0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
221 tayangan56 halaman

Panduan Profesi KMB 2025

Buku Panduan Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah (KMB) ini disusun untuk memberikan pedoman bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi keperawatan dalam memahami dan menerapkan konsep serta praktik KMB secara sistematis. Panduan ini mencakup informasi tentang visi, misi, capaian pembelajaran, serta proses pembelajaran dan evaluasi dalam program profesi Ners di Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin. Diharapkan panduan ini dapat menjadi acuan yang bermanfaat dan mendorong kemajuan ilmu keperawatan di Indonesia.

Diunggah oleh

exoandcoffee03
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
221 tayangan56 halaman

Panduan Profesi KMB 2025

Buku Panduan Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah (KMB) ini disusun untuk memberikan pedoman bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi keperawatan dalam memahami dan menerapkan konsep serta praktik KMB secara sistematis. Panduan ini mencakup informasi tentang visi, misi, capaian pembelajaran, serta proses pembelajaran dan evaluasi dalam program profesi Ners di Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin. Diharapkan panduan ini dapat menjadi acuan yang bermanfaat dan mendorong kemajuan ilmu keperawatan di Indonesia.

Diunggah oleh

exoandcoffee03
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUKU PANDUAN PRAKTIK PROFESI

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (KMB)

Oleh : …
Tim Keperawatan Medikal Bedah

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2025
Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

TIM KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Koordinator : Dr. Andina Setyawati, S.Kep., Ns., M.Kep

Anggota : Prof. Dr. Elly L. Sjattar, S.Kp., M.Kes


Dr. Yuliana Syam, S.Kep., Ns., M.Kes
Dr. Takdir Tahir, S.Kep., Ns., M.Kes
Rini Rachmawaty, S.Kep., Ns., MN., Ph.D
Saldy Yusuf, S.Kep., Ns., MHS., Ph.D.
Dr. Rosyidah Arafat, M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.MB
Abdul Majid, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB
Syahrul Ningrat, M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.MB
Ummi Pratiwi, S.Kep., Ns., MSN., Ph.D
Aulia Insani Latif, S.Kep., Ns., M.Kep

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 1


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

IDENTITAS MAHASISWA

Nama Lengkap :

Stambuk :

Alamat/Telp :

Foto
3x 4

Tanda tangan

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 2


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa
memberikan rahmat, hidayah, dan petunjuk-Nya, sehingga kami dapat menyusun
Panduan Profesi Keperawatan Medikal Bedah (KMB) ini. Panduan ini disusun
sebagai pedoman bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi keperawatan dalam
memahami serta menerapkan konsep dan praktik Keperawatan Medikal Bedah
(KMB) secara lebih sistematis dan terstruktur.
Penyusunan panduan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Oleh karena
itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Program
Studi Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, serta seluruh
tenaga pengajar dan praktisi yang telah memberikan kontribusi dalam bentuk
masukan, bimbingan, dan dukungan selama proses penyusunan panduan ini.
Kami menyadari bahwa Panduan Profesi KMB ini masih memiliki kekurangan dan
perlu pengembangan lebih lanjut. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik
dan saran yang membangun dari para pembaca guna penyempurnaan di masa
mendatang, sehingga panduan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat
yang lebih luas.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh
Tim KMB serta rekan-rekan yang telah berkontribusi dalam memberikan materi,
ide, dan pemikiran yang sangat berharga. Semoga segala upaya yang telah
dilakukan menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat bagi dunia keperawatan.
Kami berharap panduan ini dapat menjadi acuan yang bermanfaat bagi seluruh
pihak yang berkecimpung dalam bidang KMB dan mendorong kemajuan ilmu
keperawatan di Indonesia.

Koordinator Profesi Keperawatan Medikal Bedah

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 3


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

DAFTAR ISI
Hal
Sampul Halaman 0
TIM Keperawatan Medikal Bedah 1`
Identitas Mahasiswa 2
Kata Pengantar 3
Daftar Isi 4
Daftar Lampiran 6
BAB I Pendahuluan 8
A. Informasi Umum 8
B. Visi dan Misi 9
C. Profil Lulusan 10
BAB II Proses Pembelajaran 11
A. Tujuan Instruksional Umum dan 11
Sasaran Pembelajaran
B. Kompetensi 12
BAB III Proses Pembelajaran 20
A. Metode Pembelajaran dan 20
Pedoman Penugasan
B. Tata Tertib 24
C. Tempat Praktik 27
BAB IV Proses Pelaksanaan Praktik 29
A. Kegiatan Pembelajaran 29
B. Pelaksanaan Praktik Klinik 30
BAB V Evaluasi 35
A. Tujuan Evaluasi 35
B. Prosedur Evaluasi 35
C. Kriteria Kelulusan 35

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 4


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

DAFTAR LAMPIRAN

Hal
1. Bobot Penilaian 31
2. Format Laporan Pendahuluan 32
3. Format Laporan Kasus 33
4. Format Pengkajian Keperawatan 35
5. Format Analisa Masalah Keperawatan 43
6. Format Rencana Asuhan Keperawatan 44
7. Format Implementasi Keperawatan 45
8. Format Impelementasi dan Catatan Perkembangan/SOAP 46
(Subjektif, Objektif, Analisis dan Planning)

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 5


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

BAB I
PENDAHULUAN

A. Informasi Umum

Deksripsi mata ajar


Mata ajar keperawatan medikal bedah (KMB) tahap profesi merupakan
sintesa dari konsep dan prinsip KMB melalui penerapan ilmu dan
teknologi keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan pada
klien dewasa yang sedang atau cenderung mengalami perubahan
fisiologis ataupun struktur. Asuhan yang diberikan didasari pada
pendekatan proses keperawatan yang komprehensif dan berlandaskan
pada aspek etika dan legal keperawatan.

Jumlah SKS dan lamanya program


Mata ajar ini mempunyai bobot 6 SKS dan diberikan pada tahap
profesi KMB. Lama praktik pembelajaran adalah 7 (tujuh) minggu,
termasuk ujian komprehensif.

Prasyarat mata ajar (m.a)


Sebelum mengikuti praktik profesi KMB, mahasiswa diharapkan telah
memiliki keterampilan keperawatan dasar yang telah diperoleh selama
mengikuti program keperawatan dasar.

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 6


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Kegiatan pembelajaran secara umum


Semua kegiatan pada mata ajar ini dilakukan secara luring selama
7 minggu atas pendampingan preseptor lahan dan institusi.
Kegiatan pencapaian keterampilan khusus yang harus dicapai pada
praktik profesi ini akan dicapai pada waktu yang memungkinkan
melalui penjadwalan ang telah disepakati oleh Program Studi Ners
sebagai Institusi & Rumah Sakit terkait sebagai Pelayanan.

