0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan12 halaman

Equity Research - 2 - IsAT

PT Indosat Tbk (ISAT) direkomendasikan untuk dibeli dengan target harga Rp14,316, mencerminkan potensi kenaikan 31,64%. Perusahaan ini mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah pelanggan dan pendapatan, serta berkolaborasi dengan NVIDIA untuk teknologi AI. Meskipun memiliki pangsa pasar kedua terbesar di Indonesia, ISAT perlu meningkatkan efisiensi biaya untuk memperbaiki margin operasionalnya.

Diunggah oleh

andreasliant
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan12 halaman

Equity Research - 2 - IsAT

PT Indosat Tbk (ISAT) direkomendasikan untuk dibeli dengan target harga Rp14,316, mencerminkan potensi kenaikan 31,64%. Perusahaan ini mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah pelanggan dan pendapatan, serta berkolaborasi dengan NVIDIA untuk teknologi AI. Meskipun memiliki pangsa pasar kedua terbesar di Indonesia, ISAT perlu meningkatkan efisiensi biaya untuk memperbaiki margin operasionalnya.

Diunggah oleh

andreasliant
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Industry: Telecommunication Current

PT Indosat Tbk Price: Rp10,875 (13 Sep 2024)


(ISAT) Recommendation: BUY
Target Price: Rp14,316 (+31.64%)
14 September 2024

Analysts: Highlights
■ Abdurrahman Fadhil
(abdurrahman.fadhil@ui.ac.id) Kami memberikan rekomendasi BUY pada target harga Rp14,316 (+31%
■ Helsy Amelia upside) yang kami hitung menggunakan metode valuasi relatif (P/E, P/S, P/BV,
(helsy.amelia@ui.ac.id) EV/EBIT, EV/EBITDA) dengan bobot 50% dan metode valuasi intrinsik
(discounted cash flow) dengan bobot yang sama. Berikut adalah beberapa
■ Rafi Nurahmat Jannata
(rafi.nurahmat31@ui.ac.id) faktor kunci yang mendukung pandangan kami:

■ Stock Split & Kolaborasi dengan NVIDIA: PT Indosat Tbk (ISAT) akan
melakukan stock split 1:4 pada bulan Oktober, meningkatkan jumlah saham Seri
B dari 8,06 juta menjadi 32,25 juta lembar. Hal ini diharapkan menambah
Figure 1.1: IHSG vs ISAT % returns
likuiditas saham dan menarik minat investor ritel. ISAT juga bekerja sama
dengan NVIDIA mulai 3Q24 untuk menghadirkan teknologi AI di Indonesia,
dengan anak perusahaan Lintasarta sebagai mitra penyedia layanan cloud
pertama NVIDIA di Indonesia. Tahap awal melibatkan pengadaan 1.000 GPU.

■ Financial Highlights: ISAT mencatat OPM 21,12%, kedua tertinggi setelah


TLKM (28,07%). EBITDA ISAT mencapai Rp26,536 triliun, dengan proyeksi
margin EBITDA lima tahun ke depan sebesar 50%. Free Cash Flow ISAT dalam
12 bulan terakhir naik 3,46% menjadi Rp5,468 triliun, namun masih di bawah
TLKM (Rp30,164 triliun). Pengeluaran terbesar ISAT adalah biaya layanan
Source: Yahoo Finance (43,2% dari total pendapatan 2024), sehingga perlu efisiensi untuk
meningkatkan margin.

■ Industry & Competitive Positioning Highlights: Industri telekomunikasi


Table 1.1: Market Snapshot Indonesia terus berkembang sejak 2017, meski segmen fixed voice menurun
karena peralihan ke layanan berbasis internet. Masih ada potensi
pertumbuhan dari pengembangan 5G di luar Jawa. ISAT memiliki pangsa
pasar 28,94%, dan ARPU naik dari Rp18.700 pada 2018 menjadi Rp37.500
di Q1 2024. Jumlah pelanggan ISAT terus bertambah, naik 62% pada 2022,
menjadikannya operator mobile terbesar kedua di Indonesia pada Q1 2023.

