0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan7 halaman

Sap Balita

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu yang memiliki anak balita gizi kurang. Tujuan penyuluhan adalah agar peserta memahami pengertian, persyaratan, dan tujuan PMT serta jenis-jenis makanan yang baik dan sehat. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan diskusi, dengan evaluasi dilakukan selama dan setelah penyuluhan.

Diunggah oleh

Dhnraw
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan7 halaman

Sap Balita

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu yang memiliki anak balita gizi kurang. Tujuan penyuluhan adalah agar peserta memahami pengertian, persyaratan, dan tujuan PMT serta jenis-jenis makanan yang baik dan sehat. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan diskusi, dengan evaluasi dilakukan selama dan setelah penyuluhan.

Diunggah oleh

Dhnraw
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Tema : Pengertian PMT, persyaratan jenis dan bentuk makanan PMT yang baik dan
sehat, serta tujuan diberikannya PMT (Gizi kurang)
Sasaran : Ibu yang memiliki anak balita di RT 15
Hari/tanggal : 30 Desember 2024
Waktu : 30-60 menit
Tempat :
A. Analisis Situasi
1. Penyuluh
Mahasiswa Stikes Hanng Tuah Surabaya yang sedang melaksanakan KKN Di
Desa Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo
2. Peserta
Ibu yang memiliki anak balita gizi kurang di Desa Kalanganyar
B. Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah kegiatan penyuluhan, ibu dapat memahami apa yang dimaksud dengan
PMT, persyaratan jenis dan bentuk makanan PMT yang baik dan sehat, serta
tujuan diberikannya PMT (Gizi Kurang).
2. Tujuan khusus
Setelah kegiatan penyuluhan, ibu mampu
a. Menjelaskan pengertian PMT.
b. Menjelaskan persyaratan jenis dan bentuk makanan PMT yang baik dan
sehat.
c. Menjelaskan tujuan yang diberikannya PMT.
d. Memperkenalkan jenis-jenis PMT.
C. Materi
Balita dengan gizi kurang:
1. Pengertian PMT.
2. Persyaratan jenis dan bentuk makanan PMT yang baik dan sehat.
3. Tujuan diberikannya PMT.
4. Memperkenalkan jenis-jenis PMT.
D. Metode
1. Ceramah.
2. Diskusi.
E. Media
1. Leaflet.
2. Contoh PMT.
F. Pelaksanaan
Jenis Kegiatan Waktu Acara penyuluhan
(menit) Penyuluh Sasaran
Pembukaan 5 1. Mengucapkan 1. Peserta
menit salam menjawab
2. Memperkenalkan salam
diri 2. Peserta
3. Menjelaskan mendengarkan
maksud dan dan
tujuan memperhatikan
4. Menyampaikan 3. Peserta
materi yang akan mengerti
disampaikan maksud dan
tujuan
Kegiatan 15 1. Menjelaskan 1. Peserta
inti/pelaksanaa menit pengertian PMT menyimak dan
n 2. Menjelaskan memahami
persyaratan jenis 2. Peserta
dan bentuk memperhatikan
makanan PMT mahasiswa
yang baik dan 3. peserta
sehat memperhatikan
3. Menjelaskan mahasiswa
tujuan
diberikannya
PMT

Tanya jawab 5 1. Memberikan 1. Peserta


menit kesempatan mengajukan
kepada peserta beberapa
untuk bertanya pertanyaan
Evaluasi dan 5 1. Memberikan 1. Menjawab
penutup menit pertanyaan pertanyaan
kepada peserta dengan benar
mengenai materi 2. Menjawab
yang telah salam
disampaikan
2. Mengucapkan
terimakasih dan
salam

