MAKALAH Sejarah MTK
MAKALAH Sejarah MTK
SEJARAH MATEMATIKA
Tentang
Disusun oleh :
Dosen Pengampu :
Alhamdulillah segala puji dan syukur kita ucapkan atas kehadirat Allah SWT. atas
limpahan nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Sejarah
Matematika, dengan pembahasan tentang “Matematika abad 17 dan 18” meskipun masih
terdapat kekurangan di dalamnya. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Matematika. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan baru, bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Tidak lupa Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam proses pembuatan makalah ini hingga selesai. Semoga makalah yang sederhana ini dapat
dipahami oleh siapa pun yang membacanya. Sebelumnya Penulis memohon maaf jika di dalam
makalah ini terdapat kesalahan, dan penulis memohon kritik dan saran yang membangun guna
perbaikan dimasa yang akan datang.
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada abad ke-17 dan ke-18, matematika mengalami perkembangan pesat melalui
kontribusi para matematikawan besar seperti René Descartes, Isaac Newton, Blaise
Pascal, Pierre-Simon Laplace, Pierre de Fermat, Leonhard Euler, dan Carl Friedrich
Gauss. Descartes mengembangkan geometri analitik yang menghubungkan aljabar
dengan geometri, sementara Newton memperkenalkan kalkulus, yang menjadi dasar
penting bagi pemodelan fenomena fisika.
Di bidang probabilitas, Pascal bersama Fermat merintis kajian tentang
ketidakpastian yang kemudian dikembangkan oleh Bernoulli dan disusun lebih lanjut
oleh Laplace. Probabilitas ini kini menjadi dasar bagi statistika dan pengambilan
keputusan.
Dalam teori bilangan, Fermat memperkenalkan masalah-masalah penting, yang
dilanjutkan oleh Euler dengan penemuan fungsi zeta, dan Gauss yang menyusun teori
bilangan sebagai disiplin formal. Kemajuan ini membuka jalan bagi matematika modern
dan aplikasi ilmiah lainnya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kontribusi René Descartes dalam perkembangan matematika?
2. Apa peran Isaac Newton dalam pengembangan matematika modern?
3. Bagaimana Blaise Pascal, Jacob Bernoulli, dan Pierre-Simon Laplace
mengembangkan teori probabilitas?
4. Bagaimana perkembangan teori bilangan pada abad ke-17 dan ke-18 cabang
matematika pada saat itu?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui kontribusi René Descartes dalam perkembangan matematika.
2. Untuk mengatahui peran Isaac Newton dalam pengembangan matematika modern.
3. Untuk mengetahui cara Blaise Pascal, Jacob Bernoulli, dan Pierre-Simon Laplace
mengembangkan teori probabilitas.
4. Untuk mengetahui perkembangan teori bilangan pada abad ke-17 dan ke-18 cabang
matematika pada saat itu.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Rene Descrates
1. Biografi Rene Descartes
Y=3
(0,3)
aljabar, yang sangat penting dalam analisis matematis. Sebagai contoh, persamaan
garis dapat dinyatakan dalam bentuk aljabar y=mx+b , di mana mmm adalah
kemiringan garis dan b adalah titik potong pada sumbu y. Dengan demikian,
Descartes menciptakan jembatan antara geometri dan aljabar, yang dikenal
sebagai geometri analitis.
Pelajaran hidup yang dapat diambil dari Descartes: kita harus
menggunakan akal dan pikiran yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa untuk
memanfaatkan lingkungan dengan sebaik-baiknya. Jangan mudah puas terhadap
sesuatu yang sudah didapatkan sehingga terus berfikir melakukan inovasi untuk
menemukan hal yang baru. Kita harus mengembangkan ilmu untuk kemajuan
dunia pendidikan dan harus bermanfaaat untuk orang lain di sekitar kita.
Ketika suatu titik adalah suatu pasangan terurut, maka garis adalah
himpunan pasangan terurut (x,y) yang memenuhi persamaan Ax + By = C, dimana
A, B, dan C adalah bilangan tertentu.
Contoh soal:
Gambarkan grafik suatu pasangan terurut yang memenuhi 3x – y = 5!
Penyelesaian:
Temukan dua titik pada garis. Buatlah tabelnya. Pilih sebarang nilai untuk x, misal
0 dan 2.
Ketika x=0 Ketika x=2
3 x− y=5 3 x− y=5
3 ( 0 ) − y=5 3 ( 2 )− y =5
− y=5 6− y=5
y=−¿5 y=1
Maka koordinatnya Maka koordinatnya
(0, -5) (2,1)
Titik sebagai tanda bundaran
kecil tidak memiliki dimensi
atau karakteristik garis
(2, bilangan, dan mungkin atau
mungkin tidak memiliki dua
(0,-
karakteristik yang lain. Namun, titik sebagai lokasi yang tepat memiliki keempat
karakteristik ini. Dan, karena suatu pasangan terurut secara tepat menggambarkan
titik, maka titik dalam bidang koordinat memiliki karakteristik yang sama dengan
titik sebagai lokasi yang tepat.
Pada bentuk umum persamaan garis, Ax + By = C, nilai dari A, B, dan C
menentukan kemiringan dan lokasi garis. Jika A dan B ≠ 0 maka garisnya miring.
Jika A = 0 maka persamaan garis berubah menjadi y = k, dimana k adalah
C
bilangan tertentu dan garisnya horizontal. Sedangkan jika B = 0, maka
B
persamaan garis berubah menjadi x = h, dimana h adalah bilangan tertentu dan
garisnya vertikal.
Menggambarkan titik sebagai pasangan terurut sangat penting dalam
matematika. Himpunan pasangan terurut dapat membentuk suatu kurva, dan
persamaan dapat menggambarkan kurva tersebut. Dibawah ini adalah grafik
parabola dan kurva pertumbuhan eksponen, dua kurva yang akan dipelajari pada
mata kuliah lain. Setiap kurva digambarkan dengan persamaannya (dkk, 2018).
X=
(1,0)
Titik puncak adalah (2, -2). Grafiknya adalah parabola yang membuka ke atas.
B. Isaac Newton
1. Biografi Isaac Newton
Isaac newton, salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah dan penemu hukum
gerak, dilahirkan di Woolsthrope, Lincolnshire, Inggris, pada 25 Desember 1642,
bersamaan dengan tahun meninggalnya Galileo, ayahnya meninggal pada saat dia
masih berada dalam kandungan. Pada usia delapan belas tahun, dia belajar di
Universitas Cambridge. Namun, pada 1665 terjadilah wabah penyakit di Inggris.
Universitas ditutup dan Newton terpaksa pulang kampung selama dua tahun. Pada
saat kuliah inilah Newton tekun mempelajari sains dan matematika, serta banyak
melakukan eksperimen-eksperimen sendiri.
Ada sebuah cerita yang mengisahkan bahwa pada saat Newton duduk di taman,
dia melihat sebuah apel yang jatuh dari pohonnya. Dari sini dia merenung, dan konon
peristiwa ini mengilhaminya untuk menemukan hukum gravitasi. Newton juga
berhasil merumuskan apa yang disebut sebagai tiga hukum gerak Newton (hukum
keduanya dirumuskan dalam persamaan matematik F¿ m× a , yang berarti gaya adalah
sama dengan massa dikali kecepatan). Hukum gerak ini bisa digunakan untuk
memecahkan berbagai masalah di bidang fisika. dan hukum ini dianggap sebagai
penemuan Newton yang terbesar. Melalui rumus ini kita bisa menghitung berbagai
sistem mekanika, mulai dari pergerakan pendulum sampai pergerakan dan garis edar
planet-planet dalam mengelilingi matahari. Hukum gravitasi Newton juga bisa
menjelaskan peristiwa terjadinya air pasang laut pada 1678 Newton menerbitkan
karyanya yang fenomenal, yaitu Mathematical Principles of Natural Philosophi
(Prisip- prinsip Matematika Mengenai Filsafat Alam). Buku ini dianggap sebagai
buku yang paling berpengaruh dalam bidang fisika dan menandai lahirnya fisika
klasik. Segera nama Newton menjadi sangat terkenal. Ia diangkat menjadi Ketua
Royal Society serta menjadi ilmuwan pertama yang diningratkan. Terbitnya buku ini
juga membuat Newton berselisih dengan John Flamsteed, seorang astronom kerajaan.
Di samping menjadi profesor matematika pada Universitas Cambridge, pada 1699
ia juga aktif sebagai anggota parlemen serta menjabat sebagai Kepala Badan
Percetakan Uang Logam di kerajaan. Pada 1705 Newton diberi gelar kebangsaan Sir
oleh Ratu Anne (sejak saat itu dia di panggil dengan nama Sir Isaac Newton).
