Anda di halaman 1dari 126

JUARA I MEKATRONIKA

CALON KOMPETITOR ASEAN SKILLS COMPETITION (ASC) IX


TINGKAT PROVINSI BANTEN TAHUN 2011

PLC + PRAKTIKUM 3
SKSStaf Pengajar PLC
Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas
Pamulang

SUGENG, ST., M.Kom.


NIDN 0417026101
sugeng.unpam@yahoo.co.id
HP. 08158353277

SISTEM
PENGENDALIAN/KONTROL
SISTEM KONTROL DALAM TEKNIK LISTRIK ADALAH SUATU

PERALATAN ATAU SEKELOMPOK PERALATAN ( PERALATAN LISTRIK


ATAU ELEKTRONIK, PERALATAN MEKANIK DAN PERALATAN LAIN )
YANG DIPERGUNAKAN UNTUK MENGATUR FUNGSI KERJA SUATU
MESIN DAN MEMETAKAN TINGKAH LAKU MESIN TERSEBUT SESUAI
YANG DIKEHENDAKI. FUNGSI KERJA MESIN MENCAKUP ANTARA LAIN
MENJALANKAN (START), MENGATUR (REGULASI) DAN
MENGHENTIKAN SUATU PROSES KERJA.

SISTEM KONTROL MEMPUNYAI TIGA UNSUR YAITU INPUT, PROSES DAN


OUTPUT

INPUT
BERUPA SINYAL DARI SEBUAH
TRANSDUSER YAITU ALAT
YANG DAPAT MERUBAH
BESARAN FISIK MENJADI
BESARAN LISTRIK, MISALNYA
TOMBOL TEKAN, LIMIT
SWITCH, SENSOR DLL..YANG
MEMBERI MASUKAN UNTUK
MENENTUKAN PROSES KERJA
YANG DIKONTROL.

CONTROLLER
(PROSES)

MELAKSANAKAN PENGENDALIAN,
PERHITUNGAN, PENGAMBILAN
KEPUTUSAN DSB..NYA DARI
MASUKAN UNTUK DIKELUARKAN
PADA BAGIAN OUTPUT, DAPAT
BERUPA KENDALI
ELEKTROMEKANIK ATAU PLC

OUTPUT
MENGHASILKAN SINYAL
OUTPUT YANG SELANJUTNYA DIGUNAKAN UNTUK
MENGAKTIFKAN
PERALATAN PERALATAN . MISALNYA :
MOTOR LISTRIK,
SOLENOID, LAMPU DLL

KONTROL ELEKTROMEKANIK (KONVENSIONAL)


SISTEM KONTROL YANG MENGGUNAKAN PERALATAN /
PERANGKAT YANG DIAKTIFKAN MENGGUNAKAN ARUS
LISTRIK, SELANJUTNYA HASIL PROSES KERJANYA DIUBAH
MENJADI GERAKAN-GERAKAN MEKANIS UNTUK
MENGGERAKKAN KONTROL-KONTROL RELAY /
KONTAKTOR MENJADI NO / NC
( TERPUTUS
/TERSAMBUNG ).

MAGNIT KONTAKTOR
RELAY

RELAI WAKTU TUNDA (TIMER)

RELAI TUNDA PENYALAAN


( TIMER ON DELAY )

CONTOH BENTUK FISIK

BEKERJANYA SETELAH
KUMPARANNYA DIALIRI ARUS,
NUNGGU BEBERAPA SAAT KONTAKKONTAKNYA BARU BEROPERASI

RELAI TUNDA PEMUTUSAN


( TIMER OFF
DELAY )
RELAI INI BEKERJA SETELAH
ARUS YANG MENGALIR
KEKUMPARAN DIPUTUS, NUNGGU
BEBERAPA SAAT KONTAKKONTAKNYA BARU BEROPERASI

CONTOH BENTUK FISIK

SAKELAR KONTAK (PUSH BUTTON)

SEBUAH SAKELAR YANG DIOPERASIKAN SECARA


MEKANIK

ADA 3 JENIS PUSH


BUTTON

KONTAK NO

KONTAK NC

GABUNGAN
KONTAK NO & NC

JENIS-JENIS KONTROL DASAR


KONVENSIONAL

CONTOH APLIKASI
KONTROL KONVESIONAL

KONTROL UNTUK MENJALANKAN MOTOR 3


PHASE

RANGKAIAN DAYA

RANGKAIAN KONTROL

KONTROL PEMBALIK PUTARAN


MOTOR 3 PHASE
S1/S2/S3
S1/S2/S3

MCB

K1

K2

RANGKAIAN KONTROL
M1

RANGKAIAN DAYA

Miniatur Circuit Breaker


(MCB)