G. Pengorganisasian
1. Moderator :
Tugas : mengatur penyuluhan
2. Penyaji :
Tugas : menyampaikan materi penyuluhan dan memperagakannya
3. Pengamat/observer :
Tugas : mengamati dan menilai proses penyuluhan
4. Fasilitator :
Tugas :
- Menyiapkan peralatan yang diperlukan
- Menstimulasi peserta yang tidak aktif dalam kegiatan (tidak ada
pertanyaan)
H. Evaluasi
1. Evaluasi dilaksanakan selama proses dan akhir penyuluhan
2. Evaluasi struktural
3. Proses evaluasi
4. Evaluasi hasil
Materi Penyuluhan
1. Pengertian Balita
Menurut peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2014),
balita adalah anak umur 12 bulan sampai dengan 59 bulan. Masa ini adalah
periode yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya sehingga bisa disebut
dengan golden period. balita adalah istilah umum bagi anak umur 1-3 tahun
(balita) dan anak prasekolah (3-5 tahun) (Refni, 2021).
Balita merupakan kelompok yang rentan terhadap kesehatan dan gizi.
Kekurangan gizi pada masa balita dapat mengakibatkan gagalnya tumbuh
kembang otak anak. Gizi kurang yang terjadi pada anak-anak dapat enghambat
pertumbuhan, rentan terhadap penyakit infeksi dan rendahnya tingkat
keceerdasan anak (Refni, 2021).
Balita adalah kelompok anak yang berada pada rentang usia 0-5 tahun.
Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia
dikarenakan tumbuh kembang berlangsung cepat (Mauliddiyah, 2021).
World Health Organization (WHO) mengelompokkan usia anak di
bawah 5 tahun menjadi tiga golongan, yaitu golongan usia bayi (0-1 tahun, usia
di bawah tahun, 2-3 tahun, dan golongan prasekolah 4-5 tahun). Usia batita dan
prasekolah merupakan usia yang pertumbuhannya tidak sepesat masa bayi, tetapi
aktivitas pada masa ini lebih tinggi daripada masa bayi. Masa balita merupakan
masa dimana proses pertumbuhan terjadi dengan pesat. Pada masa ini, balita
memerlukan lebih banyak perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Disamping
itu, balita membutuhkan zat gizi seimbang supaya status gizi balita menjadi
baik, serta proses pertumbuhan tidak terhambat, karena balita merupakan
kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan gizi
(Mauliddiyah, 2021).
2. Pengertian PMT (Pemberian Makanan Tambahan)
Makanan Tambahan (MT) Pemulihan adalah makanan tambahan yang
diberikan untuk meningkatkan status gizi pada sasaran. Makanan Tambahan
(MT) Balita berupa biskuit adalah suplementasi gizi berupa makanan tambahan
dalam bentuk biskuit dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin
dan mineral yang diberikan kepada anak balita usia 6-59 bulan, dan prioritas
dengan kategori kurus untuk mencukupi kebutuhan gizi (Kemenkes, 2019).
Makanan tambaan merupakan makanan yang diberikan kepada balita untuk
memenuhi kecukupan gizi yang diperoleh balita dari makanan sehari-hari yang
diberikan ibu.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada sasaran perlu dilakukan
secara benar sesuai aturan konsumsi yang dianjurkan. Pemberian makanan
tambahan yang tidak tepat sasaran, tidak sesuai aturan konsumsi, akan menjadi
tidak efektif dalam upaya pemulihan status gizi sasaran serta dapat menimbulkan
permasalahan gizi. Makanan Tambahan Balita adalah suplementasi gizi berupa
makanan tambahan dalam bentuk biskuit dengan formulasi khusus dan
difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang diberikan kepada bayi dan anak
balita usia 6-59 bulan dengan kategori kurus. Bagi bayi dan anak berumur 6-24
bulan, makanan tambahan ini digunakan bersama Makanan Pendamping Air
Susu Ibu (MP-ASI). Makanan tambahan diberikan sebagai :
a. Makanan Tambahan Penyuluhan adalah makanan tambahan yang diberikan
untuk mencegah terjadinya masalah gizi.
b. Makanan Tambahan Pemulihan adalah makanan tambahan yang diberikan
untuk mengatasi terjadinya masalah gizi yang diberikan selama 90 hari