B. Visi dan Misi


1. Visi
Visi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin selaras
dengan visi strategis Program Studi Sarjana Keperawatan dan
Profesi Ners dalam menciptakan lulusan yang unggul dan
berdaya saing global.
Visi Fakultas Keperawatan UNHAS, yaitu:
“Visi Fakultas Keperawatan UNHAS menjadi pusat
pengembangan insan dan IPTEKS keperawatan yang berbasis
benua maritim Indonesia dan berdaya saing global tahun 2025”
Visi ini menjadi landasan utama bagi Program Studi Sarjana
Keperawatan dan Profesi Ners dalam mengembangkan
pendidikan keperawatan yang berkualitas dan relevan dengan
kebutuhan global. Oleh karena itu, visi strategis yang diusung
oleh program studi ini adalah:
“Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners menjadi
pusat pengembangan pendidikan keperawatan profesional, ilmu
keperawatan tropis dan teknologi dalam bidang keperawatan
dan kesehatan menuju persaingan global pada tahun 2025”

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 7


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

2. Misi
a. Meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan melalui
pemanfaatan sistem pendidikan terintegrasi berbasis
kompetensi, keterlibatan para profesional kesehatan dan
penyelenggaraan manajemen yang bertanggung jawab.
b. Melakukan kegiatan penelitian keperawatan yang berfokus
pada keperawatan tropis.
c. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat keperawatan
berbasis bukti yang melibatkan mahasiswa.
d. Menerapkan tata kelola yang baik dan kepemimpinan yang
efektif dalam mengelola program studi.
e. Mengembangkan jaringan dengan pusat-pusat pendidikan,
penelitian dan pengabdian masyarakat di tingkat lokal,
nasional dan internasional.
3. Profil Lulusan
Profil lulusan yang dibebankan pada mata kuliah ini adalah:
a. Communicator: Melakukan komunikasi terapuetik kepada
pasien, keluarga dan masyarakat dalam pelayanan
kesehatan, dan komunikasi efektif dalam berkolaborasi
dengan tim kesehatan.
b. Health Educator dan Promoter: Melakukan edukasi dan
promosi kesehatan pada sistem klien untuk mencapai
kemandiriran dalam merawat dirinya dan peningkatan
derajat kesehatan keluarga dan komunitas.
c. Care Provider: Memberikan asuhan keperawatan
professional pada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat dalam rentang sehat sakit di tatanan klinik,

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 8


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

keluarga dan komunitas untuk memenuhi kebutuhan dasar


manusia secara komprehensif, holistik dan berbasis bukti.
d. Researcher: Menerapkan langkah – langkah pendekatan
ilmiah dalam menyelesaikan masalah keperawatan.

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 9


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

BAB II
Capaian Pembelajaran (CP)

A. Capaian Pembelajaran Lulusan

Bertaqwa kepada Tuhan YME, berjiwa maritim, menunjukkan sikap


S
profesional, prinsip etik, perspektif hukum dan budaya dalam keperawatan.
Mampu mengelola asuhan keperawatan yang komprehensif dan
berkesinambungan yang menjamin keselamatan klien (patient safety)
KK1 berdasarkan hasil penelitian sesuai standar asuhan keperawatan di seluruh
area keperawatan sesuai dengan kewenangannya, khususnya penyakit-
penyakit yang umum terjadi di Indonesia sebagai negara tropis dan maritim.
Mampu melakukan komunikasi terapeutik dengan klien dan memberikan
informasi yang akurat kepada klien dan/atau keluarga
KK2
/pendamping/penasehat untuk mendapatkan persetujuan keperawatan yang
menjadi tanggung jawabnya
Mampu meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan kesehatan
KK3 dengan menerapkan keterampilan meneliti dan mengintegrasikan teori ke
dalam praktik keperawatan.
Mampu meningkatkan keahlian profesional di bidang keperawatan melalui
KK4
pembelajaran seumur hidup.

B. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah/Profesi Keperawatan Medikal


Bedah
CPMK 1 Mampu melakukan pengkajian (KK1, KK2)
CPMK 2 Mampu menentukan tujuan keperawatan (KK1)
CPMK 3 Mampu merumuskan diagnosa keperawatan. (KK1)
CPMK 4 Mampu merencanakan tindakan. (KK1, KK3)
CPMK 5 Mampu mengimplementasikan Tindakan keperawatan (KK3, KK4)

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 10


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

CPMK 6 Mampu melakukan mengevaluasi (KK3, KK4)


Mampu membuat rencana pendididkan kesehatan, termasuk rencana
CPMK 7
pemulangan pasien/discharged planning (KK1, KK3)
Mampu Memutuskan aspek etika dan legal yang terkait dengan asuhan
CPMK 8
keperawatan medikal bedah yang diberikan. (S)

C. Sub – CPMK
Sub-CPMK 1 Mengkaji dan mengidentifikasi secara holistik data – data
normal dan data patologis yang didapat melalui wawancara
pada pasien dan keluarga, pemeriksaan fisik, catatan medis
dan catatan keperawatan yang digunakan dilahan praktik
dan selanjutnya mengelompokkan data tersebut sesuai
dengan gangguan pemenuhan kebutuhan dasar manusia atau
sesuai dengan gangguan sistem tubuh kasus interna pada
tatalayanan kesehatan rumah sakit (CPMK 1)
Sub-CPMK 2 Menentukan tujuan jangka panjang dan jangka pendek dan
menetapkan kriteria pencapaian tujuan (CPMK 2)
Sub-CPMK 3 Merumuskan diagnosis keperawatan sesuai dengan analisis
data yang di dapat berdasarkan data objektif dan subjektif
yang tepat dan Merumuskan diagnosis actual maupun risiko
serta Menentukan prioritas diagnosis keperawatan (CPMK
3)
Sub-CPMK 4 Menetapkan serta merasionalisasikan Tindakan - tindakan
keperawatan yang tepat dalam mengatasi masalah yang
mencakup tindakan observasi keperawatan, terapi
keperawatan, pendidikan kesehatan, dan tindakan
kolaborasi. (CPMK 4)

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 11


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Sub-CPMK 5 Melaksanakan dan mendokumentasikan tindakan


keperawatan yang telah direncanakan sesuai dengan standar
prosedur serta memutuskan aspek etika dan legal yang
terkait dengan asuhan keperawatan medikal bedah yang
diberikan. (CPMK 5) & (CPMK 8)
Sub-CPMK 6 Mengevaluasi ASKEP yang diberikan dengan metode
evaluasi SOAP serta Memodifikasi diagnosis keperawatan
berdasarkan hasil evaluasi. (CPMK 6)
Sub-CPMK 7 Mampu membuat rencana pendidikan kesehatan, termasuk
rencana pemulangan pasien/discharged planning (CPMK
7)

D. Materi Terkait
Materi yang harus dikuasai adalah konsep medis dan konsep dasar
keperawatan secara teori serta asuhan keperawatan pada kasus nyata
mencakup:
1. Gangguan sistem integumen dan sensorik
2. Gangguan sistem musculoskeletal
3. Gangguan sistem neurologi
4. Gangguan sistem kardiovaskular, limfatik dan atau hematologi
5. Gangguan sistem respirasi
6. Gangguan sistem endokrin dan atau gastrointestinal
7. Gangguan sistem urinaria

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 12


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

BAB III
PROSES PEMBELAJARAN PROFESI KMB

A. Metode Pembelajaran dan Pedoman Penugasan

Mata ajar Keperawatan Medikal Bedah (KMB) tahap profesi dirancang untuk mengembangkan kompetensi
mahasiswa dalam menerapkan konsep, prinsip, dan keterampilan klinis keperawatan pada pasien dewasa yang
mengalami gangguan fisiologis maupun perubahan struktural. Pembelajaran klinik ini bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan asuhan keperawatan yang komprehensif, berbasis bukti,
dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, pembelajaran klinik dalam KMB profesi menggunakan berbagai
metode yang sistematis dan terintegrasi. Setiap metode pembelajaran dirancang agar mahasiswa dapat memahami
teori serta mengaplikasikannya dalam lingkungan klinis secara langsung. Berikut adalah deskripsi dari setiap
metode pembelajaran yang digunakan dalam Profesi KMB:

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 13


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Jenis Metode
Tujuan Jumlah Tahapan Prosedur
Penugasan Pembelajaran
Konsep Dasar Self-directed Memahami dan 6 laporan (1 per Konsep dasar medis dibuat sesuai
Medis learning, case- menjelaskan konsep minggu) kasus, dimana kasus ditentukan
based dasar medis terkait oleh Preseptor lahan melalui
Mahasiswa discussion, kasus yang kasus dan bahan rujukan yang
diwajibkan reflective ditemukan. sudah dibagikan atau diperoleh
membuat writing setiap minggunya di ruang
konsep dasar Menghubungkan praktik. Konsep dasar medis
medis konsep medis dibuat maksimal 2 halaman
berdasarkan dengan asuhan (tidak termasuk daftar pustaka)
kasus yang keperawatan yang dan sesuai dengan pedoman
diambil setiap diberikan. panduan Profesi KMB 2025.
minggunya.
Tugas Mengembangkan Pengumpulan dan diskusi konsep
mencakup keterampilan dasar medis dilaksanakan dihari
definisi dan analisis dan pertama praktik (setiap hari
etiologi, pemecahan masalah selasa) oleh pembimbing klinik
manifestasi klinis. dan atau pembimbing institusi.
klinis, Jika konsep dasar medis tidak
patofisiologi, ada, maka penugasan ini tidak
diagnosis akan dinilai.
medis,
tatalaksana

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 14


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Jenis Metode
Tujuan Jumlah Tahapan Prosedur
Penugasan Pembelajaran
medis,
prognosis dan
komplikasi.