KOMPONEN PENGAMAN AKIBAT LONJAKAN


ARUS/HUBUNG
SINGKAT
SIMBOL

BENTUK
FISIK

KONTROL PLC

PENGEMBANGAN

DARI SISTEM
KONTROL
ELEKTROMEKANIK
YANG SAMA-SAMA
MENGGUNAKAN
PLC PERTAMA KALI DIKEMBANGKAN/DIRANCANG OLEH PERUSAHAAN
KONTAK
GENERAL
MOTOR PADASEBAGAI
TAHUN 1968 SAAT PERUSAHAAN TERSEBUT
MENCARI ALTERNATIF LAIN MENGGANTIKAN SISTEM KONTROL
YANG
BERBASIS RELAY (KONVENSIONAL)
YANG RUMIT DAN
KOMPONEN
UNTUK
BERBIAYA YANG TINGGI
MEMBENTUK PROSES

CONTOH SISTEM KONTROL DENGAN PLC

Relay 1

PANEL KONTROL LISTRIK

SEBELUM MENGGUNAKAN PLC

SETELAH MENGGUNAKAN PLC

(KONTROL
KONVESIONAL)

(KONTROL PLC )

Perbandingan antara PLC dan kontrol


KONVENSIONAL
KONTROL
KONVENSIONAL

KONTROL PLC

Menggunakan kontak relay,


timer untuk circuitnya

Menggunakan PLC unit yang


terprogram

Ketika hendak merubah


pergerakan mesin, harus
merubah wiring

Hanya merubah program

Usia Relay Contact sering


menimbulkan masalah seperti
coil terbakar/putus ataupun bad
contact
Rangkaiannya terlihat rumit
dan sulit untuk dianalisa
apabila terjadi kerusakan

PLC terbuat dari bahan


semiconductor
( IC ) yang memiliki accurasi
yang baik
PLC memiliki nomor I/O
Sehingga
mudah dalam Maintenance dan
perbaikannya

PENGENALAN PLC

PLC
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

18

Dasar Dasar PLC


Pengertian PLC
PLC ( Programmable Logic Control )
Adalah Rangkaian kontrol yang didalamnya terdapat CPU
yang mengatur proses Digital dan Analog ataupun
sequence control.
PLC menggunakan bahan semikonduktor dan IC untuk
menggantikan fungsi dari sequence control.

KONSEP DARI PLC


PROGRAMMABLE
MENUNJUKKAN KEMAMPUANNYA YANG DAPAT
DENGAN MUDAH DIUBAH-UBAH SESUAI PROGRAM
YANG DIBUAT DAN KEMAMPUANNYA DALAM HAL
MEMORY PROGRAM YANG TELAH DIBUAT.

LOGIC
MENUNJUKKAN KEMAMPUANNYA DALAM MEMROSES
INPUT SECARA ARITMETIK (ALU) YAKNI MELAKUKAN
OPERASI MEMBANDINGKAN, MENJUMLAHKAN,
MENGALIKAN, MEMBAGI, MENGURANGI DAN OPERASIOPERASI LOGIKA AND, OR, NOT dll

CONTROLLER
MENUNJUKKAN KEMAMPUAN DALAM MENGONTROL
DAN MENGATUR PROSES SEHINGGA MENGHASILKAN
OUTPUT YANG DIINGINKAN.

Apa yang dapat dikerjakan oleh


PLC ?
Kontrol
Urutan :

- Pengganti Relay kontrol logic


konvensional
- Timer / Counter
- Shift Register
- Kontrol mesin Auto/Semi
auto/manual dan proses

Kontrol yang komplek : -Operasi Aritmatik (+.


,x,)
- Kontrol analog
(suhu,tekanan)
- Kontrol motor servo
Kontrol
motor
stepper
monitor
dan
alarm
Kontrol Pengawasan - -Proses
- -Monitor
diagnosa
kesalahan
Kontrol
Inverter.
dll
:
- Antarmuka dengan
komputer
- Jaringan kerja otomatisasi
pabrik
- dll

TERMINOLOGI
TERMINOLOGI
PLC

PROGRAMMABLE
LOGIC CONTROLLER

KOMPUTER
KERAH BIRU

DIGUNAKAN DI INDUSTRI
UNTUK MENGENDALIKAN
MESIN-MESIN PRODUKSI
dan PROSES KONTROL
LAINNYA

PC
PERSONAL COMPUTER

KOMPUTER
KERAH PUTIH

UMUMNYA DIGUNAKAN
PADA KALANGAN BISNIS/
KOMERSIAL UNTUK URUSAN
PERKANTORAN, NIAGA,
ADMINISTRASI, dll
22

KEUNTUNGAN KONTROL MENGGUNAKAN PLC

Tidak memerlukan tempat yang luas


Dapat menghemat pemakaian kabel-kabel kontrol,
karena gambar rangkaian telah diorentasikan
dengan diagram tangga (diagram ladder)
Maintenance yang mudah ( Indikator input dan
output dengan cepat dan mudah diketahui pada
sebuah system )
Mudah dalam memonitor letak kesalahan bila
terjadi trouble.
Dapat bekerja dengan aman (kondisi kerja dapat
dipercaya dan sangat terjamin), andal serta
fleksibel.
Mudah untuk merubah program atau rancangan
dari rangkaian kontrol.
Aplikasi kontrol yang luas.
Mengurangi biaya operasi.
Dapat menerima kondisi lingkungan industri yang
berat dll.