Business Description

Source: Stockbit, shareinvestor.com PT Indosat Tbk (ISAT) adalah perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di
Indonesia yang didirikan pada tahun 1967 dan telah menjadi pemain utama
dalam industri telekomunikasi nasional melalui penyediaan layanan internet
seluler, broadband, dan telepon tetap. Perusahaan ini memperkuat posisinya
Figure 1.2: Revenue per segments
pada tahun 2022 melalui merger dengan PT Hutchison 3. Indosat memiliki tiga
segmen bisnis utama, yaitu:

■ Cellular: menyumbang sekitar 85% dari total pendapatan pada tahun 2023
dengan layanan seperti IM3 dan Tri, serta mengoperasikan lebih dari
188.000 BTS 4G dan 103 BTS 5G pada semester pertama tahun 2024.

■ Multimedia, Internet & Komunikasi Data (MIDI): berkontribusi sekitar 12%


Source: financial statements dari pendapatan dengan menyediakan layanan broadband, IPVPN, dan MPLS
untuk berbagai klien korporat dan pemerintah.

■ Fixed Telecommunications: berkontribusi <2% dari total pendapatan,


menawarkan layanan telepon tetap dan solusi komunikasi omnichannel untuk
sektor korporat.

Indosat juga memiliki beberapa anak perusahaan yang memperkuat portofolio


Figure 1.3: Shareholder composition bisnisnya. PT Aplikanusa Lintasarta, dengan kepemilikan saham 72,36%,
menawarkan layanan telekomunikasi dan teknologi informasi seperti cloud
computing dan data center. Indosat Singapore Pte. Ltd. (ISPL) sepenuhnya
dimiliki oleh Indosat dan menyediakan akses layanan konten video dan gaming
internasional. PT Lintas Media Danawa (LMD), yang sebagian besar sahamnya
dimiliki melalui Lintasarta, menawarkan layanan managed services dalam
operasional TI. PT Arta Integrasi Teknologi (ARINT) adalah perusahaan holding
pembayaran elektronik, sementara PT Artajasa Pembayaran Elektronis
Source: Annual Report 2023 menyediakan jaringan infrastruktur sistem pembayaran. Terakhir, PT Nusantara
Cita Bersama (Nusacita) adalah anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa
pembayaran elektronik.
Table 2.1: Total Revenue 2017-2028 di
Indonesia Shareholder composition: Mayoritas saham ISAT dimiliki oleh Ooredoo
Hutchison Asia sebesar 65%, dengan PT Tiga Telekomunikasi Indonesia dan
PT Pengelola Aset Negara (Persero) masing-masing memegang 8,3% dan
9,6%, sedangkan sisanya sebesar 16.4% dimiliki oleh publik.

Industry Overview & Competitive Positioning

Industry Overview

Source: Statista Dalam table 2.1, dapat terlihat bahwa di Indonesia, industri telekomunikasi terus
mengalami peningkatan sejak tahun 2017 hingga 2028 yang akan datang. Hal
ini dapat terlihat dari kenaikan revenue mobile data dan fixed data di Indonesia.
Meski demikian, terjadi penurunan revenue fixed voice dikarenakan pergeseran
Table 2.2: Market Share Industri
Telekomunikasi (2020) preferensi pelanggan ke layanan alternatif berbasis internet yang lebih fleksibel,
tidak seperti fixed voice yang masih menggunakan kabel telepon seperti telepon
rumah. Dengan demikian, perkembangan teknologi yang semakin canggih
sangat mempengaruhi preferensi pelanggan.

Selain itu, industri telekomunikasi memiliki potensi kenaikan yang sangat tinggi
Source: Laporan tahunan & Statistik mengingat masih terdapat banyak wilayah yang belum memiliki 5G. Coverage
Telekomunikasi Indonesia 2022 BPS area masih hanya mendominasi Pulau Jawa dengan 4G+ sebagai yang
terbanyak. Sementara itu, area cakupan di luar Jawa masih berpotensi untuk
diperluas sehingga semakin luas pasar yang dapat masuk ke dalam industri
Figure 2.1: ARPU Gabungan Perusahaan telekomunikasi.
Telekomunikasi 2018-2020 (Ribu Rupiah)
Competitive Positioning

■ Market share: Dalam table 2.2, PT Indosat Tbk termasuk dalam tiga besar
dengan market share terbanyak kedua, yakni sebesar 28.94%. Meski
demikian, ISAT memiliki selisih yang sangat jauh dengan TLKM yang
merupakan market leader yakni sebesar 48.01%.