Konsep Dasar Self-directed Memahami konsep 6 laporan (1 per Konsep dasar keperawatan dibuat
Keperawatan learning, teori keperawatan minggu) berdasarkan kasus, dimana kasus
problem-base ditentukan oleh Preseptor lahan
Mahasiswa learning, critical Mengembangkan melalui kasus dan bahan rujukan
diwajibkan review, kemampuan yang sudah dibagikan atau
menyusun reflective menganalisis diperoleh setiap minggunya di
konsep dasar writing masalah ruang praktik. Konsep dasar
keperawatan keperawatan keperawatan dibuat maksimal 5
secara teoritis berdasarkan teori halaman (tidak termasuk daftar
sebelum yang valid. Pustaka) dan sesuai dengan
menangani pedoman panduan Profesi KMB
kasus nyata. Menyusun diagnosa 2025.
Tugas ini keperawatan, tujuan
mencakup: dan intervensi yang Pengumpulan dan diskusi konsep
Konsep berbasis evidence- dasar keperawatan dilaksanakan
penyakit dalam based practice. dihari pertama praktik (setiap
perspektif hari selasa) oleh pembimbing
keperawatan, Mengasah klinik dan atau pembimbing

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 15


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Jenis Metode
Tujuan Jumlah Tahapan Prosedur
Penugasan Pembelajaran
Diagnosa kemampuan institusi. Jika konsep dasar
keperawatan berpikir kritis dalam keperawatan tidak ada, maka
potensial dan menghubungkan penugasan ini tidak akan
prioritas, teori dengan praktik dinilai.
tujuan dan klinis.
Intervensi
keperawatan
berbasis teori

Laporan Kasus Case-base Mengembangkan 6 laporan (1 per Laporan Kasus dibuat sesuai
learning, kemampuan analisis minggu) dengan pembagian kasus oleh
Mahasiswa problem-base klinis terhadap pembimbing lahan dan diagnosa
diwajibkan learning, critical kondisi pasien. medis kasus harus sesuai
menyusun review, dengan konsep medis dan
laporan kasus preceptorship, Meningkatkan konsep keperawatan yang telah
berdasarkan report keterampilan dibuat. Laporan kasus dibuat
pasien yang mengidentifikasi sesuai dengan pedoman panduan
ditangani. diagnosa Profesi KMB 2025.
Laporan ini keperawatan dan
mencakup: menyusun askrep Pengumpulan dan diskusi laporan
Pengkajian kasus dilaksanakan dihari
keperawatan, Mengaplikasikan terakhir praktik (setiap hari

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 16


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Jenis Metode
Tujuan Jumlah Tahapan Prosedur
Penugasan Pembelajaran
Diagnosa evidence-based kamis atau jumat atau sabtu)
keperawatan, practice dalam oleh pembimbing klinik dan
Intervensi dan perawatan pasien. pembimbing institusi. Jika
implementasi laporan kasus tidak ada, maka
keperawatan Mengembangkan penugasan ini tidak akan
(berbasis kemampuan dinilai.
evidence base), dokumentasi klinis
Evaluasi sesuai standar
keperawatan, praktik
Patoflow keperawatan.
(diagram
patofisiologi) Memahami
yang harus patofisiologi
ditulis tangan, penyakit secara
Laporan ini lebih mendalam
harus berbasis
evidence-based
practice dan
disusun
sistematis

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 17


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Jenis Metode
Tujuan Jumlah Tahapan Prosedur
Penugasan Pembelajaran
Evaluasi 1 Bedsite Mengembangkan 1 kali (pekan ke 3) Mahasiswa mengelola satu pasien
teaching, keterampilan nyata di unit medikal bedah.
Mahasiswa observasi dan mahasiswa dalam
melakukan wawancara, pengkajian pasien Melakukan pengkajian
pengkajian diskusi kasus secara langsung. keperawatan yang mencakup:
langsung Data subyektif dan obyektif
terhadap Melatih mahasiswa pasien, dan pemeriksaan fisik
pasien nyata dalam dengan diobservasi dan
yang ada di unit mengidentifikasi pendampingan oleh
keperawatan masalah pembimbing klinik dan
medikal bedah keperawatan awal institusi.
untuk berdasarkan kondisi
mengidentifikasi pasien. Mengidentifikasi Pemeriksaan
masalah penunjang yang relevan.
keperawatan Menyiapkan
awal. mahasiswa untuk Mengidentifikasi diagnosis
menyusun keperawatan potensial
intervensi berdasarkan temuan klinis.
keperawatan yang
lebih spesifik di Mendiskusikan hasil pengkajian
tahap evaluasi dan diagnosa potensial dengan
berikutnya. pembimbing klinik dan institusi.

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 18


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Jenis Metode
Tujuan Jumlah Tahapan Prosedur
Penugasan Pembelajaran
Menyusun laporan singkat
(mengikuti format pengkajian
dan Analisa data) tentang hasil
pengkajian dan diagnosa
keperawatan potensial (sesuai
panduan KMB 2025).

Waktu pelaksanaan sesuai


kesepakatan mahasiswa dan
pembimbing lahan dan institusi
(Mahasiswa harus kontrak
pada hari pertama praktek
yaitu hari senin pada
pembimbing klinik dan
institusi)
Evaluasi 2 Clinical case Melatih mahasiswa 1 kali (pekan ke 5) Mahasiswa mengelola pasien
management, dalam menyusun yang telah dikaji sebelumnya
Mahasiswa preceptorship, dan menerapkan
melakukan case presentation asuhan keperawatan Menyusun asuhan keperawatan
intervensi dan berbasis kasus lengkap, termasuk: Pengkajian
evaluasi pasien nyata. ulang (jika ada perubahan kondisi
dengan pasien), Diagnosa prioritas

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 19


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Jenis Metode
Tujuan Jumlah Tahapan Prosedur
Penugasan Pembelajaran
diobservasi Mengembangkan berdasarkan SDKI atau NANDA-
preseptor keterampilan I, Perencanaan tujuan
institusi dan pengambilan keperawatan berbasis SLKI atau
klinik serta keputusan klinis NOC, Intervensi keperawatan
menyusun dalam menentukan berbasis SIKI atau NIC.
asuhan prioritas
keperawatan keperawatan. Menerapkan intervensi
lengkap keperawatan di lahan praktik dan
berdasarkan Menilai efektivitas mendokumentasikan tindakan
pasien nyata intervensi. yang dilakukan.
yang ditangani,
termasuk Melakukan evaluasi awal
pengkajian, terhadap respons pasien terhadap
diagnosa intervensi yang telah diberikan.
prioritas,
intervensi, Mendiskusikan asuhan
implementasi, keperawatan yang telah
dan evaluasi diterapkan dengan pembimbing
awal. klinik.