SKEMA SISTEM
PLC
ADAPTER

PERALATAN PROGRAM
( CONSOLE/KOMPUTER)

MEMORY
PROGRA
M
MEMORY
KERJA

MODUL
INPUT

PERALATAN
INPUT

MODUL
OUTPUT

PERALATAN
OUTPUT

CPU

CATU DAYA (5V & 24V)


KETERANGAN :

CPU MIKROPROSESOR YG MENGKOORDINASIKAN KERJA SISTEM PLC (MENGEKSEKUSI PROGRAM,


MEMPROSES SINYAL I/O DAN MENGKOMUNIKASIKAN DENGAN PERALATAN LUAR.
MEMORY PROGRAM UNTUK MENYIMPAN SEKELOMPOK PROGRAM PERMANEN SEBAGAI SISTEM
OPERASI DARI PLC (SOFTWARE SISTEM YANG MENGKOORDINASIKAN PLC)
MEMORY KERJA UNTUK MENYIMPAN INSTRUKSI-INSTRUKSI PROGRAM YANG DI BUAT OLEH PEMAKAI
MODUL I/O MENDETEKSI SINYAL MASUKAN & MENGATUR TEGANGAN OUTPUT PLC SERTA MEMBERI
PERLINDUNGAN ANTARA CPU PLC DENGAN PERALATAN EKSTERNAL DARI ARUS HUBUNG SINGKAT ATAU
BEBAN LEBIH.
CATU DAYA MEMBERI TEGANGAN KE RANGKAIAN PLC DAN MODUL I/O

CPU ( Central Processing Unit ) untuk mengontrol dan menjalankan semua operasi
didalam PLC. Clock menentukan kecepatan operasi PLC dan sinkronisasi dalam
sistem. Informasi didalam PLC disalurkan melalui sinyal-sinyal digital (bentuk biner).
Bus adalah jalur yang digunakan untuk menyalurkan sinyal-sinyal digital (jalur yang
digunakan untuk melaksanakan komunikasi dalam PLC)
Bus Kontrol untuk membawa sinyal yang digunakan CPU untuk melaksanakan
kontrol misalnya memberitahukan pada piranti-piranti memori apakah harus menerima
data dari sebuah input atau mengirimkan data ke sebuah output atau sinyal
pewaktuan yang digunakan didalam proses-proses sinkronisasi.
Bus Alamat untuk mengirimkan alamat lokasi-lokasi penyimpanan data (memori)
Bus data untuk mengirimkan data ke elemen-elemen PLC
Bus sistem I/O untuk komnikasi antara port-port I/O dengan Unit I/O
ROM untuk menyimpan sekelompok program permanent dan data yang tetap untuk
system operasi dari PLC.
RAM untuk menyimpan program pengguna ( memory kerja )
RAM Data untuk menyimpan data misalnya nilai counter dan timer ( memory
program) serta untuk menyimpan informasi mengenai status perangkat I/O.
Unit Input/Output :
Menyediakan antar muka yang menghubungkan sistem dengan dunia luar misalnya
perangkat input (sensor) dan perangkat output (solenoid) dihubungkan melalui kanal
I/O
Melalui I/O, program-program dimasukkan dari panel program yang memiliki
sebuah alamat tertentu yang dapat digunakan oleh CPU.

ARSITEKTUR INTERNAL PLC

STRUKTUR HUBUNGAN PLC


DENGAN PERALATAN LUAR
CATU DAYA
Peralatan
Input
Luar

Modul
Input

CPU &
Memory

Terminal
Pemrogram
Genggam

Modul
Output

Peralatan
Output
Luar

BEBAN

Komputer

Peralatan Input
Luar

Peralatan Output
Luar

- Saklar
Tombol Push Button
- Sensor
- Limit Switch

- Relay AC/DC
- Magnit Kontaktor

BEBAN
-

Motor
Heater
Lampu
Solenoid AC/DC

RESUME
PLC terdiri dari 3 bagian
dasar
[ input,CPU,output ].Modul
input berfungsi untuk
menerima sinyal dari sensor (
saklar, proximity, limit switch
dll )menjadi logika 0 atau 1
yang akan dikirim ke CPU.
CPU berfungsi untuk
mengoperasikan logika dari
modul input ( AND , OR, NOT
dan fungsi fungsi logika
lainnya ) berdasarkan
program yang berada di
memory CPU. Hasil operasi
logika akan dikeluarkan ke
modul output. Modul output
berfungsi untuk menerima
hasil operasi dari CPU,
dipakai untuk
mengoperasikan actuator
( lampu, relay, solenoid dll ).

