Anda di halaman 1dari 73

1

Arus / Tegangan listrik


DANGER

Tidak tampak Tidak berbau Tidak berbunyi


Dapat dirasakan Dapat menyebabkan

Kematian

N
5 2/25/2014

Rujukan K3 Listrik
NORMA
UU & Peraturan SNI (PUIL)

STANDAR PROSEDUR KRITERIA

PERIKSA & UJI


AMAN (NAB)
Bahaya sentuh

Efek thermal

Medan listrik/magnit

PENERAPAN

1. Mengidentifikasi bahaya NSPK


Instalasi & Peralatan listrik
Memeriksa, Meneliti, Menghitung, Mengukur Menguji Menganalisis,

Pengawas /Ahli K3

SAFE
DANGER

2. Menilai Risiko

3. Kendalikan

Kondisi saat ini


1. Potensi Risiko Kecelakaan dan penyakit akibat kerja terus meningkat dan semakin komplek seiring dengan kemajuan IPTEK, karenanya kasus kecelakaan frekuensinya akan meningkat
Dunia mencatat (Lap ILO) 270. juta kasus kecelakaan/tahun 350. ribu orang mati/tahun 157. ribu orang fatal 160. juta orang sakit kemudian meninggal 1,7 juta orang Indonesia menempati urutan tertinggi

2.

3.

Jenis-Jenis kecelakaan Listrik


Cidera atau kematian akibat sentuhan arus

kejut / Electrical shock Kebakaran / Terbakar Jatuh dari ketinggian

Sentuhan langsung

adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang secara normal bertegangan

BAHAYA KEJUT

Sentuhan tidak langsung


adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang secara normal tidak bertegangan, menjadi bertegangan karena terjadi kegagalan isolasi

Ancaman bahaya listrik

Bagian tubuh yang terkena Besar teg dan arus yang mengalir Lama mengalirnya arus

LUKA BAKAR

NILAI TAHANAN PADA ORGAN TUBUH MANUSIA

Tahanan Pada: Kulit kering Kulit basah Tangan ke kaki Telinga- telinga

Nilai Tahanan: 100 600 k ohm 1.000 ohm 100 600 k ohm 100 ohm

TEGANGAN SENTUH YANG DIIJINKAN (IEC)


Tegangan Sentuh
(Volt)

Waktu MaksimumYang Diijinkan


(Detik)

> 50 50

~ 5

75 90 110 150 220 280

1 0.5 0.2 0.1 0.05 0.03

Dampak bahaya Arus Kejut Listrik


Arus di atas 10 mA* dapat

menyebabkan paralyze / membeku Arus di atas 75 mA dapat menyebabkan jantung bergerak cepat , gagal jantung dan dalam beberap menit dapat meninggal, kecuali dapat bantuan defibrillator / alat bantu jantung
Defibrillator in use

* mA = milliampere = 1/1,000 of an ampere

Bahaya kejut listrik

Langsung
Tidak langsung

t : E: I :

1,0 90 180

0,8 100 200

0,6 110 250

0,4 0,3 0,2 (detik) 125 140 200 (Volt) 280 330 400 (mA)

EFEK SENGATAN LISTRIK


Besar arus yang melewati tubuh
AMAN

Akibat yang timbul


Tidak ada akibat, tidak terasa
Sengatan terasa tetapi tidak sakit dan tidak mengganggu kesadaran Sengatan terasa sakit, tetapi masih bisa melepaskan diri, kesadaran tidak hilang Sengatan sakit kesadaran bisa hilang dan tidak bisa melepaskan diri

1 mA, atau kurang


1 8 mA 8 15 mA

BERBAHAYA

15 20 mA

20 50 mA
100 200 mA 200 mA atau lebih

Kesakitan, susah bernafas, terjadi konstraksi pada otot & kesadaran hilang
Kondisi mematikan langsung dan susah ditolong Terbakar dan jantung berhenti berdetak