Selain sebagai fisikawan, penyelidikan-penyelidikan Newton tentang ruang
angkasa dan penemuan-penemuanya di bidang astronomi juga membuat ia dikenal
sebagai seorang astronom besar penerus Galileo. Dibidang optik, dia juga berhasil
menemukan teropong berefleksi (pada tahun 1668) yang modelnya masih digunakan
oleh sebagian besar astronom hingga saat ini. Penelitiannya di bidang cahaya juga
berhasil mengungkapkan bahwa ternyata cahaya putih adalah campuran dari semua
warna pelangi. hal yang di luar perkiraan banyak orang. Dia juga berhasil
memecahkan misteri dari terjadinya pelangi yang muncul setelah hujan.
Dalam bidang matematika, Newton juga dikenal sebagai penemu kalkulus
integral, sebuah cabang yang mendasari kebanyakan fisika modern. Penemuan ini
juga menyebabkan ia berselisih dengan ilmuwan Jerman, Gottfied Leibniz, yang juga
merasa sebagai penemu kalkulus. Persengketaan ini akhirnya dibawa ke hadapan
Royal Society dan akhirnya dimenangkan oleh Newton. Newton juga dianggap
sebagai penemu dalil binomial dalam matematika. Masih banyak lagi penemuan
ilmiah Newton yang lain, seperti di bidang termodina mika dan akustik. Kehebatan
Newton ini dipuji oleh ilmuwan-ilmuwan besar yang lain, seperti Laplace,
Langrange. Leibniz, dan Ernst Mach, yang menganggapnya sebagai salah seorang
jenius terbesar di dunia.
Meski jenius dan seorang pemikir jempolan, namun Newton juga dikenal sebagai
seorang yang sangat pelupa, terutama di bidang kehidupan sehari-hari. Dia pernah
mengundang temannya datang ke rumahnya namun dia sendiri justru lupa pulang.
Konon dia juga pernah melihat piring di meja makannya kotor sehingga dia
berkesimpulan bahwa dia telah selesai makan, padahal sebenarnya belum. Meski
demikian, apabila menyangkut urusan fisika dan matematika, tidak ada yang
meragukan kehebatan pemikirannya.
Apa yang dilakukan Newton membuat ilmu pengetahuan berkembang dengan
pesat. Penemuannya tentang hukum gerak bias digunakan untuk memecahkan banyak
problem di bidang ilmiah serta dapat pula digunakan untuk merancang berbagai
peralatan teknis. Setelah buku Pricipia-nya diterbitkan, seumur hidup Newton
menikmati ketenaran sebagai seorang ilmuwan sekaligus berbagai jabatan strategis
dan gelar kebangsawanannya. Newton meninggal dunia pada 1727, dalam usia 84
tahun. Dia dimakamkan di pemakaman para bangsawan, yaitu Westminster Abbey
sebagai ilmuwan pertama yang mendapat penghormatan demikian. Dunia ilmu
pengetahuan akan selalu mengenangnya sebagai salah seorang jenius besar yang
pernah hidup di dunia. Jasa-jasanya dalam turut mengembangkan ilmu pengetahuan,
tidak akan pernah dilupakan orang (Zazuli, 2009).
2. Buku Isaac Newton
Buku Isaac Newton berjudul "Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica
(Prinsip Matematika dari Filsafat Alam)” yang diterbitkan pada tahun 1687, masih
menjadi dasar pendidikan fisika hingga saat ini.
'Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica' terdiri dari 3 jilid. Jilid pertama
adalah hukum gerak suatu objek dijelaskan sehubungan dengan bagaimana benda itu
bekerja saat gaya itu diterapkan. Jilid kedua berhubungan dengan pergerakan objek
dalam ruang yang terdapat perlawanan, dan pada saat itu, dia merujuk pada
pertentangan terhadap teori Descartes. Pada jilid ketiga, dia menjelaskan gravitasi
(kekuatan tarik-menarik objek yang letaknya berjauhan) Matahari, Bulan, dan Bumi
dengan hukum gravitasi universal, dan juga menemukan prinsip pasang-surut air.
Melalui buku ini, Newton menunjukkan kebenaran hukum gerak yang diterapkan di
Bumi bisa bekerja di alam semesta, dan gravitasi Bumi juga cocok dengan alam
semesta. Hal ini menandai awal dari ilmu pengetahuan modern (Yearimdang, 2020)
3. Kontribusi Dalam Bidang Matematika
a. Kalkulus
Isaac Newton, mungkin paling dikenal karena merumuskan hukum gerak
dan gravitasi universal. Pengaruhnya tidak dapat dilebih-lebihkan. Salah satu dari
banyak prestasinya adalah penemuan kalkulus. Karyanya sendiri dalam fisika
tidak diragukan lagi membawanya ke masalah ini, dan ia merasa perlu untuk
menyelesaikannya dengan kerangka matematika baru yang belum ada hingga saat
itu. Fokusnya pada gravitasi dan hukum gerak terkait dengan terobosannya dalam
kalkulus.
Newton mulai dengan mencoba menjelaskan kecepatan benda jatuh.
Ketika ia melakukannya, ia menemukan bahwa kecepatan benda jatuh bertambah
setiap detik, tetapi tidak ada penjelasan matematis yang ada untuk ini. Masalah
gerakan dan laju perubahan belum dieksplorasi secara signifikan dalam bidang
matematika, jadi Newton melihat kekosongan yang perlu diisi. la mulai
mengerjakan cara yang benar ini, menggabungkan elips planet ke dalam teorinya
juga untuk mencoba menjelaskan orbit planet-planet. la menemukan bahwa
dengan menggunakan kalkulus, ia dapat menjelaskan bagaimana planet-planet
bergerak dan mengapa orbit planet- planet berbentuk elips. Ini adalah salah satu
terobosan Newton: bahwa gaya gravitasi yang menahan kita di tanah adalah gaya
yang sama yang menyebabkan planet-planet mengorbit Matahari dan Bulan
mengorbit Bumi. Semua ini menunjukkan bahwa ketika Newton mulai
mengembangkan gagasan kalkulus dan fokusnya pada laju perubahan, hal itu
turut memengaruhi karya-karyanya sebelumnya. la dibantu oleh pemahaman
konseptualnya yang sudah kuat tentang fisika dan gerakan. Itu bukan
penyimpangan total dari karya-karyanya yang lain. Dan ini mungkin
menunjukkan dengan baik hubungan langsung antara bidang matematika dan
bidang fisika. Setidaknya bagi Newton, keduanya berjalan beriringan. Newton
menggunakan laju perubahan untuk membentuk dasar Kalkulus, dan teorinya
yang telah direvisi diterbitkan pada tahun 1676.
Gottfried Wilhelm Leibniz adalah matematikawan lain yang banyak
menggunakan angka untuk membantu menjelaskan sifat dan gerak. Terjadi
pertikaian antara kedua orang itu tentang siapa yang pertama kali menemukan
kalkulus dan siapa penemu sebenarnya. Meskipun Leibniz menemukan simbol-
simbol penting yang membantu pemahaman konsep matematika, karya Newton
dilakukan sekitar delapan tahun sebelum karya Leibniz. Kedua orang itu
memberikan kontribusi besar bagi matematika secara umum dan kalkulus secara
khusus. Dan sejak saat itu, konsep tersebut telah dikembangkan lebih jauh
b. Binomial
Isaac newton membuat penemuan matematika yang penting. Dia
menyusun rumus binomial untuk bilangan pecahan yang meliputi formula
pengembangan lambang binomial,yakni : formula yang berisi penjumlahan dua
variable ,seperti (x,y), yang hasilnya menjadi pangkat n- dilambangkan dengan ¿.
Berikut ini adalah sebuah contoh sederhana:
¿
C. Teori Probabilitas
Probabilitas dikenal dengan teori peluang. Probabilitas berasal dari kata
Probability dalam Bahasa Inggris yang berarti kemungkinan atau peluang sebuah
kejadian akan terjadi. Teori peluang awalnya diinspirasi oleh masalah perjudian. Awalnya
dilakukan oleh matematikawan dan fisikawan Itali yang bernama Girolamo Cardano
(1501-1576) yang juga melakukan perjudian memikirkan cara untuk mengambil
kemungkinan terbaik agar bisa menghasilkan banyak kemenangan dan kemudian
menemukan caranya yang sejarahnya tertulis di Buku yang berjudul Liber de Ludo Aleae
(richard 2021).
