0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan80 halaman

Discovery Learning Ekosistem Kelas V Gresik

Laporan ini membahas implementasi model pembelajaran Discovery Learning pada materi ekosistem di kelas V UPT SD Negeri 24 Gresik. Tujuan dari praktik ini adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pendekatan yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Penulis berharap laporan ini dapat menjadi referensi bagi pendidik dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan80 halaman

Discovery Learning Ekosistem Kelas V Gresik

Laporan ini membahas implementasi model pembelajaran Discovery Learning pada materi ekosistem di kelas V UPT SD Negeri 24 Gresik. Tujuan dari praktik ini adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pendekatan yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Penulis berharap laporan ini dapat menjadi referensi bagi pendidik dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN BEST PRACTICE

PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI


EKOSISTEM SISWA KELAS V UPT SD NEGERI 24 GRESIK
TAHUN AJARAN 2019 / 2020

OLEH:

RIRIS IKA WULANDARI, S.Pd


NIP.19881204 201903 20004

UPT SD NEGERI 24 GRESIK


KECAMATAN KEBOMAS
KABUPATEN GRESIK
TAHUN 2019

i
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Best Practice berjudul Implementasi Model Pembelajaran Discovery


Learning Pada Materi Ekosistem Siswa Kelas V di UPT SD Negeri 24 Gresik
Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

Nama : Riris Ika Wulandari, S.Pd.

Asal Sekolah : UPT SD Negeri 24

Gresik Telah disetujui dan disahkan pada / oleh: Kepala

Sekolah

Hari : Sabtu

Tanggal : 14 Desember 2019

ii
BIODATA PENULIS

DATA PENULIS
Nama/ Nip. : Riris Ika Wulandari,
S.Pd. Tempat dan Tanggal Lahir : Gresik, 4
Desember 2019 Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status : Kawin
Pangkat/ Golongan : Penata Muda / IIIa
Alamat : Perumahan Grand Gresik Harmoni D1/06
Telpon 085733222440

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan
Hidayah- Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan laporan best
practie laporan best practice diklat PKB melalui PKP, dengan judul
Pembelajaran Rantai Makanan melalui Pendekatan Saintifik dengan Model
Discovery Learning di UPT SD Negeri 24 Gresik, Kecamatan Kebomas,
Kabupaten Gresik.

Terima kasih saya sampaikan kepada


1. Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang memberikan fasilitas PKP
2. Bapak Suratno Selaku Penyelenggara
3. Bapak Nur Rozi Selaku Pengawas
4. Bapak Lamijan Selaku Guru Inti
5. Teman-teman Kelas PKP
Saya berusaha menyusun Laporan Best practice dengan sebaik-
baiknya. Apabila terdapat kekurangan, saya mohon maaf. Untuk itu
penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
memperbaiki dan melengkapi Laporan Best practice ini. Sehingga Best
Practice ini bermanfaat, Aamiin.

Penyusun

iv
DAFTAR ISI

JUDUL.............................................................................................................................................i

HALAMAN PENGESAHAN........................................................................................................ii

BIODATA PENULIS....................................................................................................................iii

KATA PENGANTAR...................................................................................................................iv

DAFTAR ISI..................................................................................................................................v

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah............................................................................................1


B. Jenis kegiatan................................................................................................................2
C. Manfaat kegiatan.........................................................................................................2

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tujuan dan sasaran....................................................................................................3


B. Bahan/materi kegiatan..............................................................................................3
C. Metode/ cara melaksanakan kegiatan................................................................3
D. Alat/instrument...........................................................................................................10
E. Waktu dan tempat kegiatan..................................................................................11

BAB III HASIL KEGIATAN

A. Hasil................................................................................................................................12
B. Masalah yang Dihadapi...........................................................................................13
C. Cara mengatasi Masalah........................................................................................13

BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan.......................................................................................................................15
B. Rekomendasi...............................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................17

LAMPIRAN.................................................................................................................................18

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembelajaran tematik terpadu di SD sesuai dengan tuntutan
Kurikulum 2013 merupakan pendekatan pembelajaran yang
mengintegrasikan beberapa muatan pelajaran dalam satu pembelajaran.
Beberapa muatan, misalnya Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS disatukan
dalam tema yang sama kemudian disajikan dalam satu pembelajaran
utuh yang saling berkaitan.
Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan
selama ini, penulis menggunakan buku siswa dan buku guru. Penulis
meyakini bahwa buku tersebut sudah sesuai dan baik digunakan di kelas
karena diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ternyata, dalam praktiknya, penulis mengalami beberapa kesulitan
seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang siswa. Selain
itu, penulis masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang
lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir
siswa masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3
(aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order
thinking skills/ HOTS). Penulis juga jarang menggunakan media
pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di kelas kaku dan
anak-anak tampak tidak ceria.
Berdasarkan hasil pengamatan pembelajaran selama ini dapat
disimpulkan bahwa (a) siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak
dilakukan guru dengan cara ceramah, (b) selain ceramah, metode yang
selalu dilakukan guru adalah penugasan. Sebagian siswa mengaku jenuh
dengan tugas-tugas yang hanya bersifat teoritis. Tinggal menyalin dari
buku teks. Selain itu pada saat pembelajaran terlihat minat belajar siswa
rendah. Aktifitas siswa saat pembelajaran cenderung pasif. Tentu saja
1
berbagai kondisi ini membuat pembelajaran tidak efektif. Pembelajaran
yang tidak efektif dan monoton dapat membuat kualitas pembelajaran
menurun dan akan berpengaruh pada hasil belajar. Maka dari itu

2
diperlukan adanya inovasi yang menggunakan pembelajaran yang
berorientasi HOTS.
Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan
disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah Model Discovery
Learning. Model pembelajaran penyingkapan penemuan (Discovery
Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses
intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery terjadi
bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya
untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan
melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan
inferensi. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery
itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in
the mind (Fiobert B. Sund dalam Malik, 2001:219).
Berdasarkan uraian di atas maka penulis membuat Laporan Best
Practice yang berjudul Implementasi Model Pembelajaran Discovery
Learning Pada Materi Ekosistem Siswa Kelas V UPT SD Negeri 24 Gresik
Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

B. JENIS KEGIATAN
Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan praktik ini adalah kegiatan On 2
pembelajaran unit 1 di UPT SD Negeri 24 Gresik

C. MANFAAT KEGIATAN
Penulis berharap bahwa penulisan laporan ini dapat membawa manfaat antara
lain:
1. Secara Teoritis
i. Penerapan integrasi HOTS (Transfer knowledge, Critical Thinking
creativy dan Problem Solving)
ii. Sebagai bahan referensi dan penguatan untuk pendidik dan
tenaga kependidikan.
2. Secara Praktis

3
i. Penerapan integrasi PPK, Literasi dan 4C dalam
pembelajaran. ii Peningkatan kompetensi peserta didik

4
BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

A. TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan penulisan praktik baik ini adalah untuk mendeskripsikan


praktik pengalaman terbaik penulis dalam menerapkan pembelajaran
saintifik berorientasi higher order thiking skills (HOTS).
Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah siswa kelas V
semester 1 di SD Negeri …. Gresik sebanyak ….. orang.

B. BAHAN DAN MATERI


Bahan yang digunakan dalam praktik baik pembelajaran ini adalah
materi kelas V Tema 5 Ekosistem berikut ini

Ilmu Pengetahuan Alam

3.5 Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring-


jaring makanan di lingkungan sekitar

4.5 Membuat karya tentang konsep jaring-jaring makanan dalam suatu


ekosistem

C. METODE / CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Cara yang digunakan dalam pelaksanaan praktik baik ini adalah
menerapkan pembelajaran tematik terpadu dengan model pembelajaran
Discovery Learning.
Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan praktik baik yang
telah dilakukan penulis.

1. Pemetaan KD
Pemetaan KD dilakukan untuk menentukan KD yang dapat
5
diterapkan dalam pembelajaran tematik sesuai dengan materi
pada unit pembelajaran

6
pada bahan pembelajaran pada materi PKP. Berdasarkan hasil telaah
KD yang ada di kelas V, penulis memilih tema yang sesuai dengan
materi pada bahan pembelajaran yaitu tema V Ekosistem untuk
membelajarkan KD 3.5 – 4.5 muatan IPA di kelas V semester 1.

