0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan7 halaman

Prakiraan Dampak Air Larian

Bab 3 membahas prakiraan dampak penting dari rencana kegiatan Penataan Koridor Monpera Jawa Barat, dengan fokus pada dampak terhadap air larian. Prakiraan dilakukan berdasarkan kriteria penentu dampak penting yang mencakup jumlah penduduk yang terkena dampak, luas wilayah, dan intensitas dampak. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek ini akan meningkatkan kuantitas air permukaan dan mempengaruhi saluran drainase yang direncanakan.

Diunggah oleh

Nida Nurrofa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan7 halaman

Prakiraan Dampak Air Larian

Bab 3 membahas prakiraan dampak penting dari rencana kegiatan Penataan Koridor Monpera Jawa Barat, dengan fokus pada dampak terhadap air larian. Prakiraan dilakukan berdasarkan kriteria penentu dampak penting yang mencakup jumlah penduduk yang terkena dampak, luas wilayah, dan intensitas dampak. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek ini akan meningkatkan kuantitas air permukaan dan mempengaruhi saluran drainase yang direncanakan.

Diunggah oleh

Nida Nurrofa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 3 Prakiraan Dampak Penting

BAB 3
PRAKIRAAN DAMPAK PENTING
PENINGKATAN AIR LARIAN

Pada Bab 3 ini akan diprakirakan besaran dampak dan tingkat penting dampak untuk
setiap dampak penting hipotetik sebagai akibat dari rencana kegiatan Penataan Koridor
Monpera Jawa Barat. Prakiraan dampak dilakukan dengan cara menilai masing-masing
dampak menggunakan kriteria penentu dampak penting berdasarkan Pasal 3 ayat (1)
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan dan Pasal 22 ayat
(2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup. Adapun faktor penentu dampak penting adalah:
1. Jumlah manusia yang terkena dampak
2. Luas wilayah persebaran dampak
3. Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
4. Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak
5. Sifat kumulatif dampak
6. Sifat berbalik atau tidak berbaliknya dampak
7. Kriteria lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Mengingat tujuan dari prakiraan dampak ini adalah untuk lebih memfokuskan penanganan
lingkungan, maka prakiraan dampak dilakukan terhadap dampak langsung (dampak
primer) dan tidak langsung (dampak sekunder/ikutan). Prakiraan ini bermaksud
menyeleksi dampak langsung yang dianggap penting. Jika suatu dampak yang
diprakirakan akan muncul memenuhi beberapa nilai penting pada beberapa kriteria
tersebut di atas, maka dampak tersebut dianggap sebagai dampak penting. Dampak
tersebut ditunjukkan berdasarkan kriteria pentingnya dampak yaitu:
-P : Dampak Negatif Penting
+P : Dampak Positif Penting
- TP : Dampak Negatif Tidak Penting
+ TP : Dampak Positif Tidak Penting

Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)


Penataan Koridor Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Jawa Barat
3-1
BAB 3 Prakiraan Dampak Penting

Berdasarkan kriteria dan kategori penentuan penting/tidaknya dampak, maka dilakukan


keputusan akhir untuk menentukan tingkat kepentingan dampak rencana kegiatan proyek
terhadap lingkungan untuk setiap parameter lingkungan. Tingkat kepentingan dampak
yang digunakan adalah Dampak Penting (P) dan Dampak Tidak Penting (TP). Kriteria
penetapan tingkat kepentingan dampak adalah sebagai berikut (berdasarkan expert
judgment) :
1) Jika kriteria nomor 1 (Jumlah penduduk yang terkena dampak) masuk dalam kriteria
penting, maka prakiraan dampak adalah Penting (P).
2) Jika jumlah kriteria P (Penting) ≥ 3 maka prakiraan dampaknya adalah Penting (P).
3) Jika jumlah P ≤ 2 maka prakiraan dampaknya adalah Tidak Penting (TP), kecuali:
- Jika kondisi kualitas lingkungan (kualitas udara ambien, kebisingan, kualitas air
sungai, kualitas air sumur) tidak memenuhi baku mutu, maka dampak
dikategorikan penting.
- Jika kualitas lingkungan tidak melebihi baku mutu, namun sifatnya sinergi dengan
dampak lain atau bersifat antagonis dengan dampak lain, maka dikategorikan
dampak penting.
- Jika dampak yang dihasilkan pulihnya lama, maka dikatagorikan dampak penting.
- Jika dampak terhadap lalu lintas menghasilkan V/C ratio D,E,F maka
dikatagorikan dampak penting.
- Untuk aspek yang tidak ada baku mutunya, seperti flora dan fauna, dikatakan
dampak penting bila kegiatan berdampak terhadap flora dan fauna yang langka.
Adapun Kriteria Penentuan Penting (P) atau Tidak Penting (TP) sesuai dengan
Tabel 3.1.