Mendokumentasikan hasil
evaluasi awal dari tindakan yang

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 20


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Jenis Metode
Tujuan Jumlah Tahapan Prosedur
Penugasan Pembelajaran
diberikan.

Waktu pelaksanaan sesuai


kesepakatan mahasiswa dan
pembimbing lahan dan institusi
(Mahasiswa harus kontrak
pada hari pertama praktek
yaitu hari senin pada
pembimbing klinik dan
institusi)
Evaluasi 3 OSCE, case- Mengukur 1 kali (pekan ke 7) Kasus Asuhan Keperawatan
base discussion, pemahaman (ASKEP) ditentukan oleh
Mahasiswa refleksi dan komprehensif preceptor dengan cara lot.
menjalani ujian evaluasi mahasiswa terhadap
komprehensif konsep keperawatan Mahasiswa akan diuji secara
akhir stase medikal bedah. individu berdasarkan kasus yang
yang mencakup telah diberikan.
evaluasi teori Menilai
dan praktik keterampilan Ujian Demonstrasi Asuhan
berbasis pasien klinis mahasiswa Keperawatan dilaksanakan secara
nyata yang telah dalam menangani per individu dengan empat
ditangani. pasien nyata. dimensi ujian, yaitu: Assessment

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 21


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Jenis Metode
Tujuan Jumlah Tahapan Prosedur
Penugasan Pembelajaran
Mengembangkan (Pengkajian Keperawatan),
kemampuan Edukasi Kesehatan (Pemberian
mahasiswa dalam Pendidikan Kesehatan kepada
menganalisis kasus Pasien/Keluarga), Tindakan
secara holistik dari Perawat (Intervensi
pengkajian hingga Keperawatan),
evaluasi akhir.
Setiap dimensi memiliki durasi
maksimal 15-30 menit sesuai
kompleksitas kasus.

Preseptor memberikan umpan


balik langsung setelah setiap
simulasi.

Mahasiswa menyusun laporan


kasus klinis lengkap (Pengkajian,
Diagnosa, Intervensi, evaluasi,
Patoflow).

Mahasiswa menulis refleksi


terkait pengalaman ujian dan

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 22


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Jenis Metode
Tujuan Jumlah Tahapan Prosedur
Penugasan Pembelajaran
feedback yang diperoleh dari
preseptor.

Evaluasi Akhir Try Out Uji Mengukur kesiapan 80 soal pilihan Mahasiswa mengikuti ujian TO
Kompetensi mahasiswa dalam ganda berbasis UKNI sesuai jadwal
Ners Indonesia menghadapi Uji kasus klinis
Kompetensi Ners
Indonesia (UKNI)
dan mengevaluasi
pemahaman serta
penerapan asuhan
keperawatan
medikal bedah
berbasis standar
kompetensi.

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 23


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

B. Tata tertib
Berikut ini merupakan tata tertib praktik Profesi KMB yang harus
dipatuhi baik oleh mahasiswa maupun Preseptor Pendamping.
Tata Tertib Umum
1. Praktik dimulai dari hari senin s.d sabtu
2. Setiap mahasiswa diwajibkan hadir tepat waktu, sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan yaitu :
a. Pagi Pukul 07.00 s.d 14.00 WITA Istirahat selama 1 jam
disesuaikan dengan aktivitas ruangan.
b. Sore Pukul 14.00 s.d 21.00 WITA Istirahat selama 1 jam
disesuaikan dengan aktivitas ruangan.
c. Malam Pukul 21.00 s.d 07.00 WITA.
Jika mahasiswa terlambat lebih dari 15 menit, maka dianggap
tidak hadir.
3. Mahasiswa menggunakan atribut lengkap (name tag, lanyard yang
berlogo UNHAS). Apabila yang digunakan tidak lengkap,
mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti kegiatan Praktik.
4. Libur pada tanggal merah dikalender berlaku pada hari raya besar
keagamaan (misalnya natal, idul fitri, idul adha, waisak, nyepi dan
hari raya besar konghuzu).
5. Jika selama program profesi mahasiswa absen tanpa berita,
mahasiswa diharuskan menggati dinas selama 2 hari, jika
sakit/izin/terlambat mengganti dinas 1 hari.
6. Dalam 1 (satu) hari praktik berlaku 1 (satu) kali shif/dinas.
7. Tidak dibenarkan menukar/menganti jadwal praktik yang telah
ditentukan tanpa sepengetahuan pembimbing

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 24


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

8. Penggantian jadwal dinas dilaksanakan pada hari minggu sepanjang


stase profesi berjalan.
9. Mahasiswa yang tidak hadir pada kegiatan profesi wajib melaporkan
secara lisan dan tertulis terlebih dahulu kepada pembimbing institusi
kemudian kepada pembimbing lahan/klinik.
10. Kehadiran dengan alasan sakit atau ijin harus disertai dengan surat
keterangan sakit dari dokter dan diserahkan kepada pembimbing
institusi dan kepada pembimbing klink rumah sakit/lahan (tidak
berlaku surut).
11. Jika mahasiswa tidak hadir maksimal selama 6 (enam) hari
berturut – turut atau tidak berturut – turut, maka mahasiswa wajib
mengulang satu bagian/stase tertsebut kecuali sakit dan alasan
yang bisa dipertanggungjawabkan.
12. Setiap mahasiswa yang mengganti hari praktik harus membawa
surat pengantar dari Prodi Profesi NERS UNHAS, dan jika telah
mengganti dinas harus menyerahkan surat keterangan telah
mengganti dinas pada stase/abagian yang sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan oleh wahana praktik (rumah sakit, puskesmas dll).
13. Tata Cara Berpaiakan ;
a) Dinas pagi : seragam yang dikenakan adalah atasan dan bawahan
putih sesuai dengan ketentuan wahana praktik; tanda pengenal;
cap putih atau kerudung putih yang tidak menerawang, menutupi
dada dengan sepatu hitam tertutup dan tidak bersuara.
b) Bagi yang tidak menggunakan jilbab wajib menggunakan hair
net. Laki – laki tidak boleh berambut panjang.
c) Khusus untuk setting komunitas, keluarga dan gerontikjika
tempat praktiknya adalah keluarga dan masyarakat, maka

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 25


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

menggunakan baju putih dan rompi merah dengan bawahan


berwarna hitam atau sesuai dengan ketentuan puskesmas tempat
praktik.
d) Dinas sore dan malam : seragam yang dikenakan sama dengan
seragam yang dikenakan pada dinas pagi, terkecuali pada/bagi
mahasiswa yang bertugas di ruangan IRD, ICU, CVCU dan OK
menyesuaikan dengan ketentuan wahana praktik mengenakan
seragam biru -biru yang dilengkapi oleh penutup kepala dan
masker. Mahasiswa diwajibkan membawa sandal yang bersih
(baru) yang khusus dipakai diruang tersebut.
e) Selama paktik mahasiswa tidak diperkenankan memakai
perhiasan yang berlebihan dalam bentuk apapun, terkecuali
cincin kawin.
f) Mahaiswa profesi wajib membawa nursing kit yang berisi :
tensimeter manual (dengan manset dewasa), termometer,
penlight, stetoskop, spatel, meteran, palu hammer, pinset, lenec,
handscoon steril dan non steril.
g) Mahasiswa dilarang menggunakan telepon seluler/gadget
untuk mengakses media sosial atau platform elektronik
tertentu selama jam dinas, termasuk didalamnya menggunakan
pasien dan data – data pasien sebagai konten, kecuali ketua
kelompok yang telah disepakati oleh pembimbing.
h) Tidak diperkenankan menggunakan pakaian dinas diluar
lingkungan wahana praktik
i) Tidak diperkenankan membawa barang berharga ke tempat
praktik/dinas misalnya laptop, perhiasan emas dst.
j) Tidak boleh berdandan secara berlebihan.

