DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................................................1
DASAR HUKUM...................................................................................................................................1
PERSYARATAN PERSERTA DIKLAT................................................................................................2
PENGAWASAN INTERNAL................................................................................................................3
PENGADUAN, SARAN, DAN MASUKAN.........................................................................................3
JAMINAN PELAYANAN......................................................................................................................3
JAMINAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN...............................................................................3
PRODUK PELAYANAN.......................................................................................................................4
BAB II VISI MISI..........................................................................................................................................5
VISI MISI DAN TUJUAN......................................................................................................................5
BAB III STANDAR LUARAN DIKLAT......................................................................................................7
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN................................................................................................7
BAB IV STANDAR PROSES DIKLAT........................................................................................................8
STANDAR PROSES PEMBELAJARAN..............................................................................................8
STANDAR PENILAIAN......................................................................................................................12
STANDAR PENGELOLAAN..............................................................................................................13
BAB V STANDAR MASUKAN.................................................................................................................15
STANDAR ISI DIKLAT.......................................................................................................................15
STANDAR DOSEN.............................................................................................................................16
STANDAR SARANA PRASARANA..................................................................................................17
STANDAR PEMBIAYAAN.................................................................................................................18
BAB I
PENDAHULUAN
DASAR HUKUM
1. Undang – Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
(Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4301);
2. Undang – Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara RI
Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 4849);
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pengesahan ILO
Convention No. 185 Concerning Revising The Seafarers’ Identity Documents
Convention, 1958 (Konvensi ILO No. 185 Mengenai Konvensi Perubahan Dokumen
Identitas Pelaut, 1958);
4. Undang – Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. (Nomor 245,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 13, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3929);
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 51 Tahun 2012 tentang Sumber Daya
Manusia di Bidang Transportasi;
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 31 Tahun 2021 tentang tentang
Penyelenggaran di Bidang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2021 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6643;
8. Keputusan Presiden Nomor 65 tahun 1980 tentang pengesahan International
Convention on Safety of Life at Sea, 1974;
9. Keputusan Presiden Nomor 60 tahun 1986 tentang pengesahan International
Convention on Standards of Training, Certification and Watch keeping for Seafarers,
1978 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Amandemen 1995;
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia;
Halaman 3 of 21
11. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.52 Tahun 2007 tentang Pendidikan dan
Pelatihan Transportasi;
12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 140 Tahun 2016 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 70 Tahun 2013 tentang Pendidikan dan
Pelatihan, Sertifikat serta Dinas Jaga Pelaut (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2013 Nomor 1089);
13. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 62 Tahun 2018 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 840);
14. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 105 Tahun 2018 tentang Statuta
Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1480);
15. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 67 Tahun 2021 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Perhubungan:
16. KB Menteri Perhubungan, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Tenaga
Kerjadan Transmigasi Nomor KM.41 tahun 2003, 5/U/KB/2003,
KEP.208-A/MEN/2003 tentang Quality Standard System (QSS)/Sistem Standar
Mutu Kepelautan Indonesia;
17. Keputusan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan
Nomor KP-BPSDMP 60 Tahun 2025 Tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan
Pembentukan dan Peningkatan Kompetensi di Bidang Pelayaran.
18. Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan No.
PK.12/BPSDMP-2017 Tentang Kurikulum Program Pendidikan dan Pelatihan
Keterampilan Pelaut BST Kapal Negara, Towing Master, Pelayaran Rakyat, Kapal
Cepat serta Manajemen Keamanan Pelabuhan dan perusahan Pelayaran;
19. Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor: SE-DJPL 38 Tahun 2024
tentang Pengawasan Sertifikasi Towing Master bagi Nahkoda Dan Perwira Bagian
Deck Pada Kapal Berbendera Indonesia Yang Difungsikan Untuk Melakukan
Penundaan Kapal.