Kapan tepatnya teori peluang masuk ke dalam dunia statistika belum diketahui
secara pasti. Meskipun teori peluang sudah dikenal sejak abad 17 oleh para
matematikawan, tetapi masih diragukan kapan teori ini berhubungan dengan statistika.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, perkawinan antara matematika peluang
dengan data yang dikumpulkan oleh negara-negara di berbagai penjuru dunia akhirnya
melahirkan ilmu baru yaitu statistika. Lahirnya berbagai teori peluang yang dilandasi dari
kesenangan ini telah banyak mempengaruhi perkembangan ilmu statistika itu sendiri.
Penggunaan teori peluang dalam bidang bisnis sudah cukup lama dikenal oleh para
pebisnis pada saat itu (Pane and Silvanita 2022).
Ada beberapa tokoh utama dalam pengembangan teori probabilitas, yaitu:
1. Blaise Pascal (1623–1662)
Lahir di Clermont-Ferrand, Perancis pada tanggal
19 Juni 1623. Meninggal di Paris, Perancis pada
tanggal 19 Agustus 1662 pada umur 39 tahun tanpa
penyebab kematian yang jelas. Berjaya pada era abad
ke-17, beragama katolik jansenisme.
Minat utamanya ialah filsafat dan agama,
sedangkan hobinya yang lain adalah matematika dan geometri proyektif. Pandangan
observasinya adalah teologi, matematika, filsafat dan fisika. Blaise sejak kecil dikenal
sebagai seorang anak yang cerdas walaupun ia tidak menempuh pendidikan di
sekolah secara resmi. Di usia 12 tahun, ia sudah bisa menciptakan sebuah mesin
penghitung untuk membantu pekerjaan ayahnya. Nama ayahnya adalah Étienne
Pascal. Ayahnya adalah seorang petugas penarik pajak yang bekerja di wilayah
Auvergne, Perancis. Karya-karyanya terus bertambah mulai dari merancang bagunan
segienam (hexagram), menemukan prinsip kerja barometer, sistem kerja arloji,
hingga ikut terlibat dalam pembuatan sistem transportasi bawah tanah kota Paris.
Pada awalnya minat riset dari pascal lebih banyak berfokus pada bidang ilmu
pengetahuan dan ilmu terapan, dimana dia telah berhasil menciptakan mesin
penghitung yang dikenal pertama kali. Ia belum dua puluh ketika ia menemukan
sebuah mesin komputasi. Mesin itu hanya dapat digunakan utuk menghitung.
Kalkulator inilah yang menjadi cikal bakal mesin komputer yang diberi nama
Pascaline. Kalkulator ini sempat dipamerkan di Musee des Arts et Metiers di Kota
Paris, Perancis dan di Zwinger Museum di Kota Dresden, Jerman (Nurulisya,
Setiyowati, and Elfariana 2018).
Blaise Pascal adalah seorang filsuf, matematikawan, ilmuwan, penemu, dan
teolog Prancis. Dalam bidang matematika, ia merupakan pelopor awal dalam bidang
teori permainan dan teori probabilitas. Dia berkolaborasi dengan Pierre de Fermat
dalam mempelajari sifat-sifat dari cluster aritmatika dalam kaitannya dengan teori
probabilitas. Karya Blaise Pascal dibidang yang paling terkenal ialah teori Segitiga
Pascal.
a. Sejarah Segitiga Pascal
Segitiga Pascal adalah susunan angka berbentuk segitiga yang
menunjukkan koefisien-koefisien dalam ekspansi binomial. Meski dinamai
setelah Blaise Pascal, seorang matematikawan Prancis yang mendalami pola ini
pada abad ke-17, sejarah segitiga ini jauh lebih tua dan lintas budaya. Pascal
sendiri mempublikasikan temuannya dalam Traité du triangle arithmétique pada
tahun 1654, di mana ia membahas segitiga ini sebagai alat untuk menyelesaikan
masalah kombinatorial dan ekspansi binomial. Namun, konsep segitiga ini sudah
digunakan oleh matematikawan dari berbagai peradaban jauh sebelum Pascal
mengkajinya.
Di Tiongkok, pola segitiga ini sudah dikenal sejak abad ke-11, terutama
melalui karya matematikawan Jia Xian, dan lebih dikenal luas pada abad ke-13
berkat Yang Hui, yang menulis tentang segitiga tersebut dalam buku matematika
yang kini dikenal sebagai Yang Hui's Triangle. Karena itu, di Tiongkok, segitiga
ini sering disebut sebagai “Segitiga Yang Hui”. Matematikawan Persia, Omar
Khayyam, juga mengembangkan pola yang serupa di sekitar abad ke-11 dan ke-
12. Di dunia Persia, segitiga ini disebut “Segitiga Khayyam”, dan Khayyam
menggunakan pola ini untuk mengembangkan aljabar yang lebih mendalam.
Sementara itu, di India, pola segitiga ini juga memiliki akar dalam literatur
matematika, di mana matematikawan seperti Pingala (sekitar abad ke-3 SM)
mengembangkan pola yang mirip dengan segitiga Pascal untuk menghitung
jumlah kombinasi dalam pola ritme Sanskrit.
Ketika Pascal mengembangkan segitiga ini di Eropa, ia
memperkenalkannya dalam bentuk yang lebih sistematis dan mencatat pola serta
sifat kombinatorialnya, seperti menghitung kombinasi dari suatu himpunan.
Setiap angka dalam segitiga Pascal terbentuk dari jumlah dua angka di atasnya,
dimulai dari angka 1 pada puncak. Dalam ekspansi binomial ( a+ b )n, koefisien
pada setiap suku dapat ditemukan pada baris ke-n dalam segitiga ini.
Dengan demikian, segitiga Pascal bukanlah penemuan tunggal, tetapi hasil
dari warisan matematika yang berkembang secara paralel di berbagai peradaban.
Meski Blaise Pascal memainkan peran penting dalam memperkenalkan segitiga
ini di dunia Barat, pengembangan awal dari matematikawan Tiongkok, Persia,
dan India menunjukkan bahwa pola matematika yang sama dapat ditemukan dan
digunakan secara independen di berbagai belahan dunia (Asiva Noor Rachmayani
2015).
b. Teori Segitiga pascal
Segitiga Pascal adalah pola bilangan yang tersusun dan membentuk
sebuah segitiga dengan pola tertentu. Perhatikan gambar Segitiga Pascal di bawah
ini:
Pada setiap baris, elemen pertama dan elemen terakhir pada segitiga
pascal adalah 1 sedangkan elemen lainnya merupakan hasil penjumlahan antara
dua elemen berurutan di atasnya, begitu seterusnya.
Contoh 1.1
Buktikan apakah 19 dan 35 bilangan prima atau bukan.
Jawab:
Ambil nilai a = 2 karena FPB (19, 2) = 1 dan FPB (35 , 2) = 1
Untuk 19, dengan menggunakan teorema fermat, maka
219-1 = 218 = 262144 ≡ 1 (mod 19)
Karena 19 tidak habis membagi 262144 – 1 = 262143
(262143: 19 = 13797)
Terbukti bahwa 19 adalah bilangan prima.
Untuk 35, dengan menggunakan teorema fermat, maka
235-1 = 234 = 17179869184 ≠ 1 (mod 35)
Karena 35 tidak habis membagi 17179869184– 1 = 17179869183
(17179869183 : 35 = 49085305 sisa 8).
Terbukti bahwa 35 bukan bilangan prima.
Apabila terdapat bilangan komposit n sedemikian hingga 2 n-1≡ 1 (mod n) maka
disebut bilangan prima semu (pseudoprimes). Contohnya, bilangan komposit 341
(341 = 11.31) disebut bilangan prima semu karena menurut teorema fermat 2 340 ≡ 1
(mod 341)
Pada abad ketujuh belas, Eropa Utara sendiri dapat dikatakan sebagai Negara
yang banyak menciptakan individu dengan kemampuan luar biasa seperti yang telah
muncul yaitu Aritmatika Fermat selama masa millennium sebelumnya. Pada saat
seperti itu, nama-nama seperti Desargues, Descartes, Pascal, Wallis, Bernoulli,
Leibniz, dan Newton menjadi terkenal. Seorang pegawai negeri Prancis. Pierre de
Fermat (1601-1665), berdiri sejajar di antara para sarjana brilian ini. Fermat,
“Pangeran” of Amateurs,” adalah matematikawan hebat terakhir yang mengejar
subjek sebagai sampingan untuk karir non-ilmiah. Dengan profesi pengacara dan
hakim yang melekat pada provinsi parlemen di Toulouse ia mencari perlindungan
dari kontroversa dalam abstraksi matematika ematika, Fermat temyata tidak memiliki
pelatihan matematika tertentu, dan terbukti tidak minat dalam studinya sampai ia
melewati 30, kareta baginya itu hanyalah hobi untuk dikembangkan waktu luang.
