Anda di halaman 1dari 13

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

MARKING DAN PERLAMPUAN


1. PENDAHULUAN Penyelenggaraan transportasi udara sangat memprioritaskan keamanan dan keselamatan penerbangan. Hal ini memerlukan adanya persyaratan teknis pengoperasian fasilitas teknik bandar udara tidak terkecuali fasilitas sisi udara, sisi darat dan peralatan pemeliharaan bandar udara pada bandar udara umum serta bandar udara khusus (bandara perairan, elevated heliport, surface level heliport dan helideck). Sebagai bagian dari sistim bandar udara, fasilitas teknik bandar udara, perlu dievaluasi agar terpenuhinya efisiensi dan fektifitas pengoperasian fasilitas tersebut.

2. KEBUTUHAN PILOT AKAN ALAT BANTU VISUIL Semua pesawat terbang dilengkapi dengan sistem navigasi agar pesawat tidak tersesat dalam melakukan penerbangan. Panel-panel instrument navigasi pada kokpit pesawat memberikan berbagai informasi untuk sistem navigasi mulai dari informasi tentang arah dan ketinggian pesawat. Pengecekan terhadap instrument sistem navigasi harus seteliti dan seketat mungkin. Sebagai contoh kejadian yang menimpa pesawat Adam Air pada bulan pebruari 2006 sewaktu menjalani penerbangan dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Hasanudin di Makasar. Ketidaktelitian pihak otoritas penerbangan yang mengijinkan pesawat Adam Air terbang dengan sistem navigasi yang tidak berfungsi menyebabkan Pesawat Adam Air berputar-putar di udara tanpa tahu arah selama tiga jam, sebelum mendarat darurat di bandara El Tari Nusa Tenggara Timur. Kesalahan akibat tidak berfungsinya system navigasi adalah kesalahan yang fatal dalam dunia penerbangan. Sanksi yang diberikan adalah dicabutnya ijin operasi bagi maskapai penerbangan yang melanggar. 3. FASILITAS NAVIGASI DAN PERLAMPUAN DI BANDARA Fasilitas Navigasi dan Pengamatan adalah salah satu prasarana penunjang operasi bandara. Fasilitas ini dibagi menjadi dua kelompok peralatan, yaitu: 1. Pengamatan Penerbangan 2. Rambu Udara Radio

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

3.1.Peralatan Pengamatan Penerbangan Peralatan pengamatan Penerbangan terdiri dari:

Primary Surveillance Radar (PSR) PSR merupakan peralatan untuk mendeteksi dan mengetahui posisi dan data target yang ada di sekelilingnya secara pasif, dimana pesawat tidak ikut aktif jika terkena pancaran sinyal RF radar primer. Pancaran tersebut dipantulkan oleh badan pesawat dan dapat diterima di system penerima radar.

Secondary Surveillance Radar (SSR) SSR merupakan peralatan untuk mendeteksi dan mengetahui posisi dan data target yang ada di sekelilingnya secara aktif, dimana pesawat ikut aktif jika menerima pancaran sinyal RF radar sekunder. Pancaran radar ini berupa pulsa-pulsa mode, pesawat yang dipasangi transponder, akan menerima pulsa-pulsa tersebut dan akan menjawab berupa pulsa-pulsa code ke system penerima radar.

Air Traffic Control Automation (ATC Automation) terdiri dari RDPS, FDPS. ADBS-B Processing dan ADS-C Processing.

Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) dan Automatic Dependent Surveillance Contract (ADS-C) merupakan teknologi pengamatan yang menggunakan pemancaran informasi posisi oleh pesawat sebagai dasar pengamatan.

Airport Survace Movement Ground Control System (ASMGCS) Multilateration Global Navigation Satellite System

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

Gbr.1. Bagan Alur Sistem Navigasi dan Pengamatan Penerbangan 3.2.Peralatan Rambu Udara Radio Peralatan Rambu Udara Radio, yaitu Peralatan navigasi udara yang berfungsi memberikan signal informasi berupa Bearing (arah) dan jarak pesawat terhadap Ground Station, yang terdiri dari peralatan.

Non Directional Beacon (NDB) Fasilitas navigasi penerbangan yang bekerja dengan menggunakan frekuensi rendah (low frequency) dan dipasang pada suatu lokasi tertentu di dalam atau di luar lingkungan Bandar udara sesuai fungsinya.

VHF Omnidirectional Range (VOR) Fasilitas navigasi penerbangan yang bekerja dengan menggunakan frekuensi radio dan dipasang pada suatu lokasi tertentu di dalam atau di luar lingkungan Bandar udara sesuai fungsinya.