JENIS - JENIS PLC

Small / mikro yaitu PLC yang paling sederhana dengan power suplly

modul, CPU, dan I/O modul dan communication port dalam satu casing,
biasanya dibatasi dengan beberapa I/O discrete dan dapat diekspansi
(kurang dari 32 I/O terminal)
Contoh : Omron CP1H, Siemens S7-200, Fuji Electric SPB

Medium PLC memiliki modul CPU, I/O ataupun communication yang

terpisah, antar modul dihubungkan konektor dan memiliki kapasitas


antara 32 - 128 I/O terminal
Contoh : Omron CS1, Siemens S7-300

Large PLC dengan ciri yang sama dengan medium PLC tetapi memilki
kapasitas I/O lebih dari 128 terminal dan lebih mampu untuk
dihubungkan dengan manajemen pengontrolan yang lebih tinggi
Contoh : Omron CVM1, Siemens S7-400

CONTOH PERALATANPERALATAN INPUT PLC

SAKELAR KONTAK (PUSH


BUTTON)

SEBUAH SAKELAR YANG DIOPERASIKAN SECARA


MEKANIK

ADA 3 JENIS PUSH BUTTON

KONTAK NO

KONTAK NC

GABUNGAN
KONTAK NO & NC

SENSOR
SUATU ALAT ATAU DEVICE YANG
DIGUNAKAN UNTUK MENDETEKSI
KEADAAN TERTENTU SEPERTI CAHAYA,
SUHU PANAS ATAU BENDA/OBYEK .

LIMIT SWITCH

PRINSIP KERJANYA
BERDASARKAN PERUBAHAN
KONDISI KONTAK YANG
TERDAPAT DIDALAM NYA DARI
TERTUTUP MENJADI TERBUKA
ATAU SEBALIKNYA MELALUI
PERANTARA BENDA
KERJA/PERALATAN LAIN
DALAM SISTEM OTOMASI.
APLIKASINYA PADA SEMUA
INSTALASI OTOMATIS DAN
OBYEK YANG DIDETEKSI
DAPAT DISENTUH

SIMBOL

CONTOH BENTUK
FISIK

SENSOR MEDAN MAGNET


SENSOR YANG BEKERJANYA
DIPICU OLEH MEDAN
MAGNET

SIMBOL SENSOR & SILINDER

PEMAKAIAN SENSOR INI


BIASANYA BERPASANGAN
DENGAN SILINDER YANG
PISTONNYA TERBUAT DARI
MAGNETIG DAN UNTUK
RUANGAN YANG TERSEDIA
TERLALU KECIL.

CONTOH BENTUK FISIK

SENSOR PROXIMITY

SENSOR INI BEKERJANYA


BERDASARKAN PERUBAHAN
INDUKTANSI ( PROXIMITY
INDUKTIF ) DAN KAPASITANSI
(PROXIMITY KAPASITIF) YANG
DIPENGARUHI ADA ATAU
TIDAKNYA OBYEK DIDAERAH
KERJA SENSOR.
APLIKASINYA UNTUK DIMANA
OBYEK YANG AKAN
DIDETEKSI TIDAK DAPAT
DISENTUH DAN JARAK
SENSORNYA TIDAK TERLALU
JAUH (SAMPAI 6 CM)

SIMBOL

CONTOH BENTUK FISIK

DIAGRAM BLOK
SENSOR PROXIMITY KAPASITIF

RANGKAIAN SWITCHING OUTPUT PADA SENSOR


PROXIMITY

JENIS-JENIS SENSOR
PROXIMITY

PHOTO ELECTRIC SWITCH (OMRON E3F2)


CONFIGURATION NPN

BENTUK FISIK

RECIEVER
TRANSMITTER

BLUE

TRANSMITTER

RECIEVER

CONTOH PERALATAN-PERALATAN
OUTPUT DAN BEBAN PLC

RELAI ELEKTROMAGNETIK

SEBUAH SAKELAR YANG


OPERASINYA BERDASARKAN
ELEKTROMAGNETIK
RELAI TERDIRI DARI
KUMPARAN DENGAN INTI BESI
LUNAK, SATU SET PEGAS,
ARMATURE BESI LUNAK DAN
KUMPULAN PEGAS KONTAK
KETIKA ARUS MENGALIR PADA
KUMPARAN RELAI, ARMATURE
TERTARIK DAN
MENGOPERASIKAN KONTAK
DIGUNAKAN PADA TEGANGAN
ATAU ARUS RENDAH

CONTOH BENTUK FISIK

RELAI OMRON MY2

BENTUK FISIK

MAGNETIC CONTACTOR (MC)


Telemecanique LC1D0901M7

SEBUAH SAKELAR YANG OPERASINYA BERDASARKAN ELEKTROMAGNETIK DAN DIGUNAKAN PADA TEGANGAN 3 PHASE
SIMBOL

BENTUK FISIK

Thermal Overload Relay (TOR)

