijaksana akan berpikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak Berkurang b. di masa Mengurangi yang resiko akan datang. inflasi.

Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau obyek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari resiko penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi.

c. Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang bidang usaha tertentu.

Tipe Investasi Investasi Langsung Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang dapat diperjualbelikan di pasar uang. Atau pasar modal.

Investasi tidak langsung Investasi tidak langsung dilakukan dengan cara membeli surat-surat berharga dari perusahaan investasi.

sisi pengeluaran investasi ataupun manfaat yang diperoleh, semua harus dikonversikan dalam nilai uang.Suatu rencana investasi perlu dianalisis secara seksama. Analisis rencana investasi pada dasarmya merupakan penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (baik besar atau kecil) dapat dilaksanakan dengan berhasil, atau suatu metode penjajakkan dari suatu gagasan usaha/bisnis tentang kemungkinan layak atau tidaknya gagasan usaha/bisnis tersebut dilaksanakan. Suatu proyek investasi umumnya memerlukan dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu dilakukan perencanaan investasi yang lebih teliti agar tidak terlanjur menanamkan investasi Berdasarkan pada proyek yang tidak menguntungkan.

(www.sinarharapan.co.id/ekonomi/eureka/2003/021/eur1.html)menyatakan

bahwa alasan melakukan investasi sebagai berikut: a. Produktivitas seseorang yang terus mengalami penurunan.

b. Tidak menentunya lingkungan perekonomian sehingga memungkinkan suatu saat penghasilan c. jauh lebih kecil yang cenderung dari mengalami pengeluaran. peningkatan.

Kebutuhan-kebutuhan

LINGKUNGAN INVESTASI Seseorang tentunya harus memikirkan masa depan dimana pada saat kebutuhan hidup terus meningkat, kebutuhan yang dimaksud dapat berupa pendidikan, sarana transportasi, kesehatan, tempat tinggal, kebutuhan untuk rekreasi, ibadah, hingga kebutuhan untuk masa tidak produktif. Dengan berlatar belakang hal tersebut maka seseorang menyisihkan sebagian dari pendapatannya di masa produktif dan

menginvestasikannya untuk masa dimana sudah kurang produktif. Ada banyak pilihan dalam berinvestasi, diantaranya yaitu membuka deposito, menabung, membeli tanah dan bangunan, obligasi, membeli emas, saham, dan lain-lain.Secara umum bentuk aset yang di Investasikan terbagi menjadi dua jenis yaitu: 1. Riil Investment

Yaitu menginvestasikan sejumlah dana dan tertentu pada aset berwujud, seperti halnya tanah, emas, bangunan, dan lain-lain. 2. Financial investment Yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial, seperti halnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain. Dalam hal ini surat berharga yang diperdagangkan atau yang sering disebut dengan efek adalah berupa saham. Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal, definisi dari bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantaranya. Di Indonesia, perdagangan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Tidak semua perusahaan dapat langsung mengeluarkan suatu efek (saham), oleh sebab itu perusahaan yang ingin menerbitkan efek harus memenuhi kriteria ataupun peraturan-peraturan yang ada sebelum menerbitkan suatu efek.

Faktor-Faktor Penentu Investasi Bagi seorang investor yang hendak melakukan suatu investasi, harus melakukan suatu analisis terlebih dahulu dalam menentukan keputusan investasinya. Untuk melakukan suatu analisis investasi, setidaknya ada tiga faktorYang harus dianalisis, yaitu: 1. 2. Analisis kondisi makroekonomi Analisis pada jenis industri

3. Analisis fundamental suatu perusahaan Tahap pertama yang dilakukan oleh seorang investor dalam berinvestasi adalah melakukan analisis terhadap variabel-variabel makro, tahap analisis ini dilakukan untuk menganalisis kondisi perekonomian suatu negara secara makro dalam proses suatu investasi. Variabel-variabel ekonomi makro yang dianalisis diantaranya adalah tingkat inflasi, transaksi berjalan, kurs/exchange rate (nilai tukar suatu mata uang negara terhadap mata uang negara lain), suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan lain-lain.

Pada tahap kedua, dilakukan analisis pada berbagai jenis industri. Pada tahapan ini, kita memilih jenis industri yang paling memberikan prospek keuntungan jika dilakukan

invstasi. Sektor mana yang akan dijadikan suatu investasi dapat dilihat dari pergerakan dalam indeks sektoral industri pada suatu pasar modal. Sektor yang mempunyai indeks yang bagus untuk investasi jangka panjang tentunya akan dipilih. Pada tahap analisis ketiga, dilakukan analisis fundamental pada perusahaan, dengan menggunakan rasio-rasio keuangan suatu perusahaan. Dalam rasio-rasio keuangan, terbagi lagi menjadi lima rasio, yaitu : 1. Rasio Likuiditas, menyatakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo. 2. Rasio Aktifitas, menunjukkan kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aktifa yang dimiliki atau perputaran (turnover) aktifa-aktifa suatu perusahaan. 3. Rasio Hutang, berfungsi untuk menunjukkan kemampun perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. 4. Rasio Profitabilitas, menunjukkan tingkat keberhasilan perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan. 5. Rasio Pasar, menggambarkan bagaimana pasar menghargai saham suatu perusahaan. manajemen risiko adalah upaya-upaya dalam bentuk aturan maupun tindakan yang ditujukan untuk mengoptimalkan (meminimalisir) risiko atas suatu portfolio sesuai dengan Kebijakan Investasi masing-masing dana kelolaan. Penerapan sistem manajemen risiko mengacu pada peraturan serta ketentuan yang tertuang dalam kebijakan perusahaan dan ISO 9001:2000. Manajemen risiko pengelolaan investasi sendiri terbagi menjadi:

a. Risiko Investasi Risiko ini berkaitan dengan kegiatan investasi itu sendiri, sebagai suatu bagian yang integral dalam berinvestasi. Sehingga manajemen risiko investasi lebih diarahkan untuk melakukan optimalisasi (minimalisasi) risiko portfolio atas suatu kelompok aset dan hasil investasi yang diharapkan. Pada akhirnya pendekatan yang lebih diutamakan adalah pendekatan risk adjusted return. Ada beberapa risiko yang terkandung dalam kategori risiko investasi, yaitu:

