By : Arif setia Budi
charles tandiala
Hasnawati
spektrofotometri Infra Red atau Infra Merah
merupakan suatu metode yang mengamati
interaksi molekul dengan radiasi
elektromagnetik yang berada pada daerah
panjang gelombang 0,75 1.000 m atau pada
Bilangan Gelombang 13.000 10 cm
-1
.
Dasar Spektrofotometri IR
Dasarnya : Penyerapan Cahaya oleh molekul
untuk eksitasi tingkat energi vibrasi
Frekwensi cahaya atau panjang gelombang
cahaya yang diserap adalah cahaya infra merah
sesuai dengan perbedaan energi level vibrasi
molekul.
Satuan yang umum dipakai adalah bilangan
gelombang ( = 1/ dengan satuan cm
-1
)
Molekul mengalami tiga macam gerak ; tranlasi,
vibrasi dan rotasi.
Sinar Infra Red
wafenumber
Infra Red
Dekat
200-10cm
-1
Infra Red
Pertengahan
4000-200cm
-1
Infra Red
Jauh
12500-4000cm
-1
Jenis vibrasi:
1. Vibrasi ulur (Stretching Vibration), yaitu
vibrasi yang mengakibatkan perubahan panjang
ikatan suatu ikatan. Macam-macam vibrasi ulur
: vibrasi simetris, vibrasi asimetris
2. Vibrasi tekuk (Bending Vibrations), yaitu vibrasi
yang mengakibatkan perubahan sudut ikatan
antara dua ikatan
Macam-macam vibrasi tekuk : vibrasi goyang,
vibrasi gunting, vibrasi kibasan, vibrasi
pelintiran
Setiap molekul non linier mempunyai gerak
vibrasi sebanyak 3N 6 dan untuk molekul
linier 3N - 5 .
HCl mempunyai : 3x2-5 = 1 vibrasi
CO
2
mempunyai : 3 x 3 -5 = 4 vibrasi
H
2
O mempunyai : 3 x 3 6 = 3 vibrasi
Makin rumit struktur suatu molekul, semakin
banyak bentuk-bentuk vibrasi yang mungkin
terjadi. Akibatnya kita akan melihat banyak
pita-pita absorpsi yang diperoleh pada
spektrum infra merah, bahkan bisa lebih rumit
lagi bergantung pada molekul dan kepekaan
instrumen.
Hukum Hooke dapat membantu memperkirakan
daerah dimana vibrasi terjadi.
Atom-atom di dalam suatu molekul tidak dapat diam
melainkan bervibrasi (bergetar). Ikatan kimia yang
menghubungkan dua atom dapat dimisalkan sebagai
dua bola yang dihubungkan oleh pegas,
Tidak semua vibrasi dapat menyerap cahaya IR
IR active, vibrasi yang dapat menyerap cahaya
IR. Dalam gerakan vibrasinya harus
menimbulkan perubahan momen dipol.
IR inactive adalah vibrasi yang tidak menyerap
cahaya IR. Gerakan vibrasinya tidak
menimbulkan perubahan momen dipole.
IR Active vs IR Inactive
Spektrofotometer
Infra Red
Spektrometer
Dispersi
FTIR (Fourier Transform
Infrared) spektrometer
Instrumentasi Spektrofotometer
Infra Merah
Sumber Sinar
Wadah sampel
Monokromator
Detektor
Recorder
Sumber Cahaya
Ranges
Wavelength
(m)
Wavenumber
(cm
-1
)
Energy (eV)
Far IR
50 1000
200 10
0.025
0.001
Middle IR
2.5 50
4000 200
0.5 0.025
Near IR
0.8 2.5
12500
4000
1.55
0.5
Pembagian Cahaya IR
Sumber Cahaya IR
Nerst Glower
Globar
Nichrom Wire
Laser CO2
Sumber Cahaya
Nernst Glower
campuran oksida dari zirkon (Zr) dan yitrium (Y) yaitu ZrO2 dan Y2O3, atau
campuran oksida thorium (Th) dan serium (Ce). Nernst Glower ini berupa
silinder dengan D 1 sampai 2 mm dan p 20 mm. Pada ujung silinder dilapisi
platina untuk melewatkan arus listrik. Nernst Glower mempunyai radiasi maks
pada panjang gelombang 1.4 m atau bilangan gelombang 7100 cm
-1
.
Globar
merupakan sebatang silikon karbida (SiC) biasanya dengan diameter 5 mm dan
panjang 50 mm. Radiasi maksimum Globar terjadi pada panjang gelombang
1,8-2,0 m atau bilangan gelombang 7100 cm
-1
.
Nichrom Wire
campuran nikel (Ni) dan Krom (Cr). Kawat ini berbentuk spiral dan mempunyai
intensitas radiasi lebih rendah dari Nernst Glower dan Globar tetapi umurnya
lebih panjang.