KOMPONEN PENGAMAN AKIBAT BEBAN LEBIH PADA MOTOR


LISTRIK

SIMBOL

BENTUK FISIK

MOTOR LISTRIK
PERALATAN YANG BERFUNGSI UNTUK MERUBAH ATAU
MENGKONVERSI ENERGI LISTRIK MENJADI ENERGI MEKANIK
ATAU GERAK

RANGKAIAN DAYA MOTOR 3 PHASE


PROSES KONTROL MOTOR DENGAN PLC

MCB

RANGKAIAN DAYA PEMBALIK PUTARAN


MOTOR 3 PHASE

CONTOH KONGKRIT DI INDUSTRI

KATUB SOLENOID

CONTOH DI INDUSTRI

INVERTER

CONTOH DI INDUSTRI :
KONTROL MOTOR KONVEYOR DAN PEMBALIK
ARAH PUTARAN DENGAN INVERTER

Konveyor M2

Konveyor M1

RANGKAIAN DASAR INTERNAL


MODUL
INPUT/OUPUT PLC

RANGKAIAN INTERNAL MODUL INPUT PLC


UNTUK TEGANGAN DC/AC

INPUT SINKING

Bentuk fisik PLC

INPUT SOURCHING

KETERANGAN :
SINGKING = SUMBER ARUS DARI PERALATAN INPUT
SOURCHING = SUMBER ARUS DARI PLC

TERMINAL INPUT, OUTPUT DAN COM


PLC

RANGKAIAN INTERNAL MODUL INPUT


PLC UNTUK TEGANGAN AC

RANGKAIAN INTERNAL
MODUL OUTPUT PLC JENIS
RELAY

Bentuk fisik PLC

TERMINAL INPUT, OUTPUT DAN COM


PLC

RANGKAIAN INTERNAL MODUL


OUTPUT PLC JENIS TRANSISTOR

RANGKAIAN INTERNAL RANGKAIAN INTERNAL


MODUL OUTPUT PLC JENIS TRIAC
PLC JENIS RELAY

Tabel yang menunjukkan jenis catu daya, jumlah I/O, dan tipe rangkaian
output
PLC OMRON

PLC OMRON

ELEMEN-ELEMEN DASAR SEBUAH


PLC

OMRON SYSMAC CPM2A

LAMPU STATUS INDIKATOR

OMRON
SYSMAC
CPM1A
20I/O

INPUT TERMINAL (000-011)

INPUT INDICATOR
STATUS INDICATOR

PERIPHERAL PORT

OUTPUT INDICATOR

OUTPUT TERMINAL (1000-1007)

PLC OMRON

CONTOH BENTUK FISIK PLC


OMRON SYSMAC CPM1A 30 I/O
INPUT TERMINAL (000-011 & 100-105)
220VAC INPUT

INPUT INDICATOR
PERIPHERAL PORT

STATUS INDICATOR
OUTPUT INDICATOR

PSU 24VDC
OUTPUT TERMINAL (1000-1007 & 1100-1103)

LAMPU STATUS INDIKATOR

Pemrograman PLC
Ada lima model atau metode yang telah
distandarisasi penggunaanya oleh
IEC (International Electrotechnical
Commission ) 1131-3 yaitu:

Diagram Tangga, Diagram Blok fungsi,

Teks Terstruktur, Daftar Instruksi (Kode


Mnemonik) dan Diagram Fungsi
Berurutan

Sesuai realita dilapangan dari

5 bahasa
pemrograman tersebut yang banyak
digunakan hanya 2 yaitu Diagram tangga
(Ladder Diagram ) dan Kode Mnemonik

Membuat Program Kendali


PLC
Kode mnemonik
menggunakan

Membuat
Program
Kendali
PLC

Programming
Console
Program diagram tangga/ladder
diagram menggunakan Software

Syswin 3.4 & CxProgrammer


melalui Komputer

PERALATAN
PEMROGRAMAN

1. PROGRAMMING
CONSOLE
LAYAR MONITOR
MENGOPERASIKAN PROGRAM
MEMONITOR KERJA PROGRAM DAN SEKALIGUS UNTUK MERUBAH NILAI
SETTING COUNTER ATAU TIMER KETIKA PLC SEDANG KERJA

MEMBUAT DAN MEMODIFIKASI PROGRAM

KEYBOARD (NUMERICAL, COMMAND DAN OPERATION KEYS}

PENULISAN PROGRAM PADA PLC DENGAN PROGAMMING CONSOLE


Prosedur penulisan program pada PLC dengan
Programming Console adalah sebagai berikut :
DIAGRAM LADDER

MNEMONIC CODES
Alamat

Instruksi

Data

00000

LD

00000

00001

OR

1000

00002

AND NOT

00001

00003

OUT

1000

00001

FUN

01

Putar kunci pada POGRAMMING CONSOLE


ke posisi PROGRAM
Tekan tombol CLR, MONTR dan CLR
Tekan tombol LD, angka 0 dan diakhiri
dengan tombol WRITE
Tekan tombol OR, angka 01000 dan diakhiri
dengan tombol WRITE
Tekan tombol AND, NOT, angka 1 dan
diakhiri dengan tombol WRITE
Tekan tombol OUT, angka 01000 dan
diakhiri dengan tombol WRITE
Tekan tombol FUN, angka 01 dan diakhiri
dengan tombol WRITE
Untuk menjalankan program maka putar kunci pada posisi RUN Program siap
dioperasikan

