Discovery Learning Ekosistem Kelas V Gresik
Discovery Learning Ekosistem Kelas V Gresik
OLEH:
i
HALAMAN PENGESAHAN
Sekolah
Hari : Sabtu
ii
BIODATA PENULIS
DATA PENULIS
Nama/ Nip. : Riris Ika Wulandari,
S.Pd. Tempat dan Tanggal Lahir : Gresik, 4
Desember 2019 Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status : Kawin
Pangkat/ Golongan : Penata Muda / IIIa
Alamat : Perumahan Grand Gresik Harmoni D1/06
Telpon 085733222440
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan
Hidayah- Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan laporan best
practie laporan best practice diklat PKB melalui PKP, dengan judul
Pembelajaran Rantai Makanan melalui Pendekatan Saintifik dengan Model
Discovery Learning di UPT SD Negeri 24 Gresik, Kecamatan Kebomas,
Kabupaten Gresik.
Penyusun
iv
DAFTAR ISI
JUDUL.............................................................................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................................................ii
BIODATA PENULIS....................................................................................................................iii
KATA PENGANTAR...................................................................................................................iv
DAFTAR ISI..................................................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
A. Hasil................................................................................................................................12
B. Masalah yang Dihadapi...........................................................................................13
C. Cara mengatasi Masalah........................................................................................13
A. Simpulan.......................................................................................................................15
B. Rekomendasi...............................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................17
LAMPIRAN.................................................................................................................................18
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pembelajaran tematik terpadu di SD sesuai dengan tuntutan
Kurikulum 2013 merupakan pendekatan pembelajaran yang
mengintegrasikan beberapa muatan pelajaran dalam satu pembelajaran.
Beberapa muatan, misalnya Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS disatukan
dalam tema yang sama kemudian disajikan dalam satu pembelajaran
utuh yang saling berkaitan.
Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan
selama ini, penulis menggunakan buku siswa dan buku guru. Penulis
meyakini bahwa buku tersebut sudah sesuai dan baik digunakan di kelas
karena diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ternyata, dalam praktiknya, penulis mengalami beberapa kesulitan
seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang siswa. Selain
itu, penulis masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang
lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir
siswa masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3
(aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order
thinking skills/ HOTS). Penulis juga jarang menggunakan media
pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di kelas kaku dan
anak-anak tampak tidak ceria.
Berdasarkan hasil pengamatan pembelajaran selama ini dapat
disimpulkan bahwa (a) siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak
dilakukan guru dengan cara ceramah, (b) selain ceramah, metode yang
selalu dilakukan guru adalah penugasan. Sebagian siswa mengaku jenuh
dengan tugas-tugas yang hanya bersifat teoritis. Tinggal menyalin dari
buku teks. Selain itu pada saat pembelajaran terlihat minat belajar siswa
rendah. Aktifitas siswa saat pembelajaran cenderung pasif. Tentu saja
1
berbagai kondisi ini membuat pembelajaran tidak efektif. Pembelajaran
yang tidak efektif dan monoton dapat membuat kualitas pembelajaran
menurun dan akan berpengaruh pada hasil belajar. Maka dari itu
2
diperlukan adanya inovasi yang menggunakan pembelajaran yang
berorientasi HOTS.
Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan
disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah Model Discovery
Learning. Model pembelajaran penyingkapan penemuan (Discovery
Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses
intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery terjadi
bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya
untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan
melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan
inferensi. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery
itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in
the mind (Fiobert B. Sund dalam Malik, 2001:219).
Berdasarkan uraian di atas maka penulis membuat Laporan Best
Practice yang berjudul Implementasi Model Pembelajaran Discovery
Learning Pada Materi Ekosistem Siswa Kelas V UPT SD Negeri 24 Gresik
Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.
B. JENIS KEGIATAN
Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan praktik ini adalah kegiatan On 2
pembelajaran unit 1 di UPT SD Negeri 24 Gresik
C. MANFAAT KEGIATAN
Penulis berharap bahwa penulisan laporan ini dapat membawa manfaat antara
lain:
1. Secara Teoritis
i. Penerapan integrasi HOTS (Transfer knowledge, Critical Thinking
creativy dan Problem Solving)
ii. Sebagai bahan referensi dan penguatan untuk pendidik dan
tenaga kependidikan.