Laser CO
2
Laser CO
2
mempunyai radiasi pada daerah 1100-900 cm
-1
Sampel bisa berbentuk padat, cair maupun gas yang harus
diperlakukan tertentu kemudian dipasang di tempat sampel.
Sampel padat dapat diukur absorbansinya dengan dua cara,
a. Dibuat pasta dengan Nujol kemudian
dioleskan ditengah dua plat NaCl
b. Dibuat tablet setelah dicampur KBr.
Sample cair, dioleskan ditengah dua plat NaCl menjadi
sandwich.
Sampel gas harus dimasukan dengan tekanan 5-10 torr ke
tempat sampel berbentuk silinder dengan window yang
terbuat dari NaCl atau KBr .
Preparasi Sampel
Wadah Sampel
Digunakan untuk menghalangi cahaya secara
periodik sehingga cahaya yang masuk sampel
seperti terpotong-potong. Akibatnya signal
listrik yang dihasilkan detektor akan menjadi
gelombang kotak dengan frekwensi tertentu.
Chopper
Monokromator
Digunakan untu memilih cahaya monokromatik
dengan panjang gelombang tertentu dari cahaya
polikromatik.
Ada dua macam pemecah cahaya grating dan prisma.
Monokromator Czerney-Turner :
grating
Monokromator bunsen : Prisma
Ada 2 macam tipe detector yaitu :
Detector tipe fotokonduktor
Bersifat semikonduktor yang umum dibuat adalah campuran PbS atau PbSe dengan logam
Germanium kurang memberikan informasi pada daerah vibrasi gugus fungsi dan sidik jari.
Detector tipe hantar bahang (bahang : hawa panas yang terjadi karena nyala api /dari panas
tubuh)
Bekerjanya detector tipe ini atas dasar efek bahang dari radiasi IR.Dikenal 3 jenis, yaitu
thermokopel, balometer dan Golay pneumatic. Detektor golay bekerja atas dasar perubahan
bahan radiasi IR yang akan menaikkan tekanan gas didalamnya.Alat2 yang modern
kebanyakan memakai detector Thermopile. Dasar kerjanya adalah jika 2 kawat logam
berbeda dihubungkan antara ujung kepala dan ekor menyebabkan adanya arus yang mengalir
dalam kawat. Dalam spektrofotometer infrared arus ini akan sebanding dengan intensitas
radiasi yang jatuh pada thermopile
Detektor
Terdiri dari berbagai rangkaian elektronika yang
berfungsi antara lain:
Penguatan signal listrik (amplifier)
Filter listrik , hanya signal yang frekwensinya sama
dengan frekwensi chopper yang dapat lolos.
Analoog to digital converter (ADC)
Averaging untuk meningkatkan signal to noise
ratio.
Signal Prosessor
Bagan Instrumentasi Spektrofotometer
Infrared Dispesif
bagan instrumentasi spektrofotometer
Fourier Transform Infrared
Analisa dengan
spektrofotometri IR
Kualitatif
Kuantitatif
Serapan khas untuk setiap ikatan dalam gugus.
Secara sederhana, identifikasi suatu zat dilakukan
dengan membandingkan spektrumnya dengan
spektrum dari zat standar. Bila zat yang diperiksa
sama dengan standar, maka posisi dan itensitas
relatif dari puncak-puncak resapan harus sama.
a. Analisa Kualitatif (gugus fungsi)
Langkah-langkah pembacaan spektrum IR
1. Tentukan sumbu X dan Y-sumbu dari spektrum. X-sumbu dari spektrum
IR diberi label sebagai "bilangan gelombang" dan jumlahnya berkisar dari
400 di paling kanan untuk 4.000 di paling kiri. X-sumbu menyediakan
nomor penyerapan. Sumbu Y diberi label sebagai "transmitansi Persen"
dan jumlahnya berkisar dari 0 pada bagian bawah dan 100 di atas.
2. Tentukan karakteristik puncak dalam spektrum IR. Semua spektrum
inframerah mengandung banyak puncak. Selanjutnya melihat data
daerah gugus fungsi yang diperlukan untuk membaca spektrum. Daerah
dengan bilangan gelombang 1400 4000 cm
-1
yang berada dibagian kiri
spektrum IR, merupakan daerah yang khusus berguna untuk identifikasi
gugus-gugus fungsional, Selanjutnya daerah yang berada disebelah kanan
bilangan gelombang 1400 cm
-1
disebut daerah sidikjari (fingerprint
region)
3. Tentukan daerah spektrum di mana puncak karakteristik ada.
Spektrum IR dapat dipisahkan menjadi empat wilayah. Rentang wilayah
pertama dari 4.000 ke 2.500. Rentang wilayah kedua dari 2.500 sampai
2.000. Ketiga wilayah berkisar dari 2.000 sampai 1.500. Rentang
wilayah keempat dari 1.500 ke 400.
