100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
650 tayangan15 halaman

Perencanaan Apron Bandara Rigid

Dokumen tersebut membahas perencanaan rigid pavement untuk apron bandara dengan menggunakan metode PCA. Dokumen menjelaskan langkah-langkah perhitungan tebal perkerasan rigid untuk berbagai jenis pesawat berdasarkan faktor keamanan dan mempertimbangkan lalu lintas pesawat, beban, dan sifat material. Dokumen juga membahas perhitungan penulangan dan joint pada perkerasan rigid.

Diunggah oleh

ansen
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • kapasitas pesawat,
  • tahapan perencanaan,
  • contraction joint,
  • sealant,
  • pengukuran CBR,
  • penghentian pengecoran,
  • pengukuran joint melintang,
  • material batu pecah,
  • tahanan beban,
  • kriteria dimensi
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
650 tayangan15 halaman

Perencanaan Apron Bandara Rigid

Dokumen tersebut membahas perencanaan rigid pavement untuk apron bandara dengan menggunakan metode PCA. Dokumen menjelaskan langkah-langkah perhitungan tebal perkerasan rigid untuk berbagai jenis pesawat berdasarkan faktor keamanan dan mempertimbangkan lalu lintas pesawat, beban, dan sifat material. Dokumen juga membahas perhitungan penulangan dan joint pada perkerasan rigid.

Diunggah oleh

ansen
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • kapasitas pesawat,
  • tahapan perencanaan,
  • contraction joint,
  • sealant,
  • pengukuran CBR,
  • penghentian pengecoran,
  • pengukuran joint melintang,
  • material batu pecah,
  • tahanan beban,
  • kriteria dimensi

PERENCANAAN BANDAR UDARA

DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng


A. Rigid Pavement Untuk Apron (metode PCA)
Perencanaan perkerasan kaku untuk apron dihitung berdasarkan metoda
PCA. Ada 2 metode yang dibuat oleh PCA untuk menghitung tebal perkerasan
untuk apron, yaitu:
1. Metode yang didasarkan pada factor keamanan
2. Metode yang didasarkan pada konsep kelelahan
Dalam tugas ini hanya akan dihitung tebal perkerasan berdasarkan factor
keamanan. Faktor keamanan adalah perbandingan Modulus of Rapture
beton umur 90 hari dengan Working Stress.
MR90
FK =
Work ing stress
Rumusnya :
Untuk menentukan working stress dibutuhkan ramalan lalu lintas yang akan
datang, yakni menyangkut jenis pesawat, MTOW-nya dan roda-roda
pendaratan yang sepadan.
Dalam tugas ini dianjurkan untuk menggunakan angka keamanan 2 (lihat
buku Merancang, Merencana Lapangan Terbang hal 363). Dalam
menentukan perkerasan rigid, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Tentukan k Subgrade atau bila tersedia subbase, harga k subbase.
2. Hitung lalu lintas pesawat dimasa yang akan datang dan pembebanannya
sehingga bisa dipilih angka keamanan yang sesuai.
3. Tentukan working stress bagi tiap-tiap jenis pesawat, yaitu membagi
modulus of rapture beton umur 90 hari dengan angka keamanan yang
telah ditentukan.
4. Hitung tebal perkerasan dengan memasukkan harga-harga parameter
diatas ke dalam grafik yang sesuai dengan tipe roda pendaratan.
5. Ulangi langkah-langkah diatas untuk jenis-jenis pesawat yang berbeda.
6. Pilih tebal perkerasan untuk kondisi yang paling kritis
Dari data tugas yang ada, didapat :
1. Kapasitas pesawat perjam = 16 buah
2. Landasan diopersasikan = 1 x 24 jam
3. Dari data Wind Rose yang diperoleh untuk arah E - W, angin yang memberi
harga prosentase Wind Coverage maksimum = 99,906 %

