0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan26 halaman

Rantai Nilai Dan Model Bisnis

Diunggah oleh

annisa ahmad
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan26 halaman

Rantai Nilai Dan Model Bisnis

Diunggah oleh

annisa ahmad
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

POLITEKNIK PENGADAAN

NASIONAL

RANTAI NILAI DAN


MODEL BISNIS
ANNISA AHMAD (1017089602)
Materi Pembelajaran
Rantai Nilai

Kanvas Model Bisnis

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL


Tujuan
Pembelajaran
Menjelaskan aktivitas-aktivitas utama Menjelaskan bentuk bisnis model yang
dan pendukung untuk menjalankan ide cocok untuk menjalankan ide usaha
usaha dan melakukan evaluasi
aktivitas-aktivitas penting yang harus
Iilakukannya pada tahap awal ketika
mulai menjalankan bisnisya.

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL


Rantai Nilai
Rantai nilai mengambarkan sebuah rangkaian dan proses di mana nilai
tambah dapat ditingkatkan atau dicapai dengan mengenali serangkaian
elemen aktivitas sebuah ide usaha. Porter (1998) menjelaskan ada dua
aktivitas dalam bisnis yaitu aktivitas utama (primary activities) dan
aktivitas pendukung (support activities). Aktivitas utama adalah
aktivitas yang terlibat secara langsung dalam proses penciptaan nilai,
saat bahan baku diubah menjadi produk hingga produk tersebut tiba di
tangan konsumen. Sementara itu, aktivitas pendukung adalah semua
aktivitas yang harus dimiliki oleh sebuah usaha agar aktivitas utama
bisa berjalan dengan baik. POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL
Rantai Nilai (Porter, 1998)
Rantai Nilai

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL


Selisih antara biaya dari
keseluruhan aktivitas per produk
dengan harga produk disebut
dengan margin atau keuntungan
dari keseluruhan proses bisnis.
Melakukan analisis ini secara
menyeluruh akan mempermudah
pelaku usaha mengidentifikasi
aktivitas-aktivitas fokus demi
memperkuat nilai yang ingin
dilakukan perusahaan, serta
meminimalisasikan aktivitas tidak
POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL
penting.
Kanvas Model Bisnis
Sebuah model bisnis menjelaskan
rasional tentang cara sebuah
organisasi menciptakan dan
menyampaikan nilai yang diusung
dalam ide usahannya. Model bisnis ini
juga memberikan sebuah gambaran
logis tentang cara sebuah usaha bisa
menciptakan uang. Pada prinsipnya,
ada empat komponen dalam model
bisnis: POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL
Segmentasi Konsumen
Segmentasi konsumen adalah sekumpulan orang atau organisasi yang
akan dilayani atau diraih oleh usaha yang akan atau sudah dijalankan.
Agar bisa melayani konsumen, maka wirausaha perlu melakukan
pengelompokan konsumen dalam beberapa perbedaan segmen dengan
kebutuhannya yang umum, perilaku, atau atribut-atribut lainnya.

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL


Dua pertanyaan penting yang harus dijawab untuk
menentukan segmentasi konsumen adalah:
1. “Untuk siapakah barang atau jasa yang dibuat
ditawarkan?”
2. “Siapa calon atau konsumen yang paling
penting?”

Kelompok konsumen menampilkan beberapa


perbedaan segmen, jika:
Mereka memiliki kebutuhan yang spesifik atau
berbeda
Mereka hanya bisa dicapai dengan saluran
distribusi tertentu
Mengelola hubungan dengan mereka
membutuhkan cara tertentu
Mereka bersedia membayar untuk aspek tertentu
dari produk/jasa yang ditawarkan
POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL

Proposisi Nilai
Proposisi Nilai menggambarkan nilai (value) yang ditawarkan dari
produk dan layanan pada segmentasi konsumen yang spesifik. Dengan
kata lain, proposisi nilai juga menjelaskan alasan kenapa segmentasi
konsumen membeli produk yang ditawarkan atau memilih untuk
membeli barang atau jasa dari perusahaan lain.
Beberapa elemen proposisi nilai yang bisa dipikirkan sejak awal
pada usaha yang akan ditawarkan adalah:
1. Kebaruan: Apakah ada hal baru ditawarkan dari barang atau
jasa yang akan atau sedang dijalankan, yang berbeda dari
yang sudah ditawarkan di pasaran (nilai yang diberikan oleh
pesaing).
2. Kinerja (performance): Apakah barang atau jasa yang
ditawarkan memilikitawaran kinerja yang lebih baik yang
dibutuhkan oleh konsumen, yang belum dimiliki oleh
produk yang ada di pasaran saat ini.
3. Pengubahsuaian (customization): Apakah barang atau jasa
yang ditawarkan juga menawarkan permintaan khusus dari
segmentasi konsumen tertentu? Hal ini banyak dilakukan
untuk produk-produk untuk jenis Business to Business (B to
B) atau juga sering kali kita temui pada produk mode, yakni
ada pakaian hanya dibuat dengan satu model, sehingga
konsumen memiliki perasaan eksklusif ketika membeli
pakaian tersebut.
4. Mempermudah pekerjaan konsumen: Apakah produk dan jasa
yang ditawarkan menawarkan sesuatu yang mempermudah
pekerjaan konsumen, yang mungkin tidak ditawarkan oleh produk-
produk yang sudah ada di pasaran saat ini.
5.) Desain (design): Apakah produk yang ditawarkan memiliki desain
yang berbeda dari produk sebelumnya. Bisanya proposisi nilai ini
banyak ditawarkan pada produk-produk kreatif atau jenis dengan
proposisi nilai lain, seperti mempermudah kerja konsumen pada
produk-produk elektronik.

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL


6. Brand atau status: Biasanya ini ditonjolkan oleh produk-produk mewah untuk
memberikan status sosial tertentu pada konsumennya.
7. Harga: Apakah harga yang ditawarkan memiliki harga yang berbeda dari produk
yang sudah ada di pasar.
8. Pengurangan biaya: Apakah barang atau jasa yang ditawarkan memberikan atau
menawarkan efisiensi atau pengurangan biaya ketika konsumen melakukan
pekerjaannya.
9. Pengurangan risiko: Apakah produk yang ditawarkan mampu memberikan
pengurangan risiko ketika melakukan pekerjaannya.
10. Mempermudah akses
11. Kenyamanan

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL


Saluran
Saluran menjelaskan strategi berkomunikasi perusahaan dan cara
perusahaan mengantarkan proposisi nilai dari barang atau jasa yang
ditawarkan kepada konsumennya. Ada beberapa fungsi saluran yang
harus direncanakan oleh perusahaan:
1) Bentuk saluran apa yang bisa meningkatkan kepedulian (awareness)
konsumen terhadap barang atau jasa yang ditawarkan? Biasanya
kepedulian konsumen ditingkatkan dalam bentuk iklan dan berbagai
materi promosi untuk memperkenalkan barang atau jasa tersebut.
2) Bentuk fasilitas yang disediakan oleh perusahaan untuk membantu
konsumen mengevaluasi proposisi nilai. POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL
3.) Bagaimana konsumen bisa mendapatkan atau membeli barang atau
Rantai Nilai
jasa yang ditawarkan. Yang paling umum misalnya membuka toko
sendiri.
4.) Bagaimana perusahaan mengantar proposisi nilai kepada konsumen.
5.) Apakah perusahaan juga menyediakan fasilitas purnajual kepada
konsumen, dan jika ya, bagaimana konsumen dapat mengaksesnya.

Ada lima fase saluran yang harus disiapkan oleh perusahaan, yaitu:
1) kepedulian (awareness)
2) evaluasi (evaluation)
3) pembelian (purchasing)
4) pengantaran (delivery)
5) purnajual (after sales)

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL


Hubungan pelanggan (consumer relationship)