2. Analisis Target Kompetensi


Hasil analisis target kompetensinya sebagai berikut.
KD Pengetahuan : KD Keterampilan :

IPA IPA

3.5. Menganalisis hubungan 4.5. Membuat karya tentang


antar komponen ekosistem dan konsep jaring-jaring makanan
jaringjaring makanan di dalam suatu ekosistem
lingkungan sekitar
Target KD Pengetahuan :
Target KD Pengetahuan :
Membuat karya tentang
Menganalisis hubungan antar konsep jaring-jaring makanan
komponen ekosistem dan dalam suatu ekosistem
jaringjaring makanan di
lingkungan sekitar

3. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetesi

IPA
3.5.18 .Mengidentifikasi komponen-komponen abiotik dan biotik
dalam
ekosistem di lingkungan sekitar (IPK Kunci)
3.5.19 Menganalisis hubungan jaring-jaring makanan di
lingkungan
sekitar. (IPK Kunci)
3.5.20 Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan
jaring-
jaring makanan di lingkungan sekitar (IPK Kunci)
7
4. Pemilihan Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang dipilih adalah Discovery Learning.

5. Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan Model


Pembelajaran Pengembangan desain pembelajaran dilakukan
dengan merinci kegiatan
pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan sintak Discovery Learning.
Berikut ini adalah rencana kegiatan pembelajaran yang
dikembangkan berdasarkan model Discovery Learning.
A. Kegiatan Pendahuluan 20
menit
Orientasi 1. Guru mengucapkan salam
2. Peserta didik berdoa dengan dipimpin
ketua kelas
3. Peserta didik membaca ayat Al-
qur’an (hafalan surat pendek)
4. Peserta didik menyanyikan lagu
Indonesia Raya
5. Guru mengecek kehadiran peserta didik
6. Peserta didik melakukan kegiatan
literasi membaca (buku non
pelajaran)
Appersepsi 7. Guru mengaitkan materi yang akan
dipelajari dengan pengalaman peserta
didik dengan materi sebelumnya
(hubungan komponen-komponen
ekosistem dan jaring-jaring makanan)
8. Peserta didik dengan bimbingan guru
mengingat kembali materi prasyarat
(komponen-komponen ekosistem dan
jaring-jaring makanan)
9. Guru mengajukan pertanyaan pendahuluan:
8
a. Apakah menurut kalian jika salah satu
dari
komponen ekosistem punah, maka
dapat berpengaruh terhadap
komponen yang lain?
Motivasi 10. Peserta didik mendapat informasi
dari guru
mengenai tujuan, manfaat pembelajaran
yang akan dilakukan, metode pembelajaran
B. Kegiatan Inti

Tahap 1 1. Peserta didik membaca teks nonfiksi 175


eksposisi “interaksi antar komponen menit
Pemberian
ekosistem”.
Rangsangan 2. Pada tahap pemberian rangsang ini guru
(Stimulation) memberikan wacana yang diharapkan
menarik peserta didik, mereka diminta
membaca dan menelaah wacana tersebut.

Tahap 2 3. Setelah peserta didik menelaah wacana,


secara berkelompok peserta didik diminta
Pernyataan/
meingidentifikasi masalah yang dapat
Identifikasi
ditemukan. Masing-masing peserta didik
Masalah
membuat pertanyaan secara individu,
(Problem
kemudian setiap pertanyaan yang dibuat
Statement)
tersebut didiskusikan dalam kelompok
mengatasi hama
tikus yang menyerang sawah?
Tahap 3 4. Peserta didik bersama kelompoknya,
berdiskusi, mengumpulkan data untuk
Pengumpulan
penyelasaian masalah. Pengumpulan data
Data (Data
dapat dilakukan dengan kajian pustaka,
Collection)
membaca buku dari berbagai sumber, dari
9
buku pelajaran, buku koleksi
perpustakaan sekolah, majalah, koran
internet maupun dari gambar atau video
yang diputarkan oleh guru.
5. Peserta didik juga dapat melakukan
wawancara
dengan guru, atau tenaga ahli di

bidangnya,

misalkan guru lain, orang tua, bertanya


lewat media internet, dsb.

10
Tahap 4 6. Peserta didik melakukan pengolahan data.
Berdasarkan data-data yang telah
Pengolahan
dikumpulkan, peserta didik dalam
Data (Data
kelompok menjawab pertanyaan yang
Processing)
telah disepakati
7. Peserta didik bermain peran membentuk
jaring- jaring makanan ekosistem sawah
dengan menggunakan topeng gambar
hewan dan tali rafia
8. Peserta didik mendapat penjelasan dari
guru mengenai langkah-langkah dan
aturan permainan role playing hubungan
antar komponen ekosistem dan jaring-
jaring makanan
9. Perwakilan dari masing-masing kelompok
mengambil ikat kepala bergambar hewan
dan tumbuhan yang tersedia.
10. Peserta didik memakai ikat kepala yang
telah diterima
11. Peserta didik mengikat pinggangnya
masing- masing secara bergantian sesuai
dengan urutan trofik jaring-jaring
makanan dalam ekosistem.
12. Peserta didik menyelesaikan
permasalahan
yang terdapat pada LK.

13. Peserta didik menentukan hubungan antar


komponen ekosistem sawah dan jaring-
jaring makanan.
14. Peserta didik menganalisis hubungan
11
antar komponen ekosisitem sawah dan
jaring-jaring makanan.
15. Peserta didik memerinci hubungan antar
komponen ekosistem sawah dan jaring-
jaring makanan di lingkungan sekitar.
16. Peserta didik menyusun gambar yang
tersedia menjadi jaring-jaring makanan
pada beberapa ekosistem dengan
menempel gambar dan memberi tanda
panah sesuai urutan tropik.
17. Peserta didik menganalisis hubungan
komponen ekosistem dan jaring-jaring
makanan jika salah satu komponen
ekosistem punah atau bertambah banyak.
18. Peserta didik berdiskusi memecahkan
masalah jika terjadi ketidakseimbangana
ekosistem.
19. Guru melakukan pengamatan untuk
menilai
sikap dan keterampilan peserta didik
Tahap 5 20. Peserta didik dalam kelompoknya
memverifikasi hasil pengolahan data. Pada
Pembuktian
tahap ini untuk diperlukan bimbingan dan
(Verification)
pengarahan dari guru untuk menghindari
kesalahan pemahaman pada konsep yang
dipelajari, dan memastikan pembelajaran
tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran
dan IPK.
21. Peserta didik mempresentasikan hasil
diskusi
mengenai hubungan antar komponen
12
ekosistem

dan jaring-jaring makanan.

Tahap 6 22. Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi


mengenai hubungan antar komponen
Menarik
ekosistem dan jaring-jaring makanan
Kesimpulan/
dengan arahan guru.
Generalisasi
23. Peserta didik secara mandiri
(Generaliza
menyelesaikan permasalahan pada soal
tion)
evaluasi.

C. Kegiatan Penutup 15
menit
1. Peserta didik membuat rangkuman secara kreatif
sebagai tugas tindak lanjut
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses
kegiatan pembelajaran hari ini dengan arahan guru.
3. Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan
untuk menguatkan pemahaman terhadap materi
pembelajaran hari ini.
4. Peserta didik mendapat umpan balik dari pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan dan terhadap proses serta
hasil pembelajaran.
5. Peserta didik mendapat informasi rencana
13
pembelajaran
untuk pertemuan berikutnya

14
6. Peserta didik mendapat penguatan pendidikan
karakter dari guru.
7. Peserta didik menyanyikan lagu daerah
8. Peserta didik dipersilakan berdoa dan mensyusukuri
segala nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha
Esa.
6. Penyusunan Perangkat Pembelajaran
Berdasarkan hasil kerja 1 higga 5 di atas kemudian disusun
perangkat pembelajaran meliputi RPP, bahan ajar, LKS, dan instrumen
penilaian. RPP disusun dengan mengintegrasikan kegiatan literasi,
penguatan pendidikan karakter (PPK), dan kecakapan abad 21.

