0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan5 halaman

Bobot Jenis

Bobot jenis adalah perbandingan massa suatu zat dengan massa air pada suhu dan volume yang sama, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memahami karakteristik zat. Prosedur penentuan bobot jenis melibatkan pengukuran berat piknometer kosong, penambahan minyak, dan perhitungan berdasarkan berat yang diperoleh. Hasil yang sesuai dengan standar SNI menunjukkan kualitas dan keamanan zat, sedangkan hasil yang tidak sesuai memerlukan pengujian lebih lanjut.

Diunggah oleh

Helen Priskila
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan5 halaman

Bobot Jenis

Bobot jenis adalah perbandingan massa suatu zat dengan massa air pada suhu dan volume yang sama, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memahami karakteristik zat. Prosedur penentuan bobot jenis melibatkan pengukuran berat piknometer kosong, penambahan minyak, dan perhitungan berdasarkan berat yang diperoleh. Hasil yang sesuai dengan standar SNI menunjukkan kualitas dan keamanan zat, sedangkan hasil yang tidak sesuai memerlukan pengujian lebih lanjut.

Diunggah oleh

Helen Priskila
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BOBOT JENIS

1. PENGERTIAN
Bobot jenis adalah perbandingan massa suatu zat dengan massa air
pada suhu dan volume yang sama. Bobot jenis merupakan sifat fisika kimia
yang menggambarkan banyaknya komponen dalam suatu zat. Bobot jenis
menjelaskan banyaknya komponen yang terkandung dalam zat tersebut.

2. TUJUAN
Tujuan utama dari penentuan bobot jenis adalah untuk
mengidentifikasi dan memahami karakteristik suatu zat. Bobot jenis, yang
juga dikenal sebagai densitas, adalah ukuran massa suatu zat per satuan
volume. Informasi ini sangat berharga dalam berbagai bidang, mulai dari
industri hingga penelitian ilmiah.
Beberapa tujuan spesifik dari penentuan bobot jenis adalah sebagai
berikut:
a. Identifikasi zat: Setiap zat memiliki bobot jenis yang unik. Oleh karena
itu, bobot jenis dapat digunakan sebagai "sidik jari" untuk
mengidentifikasi zat tersebut. Misalnya, dalam industri minyak dan gas,
bobot jenis digunakan untuk membedakan berbagai jenis minyak mentah.
b. Menentukan kualitas dan kemurnian: Bobot jenis dapat memberikan
informasi tentang kualitas dan kemurnian suatu zat. Misalnya, dalam
industri makanan, bobot jenis madu dapat digunakan untuk menentukan
apakah madu tersebut murni atau telah dicampur dengan bahan lain.
c. Mengontrol proses produksi: Dalam industri manufaktur, bobot jenis
sering digunakan untuk mengontrol kualitas produk selama proses
produksi. Misalnya, dalam produksi minuman, bobot jenis sirup dapat
dipantau untuk memastikan konsistensi produk.
d. Aplikasi dalam penelitian: Dalam penelitian ilmiah, bobot jenis sering
digunakan sebagai salah satu parameter untuk mengkarakterisasi suatu zat.
Misalnya, dalam kimia, bobot jenis dapat digunakan untuk menentukan
struktur molekul suatu senyawa.

3. PROSEDUR KERJA
a. Siapkan sampel
• Fungsinya adalah untuk memastikan sampel minyak yang akan diuji
representatif dan homogen. Sampel yang homogen akan memberikan
hasil yang lebih akurat.
b. Timbang piknometer kosong
• Fungsinya adalah untuk mendapatkan berat piknometer yang akurat
sebagai acuan. Berat ini akan digunakan untuk menghitung berat
minyak yang akan dimasukkan ke dalam piknometer.
c. Masukkan minyak ke dalam piknometer kemudian ditutup dan direndam
dalam air (Suhu 25 ± 0,2ºC) selama 30 Menit
• Memastikan piknometer terisi penuh oleh minyak tanpa adanya
gelembung udara.
• Memberikan waktu bagi minyak untuk mencapai suhu yang stabil dan
sesuai dengan suhu yang diinginkan (25 ± 0,2ºC). Perendaman dalam
air membantu menjaga suhu tetap stabil.
d. Angkat piknometer dari air
• Fungsinya untuk mengeluarkan piknometer dari penangas air setelah
proses perendaman selesai.
e. Keringkan bagian luar piknometer
• Fungsinya untuk menghilangkan air atau cairan yang menempel di bagian
luar piknometer. Hal ini penting untuk mendapatkan berat piknometer
berisi minyak yang akurat, karena adanya cairan di luar piknometer dapat
mempengaruhi hasil penimbangan.
f. Timbang piknometer berisi minyak
• Fungsinya untuk mendapatkan berat piknometer yang berisi minyak
dengan akurat. Berat ini akan digunakan untuk menghitung berat minyak
dan selanjutnya digunakan untuk menghitung bobot jenis minyak.
4. MENGHITUNG BOBOT JENIS
Bobot jenis dapat dihitung menggunakan rumus berikut:
Bobot jenis minyak:
(berat piknometer + minyak) – (berat piknometer kosong)
(berat piknometer + air) – (berat piknometer kosong)