2. Secara Praktis
3
i. Penerapan integrasi PPK, Literasi dan 4C dalam
pembelajaran. ii Peningkatan kompetensi peserta didik
4
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Pemetaan KD
Pemetaan KD dilakukan untuk menentukan KD yang dapat
5
diterapkan dalam pembelajaran tematik sesuai dengan materi
pada unit pembelajaran
6
pada bahan pembelajaran pada materi PKP. Berdasarkan hasil telaah
KD yang ada di kelas V, penulis memilih tema yang sesuai dengan
materi pada bahan pembelajaran yaitu tema V Ekosistem untuk
membelajarkan KD 3.5 – 4.5 muatan IPA di kelas V semester 1.
IPA IPA
IPA
3.5.18 .Mengidentifikasi komponen-komponen abiotik dan biotik
dalam
ekosistem di lingkungan sekitar (IPK Kunci)
3.5.19 Menganalisis hubungan jaring-jaring makanan di
lingkungan
sekitar. (IPK Kunci)
3.5.20 Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan
jaring-
jaring makanan di lingkungan sekitar (IPK Kunci)
7
4. Pemilihan Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang dipilih adalah Discovery Learning.
bidangnya,
10
Tahap 4 6. Peserta didik melakukan pengolahan data.
Berdasarkan data-data yang telah
Pengolahan
dikumpulkan, peserta didik dalam
Data (Data
kelompok menjawab pertanyaan yang
Processing)
telah disepakati
7. Peserta didik bermain peran membentuk
jaring- jaring makanan ekosistem sawah
dengan menggunakan topeng gambar
hewan dan tali rafia
8. Peserta didik mendapat penjelasan dari
guru mengenai langkah-langkah dan
aturan permainan role playing hubungan
antar komponen ekosistem dan jaring-
jaring makanan
9. Perwakilan dari masing-masing kelompok
mengambil ikat kepala bergambar hewan
dan tumbuhan yang tersedia.
10. Peserta didik memakai ikat kepala yang
telah diterima
11. Peserta didik mengikat pinggangnya
masing- masing secara bergantian sesuai
dengan urutan trofik jaring-jaring
makanan dalam ekosistem.
12. Peserta didik menyelesaikan
permasalahan
yang terdapat pada LK.
C. Kegiatan Penutup 15
menit
1. Peserta didik membuat rangkuman secara kreatif
sebagai tugas tindak lanjut
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses
kegiatan pembelajaran hari ini dengan arahan guru.
3. Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan
untuk menguatkan pemahaman terhadap materi
pembelajaran hari ini.
4. Peserta didik mendapat umpan balik dari pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan dan terhadap proses serta
hasil pembelajaran.
5. Peserta didik mendapat informasi rencana
13
pembelajaran
untuk pertemuan berikutnya
14
6. Peserta didik mendapat penguatan pendidikan
karakter dari guru.
7. Peserta didik menyanyikan lagu daerah
8. Peserta didik dipersilakan berdoa dan mensyusukuri
segala nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha
Esa.
6. Penyusunan Perangkat Pembelajaran
Berdasarkan hasil kerja 1 higga 5 di atas kemudian disusun
perangkat pembelajaran meliputi RPP, bahan ajar, LKS, dan instrumen
penilaian. RPP disusun dengan mengintegrasikan kegiatan literasi,
penguatan pendidikan karakter (PPK), dan kecakapan abad 21.
D. Alat/lnstrumen
Guru diharapkan untuk menggunakan atau mengembangkan mode-
model pembelajaran yang lebih variatif agar pembelajaran lebih,
menyenangkan dan menantang pembelajaran yang HOTS ditindaklanjuti
dengan penilaian HOTS. Soal- soal yang diberikan harus mengukur
ketercapaian siswa pada ranah C-4, C-5, dan C-6, disesuaikan dengan
KKO yang telah ditetapkan pada RPP. Instrumen test yang digunakan
bisa dalam bentuk soal Pilihan Ganda (PG) atau uraian. Soal PG dan HOTS
yang berorientasi pada HOTS tentunya bukan sekedar menanyakan
sekedar menanyakan "apa?", "siapa?", "kapan?" dan "dimana?", tetapi
menanyakan "mengapa?" dan "bagaimana?" agar siswa terbiasa
mengasah nalar, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan
solutif.
Media pembelajaran yang digunakan dalam laporan ini adalah :
1) Gambar dan video yang berkaitang dengan ekosistem
2) Buku guru dan buku siswa kelas V K13
3) LCD
4) Lembar kerja siswa
15
E. Waktu dan Tempat Kegiatan
Praktik ini dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 6 Desember tahun
2019 bertempat di Ruang Kelas V UPT SD Negeri 24 Gresik, Kecamatan
Kebomas, Kabupaten Gresik
16
BAB III
HASIL KEGIATAN
18
tnteraksi antar komponen ekosistem benar-benar dibangun oleh
siswa melalui pengamatan dan diskusi yang menutut kemampuan
siswa untuk berpikir kritis.
4. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning juga meningkatkan
kemampuan siswa dalam memecahkan masalah (problem solving).
Pembelajaran yang diterapkan dengan menyajikan teks tulis dan
video berisi permasalahan kontekstual mampu mendorong siswa
merumuskan pemecahan masalah. Sebelum menerapkan Discovery
Learning penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan buku
guru dan buku siswa. Meskipun permasalahan yang disajikan dalam
buku teks kadang kala kurang sesuai dengan kehidupan sehari-hari
siswa, tetap saja penulis gunakan. Jenis teks yang digunakan juga
hanya pada teks tulis dari buku teks. Dengan menerapkan Discovery
Learning, siswa tak hanya belajar dari teks tulis, tetapi juga dari video
serta diberi kesempatan terbuka untuk mencari data, materi dari
sumber lainnya.
19
Agar siswa yakin bahwa pembelajaran dengan model Discovery
Learning dapat membantu mereka lebih menguasai materi
pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana,
mengapa, dan manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir
tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Pemahaman
20
dan kesadaran akan pentingnya HOTS akan membuat siswa termotivasi
untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, kesadaran bahwa belajar
bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan membuat siswa mau
belajar dengan HOTS. Guru juga harus bias memanajemen waktu dan
tahapan-tahapan kegiatan saat pelaksanaan pembelajaran agar siswa
dapat mengikuti semua tahapan dengan lancar tanpa memakan waktu
yang lebih banyak.
Kekurangmampuan guru membuat video pembelajaran dapat diatasi
dengan mengunduh video sesuai dengan KD yang akan dibelajarkan baik
dari youtube maupun dari Rumah Belajar. Dengan demikian, selain
menerapkan kegiatan literasi baca tulis, siswa juga dapat meningkatkan
literasi digitalnya.
21
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran tematik dengan model
pembelajaran Discovery Learning, berikut disampaikan rekomendasi
yang relevan.
1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku
siswa dan buku guru serta jaring-jaring tema yang telah disediakan,
tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran tematik yang
kontekstual sesuai dengan latar belakang siswa dan situasi dan kondisi
sekolahnya. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna.
2. Siswa diharapkan untuk merterapkan kemampuan berpikir tingkat
tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teorj. Kemampuan
belajar degan cara ini akan membantu siswa menguasai materi secara
lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa)
3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk
ikut melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif
sekolah, seperti penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan
22
kesempatan bagi
23
penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini aka menambah
wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.
24
DAFTAR PUSTAKA
25
LAMPIRAN
Lampiran 1 : Foto-foto
kegiatan Lampiran 2 : RPP
Lampiran 3 : Bahan
Ajar Lampiran 4 :
LKS
Lampiran 5 : Kisi-kisi soal piliha ganda dan
uraian Lampiran 6 : Soal, kunci, dan
pedoman penyekoran Lampiran 7 :
Lembar observasi proses pembelajaran
26
Lampiran 1 : Foto-foto kegiatan
27
Lampiran 2 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
C. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan mengamati gambar yang ada, siswa mampu memahami dan
menjelaskan hubungan antarmakhluk hidup, menjelaskan perbedaan
29
antara simbiosis parasistisme, komensalisme, dan mutualisme, dan
menyimpulkan mengenai hubungan khas makhluk hidup secara
benar.
30
2. Dengan mencermati teks bacaan yang disajikan, siswa mampu
menemukan dan mencari arti dari kosakata baru, menentukan pokok
pikiran dari sebuah bacaan nonfiksi dan menyajikannya dalam bentuk
sebuah peta pikiran secara baik dan benar.
3. Dengan memahami peran antarmakhluk hidup bagi kelangsungan
hidup mereka di dalam sebuah ekosistem, siswa mampu membuat
sebuah poster jaring-jaring makanan dari sebuah ekosistem,
mempresentasikan hasil kerja mereka dan menjelaskannya dengan
percaya diri di depan kelas, dan membuat tulisan mengenai
hubungan yang terjadi di dalam rantai makanan secara runtun.
D. Materi Pembelajaran
1. Hubungan antarmakhluk hidup, menjelaskan perbedaan antara
symbiosis parasistisme, komensalisme, dan mutualisme.