makan Berikut standar pemberian makanan tambahan Balita dalam bentuk
biskuit untuk tiap kelompok sasaran (Petunjuk Teknis Pemberian Makanan
Tambahan, 2020)
3. Persyaratan Jenis dan Bentuk Makanan
a. PMT diutamakan berbasis bahan makanan atau makanan lokal. Jika bahan
makanan lokal terbatas, dapat digunakan makanan pabrikan yang tersedia di
wilayah setempat dengan memperhatikan kemasan, abel dan masa
kadaluwarsa untuk keamanan pangan
b. PMT merupakan tambahan makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita
c. Makanan tambahan balita diutamaan berupa sumber protein hewani maupun
nabati (misalnya ikan/telur/daging/ayam, kacang-kacangan dan hasil
olahannya seperti tempe dan tahu) serta sumber vitamin dan mineral yang
terutama berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan setempat
d. Makanan tambahan pemulihan untuk balita berbasis makanan lokal ada 2
jenis yaitu berupa :
1) MP-ASI (untuk bayi dan anak berusia 6-23 bulan)
2) Makanan tambahan untuk pemulihan anak balita usia 24-59 bulan
berupa makanan keluarga
e. Bentuk makanan tambahan pemulihan yang diberikan kepada anak balita
dapat disesuaikan dengan pola makanan
4. Tujuan diberikannya PMT
Pemberian makanan tambahan bertujuan untuk memperbaiki keadann gizi pada
anak golongan rawan gizi yang menderita gizi kurang dan diberikan dengan
kriteria anak balita yang tiga kali berturut-turut tidak naik timbangnya serta yang
berat badannya pada KMS terletak dibawah garis merah. Bahan makanan yang
digunakan dalam PMT hendaknya bahan-bahan yang ada atau dapat dihasilkan
setempat, sehingga kemungkinan kelestarian program lebih besar. Diutamakan
bahan makanan sumber kalori dan protein tanpa mengesampingkan sumber zat
gizi lain seperti : padi-padia, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, sayuran
hijau, kelapa dan hasil olahannya. Status gizi anak balita adalah keadaan gizi
anak balita 12-59 bulan yang ditentukan dengan metode antropometri,
berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut
umur (TB/U) dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) (Patel, 2019)
5. Jenis-jenis PMT
6. Waktu pemberian makanan tambahan
Makanan tambahan (MT) diberikan mulai usia anak enam bulan , karena pada
usia ini otot dan syaraf didalam mulut anak sudah cukup berkembang untuk
mengunyah, menggigit, menelan makanan dengan baik, mulai tumbuh gigi, suka
memasukkan sesuatu kedalam mulutnya dan suka terhadap rasa yang baru. Dan
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemberian makanan meliputi, tingkat
pengetahuan orang tua, sosial, ekonomi dan budaya keluarga (Patel, 2019).
Prinsip dasar pemberian makanan tambahan anak balita adalah untuk memenuhi
kecukupan gizi agar mencapai berat badan sesuai umur, ketentuan pemberian:
a. MT diberikan pada balita 6-59 bulan dengan kategori kurus yang
memiliki status gizi berdasarkan indeks BB/PB atau BB/TB dibawah -2
SD
b. Tiap bungkus MT balita berisi 4 keping biskuit (40 gram)
c. Usia 6-11 bula diberikan 8 keping (2 bungkus per hari)
d. Pemantauan pertambahan berat badan dilakukan tiap bulan di posyandu
e. Bila sudah Biskuit dapat langsung dikonsumsi atau terlebih dahulu
ditambah air matang dalam mangkok bersih sehingga dapat dikonsumsi
dengan menggunakan sendok.
f. Setiap pemberian MT harus dihabiskan (Patel, 2019).

Daftar Pustaka
Mauliddiyah, N. L. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Pada Balita Di
Posyandu Desa Semen Keamtan Paron Kabupaten Ngawi. Skripsi, 6.
Patel. (2019). Modifikasi Makanan tambahan balita. Konsep Keperawatan Keluarga,
2(2), 9–25.
Refni. (2021). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Status Gizi
Pada Balita Gizi Kurang (Usia 12-59 Bulan) Di Puskesmas Ujung Gading
Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Perawata, 34–44.

Anda mungkin juga menyukai