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 26


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Tata Tertib Mahasiswa Praktik Klinik


1. Mahasiswa melakukan praktik klinik KMB sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai.
2. Mahasiswa mengikuti jadwal yang sudah ditentukan oleh
koordinator praktik profesi.
3. Mahasiswa dapat menyesuaikan waktu dari preseptor
pendamping.
4. Jika mahasiswa terlambat mengumpulkan tugas pada waktu
yang sudah disepakati akan di berikan sangsi sesuai dengan
ketetapan yang berlaku. Sesuai kesepakatan pendamping
preseptor.
5. Jika selama 2 minggu berturut – turut tidak mengikuti proses
pembimbingan oleh preseptor pendamping maka mahasiswa
tersebut dinyatakan memundurkan diri dari praktik profesi KMB.
6. Jika mahasiswa sakit harus disertai surat keterangan dan segera
melapor kepada preseptor pendampingnya.
7. Mahasiswa berpakaian dan berpenampilan bersih dan rapi;
8. Mahasiswa selalu menggunakan tanda pengenal jika menggunakan
supervisi daring oline dengan preseptor pendamping dengan format
NIM_Nama lengkap Mahasiswa.
9. Mahasiswa wajib hadir 100 %. Jika kehadiran kurang dari 80 %
maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus.

Tata Tertib Pembimbing Klinik dan Institusi


Untuk membantu kelancaran proses pembimbingan klinik, diharapkan
setiap pembimbing untuk :

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 27


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

1. Mengingatkan absensi pembimbing kepada ketua kelompok


untuk sesuai dengan jam kehadiran pada laman sikola sebagai
bukti monitoring kehadiran bimbingan serta menyertakan bukti
aktifitas kegiatannya dengan gambar foto.
2. Mengingatkan selalu monitoring bimbingan setiap minggu
kepada ketua kelompok paling lambat hari minggu untuk
diteruskan kepada bagian profesi Keperawatan dan Koordinator
profesi KMB.
3. Menyelenggarakan semua kegiatan praktik klink.
4. Mengikuti proses/alur kegiatan pembelajaran klinik KMB
seperti yang tercantum pada buku pedoman praktik profesi
KMB
5. Memberikan penilaian pada setiap mahaiswa
bimbingannya sesuai ketentuan melalui link yang dibagikan
koordinator mata kuliah kepada ketua kelompok
mahasiswa.
6. Saling menghargai dan bekerjasama secara baik dengan
pembimbing lain.
7. Menjadi contoh peran perawat profesional bagi mahasiswa
8. Bersedia menerima masukan dari pembimbing lain jka terdapat
pelanggaran /hal yang tidak sesuai dengan tata tertib.
9. Berkoordinasi antar pembimbing dalam hal evaluasi

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 28


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Tata Tertib Ketua Kelompok


Untuk membantu kelancaran proses pembimbingan klinik,
diharapkan setiap Ketua Kelompok untuk :
1. Selalu berkoordinasi kepada preseptor terkait target pencapaian
yang harus dicapai pada profesi KMB sesuai dengan Target
Pencapaian dan kontrak Praktik Profesi KMB
2. Mengingatkan Preseptor untuk membagikan kasus disetiap hari
senin pada Bank Kasus melalui Google Driver/Sikola yang
telah disediakan koordinator profesi KMB.
3. Melakukan monitoring pertemuan sebagai monitoring
bimbingan dosen dan mahasiswa pada link Google Form yang
dibagiakan oleh koordinator Profesi KMB.
4. Melengkapi monitoring bimbingan dengan bukti SS disetiap
pertemuan ketika ingin melengkapai monitoring bimbingan
dosen & mahasiswa.
5. Menyerahkan link penilaian mahasiswa setiap minggunya pada
pembimbing klinik.
6. Mengumpulkan Link Google Form (yang dibuat oleh bagian
profesi) kepada koordinator profesi KMB untuk disatukan dan
dimasukkan kedalam Google Drive yang telah dibuat adan
disediakan oleh koordinator profesi KMB.

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 29


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

BAB IV
EVALUASI

A. Tujuan Evaluasi

Secara umum evaluasi praktik Klinik KMB tahap profesi, bertujuan untuk
menilai pencapaian kompetensi mahasiswa dalam menerapkan proses
asuhan keperawatan pada area KMB .

B. Prosedur Evaluasi

Proses pelaksanaan evaluasi mengikuti prosedur berikut ini sesuai


deskripsi evaluasi 1, evaluasi 2 dan evaluasi 3 pada bab sebelumnya.

C. Kriteria kelulusan

Mahasiswa dinyatakan lulus jika :


1. Mendapat nilai minimal 70 pada hasil evaluasi proses & penilaian
ujian klink.
2. Memenuhi kehadiran 100%
3. Mematuhi semua tata tertib yang terdapat pada buku pedoman
penilaian.

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 30


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

LAMPIRAN

PRAKTIK PROFESI
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2025

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 31


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

BOBOT PENILAIAN

No Aspek Penilaian
Bobot
1. Laporan pendahuluan konsep medis 5%

2. Laporan pendahuluan konsep dasar keperawatan 5%


3. Laporan kasus 20%
4. Evaluasi 1 15%
5. Evaluasi 2 15%
6. Evaluasi 3 20%
7. Evaluasi Akhir (TO UKNI) 20%

Keterangan:
1. Kehadiran 100%
2. Sikap, kedisiplinan dan perilaku dinilai pada setiap aspek penilaian

Acuan Konversi nilai :


A : > 85
A- : 80 – 84
B+ : 75 – 89
B : 70 – 74
B- : 65 – 70
C+ : 60 – 64
C : 50 – 59
D : 40 – 49
E : < 40

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 32


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

FORMAT LAPORAN PENDAHULUAN


KONSEP MEDIS

Dibuat dalam format A4, times new roman font 12 dengan margin 2
cm spasi 1,5 (khusus tabel spasi 1 times new roman font 11),
maksimal 2 halaman (tidak termasuk daftar pustaka dan halaman
sampul), Menggunakan kutipan sesuai APA 7th edition.

Konten laporan pendahuluan konsep medis disusun dengan


sistematika:
a. Halaman sampul
b. Definisi dan etiologi
− Penjelasan mengenai penyakit yang diderita pasien berdasarkan
literatur.
− Faktor penyebab atau faktor risiko utama.
c. Manifestasi klinis
− Gejala dan tanda yang muncul sesuai dengan patofisiologi
penyakit.
d. Patofisiologi
− Alur mekanisme penyakit secara sistematis
− Harus menjelaskan bagaimana penyakit berkembang dari faktor
etiologi hingga komplikasi
e. Diagnosa medis
− Kriteria diagnosis berdasarkan pedoman atau standar medis.
− Pemeriksaan penunjang yang digunakan untuk menegakkan
diagnosis.
f. Tatalaksana medis
− Pengobatan farmakologis dan non-farmakologis.
− Terapi suportif yang diberikan kepada pasien.
− Rekomendasi atau prosedur medis yang relevan.
g. Prognosis dan komplikasi
− Kemungkinan perkembangan penyakit jika tidak ditangani
dengan baik.
− Komplikasi yang dapat terjadi dan pencegahannya.
h. Daftar Pustaka (minimal 5 sumber text book atau jurnal 8 tahun
terakhir)