2. Teks bacaan Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan.
3. Komponen-komponen ekosistem.
E. Metode
Pembelajaran
Discovery Learning
F. Media Pembelajaran
Media, Alat, dan bahan yang digunakan adalah: teks bacaan,
gambar/slide dan video tentang interaksi antar komponen ekosistem
G. Sumber belajar
1. Buku Pedoman Guru Tema 1 Kelas 5 dan Buku Siswa Tema 1 Kelas
5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2014).
2. Buku Sekolahnya Manusia, Munif Khotif.
31
H. Langkah-langkah Kegiatan
Pembelajaran Pertemuan Ke 1
D. Kegiatan Pendahuluan 20
menit
Orientasi 1. Guru mengucapkan salam
2. Peserta didik berdoa dengan dipimpin
ketua kelas
3. Peserta didik membaca ayat Al-
qur’an (hafalan surat pendek)
4. Peserta didik menyanyikan lagu
Indonesia Raya
5. Guru mengecek kehadiran peserta didik
6. Peserta didik melakukan kegiatan
literasi membaca (buku non
pelajaran)
Appersepsi 7. Guru mengaitkan materi yang akan
dipelajari dengan pengalaman peserta
didik dengan materi sebelumnya
(hubungan komponen-komponen
ekosistem dan jaring-jaring makanan)
8. Peserta didik dengan bimbingan guru
mengingat kembali materi prasyarat
(komponen-komponen ekosistem dan
jaring-jaring makanan)
9. Guru mengajukan pertanyaan pendahuluan:
b. Apakah menurut kalian jika salah satu
dari
komponen ekosistem punah, maka
dapat berpengaruh terhadap
32
komponen yang lain?
Motivasi 10. Peserta didik mendapat informasi dari
guru mengenai tujuan, manfaat
pembelajaran yang akan dilakukan,
metode pembelajaran
E. Kegiatan Inti
33
Tahap 3 14. Peserta didik bersama kelompoknya,
berdiskusi, mengumpulkan data untuk
Pengumpulan
penyelasaian masalah. Pengumpulan data
Data (Data
dapat dilakukan dengan kajian pustaka,
Collection)
membaca buku dari berbagai sumber, dari
buku pelajaran, buku koleksi
perpustakaan sekolah, majalah, koran
internet maupun dari gambar atau video
yang diputarkan oleh guru.
15. Peserta didik juga dapat melakukan
wawancara dengan guru, atau tenaga ahli
di bidangnya, misalkan guru lain, orang
tua, bertanya lewat media internet, dsb.
34
mengambil ikat kepala bergambar hewan
dan tumbuhan yang tersedia.
20. Peserta didik memakai ikat kepala yang
telah diterima
21. Peserta didik mengikat pinggangnya
masing- masing secara bergantian sesuai
dengan urutan trofik jaring-jaring
makanan dalam ekosistem.
22. Peserta didik menyelesaikan
permasalahan yang terdapat pada LK.
23. Peserta didik menentukan hubungan antar
komponen ekosistem sawah dan jaring-
jaring makanan.
24. Peserta didik menganalisis hubungan
antar komponen ekosisitem sawah dan
jaring-jaring makanan.
25. Peserta didik memerinci hubungan
antar
komponen ekosistem sawah dan jaring-
jaring
35
ekosistem punah atau bertambah banyak.
28. Peserta didik berdiskusi memecahkan
masalah jika terjadi ketidakseimbangana
ekosistem.
29. Guru melakukan pengamatan untuk
menilai
sikap dan keterampilan peserta didik
Tahap 5 30. Peserta didik dalam kelompoknya
memverifikasi hasil pengolahan data. Pada
Pembuktian
tahap ini untuk diperlukan bimbingan dan
(Verification)
pengarahan dari guru untuk menghindari
kesalahan pemahaman pada konsep yang
dipelajari, dan memastikan pembelajaran
tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran
dan IPK.
31. Peserta didik mempresentasikan hasil
diskusi
mengenai hubungan antar komponen
ekosistem dan jaring-jaring makanan.
36
Tahap 6 32. Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi
mengenai hubungan antar komponen
Menarik
ekosistem dan jaring-jaring makanan
Kesimpulan/
dengan arahan guru.
Generalisasi
33. Peserta didik secara mandiri
(Generaliza
menyelesaikan permasalahan pada soal
tion)
evaluasi.
F. Kegiatan Penutup 15
menit
1. Peserta didik membuat rangkuman secara kreatif
sebagai tugas tindak lanjut
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses
kegiatan pembelajaran hari ini dengan arahan guru.
3. Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan
untuk menguatkan pemahaman terhadap
materi pembelajaran hari ini.
4. Peserta didik mendapat umpan balik dari pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan dan terhadap proses serta
hasil pembelajaran.