D. Alat/lnstrumen
Guru diharapkan untuk menggunakan atau mengembangkan mode-
model pembelajaran yang lebih variatif agar pembelajaran lebih,
menyenangkan dan menantang pembelajaran yang HOTS ditindaklanjuti
dengan penilaian HOTS. Soal- soal yang diberikan harus mengukur
ketercapaian siswa pada ranah C-4, C-5, dan C-6, disesuaikan dengan
KKO yang telah ditetapkan pada RPP. Instrumen test yang digunakan
bisa dalam bentuk soal Pilihan Ganda (PG) atau uraian. Soal PG dan HOTS
yang berorientasi pada HOTS tentunya bukan sekedar menanyakan
sekedar menanyakan "apa?", "siapa?", "kapan?" dan "dimana?", tetapi
menanyakan "mengapa?" dan "bagaimana?" agar siswa terbiasa
mengasah nalar, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan
solutif.
Media pembelajaran yang digunakan dalam laporan ini adalah :
1) Gambar dan video yang berkaitang dengan ekosistem
2) Buku guru dan buku siswa kelas V K13
3) LCD
4) Lembar kerja siswa
15
E. Waktu dan Tempat Kegiatan
Praktik ini dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 6 Desember tahun
2019 bertempat di Ruang Kelas V UPT SD Negeri 24 Gresik, Kecamatan
Kebomas, Kabupaten Gresik

16
BAB III
HASIL KEGIATAN

A. Hasil yang Diperoleh


Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik baik ini diuraikan sebagai berikut.
1. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model
pembelajaran Discovery Learning berlangsung aktif. Siswa menjadi lebih
aktif merespon pertanyaan dari guru, termasuk mengajukan
pertanyaan pada guru maupun temannya. Aktifitas pembelajaran
yang dirancang sesuai sintak Discovery Learning megharuskan siswa
aktif selama proses pembelajaran.
2. Pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model
pembelajaran Discovery Learning meningkatkan kemampuan siswa
dalam melakukan transfer knowledge. Setelah membaca dan
mendiskusikan teks interaksi antar komponen ekosistem, siswa tidak
hanya memahami konsep interaksi antar makhluk hidup, tetapi juga
membantu siswa dalam menganalisis dan membuat konsep tentang
jaring-jaring makanan dengan berbagai model.
3. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning meningkatkan
kemampuan siswa untuk berpikir kritis. Hal ini dapat dilihat dari
tingkat partisipasi siswa untuk bertanya dan menanggapi topik yang
dibahas dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran sebelumnya yang
dilakukan penulis tanpa berorientasi HOTS suasana kelas cenderung
sepi dan serius. Siswa cenderung bekerja sendiri-sendiri untuk
berlomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Fokus guru
adalah bagaimana siswa dapat menyelesikan soal yang disajikan;
kurang peduli pada proses berpikir siswa. Tak hanya itu, materi
pembelajaran yang selama ini selalu disajikan dengan pola deduktif
(diawali dengan ceramah teori tentang materi yang dipelajari,
pemberian tugas, dan pembahasa), membuat siswa cenderung
17
menghapalkan teori. Pengetahuan yang diperoleh siswa adalah apa
yang diajarkan oleh guru. Berbeda kondisinya dengan praktik baik
pembelajaran tematik berorientasi HOTS dengan menerapkan
Discovery Learning ini. Dalam pembelajaran ini pemahaman siswa
tentang konsep teks

18
tnteraksi antar komponen ekosistem benar-benar dibangun oleh
siswa melalui pengamatan dan diskusi yang menutut kemampuan
siswa untuk berpikir kritis.
4. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning juga meningkatkan
kemampuan siswa dalam memecahkan masalah (problem solving).
Pembelajaran yang diterapkan dengan menyajikan teks tulis dan
video berisi permasalahan kontekstual mampu mendorong siswa
merumuskan pemecahan masalah. Sebelum menerapkan Discovery
Learning penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan buku
guru dan buku siswa. Meskipun permasalahan yang disajikan dalam
buku teks kadang kala kurang sesuai dengan kehidupan sehari-hari
siswa, tetap saja penulis gunakan. Jenis teks yang digunakan juga
hanya pada teks tulis dari buku teks. Dengan menerapkan Discovery
Learning, siswa tak hanya belajar dari teks tulis, tetapi juga dari video
serta diberi kesempatan terbuka untuk mencari data, materi dari
sumber lainnya.

B. Masalah yang Dihadapi


Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu
mengguakan metode ceramah karena dianggap lebih cepat dan praktis.
Sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran model Discovery Learning,
masalah yang dihadapi terutama adalah belum terbiasanya siswa belajar
degan model discovery learning. Hal ini membuat pelaksanaan
pembelajaran memerlukan lebih banyak waktu dan melebihi waktu yang
telah ditentukan pada rencana pembelajaran.
Masalah lainnya adalah guru kurang mempunyai kompetensi yang
memadai untuk membuat video pembelajaran. Padahal selain sebagai
media pembelajaran,. Video juga merupakan bentuk teks audiovisual
yang juga harus disajikan sesuai dengan rumusan KD.
C. Cara Mengatasi Masalah

19
Agar siswa yakin bahwa pembelajaran dengan model Discovery
Learning dapat membantu mereka lebih menguasai materi
pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana,
mengapa, dan manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir
tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Pemahaman

20
dan kesadaran akan pentingnya HOTS akan membuat siswa termotivasi
untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, kesadaran bahwa belajar
bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan membuat siswa mau
belajar dengan HOTS. Guru juga harus bias memanajemen waktu dan
tahapan-tahapan kegiatan saat pelaksanaan pembelajaran agar siswa
dapat mengikuti semua tahapan dengan lancar tanpa memakan waktu
yang lebih banyak.
Kekurangmampuan guru membuat video pembelajaran dapat diatasi
dengan mengunduh video sesuai dengan KD yang akan dibelajarkan baik
dari youtube maupun dari Rumah Belajar. Dengan demikian, selain
menerapkan kegiatan literasi baca tulis, siswa juga dapat meningkatkan
literasi digitalnya.

21
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.


1. Pembelajaran tematik dengan model pembelajaran Discovery learning
layak dijadikan praktik baik pembeljaran berorientasi HOTS karena
dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer
pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
2. Dengan penlusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara
sistematis dan cermat, pembelajaran dengan model pembelajaran
Discovery learning yang dilaksanakan tidak sekadar berorientasi HOTS,
tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan kecakapan abad 21.

B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran tematik dengan model
pembelajaran Discovery Learning, berikut disampaikan rekomendasi
yang relevan.
1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku
siswa dan buku guru serta jaring-jaring tema yang telah disediakan,
tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran tematik yang
kontekstual sesuai dengan latar belakang siswa dan situasi dan kondisi
sekolahnya. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna.
2. Siswa diharapkan untuk merterapkan kemampuan berpikir tingkat
tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teorj. Kemampuan
belajar degan cara ini akan membantu siswa menguasai materi secara
lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa)
3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk
ikut melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif
sekolah, seperti penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan
22
kesempatan bagi

23
penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini aka menambah
wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.

24
DAFTAR PUSTAKA

Kemdikbud (2019). Direktoal Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian


Pendidikan dan Kabudayaan. Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada
Ketrampilan Berfikir Tingkat Tinggi. Jakarta

25
LAMPIRAN

Lampiran 1 : Foto-foto
kegiatan Lampiran 2 : RPP
Lampiran 3 : Bahan
Ajar Lampiran 4 :
LKS
Lampiran 5 : Kisi-kisi soal piliha ganda dan
uraian Lampiran 6 : Soal, kunci, dan
pedoman penyekoran Lampiran 7 :
Lembar observasi proses pembelajaran

26
Lampiran 1 : Foto-foto kegiatan

Foto 1. Foto 2. Foto 3. Foto 4:


Proses Scientifik Aktifitas Hots Dimensi Pelaksanaa
Pengetahua n Penilaian
n

27
Lampiran 2 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP )

Satuan Pendidikan : UPT SD NEGERI 24


GRESIK Mata Pelajaran : Ilmu
Pengetahuan Alam Kelas/ Semester :5/
1
Materi Pokok : Hubungan Antara Mahluk Hidup dengan
Lingkungannya Alokasi Waktu : 4 X 35 Menit

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar,
melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah, sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis
dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pencapaian Kompetensi


No KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi 1. Mengidentifikasi komponen-komponen
Pengetahuan
abiotik dan biotik dalam ekosistem di
lingkungan sekitar.
2. Menjelaskan komponen-komponen
biotik dan abiotik dalam ekosistem di
28
lingkungan
sekitar
3. Mengelompokkan komponen-
komponen biotik dan abiotik dalam
ekosistem di lingkungan sekitar
4. Mengidentifikasi jenis-jenis ekosistem
di lingkungan sekitar
5. Mengidentifikasi hubungan antara
komponen biotik dan abiotic dalam
ekosistem di lingkungan sekitar
6. Menjelaskan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar

Kompetensi 1. Menjelaskan komponen-komponen


Keterampilan
biotik dan abiotik dalam ekosistem di
lingkungan sekitar
2. Mengidentifikasi hubungan antar
komponen biotik dalam suatu
ekosistem di lingkungan sekitar
3. Mengidentifikasi jenis-jenis ekosistem
di lingkungan sekitar
4. Mengidentifikasi jaring-jaring
makanan di lingkungan sekitar.
5. Menentukan hubungan jaring-
jaring
makanan di lingkungan sekitar.

C. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan mengamati gambar yang ada, siswa mampu memahami dan
menjelaskan hubungan antarmakhluk hidup, menjelaskan perbedaan

29
antara simbiosis parasistisme, komensalisme, dan mutualisme, dan
menyimpulkan mengenai hubungan khas makhluk hidup secara
benar.

30
2. Dengan mencermati teks bacaan yang disajikan, siswa mampu
menemukan dan mencari arti dari kosakata baru, menentukan pokok
pikiran dari sebuah bacaan nonfiksi dan menyajikannya dalam bentuk
sebuah peta pikiran secara baik dan benar.
3. Dengan memahami peran antarmakhluk hidup bagi kelangsungan
hidup mereka di dalam sebuah ekosistem, siswa mampu membuat
sebuah poster jaring-jaring makanan dari sebuah ekosistem,
mempresentasikan hasil kerja mereka dan menjelaskannya dengan
percaya diri di depan kelas, dan membuat tulisan mengenai
hubungan yang terjadi di dalam rantai makanan secara runtun.

D. Materi Pembelajaran
1. Hubungan antarmakhluk hidup, menjelaskan perbedaan antara
symbiosis parasistisme, komensalisme, dan mutualisme.
2. Teks bacaan Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan.
3. Komponen-komponen ekosistem.

E. Metode
Pembelajaran
Discovery Learning

F. Media Pembelajaran
Media, Alat, dan bahan yang digunakan adalah: teks bacaan,
gambar/slide dan video tentang interaksi antar komponen ekosistem

G. Sumber belajar
1. Buku Pedoman Guru Tema 1 Kelas 5 dan Buku Siswa Tema 1 Kelas
5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2014).
2. Buku Sekolahnya Manusia, Munif Khotif.
31
H. Langkah-langkah Kegiatan
Pembelajaran Pertemuan Ke 1

D. Kegiatan Pendahuluan 20
menit
Orientasi 1. Guru mengucapkan salam
2. Peserta didik berdoa dengan dipimpin
ketua kelas
3. Peserta didik membaca ayat Al-
qur’an (hafalan surat pendek)
4. Peserta didik menyanyikan lagu
Indonesia Raya
5. Guru mengecek kehadiran peserta didik
6. Peserta didik melakukan kegiatan
literasi membaca (buku non
pelajaran)
Appersepsi 7. Guru mengaitkan materi yang akan
dipelajari dengan pengalaman peserta
didik dengan materi sebelumnya
(hubungan komponen-komponen
ekosistem dan jaring-jaring makanan)
8. Peserta didik dengan bimbingan guru
mengingat kembali materi prasyarat
(komponen-komponen ekosistem dan
jaring-jaring makanan)
9. Guru mengajukan pertanyaan pendahuluan:
b. Apakah menurut kalian jika salah satu
dari
komponen ekosistem punah, maka
dapat berpengaruh terhadap

32
komponen yang lain?
Motivasi 10. Peserta didik mendapat informasi dari
guru mengenai tujuan, manfaat
pembelajaran yang akan dilakukan,
metode pembelajaran
E. Kegiatan Inti

Tahap 1 11. Peserta didik membaca teks nonfiksi 175


eksposisi “interaksi antar komponen menit
Pemberian
ekosistem”.
Rangsangan 12. Pada tahap pemberian rangsang ini guru
(Stimulation) memberikan wacana yang diharapkan
menarik peserta didik, mereka diminta
membaca dan menelaah wacana tersebut.

Tahap 2 13. Setelah peserta didik menelaah wacana,


secara berkelompok peserta didik diminta
Pernyataan/
meingidentifikasi masalah yang dapat
Identifikasi
ditemukan. Masing-masing peserta didik
Masalah
membuat pertanyaan secara individu,
(Problem
kemudian setiap pertanyaan yang dibuat
Statement)
tersebut didiskusikan dalam kelompok
mengatasi hama
tikus yang menyerang sawah?

33
Tahap 3 14. Peserta didik bersama kelompoknya,
berdiskusi, mengumpulkan data untuk
Pengumpulan
penyelasaian masalah. Pengumpulan data
Data (Data
dapat dilakukan dengan kajian pustaka,
Collection)
membaca buku dari berbagai sumber, dari
buku pelajaran, buku koleksi
perpustakaan sekolah, majalah, koran
internet maupun dari gambar atau video
yang diputarkan oleh guru.
15. Peserta didik juga dapat melakukan
wawancara dengan guru, atau tenaga ahli
di bidangnya, misalkan guru lain, orang
tua, bertanya lewat media internet, dsb.

Tahap 4 16. Peserta didik melakukan pengolahan data.


Berdasarkan data-data yang telah
Pengolahan
dikumpulkan, peserta didik dalam
Data (Data
kelompok menjawab pertanyaan yang
Processing)
telah disepakati
17. Peserta didik bermain peran membentuk
jaring- jaring makanan ekosistem sawah
dengan menggunakan topeng gambar
hewan dan tali rafia
18. Peserta didik mendapat penjelasan dari
guru mengenai langkah-langkah dan
aturan permainan role playing hubungan
antar komponen ekosistem dan jaring-
jaring makanan
19. Perwakilan dari masing-masing kelompok

34
mengambil ikat kepala bergambar hewan
dan tumbuhan yang tersedia.
20. Peserta didik memakai ikat kepala yang
telah diterima
21. Peserta didik mengikat pinggangnya
masing- masing secara bergantian sesuai
dengan urutan trofik jaring-jaring
makanan dalam ekosistem.
22. Peserta didik menyelesaikan
permasalahan yang terdapat pada LK.
23. Peserta didik menentukan hubungan antar
komponen ekosistem sawah dan jaring-
jaring makanan.
24. Peserta didik menganalisis hubungan
antar komponen ekosisitem sawah dan
jaring-jaring makanan.
25. Peserta didik memerinci hubungan
antar
komponen ekosistem sawah dan jaring-
jaring

makanan di lingkungan sekitar.


26. Peserta didik menyusun gambar yang
tersedia menjadi jaring-jaring makanan
pada beberapa ekosistem dengan
menempel gambar dan memberi tanda
panah sesuai urutan tropik.
27. Peserta didik menganalisis hubungan
komponen ekosistem dan jaring-jaring
makanan jika salah satu komponen

35
ekosistem punah atau bertambah banyak.
28. Peserta didik berdiskusi memecahkan
masalah jika terjadi ketidakseimbangana
ekosistem.
29. Guru melakukan pengamatan untuk
menilai
sikap dan keterampilan peserta didik
Tahap 5 30. Peserta didik dalam kelompoknya
memverifikasi hasil pengolahan data. Pada
Pembuktian
tahap ini untuk diperlukan bimbingan dan
(Verification)
pengarahan dari guru untuk menghindari
kesalahan pemahaman pada konsep yang
dipelajari, dan memastikan pembelajaran
tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran
dan IPK.
31. Peserta didik mempresentasikan hasil
diskusi
mengenai hubungan antar komponen
ekosistem dan jaring-jaring makanan.