BAHAYA LISTRIK PADA MANUSIA 1. Terbakarnya kulit 2. Kontraksi otot tidak terkendali 3. Terganggunya detak jantung 4. Terganggunya kesadaran Pengaruh-pengaruh di atas dapat mengganggu fungsi-fungsi sel dalam tubuh manusia

Terbakar
Arus kejut dapat menyebabkan

cidera/luka Arus yang mengenai tubuh, dapat menyebabkan luka bakar

Kecelakaan Akibat Bahaya Listrik


Sekitar 5 pekerja terkena arus kejut

listrik per minggu (OSHA Jepang)


12% mengakibatkan kasus

kematian di tempat kerja


Di Indonesia ???
Banyak ? Tdk tercatat

Jatuh dari ketinggian / Falls


Arus kejut listrik dapat

menyebabkan cidera tak langsung / cause indirect injuries


Pekerja pada ketinggian dapat

jatuh akibat terkena arus kejut dapat menyebabkan kematian

Pembebanan lebih Sambungan tidak sempurna Perlengkapan tidak standar Pembatas arus tidak sesuai Kebocoran isolasi Listrik statik Sambaran petir

KEBAKARAN LISTRIK
Kebakaran pada peralatan listrik yang bertegangan

Kebakaran Kelas C

Bahaya kebakaran listrik :

Penggunaan media pemadaman yang salah (konduktif) bisa menyebabkan bahaya bagi regu pemadam; Terbakarnya insulator dapat menghasilkan asap beracun Asap pada ruangan sempit akan membahayakan manusia Kebakaran listrik bisa menjadi pemicu terbakarnya bahan lain di sekitarnya

KEBAKARAN LISTRIK
Yang harus dilakukan bila terjadi kebakaran listrik :
Jika terlihat asap di peralatan listrik, segera tekan switch off / matikan arus listrik peralatan tersebut. Matikan aliran listrik ke ruangan dimana terjadi kebakaran listrik. Jangan membuka electrical cabinet yang terbakar apabila belum disiapkan alat pemadam yang sesuai. Orang yang tidak berkepentingan harus segera meninggalkan ruangan. Singkirkan barang-barang lain yang memungkinkan terja-dinya penyebaran kebakaran. Gunakan media pemadam Non-Conduktor (Dry Powder atau Gas CO2).

Ketenagalistrikan

24

Created by ganjar budiarto

2/25/2014 previous next

G Kebijakan nasional dalam hal upaya menjamin TT/ Kebijakan nasional dalam hal penyediaan tenaga listrik

tempat kerja
yang Aman dan lingkungan yang Sehat TM/

TET
M TR

(pengusahaan)
yang Andal, Aman dan Akrap lingkungan

Tempat kerja

Bukan tempat kerja

Undang Undang N0 1 Th 1970 Keselamatan Kerja

Tujuan K3:
Menjamin keselamatan tenaga kerja maupun orang lain Menjamin sumber produksi aman dan efisien Menjamin proses produksi lancar & Produktif

Tempat Kerja
Unsur : 1. Kegiatan Usaha 2. Tenaga kerja 3. Sumber bahaya

Kepentingan Masyarakat Pelanggan (Pengguna)

Perusahaan

Dasar hukum :
Undang undang No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja

Pasal 2 ayat (2) huruf q (Ruang lingkup)


Setiap tempat dimana listrik dibangkitkan, ditransmisikan, dibagi-bagikan, disalurkan dan digunakan

Dasar hukum :
Undang undang No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja

Pasal 3 ayat (1) huruf q (Objective)


Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk: q. mencegah terkena aliran listrik berbahaya

Dasar hukum : U U No 1 Th 1970 Tentang KESELAMATAN KERJA


Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No Kep 75/Men/2002

Pemberlakuan PUIL 2000

wajib

STANDAR K3 LISTRIK DI INDONESIA

Peraturan KHUSUS B

Peraturan Khusus B

Peraturan 04/78 Peraturan 04/88

Internal Jenis beban/Peruntukan Penerangan Pesawat tenaga Karakteristik Daur tugas Dll
BESARAN NOMILAL