Halaman 4 of 21
PERSYARATAN PERSERTA DIKLAT
Persyaratan peserta Diklat Keterampilan Pelaut program Towing Master adalah
yang memiliki ketentuan sebagai berikut :
1. Usia tidak kurang dari 16 (enam belas) tahun;
2. Memiliki sertifikasi kehlian pelaut minimal Ahli Nautika Tingkat (ANT)-V;
3. Memiliki Sertifikat Kesehatan pelaut atau Surat Keterangan sehat dari rumah sakit
atau lemabaga kesehatan lainnya yang mendapatkan pengakuan/ Penetapan/
Penunjukan dari Dokter yang telah ditunjukkan oleh Direktorat Jenderal
Perhubungan Laut;
Halaman 5 of 21
4. Memiliki Surat Kenal Lahir/Akte Kelahiran dan tanda identitas diri yang sah;
5. Lulus seleksi Administrasi.
PENGAWASAN INTERNAL
Pengawasan dilakukan oleh :
1. Pusat Penjaminan Mutu
2. Satuan Pemeriksa Internal
PENGADUAN, SARAN, DAN MASUKAN
Pengaduan, saran dan masukan dapat disampaikan secara langsung melalui :
Web Poltektrans SDP : www.poltektranssdp.palembang.ac.id
Media Sosial Poltektrans SDP :
1. Instagram ( Poltektrans SDP Palembang)
JAMINAN PELAYANAN
1. Approval Program Diklat oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
JAMINAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN
1. Prosedur keadaan darurat
2. Penerima tamu di ruang pelayanan
3. Sistem pemadam kebakaran
4. Keamanan 24 jam
5. Pengawasan dengan CCTV
6. Akses kontrol Akses kontrol Akses control
Halaman 6 of 21
PRODUK PELAYANAN
Sertifikat Keterampilan Khusus Pelaut Towing Master.
Halaman 7 of 21
BAB II
VISI MISI
VISI MISI DAN TUJUAN
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, POLTEKTRANS SDP PALEMBANG
telah menetapkan Visi , Misi dan Tujuan sebagai berikut:
1. VISI :
Politeknik Transportasi SDP Palembang memiliki visi menjadi perguruan tinggi vokasi
yang unggul dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia di bidang transportasi
sungai, danau, dan penyeberangan yang prima, profesional, dan beretika, berdedikasi
tinggi, dan berbudi pekerti luhur untuk kemajuan bangsa.
2. MISI :
a. Melaksanakan pendidikan vokasi yang berbasis kompetensi secara aktif serta
menunjang perkembangan pengetahuan, profesionalisme, dan karir di bidang
pelayaran dan lalu lintas angkutan jalan.
b. Melaksanakan tata kelola kelembagaan yang dinamis, transparan, dan akuntabel.
c. Membentuk suasana akademik yang sehat dan kondusif untuk peningkatan mutu
pendidikan.
d. Memberdayakan dan mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan serta segenap
potensi yang ada guna menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kelembagaan
secara efektif dan efisien.
Halaman 8 of 21
BAB III
STANDAR LUARAN DIKLAT
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
Standar kompetensi diklat keterampilan pelaut Towing Master sesuai
ketentuan Peraturan Kepala BPSDM Perhubungan Nomor PK.12/BPSDMP-2017
tentang Kurikulum Program Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Pelaut BST
Kapal Negara, Towing Master, Pelayaran Rakyat, Kapal Cepat serta Manajemen
Keamanan Pelabuhan dan Perusahaan Pelayaran, Peserta diklat sesuai ketentuan
diharapkan :
1. Memahami jenis-jenis kapal tunda dan tundaannya
2. Memahami perlengkapan penundaan
3. Memahami Rencana dan susunan penundaan
4. Memahami stabilitas kapal tunda
5. Memahami olah gerak kapal tunda dalam penundaan
6. Melaksanakan kegiatan bridge team saat pengoperasian penundaan dan
bernavigasi
7. Memahami manajemen keselamatan
8. Memahami pergerakan tundaan
9. Melaksanakan komunikasi dalam pengoperasian penundaan
10. Melaksanakan prosedur kedaruratan
11. Melaksanakan kegiatan pengendalian kapal tunda dikondisi cuaca terburuk
Halaman 9 of 21
BAB IV
STANDAR PROSES DIKLAT
STANDAR PROSES PEMBELAJARAN
Standar proses merupakan kriteria minimal tentang pelaksanaan program pelaut Towing
Master untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar proses program diklat
pelaut Towing Master mencakup:
1. Perencanaan pembelajaran
Perencanaan kegiatan diklat bertujuan untuk peningkatan kualitas proses dan hasil
belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri yang dituangkan dalam
rencana kerja dengan jangka waktu sebagai berikut:
a. Rencana kerja jangka pendek
Rencana kerja jangka pendek merupakan rencana kerja tahunan sebagai penjabaran
rinci dari rencana kerja jangka menengah Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran.
b. Rencana kerja jangka menengah
Rencana kerja jangka menengah merupakan perencanaan kegiatan diklat yang
disusun untuk periode 4 (empat) tahun.