Namun tidak ada praktisi pada zamannya yang membuat penemuan lebih besar atau
berkontribusi lebih banyak untuk kemajuan disiplin. Dia adalah salah satu penemu
geometri analitik (istilah sebenarnya diciptakan pada awal 1800-an), ia meletakkan
dasar-dasar teknis dari kalkulus diferensial dan integral, dan dengan Pascal ia
menetapkan panduan konseptualgaris teori probabilitas.
Cinta sejati Fermat dalam matematika tidak diragukan lagi yaitu teori bilangan,
yang dia selamatkan dari dunia takhayul dan okultisme, di mana itu sudah lama
dipenjara Kontribusinya di sana mengalahkan segalanya. Mungkin saja dapat
dikatakan bahwa kebangkitan minat pada sisi abstrak teori bilangan dimulai dengan
Fermat, karena dengan penolakannya untuk menerima solusi rasional untuk masalah
diophantine, lebih bersikeras pada solusi dalam bilangarı bulat Fermat, putra seorang
saudagar kulit yang makmur, pergi dari Universitas Toulouse ke Universitas Orleans
di mana ia menerima gelar sarjana hukum pada tahun 1631. Karena tidak ada
universitas yang membanggakan ahli matematika atau ilmuwan dengan catatan
khusus, pendidikan matematikanya mungkin tidak melampaui enam buku pertama
Eropa. Tetapi pada musim semi1636, Fermat telah menetapkan teori tentang apa kita
sekarang harus menyebut geometri analitik hampir identik dengan apa yang dimiliki
René Descartes dikembangkan dalam La Géométrie -nya tahun 1637. Fermat lebih
menyukai kesenangan yang diperolehnya dari penelitian matematika itu sendiri
daripada reputasi yang mungkin membawanya. Memang, dia hanya menerbitkan satu
mauuskrip penting selama hidupnya, dan itu hanya lama tahun sebelum kematannya,
menggunakan penyembunyian inisial MPEAS dengan tegas menolak uumuk
membawa karyanya dipublikasikan, ia menggagalkan beberapa upaya otung lain
untuk membuat hasil tersedia dalam bentuk cetak atas namanya.
Roberval, sejak 1637, menawarkan untuk mengedit dan menerbitkan beberapa
makalah Fermat, tetapi dia diberi tahu. “Apa pun karya saya yang dinilai layak
publikasi, saya tidak ingin nama saya muncul di sana. Namun pria yang dijauhi
publikasi formal masih bangga dengan prestasinya dan tidak mau sama sekali
diketahui Dia melakukan korespondensi yang banyak dengan kontemporer
matematikawan di mana dia mengedarkan penemuan terbarunya, menawarkan untuk
mengisi celah ketika waktu luang diurinican. Mereka melakukan yang terbaik untuk
mempublikasikan bakat Fermat dengan mengirimkan surat-surat ini dari tangan ke
tangan atau dengan membuat salinan, yang dikirim ke seluruh Benua. Fermat
tampaknya adalah salah satu dari orang-orang langka yang cukup sederhana untuk
percaya bahwa beberapa catatan bukti atau bahkan pernyataan teorema sudah cukup
agar seluruh dunia mengerti.
Kebiasaan mengomunikasikan hasil ini sedikit demi sedikit. Biasanya sebagai
tantangan, sangat mengganggu matematikawan Paris. Di satu titik mereka dengan
marah menuduh Ferrnat mengajukan masalah yang mustahil dan mengancam akan
putas korespondensi kecuali rincian lebih lanjut akan datang. Karena tugas
pariemennya menuntut porsi waktunya yang lebih besar, Fermat diberikan untuk
memasukkan catatan di margin buku apa pun yang kebetulan dia menggunakan.
Salinan pribadi Fermat dari Diophantus edisi Bachet disimpan di banyak margin
teorema-teoremmanya yang terkenal dalam teori bilangan. Ini ditemukan lima tahun
setelah Fermat’s kematian oleh putranya Samuel, yang mengeluarkan edisi baru dari
Arithmetica yang menggabungkan marginalia yang dirayakan ayahnya. Karena ada
sedikit ruang yang tersedia, kebiasaan Fermat telah menuliskan beberapa hasil dan
menghilangkan semua langkah yang mengarah ke kesimpulannya.
Pierre de Fermat adalah seorang ahli teori bilangan, bahkan mungkin ahli teori
bilangan yang paling terkenal yang pernah ada Karena itu alangkah mengejutkannya
bahwa pada kenyatannya, Fermat adalah seoning pengacara dan hanya seorang
matematikawan amatir Meskipun Fermat adalah seorang pengacara yang sibuk,
namun kecintaannya pada matematika tidak pernah luntur. Bidang yang ia gemari
adalah geometri analisis, sehingga ia dikenal sebagai “Bapak Geometri Analisis”. Hal
lain yang juga mengejutkan adalah fakta bahwa ia hanya pernah menerbitkan
karyanya dalam matematika hanya sekali dalam seumur hidupnya, dan itupun ditulis
tanpa nama yang disertakan dalam apendik suatu buku teks. Karena Fermat menolak
untuk menerbitkan karyanya, teman-temannya takut bahwa ia akan segera dilupakan
kecuali dilakukannya sesuatu seperti publikasi. Putranya, Samuel mengambil alih
pengumpulan surat Fermat dan tulisan matematika lainnya, komentar yang dituliskan
dibuku, dan sebagainya dengan tujuan untuk menerbutkan gagasan matematika yang
dimiliki ayahnya. Dengan cara inilah, “Teori Terakhir” yang terkenal itu diterbitkan.
Hal tersebut ditemukan oleh Samuel dalam catatan kecil ayahnya dalam salinan buku
Arithmetica karya Diophantus. Teorema terakhir
Fermat ini menyatakan bahwa X+y=2” tidak mempunyai solusi bilangan bulat tak
nol untuk x, y, dan, jika > 2” Adapun perkembangan teori bilangan oleh Fermat
adalah sebagai berikut:
Salah satu minat pertama Fermat adalah bilangan sempurna (yang muncul di buku
tulisan Euclides, Elements IX) dan nomor yang bersahabat topic ini membawanya
untuk bekerja pada integer pembagis, yang dari awal di antara subjek korespondensi
(1636 dan seterusnya) yang membuatnya berhubungan dengan komunitas matematika
dari hari ke hari.
Pada tahun 1638, Fermat mengklaim dengan tanpa bukti bahwa semua bilangan
bulat dapat diekspresikan sebagai jumlah dari empat persegi atau kurang Teorema
kecil Fermat (Fermat Little Theorem; 1640); if a is not divisible by a prime p, then
Bila a dan & adalah coprime, setelah itu tidak habis dibagi oleh kongruen prima
manapun dengan -1 modulo 4, dan setiap kongruen prima dengan 1 modulo 4 dapat
ditulis dalam bentuk… Kedua pernyataan ini juga berasal dari tahun 1640. Pada tahun
1659, Fermat menyatakan kepada Huygens bahwa ia telah membuktikan pernyataan
terakhir dengan metode keturunan tak terbatas.
Pada tahun 1657, Fermat mengajukan masalah pemecahannya sebagai tantangan
bagi matematikawan Inggris. Masalahnya diselesaikan dalam beberapa bulan oleh
Wallis dan Broucker. Fermat menganggap solusi mereka valid, tetapi menunjukkan
bahwa mereka telah memberikan algoritma tanpa bukti (seperti yang dimiliki
Jayadeva dan Bhaskara, meskipun Fermat tidak mengetahui hal ini). Dia menyatakan
bahwa bukti dapat ditemukan dengan keturunan yang tak terbatas.
Fermat menyatakan dan membuktikan (dengan keturunan yang tak terbatas) di
lampiran Piagom Diophantus tidak memiliki solusi non-sepele dalam bilangan bulat.
Fermat juga mengatakan kepada korespondennya itu tidak memiliki solusi non-
sepele, dan ini juga dapat dibuktikan dengan penurunan tak terbatas. Bukti pertama
yang diketahui adalah karena Euler (1753) yang memang didapatkan dari perhitungan
dengan keturunan tak terbatas.
Fermat menyatakan “Teorema Terakhir Fermat” telah menunjukkan bahwa tidak
ada solusi bilangan bulat tak nol dari x+y”=z” untuk x, y, dan jika n >2. Klaim ini
muncul dalam penjelasannya di pinggir salinan Diophantus miliknya.