■ ARPU: Dalam figure 2.1, dapat terlihat bahwa ARPU gabungan ISAT selama
2018-2019 adalah yang terendah dari antara peersnyaa. Meski demikian, ARPU
ISAT terus mengalami peningkatan di mana pada 2018, ARPU sebesar Rp
Source: CNBC Indonesia 18.700 dibandingkan pada Q1 2024 sebesar Rp 37.500. Dalam 6 tahun, terjadi
kenaikan sebesar 18.800. Kenaikan ini mengindikasikan hal yang baik dalam
mengejar selisih ARPU terhadap peersnya.
Table 2.3: Number of subscribers
Indosat & XL Axiata (in millions) ■ Number of subscribers: Dalam table 2.3, dapat terlihat bahwa jumlah
subscribers ISAT cenderung mengalami peningkatan. Terdapat kenaikan
drastis pada tahun 2022, yakni sebesar 62%, sedangkan peernya (EXCL)
justru mengalami penurunan sebesar 0.89%. Dengan demikian secara
historis dari tahun ke tahun, ISAT cukup baik dalam meningkatkan jumlah
subscribernya. Kemudian dalam figure 2.2, dapat terlihat bahwa ISAT berada
di posisi kedua dengan mobile subscribers terbanyak pada Q1 2023. Hal ini
menunjukkan bahwa posisi ISAT cukup baik dengan jumlah subscribers yang
Source: Statista
cukup banyak.

■ Coverage area: Berdasarkan Laporan Tahunan Indosat tahun 2023, kini


telah terdapat 6 kota dengan layanan 5G, yakni Solo, Jakarta, Surabaya,
Makassar,
Balikpapan, dan Denpasar. Meski demikian, jumlah sebaran layanan 5G
yang dimiliki oleh Indosat masih berada di bawah Telkomsel yang pada
tahun 2023 berhasil mendapatkan Penghargaan Bidang Penyelenggaraan
Figure 2.2: Mobile subscribers in
Pos dan Informatika Tahun 2023 sebagai Telecommunication Providers with
Indonesia Q1 2023 (in millions)
the Highest Number of 5G Spots Category.

Melalui peta cakupan 3G / 4G / 5G di nperf.com, Indosat memiliki coverage


area yang lebih banyak dibandingkan XL Axiata dan Smartfren. Pulau Jawa
menjadi titik dengan layanan terbanyak di mana hampir seluruh daerah telah
memiliki layanan 4G, sedangkan Pulau Papua menjadi yang paling sedikit di
mana hanya terdapat di beberapa titik yang merupakan kota besar saja.
Dengan demikian, masih diperlukan pemerataan coverage area dan
peningkatan menuju ke 5G.
Source: Statista

Environmental, Social & Governance (ESG)