Perencanaan pembelajaran merupakan aktivitas untuk merumuskan:
a. Capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran;
b. Cara untuk mencapai tujuan belajar;
c. Cara menilai ketercapaian tujuan belajar.
Dalam rangka mewujudkan rumusan di atas, maka perlu memperhatikan aspek minimal
sebagai berikut:
1. Registrasi Diklat
Registrasi adalah proses pendaftaran calon peserta diklat dalam rangka memenuhi
persyaratan mengikuti seleksi penerimaan calon peserta diklat pelaut Towing
Master. Registrasi program pelaut Towing Master dapat dilaksanakan secara online.
2. Seleksi Calon Peserta Diklat
Seleksi penerimaan calon peserta diklat pelaut Towing Master adalah sebagai berikut:
Halaman 10 of
21
a. Administrasi;
b. Kesehatan.
3. Penetapan Peserta Diklat
Penetapan peserta adalah proses pengukuhan dari calon peserta menjadi peserta
diklat yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan seleksi untuk selanjutnya
disahkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Ketua Sekolah Tinggi Ilmu
Pelayaran.
4. Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran program diklat pelaut Towing Master mengacu kepada
masing-masing IMO Circular 884 Guidelines For Safe Ocean Towing Tahun
1998 Proses pembelajaran memperhatikan komponen sebagai berikut :
a. Kalenderium Diklat
b. Jadwal diklat
c. Kurikulum
d. Silabus
e. Lesson Plan
f. Bahan ajar
g. Sarana dan pra sarana
h. Daftar Tenaga pendidik dan kependidikan
i. Surat perintah mengajar
j. Beban belajar peserta diklat yang dinyatakan dalam besaran jam, dimana 1 jam
sama dengan 60 menit. Beban pembelajaran maksimal adalah 8 jam per hari.
k. Jumlah peserta diklat paling banyak 24 orang pelaut Towing Master per kelas
untuk mata pelajaran yang bersifat teoritikal. Sedangkan untuk praktek di
laboratorium dan aktivitas kelompok, seorang instruktur akan melatih
kelompok peserta yang anggotanya paling banyak 8 orang.
l. Jangka waktu penyeleaian 40 jam ( 5 hari kerja )
5. Sertifikasi
Peserta diklat yang telah menyelesaikan diklat dan kewajibannya serta memenuhi
syarat diberikan sertifikat keterampilan Towing Master. Sertifikat keterampilan
Towing Master dikeluarkan sebagai bukti sertifikasi bahwa peserta diklat
dinyatakan telah berhasil menyelesaikan diklat dan memenuhi tingkat
pengetahuan
Halaman 11 of
21
serta kompetensi yang diatur di dalam PM 140 Tahun 2014 dan IMO Circular
884 Guidelines For Safe Ocean Towing Tahun 1998. Proses sertifikasi
dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh Sekolah
Tinggi Ilmu Pelayaran
6. Pengawasan
Pengawasan kegiatan diklat merupakan kegiatan pemantauan, supervisi, serta
evaluasi secara berkala dan berkesinambungan yang bertujuan untuk memastikan
pelaksanaan diklat yang transparan dan akuntabel serta peningkatan kualitas
proses dan hasil belajar secara berkelanjutan. Pengawasan dilakukan oleh pihak
antara lain sebagai berikut:
a. Internal
Pengawasan internal dilaksanakan dalam bentuk internal audit oleh satuan
penjaminan mutu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran..
b. Eksternal
Pengawasan eksternal dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan
Laut dan Badan Pengembangan SDM Perhubungan melalui pembinaan
penyelenggaraan diklat, monitoring dan evaluasi, serta surveilance audit
terhadap program diklat.