Risiko berkurangnya nilai investasi Risiko likuiditas

Risiko berkurangnya nilai investasi dapat diminimalisir melalui metode pemilihan efek yang terukur dan penerapan kaidah diversifikasi. Pemilihan efek akan sangat banyak dipengaruhi oleh Kebijakan Investasi masing-masing dana kelolaan. Satu kaidah dasar yang menjadi bahan pertimbangan utama adalah hubungan berbanding lurus antara risk-return dalam tiap-tiap kategori aset maupun instrumen investasi. Risiko dalam hal ini dihitung melalui pendekatan volatilitas, dan selama proyeksi risk adjusted return-nya masih dalam besaran-besaran yang diperoleh dari derivasi kurva risk-return maka selama itu pula pemilihan kelompok aset atau instrumen tersebut menjadi wajar.

Diversifikasi sendiri ditujukan untuk mengurangi risiko dari sekelompok instrumen investasi. Secara historis empiris, diversifikasi terbukti mampu mengurangi risiko dalam suatu portfolio. Risiko Likuiditas berhubungan erat dengan kemampuan konvertibilitas aset investasi ke dalam bentuk tunai. Manajemen likuiditas juga akan sangat terpengaruh oleh kebijakan dan karakteristik masing-masing dana kelolaan dan harus dikelola sesuai dengannya.

b. Risiko Counterparties Yaitu risiko di mana dana kelolaan melakukan transaksi dalam bentuk tunai maupun bentuk lainnya kepada pihak lain (counterparties). PNMIM memiliki standar baku pemilihan dan penentuan limit counterparties guna meminimalisir terjadinya wanprestasi. Ketentuan ini tertuang dalam dokumen ISO 9001:2000 no. PNMIM/IK-3.05 tentang Seleksi dan Evaluasi Bank, dan no. PNMIM/IK-3.06 tentang Seleksi dan Evaluasi Perusahaan Sekuritas.

c. Risiko Operasional Risiko ini berkaitan dengan aktivitas harian pengelolaan investasi. PNMIM telah mengembangkan suatu sistem administrasi dana kelolaan semenjak perintah transaksi (order) di-input oleh portfolio manager(s), proses matching, checking terhadap trade confirmation, instruksi ke Bank Kustodi, pencatatan, penghitungan valuasi hingga pelaporan keuangan/accounting. Sistem yang kami namakan S21 juga mengikutsertakan parameterparameter risk management sebagai control variable-nya. Diharapkan sistem ini dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional pengelolaan dana di PNMIM.

d. Risiko Perubahan Peraturan/UU Risiko ini merupakan variable independen eksternal, sehingga dapat

mempengaruhi kinerja dana kelolaan.

PROSES INVESTASI
Proses investasi adalah suatu rangkaian aktivitas yang menghasilkan di dalam pembelian aset nyata / surat berharga. Proses investasi berkisar tentang keputusan keputusan investasi yang berhubungan untuk memaksimumkan kekayaan investor.Langkah langkah tentang dalam proses dan investasi resiko : investasi.

a. Pengetahuan

pengembalian

b. Mengetahui sikap investor terhadap resiko. Setiap investor harus mau menerima resiko investasi yang terkadang di dalam aset riil maupun surat berharga, dan dapat

mengidentifikasi kombinasi pengembalian dan resiko yang dapat diterima. Dengan kata lain, sebelum menerima resiko investasi,investor harus berada pada posisi finansial yang logis, dan harus siap menggunakan alasan-alasan yang masuk akal untuk proses pembuatan keputusan. c. Pengetahuan dari setiap tipe surat berharga / aset yang tersedia untuk investasi, termasuk pengembalian yang diharapkan dan resiko yang berhubungan dengan tipe aset /surat berharga tersebut.

d. Memilih beberapa surat berharga / aset yang dapat memberi suatu pengembalian dan resiko yang dapat diterima berdasarkan kebutuhan -kebutuhan dari investor tertentu.

BAB II
Bidang-bidang Investasi di Indonesia tahun 2010 BIDANG PERKEBUNAN : 1. Fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA) : 5 Perusahaan. 2. Fasilitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) : 12 Perusahaan.

BIDANG PERTAMBANGAN : 1. Fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA) : 2 Perusahaan. 2. Fasilitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) : 4 Perusahaan.

BIDANG JASA : 1. Fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA) : 3 Perusahaan. 2. Fasilitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) : 4 Perusahaan.

BIDANG INDUSTRI : 1. Fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA) : 2 Perusahaan. 2. Fasilitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) : 2 Perusahaan.

TOTAL JUMLAH PERUSAHAAN DAN NILAI INVESTASI : 1. Fasilitas Penanaman Modal Asing : a. Jumlah Perusahaan : 12 Perusahaan. b. Nilai Investasi : US$ 826,126,894,565.

2. Fasilitas Penanaman Modal Dalam Negeri : a. Jumlah Perusahaan : 22 Perusahaan. b. Nilai Investasi : Rp. 66,526,642,398,649.