2. Leonhard Euler (1707-1783)
Tokoh kunci dalam matematika abad
kedelapan belas adalah Leonhard Euler (1707-
1783), dan tempat kegiatannya adalah Jerman dan
Rusia. Euler adalah putra dari seorang pendeta
Lutheran yang tinggal di dekat Basel, Swiss.
Ayahnya dengan sungguh-sungguh mendoakannya
untuk memasuki pelayanan dan mengirim putranya, pada usia 13 tahun, ke
Universitas Basel untuk belajar teologi. Di sana Euler muda bertemu John Bernoulli,
yang saat itu menjadi salah satu pemimpin Eropa matematikawan, dan berteman
dengan dua putra Bernoulli, Nicolaus dan Daniel. Dalam waktu singkat, Euler
memutuskan studi teologis yang telah dipilih untuk dia terapkan dirinya secara
eksklusif untuk matematikawan. Ia menerima gelar masternya pada tahun 1723, dan
pada tahun 1727, ketika dia baru berusia 19 tahun, dia memenangkan hadiah dari
Académie des Sciences untuk sebuah risalah tentang pengaturan tiang kapal yang
paling efisien.
Untuk matematikawan yang memulai karir mereka di Swiss pada awal 1700-an,
di sana hanya sedikit jabatan profesor dan dengan demikian sedikit kesempatan untuk
mendapatkan pekerjaan. Saat itu mengetahui bahwa Akademi St. Petersburg yang
baru diorganisasi (1724) sedang mencari personel, banyak matematikawan terkemuka
dari seluruh Eropa, termasuk Nicolaus dan Daniel Bernoulli, pergi ke Rusia. Atas
rekomendasi mereka, janji temu juga dijamin untuk Euler. Karena masa mudanya (dia
belum berusia 20 tahun) dia metolak jabatan profesor dalam fisika di Universitas
Basel dan terlalu siap untuk menerima undangan akademi. Tepat pada tahun 1727
Euler menginjakkan kaki di Rusia. Karena Permaisuri Catherine 1 yang liberal
meninggal, hal tersebut merupakan sebuah peristiwa yang hampir menyebabkan
pembubaran Akademi. Euler menyerah semua harapan karir akademis, menjadi kapal
cer, dan hampir menerima jabatan letnan di angkatan laut Rusia. Ketika perubahan
penguasa lain membawa rezim yang lebih menguntungkan, kondisi untuk karya
ilmiah meningkat, dan Euler bergabung (1730) staf akademi sebagai profesor fisika.
Tiga tahun kemudian ketika Daniel Bernoulli kembali ke Basel, Euler menjadi
penerus temannya sebagai kepala matematikawan dan akademi. Euler mengejutkan
matematikawan Rusia dengan menghitung dalam tiga hari beberapa tabel astronomi
yang pembangunannya diperkirakan memakan waktu beberapa bulan. Kondisi
melemah karena pengerahan tenaga, dia terserang penyakit demam yang akhirnya
mengakibatkan hilangnya penglihatan pada satu mata
Di St. Petersburg, Euler bertemu dengan cendekiawan serba bisa Christian
Goldbach, seorang pria yang kemudian bangkit dari profesor matematika menjadi
Menteri Luar Negeri Rusia. Dengan minatnya, sepertinya Goldbach adalah orang
yang pertama kali menarik perhatian Euler pada karya Fermat tentang teori bilangan.
Euler akhirnya muak dengan represi politik yang terjadi di Rusia dan, di tahun 1741,
dia menerima tawaran Frederick the Great untuk mengarahkan pembagian
matematika dari Akademi Berlin, yang kemudian menjadi terkenal. Ibu suri
menerimanya dengan ramah di pengadilan, dan bertanya mengapa seorang sarjana
yang begitu terkemuka harus begitu pendiam dan pemalu. Dia menjawab, “Nyogya,
itu karena saya baru saja datang dari negara di mana, ketika seseorang berbicara, satu
digantung” Meskipun ada surat sambutan yang menarik, hubungan antara Frederick
dan Euler segera dimanjakan. Raja muda merasa itu tugasnya untuk mendorong
matematika, namun memiliki sedikit kesabaran dengan subjek yang tampaknya tidak
praktis baginya. Di pengadilan dia lebih suka perusahaan filsuf yang dipoles seperti
Voltaire hingga Euler yang tidak canggih, yang dia kejam disebut “Cyclops
matematika.” 25 tahun Euler di Berlin tidak sama sekali bahagia.
Dari tahun-tahun pertamanya di Berlin, Euler terus berhubungan secara teratur
dengan St. Petersburg Academy, sehingga dia bekerja secara bersamaan di dua
akademi. Miliknya reputasi di antara orang Rusia sedemikian rupa sehingga mereka
melanjutkan gajinya untuk waktu yang lama setelah kepergiannya; dan ketika, selama
Perang Tujuh Tahun, pasukan Rusia menjarah Harta Euler, jendral komandan
mengkompensasinya dengan mahal atas kehilangan itu, dan permaisuri mengirim
jumlah tambahan 4000 mahkota. Terharu oleh kehangatan bahasa Rusia perasaan ke
arahnya, dan akhirnya tersinggung tak tertahankan oleh kesejukan kontras Frederick,
Euler kembali ke St. Petersburg pada tahun 1766 atas permintaan Catherine II.
Catherine besar. Catherine kedua ini adalah pelindung para intelektual Pencerahan.
Tak lama setelah Euler pindah ke Sankt Petersburg, dia kehilangan penglihatan
mata yang baik karena katarak. Namun, dia tidak akan membiarkan kebutaan menjadi
berkurangnya laju keluaran karya ilmiahnya. Komentar Euler atas musibahnya
adalah, “Saya akan memiliki lebih sedikit gangguan.” Ingatannya sangat fenomenal,
dan kecepatan perhitungannya begitu hebat, sehingga ia terus berproduksi hampir
seaktif sebelumnya, fakultas Euler dengan Angka itu sangat luar biasa sehingga dia
bisa melakukan perhitungan numerik di kepalanya sehingga matematikawan yang
kompeten mengalami kesulitan mengerjakan di atas kertas. Tercatat bahwa ketika dua
dari murid-muridnya, mengerjakan jumlah deret menjadi 17 suku, tidak setuju dalam
hasil mereka pada ke-50 signifikan, Euler sampai pada perhitungan yang benar dalam
pikirannya sendiri. Untuk selanjutnya 17 tahun, Euler menemukan penolong yang
egois dan setia pada putra dan pelayannya, kepada siapa dia didikte toko besar kertas
matematika. Salah satu karya pertama didikte setelah permulaan kebutaannya, didikte
oleh seorang pelayan yang tidak tahu apa-apa tentang matematika selain yang
sederhana perhitungan, adalah Aljabar Vollständige Anleitung zurnya yang terkenal
(Instruksi Lengkap dalam Aljabar, 1770). Buku ini kemudian diterbitkan dalam
banyak edisi Inggris, Belanda, Prancis, Italia, dan Rusia, dan memberikan aljabar
bentuk yang dipertahankan hingga zaman kita. Euler melanjutkan pekerjaannya tanpa
henti sampai pada tahun 1783, sambil bermain dengan cucu-cucunya dan menyeruput
the, dia tiba-tiba imengalami pendarahan otak. Dalam kata-kata yang sering dikutip
dari Condorcet, “Dia berhenti menghitung dan hidup.” Selama hidupnya, Euler sangat
berkontribusi terkait matematika dan fisika. Euler juga dikenang dengan hasil
karyanya berupa kurva tertutup untuk menggambarkan pemikiran silogisme (1768)
Diagram ini telah dikenal dengan nama diagram Euler. Euler dan temannya Daniel
Bernoulli bertolak belakang dengan monadisme Leibniz dan filosofi Christian Wolff.
Euler bersikeras bahwa pengetahuan didirikan atas dasar hukum kuantitatif yang
tepat, hal yang tidak dapat dijelaskan oleh monadisme dan ilmu pengetahuan
Wolffian. Kecenderungan religius Euler mungkin juga menjadi alasan
ketidaksukaannya terhadap doktrin. Dia bertindak lebih jauh dan menyebut ideologi
Wolff sebagai “kafir dan ateis”.
Adapun perkembangan teori bilangan dari Leonhard Euler adalah sebagai berikut:
Euler adalah satu-satunya matematikawan yang mempunyai dua bilangan dengan
namanya, yaitu bilangan Euler (dalam kalkulus) adalah e, yang setara dengan
2.71828, dan kostanta Euler- Mascheroni, yang kadang hanya disebut “Konstanta
Euler” (Euler Constant). Kira-kira nilainya setara dengan 0.57721 yang sampai
sekarang belum diketahui apakah adalah suatu bilangan rasional atau irrasional.