Distance Measuring Equipment (DME) Alat Bantu navigasi penerbangan yang berfungsi untuk memberikan panduan/informasi jarak bagi pesawat udara dengan stasiun DME yang dituju (Stant range distance). Penempatan DME pada umumnya berpasangan (collocated) dengan VOR atau Glide Path ILS yang ditempatkan di dalam atau di luar lingkungan bandara tergantung fungsinya

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

3.2.1. Kontrol Lalulintas Udara Segala aktifitas pengaturan lalulintas udara dikendalikan dari ruang air traffic control. Sedangkan Ruang Air Traffic Control sendiri terdiri dari empat unit tugas yaitu : 1. 2. 3. 4. Data Analyzing Room En-route Control Unit Pilot Unit Terminal Control Unit

Gambar 4. Aktifitas di ruangan Air Traffic Control Pada ruang Air Traffic Control bekerja para petugas pengatur lalulintas udara (air traffc controller) yang bertugas memantau dan mengarahkan lalulintas pergerakan semua pesawat yang terpantau di angkasa. Dalam menjalankan tugasnya, para petugas pengatur lalulintas udara memantau pergerakan pesawat dari alat Air Traffic Control Display

Gambar 5. Petugas Pengatur Lalulintas Udara

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

Gambar 6. Peralatan Pemantau Lalulintas Udara Display Air Traffic ControlleR

3.3.SISTEM PENDARATAN PESAWAT

Gambar 7. Instrument Landing System Instrument Landing System adalah suatu sistem peralatan yang ada di Bandar udara yang digunakan untuk memandu pesawat dalam melakukan pendaratan dengan aman dan lancar. Instrument Landing System menggunakan dua transmisi. Transmisi yang pertama

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

berfungsi untuk memandu pesawat menuju landasan pacu, transmisi yang kedua menginformasikan tentang ketinggian pesawat dari landasan pacu.

ILS adalah alat Bantu radio untuk pendaratan pesawat dibawah kondisi cuaca yang kurang menguntungkan dan visibility yang rendah. ILS memberikan informasi mengenai jalur approach yang tepat dan sudut pendaratan yang tepat untuk pendaratan kepada pilot. Lebih lanjut dua atau tiga titik pedoman yang menunjukkan masih berapa jauh jaraknya terhadap threshold, sehingga pesawat tahu masih berapa jauh dia serta pesawatnya terhadap threshold

Gambar 8. pendarataAlur pendaratan pesawat terbang dengan dipandu Instrument Landing System

Setelah memberi tahu pada bandara yang dituju, awak pesawat menunggu instruksi dari petugas Air Traffic Control. Pesawat akan diarahkan oleh Instrument Landing System melaui radio beacon untuk menentukan arah pendaratan agar tepat pada tengah tengah landasan pacu. Ground Controlled Approach Pesawat yang terpantau radar akan diarahkan oleh operator Ground Controlled Approach tentang petunjuk pendaratan pesawat terbang, dengan tujuan pesawat dapat mendarat dengan aman. Pekerjaan ini menuntut konsentrasi yang tinggi dari operatornya, sehingga diperlukan kerja shift karena bandara beroperasi duapuluh empat jam.

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

Gambar 9. Radar pendeteksi Pesawat di Bandara 3.4.Alat bantu pendaratan pesawat di darat

Pada bagian pertama tentang Alat Bantu Pendaratan Pesawat di bandar udara, telah dibahas mengenai Alat Bantu Pendaratan secara Instrument berupa Instrument Landing System (ILS) walaupun Runway Visual Range (RVR). Dengan adanya Instrument Landing SYstem (ILS) maka walaupun cuaca kurang baik maka pesawat terbang dapat mendarat dengan selamat. Untuk bagian ke 2 ini akan kita bahas Alat Bantu Pendaratan secara Visual. Artinya kondisi cuaca di bandar udara cerah dan pilot secara visual dapat melihat langsung landasan. Alat Bantu Pendaratan secara Visual terdiri dari :

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

2. Airfield Lighting System (AFL) adalah alat bantu pendaratan visual yang berfungsi membantu dan melayani pesawat terbang selama tinggal landas, mendarat dan melakukan taxi agar dapat bergerak secara efisien dan aman. Airfield Lighting System (AFL) meliputi peralatan-peralatan sebagai berikut : 1. Runway Edge Light. yaitu rambu penerangan landasan pacu, terdiri dari lampu-lampu yang dipasang pada jarak tertentu di tepi kiri dan kanan landasan pacu untuk memberi tuntunan kepada penerbang pada pendaratan dan tinggal landas pesawat terbang disiang hari pada cuaca buruk, atau pada malam hari.