Figure 3.1 : Total penerima manfaat


program CSR ISAT 2014-2023 Tabel 3.1 menyajikan perbandingan skor ESG untuk ISAT, TLKM, dan EXCL
—berdasarkan penilaian IDX dan S&P. Untuk penilaian IDX, ISAT meraih ESG
Score tertinggi sebesar 33,29 dengan risiko kontroversi 2. Namun, menurut
penilaian S&P, ISAT berada di posisi terendah dengan ESG Score 20. Dalam hal
skor lingkungan, sosial, dan tata kelola. ISAT memperoleh skor jauh di belakang
EXCL dan TLKM. Namun, jumlah beneficiary secara menyeluruh dari program-
program sosial-lingkungan ISAT mengalami peningkatan signifikan
dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan 6,517,732 penerima
manfaat pada tahun 2023.
Source: Indosat Report ■ Environmental: ISAT menunjukkan komitmen yang kuat terhadap aspek
lingkungan dalam ESG melalui berbagai inisiatif. Melalui program Tanam
Oksigen, ISAT berfokus pada pemulihan ekosistem mangrove di lahan
Tabel 3.1: Skor ESG industri telekomunikasi seluas 367 hektar di Pesisir Pabean Ilir, Kabupaten Indramayu. Selain itu,
ISAT juga berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
ISAT TLKM EXCL dan WWF dalam kegiatan Konservasi Laut dan Perikanan di Jembrana, Bali,
yang dimulai pada tahun 2022 untuk menjaga kelestarian laut. Inisiatif
ESG Score (IDX) 33.29 28.18 27.78
Sampah Jadi Pulsa juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam
Cont. Risk (IDX) 2 1 0 mengurangi sampah plastik, di mana masyarakat dapat menukar botol plastik
ESG Score (S&P) 20 40 37
dengan pulsa. Sejak diluncurkan, lebih dari enam ribu botol plastik telah
dikumpulkan.
Env. Score (S&P) 21 39 44
■ Social: Aspek sosial dalam ESG melalui berbagai inisiatif yang memberdayakan
Soc. Score (S&P) 21 44 40
masyarakat seperti program IDCamp, yang dimulai sejak 2019, telah
Gov. Score (S&P) 18 36 32 memberikan beasiswa belajar coding online kepada lebih dari 55 ribu talenta
digital Indonesia, termasuk penyandang disabilitas. Selain itu, ISAT juga
Source: S&P, IDX
mendukung hak wanita dan kesetaraan gender dengan meluncurkan
program SheHacks. Selain itu, melalui kampanye Indosat Berkah Ramadan
2024, ISAT mempersembahkan program Gerobak Berkah untuk mendukung
Figure 4.1: OPM in % pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi marbot, sehingga
memberikan dampak positif pada komunitas selama bulan suci Ramadan.

■ Governance: Filosofi operasional ISAT menekankan tata kelola yang disiplin


dan berfokus pada etika, dengan penekanan khusus pada integritas serta
perlindungan privasi data. ISAT menerapkan strategi keamanan informasi
yang mengacu pada NIST (National Institute of Standards and Technology)
Cybersecurity Framework sebagai standar keamanan siber yang diakui
secara internasional. ISAT juga memiliki kode etik yang jelas yang
menjamin dasar-dasar berperilaku dengan penuh integritas serta sesuai
Sumber: Stockbit
dengan ketentuan hukum—dengan juga mengadopsi standar pelaporan
OJK, GRI, SASB, dan SDGs. ISAT memiliki ESG Steering Commiee untuk
mengelola dan menangani berbagai isu terkait penerapan strategi
sustainability.
Financial Analysis
Pada figure 4.1, kami membandingkan Operating Profit Margin (% of revenue
Figure 4.2: Free Cash Flow sebesar 21%) dengan perusahaan peers dan mendapatkan bahwa Telkom
adalah market leader. Pada 29 Agustus 2024, OPM tertinggi diraih oleh TLKM
sebesar 28.07%, kemudian disusul oleh ISAT sebesar 21.12%, lalu EXCL sebesar
17.15%, dan terakhir adalah FREN sebesar -0,43%.

Kemudian, pada TTM Indosat mencapai EBITDA sebesar Rp 26,536 triliun. EBITDA
margin ISAT selama 5 tahun ke depan adalah sebesar 50%. Sementara itu, EBITDA
tertinggi masih dipegang oleh TLKM sebesar Rp 75,844 triliun. EBITDA EXCL
sedikit melebihi ISAT, yakni Rp 17,696 triliun. Sementara itu, FREN adalah yang
paling rendah, yakni Rp. 5,125 triliun.
Sumber: Stockbit
Pada figure 4.2, dari segi cash flow, pada TTM yaitu 12 bulan terakhir (2023 Q2 -
2024 Q2), ISAT mencatat Free Cash Flow (FCF) sebesar Rp 5.468 triliun yang
mengindikasikan adanya peningkatan yang baik sebesar 3.46% dibandingkan
Figure 4.3: Expenses as % of periode TTM sebelumnya. Meski demikian, FCF TLKM masih jauh berada di
Revenue
atas ISAT, yakni sekitar Rp 30,164 triliun. Sementara itu, FCF EXCL adalah Rp
7,423 triliun.