Tabel 3. 1 Kriteria Penentuan Penting (P) atau Tidak Penting (TP)


Faktor Penentu Sifat Penting Dampak
No
Dampak Penting Tidak Penting (TP) Penting (P)
1. Besarnya jumlah Jumlah penduduk yang Jumlah penduduk yang
penduduk yang akan menerima dampak menerima dampak positif
terkena dampak rencana positif penting lebih penting lebih kecil atau
usaha dan atau kegiatan besar dari jumlah sama dengan jumlah
penduduk yang terkena penduduk yang terkena
dampak negatif penting dampak negatif penting
2. Luas wilayah penyebaran Luas wilayah Luas wilayah penyebaran
dampak penyebaran dampak dampak lebih besar
lebih kecil dibandingkan dibandingkan dengan
dengan luas wilayah luas wilayah rencana
rencana kegiatan kegiatan
3. Intensitas dan Lamanya Dampak Berlangsung
a. Intensitas dampak Ringan, populasi Sedang sampai berat,
terkena dampak tidak populasi terkena dampak
terpengaruh terpengaruh

Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)


Penataan Koridor Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Jawa Barat
3-2
BAB 3 Prakiraan Dampak Penting

Faktor Penentu Sifat Penting Dampak


No
Dampak Penting Tidak Penting (TP) Penting (P)
b. Lamanya dampak <1 tahapan kegiatan >1 tahapan kegiatan
berlangsung
4. Banyaknya komponen Hanya merupakan Menimbulkan dampak
lingkungan hidup lain dampak primer sekunder dan dampak
yang terkena dampak lanjutan lainnya
5. Sifat Kumulatif dampak Tidak kumulatif Kumulatif tidak dapat
diasimilasi oleh
lingkungan
6. Berbalik atau tak Dampaknya dapat Dampaknya tidak dapat
berbaliknya dampak dipulihkan (berbalik) dipulihkan (tidak berbalik)
7. Kriteria lain sesuai Dampak penting negatif Dampak penting negatif
dengan perkembangan yang ditimbulkan dapat yang ditimbulkan tidak
ilmu pengetahuan dan ditanggulangi oleh ilmu dapat ditanggulangi oleh
teknologi pengetahuan dan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang tersedia teknologi yang tersedia

TAHAP OPERASIONAL
Peningkatan Air Larian
Operasional Koridor Monpera
Sifat Dampak
Penataan koridor Monpera akan menambah lahan terbuka hijau, sehingga taman menjadi
tertata lengkap dengan fasilitas sarana dan prasarana, seperti Welcome Plaza, Life Style
Plaza, Festive Plaza. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan operasional koridor Monpera
berdampak positif terhadap air larian.

Besaran Dampak
Kondisi lahan sebelum konstruksi yaitu tahun 2020 merupakan daerah lahan terbuka dan
yang kedap air, dengan luas daerah tertutup ± 41.841,18 m2 dan lahan terbuka ±
8.958,82 m2. Untuk mengetahui debit limpasan air permukaan tapak kegiatan pada saat
itu, dengan koefisien limpasan air permukaan tapak kegiatan dapat dilihat pada Tabel
3.37.
Tabel 3. 2 Debit Banjir Rencana Tapak Kegiatan Tahun 2020
T I Terbuka Tertutup Debit
No.
(tahun) (mm/jam) Crun off Luas (m2) Crun off Luas (m2) (m3/detik)
1. 2 15,41 0,6 8.958,82 0,9 41.841,18 0,512
2. 5 19,22 0,6 8.958,82 0,9 41.841,18 0,639
3. 10 21,75 0,6 8.958,82 0,9 41.841,18 0,723
4. 25 24,94 0,6 8.958,82 0,9 41.841,18 0,829
5. 50 27,31 0,6 8.958,82 0,9 41.841,18 0,908
6. 100 29,66 0,6 8.958,82 0,9 41.841,18 0,986
Sumber : Analisa Konsultan 2020
Catatan : Perhitungan curah hujan I diambil dari sumber kegiatan sejenis di sekitar lokasi (Hotel dan
Convention Centre)

Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)


Penataan Koridor Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Jawa Barat
3-3
BAB 3 Prakiraan Dampak Penting

Untuk menghitung dan memprediksi prakiraan besaran dampak peningkatan kuantitas air
permukaan (air larian) pada kegiatan penataan koridor Monpera dapat diuraikan sebagai
berikut:

Penggunaan lahan direncanakan di atas lahan 5,08 Ha sehingga merubah tutupan lahan
menjadi area :
 Welcome plaza : 3.124,82 m2
 Life Style Plaza : 10.512,82 m2
 Festive plaza : 8.052,78 m2
 Jalan/Pedestrian : 29.107.40 m2
 RTH total : 13.670 m2

Tabel 3. 3 Debit Banjir Rencana Tapak Kegiatan Setelah Pembangunan


T I Bangunan Taman Debit
No.
(tahun) (mm/jam) C Luas (m2) C Luas (m2) (m3/detik)
1. 2 15,41 0,73 37.130 0,6 13.670 0,642
2. 5 19,22 0,73 37.130 0,6 13.670 0,801
3. 10 21,75 0,73 37.130 0,6 13.670 0,907
4. 25 24,94 0,73 37.130 0,6 13.670 1,040
5. 50 27,31 0,73 37.130 0,6 13.670 1,139
6. 100 29,66 0,73 37.130 0,6 13.670 1,237
Sumber: Analisis Konsultan, 2020

Untuk menganalisis apakah saluran drainase perkotaan yang direncanakan dengan type
saluran U-Ditch lebar 50 cm dan kedalaman 70 cm mampu menampung debit banjir untuk
periode ulang hingga 100 tahun yang akan datang, maka dilakukan perhitungan simulasi
dimensi saluran berupa luas penampang saluran minimum yang diperlukan. Percobaan
simulasi dimensi saluran dilakukan dengan mempergunakan formula dasar :

Q=AV
Keterangan :
Q = debit saluran pada kala ulang (m3/detik)
A = luas penampang basah = (m2)

V = kecepatan aliran saluran terbuka = (m/detik)

R = jari-jari hidrolik = (m)

P = keliling penampang basah = B + 2h (m)


n = nilai kekasaran Manning, diambil nilai = 0,026
S = kemiringan dasar saluran = 0,013398
B&h = lebar dan tinggi saluran (m)
A = luas penampang saluran (m2)
Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
Penataan Koridor Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Jawa Barat
3-4
BAB 3 Prakiraan Dampak Penting

Hasil simulasi dimensi saluran drainase perkotaan debit banjir rencana kegiatan dapat
ditampilkan pada Tabel 3.39.

Tabel 3. 4 Perhitungan Simulasi Dimensi Saluran Perkotaan Terhadap Debit Banjir


Rencana Kondisi Eksisting dan Pengembangan
Qsaluran
Periode Q setelah B h P R A
Q ekisting rencana
No Ulang terbangun n S (m) (m) (m) (m) (m2)
3
(m /det) (m3/det)
(T) (m3/det)
1. 2 0,512 0,642 0,026 0,013398 0,5 0,7 1,9 0,184 0,35 1,441
2. 5 0,639 0,801 0,026 0,013398 0,5 0,7 1,9 0,184 0,35 1,441
3. 10 0,723 0,907 0,026 0,013398 0,5 0,7 1,9 0,184 0,35 1,441
4. 25 0,829 1,040 0,026 0,013398 0,5 0,7 1,9 0,184 0,35 1,441
5. 50 0,908 1,139 0,026 0,013398 0,5 0,7 1,9 0,184 0,35 1,441
6. 100 0,986 1,237 0,026 0,013398 0,5 0,7 1,9 0,184 0,35 1,441
Sumber : Hasil perhitungan, 2020
Keterangan : Perhitungan air larian ini tidak termasuk air larian yang ditampung dan diimbuhkan kedalam
sumur resapan