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng
4. Jadi dalam 1 x 24 jam landasan dapat beroperasi 24 x 99,504 % =
23,88096 jam
5. Annual Departure, mis. diambil = 1 tahun
6. Maka, 23,88096 x 16 x 365 = 139462,704 buah/tahun
7. Anual Departure pada tugas ini = 16856
Di sini Sub Grade dipakai nilai CBR yang sudah distabilisasi = 5 % dan
berasal dari material batu pecah yang dikategorikan sebagai material yang
sangat baik yaitu (300) pci
(data sudah diberikan di format tugas)

Untuk mencari MR 28, dipakai rumus :


MR K f 'c

Dimana :
K = Konstanta (bisa 8, 9.2 atau 10 dipilih harga pendekatan dari berbagai
jenis tanah)
Sumber buku merancang dan merencanakan lapangan terbang hal 340
f'c = Kuat tekan beton (Psi)
Hasil Test Strength umur 90 hari tidak ada maka memakai hasil 110 %
dari hasil test strength beton umur 28 hari.
Mutu beton dalam tugas ini diketahui = K 300
'bk = 300 Kg/cm2
f'c = 300 x 14.22 lb/in2 = 4266 Psi
harga K diambil = 10
maka :
MR K f'c 10 4266 653 ,15 Psi

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng

Sumber buku merancang dan merencanakan lapangan terbang hal 341

sehingga :

MR 90 MR 90 653.15
FK = Working stress 326,575 330 Psi
Working stress FK 2

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng
Jadi untuk tebal perkerasan rigid untuk masing-masing pesawat adalah :
1. Pesawat A 310-200
Working stress = 330 Psi ; harga K = 300 Pci
Type roda pendaratan = Dual Tandem wheels gear
MTOW = 132000 Kg = 290748,8964 lbs
Tebal perkerasan rigid = 9 in = 22,86 cm diambil 23 cm
2. Pesawat B. 757-200
Working stress = 330 Psi ; harga K = 300 Pci
Type roda pendaratan = Dual Tandem wheels gear
MTOW = 108860 Kg = 3,1651x1010 lbs
Tebal perkerasan rigid = 8,2 in = 20,828 cm diambil 21 cm
3. Pesawat A.330-200
Working stress = 330 Psi ; harga K = 300 Pci
Type roda pendaratan = Dual Tandem wheels gear
MTOW = 230000 Kg = 7,2797127x1015 lbs
Tebal perkerasan rigid = 14, in = 35,56 cm diambil 36cm

Pesawat yang menghasilkan perkerasan paling tebal adalah pesawat A330


200 dengan tebal perkerasan 14 = 36 cm

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng
Perhitungan pembesian (penulangan)
Jumlah besi yang diperlukan untuk penulangan pada perkerasan rigid
ditentukan dengan rumus :

(3,7) L Lh
As
fS
(imperial unit)

(0,64) L Lh
As
fS
(Metrik unit)
di mana :
AS = Luas penampang lintang besi untuk setiap lebar atau panjang slab
beton ( in2 )
L = Panjang atau lebar slab ( ft )
h = Tebal slab ( in )
fs = Tegangan tarik besi (Psi)
Dari data tugas yang ada :
Mutu Baja U 32
a
fs = = 3200 Kg/cm2 = 46400 Psi
h = 14 in = 35,56 cm (dipakai pesawat rencana)
L = direncanakan slab beton ukuran 25m2,Jadi L=5m (500cm)
Untuk tulangan Melintang :

( 0,64 x500cm 500cmx35,56cm


As 23,0645cm 23cm
1850kg / cm 2

maka :
Tulangan Minimum
Amin=0,05%Xpenampang melintang (HxL)
=0,05% x 35,56cm x 500cm
=8,89cm2 = 9 cm2
Amin = 9 cm2 < 23 cm2 (0K)