2. Threshold Light, yaitu rambu penerangan yang berfungsi sebagai penunjuk ambang batas landasan, dipasang pada batas ambang landasan pacu dengan jarak tertentu memancarkan cahaya Pemasangan lampu sepanjang tepi landasan sejauh 3 m dari tepi perkerasan. Jarak memanjang dari lampu ke lampu tidak boleh lebih dari 60m. Apabila threshold landasan digeser, tetapi daerah yang digeser tadi masih dipakai untuk lepas landas dan taxi, lampu tepi landasan pada displaced area yang menghadap pilot berwarna merah. Sedangkan berwana putih, lampu yang mneghadap arah kedatangan pesawat, dan berwarna kuning untuk mengingatkan pilot bahwa landasan hampir habis tinggal 600m. hijau jika dilihat oleh penerbang pada arah pendaratan.

3. Runway End Light, yaitu rambu penerangan sebagai alat bantu untuk menunjukan batas akhir/ujung landasan, dipasang pada batas ambang landasan pacu dengan memancarkan cahaya merah apabila dilihat oleh penerbang yang akan tinggal landas

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

4. Taxiway Light yaitu rambu penerangan yang terdiri dari lampu-lampu memancarkan cahaya biru yang dipasang pada tepi kiri dan kanan taxiway pada jarak-jarak tertentu dan berfungsi memandu penerbang untuk mengemudikan pesawat terbangnya dari landasan Kriteria perencanaannya sebagai berikut : Taxiway dirancang sehingga mudah dikenali dan tidak terkacau dengan landasan Tanda keluar dari landasan masuk taxiway harus betul-betul dikenali terutama pada rapid taxiway. Harus merupakan pedoman sepanjang taxiway. Perpotongan taxiway dengan landasan harus jelas ditandai Rute dari landasan ke apron atau sebaliknya harus gampang dikenal. Lampu taxiway berwarna biru, lampu sumbu taaxiway berwarna hijau. pacu ke dan atau dari tempat parkir pesawat. 5. Flood Light, Yaitu rambu penerangan untuk menerangi tempat parkir pesawat terbang diwaktu siang hari pada cuaca buruk atau malam hari pada saat ada pesawat terbang yang menginap atau parkir. Pada awal mula pendaratan malam dilakukan, seluruh area landasan disinari seluruhnya (Flood Light). Lama kelamaan dirasakan tidak perlu seluruh lapangan pendaratan disinari, cukup bagian-bagian utama saja, kemudian dipakai lampu khusus untuk pendaratan. Perlampuan menyinari seluruh permukaan landasan akhirnya diganti dengan lampu yang menunjukkan arah sumbu landasan serta ditambahkan lampu tepi landasan dipasang sepanjang tepi landasan. Pada visibility jelek lapangan terbang dilengkapi dengan lampu touch down zone. 6. Approach light, yaitu rambu penerangan untuk pendekatan yang dipasang pada perpanjangan landasan pacu berfungsi sebagai petunjuk kepada penerbang tentang posisi, arah pendaratan dan jarak terhadap ambang landasan pada saat pendaratan.

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

7. Precision Approach Path Indicator (PAPI) dan Visual Approach Slope Indicator System (VASIS) yaitu rambu penerangan yang memancarkan cahaya untuk memberi informasi kepada penerbangan mengenai sudut luncur yang benar, dan memandu penerbang melakukan pendekatan menuju titik pendaratan pada daerah touch down. 8. Rotating Beacon, yaitu rambu penerangan petunjuk lokasi bandar udara, terdiri dari 2 (dua) sumber cahaya bertolak belakang yang dipasang pada as yang dapat berputar, sehingga dapat memancarkan cahaya berputar dengan warna hijau dan putih pada umumnya Rotating Beacon dipasang diatas tower. 9. Turning Area Light, yaitu rambu penerangan untuk memberi tanda bahwa didaerah ini terdapat tempat pemutaran pesawat terbang. 10. Apron Light, yaitu rambu penerangan yang terdiri dari lampu-lampu yang memancarkan cahaya merah yang dipasang di tepi Apron untuk memberi tanda batas pinggir Apron. 11. Sequence Flashing Light (SQFL), yaitu lampu penerangan berkedip berurutan pada arah pendekatan. SQFL dipasang pada Bar 1 s/d Bar 21 Approach Light System. 12. Traffic Light, yaitu rambu penerangan berfungsi sebagai tanda untuk pengaturan kendaraan umum yang dikhawatrikan akan dapat menyebabkan gangguan terhadap pesawat terbang yang sedang mendarat. 13. Obstruction Light, yaitu rambu penerangan berfungsi sebagai tanda untuk menunjukan ketinggian suatu bangunan yang dapat menyebabkan gangguan/rintangan pada penerbangan. 14. Wind Cone, yaitu rambu penerangan menunjukan arah angin bagi pendaratan atau lepas landas suatu pesawat terbang.