Eksternal Kondisi lingkungan Ruang normal Ruang lembab Ruang panas Ruang berdebu Ruang uap/gas ledak

Bagian 1 : Pendahuluan(Ruang lingkup & acuan) Begian 2 : Persyaratan Dasar Bagian 3 : Proteksi untuk K3/ Sentuh langsung, sentuh tidak langsung, & kebakaran Bagian 4 : Perancangan instalasi listrik Bagian 5 : Perlengkapan listrik Bagian 6 : PHB & Komponennya Bagian 7 : Penghantar dan pemasangannya Bagian 8 : Ruangan khusus Bagian 9 : Pengusahaan instalasi listrik Lampiran-lampiran


SYARAT K3 KHA : MIN 1,25 X I nominal

KHA kabel listrik ditentukan oleh jenis bahan konduktornya dan ukuran penampangnya (Periksa tabel PUIL)

Created by ganjar budiarto

Tujuan K3 Listrik
1. 2.

Menjamin kehandalan instalasi listrik sesuai tujuan penggunaannya. Mencegah timbulnya bahaya akibat listrik

N N N

bahaya sentuhan langsung


bahaya sentuhan tidak langsung bahaya kebakaran

PROTEKSI BAHAYA

SENTUHAN LANGSUNG

Metoda :
1. 2. 3. 4. 5. 6. Isolasi bagian aktif Penghalang atau Selungkup Rintangan; Jarak aman atau diluar jangkauan Gawai proteksi arus sisa Isolasi lantai kerja.

PROTEKSI BAHAYA
JARAK AMAN
Tegangan kV 1 12 20 70 150 220 500

Jarak aman atau diluar jangkauan


Jarak cm 50 60 75 100 125 160 300

Pengendalian Bahaya listrik


Kecelakaan listrik pada pekerjaan konstruksi disebabkan oleh kombinasi tiga faktor berikut :

Peralatan/ instalasi yang tidak aman Lingkungan pada pekerjaan konstruksi.

Prilaku / cara bekerja yang tidak aman.

Potensi bahaya listrik pada pekerjaan konstruksi dan pengendaliannya

Potensi Bahaya Sentuh lansung

Cover removed from wiring or breaker box


47

Pengendalian Isolasi Bagian aktif


Ditutup dengan isolasi yang hanya dapat dilepas dengan merusaknya. Mampu menahan pengaruh : Mekanik, kimia, listrik, dan termal Jika isolasi diterapkan selama pemasangan instalasi, mutu isolasi ditetapkan dengan pengujian sama dengan jaminan mutu isolasi perlengapan buatan pabrik

Contoh Pengendalian Mengisolasi bagian konduktor / sambungan Gunakan penutup / penghalang / Use guards or barriers
Mengganti penutup

Contoh Pengendalian mengisolasi Cabinets, Boxes & Fittings

Conductors going into them must be protected, and 50 unused openings must be closed

Contoh pengendalian menutup yang terbuka


Junction boxes, pull boxes and fittings harus tertutup dg rapi Cabinet , boxes dan fitting yang tidak dpt terbuka harus tertutup (jgn ada penutupnya hilang)

Photo shows violations of these two requirements

Pengendalian Pengguanaan jenis kabel yang sesuai


Kabel diseusikan dengan operasi, building materials, beban , lingkungan Gunkan fixed cords dari pada flexible cords Gunakan extension cord yang sesuai

Potensi Bahaya kabel dan kawat yang rusak


Plastik atau karet penutup hilang Plastic eextension cords & tools rusak

Potensi Bahaya kabel yang rusak


Kabel dapat rusak : Umur Benturan ujung pintu atau jendela Staples or fastenings Abrasi karena benturan penggunaan Penggunaan yang tidak benar dapat menyebabkan arus kejut, percikan api dan kebakaran

Pengendalian kabel dan kawat


Isolasi yang memadai Periksa sebelum digubakan Gunakan tusuk kontak 3-wire type Gunakan tususk kontak yang cocok (hard or extra-hard usage) Hanya gunakan kabel, kotak kontak dan conecction yang sesuai, Melepaskan kabel dengan menarik plug (Tusuk kontak) jangan kabelnya.