Keterangan:
• Berat piknometer + minyak: Berat piknometer yang berisi minyak.
• Berat piknometer kosong: Berat piknometer yang kosong.
• Berat piknometer + air: Berat piknometer yang berisi air.

Contoh Perhitungan:
• Berat Piknometer Kosong = 20 gram
• Berat Piknometer + Air = 45 gram
• Berat Piknometer + Minyak = 42 gram
Berat Jenis Minyak= (42 - 20) / (45 - 20) = 22 / 25 = 0.88
Jadi, berat jenis relatif minyak tersebut adalah 0.88. Ini berarti berat jenis
minyak tersebut 0.88 kali lebih besar dari berat jenis air.

5. KESIMPULAN
Bobot jenis adalah ukuran massa suatu zat per satuan volume. Standar
Nasional Indonesia (SNI) telah menetapkan nilai standar bobot jenis untuk
berbagai jenis zat, seperti minyak, lemak, dan bahan kimia.
Jika sesuai dengan SNI:
a. Kualitas terjamin: Jika hasil perhitungan bobot jenis sesuai dengan
standar SNI, ini menunjukkan bahwa kualitas zat tersebut baik dan
memenuhi persyaratan mutu.
b. Aman digunakan: Zat yang memenuhi standar SNI umumnya aman
untuk digunakan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan karena
karakteristik fisiknya sesuai dengan standar.
c. Sesuai untuk aplikasi: Zat yang sesuai SNI juga memenuhi syarat untuk
digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti industri makanan, kimia, atau
manufaktur.

Jika tidak sesuai dengan SNI:


a. Kualitas tidak terjamin: Jika hasil perhitungan bobot jenis tidak sesuai
dengan standar SNI, ini menunjukkan bahwa kualitas zat tersebut tidak
terjamin dan mungkin tidak memenuhi persyaratan mutu.
b. Resiko penggunaan: Zat yang tidak memenuhi standar SNI mungkin
tidak aman atau tidak sesuai untuk digunakan dalam aplikasi tertentu
karena karakteristik fisiknya tidak memenuhi standar.
c. Perlu pengujian lanjutan: Jika hasil perhitungan tidak sesuai SNI,
sebaiknya dilakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan kualitas
dan keamanan zat tersebut.

6. FAKTOR PENYEBAB
Bobot jenis suatu zat, yang juga dikenal sebagai densitas, adalah
ukuran massa zat per satuan volume. Beberapa faktor dapat memengaruhi
bobot jenis suatu zat, baik zat padat, cair, maupun gas. Berikut adalah faktor-
faktor utama yang memengaruhi bobot jenis:
a. Suhu: Semakin tinggi suhu suatu zat, semakin rendah bobot jenisnya. Hal
ini disebabkan karena ketika suhu meningkat, molekul-molekul zat
bergerak lebih cepat dan menjauhi satu sama lain, sehingga volume zat
bertambah dan bobot jenisnya menurun.
b. Tekanan: Semakin tinggi tekanan suatu gas, semakin tinggi pula bobot
jenisnya. Hal ini karena tekanan yang lebih tinggi memaksa molekul-
molekul gas untuk lebih berdekatan satu sama lain, sehingga
meningkatkan massa per satuan volume.
c. Jenis zat: Zat dengan molekul yang lebih berat cenderung memiliki bobot
jenis yang lebih tinggi, sedangkan zat dengan jarak antar molekul yang
lebih besar cenderung memiliki bobot jenis yang lebih rendah.

Anda mungkin juga menyukai