Keterangan Mnemonic Codes

INSTRUKSI GABUNGAN
MNEMONIC CODES

DIAGRAM LADDER

ALAMAT

AND LD

DATA

00000

LD

00002

00001

OR

00003

00002

LD

00004

00003

OR NOT

00005

00004

AND LD

00005

OUT

1000

00006

FUN

01

ALAMAT

OR LD

INSTRUKSI

INSTRUKSI

DATA

00000

LD

00002

00001

AND

00004

00002

LD

00003

00003

AND NOT

00005

00004

OR LD

00005

OUT

1000

00006

FUN

01

MENGEDIT PROGRAM DENGAN PROGRAMMING CONSOLE

2. PERALATAN PEMROGRAMAN
KOMPUTER

1. DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SYSWIN


2. DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CXProgrammer

MEMBUAT PROGRAM
DENGAN SYSWIN

MEMBUAT PROGRAM
DENGAN CXProgrammer

INSTRUKSI-INSTRUKSI
PEMROGRAMAN

MEMORY AREA Internal Relay


(IR)

INTERNAL RELAY (IR)


ALAMAT

INSTRUKSI

DATA

0000

LD

00000

0001

OR

20000

0002

AND NOT

00001

0003

OUT

20000

0004

LD

20000

0005

OUT

1000

0006

FUN01

MEMORY AREA Holding Relay


(HR)
DAPAT DIFUNGSIKAN UNTUK MENYIMPAN DATA ( BIT - BIT
PENTING ) KARENA DATA DALAM HR TIDAK AKAN HILANG
JIKA SUMBER TEGANGAN PLC MATI

HOLDING RELAY (HR)


AREA : HR000-HR1915
ALAMAT

INSTRUKSI

DATA

0000

LD

00000

0001

OR

HR000

0002

AND NOT

00001

0003

OUT

HR000

0004

LD

HR000

0005

OUT

1000

0006

FUN01

PROGRAM KONTROL DASAR PLC


KONTROL ON
TABEL KODE INSTRUKSI
ALAMAT

INSTRUKSI

DATA

00000

LD

00000

00001

OUT

01000

00002

FUN

01

TABEL KODE INSTRUKSI

KONTROL OFF

ALAMAT

INSTRUKSI

DATA

00000

LD NOT

00001

00001

OUT

01001

00002

FUN

01

KONTROL PARALEL (OR)

TABEL KODE INSTRUKSI


ALAMAT

INSTRUKSI

DATA

00000

LD

00002

00001

OR

00003

00002

OUT

01002

00003

FUN

01

TABEL KODE INSTRUKSI


ALAMAT

KONTROL SERI ( AND )

INSTRUKSI

DATA

00000

LD

00004

00001

AND

00005

00002

OUT

01004

00003

FUN

01

KONTROL SELF HOLDING

TABEL KODE INSTRUKSI


ALAMAT

INSTRUKSI

DATA

00000

LD

00006

00001

OR

01005

00002

OUT

01005

00003

FUN

01

TABEL KODE INSTRUKSI


ALAMAT

KONTROL INTERLOCK

INSTRUKSI

DATA

00000

LD

00007

00001

AND NOT

01007

00002

OUT

01006

00003

LD

00008

00004

AND NOT

01006

00005

OUT

01007

00006

FUN

01

KONTROL DENGAN
TIMER

TABEL KODE INSTRUKSI


ALAMAT

INSTRUKSI

DATA

00000

LD

00009

00001

TIM

000
#0100

00002

LD TIM

000

00003

OUT

01006

00004

LD NOT TIM

000

00005

OUT

01007

00006

FUN

01

TIMER
( AREA 000-127 & WAKTU 0-999,9 )
DETIK)
ALAMAT

INSTRUKSI

DATA

0000

LD

0000

0001

TIM

000
#0010

0002

LD

TIM000

0003

0UT

1000

0004

LD NOT

TIM000

0005

OUT

1001

0006

FUN01

CLOCK PULSE PADA PLC


OMRON
DATA
25500
25501
25502

KETERANGAN WAKTU
0,1 SECOND
0,2 SECOND
1 SECOND

COUNTER
( AREA 000-511 & SETING 0000 9999 )
DATA
ALAMAT

INSTRUKSI

0000

LD

0000

0001

LD

0001

0002

CNT

001

0003

#0010

0004

LD CNT

001

0005

OUT

1000

0006

FUN01

DIFU (FUN13) &


DIFD(FUN14)
MNEMONIC CODES
ALAMAT

LADDER DIAGRAM

INSTRUKSI

DATA

0000

LD

0000

0001

FUN13

1000

0002

FUN 14

1001

0003

FUN 01

Contoh :
Aplikasi Instruksi Pemrograman DIFU pada kontrol START/STOP

Contoh :
Aplikasi Instruksi Pemrograman DIFD pada kontrol START/STOP

SHIFT REGISTER

SEJUMLAH RELAY INTERNAL YG


DIKELOMPOKKAN BERSAMA
SAMA SEHINGGA MEMUNGKIN
KAN BIT-BIT YG TERSIMPAN
DIDALAMNYA DIPINDAHKAN
ATAU DIGESER DARI SATU
RELAY KE RELAY BERIKUTNYA