5. Peserta didik mendapat informasi rencana
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
6. Peserta didik mendapat penguatan pendidikan
karakter dari guru.
7. Peserta didik menyanyikan lagu daerah
8. Peserta didik dipersilakan berdoa dan mensyusukuri
segala nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha
Esa.
I. Penilaian
a. Teknik Penilaian
1) Sikap : Jurnal
37
2) Keterampilan : Menggambar jaring-jaring makanan
3) Pengetahuan : Tes tulis
b. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
38
J. Bahan Ajar
1. Buku Pedoman Guru Tema 1 Kelas 5 dan Buku Siswa Tema 1 Kelas
5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2014).
2. Buku Sekolahnya Manusia, Munif Khotif.
IPA
1. Pengertian Ekosistem
Ekosistem merupakan hubungan timbal balik atau saling membutuhkan
antara mahluk hidup dengan lingkungannya, dan membentuk suatu
keadaan alam yang seimbang. Contoh ekosistem adalah sungai, pantai,
hutan, dan lain-lain.
39
Ekosistem yang satu berbeda dengan ekosistem lainnya. Perbedaan ini
menyangkut jenis makhluk hidup dan proses-proses yang terjadi di
dalamnya.
40
Komponen didalam ekosistem terdiri dari komponen biotik dan
abiotik.Semua komponen biotik dan abiotik di dalam suatu ekosistem
memiliki peranannya masing-masing. Setiap jenis ekosistem memiliki
fungsi masing-masing di bumi ini. Secara langsung maupun tidak
langsung ekosistem-ekosistem di bumi berhubungan satu dengan
lainnya, maka rusak atau hilangnya satu ekosistem akan menyebabkan
terganggunya keseimbangan ekosistem di alam. Contoh: rusaknya
ekosistem hutan akan merusak ekosistem sungai akibat erosi tanah dan
selanjutnya dapat merusak ekosistem pantai akibat terbawanya tanah
dan lumpur tersebut ke pantai. Secara alami, ekosistem dalam keadaan
seimbang dan memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan diri
terhadap gangguan lingkungan. Ekosistem memiliki kemampuan untuk
mengembalikan diri ke keadaan semula. Akan tetapi, kemampuan ini
terbatas. Kegiatan manusia yang tidak memperhatikan lingkungan dapat
mengganggu keseimbangan ekosistem. Contohnya pembuangan sampah
ke sungai akan menyebabkan banjir dan kematian pada hampir semua
makhluk hidup yang hidup di sana.Oleh karena itu kita perlu mengenal
41
content/uploads/2016/08/Ekosistem-Perairan.png
42
Ada 2 pembagian komponen biotic dalam suatu ekosistem,yaitu:
a. Organisme Autotrof Organisme autotrof adalah semua organisme
yang mampu membuat atau mensintesis makanannya sendiri,
berupa bahan organik dan bahan-bahan anorganik dengan bantuan
energi matahari melalui proses fotosintesis. Tumbuhan hijau
memiliki klorofil yang mengandung zat hijau daun, sehingga
mampu melaksanakan fotosintesis yang menghasilkan energi dan
oksigen.
b. Organisme Heterotrof Organisme Heterotrof adalah semua
organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, akan
tetapi memanfaatkan bahan- bahan organik dari organisme lainnya
sebagai bahan makanannya.Organisme ini terdiri atas duatingkatan
yaitu:
1) Konsumen yang secara langsung memakan organisme lain
2) Pengurai yang mendapatkan makanan dari penguraian bahan
organik dari bangkai
3) Detritivor yang merupakan pemakan partikel organik atau
jaringan yang telah membusuk, contohnya adalah lintah, cacing,
semut dan keluwing atau kaki seribu.
Berdasarkan peranannya dalam ekosistem, komponen biotik dapat
dibedakan menjadi:
a) Produsen
Produsen adalah organisme yang dapat membuat makanan sendiri
dan menyediakan makanan bagi organisme lain. Semua tumbuhan
hijau merupakan produsen. Hal ini disebabkan karena tumbuhan
hijau mempunyai klorofil yang mampu menghasilkan makanan
melalui proses fotosintesis.Proses ini merupakan proses yang terjadi
pada tumbuhan untuk menghasilkan karbohidrat/zat gula.Pada
proses fotosintesis dibutuhkan bahan berupa karbon dioksida dan
air yang dengan bantuan cahaya matahari dapat menghasilkan
43
menjadi glukosa dan oksigen. Zat gula hasil fotosintesis tersebut
oleh tumbuhan digunakan sebagai sumber energi.