Sementara itu, dalam figure 4.3, expense ISAT yang paling besar adalah dari
cost of services yang pada tahun 2024 adalah sebesar 43.2% dari revenue.
ISAT perlu melakukan beberapa hal untuk mengurangi beban agar margin
semakin besar, misalnya dengan mengoptimalkan biaya layanan, yakni
menghilangkan layanan yang tidak bernilai bagi perusahaan, mengembangkan
layanan yang dapat meningkatkan pendapatan tanpa menaikkan biaya
Sumber: Stockbit operasional, dan
mengendalikan biaya proyek agar tidak melebihi proyeksi yang telah ditetapkan.

Figure 5.1: Relative Valuation Summary


Dengan demikian, hasil dari merger ISAT mengindikasikan pertumbuhan yang
positif dalam hal pendapatan, margin, dan profitabilitas. Secara posisi, ISAT
sudah cukup baik di antara peersnya, meski masih berada di bawah TLKM yang
menguasai pasar.

Valuation

Valuasi kami merupakan gabungan dari metode valuasi intrinsik dan valuasi
relatif dengan masing-masing bobot 50% dan 50%. Kemudian, diperoleh fair
Sumber: Stockbit, analyst estimates price saham ISAT pada harga Rp14,316 dengan potensi upside sebesar 31%-
dari harga per tanggal 13/09/2024 sebesar Rp10,875.

Relative valuation
Table 5.2: WACC Calculation
Pada analisis relative valuation, dilakukan perbandingan terhadap ISAT dengan
rata-rata perusahaan sejenis (TLKM, EXCL, FREN) menggunakan beberapa
rasio indikator keuangan, seperti Price/Earnings (P/E), Price/Sales (P/S),
Price/Book Value (P/BV), EV/EBIT, dan EV/EBITDA. Dari perhitungan ini,
didapatkan estimasi harga saham ISAT berdasarkan masing-masing rasio. Nilai
rata-rata dari semua rasio menunjukkan harga saham yang diharapkan sebesar
Rp13,027, yang memberikan potensi keuntungan (Profit/Loss Potential) sekitar
18% dari harga saat ini, yaitu Rp10,850.

Intrinsic valuation

Revenue Forecast: ISAT memiliki tiga segmen usaha yaitu Cellular, Multimedia,
Internet & Komunikasi Data (MIDI), dan Fixed Telecommunications. Kami
mengasumsikan tingkat pertumbuhan dari segmen-segmen tersebut sejalan
dengan prediksi Statista mengenai total revenue pasar:

■ Mobile Data (untuk segmen Cellular) yang tumbuh rata-rata sebesar 4,7%
per tahun dari tahun 2024-2028.
Source: Stockbit, Investing.com,
Yahoo Finance, and analyst estimates ■ Fixed Data (untuk segmen MIDI) yang tumbuh rata-rata sebesar 3,1% per
tahun dari tahun 2024-2028.
■ Fixed Voice (untuk segmen Fixed Telecommunications) yang tumbuh rata-rata
sebesar -6,3% per tahun dari tahun 2024-2028.
Table 5.3: Valuation Summary Expenses: Kami memprediksi item-item dari operating expenses ISAT
menggunakan metode persentase terhadap revenue, dihitung dari rata-rata
sederhana dua tahun terakhir. Perusahaan telekomunikasi seperti ISAT tidak
memiliki cost of goods sold, sehingga dengan mengurangi revenue dengan
operating expenses, kita mendapatkan operating profit tahun berjalan.

Capital Expenditures: Kami memprediksi capital expenditures menggunakan


metode persentase terhadap revenue, dihitung dari rata-rata sederhana dua
tahun terakhir yaitu sebesar 25,32% per tahunnya.