SHIFT REGISTER
MEMBUTUHKAN TIGA INPUT,
SATU UNTUK MEMUATKAN
DATA KEDALAM LOKASI
PERTAMA DIDALAM REGISTER,
SATU BAGIAN INSTRUKSI
UNTUK MENGGESER DATA
DARI SATU LOKASI KELOKASI
YANG LAIN DAN SATU UNTUK
MELAKUKAN RESET ATAU
MENGOSONGKAN DATA YANG
BERADA DIDALAM REGISTER
SIMBOL DALAM LADDER DIAGRAM

Contoh Pemrograman Shift Register

INSTRUKSI MOV (21)

DIGUNAKAN UNTUK MENYALIN DATA2 PADA SUATU LOKASI MEMORI KE


LOKASI MEMORI LAINNYA.

INSTRUKSI CMP (20)


UNTUK MEMBANDINGKAN DATA 1 DAN DATA 2

HASIL PERBANDINGAN
ANTARA DATA 1 DENGAN
DATA 2 :
SAMA DENGAN (=) 25506
LEBIH BESAR (>) 25505
LEBIH KECIL (<) 25507

CONTOH INSTRUKSI PEMROGRAMAN CMP

INSTRUKSI ADD (30)

Contoh Instruksi Pemrograman ADD

INSTRUKSI SUB (31)

DATA 1 = YANG DIKURANG


DATA 2 = PENGURANG

Contoh Instruksi Pemrograman SUB

Konsep Perancangan Sistem Kendali dengan


PLC
Dalam merancang suatu sistem kendali dibutuhkan pendekatan-pendekatan sistematis dengan prosedure sebagai berikut :
1. Rancangan Sistem Kendali
Dalam tahapan ini si perancang harus menentukan terlebih dahulu sistem apa yang akan dikendalikan dan proses bagaimana yang akan ditempuh. Sistem yang dikendalikan
dapat berupa peralatan mesin ataupun proses yang terintegrasi yang sering secara umum disebut dengan controlled system.
2. Penentuan I/O
Pada tahap ini semua piranti masukan dan keluaran eksternal yang akan dihubungkan PLC harus ditentukan. Piranti masukan dapat berupa saklar, sensor, valve dan lain-lain
sedangkan piranti keluaran dapat berupa solenoid katup elektromagnetik dan lain-lain.
3. Perancangan Program (Program Design)
Setelah ditentukan input dan output maka dilanjutkan dengan proses merancang program dalam bentuk ladder diagram (yang lain) dengan mengikuti aturan dan urutan
operasi sistem kendali.
4. Pemrograman (Programming)
5. Menjalankan Sistem (Run The System)
Pada tahapan ini perlu dideteksi adanya kesalahan-kesalahan satu persatu (debug), dan menguji secara cermat sampai kita memastikan bahwa sistem aman untuk
dijalankan.

POSISI SILINDER
MESIN PEMINDAH BOX

PRAKTEK MENJALANKAN MOTOR 3 PHASE DENGAN PLC


Rangkaian motor 3 phase langsung

Rangkaian kontrol konvensional

RANGKAIAN DAYA MOTOR 3 PHASE


PROSES KONTROL MOTOR DENGAN PLC

MCB

PLC YANG DIGUNAKAN DALAM PRAKTEK

OMRON CP1L 30
I/O

OMRON SYSMAC CPM1A 30


I/O

Konsep Perancangan Sistem Kendali dengan


PLC
Dalam merancang suatu sistem kendali dibutuhkan pendekatan-pendekatan sistematis dengan prosedure sebagai berikut :
1. Rancangan Sistem Kendali
Dalam tahapan ini si perancang harus menentukan terlebih dahulu sistem apa yang akan dikendalikan dan proses bagaimana yang akan ditempuh. Sistem yang dikendalikan
dapat berupa peralatan mesin ataupun proses yang terintegrasi yang sering secara umum disebut dengan controlled system.
2. Penentuan I/O
Pada tahap ini semua piranti masukan dan keluaran eksternal yang akan dihubungkan PLC harus ditentukan. Piranti masukan dapat berupa saklar, sensor, valve dan lain-lain
sedangkan piranti keluaran dapat berupa solenoid katup elektromagnetik dan lain-lain.
3. Perancangan Program (Program Design)
Setelah ditentukan input dan output maka dilanjutkan dengan proses merancang program dalam bentuk ladder diagram (yang lain) dengan mengikuti aturan dan urutan
operasi sistem kendali.
4. Pemrograman (Programming)
5. Menjalankan Sistem (Run The System)
Pada tahapan ini perlu dideteksi adanya kesalahan-kesalahan satu persatu (debug), dan menguji secara cermat sampai kita memastikan bahwa sistem aman untuk
dijalankan.