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 33


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

FORMAT PENILAIAN LAPORAN PENDAHULUAN


KONSEP MEDIS

Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Skor Skor


Maksimal
Definisi dan Etiologi Penjelasan jelas dan 8
berdasarkan literatur, mencakup
faktor risiko utama
Manifestasi Klinis Gejala dan tanda klinis sesuai 8
patofisiologi penyakit
Patofisiologi Penjelasan sistematis tentang 10
perkembangan penyakit dari
etiologi hingga komplikasi
Diagnosa Medis Diagnosis sesuai standar medis 8
dan mencantumkan
pemeriksaan penunjang
Tatalaksana Medis Pengobatan farmakologis dan 8
non-farmakologis, terapi
suportif, serta
rekomendasi/prosedur medis
yang relevan
Prognosis dan Prediksi perkembangan 8
Komplikasi penyakit dan kemungkinan
komplikasi beserta
pencegahannya
Daftar Pustaka Sumber sesuai ketentuan, 5
relevan, dan berkualitas
(minimal 5 sumber)

Pemahaman Materi Menguasai isi laporan, mampu 25


(Diskusi) menjelaskan secara sistematis

Mampu menyampaikan
argumen berbasis literatur dan
analisis kritis
Interaksi dan Diskusi Responsif terhadap pertanyaan, 20
memberikan jawaban berbasis
ilmiah

Sikap ilmiah, etika diskusi, dan


kemampuan komunikasi
Total Skor 100

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 34


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

FORMAT LAPORAN PENDAHULUAN


KONSEP DASAR KEPERAWATAN

Dibuat dalam format A4, times new roman font 12 dengan margin 2
cm spasi 1,5 (khusus tabel spasi 1 times new roman font 11),
maksimal 5 halaman (tidak termasuk daftar pustaka dan halaman
sampul), Menggunakan kutipan sesuai APA 7th edition.

Konten laporan pendahuluan konsep dasar keperawatan disusun


dengan sistematika:
a. Halaman sampul
b. Konsep penyakit dalam perspektif keperawatan
− Definisi dan tanda dan gejala penyakit yang dikaji dalam
konteks keperawatan.
− Hubungan antara manifestasi klinis dengan kebutuhan
keperawatan.
c. Diagnosa keperawatan potensial
− Identifikasi beberapa diagnosa keperawatan berdasarkan
standar SDKI atau NANDA-I.
d. Diagnosa keperawatan prioritas
− Pemilihan diagnosa prioritas berdasarkan analisis teori dan
urgensi kondisi pasien.
− Rasionalisasi pemilihan diagnosa berdasarkan karakteristik
klinis penyakit.
e. Tujuan keperawatan berbasis teori
− Menentukan tujuan keperawatan sesuai dengan SLKI atau
NOC (Nursing Outcomes Classification).
− Indikator keberhasilan yang dapat diukur dari intervensi
keperawatan.
f. Intervensi keperawatan berbasis teori
− Intervensi keperawatan berdasarkan SIKI atau NIC (Nursing
Interventions Classification).
− Rasionalisasi tindakan berbasis teori dan literatur ilmiah
(evidence-base).

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 35


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

g. Kesimpulan
− Ringkasan utama dari konsep dasar keperawatan dalam laporan
ini.
h. Daftar Pustaka (minimal 5 sumber text book atau jurnal 8 tahun
terakhir)

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 36


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

FORMAT PENILAIAN LAPORAN PENDAHULUAN


KONSEP DASAR KEPERAWATAN

Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Skor Skor


Maksimal
Konsep Penyakit Definisi dan tanda/gejala dikaji 10
dalam Perspektif dalam konteks keperawatan,
Keperawatan serta hubungan dengan
kebutuhan keperawatan
Diagnosa Identifikasi diagnosa 10
Keperawatan keperawatan berdasarkan
Potensial standar SDKI atau NANDA-I
Diagnosa Pemilihan diagnosa prioritas 10
Keperawatan berdasarkan analisis teori dan
Prioritas urgensi kondisi pasien, serta
rasionalisasi berdasarkan
karakteristik klinis
Tujuan Keperawatan Tujuan sesuai SLKI atau NOC, 10
Berbasis Teori dengan indikator keberhasilan
yang dapat diukur
Intervensi Intervensi berdasarkan SIKI 10
Keperawatan atau NIC, dengan rasionalisasi
Berbasis Teori berbasis teori dan evidence-
based practice
Kesimpulan Ringkasan utama dari konsep 5
dasar keperawatan dalam
laporan ini
Daftar Pustaka Sumber sesuai ketentuan, 5
relevan, dan berkualitas
(minimal 5 sumber)
Pemahaman Materi Menguasai isi laporan, mampu 25
(Diskusi) menjelaskan secara sistematis

Mampu menyampaikan
argumen berbasis literatur dan
analisis kritis
Interaksi dan Diskusi Responsif terhadap pertanyaan, 15
memberikan jawaban berbasis
ilmiah

Sikap ilmiah, etika diskusi, dan


kemampuan komunikasi
Total Skor 100

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 37


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

FORMAT LAPORAN KASUS

Dibuat dalam format A4, times new roman font 12 dengan margin 2
cm spasi 1,5 (khusus tabel spasi 1 times new roman font 11),
Menggunakan kutipan sesuai APA 7th edition.

Konten laporan kasus disusun dengan sistematika:


a. Halaman sampul
b. Pengkajian
c. Analisa data dan rumusan diagnosa keperawatan (3S)
d. Rumusan Tujuan (SLKI dan atau NOC) dan Intervensi
keperawatan (SIKI dan atau NIC)
e. Implementasi
f. Evaluasi
g. Pembahasan (maksimal 1 halaman)
h. Patoflow (harus ditulis tangan)
i. Kesimpulan
j. Daftar Pustaka (minimal 5 sumber text book atau jurnal 8 tahun
terakhir)

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 38


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

RUBRIK PENILAIAN LAPORAN KASUS

Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Skor Skor


Maksimal
Pengkajian Data lengkap, akurat, dan 15
sesuai dengan kondisi pasien
Analisa Data dan Analisis mendalam, 15
Rumusan Diagnosa diagnosa keperawatan sesuai
Keperawatan (3S) standar (SDKI/NANDA-I),
dan berbasis data pasien
Rumusan Tujuan Tujuan sesuai SLKI/NOC 15
dan Intervensi dan intervensi berdasarkan
Keperawatan SIKI/NIC dengan
rasionalisasi yang jelas
Implementasi Pelaksanaan intervensi 10
keperawatan sesuai rencana
dengan dokumentasi yang
baik
Evaluasi Hasil evaluasi keperawatan 10
didokumentasikan secara
sistematis dan sesuai dengan
tujuan
Pembahasan Analisis mendalam terkait 10
kasus, maksimal 1 halaman

Patoflow (Ditulis Alur patofisiologi sistematis 15


Tangan) dan relevan dengan kondisi
pasien
Kesimpulan Ringkasan utama dari 5
laporan kasus
Daftar Pustaka Sumber sesuai ketentuan, 5
relevan, dan berkualitas
(minimal 5 sumber)
Total Skor 100

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 39


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

RUBRIK PENILAIAN DISKUSI KASUS

Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Skor Skor


Maksimal
Pemahaman Kasus Menguasai detail kasus, 20
mampu menjelaskan masalah
secara sistematis dan
berbasis literatur
Analisis dan Mampu menghubungkan 20
Argumentasi teori dengan kasus,
memberikan argumentasi
berbasis bukti ilmiah
Kejelasan Presentasi runtut, jelas, 15
Penyampaian dengan bahasa ilmiah yang
mudah dipahami
Interaksi dan Aktif dalam diskusi, 15
Partisipasi merespons pertanyaan
dengan baik, dan mampu
mempertahankan pendapat
secara ilmiah
Penggunaan Literatur Menggunakan referensi yang 15
dan Evidence-Based relevan untuk mendukung
Practice analisis kasus
Sikap Menunjukkan sikap ilmiah, 15
Profesionalisme etika akademik, dan
keterampilan komunikasi
yang baik
Total Skor 100