Minat besar Euler dalam teori bilangan dapat dilacak pada pengaruh temannya di
akademi St. Petersburg, Cristian Goldbach. Banyak karya awalnya tentang teori
bilangan yang didasarkan pada karya Pierre de Fermat, dan mengembangkan
beberapa ide dari Fermat. Salah satu focus pekerjaan Euler adalah menghubungkan
sifat distribusi utama dengan ide-ide dalam analisis. La membuktikan bahwa julah
kebalikan dari bilangan prima berbeda. Dengan itu, ia menemukan hubungan antara
fungsi Riemann Seta dan bilangan prima, yang dikenal sebagai rumus perkalian Euler
untuk fungsi Riemann Seta.
Euler membuktikan identitas Newton, Teorema Kecil Fermat, Teorema Fermat
tentang jumlah dua kotak, dan memberikan kontribusi yang berbeda pada teorema
empat persegi Langrange. La juga menemukan fungsi total (n) yang memberikan
bilangan bulat positif, jumlah bilangan bulat positif kurang darin, dan coprime ke-n.
Dengan menggunakan property dari fungsi ini, ia mampu mengeneralisasi Teorema
Kecil Fermat menjadi apa yang kemudian dikenal sebagai Teorema Euler. Ia lebih
lanjut berkontibusi secara signifikan untuk memahami bilangan sempurna, yang telah
mempesona matematikawan sejak Euclid. Euler membuat kemajuan menuju teorema
bilangan prima dan menduga hokum timbal balik kuadrat. Kedua konsep tersebut
dianggap sebagai teorema dasar teori bilangan, dan ide-idenya membuka jalan bagi
Carl Friedrich Gauss. Dalam teori bilangan, teorema Euler juga dikenal sebagai
Teorema Fermat-Euler. Pada tahun 1736, Euler menerbitkan bukti tentang teorema
kecil Fermat yang Fermat telah sajikan tanpa bukti. Euler menyaikan bukti lain dari
teorema tersebut, yang berpuncak dengan “Euler Teorema dalam makalahnya dari
tahun 1763, dimana ia berusaha untuk menemukan eksponen terkecil dari teorema
kecil Fermat adalah selalu benar. Kebalikan dari Euler Teorema juga benar: Jika
kesesuaian atas adalah benar, maka harus prima. Teorema Euler adalah generalisasi
dari teorema kecil Fermat dan selanjutnya generalisasi oleh teorema dapat digunakan
untuk dengan mudah mengurangi kekuatan besar modulon. Secara umum, ketika
mengurangi kekuatan dari modulo (dimana coprime). Salah satu kebutuhan untuk
bekerja, modulo (n) dalam eksponen dari: Jika xy @mod n maka xymod n
3. Carl Friedrich Gauss (1777-1855)
Gauss lahir tahun 1777 dan wafat tahun 1855.
Beliau adalah matematikawan, astronom, dan
fisikawan asal jerman yang memberikan beragam
kontribusi. Ia dipandang sebagai salah satu
matematikawan terpanjang sepanjang masa selain Archimedes dan Isaac Newton.
Beliau dilahirkan di Braunschweig, Jerman. Saat umurnya belum genap 3 tahun ia
telah mampu mengoreksi kesalahan daftar gaji tukang batu ayahnya. Dan pada umur
10 tahun ia membuat gurunya terkagum-kagum dengan memberikan rumus untuk
menghitung jumlah suatu deret aritmatika yang berupa penghitungan deret 1+2+3+
………+100. Disekolahnya dahulu, gauss dikenal sebagai anak yang dapat dikatakan
sebagai pembuat masalah, tetapi juga merupakan orang yang memiliki kemampuan
memecahkan masalah. Gauss adalah ilmuwan dalam berbagai bidang termasuk
bidang analisis dan geometri yang menyumbang banyak sekali sumbangan pikiran
gauss dalam matematika. Dalam teori bilangan gauss membagi bilangan dimulai dari
bilangan kompleks. Dari bilangan kompleks itu kemudian diturunkan bilangan-
bilangan lain. Bilangan reel, sebagai contoh sebenarnya adalah bilangan dalam bentuk
a+b, dimana a adalah bilangan reel dan b = nol ; bilangan imajiner adalah bilangan
kompleks yang mempunyai bentuk sama dengan a = nol dan b adalah bilangan reel.
Keberadaan bilangan kompleks tidak hanya dipengaruhi oleh aljabar, tapi juga
berdampak pada analisis dan geometri. Teori fungsi dari bilangan kompleks
kemudian dikembangkan; geometri diferensial [angka] mutlak dan analisis vector-
sangat vital bagi sains modern berkembangsehingga dikenal bilangan-bilangan
setengal reel dan setengah imajiner.
Dalam teori bilangan, Fermat pada dasarnya sendirian untuk seluruh abad ketujuh
belas. Seperti Euler adalah untuk sebagian besar pada abad berikutnya atau abad
kedelapan belas, sampai dia bergabung oleh Lagrange. Dengan akhir tahun 1700-an,
Jerman mengambil alih kepemimpinan sebagai pusat matematika aktivitas.
Matematikawan terbesar di zaman modern. Johann Carl Friedrich Gauss (1777-1855),
sangat mencintai negaranya yaitu Jerman, sehingga tidak pernah dalam hidupnya dia
meninggalkan negara itu, bahkan untuk berkunjung sekalipun. Berbeda dengan
Fermat dan Euler, yang berasal dari latar belakang kelas menengah yang mapan
secara finansial, Gauss lahir dalam keluarga miskin dan buta huruf. Ayahnya berhasil
menambah hidup seadanya di Brunswick, Jerman, melalui kerja keras sebagai
pemotong batu, tukang kebun, kanal pekerja, dan juga mandor. Seandainya
pandangan ayah menang, biasanya anak laki-laki akan mengikuti salah satu
perdagangan keluarga. Itu hanya kebetulan yang beruntung sehingga Gauss tidak
menjadi tukang batu atau tukang kebun. Sangat bertentangan dengan keinginannya,
sang ayah pun dibujuk untuk memungkinkan anak berbakat untuk memperoleh
pendidikan yang sesuai, Gauss adalah salah satu bayi ajaib yang luar biasa yang
memiliki bakat alami untuk matematika, sehingga matematika segera menjadi jelas.
Dia biasa mengatakan, sambil tertawa, bahwa tanpa bantuan atau pengetahuan tentang
orang lain yang telah dia pelajari untuk diperhitungkan sebelum dia bisa berbicara.
Sebagai anak dari tiga bersaudara, menurut cerita yang diautentikasi dengan baik, dia
mengoreksi kesalahan dalam pembayaran mingguan ayahnya. Kekuatan
aritmatikanya begitu membanjiri kepala sekolahnya sehingga ketika Gauss berusia
sembilan tahun, mereka mengakui bahwa tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan
untuk mengajari anak laki-laki itu. Dikatakan bahwa di kelas aritmatika pertamanya,
Gauss mengejutkan gurunya dengan langsung memecahkan apa yang dimaksudkan
sebagai masalah "pekerjaan sibuk" yang panjang. "Temukan jumlah" semua angka
dari 1 sampai 100. Gauss muda kemudian mengaku telah mengenali pola dengan
menjumlahkan angka-agka di ujungnya, seperti:
1+100-101,2+99-101, dan 3+98-101
Kecemerlangan ini membangkitkan perhatian orang-orang penting, terutama
Duke Ferdinand dari Brunswick, yang menjadi dan tetap menjadi pelindung Gauss
selama bertahun- tahun. Kemurahan hati Duke memungkinkan si jenius muda untuk
menghadiri Caroline College, sekolah persiapan di Brunswick, dan kemudian
Universitas Göttingen, di mana ia tinggal hanya tiga tahun disana (1795-1798).
Selama hari-harinya menjadi mahasiswa di Caroline College, Gauss merumuskan
metode kuadrat terkecil, dimana nilai yang paling mungkin dari suatu variabel
kuantitas dapat diperkirakan dari banyak pengamatan acak. Dia berbagi kehormatan
penemuan ini dengan Legendre, yang pertama kali menerbitkan perangkat secara
independen pada tahun 1806 dalam metode Nouvelles- nya pour la determinasi des
orbites des cometes.