44
b) Konsumen
Setiap makhluk hidup memerlukan makanan untuk sumber energi.
Makhluk hidup yang tidak memiliki zat hijau daun (klorofil)
bergantung pada tumbuhan. Manusia dan hewan selalu bergantung
pada organisme lainnya, sehingga berperan sebagai konsumen.
Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dibedakan menjadi :
1) Herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Contoh: sapi,
kerbau, belalang, kambing, dan rusa.
2) Karnivora, yaitu hewan pemakan daging. Contoh: harimau,
ular, buaya, anjing, dan katak.
3) Omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan. Contoh:
monyet, tikus dan ayam.
4) Pengurai
Makhluk hidup yang berfungsi sebagai pengurai adalah bakteri,
fungi, cacing, semut dan kaki seribu. Organisme ini
menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati dengan
mengubah zat organik menjadi zat anorganik.omponen abiotik
dalam ekosistem terdiri atas.
a) Air
Air berfungsi sebagai pelarut zat-zat yang dibutuhkan makhluk hidup.
Air juga berperan sebagai habitat dari berbagai makhluk hidup dalam
ekosistem perairan. Pada ekosistem darat, air merupakan zat yang
menentukan kelembapan udara dan memiliki pengaruh yang besar
pada kehidupan makhluk hidup di darat.
b) Tanah
Tanah dalam ekosistem berperan sebagai tempat hidup berbagai
makhluk hidup. Tanah juga merupakan sumber zat-zat hara bagi
sebagian besar tumbuhan. Tanah yang kaya zat-zat mineral
menyebabkan tumbuhan dapat tumbuh dengan subur. Sebaliknya,
tanah yang kurang zat-zat mineral dapat menyebabkan pertumbuhan
45
tumbuhan terganggu.
46
c) Udara
Udara terdiri dari beberapa macam gas, antara lain oksigen dan
karbon dioksida. Oksigen diperlukan oleh makhluk hidup untuk
bernapas. Karbon ioksida merupakan zat yang dibutuhkan oleh
tumbuhan hijau untuk fotosintesis. Karbon dioksida yang terlarut
dalam air dibutuhkan oleh fitoplankton untuk fotosintesis.
d) Cahaya matahari
Cahaya matahari merupakan sumber tenaga (energi) bagi makhluk
hidup di bumi. Tumbuhan hijau akan menyerap energi matahari
melalui klorofil pada daun dan menggunakannya untuk proses
fotosintesis. Pada proses fotosintesis, bahan baku yang berasal dari
karbon dioksida dan air akan menghasilkan zat gula (glukosa) yang
kemudian diubah menjadi zat pati.Zat pati yang dihasilkan disimpan
dalam tubuh tumbuhan, misalnya pada akar, batang, dan daun. Energi
yang terkandung dalam tumbuhan itu akan menjadi sumber energi
bagi makhluk hidup lain yang memakannya. Ketika kita makan nasi,
sebenarnya kita mendapatkan energi dari matahari.
e) Suhu
Suhu lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.
Beberapa jenis tumbuhan hanya mampu hidup pada suhu tertentu.
Tumbuhan yang biasa hidup di daerah panas (bersuhu tinggi) akan
mati atau terhambat pertumbuhannya bila ditanam di daerah dingin
(bersuhu rendah). Demikian pula sebaliknya.
f) Kelembaban
Sampai batas-batas tertentu, tanah dan udara yang lembab
berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Pada golongan
hewan tertentu, kelembaban udara sangat berpengaruh terhadap
kehidupannya. Misalnya cacing tanah memiliki habitat di tanah yang
lembab.atuan Ekosistem, satuan penyusun ekosistem terdiri atas:
47
1) Individu
Individu artinya tidak dapat dibagi lagi. Jadi individu adalah makhluk
hidup tunggal. Contoh: seekor semut, seekor ikan, sebatang pohon,
seorang manusia, dll.
2) Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang menempati suatu
daerah tertentu. Contoh: sekelompok pohon mangga di kebun,
beberapa ekor ikan mas di akuarium, segerombolan burung,
segerombolan sapi di padang rumput, dll.
3) Komunitas
Komunitas adalah seluruh populasi makhluk hidup yang hidup di
suatu daerah tertentu. Contoh: seluruh populasi di hutan
membentuk suatu komunitas hutan, kumpulan populasi di terumbu
karang membentuk komunitas terumbu karang, dll.
4) Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya
yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik.
Oleh karena itu, ekosistem disebut juga sistem lingkungan.
5) Biosfer
Biosfer adalah kumpulan dari semua ekosistem yang terdapat di
permukaan bumi ini.