7. Diagram proses diklat
Diagram proses diklat dapat dijadikan sebagai rujukan penyelenggaraan diklat
dari tahap registrasi, seleksi, proses pembelajaran diklat, evaluasi dan asesmen,
serta sertifikasi. Proses diklat dapat dilihat pada diagram sebagai berikut:
Halaman 10 of 21
Diagram Proses Program Diklat Towing Master
Mulai
Calon peserta DKP Towing
Master
Registrasi Tidak Lulus
Seleksi 1. Seleksi Administrasi;
2. Seleksi Kesehatan.
Tidak
Diterima
Penetapan Lulus
Peserta
Daftar Pendidik
& Tenaga
1. Kalender Diklat
2. Jadwal Diklat
Kependidikan Diterim
3. Kurikulum, Silabus & RPP
Terseleksi
4. Bahan ajar
5. Sarprasdik
Surat Perintah Proses
Tugas Mengajar Pembelajaran
Diagnostic Assessment,
Formative Assessment,
Sumative Assessment.
Evaluation for quality
assurance
Sertifikat DKP
Proses
Sertifikasi
Towing Master
Selesai
Halaman 11 of 21
STANDAR PENILAIAN
1. Proses Penilaian
Standar penilaian diklat merupakan kriteria minimal mengenai mekanisme
penilaian hasil belajar yang merupakan prosedur dalam melakukan penilaian
penilaian meliputi:
a. Perumusan tujuan penilaian;
b. Pemilihan dan/atau pengembangan instrumen penilaian
c. Pelaksanaan penilaian;
d. Pengolahan hasil penilaian;
e. Pelaporan hasil penilaian.
Penilaian hasil belajar Peserta Diklat dilakukan sesuai dengan tujuan penilaian
secara berkeadilan, objektif, dan edukatif. Penilaian hasil belajar Peserta Diklat
dilakukan oleh Instruktur dengan berbentuk penilaian sebagai berikut:
Penilaian Diagnostik
a. Peniliaian diagnostik adalah sebuah evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui
keterampilan, pengetahuan, kekuatan dan area pengembangan dari peserta
diklat yang dilaksanakan sebelum dimulainya proses pembelajaran.
b. Penilaian Formatif
Penilaian formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses
pembelajaran serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran dengan
tujuan sebagai berikut:
1) Memperoleh umpan balik kepada peserta diklat
2) Memotivasi peserta diklat
3) Mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta diklat dalam kegiatan
pembelajaran
4) Membantu peserta diklat untuk mengembangkan kesadaran diri atas
kemampuan yang dimiliki.
c. Penilaian Sumatif
Penilaian sumatif bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar Peserta
Diklat sebagai dasar penentuan kelulusan program diklat yang ditentukan oleh
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran dengan mengacu pada standar kompetensi
lulusan dengan kriteria sebagai berikut:
Halaman 12 of 21
1) Kehadiran dengan persentase hadir 100%
2) Post Test dengan minimal nilai 70
3) Penilaian praktek unjuk kerja dengan kriteria lulus
Dalam melaksanakan penilaian harus menerapkan prinsip valid dan realibel.
2. Evaluasi Pada Proses penilaian
Evaluasi pada proses penilaian bertujuan untuk menjamin mutu penyelenggaraan
diklat dalam rangka memenuhi persyaratan STCW 1978 Amandemen 2010
regulasi I/8. Tujuan evaluasi pada proses penilaian sebagai berikut:
a. Memperoleh umpan balik kepada instruktur terkait pembelajaran peserta diklat
b. Mengevaluasi kelemahan dan kekuatan modul
c. Memperbaiki pembelajaran dan capaian diklat
Perencanaan evaluasi proses penilaian harus mengacu pada prinsip SMART
(Specific, Measurable, Achieveble, Realistic dan Time-bound), metode yang
digunakan menyesuaikan kepada jenis program diklat dan peserta diklat yang
dapat berupa sebagai berikut:
a. Observasi (pada pengujian lisan, praktek demonstrasi)
b. Pertanyaan (tes tulis atau lisan)
c. Test
d. Tugas, kegiatan, proyek, tugas dan/atau studi kasus
e. Praktek
f. Simulasi
g. CBT
Proses penilaian dan evaluasi dapat mengacu IMO Model Course masing-masing
program diklat pada Part E: Evaluation and Asessment.