Change in Working Capital: Kami mendefinisikan working capital sebagai total


current assets dikurangi total current liabilities. Kami memprediksi working
capital menggunakan metode persentase terhadap revenue, dihitung dari rata-
rata sederhana dua tahun terakhir yaitu sebesar -36,59% per tahunnya,
sehingga dari situ kita mendapatkan perubahan dari net working capital.

operating profit after tax, yaitu 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑝𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 × (1 − 𝑡𝑎𝑥 𝑟𝑎𝑡𝑒),


Free Cash Flow to Firm: Kami mendefinisikan free cash flow to firm sebagai net

ditambah
Source: analyst estimates depreciation dan amortization, dikurangi change in net working capital, dan
dikurangi capital expenditures. Untuk tax rate, kami mengasumsikan sebesar 22%
selama 5 tahun ke depan.
Table 5.4: Valuation Summary
WACC: Kami mengasumsikan risk-free rate sebesar 6,71% berdasarkan data dari
Investing.com. Untuk cost of debt, kami menggunakan data default spread
dari PHEI sebesar 0,63% (ISAT memiliki rating AAAd dari Pefindo, dan kami
asumsikan rata-rata utang ISAT memiliki tenor 3-4 tahun), sehingga cost of debt
didapatkan dengan menambahkan default spread ke risk-free rate menjadi
7,34%. Setelah dikalikan dengan (1 - tax rate), kita mendapatkan after-tax
cost of debt. Untuk cost of equity, kami menggunakan model CAPM dengan beta
sebesar 0,85 (data dari Yahoo Finance) dan equity risk premium sebesar 7,38%
untuk Indonesia (data dari Database NYU Damodaran). Sehingga, cost of equity
adalah 12,98%. Terakhir, kami menghitung WACC sebesar 8,55% dengan
Source: analyst estimates
membobot after-tax cost of debt dan cost of equity berdasarkan proporsi utang dan
ekuitas dari data 1Q24.

Implied Share Price: Dengan perpetual growth rate konservatif sebesar 1,5%,
Figure 6.1: Risk Matrix
kami menghitung implied share price sebesar Rp15.754. Dengan harga saat ini
sebesar Rp10.875, potensi upside adalah 31%.

Investment Risks

■ [IR-1] Tergerusnya ARPU (Average Revenue Per User) dari Layanan Suara dan
SMS – Low Impact, Medium Likelihood:
Dengan perkembangan layanan data, penggunaan layanan suara dan SMS
terus menurun. Konsumen semakin beralih ke layanan berbasis data seperti
VoIP (Voice over IP) dan aplikasi pesan instan (WhatsApp, Telegram, dll.),
yang menyebabkan ARPU dari layanan tradisional menurun. Penurunan ini
dapat berdampak negatif pada pendapatan Indosat, terutama jika
perusahaan tidak mampu mengganti penurunan ini dengan pendapatan dari
layanan data atau
Source: analyst estimates layanan digital lainnya. Valuation Impact: jika diasumsikan revenue dari
segmen fixed voice menurun 50% per tahun, maka nilai wajar Indosat akan
turun ke Rp14,191 dari Rp14,316 pada skenario base case kami, sehingga
potential upside hanya sebesar 36.78%.

■ [IR-2] Potensi Merger antara XL Axiata (EXCL) dan Smartfren (FREN) –


Medium Impact, High Likelihood: Merger antara XL Axiata dan Smartfren akan
menciptakan entitas dengan basis pelanggan yang lebih besar dan sumber
daya yang lebih kuat, berpotensi mengancam pangsa pasar Indosat saat ini.
CFO Group Axiata mengatakan
proses penggabungan dua
entitas ini
setidaknya akan terealisasikan pada akhir tahun 2024. Valuation Impact: jika
diasumsikan EXCEL dan FREN meraup market share ISAT sehingga growth rate
dari revenue ISAT di segmen seluler dan MIDI sebesar 0% per tahun, maka nilai
wajar Indosat akan turun ke Rp11,751 dari Rp14,316 pada skenario base
case kami, sehingga potential upside hanya sebesar 13.26%.