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng

B. Joint (sambungan)
Joint / sambungan dibuat pada perkerasan kaku, agar beton bisa
mengembang dan menyusut tanpa halangan, sehingga mengurangi
tegangan bengkok (flexural stress ) akibat gesekan, perubahan temperatur,
perubahan kelembaban serta untuk melengkapi konstruksi.
Joint dikategorikan menurut fungsinya, yaitu joint yang berfungsi kembang,
disebut Expantion Joint, untuk susut disebut Constraction Joint serta untuk
penghentian waktu cor disebut Construction Joint.
1. Expantion Joint
Expantion Joint berfungsi memberikan ruang untuk beton mengembang,
sehingga terhindarlah adanya tegangan tekan yang tinggi, yang bisa
menyebabkan slab beton menjadi melengking. biasanya expantion Joint
dibuat pada slab beton yang berpotongan menyudut satu sama lain.
Dalam perencanaan tugas ini, karena menurut pengalaman, Expantion
Joint merupakan sumber kesulitan, maka tidak dibuat Expantion joint,
karena slab beton yang ada sudah cukup tebal (slab beton yang
didapat = 36 cm).

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng

3/4

Ujung dowel diberi gemuk


Diameter dan panjan

2. Construction Joint
a. Construction joint memanjang
Joint model ini terdapat pada tepi setiap jalur pengecoran dan dibuat
dengan diberi tulangan Dowel sebagai pemindah beban pada bagian
itu dan dapat berbentuk tepi dengan kunci. (gambar type C)

T
2 0.1 T
T 0.2 T
Slope 1:4

Tipe C - Kunci

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng
b. Construction joint melintang
Sambungan melintang diperlukan pada akhir pengecoran setiap
harinya atau apabila pengecoran diperhitungkan akan berhenti selama
1/2 jam atau lebih, misalnya karena hujan akan turun sehingga operasi
pengecoran dihentikan. Untuk itu dititik pemberhentian ini harus
dibuat Construction Joint melintang. Apabila pemberhentian ini sudah
dekat dengan Construction Joint melintang rencana, disarankan
membuet joint dengan Dowel. (gambar type D)

0.5 T
T
0.5 T

Dowel diberi gemuk satu sisi

TipeD - Dowel

3. Contraction Joint (Dummy Joint)


Yaitu : Suatu permukaan pada potongan beton yang sengaja diperlemah,
sehingga bila terjadi penyusutan slab beton, tegangan susut bisa
diperingan dan kalau material beton harus retak, retak yang terjadi ini
pada bidang yang telah dipersiapkan itu
Tegangan susust bisa terjadi karena penyusutan beton akibat perubahan
temperatur, kelembaban dan geseran. Pada slab beton yang tidak dibuat
Constraction Joint, akan terjadi keretakan secara random (dimana-mana)
pada seluruh permukaan perkerasan.
Constraction Joint bisa dibuat dengan membuat alur pada beton dengan
alat potong beton (Sawed Groove) atau dipersiapkan ketika mengadakan
pengecoran.

a. Contraction joint memanjang


Contraction Joint memanjang (Intermediate Longitudinal joint) ini
dipakai untuk jalur pengecoran yang lebarnya melebihi 25 ft (= 7,62
m) dan dibuat diantara dua Constraction joint memanjang. (gambar
type H)

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng
Alurnya digergaji atau dicetak pada acuan

TipeH - Dummy

b. Contraction joint melintang


FAA menyarankan pemberian Dowel untuk dua joint pertama pada
masing-masing sisi dari Expantion Joint dan semua Constraction Joint
melintang dalam perkerasan rigid dengan penulangan. (gambar type
F)
Alurnya digergaji atau dicetak pada acuan

0.5 T
T
0.5 T

Dowel diberi gemuk satu sisi

Tipe F - Dowel

4. Jarak antara joint


Jarak antar joint diambil berdasarkan tabel 6 - 14 Merancang,
Merencana lapangan terbang oleh Ir. heru basuki, hal 389. Untuk
tebal slab beton yang di dapat maka jaral joint melintang dan memanjang
= 6,1m atau 20 feet