STANDAR PENGELOLAAN
Standar pengelolaan merupakan kriteria minimal mengenai perencanaan, pelaksanaan,
dan pengawasan kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu
Pelayaran. agar penyelenggaraan diklat efisien dan efektif.
1. Manajemen Mutu
Setiap pengelolaan dan pelaksanaan program diklat keterampilan pelaut wajib
memenuhi persyaratan manajemen mutu (Quality Management) sesuai ISO
Halaman 13 of 21
Standard dan Standar Mutu (Quality Standard) Kepelautan sesuai STCW 1978
dan amandemennya. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran setelah melaksanakan
pengelolaan program diklat keterampilan pelaut dalam jangka waktu 1 (satu)
tahun wajib tersertifikasi dalam pelaksanaan Manajemen Mutu (Quality
Management) oleh Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi Nasional dan/atau
Internasional.
2. Evaluasi kinerja Pelaksana
a. Dilaksanakan survei kepuasan masyarakat secara berkala terhadap pelaksanaan
diklat Towing Master
b. Dilakukan evaluasi internal secara berkala setiap pelaksanaan diklat selesai
dilaksanakan
c. Dilakukan evaluasi external secara berkala oleh DJPL, MHI dan LRQA
d. Evaluasi pencapaian sasaran mutu melalui Manajemen Review
Halaman 14 of 21
BAB V
STANDAR MASUKAN
STANDAR ISI DIKLAT
Pelaksanaan Diklat Keterampilan Pelaut (DKP) pada program diklat Towing Master wajib
memenuhi kriteria minimal tingkat kedalaman dan keluasan materi berdasarkan
capaian pembelajaran lulusan (maksud dan tujuan) program diklat Towing Master
dengan ruang lingkup materi program diklat sesuai dengan course outline dan detail
teaching syllabus pada IMO Circular 884 Guidelines For Safe Ocean Towing Tahun
1998.
1. Kurikulum Diklat Towing Master
Diklat Dasar Towing Master dilaksanakan selama 40 jam Pelajaran ( 5 hari kerja )
dapat dilihat pada tabel 5.1
Tabel 5.1 Kurikulum Diklat Towing Master
JAM (Hours)
NO. POKOK BAHASAN JUMLAH
T P (Total)
Jenis-jenis kapal tunda dan tundaannya 2 0 2
Perlengkapan penundaan 2 2 4
Rencana dan susunan penundaan 2 2 4
Stabilitas kapal tunda 2 0 2
Olah gerak kapal tunda dalam penundaan 2 6 8
ridge team saat pengoperasian penundaan dan
2 6 8
bernavigasi
Manajemen keselamatan 2 0 2
Pergerakan tundaan 1 0 1
Komunikasi dalam pengoperasian penundaan 1 2 3
10. Prosedur kedaruratan 1 2 3
11. Mengendalikan dikondisi cuaca terburuk 1 2 3
Sub Total 18 22 24
TOTAL 40
Halaman 15 of 21
STANDAR DOSEN
1. Persyaratan Pendidik
Pendidik pada diklat Towing Master harus mempunyai kualifikasi sebagai berikut :
a. Persyaratan instruktur Towing Master:
1) Menguasai Teknik instruksional
2) Memiliki sertifikat TOT 6.09, TOT 6.10 dan TOE 3.12
3) Memiliki Ijasah Kepelautan Minimal ANT III Umum
4) Memiliki masa layar minimum dua tahun pada kapal tugboat , AHTS, dan
kapal penyebrangan yang melintasi perairan terbatas (sungai) yang
disahkan oleh kepala KSOP/UPP setempat.
2. Beban Mengajar Pendidik
Jumlah instruktur program diklat Towing Master minimal 6 orang yang ahli di
bidang ajarnya. Beban mengajar masing-masing instruktur maksimal 30 jam per
minggu.
3. Rasio Pendidik
Rasio instruktur dengan peserta diklat mengacu course intake limitation pada masing-
masing IMO Circular 884 Guidelines For Safe Ocean Towing Tahun 1998
4. Persyaratan Tenaga Kependidikan
a. Tenaga kependidikan pada Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran sekurang-
kurangnya terdiri atas :
1) Tenaga administrasi;
2) Tenaga perpustakaan;
3) Tenaga laboratorium dan simulator;
4) Tenaga laboraturium dan simulator diatur dengan peraturan tersendiri.