36
Tahap 6 32. Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi
mengenai hubungan antar komponen
Menarik
ekosistem dan jaring-jaring makanan
Kesimpulan/
dengan arahan guru.
Generalisasi
33. Peserta didik secara mandiri
(Generaliza
menyelesaikan permasalahan pada soal
tion)
evaluasi.

F. Kegiatan Penutup 15
menit
1. Peserta didik membuat rangkuman secara kreatif
sebagai tugas tindak lanjut
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses
kegiatan pembelajaran hari ini dengan arahan guru.
3. Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan
untuk menguatkan pemahaman terhadap
materi pembelajaran hari ini.
4. Peserta didik mendapat umpan balik dari pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan dan terhadap proses serta
hasil pembelajaran.
5. Peserta didik mendapat informasi rencana
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
6. Peserta didik mendapat penguatan pendidikan
karakter dari guru.
7. Peserta didik menyanyikan lagu daerah
8. Peserta didik dipersilakan berdoa dan mensyusukuri
segala nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha
Esa.

I. Penilaian
a. Teknik Penilaian
1) Sikap : Jurnal
37
2) Keterampilan : Menggambar jaring-jaring makanan
3) Pengetahuan : Tes tulis
b. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

38
J. Bahan Ajar
1. Buku Pedoman Guru Tema 1 Kelas 5 dan Buku Siswa Tema 1 Kelas
5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2014).
2. Buku Sekolahnya Manusia, Munif Khotif.

Mengetahui Gresik, 2 Desember 2019


Kepala UPT SDN 24 Gresik Guru Kelas

Siti Khanifah, S.Pd. Riris Ika Wulandari, S.Pd.


Nip 19711210 199304 2001 Nip19881204 2019032004

Lampiran 3 : Bahan Ajar

IPA

1. Pengertian Ekosistem
Ekosistem merupakan hubungan timbal balik atau saling membutuhkan
antara mahluk hidup dengan lingkungannya, dan membentuk suatu
keadaan alam yang seimbang. Contoh ekosistem adalah sungai, pantai,
hutan, dan lain-lain.

39
Ekosistem yang satu berbeda dengan ekosistem lainnya. Perbedaan ini
menyangkut jenis makhluk hidup dan proses-proses yang terjadi di
dalamnya.

40
Komponen didalam ekosistem terdiri dari komponen biotik dan
abiotik.Semua komponen biotik dan abiotik di dalam suatu ekosistem
memiliki peranannya masing-masing. Setiap jenis ekosistem memiliki
fungsi masing-masing di bumi ini. Secara langsung maupun tidak
langsung ekosistem-ekosistem di bumi berhubungan satu dengan
lainnya, maka rusak atau hilangnya satu ekosistem akan menyebabkan
terganggunya keseimbangan ekosistem di alam. Contoh: rusaknya
ekosistem hutan akan merusak ekosistem sungai akibat erosi tanah dan
selanjutnya dapat merusak ekosistem pantai akibat terbawanya tanah
dan lumpur tersebut ke pantai. Secara alami, ekosistem dalam keadaan
seimbang dan memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan diri
terhadap gangguan lingkungan. Ekosistem memiliki kemampuan untuk
mengembalikan diri ke keadaan semula. Akan tetapi, kemampuan ini
terbatas. Kegiatan manusia yang tidak memperhatikan lingkungan dapat
mengganggu keseimbangan ekosistem. Contohnya pembuangan sampah
ke sungai akan menyebabkan banjir dan kematian pada hampir semua
makhluk hidup yang hidup di sana.Oleh karena itu kita perlu mengenal

ekosistem- ekosistem yang ada di lingkungan kita agar timbul kesadaran


untuk tidak mengganggu kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya.

Gambar 3. Contoh ekosistem


https://www.dosenpendidikan.com/wp-

41
content/uploads/2016/08/Ekosistem-Perairan.png

Komponen dalam ekosistem terdiri atas komponen biotik dan komponen


abiotik.

42
Ada 2 pembagian komponen biotic dalam suatu ekosistem,yaitu:
a. Organisme Autotrof Organisme autotrof adalah semua organisme
yang mampu membuat atau mensintesis makanannya sendiri,
berupa bahan organik dan bahan-bahan anorganik dengan bantuan
energi matahari melalui proses fotosintesis. Tumbuhan hijau
memiliki klorofil yang mengandung zat hijau daun, sehingga
mampu melaksanakan fotosintesis yang menghasilkan energi dan
oksigen.
b. Organisme Heterotrof Organisme Heterotrof adalah semua
organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, akan
tetapi memanfaatkan bahan- bahan organik dari organisme lainnya
sebagai bahan makanannya.Organisme ini terdiri atas duatingkatan
yaitu:
1) Konsumen yang secara langsung memakan organisme lain
2) Pengurai yang mendapatkan makanan dari penguraian bahan
organik dari bangkai
3) Detritivor yang merupakan pemakan partikel organik atau
jaringan yang telah membusuk, contohnya adalah lintah, cacing,
semut dan keluwing atau kaki seribu.
Berdasarkan peranannya dalam ekosistem, komponen biotik dapat
dibedakan menjadi:
a) Produsen
Produsen adalah organisme yang dapat membuat makanan sendiri
dan menyediakan makanan bagi organisme lain. Semua tumbuhan
hijau merupakan produsen. Hal ini disebabkan karena tumbuhan
hijau mempunyai klorofil yang mampu menghasilkan makanan
melalui proses fotosintesis.Proses ini merupakan proses yang terjadi
pada tumbuhan untuk menghasilkan karbohidrat/zat gula.Pada
proses fotosintesis dibutuhkan bahan berupa karbon dioksida dan
air yang dengan bantuan cahaya matahari dapat menghasilkan
43
menjadi glukosa dan oksigen. Zat gula hasil fotosintesis tersebut
oleh tumbuhan digunakan sebagai sumber energi.

44
b) Konsumen
Setiap makhluk hidup memerlukan makanan untuk sumber energi.
Makhluk hidup yang tidak memiliki zat hijau daun (klorofil)
bergantung pada tumbuhan. Manusia dan hewan selalu bergantung
pada organisme lainnya, sehingga berperan sebagai konsumen.
Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dibedakan menjadi :
1) Herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Contoh: sapi,
kerbau, belalang, kambing, dan rusa.
2) Karnivora, yaitu hewan pemakan daging. Contoh: harimau,
ular, buaya, anjing, dan katak.
3) Omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan. Contoh:
monyet, tikus dan ayam.
4) Pengurai
Makhluk hidup yang berfungsi sebagai pengurai adalah bakteri,
fungi, cacing, semut dan kaki seribu. Organisme ini
menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati dengan
mengubah zat organik menjadi zat anorganik.omponen abiotik
dalam ekosistem terdiri atas.
a) Air
Air berfungsi sebagai pelarut zat-zat yang dibutuhkan makhluk hidup.
Air juga berperan sebagai habitat dari berbagai makhluk hidup dalam
ekosistem perairan. Pada ekosistem darat, air merupakan zat yang
menentukan kelembapan udara dan memiliki pengaruh yang besar
pada kehidupan makhluk hidup di darat.
b) Tanah
Tanah dalam ekosistem berperan sebagai tempat hidup berbagai
makhluk hidup. Tanah juga merupakan sumber zat-zat hara bagi
sebagian besar tumbuhan. Tanah yang kaya zat-zat mineral
menyebabkan tumbuhan dapat tumbuh dengan subur. Sebaliknya,
tanah yang kurang zat-zat mineral dapat menyebabkan pertumbuhan
45
tumbuhan terganggu.