5. Joint Sealent
Dipakai untuk mencegah merembesnya air dan benda-benda asing ke
dalam joint. Sealant dapat berbentuk bahan panas atau dingin. bahan

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng
panas atau dingin dituang atau ditekan masuk dalam joint untuk
mengisinya, idealnya Sealant masuk ke dalam sambungan dengan
permukaan 3 mm di bawah permukaan slab beton. Untuk daerah yang
peka terhadap bensin, dipakai Sealant yang tahan minyak.
Dalam perencanaan ini dipakai joint Sealant tinggal pasang yang sudah
diproduksi oleh pabrik. Ukuran Joint Sealant ini diambil berdasarkan daftar
dari PCA seperti tercantum dalam tabel 6 - 16 dan tabel 6 - 17,
Merancang, Merencana Lapangan Terbang, oleh Ir. herru Basuki, hal 395.
6. Dowel
Besi ini dipasang pada joint, berfungsi sebagai pemindah beban melintang
sambungan, juga berfungsi mengatasi penurunan vertikal relatif pada slab
beton ujung.
Ukuran Dowel harus proporsional dengan beban yang harus dilayani dan
direncanakan berdasarkan fungsi tebal perkerasan.
FAA memberi daftar ukuran Dowel dan jarak Dowel untuk berbagai tebal
slab beton seperti tercantum pada tabel 6 - 15, Merancang, Merencana
Lapangan Terbang, oleh Ir. herru Basuki, hal 392.

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng

Perkerasan struktur (structural pavement) berfungsi untuk mendukung beban yang bekerja
pada landasan pacu yaitu kendali, stabilitas, dan kriteria dimensi operasi lainnya sehingga
mampu melayani lalulintas pesawat.
Bahu landasan (shoulder), yang terletak berdekatan dengan tepi perkerasan yang berfungsi
untuk menahan erosi akibat hembusan mesin jet dan menampung peralatan untuk
pemeliharaan saat kondisi darurat.
Bantalan hembusan (blast pad) adalah suatu area yang dirancang khusus untuk mencegah
erosi permukaan pada ujung-ujung landasan pacu akibat hembusan mesin jet yang tserus-
menerus atau berulang-ulang. Biasanya area ini ditanami dengan rumput. FAA menetapkan
panjang bantal hembusan harus 100 kaki untuk penggunaan pesawat kelas I, 150 kaki untuk
penggunaan pesawat kelas II, 200 kaki untuk penggunaan pesawat kelas III dan IV dan 400
kaki untuk kelompok rancangan V dan VI. (Horonjeff, 1994).
Daerah aman untuk landasan pacu (runway safety area) adalah daerah yang bersih tanpa
benda-benda yang mengganggu, dimana terdapat saluran drainase, memiliki permukaan yang
rata, dan mencakup bagian perkerasan, bahu landasan, bantalan hembusan, dan daerah
perhentian, apabila diperlukan. Daerah ini selain harus mampu untuk mendukung peralatan
pemeliharaan saat keadaan darurat juga harus mampu menjadi tempat aman bagi pesawat
seandainya pesawat keluar dari jalur landasan pacu. FAA menetapkan bahwa daerah aman

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018


PERENCANAAN BANDAR UDARA
DR.Ir.Freddy Jansen, M.Eng
landsan pacu harus memiliki panjang 240 kaki dari ujung landasan pacu untuk pesawat kecil
dan 1000 kaki untuk seluruh rancangan kelas pesawat rencana. (Horonjeff, 1994).
Perluasan area aman (safety area extended), dibuat apabila dianggap perlu, yang bertujuan
untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kecelakaan. Panjang area ini
normalnya adalah 800 kaki, tetapi itu bukan suatu ukuran baku karena bergantung pada
kebutuhan lokal dan luas area yang tersedia.

PENTAGON F P KIRHIO 13021101018

Anda mungkin juga menyukai