5) Tenaga kebersihan;
6) Teknisi;
7) Psikolog, Dokter/ Paramedis.
b. Tenaga Kependidikan pada Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran memiliki
kualifikasi sebagai berikut:
1) Dokter atau tenaga medis lainnya
a) Minimal memiliki ijazah program Strata Satu (S1)
Halaman 16 of 21
b) Telah mengikuti pendidikan profesi yang berkaitan dengan tugasnya
sebagai Dokter atau tenaga medis lainnya dibuktikan dengan ijazah
kompetensi.
2) Tenaga administrasi dan Tenaga perpustakaan, minimal memiliki ijazah
SMA/SLTA atau sederajat.
3) Tenaga laboratorium dan simulator
a) Minimal memiliki ijazah program Diploma III
b) Telah mengikuti pelatihan terkait laboratorium atau simulator yang
berkaitan dengan tugasnya dibuktikan dengan sertifikat pelatihan
4) Teknisi;
a) Minimal memiliki ijazah SMA/SLTA atau sederajat.
b) Telah mengikuti pelatihan terkait berkaitan dengan tugasnya sebagai
teknisi dibuktikan dengan sertifikat pelatihan
5) Tenaga kebersihan, minimal memiliki ijazah SMA/SLTA atau sederajat.
STANDAR SARANA PRASARANA
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran melaksanakan program Diklat Keterampilan Towing
Master menyediakan sarana prasarana Diklat sebagai berikut:
1. Sarana
a) Perabot
b) Peralatan Pendidikan
c) Media Pendidikan
d) Buku dan sumber pembelajaran lainnya
e) Bahan habis pakai
f) Perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajarann
yang teratur dan berkelanjutan.
2. Prasarana
a) Lahan
b) Ruang kelas
c) Perpustakaan
d) Laboratorium/ Bengkel kerja/ Simulator
e) Tempat olahraga
Halaman 17 of 21
f) Ruang untuk berkesenia
g) Ruang unit kegiatan peserta didik
h) Ruang pimpinan
i) Ruang dosen
j) Ruang tata usaha
k) Fasilitas umum (jalan, air, listrik, jaringan komunikasi suara dan data)
STANDAR PEMBIAYAAN
Standar pembiayaan merupakan kriteria minimal mengenai komponen pembiayaan diklat
pada Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Pembiayaan diklat terdiri atas:
1. Biaya investasi, meliputi komponen biaya sebagai berikut:
a. Investasi lahan;
b. Penyediaan sarana dan prasarana;
c. Penyediaan dan pengembangan sumber daya manusia; dan
d. Modal kerja tetap.
2. Biaya operasional, meliputi komponen biaya sebagai berikut:
a. Personalia
Biaya Personalia meliputi gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan
yang melekat pada gaji.
b. Nonpersonalia
Biaya Non Personalia meliputi:
1) Biaya alat tulis peserta adalah biaya yang digunakan untuk pengadaan
peralatan dan perlengkapan yang diberikan pada peserta diklat untuk
menunjang proses pembelajaran.
2) Biaya alat tulis kantor adalah biaya yang digunakan untuk pengadaan
peralatan dan perlengkapan penunjang operasional perkantoran pada
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran.
3) Biaya bahan praktek adalah biaya untuk pengadaan alat dan bahan
praktikum diklat dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah
ditetapkan sesuai STCW 1978 beserta amandemennya.
Halaman 18 of 21
4) Biaya pemeliharaan dan perbaikan ringan adalah biaya untuk memelihara
dan memperbaiki sarana dan prasarana Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran.
untuk mempertahankan kualitas sarana dan prasarana agar layak digunakan
sebagai tempat belajar dan mengajar.
5) Biaya daya dan jasa adalah biaya untuk membayar langganan daya dan jasa
yang mendukung kegiatan belajar mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu
Pelayaran seperti listrik, telepon, air, dan lain-lain.
6) Biaya transportasi/perjalanan dinas adalah biaya untuk berbagai keperluan
perjalanan dinas pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik baik di
dalam kota maupun keluar kota.
7) Biaya konsumsi adalah biaya pengadaan konsumsi untuk menunjang
pelaksanaan diklat.
8) Biaya asuransi adalah biaya untuk membayar premi asuransi peserta diklat.
Halaman 19 of 21