JOB SHEET PRAKTIKUM PLC


1.KONTROL BEL KUIS
2.KONTROL PEMBALIK PUTARAN MOTOR 3
PHASE
3.KONTROL PEMBALIK PUTARAN DAN
KECEPATAN MOTOR 3 PHASE
4.KONTROL PINTU GUDANG
5.KONTROL MESIN PRESS
6.KONTROL PARKING MOBIL

1.KONTROL BEL KUIS

2. KONTROL PEMBALIK PUTARAN MOTOR 3 PHASE

CONTOH KONGKRIT DI INDUSTRI

RANGKAIAN DAYA PEMBALIK PUTARAN


MOTOR 3 PHASE DENGAN PLC

CONTOH KONGKRIT DI INDUSTRI

3. KONTROL PEMBALIK PUTARAN DAN KECEPATAN MOTOR 3 PHASE

4. KONTROL PINTU GUDANG

MULTITASKING

MULTITASKING ADALAH EKSEKUSI DARI BEBERAPA PROGRAM PARALEL


DALAM SEBUAH PROJECT
APLIKASINYA MULTITASKING SERINGKALI DIGUNAKAN UNTUK SISTEM
SEBUAH MESIN OTOMASI YANG DALAM OPERASINYA ADA 2 MODE YAKNI
MANUAL DAN OTOMATIS
CONTOH & TUGAS
PADA MESIN PENGEPRES BARANG MEMILIKI 2 BUAH SILINDER KERJA GANDA
YANG DIKENDALIKAN OLEH KATUB SOLENOID 5/3 DILENGKAPI KONTROL
MANUAL DAN AUTO. SAAT POSISI MANUAL GERAKAN SILINDER BISA
DIKONTROL/SETTING MELALUI TOMBOL PUSH BUTTON (PB1,PB2 ,PB3 DAN
PB4).
SELANJUTNYA PADA SAAT POSISI AUTO DAN TOMBOL START DITEKAN MAKA
PROSES KERJA NYA SEBAGAI BERIKUT BENDA/BARANG YANG HENDAK DI
PRESS DILETAKKAN PADA TEMPAT YANG TELAH DISEDIAKAN SECARA
MANUAL. SILINDER KERJA GANDA 1.0 MENDORONG TEMPAT BENDA
TERSEBUT KEBAWAH SILINDER KERJA GANDA 2.0. KEMUDIAN SILINDER 2.0
MELAKUKAN PENCETAKAN /PENGEPRESAN SELESAI MELAKUKAN
PENCETAKAN/PENGEPRESAN SILINDER KEMBALI PADA POSISI SEMULA DAN
DIDISUSUL DENGAN KEMBALINYA SILINDER 1.0 PADA POSISI AWAL
BUAT DIAGRAM LANGKAHNYA, LADDER DIAGRAM, INSTALASI I/O &
JELASKAN

4. KONTROL MESIN PRESS

5. KONTROL PARKING MOBIL

KONTROL MOTOR KONVEYOR DAN


PEMBALIK ARAH PUTARAN

Konveyor M2

Konveyor M1

TRAFICLIGHT
(LAMPU LALU LINTAS 4 SIMPANG)

RS-232 ADAPTER

Berfungsi Untuk Mengubah CMOS Format data


dari PLC CPU menjadi data RS-232 Format
ke personal Komputer.

KOMPUTER

PLC

MENJALANKAN PLC OMRON


DENGAN SYSWIN 3.4

PERALATAN YANG DIPERLUKAN :


1 SET KOMPUTER
SOFTWARE SYSWIN 3.4
1 SET RS 232 ADAPTER

INSTALASI SYSWIN V3.4


MASUKKAN CDROM/FLASH DISK YANG BERISI
SOFT WARE SYSWIN 3.4 KE KOMPUTER
PILIH FOLDER PROGRAM -> SYSWIN3.4 ->
DISK 1 DAN SETUP
PILIH ENGLISH -> OK -> NEXT 2X
PILIH TENGAH ( Fully program and CPM* and
SRM* PLC types ) -> NEXT
PILIH FINISH

MENJALANKAN PROGRAM DENGAN SYSWIN


Klik menu On line pilih Connect

Dari menu Online pilih Mode, STOP/


PRG diakhiri dengan OK

Dari menu Online pilih Down load


program to PLC, Yes dan OK2x

Dari menu Online pilih Mode, RUN, OK dan


diakhiri dengan Yes
Program kontrol / ladder diagram siap
dioperasikan/dijalankan.