2. Rantai Makanan
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan
dan arah tertentu. Dalam proses makan dan dimakan ini terjadi
perpindahan energi dari produsen ke konsumen lalu ke pengurai.
Rantai makanan selalu dimulai dari tumbuhan hijau sebagai produsen.
Dalam rantai makanan, tumbuhan hijau akan dimakan oleh herbivora
sehingga herbivora disebut sebagai konsumen tingkat pertama.
Herbivora akan dimakan oleh karnivora sehingga karnivora disebut
48
konsumen tingkat kedua, dan seterusnya. Pengurai mendapatkan
energi dari produsen dan konsumen yang telah mati.
Pada rantai makanan terdapat tingkatan/urutan organisme. Tiap
tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi seperti
terlihat pada gambar di bawah ini.
49
disebut konsumen puncak. Terlihat pada gambar bahwa ular sebagai
konsumen III/konsumen puncak (karnivora). Jika ular mati, maka akan
diuraikan oleh jamur yang berperan sebagai dekomposer yang
mengubah ular yang mati itu menjadi zat hara yang
50
akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa jamur berperan sebagai
dekomposer.
3. Jaring-jaring Makanan
Pada uraian sebelumnya tentang rantai makanan, dijelaskan bahwa
setiap organisme seakan-akan hanya memakan atau dimakan oleh satu
organisme lain saja. Hal yang sebenarnya terjadi adalah dalam suatu
ekosistem tidaklah demikian. Tiap organisme mungkin memakan atau
dimakan lebih dari satu organisme dalam satu rantai makanan yang
sama atau makan dari rantai makanan lain. Ini biasanya terjadi pada
hewan karnivora taraf trofi tinggi.
51
rantai makanan akan membentuk jaring-jaring makanan. Jadi, jaring-jaring
makanan adalah kumpulan antara berbagai rantai makanan yang saling
berhubungan dalam suatu ekosistem.
52
Untuk menjelaskan tentang mekanisme jaring-jaring makanan dalam
suatu ekosistem dapat dilihat pada contoh berikut: Pada jaring-jaring
makanan terdapat beberapa rantai makanan, yaitu
a.Padi → tikus → elang → pengurai
b. Padi → tikus → musang → elang → pengurai
c.Padi → burung → musang → elang → pengurai
d. Padi → burung → elang → pengurai
54
bahkan tubuh manusia yang mengonsumsi makhluk hidup yang sudah
tercemar tersebut.
55
Lampiran 4 : LKS
Pada suatu pagi yang cerah di padang rumput pedalaman hutan Sumatra
yang luas, sekawanan kuda zebra, induk dan dua ekor anaknya serta
beberapa kuda dewasa lainnya, sedang asyik merumput. Tanpa disadari
dari kejauhan terlihat sekelompok singa-singa Sumatra mengendap-
ngendap mengintai zebra. Sementara itu di punggung beberapa kuda
zebra bertengger burung-burung jalak dengan tenang memakan kutu
penghisap darah zebra. Seekor burung melompat dari satu punggung
zebra ke punggung zebra lainnya untuk berebut kutu zebra lainnya.
57
hewan di padang rumput itu minum atau memasukkan tubuhnya ke air
supaya badannya terasa segar kembali. Sementara di udara melayang-
layang dua ekor burung elang mencari mangsa, dan seekor lagi sedang
bertengger di salah satu cabang pohon Akasia. Pohon Akasia saat itu sedang
berbunga. Dan biasanya jika sedang berbunga banyak dikunjungi lebah dan
kupu-kupu yang banyak hidup di padang rumput tersebut.
Bacalah kisah pada wacana di atas, baca dan telaah secara seksama,
kemudian jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Jenis komunitas apakah yang terdapat di pedalaman
Sumatra tersebut?
2. Ada berapa populasi di tempat tersebut? Tuliskan secara
lengkap masing-masing populasi tersebut !
3. Faktor-faktor abiotik apa saja yang terdapat di tempat tersebut ?
4. Setujukah jika padang rumput tersebut disebut ekosistem ?
Jika setuju apa alasanmu?
5. Mengapa ketika panas terik dua ekor katak tersebut harus
menceburkan diri masuk ke dalam kubangan air? Jelaskan
secara rinci jawabanmu!
6. Adakah hubungan interaksi antara komponen ekosistem di
padang rumput tersebut? Jika ada tuliskan interaksi macam
apakah yang terdapat di padang rumput tersebut dan
tuliskan pula contohnya?
7. Adakah di padang rumput itu interaksi jenis predasi,
simbiosis, parasitisme, dan kompetisi?