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 40


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

RUBRIK PENILAIAN EVALUASI 1

Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Skor Skor


Maksimal
Pengumpulan Data Melakukan pengkajian 10
(Pengkajian keperawatan yang
Keperawatan) mencakup data subyektif
dan obyektif pasien
Melakukan pemeriksaan 20
fisik dengan teknik yang
benar, akurat, dan
sistematis
Interaksi dengan Berkomunikasi dengan 15
pasien baik, menunjukkan
empati, serta membangun
hubungan terapeutik
dengan pasien
Identifikasi Mampu mengidentifikasi 15
Pemeriksaan pemeriksaan penunjang
Penunjang yang relevan dengan
kondisi pasien
Diagnosa Mengidentifikasi 20
Keperawatan diagnosis keperawatan
Potensial potensial secara akurat
berdasarkan temuan klinis
Diskusi dan Mampu mendiskusikan 20
Analisis hasil pengkajian dan
diagnosis keperawatan
potensial dengan
pembimbing secara ilmiah
Total Skor 100

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 41


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

RUBRIK PENILAIAN EVALUASI 2

Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Skor Skor


Maksimal
Pengkajian Ulang Melakukan pengkajian ulang 10
jika ada perubahan kondisi
pasien dan mengidentifikasi
kebutuhan baru
Interaksi dengan Berkomunikasi dengan baik, 15
Pasien menunjukkan empati, serta
membangun hubungan
terapeutik dengan pasien
Diagnosa Menentukan diagnosa 10
Keperawatan prioritas berdasarkan SDKI
Prioritas atau NANDA-I dengan
analisis yang jelas
Perencanaan Menyusun tujuan 10
Tujuan keperawatan berbasis SLKI
Keperawatan atau NOC dengan indikator
keberhasilan yang terukur
Intervensi Menerapkan intervensi 20
Keperawatan keperawatan berbasis SIKI
atau NIC sesuai dengan
kondisi pasien dan
mendokumentasikan
tindakan yang dilakukan
Implementasi Melaksanakan intervensi 10
Berbasis Evidence- yang didasarkan pada bukti
Based Practice ilmiah yang relevan dan
terkini
Evaluasi Awal Melakukan evaluasi awal 10
terhadap respons pasien
terhadap intervensi yang
telah diberikan
Diskusi dengan Mampu mendiskusikan 15
Pembimbing asuhan keperawatan yang
telah diterapkan dengan
pembimbing klinik secara
ilmiah
Total Skor 100

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 42


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

RUBRIK PENILAIAN EVALUASI 3

Aspek Kriteria Penilaian Skor Skor


Penilaian Maksimal
Assessment Melakukan pengkajian 20
(Pengkajian keperawatan yang mencakup data
Keperawatan) subyektif dan obyektif, serta
pemeriksaan fisik secara
sistematis dan akurat
Edukasi Memberikan pendidikan 15
Kesehatan kesehatan kepada pasien/keluarga
secara jelas, berbasis bukti, dan
sesuai dengan kebutuhan pasien
Tindakan Melaksanakan intervensi 15
Perawat keperawatan yang sesuai
(Intervensi berdasarkan diagnosis
Keperawatan) keperawatan, standar klinis, dan
evidence-based practice
Analisis Kasus Menganalisis kasus secara 15
Holistik komprehensif dari pengkajian
hingga evaluasi akhir, mencakup
aspek teori dan praktik
Kemampuan Membuat diagram patofisiologi 15
Menyusun yang sistematis, akurat, dan
Patoflow sesuai dengan konsep penyakit
pasien
Profesionalisme Menunjukkan sikap profesional, 10
dan komunikasi terapeutik, dan
Komunikasi respon yang baik terhadap umpan
balik dari preceptor
Dokumentasi Menyusun laporan asuhan 10
Asuhan keperawatan lengkap dan
Keperawatan sistematis (Pengkajian, Diagnosa,
Intervensi, Evaluasi, Patoflow)
Total Skor 100

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 43


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

FORMAT PENGKAJIAN
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

PENGKAJIAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (KMB)

Nama/RM :
Jenis Kelamin :
Umur :
Ruangan :

Data Pengkajian
Tanggal : Jam : S: P: N: SaO2 :
Cara dengan : TD :
⃝ Jalan kaki ⃝ Kursi roda Cara Ukur : ⃝ Berdiri ⃝ Berbaring
⃝ Brankard ⃝ Lainnya : ⃝ Duduk
Datang melalui : TB : BB : IMT :
⃝ UGD ⃝ Poliklinik
⃝ OK ⃝ Lainnya :
Diagnosa Masuk :
Diagnosis Medis :
Keluhan utama :

Riwayat Alergi : Ada/ Tidak


⃝ Makanan laut : ⃝ Udara dingin ⃝ Lainnya :
⃝ Obat : ⃝ Debu
Penggunaan alat bantu : Ya/ Tidak
⃝ Kacamata/lensa kontak ⃝ Alat bantu dengar ⃝ Lainnya :
⃝ Gigi palsu ⃝ Kruk/walker/kursiroda
Riwayat Pasien
Riwayat penyakit : Ya/tidak
⃝ Hipertensi : ⃝ PPOK : ⃝ Diabetes :
⃝ Kanker:
⃝ Penyakit jantung : ⃝ Asma : ⃝ Hepatitis :
⃝ Stroke:
⃝ TB : ⃝ Gangguan mental :
⃝ Lainnya :
Riwayat operasi : Ya/tidak
Merokok : Ya/ tidak
Konsumsi alkohol : Ya/tidak

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 44


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Riwayat Penyakit Keluarga


⃝ Hipertensi : ⃝ PPOK : ⃝ Diabetes :
⃝ Kanker:
⃝ Penyakit jantung : ⃝ Asma : ⃝ Hepatitis :
⃝ Stroke:
⃝ TB : ⃝ Gangguan mental :
⃝ Lainnya :
Psikososial/Ekonomi
Status pernikahan : ⃝ belum menikah ⃝ Menikah ⃝ Janda/duda
Keluarga : ⃝ tinggal bersama ⃝ tinggal sendiri
Tempat tinggal : ⃝ Rumah ⃝ Panti ⃝ Lainnya :
Pekerjaan : ⃝ PNS ⃝ Wiraswasta ⃝ Pensiunan
⃝ Lainnya :
Status emosi : ⃝ Kooperatif ⃝ Tidak kooperatif
Pengalaman hospitalisasi : Ya/ tidak
Keterangan :

Sumber informasi : ⃝ Pasien ⃝ Keluarga ⃝ Lainnya :

Pemeriksaan Fisik (Ceklist pada bagian yang tidak normal)


⃝Gangguan Penglihatan :
⃝Gangguan pendengaran :
MATA, TELINGA,

⃝ Gangguan penciuman :
HIDUNG

⃝Kemerahan : ⃝Bengkak: ⃝Drainase:


⃝Nyeri : ⃝Lesi:
Catatan:

⃝ Asimetri: ⃝ Takipnea : ⃝ Crackles :


⃝Kanan atas/bawah ⃝Kiri atas/bawah
⃝ Bentuk dada : ⃝ Bradipnea : ⃝ Sputum-warna :
RESPIRASI

⃝ Batuk : ⃝ Dispnea
⃝ Wheezing: ⃝Kanan atas/bawah
⃝Kiri atas/bawah ⃝ Modulasi O2 : …lpm via…
Catatan :

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 45


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

⃝ Takikardi : ⃝ Iregular:
⃝ Tingling : ⃝ Edema :
⃝ Bradikardi: ⃝ Murmur:
VASKULAR
KARDIO

⃝ Mati rasa : ⃝ Nadi tidak teraba:


