Anda di halaman 1dari 25

ICHNOFOSSIL

Koleksi : Geological Museum, Geological Survey of Japan (Tsukuba Jepang, Oktober 2007)

I. PENDAHULUAN
FOSIL (berasal dari bahasa Yunani fodere) didefinisikan sebagai sisa, jejak atau tanda, bagian serta kesan apapun dari suatu kehidupan yang terawetkan dalam kerak bumi dari waktu geologi lampau. Fosil dapat menggambarkan kejadian di masa lampau.

Berdasarkan wujudnya, fosil dibedakan menjadi : 1. Skeletal fossil berupa cangkang atau kerangka organisma (tumbuhan, hewan, manusia) 2. Non skeletal fossil Dibedakan dari fosil kerangka yang merupakan bagian dari organisma sebenarnya yang terawetkan; non skeletal fossil atau ichnofossil merupakan efek atau tanda aktifitas kehidupan organisma.

Termasuk dalam fosil non skeletal adalah : Ichnofossil* atau seringkali dikenal sebagai trace fossil (fosil jejak) jejak = bekas (Purbo-Hadiwidjoyo, 1994)
*Syn = ichnofossil; trace (paleont), vestigiofossil, lebensspur, bioglyph
(Glossary of Geology, Bates & Jackson, 1987)

FOSIL NON SKELETAL

FOSIL SKELETAL

Mold & cast (cetakan)

Internal cast dari Turritella (keong-keongan)

Jenis fosil lain :


Fosil kayu

Mammoth terawetkan dalam es

Daun yang terawetkan sebagai Keping karbon Serangga terawetkan Dalam amber

Duri Brachiopoda yang tertutupi oleh hasil pelarutan batugamping dengan asam

Mengapa fosil penting ?

Fosil Mesosaurus adalah reptil kecil yang hidup di air, karenanya mustahil reptil kecil ini untuk menyebrangi Samudra Atlantik.

Fosil berguna untuk :


penentuan umur geologi suatu tubuh batuan permukaan (surface) maupun suatu penampang bawah permukaan (sub-surface) Menenpatkan batuan dalam urutan kronologis atau geokronomogi
Arkeozoikum

Pra Kambrium
Kapur Carbon Trias

Kuarter

Silur Kambrium
Ordovisium Jura Tersier

Perm
Devon

Kenozoikum

Mesozoikum
Paleozoikum

SKALA WAKTU GEOLOGI

Fosil juga berguna untuk :


Korelasi mengkorelasikan suatu penampang yang khas dari suatu daerah dengan daerah lain (baik untuk korelasi permukaan maupun bawah permukaan (suatu sumur / well dengan sumur lain). Memberikan data paleontologi yang penting dalam penyusunan suatu penampang standar suatu daerah Memberikan data-data stratigrafi atau marker dimana posisi stratigrafi berhubungan dengan keberadaan suatu perangkap minyak, juga dapat membantu dalam pemboran suatu daerah di suatu tempat yang belum dibuktikan. Membantu dalam studi fasies & lingkungan suatu sedimen Membantu menentukan batas-batas suatu transgresi & regresi, juga membantu menentukan penebalan/penipisan suatu lapisan batuan Memberikan cara pemecahan problem geologi struktur, misalnya dalam menentukan ada tidaknya sesar sungkup atau lipatan rebah, atau posisi sesar Membantu dalam interpretasi aktivitas tektonik suatu cekungan sedimentasi (baik dalam pembentukan cekungan maupun pengisian cekungan)

II. DEFINISI
Ichnofossil atau trace fossil didefinisikan sebagai : Suatu struktur sedimen berupa track, trail, burrow, tube, boring atau tunnel yang terawetkan (terfosilisasi) sebagai hasil dari aktifitas kehidupan (selain tumbuh) hewan. Contoh : tanda/jejak yang dibuat hewaninventerbrate saat bergerak, merayap, makan, memanjat, lari atau istirahat, pada atau di dalam sedimen lunak.

Struktur sedimen ini seringkali terawetkan sehingga membentuk tinggian atau rendahan (a raised or depressed form) pada batuan sedimen.

Tanda/jejak hasil aktifitas atau kebiasaan organisma sebagai trace fossil atau ichofossil dikenali berupa : tracks, trail, burrow, tube, boring atau tunnel.

a) Track = struktur fosil jejak berupa bekas atau jejak yang tercetak pada material lunak, terbentuk oleh kaki burung, reptil, mamalia atau hewan lainnya. Istilah lain untuk track adalah footprint. b) Trail = struktur fosil jejak berupa jejak atau tanda lintasan satu atau beberapa hewan yang berbentuk tanda seretan menerus yang ditinggalkan organisma pada saat bergerak di atas permukaan. c) Burrow = struktur fosil jejak berupa liang di dalam tanah, biasanya untuk bersembunyi d) Tube = struktur fosil jejak berupa pipa e) Borring = struktur fosil jejak berupa (lubang) pemboran, umumnya berarah vertikal. f) Tunnel = struktur fosil jejak berupa terowongan sebagai hasil galian

III. KEGUNAAN
Trace fossils tidak mengawetkan tubuh atau morfologi organisma, tapi memiliki kelebihan dibandingkan fosil kerangka, yaitu :
Trace fossils biasanya terawetkan pada lingkungan yang berlawanan dengan pengendapan fosil rangka (misalnya : perairan dangkal dengan energi tinggi, batupasir laut dangkal dan batulanau laut dalam) Trace fossils umumnya tidak dipengaruhi oleh diagenesa, dan bahkan diperjelas secara visual oleh proses diagenesa. Trace fossils tidak tertransport sehingga menjadi indikator lingkungan pengendapan yang sebenarnya.

IV. KLASIFIKASI
1. Ethological Classification 2. Klasifikasi berdasarkan perilaku hwean yang menghasilkannya dan hubungannya dengan fosil rangka 3. Klasifikasi berdasarkan pengawetannya

V. HUBUNGAN KARAKTERISTIK TRACE FOSSILS TERHADAP SEDIMENTARY FASIES

VI. DETERMINASI
Trace fossil dapat terawetkan dalam sejumlah relief. Umumnya dapat dikenali dengan baik secara 3 dimensi di dalam sedimen; atau kadang-kadang pun telah terisi oleh mineral yang lebih resisten. Bagian yang terawetkan disebabkan oleh pergerakan organisma di dalam atau di luar depositional interface. Semi relief mungkin terjadi di bagian atas permukaan lapisan (concave epirelief, atau cetakan convex hyporelief), atau di bagian bawah lapisan (concave hyporelief)

Selain tracefossil, dikenal tipe lain yang semula diklasifikasikan sebagai ichnofosil, seperti :

1. Artifact dan oddballs Jenis ini diklasifikasikan sebagai fossil terutama ketika istilah fosil belum terdefinisikan dengan baik. Contoh : senjata
2. Pseudofossils, adalah struktur yang terbentuk secara an-organik, secara kebetulan, mirip kerangka ataupun fosil jejak. Misalnya : dendrites - endapan an-organik oksida-mangan yang semula diduga berasal dari fosil alga.