46
c) Udara
Udara terdiri dari beberapa macam gas, antara lain oksigen dan
karbon dioksida. Oksigen diperlukan oleh makhluk hidup untuk
bernapas. Karbon ioksida merupakan zat yang dibutuhkan oleh
tumbuhan hijau untuk fotosintesis. Karbon dioksida yang terlarut
dalam air dibutuhkan oleh fitoplankton untuk fotosintesis.
d) Cahaya matahari
Cahaya matahari merupakan sumber tenaga (energi) bagi makhluk
hidup di bumi. Tumbuhan hijau akan menyerap energi matahari
melalui klorofil pada daun dan menggunakannya untuk proses
fotosintesis. Pada proses fotosintesis, bahan baku yang berasal dari
karbon dioksida dan air akan menghasilkan zat gula (glukosa) yang
kemudian diubah menjadi zat pati.Zat pati yang dihasilkan disimpan
dalam tubuh tumbuhan, misalnya pada akar, batang, dan daun. Energi
yang terkandung dalam tumbuhan itu akan menjadi sumber energi
bagi makhluk hidup lain yang memakannya. Ketika kita makan nasi,
sebenarnya kita mendapatkan energi dari matahari.
e) Suhu
Suhu lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.
Beberapa jenis tumbuhan hanya mampu hidup pada suhu tertentu.
Tumbuhan yang biasa hidup di daerah panas (bersuhu tinggi) akan
mati atau terhambat pertumbuhannya bila ditanam di daerah dingin
(bersuhu rendah). Demikian pula sebaliknya.
f) Kelembaban
Sampai batas-batas tertentu, tanah dan udara yang lembab
berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Pada golongan
hewan tertentu, kelembaban udara sangat berpengaruh terhadap
kehidupannya. Misalnya cacing tanah memiliki habitat di tanah yang
lembab.atuan Ekosistem, satuan penyusun ekosistem terdiri atas:

47
1) Individu
Individu artinya tidak dapat dibagi lagi. Jadi individu adalah makhluk
hidup tunggal. Contoh: seekor semut, seekor ikan, sebatang pohon,
seorang manusia, dll.
2) Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang menempati suatu
daerah tertentu. Contoh: sekelompok pohon mangga di kebun,
beberapa ekor ikan mas di akuarium, segerombolan burung,
segerombolan sapi di padang rumput, dll.
3) Komunitas
Komunitas adalah seluruh populasi makhluk hidup yang hidup di
suatu daerah tertentu. Contoh: seluruh populasi di hutan
membentuk suatu komunitas hutan, kumpulan populasi di terumbu
karang membentuk komunitas terumbu karang, dll.
4) Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya
yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik.
Oleh karena itu, ekosistem disebut juga sistem lingkungan.
5) Biosfer
Biosfer adalah kumpulan dari semua ekosistem yang terdapat di
permukaan bumi ini.

2. Rantai Makanan
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan
dan arah tertentu. Dalam proses makan dan dimakan ini terjadi
perpindahan energi dari produsen ke konsumen lalu ke pengurai.
Rantai makanan selalu dimulai dari tumbuhan hijau sebagai produsen.
Dalam rantai makanan, tumbuhan hijau akan dimakan oleh herbivora
sehingga herbivora disebut sebagai konsumen tingkat pertama.
Herbivora akan dimakan oleh karnivora sehingga karnivora disebut
48
konsumen tingkat kedua, dan seterusnya. Pengurai mendapatkan
energi dari produsen dan konsumen yang telah mati.
Pada rantai makanan terdapat tingkatan/urutan organisme. Tiap
tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi seperti
terlihat pada gambar di bawah ini.

Berdasarkan gambar di atas dapat diterangkan sebagai berikut. Pada


tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan
zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof
yang sering disebut produsen. Terlihat pada gambar bahwa rumput
dimakan belalang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rumput
bertindak sebagai produsen.
Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut
konsumenprimer (konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh
hewan herbivora. Terlihat pada gambar bahwa belalang dimakan
katak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belalang sebagaikonsumen I
(Herbivora). Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut
konsumen sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan
daging (karnivora). Terlihat pada gambar bahwa katak dimakan ular.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa katak sebagai konsumen II
(karnivora). Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi

49
disebut konsumen puncak. Terlihat pada gambar bahwa ular sebagai
konsumen III/konsumen puncak (karnivora). Jika ular mati, maka akan
diuraikan oleh jamur yang berperan sebagai dekomposer yang
mengubah ular yang mati itu menjadi zat hara yang

50
akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa jamur berperan sebagai
dekomposer.

3. Jaring-jaring Makanan
Pada uraian sebelumnya tentang rantai makanan, dijelaskan bahwa
setiap organisme seakan-akan hanya memakan atau dimakan oleh satu
organisme lain saja. Hal yang sebenarnya terjadi adalah dalam suatu
ekosistem tidaklah demikian. Tiap organisme mungkin memakan atau
dimakan lebih dari satu organisme dalam satu rantai makanan yang
sama atau makan dari rantai makanan lain. Ini biasanya terjadi pada
hewan karnivora taraf trofi tinggi.

Dalam ekosistem rantai makanan–rantai makanan itu saling berkaitan.


Kebanyakan sejenis hewan memakan beragam makanan, dan makhluk
tersebut pada gilirannya juga menyediakan makanan untuk berbagai
makhluk yang memakannya, maka terjadi yang dinamakan jaring–jaring
makanan(food web).Jaring-jaring makanan merupakan rantai-rantai
makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa
sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi
karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan atau dimakan
oleh satu jenis makhluk hidup lainnya. Ekosistem yang terdiri atas banyak

51
rantai makanan akan membentuk jaring-jaring makanan. Jadi, jaring-jaring
makanan adalah kumpulan antara berbagai rantai makanan yang saling
berhubungan dalam suatu ekosistem.

52
Untuk menjelaskan tentang mekanisme jaring-jaring makanan dalam
suatu ekosistem dapat dilihat pada contoh berikut: Pada jaring-jaring
makanan terdapat beberapa rantai makanan, yaitu
a.Padi → tikus → elang → pengurai
b. Padi → tikus → musang → elang → pengurai
c.Padi → burung → musang → elang → pengurai
d. Padi → burung → elang → pengurai

Pada bagan rantai makanan di atas terlihat bahwa semua aktivitas


makan memakan diakhiri oleh pengurai. Hal ini menunjukkan peran
bakteri pengurai dalam ekosistem sangatlah penting yang berfungsi
menguraikan dan menghancurkan zat penyusun tubuh menjadi hara
yang selanjutnya zat hara ini kembali ke tanah. Dengan demikian
pengurai merupakan penghubung antara konsumen dan produsen.
Dengan adanya pengurai, akan menjamin ketersediaan zat hara
sehingga kebutuhan tumbuhan akan zat hara tetap terpenuhi.Apabila
tumbuhan hidup subur, berarti tumbuhan tersebut menjamin
ketersediaan makanan bagi herbivora. Meningkatnya herbivora
menjamin ketersediaan makanan bagi karnivora. Dengan demikian
dapatlah disimpulkan bahwa antara komponen dalam ekosistem yang
satu dengan lainnya senantiasa berinteraksi dan terjadi
kesalingtergantungan.Pada jaring-jaring makanan yang lebih kompleks
akan terlihat bahwa setiap organisme tidak hanya dimakan oleh satu
organisme saja, tetapi dimakan oleh berbagai organisme. Contohnya
serangga yang terdapat pada daun dimakan oleh tikus, bajing dan juga
burung; atau rusa yang memakan salamander dan hewan pengerat.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam suatu
ekosistem terjadi interaksi dan kesalingtergantungan antar organisme
guna kelangsungan hidupnya.Kelangsungan hidup organisme dalam
suatu ekosistem dapat terganggu. Adanya bahanpencemar seperti
53
limbah pabrik dan insektisida buatan dapat masuk ke dalam tubuh
organisme dan berpindah melalui rantai makanan kemudian tidak dapat
diuraikan. Hal ini sangat berbahaya karena dapat meracuni tanah
dan

54
bahkan tubuh manusia yang mengonsumsi makhluk hidup yang sudah
tercemar tersebut.

55
Lampiran 4 : LKS

Lembar Kerja Peserta Didik

Bacalah wacana dibawah ini :

Hutan Nusantara di Pagi Hari

Gambar 1. Ekosistem padang rumput

Pada suatu pagi yang cerah di padang rumput pedalaman hutan Sumatra
yang luas, sekawanan kuda zebra, induk dan dua ekor anaknya serta
beberapa kuda dewasa lainnya, sedang asyik merumput. Tanpa disadari
dari kejauhan terlihat sekelompok singa-singa Sumatra mengendap-
ngendap mengintai zebra. Sementara itu di punggung beberapa kuda
zebra bertengger burung-burung jalak dengan tenang memakan kutu
penghisap darah zebra. Seekor burung melompat dari satu punggung
zebra ke punggung zebra lainnya untuk berebut kutu zebra lainnya.