Jika ada tuliskan antara makhluk hidup apa dengan apa!
8. Tuliskan beberapa rantai makanan yang dapat kamu
58
identifikasi di padang rumput tersebut.
9. Buatlah diagram jaring-jaring makanan di padang rumput tersebut.
59
Lampiran5-6
FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL
63
LK -4b KARTU SOAL PILIHAN GANDA
KARTU SOAL NOMOR 1
(PILIHAN GANDA)
Soal
1. Padi -> Belalang -> Katak -> Ular -> Elang.
Ular memiliki bisa yang dapat mengganggu kegiatan manusia pada
saat di sawah, sehingga banyak petani yang khilaf membasmi ular
sehingga menimbulkan ... .
A. Elang semakin banyak
B. Panen menjadi gagal karena belalang populasinya meningkat
C. Katak menjadi menurun
D. Panen gagal karena terjadi peningkatan ekosistem elang
NO
KUNCI/KRITERIA JAWABAN SKOR
SOAL
menjadi
meningkat
Keterangan:
64
1. Soal tersebut mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam
jaring-jaring makanan pada suatu ekosistem
65
LK-4B KARTU SOAL PILIHAN GANDA
KARTU SOAL NOMOR 2
(PILIHAN GANDA)
Soal
2. Pada jaring-jaring makanan pada padi, tikus, ular, dan elang. Hal
yang terjadi apabila tikus bertambah banyak adalah ... .
A. Padi berkurang
B. Ular berkurang
C. Elang berkurang
D. Padi dan ular berkurang
NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
2 A. Padi berkurang 2
Keterangan:
66
LK-4B KARTU SOAL PILIHAN GANDA
KARTU SOAL NOMOR 3
(PILIHAN GANDA)
Soal
NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
3 A. Antibiosis 3
Keterangan:
Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Menganalisis komponen abiotik dalam suatu ekosistem
Indikator Soal
L4
Level Kognitif
Soal
NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
4 A. Produsen 3
Keterangan:
68
LK-4B KARTU SOAL PILIHAN GANDA
KARTU SOAL NOMOR 5
(PILIHAN GANDA)
Soal
NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
5 D. Padi belalang burung 3
Keterangan:
Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Menunjukkan jenis makhluk hidup yang termasuk
Indikator Soal tumbuhan parasit
L3
Level Kognitif
Soal
6. Apa yang akan terjadi apabila lalat mati akibat racun serangga?
NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
6 Apabila lalat mati oleh racun serangga maka 3
kelangsungan hidup bakteri yang hidup dalam tubuh
lalat akan terganggu
Keterangan:
70
LK-4C KARTU SOAL URAIAN
KARTU SOAL NOMOR 7
(URAIAN)
Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam
Indikator Soal jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L3
Level Kognitif
Soal
NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
7 Jika banyak ikan hiu yang tertangkap oleh nelayan maka 3
kelangsungan ikan remora akan terancam karena
sumber makanannya berkurang atau habis.
Keterangan:
71
LK-4c KARTU SOAL URAIAN
KARTU SOAL NOMOR 8
(URAIAN)
Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam
Indikator Soal
jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L3
Level Kognitif
Soal
NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
8 Pak tani diuntungkan oleh adanya burung hantu yang 3
mencari makan tikus disawahnya karena burung hantu
adalah pemangsa alami tikus. Hal ini mengakibatkan
hama tanaman padi (tikus) akan berkurang.
Keterangan:
72
LK-4c KARTU SOAL URAIAN
KARTU SOAL NOMOR 9
(URAIAN)
Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Menganalisis hubungan antar mahluk hidup dalam
Indikator Soal
jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L3
Level Kognitif
Soal
NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
9 Penebangan hutan secara liar akan mengakibatkan 3
habitat hewan akan terganggu, sehingga hewan akan
kesulitan mencari makanannya
Keterangan:
73
LK-4c KARTU SOAL URAIAN
KARTU SOAL NOMOR 10
(URAIAN)
Mata Pelajaran :
IPA Kelas/Semester
: V/1
Menganalisis hubungan antar komponen
Kompetensi Dasar
ekosistem dan jaring-jaring makanan di
lingkungan sekitar.
Rantai makanan dan Jaring-jaring makanan
Materi
Mengidentifikasi hubungan antar mahluk hidup dalam
Indikator Soal
jaring- jaring makanan pada suatu ekosistem
L3
Level Kognitif
Soal
NO
URAIAN JAWABAN/KATA KUNCI SKOR
SOAL
10 Padi Tikus Ular Elang 3
Keterangan:
74
Lampiran
7
Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa
75