Penggunaan Flexible Cords yang diperbolehkan

Jangan menggunakan flexible wiring dimana pemeriksaan diperlukan dan kemungkinan terjadi kerusakan .

Flexible cords tidak boleh . . . melalui lubang di dinding, ceiling atau lantai ; Melalui pintu, jendela atau jalan keluar masuk lainnya Dinding, ceiling atau lantai yang tersembunyi

Potensi Bahaya Sentuh tidak langsung

Pengendalian bahaya sentuh tidak langsung - Grounding


Grounding memperkecil resistansi alat dan bumi Saat ada arus kejut atau tegangan petir, arsu mengalir ke tanah, grounding melindungi arus kejut melalui tubuh

Bahaya Grounding tidak sempurna


Peralatan listrik yang terhubung dg sirkit yang groundingnya tidak sempurna akan menimbulkan arus kejut
Kawat atau kotak kotak yang rusak

Pengendalian Peralatan dan perlengkapan di Grounding


Ground power supply systems, isntalasi listrik, and peralatan listrik Inspeksi yang teratur untuk menjamin grounding dlam kondisi baik. Selalu Periksa sebelum menggunakan peralatan listrik Jangan melepaskan grounding dari peralatan listrik atau extension cords bagian metal dari peralatan listrikgrounding

Pengendalian - program menjamin penggunaan grounding pada peralatan listrik


Program harus mencakup : Semua kabel Receptacles not part of a building or structure Perelatan yang dihubungkan dg kotak dan tusuk kontak Program meliputi: Buat prosedur pelaksanaan program (Permit work) Orang yang kompeten Pemriksaan visual untuk memeriksa kerusakan peralatan

Potensi Bahaya Beban lebih


Bahaya dapat berasal dari : Terlalu banyak peralatan listrik dalam satu kotak kontak Proteksi araus lebih yang tidak memadai Isolasi leleh / melting, dapat menimbulkan bunga api

Pengendalian - Proteksi peralatan listrik


Secara otomatis sirtkit terbuka jika ada arus lebih atau kegagalan grounding Pengguanaan GSCL, fuses, dan circuit breakers Fuses dan circuit breakers merupakan pengaman arus jika terjadi kelebihan arus, maka :
Fuses akan meleleh Circuit breakers trip/ terbuka

Peralatan listrik / Power Tool


Menggunakan kabel tiga kawat / three-wire cord dengan kotak kontak yang tergrounding, atau

Proteksi dengan lokasi tidak konduktif

Temporary Lights

Proteksi perlengkapan dan instalasi listrik


Perlengkapan listrik harus dicantumkan:
Nama pembuat atau merk gadang Daya, tegangan, dan/atau arus pengenal Data teknis lainnya Hanya digunakan jika telah memenuhi ketentuan PUIL 2000. Tidak boleh dibebani lebih dari kemampunnya

Lockout and Tagging of Circuits


Gunakan kunci sesudah tidak mnggunakan listrik Gunakan Tag controls Tag semua peralatan atau rangkaian yang memungkinkan mempunyai arus kejut

Tag harus jelas dan mudah terlihat.

Safety-Related Work Practices


Gunakan pagar dan tanda yang
jelas pada perlengkapan atau peralatan listrik

Penggunaan Alat Pelindung Diri


Safety soes yang sesuai standar
sarung tangan hoods, sleeves, matting, and blankets Topi / Hard hat (insulated nonconductive)

Terima Kasih

Pikirkan Hijau, Hijau Pikirkan