Sementara kehidupan lain pun berlangsung di padang rumput yanluas itu.


Beberapa ekor belalang dengan rakusnya memakan rumput muda. Tiba-tiba
sekelompok belalang itu dengan serempak melompat dan terbang ketika
seekor tikus tanah menerkam seekor belalang. Tikus itu dengan cekatan
menggigit belalang yang tidak berdaya. Hanya tikuskah musuh belalang?
Tidak! Di balik daun dua ekor katak dengan lidahnya yang lengket siap-siap
pula untuk memangsa belalang-belalang itu.
56
Matahari semakin naik, udara terasa memanggang di padang rumput
itu. Dua ekor katak setelah kenyang dengan hati-hati pergi ke pinggir
kubangan, tempat semua

57
hewan di padang rumput itu minum atau memasukkan tubuhnya ke air
supaya badannya terasa segar kembali. Sementara di udara melayang-
layang dua ekor burung elang mencari mangsa, dan seekor lagi sedang
bertengger di salah satu cabang pohon Akasia. Pohon Akasia saat itu sedang
berbunga. Dan biasanya jika sedang berbunga banyak dikunjungi lebah dan
kupu-kupu yang banyak hidup di padang rumput tersebut.

Itulah sekelumit kisah di salah satu sudut hutan di nusantara. Kehidupan


harus terus berjalan walaupun ada yang harus mati karena dimangsa oleh
musuhnya.

Bacalah kisah pada wacana di atas, baca dan telaah secara seksama,
kemudian jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Jenis komunitas apakah yang terdapat di pedalaman
Sumatra tersebut?
2. Ada berapa populasi di tempat tersebut? Tuliskan secara
lengkap masing-masing populasi tersebut !
3. Faktor-faktor abiotik apa saja yang terdapat di tempat tersebut ?
4. Setujukah jika padang rumput tersebut disebut ekosistem ?
Jika setuju apa alasanmu?
5. Mengapa ketika panas terik dua ekor katak tersebut harus
menceburkan diri masuk ke dalam kubangan air? Jelaskan
secara rinci jawabanmu!
6. Adakah hubungan interaksi antara komponen ekosistem di
padang rumput tersebut? Jika ada tuliskan interaksi macam
apakah yang terdapat di padang rumput tersebut dan
tuliskan pula contohnya?
7. Adakah di padang rumput itu interaksi jenis predasi,
simbiosis, parasitisme, dan kompetisi?
Jika ada tuliskan antara makhluk hidup apa dengan apa!
8. Tuliskan beberapa rantai makanan yang dapat kamu

58
identifikasi di padang rumput tersebut.
9. Buatlah diagram jaring-jaring makanan di padang rumput tersebut.

59
Lampiran5-6
FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL

Jenis sekolah : Sekolah


Dasar Jumlah soal 10
Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Bentuk soal/tes : Pilihan Ganda dan Uraian /
Tulis Penyusun : Riris Ika Wulandari, S.Pd
Alokasi waktu : 1 x 35 menit

Kisi-Kisi Penulisan Soal


Kompeten Materi Indikat Bentu Nomor
No. IPK or Level
si Dasar Pokok k Soal
Soal Soal
1 2 3 4 5 6 7

1 Menganalisi Menjelaskan Rantai Siswa L2 Piliha 1


s hubungan hubungan makana dapat n
antar antar n dan mengidenti Gand
komponen Jaring- fik asi a
makhluk
ekosistem jaring hubungan
dan jaring- hidup dalam makana antar
jaring jaring- jaring n mahluk
makanan di makanan hidup
lingkungan pada suatu dalam
sekitar ekosistem. jaring-jaring
makanan
pada suatu
ekosistem
2 Menganalisi Menjelaskan Rantai Siswa L2 Piliha 2
s hubungan hubungan makana dapat n
antar antar n dan mengidenti Gand
komponen Jaring- fik asi a
makhluk
ekosistem jaring hubungan
dan jaring- hidup dalam makana antar
jaring jaring- jaring n mahluk
makanan di makanan hidup
lingkungan pada suatu dalam
sekitar ekosistem. jaring-jaring
makanan
pada suatu
ekosistem

3 Menganalisi Menjelaskan Rantai Siswa L4 Piliha 3


s hubungan hubungan makana dapat n
60
antar antar n dan menganalisi Gand
komponen makhluk Jaring- s hubungan a
ekosistem hidup dalam jaring antar
mahluk
jaring-
hidup
dalam
dan jaring- jaring makana jaring-jaring
jaring makanan n makanan
makanan di pada suatu pada suatu
lingkungan ekosistem
ekosistem.
sekitar

4 Menganalisi Menjelaskan Rantai Siswa L4 Piliha 4


s hubungan hubungan makana dapat n
antar antar n dan menganalis Gand
komponen Jaring- is a
makhluk
ekosistem jaring komponen
dan jaring- hidup dalam makana abiotik
jaring jaring- jaring n dalam
makanan di makanan suatu
lingkungan pada suatu ekosistem
sekitar ekosistem.
5. Menganalisi Menjelaskan Rantai Siswa L2 Piliha 5
s hubungan hubungan makana dapat n
antar antar n dan mengidenti Gand
komponen Jaring- fik asi a
makhluk
ekosistem jaring hubungan
dan jaring- hidup dalam makana antar
jaring jaring- jaring n mahluk
makanan di makanan hidup
lingkungan pada suatu dalam
sekitar ekosistem. jaring-jaring
makanan
pada suatu
ekosistem
6. Menganalisi Menjelaskan Rantai Siswa dapat L3 Uraian 6
s hubungan hubungan makana menunjukk
antar antar n dan an jenis
komponen Jaring- makhluk
makhluk
ekosistem jaring hidup yang
dan jaring- hidup dalam makana termasuk
jaring jaring- jaring n tumbuhan
makanan di makanan parasit
lingkungan pada suatu
sekitar ekosistem.
7. Menganalisi Menjelaskan Rantai Siswa L3 Piliha 7
s hubungan hubungan makana dapat n
antar antar n dan mengidenti Gand
61
komponen makhluk Jaring- fik asi a
ekosistem hidup dalam jaring hubungan
dan jaring- jaring- jaring makana antar
jaring n mahluk
makanan
makanan di hidup
lingkungan pada suatu dalam
sekitar ekosistem. jaring-jaring
makanan
pada suatu
ekosistem

8. Menganalisi Menjelaskan Rantai Siswa L3 Uraian 8


s hubungan hubungan makana dapat
antar antar n dan mengidenti
komponen Jaring- fik asi
makhluk
ekosistem jaring hubungan
dan jaring- hidup dalam makana antar
jaring jaring- jaring n mahluk
makanan di makanan hidup
lingkungan pada suatu dalam
sekitar ekosistem. jaring-jaring
makanan
pada suatu
ekosistem
9. Menganalisi Menjelaskan Rantai Siswa L3 Uraian 9
s hubungan hubungan makana dapat
antar antar n dan mengidenti
komponen Jaring- fik asi
makhluk
ekosistem jaring hubungan
dan jaring- hidup dalam makana antar
jaring jaring- jaring n mahluk
makanan di makanan hidup
lingkungan pada suatu dalam
sekitar ekosistem. jaring-jaring
makanan
pada suatu
ekosistem
10. Menganalisi Menjelaskan Rantai Siswa L3 Uraian 10
s hubungan hubungan makana dapat
antar antar n dan mengidenti
komponen Jaring- fik asi
makhluk
ekosistem jaring hubungan
dan jaring- hidup dalam makana antar
62
jaring jaring- jaring n mahluk
makanan di makanan hidup
lingkungan pada suatu dalam
sekitar jaring-jaring
ekosistem.
makanan
pada suatu
ekosistem

63
LK -4b KARTU SOAL PILIHAN GANDA
KARTU SOAL NOMOR 1
(PILIHAN GANDA)

Mata Pelajaran IPA


V/1
:
Kelas/Semester
:
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Menjelaskan hubungan antar makhluk hidup dalam
Indikator Soal
jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L2
Level Kognitif