4. Tentukan kelompok fungsional diserap di wilayah pertama. Jika
spektrum memiliki karakteristik puncak di kisaran 4.000 hingga 2.500,
puncak sesuai dengan penyerapan yang disebabkan oleh NH, CH dan
obligasi OH tunggal.
5. Tentukan kelompok fungsional diserap di wilayah kedua. Jika spektrum
memiliki karakteristik puncak di kisaran 2.500 hingga 2.000, puncak
sesuai dengan penyerapan yang disebabkan oleh ikatan rangkap tiga.
6. Tentukan kelompok fungsional diserap di wilayah ketiga. Jika spektrum
memiliki karakteristik puncak di kisaran 2.000 sampai 1.500, puncak
sesuai dengan penyerapan yang disebabkan oleh ikatan rangkap seperti
C = O, C = N dan C = C.
7. Bandingkan puncak di wilayah keempat ke puncak di wilayah keempat
spektrum IR lain. Yang keempat dikenal sebagai daerah sidik jari dari
spektrum IR dan mengandung sejumlah besar puncak serapan yang
account untuk berbagai macam ikatan tunggal. Jika semua puncak
dalam spektrum IR, termasuk yang di wilayah keempat, adalah identik
dengan puncak spektrum lain, maka Anda dapat yakin bahwa dua
senyawa adalah identik.
Cara membaca spektrum
1. Perhatikan, apakah ada gugus karbonil (C=O) pada daerah 1820-
1600 cm
-1
yang puncaknya tajam dan sangat karakteristik.
2. Bila ada gugus karbonil, maka perhatikan kemungkinan gugus
fungsional berikut, jika tidak ada maka dilanjutkan pada langkah
3.
Asam karboksilat akan memunculkan serapan OH apda
daerah 3500-3300 cm
-1
Amida akan memberikan serapan N-H yang tajam pada
daerah sekitar 3500 cm
-1
Ester akan memunculkan serapan C-O tajam dan kuat pada
1300-1000 cm-1
Anhirida akan memunculkan serapan C=O kembar pada
1810 dan 1760 cm-1.
Aldehida akan memunculkan C-H aldehida intensitas lemah
tajam pada 2850-2750 cm-1 baik yang simetri maupun
anti-simetri
Keton, bila semua yang di atas tidak muncul.
3. Bila serapan karbonil tidak ada maka:
Ujilah alkohol (-OH), dengan memperhatikan adanya serapan
yang melebar (khas sekali) pada 3500-3300 cm-1
(dikonformasi dengan asam karboksilat) dan diperkuat dengan
serapan C-O pada sekitar 1300-1000 cm-1
Ujilah amina (N-H), dengan memperhatikan adanya serapan
medium pada sekitar 3500 cm-1 (dikonformasi dengan amida)
Ujilah eter (C-O), dengan memperhatikan serapan pada 1300-
1000 cm-1 (dikonformasi dengan alkohol dan ester)
4. Ikatan C=C alkena dan aromatis. Untuk alkena serapan akan muncul
pada 1650 cm-1, sedangkan untuk aromatis sekitar 1650-1450 cm-1.
Serapan C-H alifatik alkena akan muncul di bawah 3000 cm-1,
sedangkan C-H vinilik benzena akan muncul di atas 3000 cm-1
5. Ikatan CC alkuna akan muncul lemah tajam pada 2150 cm-1,
sedangkan CN nitril medium dan tajam akan muncul pada 2250 cm-1
6. Gugus nitro NO2, memberikan serapan kuat sekitar 1600-1500 cm-1
dari anti-simetris dan juga pada 1390-1300 cm-1 untuk simetris
7. Bila informasi 1 sampai 6 di atas tidak ada maka dugaan kuat
spektrum IR adalah dari senyawa hidrokarbon.
Jarang dilakukan karena spektra IR rumit.
Namun prinsipnya adalah Hukum Lambeer-Beer:
Yaitu penentuan konsentrasi sebanding dengan
serapan. Teknik yang umum dilakukan untuk
pembuatan spektra pada analisis kuantitatif
yaitu solution spektra atau KBr disc.
b. Analisa Kuantitatif
Pada konsentrasi tinggi, absorbansi tinggi
Tidak memenuhi hukum Beer dikarenakan
adanya penentuan dengan menyeleksi pita
absorbsi yang dianalisis yang tidak terjatuh
kembali pada pita komponen yang dianalisis.
Metode Base Line
REFERENSI
http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrofotometer_Inframerah_Tr
ansformasi_Fourier
http://wocono.wordpress.com/2013/03/03/spektrofotometri-
infra-merah/
http://eskrimsandwich.blogspot.com/2013/07/spektrofotome
ter-infra-merah.html