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

15. Threshold lighting Ketika melakukan approach final untuk melakukan pendaratan, pilot harus membuat keputusan untuk melakukan pendaratan atau membatalkannya karena miss approach. Tanda Threshold yang segera dikenal oleh pilot merupakan pedoman bagi pilot apakah dia bisa mendarat atau atau tidak. Pada lapangan besar Threshold bisa dikenali sebagai garis perlampuan menerus berwarna hijau, melintang landasan dari tepi ke tepi. Lampu threshold dipandang dari pesawat yang akan mendarat berwarna hijau, tetapi sebaliknya berwarna merah sebagai pertanda akhir ujung landasan

4. MARKING TAXIWAY Tanda-tanda di Taxiway

Normal Centreline. Sebuah garis kuning tunggal yang berkesinambungan yang terletak ditengah-tengah landasan, selebar 6 inci (15 cm) sampai 12 inci (30 cm).

Enhanced Centreline. Garis tengah yang diperpanjang ini terdiri dari garis parallel berwarna di kedua sisi garis tengah landasan. Garis tengah landasan bisa diperpanjang hingga 150 kaki (45,7 m) sebelum sampai pada tanda posisi siap-pacu.

Taxiway Edge Markings. Digunakan untuk menunjukan ujung landasan pacu apabila ujung landasan pacu tidak ditandai (sampai dengan) dengan ujung perkerasan. Continuous Markings. Tanda berkesinambungan terdiri dari garis kuning ganda, dengan setiap garis setidaknya selebar 6 inci (15 cm) dan berjarak 6 inci (15 cm) saling terpisah dan menunjukan ujung landasan dari bahu perkerasan atau dari permukaan beraspal lainnya yang tidak dimaksudkan untuk digunakan oleh pesawat.

Taxi Shoulder Markings. Taxiway, holding bays, dan apron terkadang diberikan bahu perkerasan untuk mencegah tabrakan dan erosi air. Bahu perkerasan ini tidak dimaksudkan untuk digunakan oleh pesawat terbang, dan mungkin tidak dapat memikul beban pesawat. Bahu landasan ditandai dengan garis kuning yang tegak lurus terhadap tepi landasan, dari ujung landasan ke tepi perkerasan, sekitar 10 meter.

Surface Painted Taxiway Direction Signs. Latar belakang kuning dengan tulisan hitam, dan diberikan bila tidak mungkin untuk memberikan tanda arah landasan pacu

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

di persimpangan, atau bila diperlukan untuk melengkapi tanda-tanda seperti itu. Tanda-tanda ini terletak di kedua sisi tengah landasan.

Surface Painted Location Signs. Latar belakang hitam dengan tulisan kuning. Bila diperlukan, tanda-tanda ini melengkapi tanda lokasi yang berada di sepanjang landasan pacu dan membantu pilot dalam menunjukan jalan menuju tempat pesawat akan ditempatkan. Tanda-tanda ini terletak di sisi kanan garis tengah.

Geographic Position Markings. Tanda-tanda ini terletak pada titik-titik di sepanjang rute taxi dengan visibilitas rendah (ketika RVR berada di bawah 1.200 kaki (360m)). Mereka diposisikan di sebelah kiri garis tengah landasan ke arah taxi.

Lampu taxiway

Untuk operasi malam, taxiway di banyak bandara dilengkapi dengan lampu, meskipun beberapa bandara kecil yang tidak dilengkapi dengan peralatan ini.

Taxiway Edge Lights. Digunakan untuk garis tepi taxiway selama periode kegelapan atau kondisi visibilitas terbatas. Perlengkapan ini akan meningkat dan memancarkan cahaya biru.

Taxiway centerline Lights. Peralatan ini tetap menyala dan memancarkan cahaya hijau yang terletak di sepanjang landasan tengah

Clearance Bar Lights. Tiga lampu berwarna kuning di posisi siap pacu di taxiway Runway Guard Lights. Stop Bar Lights.

Lampu taxiway berjarak setiap 75 kaki. Di beberapa bandara, lampu-lampu lebih berdekatan ketika di persimpangan.

REVIEV MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

Anda mungkin juga menyukai