Ketika Gauss memasuki Göttingen, dia masih ragu-ragu apakah akan menjadi ahli
matematika atau mengejar karir dalam bahasa klasik Pada 30 Maret 1796, menandai
titik baliknya dalam. pilikan studi. Pada hari itu, ketika Gauss masih belum berusia 20
tahun, dia membuat drama penemuan yang pasti memutuskan dia mendukung
matematika. Masalah membangun poligon biasa hanya menggunakan “alat Euclidean,
yaitu untuk mengatakan, penggaris dan kompas, telah lama dikesampingkan dalam
kepercayaan bahwa orang dahulu telah menghabiskan semua konstruksi yang
mungkin.
Apa yang ditunjukkan Gauss pada tahun 1796 adalah bahwa poligon reguler dari
17 sisi sangat dapat dibangun kemajuan pertama sejak saat itu dari Euclid. Gauss
sangat bangga dengan penemuan ini sehingga dia mengungkapkan keinginannya
untuk memiliki poligon bersisi 17 biasa yang diukir di batu nisannya, sama seperti
kuburan Archimedes yang dihiasi dengan sosok bola yang tertulis di dalam silinder.
Meskipun keinginan ini tidak dilakukan, ada bintang berujung 17 yang tertulis di
dasar monumen yang didirikan dalam memori Gauss di kota asalnya Brunswick.
Rupanya tukang batu menolak untuk memahat poligon bersisi 17 biasa karena dia
takut gambar yang dihasilkan akan menjadi tidak dapat dibedakan dari lingkaran.
Di Göttingen, Gauss belajar matematika di bawah Abraham Kastner, tapi sejak
Kastner menunjukkan sedikit pemahaman tentang penelitian Gauss, ia cenderung
bekerja cukup mandiri darı guru-gurunya. Ada cerita bahwa Gauss mencoba menarik
minat Kastner dalam konstruksinya untuk 17-gon reguler dengan menunjukkan
bahwa dia telah memecahkan aljabar tingkat tujuh belas persamaan untuk melakukan
konstruksi. Profesor pun berusaha untuk memberhentikan Gauss, menjawab bahwa
solusinya tidak mungkin. Untuk penolakan ini, Gauss membalas Kastner, yang
membanggakan dirinya menjadi seorang penyair, dengan menyatakan dia sebagai ahli
matematika terbaik di antara penyair dan penyair terbaik di antara matematikawan.
Pada tahun 1798, Gauss kembali ke Brunswick, di mana ia memperoleh gelar
yang agak genting terkait les privat. Ketika dia tidak berhasil mendapatkan murnid,
Duke Ferdinand memberinya pensiun tetap sehingga dia bisa mengabdikan dirinya
sepenuhnya untuk pekerjaan ilmiah dan tidak terhalang oleh kekhawatiran keuangan.
Selama periode ini, Gauss sering berkonsultasi dengan perpustakaan matematika
Universitas Helmstädt dan di sana berkenalan dari Johann Fredrich Pfaff,
matematikawan paling terkenal di Jerman. Karya ilmiah pertama Gauss yang
diterbitkan adalah disertasinya yang terkenal, yang ditulis di bawah Pfaff, atas dasar
itu ia diberikan gelar doktor dari Helmstädt tanpa perlu penyelidikan. Tesis doktor
dengan judul “Bukti Baru Teorema Bahwa Setiap Fungsi Rasional Integral dari Satu
Variabel Dapat Diuraikan Menjadi Faktor Nyata dari Tingkat Pertama atau Kedua,”
memberikan bukti substansial pertama (walaupun tidak ketat oleh standar, modern)
dan apa yang disebut teorema dasar aljabar. Meskipun nama teorema dasar aljabar
tampaknya telah diperkenalkan dihasilkan oleh Gauss, hasilnya sendiri sudah
familiar, setelah menolak demonstrasi percobaan oleh d’Alembert (1746) Euler
(1749), dan Lagrange (1772). Dari teorema dasar aljabar, Gauss melanjutkan suksesi
kemenangan, setiap penemuan baru mengikuti jejak yang sebelumnya. Teori bilangan
ide-ide yang menumpuk sejak hari-harinya di Caroline College akhirnya dibawa
bersama-sama dalam seorang jenius matematika dari urutan pertama. Disquisitiones
Arithmetica, sebuah karya yang langsung memenangkan pengakuan Gauss, namun
pencapaian Gauss yang paling luar biasa lebih pada ratnah teoritis astronomi daripada
matematika. Keberhasilan ini membawa ketenaran Gauss di seluruh dunia dan
menyebabkan tawaran janji di St Petersburg Academy, jabatan yang dia tolak
Ada satu kesempatan lain ketika seorang matematikawan Prancis menengahi
pihak berwenang atas nama Gauss. Sophie Germain (1776-1831), terpesona oleh
karya Gauss mahakarya teori bilangan. Disquisitiones Arithmeticae (1801), telah
dimulai mengirimnya beberapa hasil penyelidikan matematikanya sendiri Karena dia
takut bahwa dia mungkin berprasangka terhadap seorang ahli matematika wanita, dia
menggunakan nama pena M.Leblanc, dan memang Gauss tidak mencurigai identitas
sebenarnya dari M. Leblanc sampai tahun 1806. Pasukan Prancis telah menduduki
Brunswick dan mengepung Hanover Khawatir atas keselamatan pria besar itu,
Germain bertanya kepada jenderal yang memimpin pasukan Prancis seorang teman
keluarga, untuk mengirim cer untuk melihat bagaimana nasib Gauss. Ini
mengembangkan bahwa Gauss aman dan baik-baik saja, tetapi dia menyangkal
pengetahuan tentang Mile. Germain karena, bagaimanapun juga, satu-satunya
kontaknya adalah dengan M. Leblanc. Kebingungan itu akhirnya benar dalam
pertukaran surat. Ironisnya, terlepas dari korespondensi mereka yang luas, German
dan Gauss tidak pernah bertemu, dan sebelum Universitas Göttingen memberikannya
kehormatan gelar doktor yang direkomendasikan Gauss,Sophie Germain meninggal.
Bersamaan dengan penelitiannya yang murni teoretis dalam matematika, Gauss
mengejar bekerja di beberapa bidang ilmu terkait, terutama fisika, mekanika, dan teori
astronomi. Pada tahun 1831, Wilhelm Weber (1804-1891) dipanggil ke Göttingen at
Saran Gauss unnak mengambil kursi dalam fisika Di sana ia menjadi kolaborator
Gauss dalam menyehdiki intensitas gaya magnet bumu. Gauss dan Weber adalah
pertama yang berkomunikasi melalui telegraf elektromagnetik ketika, pada tahun
1833, mereka terhubung observatorium astronomi dan laboratorium fisika dengan
jarak dua mil kabel. Tak lama kemudian, secara tidak sengaja ditemukan (di Bavaria)
bahwa itu cukup tidak perlu meletakkan dua kabel, karena bumi memberikan arus
balik. Lagi metode yang efisien datang pada tahun 1837 dengan karya Samuel Morse.
Pada pertengahan 1800-an, matematika telah berkembang menjadi struktur yang
sangat besar dan berat, dibagi menjadi banyak bidang di mana hanya spesialis yang
tahu jalannya. Gauss adalah yang terakhir ahli matematika yang lengkap, dan tidak
berlebihan unnık mengatakan bahwa dia berada di tingkat tertentu berhubungan
dengan hampir semua aspek subjek. Orang-orang sezamannya menganggapnya
sebagai Princeps Mathematicorum (Pangeran Matematikawan), setara dengan
Archumedes dan Isaac Newton. Ini dinlustrasikan dalam sebuah insiden kecil, Saat
ditanya siapa yang matematikawan terbesar di Jerman, Laplace menjawab, “Mengapa,
Piaff” Ketika penanya menunjukkan bahwa dia akan mengira Gauss adalah, Laplace
menjawab, “Pfaff adalah sejauh ini yang terbesar di Jerman, tetapi Gauss adalah yang
terbesar di seluruh Eropa.”
Meskipun Gauss menghiasi setiap cabang matematika, ia selalu memegang toon
bilangan dalam penghargaan dan kasih sayang yang tinggi. Dia terkenal bersikeras,
“matematika adalah Rat sais, dan teori bilangan adalah ratu matematika Publikasi dari
Disquisitiones Arithmeticae (Investigasi Aritmatika), yang muncul pada tahun 1801
ketika Gauss berusia 24 tahun, meletakkan dasar-dasar teori bilangan modern.