Dari tabel tersebut di atas, saluran drainase yang direncanakan mampu menampung debit
limpasan air permukaan dengan adanya kegiatan pembangunan,

Tabel 3. 5 Besaran Dampak Peningkatan Kuantitas Air Permukaan Pada Kegiatan


Operasional Koridor Monpera
Kondisi Lingkungan Uraian

Tanpa Proyek Sudah terjadi Air larian :


Penggunaan lahan ekisting dengan luas 5,08 Ha sehingga
merubah tutupan lahan menjadi area :
Terbuka non hijau : 37.130 m2
Terbuka hijau : 13.670 m2
3
Q 2 = 0,512 m /detik
Q 5 = 0,639 m3/detik
Q 10 = 0,723 m3/detik
Q 25 = 0,829 m3/detik
Q 50 = 0,908 m3/detik
Q 100 = 0,986 m3/detik

Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)


Penataan Koridor Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Jawa Barat
3-5
BAB 3 Prakiraan Dampak Penting

Kondisi Lingkungan Uraian

Dengan Proyek Penggunaan lahan direncanakan diatas lahan 5,08 Ha


sehingga merubah tutupan lahan menjadi area :
Welcome plaza : 3.124,82 m2
Life style plaza : 10.512,82 m2

Dengan Menggunakan metoda rasional sebagai berikut:


Q = 0.278 C.I.A
Dimana Q = debit air hujan, m3/detik
C = koefisien aliran
I = curah hujan maksimum,mm/m2/jam
A = luas area, km2

Koefisien aliran (run off coefficient) untuk berbagai area,


saluran draainase eksisting kapasitasnya 1,441 m#/dt, masih
bisa menampung air larian
Q 2 = 0,642 m3/detik
Q 5 = 0,801 m3/detik
Q 10 = 0,907 m3/detik
Q 25 = 1,040 m3/detik
Q 50 = 1,139 m3/detik
Q 100 = 1,237 m3/detik

Sifat Penting Dampak


Sifat penting dampak peningkatan air larian, dapat dilihat pada Tabel 3.41.

Tabel 3. 6 Penentuan Tingkat Kepentingan Dampak Peningkatan Air Larian dari


Kegiatan Operasional Koridor Monpera pada Tahap Operasional
No Kriteria Tingkat Penting Dampak Uraian Justifikasi
1. Besarnya jumlah penduduk yang akan Penduduk di lingkungan RW 04 Penting
terkena dampak rencana usaha kurang lebih 768 jiwa, dan
dan/atau kegiatan Penduduk di lingkungan RW 02
Kelurahan Sadang Serang
berjumlah kurang lebih 790 jiwa.
2. Luas wilayah penyebaran dampak Meliputi daerah bagian timur, barat Tidak
dan selatan Koridor Monpera Penting
sekitar 2,00 Ha.
3. Intensitas dan lamanya dampak Intensitas dampak peningkatan air Penting
berlangsung larian sebesar 0,130m3/detik.
Lamanya dampak selama
operasional terutama pada musim
hujan.
4. Banyaknya komponen lingkungan Tidak ada Tidak
hidup lain yang akan terkena dampak Penting
5. Sifat kumulatif dampak Dampak berakumulasi dengan air Penting
larian dari kegiatan sekitarnya.
6. Berbalik atau tidak berbaliknya Berbalik dengan pembuatan saluran Tidak
dampak dan/atau drainase. Penting
Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
Penataan Koridor Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Jawa Barat
3-6
BAB 3 Prakiraan Dampak Penting

No Kriteria Tingkat Penting Dampak Uraian Justifikasi


7. Kriteria lain sesuai dengan Desain saluran drainase dan Tidak
perkembangan ilmu pengetahuan dan pembuatan sumur resapan. Penting
teknologi
Kesimpulan Negatif Penting

Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)


Penataan Koridor Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Jawa Barat
3-7

Anda mungkin juga menyukai