Soal
1. Padi -> Belalang -> Katak -> Ular -> Elang.
Ular memiliki bisa yang dapat mengganggu kegiatan manusia pada
saat di sawah, sehingga banyak petani yang khilaf membasmi ular
sehingga menimbulkan ... .
A. Elang semakin banyak
B. Panen menjadi gagal karena belalang populasinya meningkat
C. Katak menjadi menurun
D. Panen gagal karena terjadi peningkatan ekosistem elang

Kunci Pedoman Penskoran

NO
KUNCI/KRITERIA JAWABAN SKOR
SOAL

1. B. Panen gagal karena belalang populasiny 2


a

menjadi
meningkat

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena

64
1. Soal tersebut mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam
jaring-jaring makanan pada suatu ekosistem

65
LK-4B KARTU SOAL PILIHAN GANDA
KARTU SOAL NOMOR 2
(PILIHAN GANDA)

Mata Pelajaran IPA


V/1
:
Kelas/Semester
:
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Siswa dapat mengidentifikasi hubungan antar mahluk
Indikator Soal
hidup dalam jaring-jaring makanan pada suatu
ekosistem
L2
Level Kognitif

Soal

2. Pada jaring-jaring makanan pada padi, tikus, ular, dan elang. Hal
yang terjadi apabila tikus bertambah banyak adalah ... .
A. Padi berkurang
B. Ular berkurang
C. Elang berkurang
D. Padi dan ular berkurang

Kunci Pedoman Penskoran

NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
2 A. Padi berkurang 2

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena

2. Siswa dituntut untuk mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam


jaring-jaring makanan pada suatu ekosistem

66
LK-4B KARTU SOAL PILIHAN GANDA
KARTU SOAL NOMOR 3
(PILIHAN GANDA)

Mata Pelajaran IPA


V/1
:
Kelas/Semester
:
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Menganalisis hubungan antar mahluk hidup dalam
Indikator Soal
jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L4
Level Kognitif

Soal

3. Seorang produsen nata de coco menderita kerugian dikarenakan


produknya mengalami kerusakan. Setelah diteliti terdapat jamur
yang menghambat kerja bakteri Acetobacter xylinum dalam
pembentukan lapisan nata de coco. Pola Interaksi yang terjadi
antara jamur dengan bakteri tersebut adalah ... .
A. Antibiosis
B. Predasi
C. Kompetisi
D. Kooperati
Kunci Pedoman Penskoran

NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
3 A. Antibiosis 3

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena

3. Siswa dituntut untuk mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam


jaring-jaring makanan pada suatu ekosistem
67
LK-4B KARTU SOAL PILIHAN GANDA
KARTU SOAL NOMOR 4
(PILIHAN GANDA)

Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Menganalisis komponen abiotik dalam suatu ekosistem
Indikator Soal
L4
Level Kognitif

Soal

4. Seorang ilmuan melakukan penelitian komponen suatu ekosistem


dan menemukan beberapa ekor ulat, belalang, katak, burung, dan
jamur. Komponen biotik yang belum ditemukan adalah ... .
A. Produsen
B. Konsumen
C. Pengurai
D. Dekomposer

Kunci Pedoman Penskoran

NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
4 A. Produsen 3

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena

4. Siswa dituntut untuk menganalisis komponen abiotik dalam suatu ekosistem.

68
LK-4B KARTU SOAL PILIHAN GANDA
KARTU SOAL NOMOR 5
(PILIHAN GANDA)

Mata Pelajaran IPA


V/1
:
Kelas/Semester
:
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam
Indikator Soal
jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L2
Level Kognitif

Soal

5. Jika disebuah petakan sawah yang ditanami padi terdapat ulat,


katak, dan capung. Maka akan terjadi rantai makanan sebagai
berikut ... .
A. Padi  capung  katak
B. Padi  burung  katak
C. Padi  belalang  ular
D. Padi  belalang  burung
Kunci Pedoman Penskoran

NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
5 D. Padi  belalang  burung 3

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena

5. Siswa dituntut untuk mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam


jaring-jaring makanan pada suatu ekosistem
69
LK-4C KARTU SOAL URAIAN
KARTU SOAL NOMOR 6
(URAIAN)

Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Menunjukkan jenis makhluk hidup yang termasuk
Indikator Soal tumbuhan parasit
L3
Level Kognitif

Soal

6. Apa yang akan terjadi apabila lalat mati akibat racun serangga?

Kunci Pedoman Penskoran

NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
6 Apabila lalat mati oleh racun serangga maka 3
kelangsungan hidup bakteri yang hidup dalam tubuh
lalat akan terganggu

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena

6. Siswa dituntut untuk menjelaskan hubungan antar mahluk hidup dalam


jaring-jaring makanan pada suatu ekosistem

70
LK-4C KARTU SOAL URAIAN
KARTU SOAL NOMOR 7
(URAIAN)

Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam
Indikator Soal jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L3
Level Kognitif

Soal

7. Ikan remora selalu menggantungkan perolehan makanan pada ikan


hiu. Apa pendapatmu jika banyak ikan hiu yang tertangkap oleh
nelayan?

Kunci Pedoman Penskoran

NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
7 Jika banyak ikan hiu yang tertangkap oleh nelayan maka 3
kelangsungan ikan remora akan terancam karena
sumber makanannya berkurang atau habis.

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena

7. Siswa dituntut untuk menjelaskan hubungan antar mahluk hidup dalam


jaring-jaring makanan pada suatu ekosistem

71
LK-4c KARTU SOAL URAIAN
KARTU SOAL NOMOR 8
(URAIAN)

Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam
Indikator Soal
jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L3
Level Kognitif

Soal

8. Pak tani sangat beruntung dengan adanya burung hantu yang


mencari makan di sawahnya. Mengapa pak tani itu beruntung?

Kunci Pedoman Penskoran

NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
8 Pak tani diuntungkan oleh adanya burung hantu yang 3
mencari makan tikus disawahnya karena burung hantu
adalah pemangsa alami tikus. Hal ini mengakibatkan
hama tanaman padi (tikus) akan berkurang.

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena

8. Siswa dituntut untuk menjelaskan hubungan antar mahluk hidup dalam


jaring-jaring makanan pada suatu ekosistem

72
LK-4c KARTU SOAL URAIAN
KARTU SOAL NOMOR 9
(URAIAN)

Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Menganalisis hubungan antar mahluk hidup dalam
Indikator Soal
jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L3
Level Kognitif

Soal

9. Apa pengaruh penebangan hutan secara liar dan terus –


menerus bagi hewan-hewan yang hidup di dalamnya?

Kunci Pedoman Penskoran

NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
9 Penebangan hutan secara liar akan mengakibatkan 3
habitat hewan akan terganggu, sehingga hewan akan
kesulitan mencari makanannya

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena

9. Siswa dituntut untuk menjelaskan hubungan antar mahluk hidup dalam


jaring-jaring makanan pada suatu ekosistem

73
LK-4c KARTU SOAL URAIAN
KARTU SOAL NOMOR 10
(URAIAN)

Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam
Indikator Soal
jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L3
Level Kognitif

Soal

10. Padi – elang – tikus – ular


Susunlah makhluk hidup tersebut sehingga membentuk rantai
makanan yang benar!

Kunci Pedoman Penskoran

NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
10 Padi  Tikus  Ular  Elang 3

Keterangan:

Soal ini termasuk soal HOTS karena

10. Siswa dituntut untuk mengurutkan rantai makanan yang benar

74
Lampiran
7
Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa

No Nama Siswa Aspek Skor


Perhatian Keberanian Keterlibatan
1. MAF 3 3 2 8
2. ADF 3 3 3 9
3. AZS 3 3 2 8
4. AFS 3 2 3 8
5. ANC 3 3 4 9
6. ARP 4 2 3 9
7. CRN 3 3 2 8
8. DRD 4 4 4 12
9. DDN 3 3 2 8
10. DAT 3 3 2 8
11. ERM 3 4 2 9
12. FNH 3 3 3 9
13. IYM 3 3 3 9
14. JIN 4 3 2 9
15. LHF 3 3 2 8
16. MRH 3 2 2 7
17. MRU 4 4 4 12
18. MHF 3 2 3 8

JUMLAH TOTAL 58 53 48 158

Prosentase 158/216 x 100% 73%

Kriteria Penilaian: 1 = Kurang 3 = Baik


2= Cukup 4 = Baik Sekali

75

Anda mungkin juga menyukai