Appendix 1 - Coverage Area of ISAT and its peers

Coverage Area IM3

Coverage Area TLKM


Coverage Area EXCL

Coverage Area FREN

Appendix 2 - Free Cash Flow Forecast


References

■ AYO PINTER BARENG, AYO KERJA BARENG, AYO SUKSES BARENG. (n.d.). Smartfren. Retrieved August 29, 2024,
from hps://www.smartfren.com/app/uploads/2023/05/AR_SR_2022_FREN.pdf

■ Full Year 2022 Results. (2023, February 13). Indosat Ooredoo Hutchison. Retrieved August 29, 2024, from
hps://ioh.co.id/dataprod/portalcontent/portal/images/products/pdf/638118832283721341.pdf

■ Kinerja Telkomsel, Indosat dan XL Axiata: Balapan Gaet Pelanggan dan Cetak Cuan. (2024, May 6). Infografik. Retrieved
August 29, 2024,
from hps://infografik.bisnis.com/read/20240506/547/1763342/kinerja-telkomsel-indosat-dan-xl-axiata-balapan-gaet-pelan
ggan-dan-cetak-cuan

■ Perang Operator Seluler RI, Siapa Pemenangnya? (2022, April 5). CNBC Indonesia. Retrieved August 29, 2024, from
hps://www.cnbcindonesia.com/tech/20220405134855-37-328955/perang-operator-seluler-ri-siapa-pemenangnya

■ WIN THE FUTURE. (2023, April 5). | XL AXIATA. Retrieved August 29, 2024, from
hps://staticxl.ext.xlaxiata.co.id/s3fs-public/media/documents/LAPORAN%20TAHUNAN%20XL%20AXIATA%20VERSI%
20INDONESIA%20upload.pdf

■ Salim Dikabarkan Minat Akuisisi EXCL dan FREN Usai Merger (2024, August 28). CNBC Indonesia. Retrieved August 31,
2024, from
hps://www.cnbcindonesia.com/research/20240828070834-128-566936/salim-dikabarkan-minat-akuisisi-excl-dan-fre
n-usai-merger

■ Laporan Tahunan Indosat 2023 (2024, April 5). CNBC Indonesia. Retrieved August 31, 2024, from
hps://ioh.co.id/portal/id/ioh-investor-document-detail?_id=20013712

■ Journalist IBP. (2024, May 20). Indosat and NVIDIA to launch AI cloud collaboration in Q3 2024 | RISK & OPP - Indonesia
Business Post. Indonesia Business Post.
hps://indonesiabusinesspost.com/risks-opportunities/indosat-and-nvidia-to-launch-ai-cloud-collaboration-in-q3-20
24/

■ Yuliana Hema. (2024, August 13). Gelar Stock Split 1:4, Saham ISAT Bakal Lebih Likuid dan Atraktif. PT. Kontan
Grahanusa Mediatama; Kontan.co.id.
hps://insight.kontan.co.id/news/gelar-stock-split-14-saham-isat-bakal-lebih-likuid-dan-atraktif

Data for Valuation:

■ hps://id.investing.com/rates-bonds/indonesia-10-year-bond-yield

■ hps://finance.yahoo.com/quote/ISAT.JK/

■ hps://www.phei.co.id/en-us/Data/Credit-Spread-Matrix

■ hps://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/ctryprem.html

■ hps://ioh.co.id/portal/en/ioh-investor-document?_deftabid=3

■ hps://corporatefinanceinstitute.com/resources/valuation/what-is-wacc-formula/

■ hps://corporatefinanceinstitute.com/resources/financial-modeling/dcf-terminal-value-formula/

■ hps://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.MKTP.KD.ZG

■ hps://www.wallstreetprep.com/knowledge/enterprise-value/

■ hps://www.wallstreetprep.com/knowledge/free-cash-flow-to-firm-fc/

■ hps://id.tradingview.com/symbols/IDX-ISAT/financials-income-statement/ebit/

■ hps://stockbit.com/symbol/ISAT/

■ hps://stockbit.com/symbol/FREN

■ hps://stockbit.com/symbol/EXCL

■ hps://stockbit.com/symbol/TLKM

Anda mungkin juga menyukai