Legenda memilikinya bahwa sebagian besar Disquisitiones Arithmeticae telah
diserahkan sebagai memoar kepada Akademi Prancis tahun sebelumnya dan telah
ditolak dengan cara yang, bahkan seandainya pekerjaan itu tidak berharga seperti
yang diyakini wasit, tidak akan dapat dimaafkan kasar (Dalam upaya untuk
meletakkan kisah fitnah ini untuk beristirahat, cers akademi membuat pencarian
lengkapi dari catatan permanen mereka pada tahun 1935 dan menyimpulkan bahwa
Diskusisi tidak pernah diajukan, apalagi ditolak) “Ini benar-benar mencengangkan,”
kata Leopold Kronecker, “untuk berpikir bahwa seorang pria lajang dari tahun-tahun
muda dapat membawa ke menerangi hasil yang begitu kaya, dan di atas segalanya
untuk menyankan hasıl yang begitu mendalam dan terorganisir dengan baik
pengobatan disiplin yang sama sekali baru.”
Sebagai rasa terima kasih atas semua yang telah dilakukan Duke of Brunswick
untuknya, Gauss mendedikasikan yang Disquisitiones untuk dermawan nya. “Jika
bukan karena dukunganmu yang tak henti-hentinya studi saya, “kata Gauss dalam
dedikası yang panjang dan berutang "Saya tidak akan mampu mengabdikan diri
sepenuhnya untuk cinta saya yang pemah gairah, studi matematika" NS kata-kata
bukanlah pembelaan kosong, karena jika pernah seorang pelindung pantas mendapat
penghormatan dari anak didik, Ferdinand pantas mendapatkannya dari Gauss. Duke
telah membiayai pendidikan kaum muda keajaiban, memberinya pensiun tahunan
setelah menyelesaikan studinya, dan bahkan membayar pencetakan disertasi
doktoralnya.
Adapun perkembangan teori bilangan dari Gauss adalah sebagai berikut:
Pernah pada suatu ketika Gauss dan teman-temannya diberi tugas oleh guru
matematika bernama 1. G. Buttner untuk menjumlahkan bilangan 1 hingga 100.
Gauss yang baru berusia 10 tahun. langsung menjawab hanya beberapa detik saja.
Ternyata, ia hanya menjumlahkan tiap-tiap ujung bilangan, seperti 1 + 100 - 101 2 +
99 = 101 dan 3-98-101.
Keajaiban Gauss lainnya, adalah bisa mengetahui tanggal lahirnya sendiri, karena
ibunya tidak memiliki akta kelahirannya. IA menggunakan satu-satunya informasi
yang dimilikinya, yaitu Gauss lahir pada rabu, 8 hari sebelum libur paskah.
Saat memasuki bangku kuliah, pada usia 19 tahun, Gauss menemukan
Heptadecagon (polygon 17 sisi). Di Universitas Gottingen, karya Gauss dapat
diperbandingkan dengan karya para matematikawan lain dan hasilnya memang
mencolok Gauss membagi bilangan dimulai dari bilangan kompleks. Dari bilangan
kompleks itu, kemudian diturunkan hilangan-hilangan lain, seperti bilangan real,
sebagai contoh sebenamya adalah bilangan dalam bentuk a + bi dimana a adalah
bilangan real dan b = 0 deg Bilangan imajiner adalah bilangan kompleks yang
mempunyai bentuk sama dengan a = 0 dan b adalah bilangan real.
Keberadaan bilangan kompleks tidak hanya mempengaruhi aljabar, tetapi juga
berdampak pada analisis dan geometri. Teori fungsi dari bilangan kompleks
kemudian dikembangkan: Geometri diferensial (angka) mutlak dan analisis vector
snagan vital bagi sans modern berkembang sehingga dikenal bilangan-bilangan
setengah real dan setengah imajiner.
Bilangan kompleks dapat ditambah, dikurang, dikali, dibagi, dipangkat, atau
dicari hasil akamya dalam kasos dimana bilangan kompleks dalam bentuk a =
b*a_{i} meskipun a,b atau keduanya mungkin sana dengan nol. Bilangan baru dapat
dibuat untuk melakukan operasi terhadap hilangan-bilangan kompleks. Sistem
bilangan aljabar lama sekarang tertutup, untuk penggunaan bilangan-bilangan
kompleks, semua bentuk persamaan dapat diselesaikan dan semua jenis operasi dapat
dilakukan prestasi penutupan system matematika (ini aalah misi manusia terus
mencari-cari sejak jaman Phytagoras).
Gauss meninggal di usia 77 tahun pada 2 Februari 1855. La lalu berpesan saat
meninggal dunia kelak agar heptadecagon regular ditorehkan di batu nisannya, tetapi
terlalu sulit bagi tukang batu, yang mengatakan bahwa itu hanya akan terlihat seperti
lingkaran tambahan.
Teori Gauss. Isi tesis doctoral adalah membuktikan teorema dasar aljabar,
membuktikan bahwa polynomial pangkat kuadrat adalah pangkat 2 dan kubik adalah
pangkat 3. Quartric adalah pangkat 4. Dst. Mempunyai hasil akar pangkat juga. Hal
tersebut valid apabila perlakuan terhadap bilangan imajiner sama seperti bilangan
real.
Untuk bilangan real:
X ^ 4 + 2x ^ 3 + 9 = 0 akan mempunyai 4 hasil bilangan akar.
X ^ 3 + x ^ 2 + 2x + 4 = 0 akan mempunyai 3 hasil bilangan akar
Untuk bilangan imajiner:
X ^ 2 + 4 = 0 tidak dapat diselesaikan apabila bilangan real yang dipakai. Sehingga,
hasil yang diperoleh adalah plus/minus 2 * sqrt(- 1) , seperti dinyatakan oleh Euler
bahwa ekspresi sqrt(- 1) dan sqrt(- 2) tidak dimungkinkan atau merupakan bilangan-
bilangan imajiner, karena akar bilangan adalah negative ini artinya tidak ada apa
(nothing), karena bukan bilangan dan bukan pula bilangan 1 yang lebih besar dari
sesuatu yang tidak ada (nothing). Gauss menyatakan bahwa bilangan negative juga
termasuk dalam system bilangan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada abad ke-17 dan ke-18, probabilitas dan teori bilangan mulai berkembang
menjadi cabang matematika yang lebih terstruktur. Dalam probabilitas, Blaise Pascal dan
Pierre de Fermat membuka jalan dengan korespondensi mereka tentang masalah
perjudian, yang menjadi dasar teori probabilitas modern. Pada abad ke-18, kontribusi
lebih lanjut diberikan oleh Abraham de Moivre melalui buku *The Doctrine of Chances*,
yang memperkenalkan konsep distribusi probabilitas, dan Pierre-Simon Laplace, yang
mengembangkan probabilitas bayesian serta metode analitik untuk aplikasi probabilitas
dalam ilmu pengetahuan.
Di sisi lain, teori bilangan berkembang melalui karya Pierre de Fermat, yang
merumuskan banyak teorema, termasuk "Last Theorem"-nya yang terkenal, meskipun
tanpa bukti formal. Pada abad ke-18, Leonhard Euler memberikan kontribusi besar
dengan menyusun banyak ide Fermat menjadi bentuk yang lebih terorganisir dan
membuktikan beberapa teorema penting. Euler juga memperkenalkan konsep fungsi
totient, membuka jalan bagi teori bilangan modular, dan menghubungkan teori bilangan
dengan analisis melalui formula seperti identitas Euler. Perkembangan dalam dua bidang
ini tidak hanya memberikan dasar teoritis yang kokoh tetapi juga mempersiapkan
matematika untuk aplikasinya dalam statistika, kriptografi, dan ilmu komputer di masa
mendatang.
B. Saran
Demikian makalah tentang “Matematika abad 17 dan 18” mata kuliah
Sejarah Matematika yang tentunya masih jauh dari kesempurnaan. Penulis sadar
bahwa ini merupakan proses dalam menempuh pembelajaran, untuk itu penulis
mengharapkan kritik serta saran yang membangun dan kesempurnaan hasil
dari makalah ini. Harapan kami semoga dapat dijadikan suatu ilmu yang
bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni dan Irviani (2017, 13). 2019. “Teorema Bayes.” Journal of Chemical Information and
Modeling 53 (9): 1689–99.
Nurhodijah, Afirah. 2017. “Segitiga Pascal Dan Kegunaannya.” Universitas Negeri Jakarta.
Nurulisya, Fakhira, Nadiah Setiyowati, and Rizma Elfariana. 2018. “Matematika Abad 17.”
Pane, Saut, and K. Silvanita. 2022. “Teori Probabilitas Statistika.” Laporan BKD Semester
Ganjil 2021/2022 Jakarta, Februari 2022, 1–45.
Puji, Etty, Lestari Gunoro, Nupikso Etik, and Ipda Riyani. 2015. “Biografi Jacob Berneoulli.”
Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh 16 (1): 1–9.