Hubungan pelanggan menjelaskan tipe


hubungan yang ingin dibangun oleh
perusahaan dengan konsumen-konsumen
tertentu. Terkadang, hubungan antara
perusahaan atau produk dapat terjadi
dengan sendirinya, tetapi tidak jarang
perusahaan harus menciptakan cara untuk
bisa membangun hubungan dengan
konsumennya. Hubungan pelanggan ini
penting untuk menjaga loyalitas konsumen,
menjaga stabilitas, dan meningkatkan jumlah
POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL
penjualan.
Arus Pemasukan (revenue stream)
Arus pemasukan menggambarkan cara
perusahaan memperoleh uang dari masing-
masing segmen konsumennya. Perusahaan harus
bertanya pada dirinya sendiri mengenai
peruntukan nilai setiap segmentasi konsumen
yang benar-benar bersedia melakukan
pembayaran. Setiap arus pemasukan seharusnya
memiliki macam mekanisme pembayaran, seperti
membayar harga produknya, menjual karena jasa
atau kegunaan yang ditawarkan, biaya
berlangganan, sewa, royalti atau lisensi, dan lain-
lain. POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL
Sumber daya kunci (key resources)
Sumber daya kunci menjelaskan aset-aset yang paling penting dimiliki
perusahaan agar model bisnis bisa berjalan. Setiap model bisnis harus
memiliki sumber-sumber daya kunci yang memungkinkan perusahaan
dapat menciptakan dan menawarkan proposisi nilai yang ingin
ditawarkannya kepada pasar, menjaga hubungan dengan konsumennya,
dan mendapatkan pemasukan bagi bisnisnya.

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL


Perusahaan harus memiliki aktivitas
penting (utama) agar bisnis model yang
dirancang dapat berjalan dengan baik.
Sama dengan sumber daya kunci, aktivitas
Aktivitas Kunci kunci juga perlu menjelaskan ragam
(key activities) aktivitas yang dibutuhkan agar proposisi
nilai bisnis bisa sampai kepada segmentasi
konsumen yang dituju, memelihara
hubungan pelanggan, dan strategi untuk
menghasilkan uang dari bisnis yang sedang
didesain.
Kemitraan Kunci (key partnership) POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL

Kemitraan kunci menjelaskan jejaring pemasok dan kemitraan lain yang


mendukung agar bisnis model bisa berjalan. Perusahaan memiliki banyak alasan
untuk membutuhkan kemitraan dengan pihak lain. Alasan yang umum adalah
mengoptimalisasi bisnis modelnya, mengurangi risiko, atau untuk memenuhi
ketidakcukupan sumber daya yang dimiliki. Ada empat model kemitraan yang
biasa dilakukan perusahaan: Pertama, aliansi strategis (strategic alliances)
dengan perusahaan lain yang bukan pesaing bisnis. Kedua, kerja sama atau
kemitran strategis antarpesaing. Ketiga, usaha patungan atau joint venture, yakni
membangun bisnis baru bersama.
Struktur biaya (cost structure)
Struktur biaya menjelaskan semua biaya yang
dikuluarkan untuk mengoperasikan model bisnis
agar dapat menciptakan dan mengantarkan nilai,
memelihara hubungan dengan konsumen, dan
menghasilkan pemasukan. Untuk menentukan
struktur biaya, diperlukan identifikasi biaya tetap
(fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) yang
harus dikeluarkan ketika mengoperasikan model
bisnis. Biaya tetap adalah biaya-biaya yang relatif
sama walau pun ada perbedaan volume dari barang
atau jasa yang ditawarkan. Sementara itu, biaya
variabel adalah biaya yang bervariasi atau berubah
tergantunng dengan volume barang atau jasa yang
ditawarkan.
Contoh Urutan Pembuatan Kanvas Model Bisnis

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL


Memahami proses usaha yang dilakukan adalah
tahapan berikutnya yang harus dipetakan oleh
seorang wirausaha. Proses usaha ini khususnya
mencakup dua hal:
1) melakukan pemetakan aliran penciptaan nilai,

Kesimpulan
yaitu menggunakan analisis rantai nilai (value
chain analysis) sehingga seorang pebisnis bisa
mengidentifikasi sejak dini cara pengelolaan dan
kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk
memulai menjalakan ide bisnisnya
2) mengembangkannya menjadi lebih konkret
sebuah bisnis model.
Rantai Nilai
Tugas Individu
Ringkas Jurnal Rantai Nilai dan Model Bisnis Fashion pada Brand Lokal
File Jurnal sudah diupload di Google Classroom
Format tugas (Pdf)
Deadline (Jumat, 20 Desember 2024, 23:59)

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL


Terima Kasih

POLITEKNIK PENGADAAN NASIONAL

Anda mungkin juga menyukai