Catatan :

⃝ Distensi ⃝ Hipoperistaltik :
⃝ Anoreksia: ⃝ Diare: ⃝ Inkontinensia
⃝ Rigiditas ⃝ Hiperperistaltik: ⃝ Disfagia
INTESTINAL

⃝ Konstipasi ⃝ Ostomi
GASTRO

⃝ Diet khusus ⃝ Intoleransi diit


Catatan :

⃝ penurunan BB > 10% satu bulan terakhir ⃝ Dekubitus : Stage 1/2/3/4


⃝ perubahan nafsu makan lebih dari 3 hari ⃝ TPN/PPN/tube feeding
NUTRISI

⃝Diare-frekuensi : /hari ⃝ Malnutrisi


Catatan :

⃝ Disuria ⃝ Hesitansi ⃝ Nokturia ⃝ Folley


⃝ Menopause ⃝ Lendir
GENITOURINARI/

⃝ Frekuensi ⃝ Inkontinensia ⃝ hematuria


GINEKOLOGI

⃝ Urostomy ⃝ Kehamilan
Catatan :

⃝ Konfusi ⃝ Sedasi ⃝ Pupil non reaktif


NEUROL

⃝ vertigo ⃝ Tremor ⃝ tidak seimbang


OGI

⃝ Koma ⃝ letargi ⃝ afasia


⃝ Sakitkepala ⃝ mati rasa ⃝ Paralise

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 46


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

⃝ Semi-koma ⃝ Suara serak ⃝ Seizure


⃝ Tingling ⃝ Kelemahan
Catatan :

⃝ Bengkak ⃝ Diaforesis ⃝ Lembab


⃝ prosthesis ⃝ Warna kulit : ⃝ teraba panas
⃝ atrofi/deformitas ⃝ turgor buruk ⃝ teraba dingin ⃝ Drainase :

Gambaran area luka dan jelaskan karakteristik luka (Gambarkan lukanya)


INTEGUMEN

Catatan :

1. Sangat 2.Buruk 3.Sedang 4.Baik


buruk
NORTON SCALE (Skin Risk

Kondisi 1. Stupor 2.Konfusi 3.Apatis 4.Sadar


mental
Aktivitas 1. Ditempat 2.Kursi roda 3.Jalan dengan 4.Jalan Sendiri
Assessment)

tidur bantuan
Mobilitas 1. Tidak 2.Sangat 3.Agak 4.Bebas
Mampu terbatas terbatas bergerak
bergerak
Inkontine 1. Inkontine 2.Selalu 3.Kadang- 4.Inkontinen
nsia nurin inkontinen kadang
dan alvi urin inkontinen
urin

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 47


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Ket : Skor
< 12 : resiko tinggi decubitus, 12-15 resiko sedang
decubitus, 16-20 : resiko rendah

Mengendali 0.Perlu pencahar 1.Kadang perlu 2 Mandiri


kanrangsang BAB pencahar
Mengendalikan 0.Pakai kateter/ 1.Kadang tak 2. Mandiri
rangsang BAK tak terkendali terkendali
Membersihkan diri 0.Butuh bantuan 1.Mandiri
Melepas dan 0.Tergantung 1.Tergantung 2. Mandiri
BARTEL INDEX (Functional Status Assassment)

memakai celana, orang lain pada pada


membersihkan, setiap kegiatan beberapa
menyiram jamban kegiatan
Makan 0.Tidak mampu 1.Perlu dibantu 2. Mandiri
memotong
makanan
Berubah posisi dari 0. Tidak mampu 1.Dibantu lebih 2. Dibantu 1 3.Mandiri
berbaring ke duduk dari 2 orang atau 2
orang
Berpindah/berjalan 0. Tidak mampu 1.dengan kursi 2. dibantu 1 3.mandiri
roda orang
Memakai baju 0. tergantung 1.sebagian 2. mandiri
dibantu
Naik turun tangga 0. tidak mampu 1.sebagian 2. mandiri
dibantu
Mandi 0. tergantung 1.mandiri
Total Skor =
Keterangan :
20 : Mandiri, 12-19 : ketergantungan ringan, 9-11 : ketergantungan sedang,
5-8 : ketergantungan berat, 0-4 : ketergantungan total
Riwayat jatuh 3 bulan Tidak = 0 Ya = 25
terakhir
Diagnosis medis Tidak = 0 Ya = 15
skunder > 1
FALL RISK

Alat bantu jalan Dibantu orang Penopang = 15 Furniture = 30


=0
Menggunakan infus Tidak = 0 Ya = 25
Cara Bed rest = 0 Lemah = 15 Terganggu =
berjalan/berpindah 30
Status mental Orientasi Orientasi tidak
sesuai = 0 sesuai = 15

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 48


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

Total Skor =
Keterangan :
0-24 : tidak beresiko, 25-50 : resiko rendah, > 50 : resiko tinggi
Skala nyeri : ⃝ Skala angka ⃝ Face scale
Lokasi :
Onset :
Paliatif :
Kualitas :
Medikasi :
Efek nyeri :
NYERI

⃝ Hubungan relasi ⃝ tidur ⃝ Nafsu makan


⃝ aktivitas ⃝ Emosi
⃝ Lainnya :

Obat Dosis/Rute Tujuan Cara KerjaObat


MEDIKASI

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 49


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Hasil Rentang normal Interpretasi


PEMERIKSAAN LABORATORIUM

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 50


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

GENOGRAM *Jika perlu terutama pada kasus herediter

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 51


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

FORMAT
ANALISA MASALAH KEPERAWATAN

No.RM : ......................
Inisial Pasien : .....................

No. Data Fokus Masalah Keperawatan

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 52


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

FORMAT
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

No.R.M : ....................
Inisial Pasien : ...................

Diagnosa Tujuan/
No. Intervensi Rasional
Keperawatan Sasaran

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 53


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

CATATAN IMPLEMENTASI DAN PERKEMBANGAN


Inisial Pasien :
Diagnosa Medis :
Ruang Rawat :

Diagnosa Keperawatan:

Catatan Implementasi
Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5
Jam:
Implementasi:

Catatan Perkembangan
Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5
Jam
S:
O:
A:
P:
NB: Catatan perkembangan dibuat setiap hari

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 54


Program Profesi Ners
Keperawatan Medikal Bedah, 2025

DAFTAR PUSTAKA

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Fundamentals of Nursing: Concepts,


Process, and Practice (10th ed.). Elsevier.

Brunner, L. S., Suddarth, D. S., & Smeltzer, S. C. (2018). Brunner & Suddarth's
Textbook of Medical-Surgical Nursing (14th ed.). Wolters Kluwer.

Brown, M., & Williams, P. (2019). "Integrating evidence-based practice in


nursing education: A review of clinical strategies." Nurse Education Today,
79(5), 112-118

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (Eds.). (2021). NANDA International Nursing


Diagnoses: Definitions and Classification 2021-2023 (12th ed.). Thieme
Medical Publishers.

Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., & Wagner, C. (2020).


Nursing Interventions Classification (NIC) (7th ed.). Elsevier.

Moorhead, S., Swanson, E., Johnson, M., & Maas, M. (2018). Nursing
Outcomes Classification (NOC): Measurement of Health Outcomes (6th ed.).
Elsevier.

PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). (2017). Standar Diagnosa


Keperawatan Indonesia (SDKI) (1st ed.). DPP PPNI.

PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). (2018). Standar Luaran


Keperawatan Indonesia (SLKI) (1st ed.). DPP PPNI.

PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). (2019). Standar Intervensi


Keperawatan Indonesia (SIKI) (1st ed.). DPP PPNI.

PROGRAM PROFESI NERS PSIK UNHAS Page 55

Anda mungkin juga menyukai