Anda di halaman 1dari 129

DISKUSI INTERAKTIF

MEKANISME PENYUSUNAN
ANGGARAN
( KUA,

PPAS, RKA-SKPD DAN R-APBD)


TAHUN ANGGARAN 2010

(Sesuai Permendagri No. 25 tahun 2009)

MAKSUD :

MEMBAHAS SUBSTANSI RKPD, KUA, PPAS DAN


DRAFT R-APBD TAHUN
ANGGARAN
2010;

TUJUAN : MEMPERTAJAM ISI KUA, PPAS DAN DRAFT RAPBD


KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2010
SESUAI DENGAN KEBUTUHAN NYATA DAERAH DENGAN
BERPEDOMAN PADA PERMENDAGRI NO. 59
TAHUN 2007
DAN PERMENDAGRI NO. 25 TAHUN
2009.

DPRD ADALAH INSTITUSI POLITIK


RESMI
YANG SIAP DAN MAMPU
MENGAWAL PROSES PENCIPTAAN
DAN PELEMBAGAAN
GOOD GOVERNANCE
DI DALAM KESELURUHAN
SISTEM DAN MEKANISME
PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN
DAERAH.

DALAM MELAKSANAKAN FUNGSI PENGAWASAN, PENGANGGARAN


DAN LEGISLASI MENUJU PENCIPTAAN DAN PELEMBAGAAN
GOOD GOVERNANCE,
DPRD KABUPATEN /KOTA
MENERAPKAN PRINSIP:
1. KEMITRAAN YANG SEJATI DENGAN PEMDA;
2. SINERGI ANTARA KOMISI DENGAN FRAKSI;
3. KOORDINASI DENGAN SKPD MITRA KERJA; DAN
4. MEMPERJUANGKAN ASPIRASI MASYARAKAT.

DALAM MELAKSANAKAN FUNGSI PENGAWASAN,


PENGANGGARAN DAN LEGISLASI MENUJU
PENCIPTAAN DAN PELEMBAGAAN
GOOD GOVERNANCE,
DPRD KABUPATEN/KOTA
MENETAPKAN SKALA PRIORITAS:
1. MENDAHULUKAN PENERBITAN PERDA
INDUK
(FUNGSI LEGISLASI);
2. MENGESAHKAN APBD YANG BERORIENTASI
PADA PELAYANAN UMUM
(FUNGSI PENGANGGARAN);
3. MENILAI KINERJA PEMDA MELALUI LKPJ-KDH
SECARA OBYEKTIF
(FUNGSI PENGAWASAN).

1. PERDA TENTANG RPJP DAERAH;


2. PERDA
TENTANG
URUSAN
WAJIB DAN
URUSAN PILIHAN;
3. PERDA TENTANG SOTK;
4. PERDA TENTANG RPJM (PASKA PELANTIKAN
KDH TERPILIH);
5. PERDA TENTANG PENGELOLAAN BARANG
MILIK DAERAH;
6. PERDA
TENTANG
POKOK-POKOK
PENGELOLAAN KEUDA;
7. PERDA TENTANG PAJAK DAN RETRIBUSI
DAERAH;
8. PERDA TENTANG TATA RUANG;
9. PERDA TENTANG RENCANA UMUM SISTEM
JARINGAN TRANSPORTASI DAERAH;
10. PERBUP TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH;
11. PERBUP TENTANG STANDAR ANALISA BIAYA;
12. PERBUP TENTANG PROSES DAN MEKANISME
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH .

1. PERENCANAAN
SESUAI
BATAS
KEWENANGAN,
YANG
DIDASARKAN
PADA VISI, MISI DAN ARAH KEBIJAKAN RPJMDAERAH;
Setiap tingkat pemerintahan melaksanakan program sesuai
dengan
batas kewenangannya. Pusat dan Propinsi
menggunakan Perda
Urusan Wajib dan Urusan Pilihan
sebagai rujukan juridisnya.
2.

PEMBAHASAN DAN PENGESAHAN R-APBD OLEH TAPD BERSAMA


BADAN ANGGARAN DPRD SESUAI TATIB DPRD 2009-2014;
Badan Anggaran dan Komisi (Gabungan Komisi) melakukan
pembahasan teknis KUA, PPAS dan R-APBD bersama TAPD dan
SKPD terkait;

3. PELAKSANAAN OLEH SETIAP UNIT KERJA SESUAI DENGAN


TUPOKSI DAN KEDUDUKAN SETIAP UNIT KERJA DI DALAM
KONSTELASI
PERENCANAAN LIMA TAHUNAN DAERAH.
Setiap unit kerja daerah harus memiliki Renstra SKPD yang
disusun berdasarkan rumusan Tupoksi berbasis statistik
turunan
urusan dan kewenangan SKPD pada lokasi kegiatan dan
kelompok sasaran yang jelas;
4.

PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN YANG TERUKUR, BAIK

RPJP
VISI-MISI DAERAH

2005

2025

5 TAHUN

2010

2015
2015
PERDA POKOK2
PENGELOLAAN KEUDA
PERBUP SISTEM DAN
PROSEDUR KEUDA

DPA
DAN LAMPIRAN

PERMENDAGRI 59
TAHUN 2007
PERMENDAGRI 32
TAHUN 2008

STATISTIK
PERENCANAAN
SKPD

KUA 15 JUNI

RKT TAHUN 3
RKT TAHUN 4
RKT TAHUN 5

PPA 1 JULI

PERBUP
SAB
RKA SKPD 1 AGS

LAKIP
LPPD

PELAPORAN

RKT TAHUN 1
RKT TAHUN 2

PELAKSANAAN
APBD

GUBERNUR

RENJA
SKPD

RKPD
30 APRIL

LK

PERATURAN KDH
TENTANG
RENSTRA SKPD

R-APBD

BPK

PERDA RPJM
VISI-MISI KDH

PERDA BMD

LKPJ

PERDA SOTK
SESUAI PP 41/07

DPRD

ARAH KEBIJAKAN
STRATEGI DAN PRIORITAS
MATRIKS PROGRAM 5 TAHUN

PERDA RPJPD
2005 - 2025

PERDA URUSAN
WAJIB/PILIHAN
PP 38/07

2020

STRUKTUR APBD
PENDAPATAN
A.

B.

C.

PENDAPATAN
ASLI
DAERAH:
1. Pajak Daerah;
2. Retribusi Daerah;
3. Hasil
Pengelolaan
Kekayaan Daerah Yang
Dipisahkan;
4. Lain-lain PAD yang sah.
DANA PERIMBANGAN:
1. Dana Bagi Hasil;
2. Dana Alokasi Umum;
3. Dana Alokasi Khusus.
LAIN-LAIN PENDAPATAN
DAERAH YANG SAH:
1. Hibah;
2. Dana Darurat;
3. Dana Bagi Hasil pajak
dari
ProvInsi
dan
Pemerintah
Daerah
lainnya;
4. Dana Penyesuaian &
Dana OTSUS;
5. Bantuan Keuangan dari
Provinsi atau Pemda
lainnya.

20
08

Tahun
20 20 20
09 10 11

BELANJA

20
08

Tahun
20 20 20
09 10 11

A. BELANJA
TIDAK
LANGSUNG (BTL):
1. Belanja Pegawai;
2. Belanja Bunga;
3. Belanja Subsidi;
4. Belanja Hibah;
5. Bantuan Sosial;
6. Belanja
Bagi
Hasil;
7. Bantuan
Keuangan;
8. Belanja
Tidak
Terduga.
B. BELANJA LANGSUNG
(BL):
1. Belanja Pegawai;
2. Belanja Modal;
3. Belanja Barang
Jasa.

PEMBIYAAN
A.

B.

PENERIMAAN:
1. Silpa;
2. Pelampauan/
PAD.

Kelebihan

PENGELUARAN (HUTANG)

NERACA
ASSET

POKOK-POKOK PIKIRAN
DPRD
BELANJA
TIDAK
LANGSUN
G

PAD

DP

PENDAPATA
N

BELANJ
A

LL
PEMBIAYAA
N
ASSET
ASSET

(GAJI)

BELANJA
LANGSUN
G

LOKAS
I

BELANJA
TIDAK
LANGSUN
G
(HONOR)
BELANJA
MODAL

KELOMP
OK
SASARAN

10
%
90
%

TARGET
KINERJA

PP 16/THN
2010

1. ARAHAN
STRATEGIS

BATA
S
TATIB RINCI
(TEKNIS OPERASIONAL)

NASIONAL
DIIZINKA
N

BP
K

HARAM

UU 27/THN
2009
+

2. PAGU/ PLAFON

PENGAWASAN
SISTEM
PENDUKUNG

PP 3 TAHUN 2007

SETWAN

LEGISLASI
UU 10 TAHUN 2004

TENAGA
AHLI
ANGGARAN
PEMBENAHAN
PPINTERNAL
16 TAHUN 2010

Antar Fraksi
Fraksi Vs AKD
Banggar Vs Komisi
Pimpinan Vs Anggota
BK Vs Anggota
Banmus Vs Baleg

PP 58 TAHUN 2005

PENGAWASAN

PP 16 THN 2010
LEGISLASI
ANGGARAN

MITRA SEJAJAR

KOTAK
PANDORA BIROKRASI

PP 41 THN 2007
PP 38 THN 2007

SKPD
PENGHASIL
Obyek Pajak/
Retribusi
Masyarakat
Pengusaha

APBD
DPA

SKPD
PENGGUNA
ANGGARAN
Pelayanan
Umum
Subyek/
Kelompok
Sasaran

K1 K2 K3 K4

BANMUS

BALEG

INISIATIF
PROLEGDA
DPRD

JADWAL
PANSUS

SIFAT

1. PERDA
2. PERBUB/
PERWAL

PEMDA

BARU REVISI

TOPIK RAPAT:
1. MENDALAMI UU, PP,
PERPRES, PERMEN
2. FAKTA SOSIAL DI
MASYARAKAT

KOMISI
1

SKPD
1

INISIATIF

SIFAT

DPRD PEMDA

BARU REVISI

PROLEGDA

DAFTAR
INVENTARIS
RENCANA

BALEG
BANMUS

1. PERDA
2. PERBUP/
PERWAL

FUNGSI
LEGISLATIF
MEMBENTUK
PERDA

IF
T
IA D
S
I
IN P R
D

FUNGSI
PENGAWASAN
T R
RA NTA
U
S GA
N KDH
E
P

P SU
PI EN RAT
M P GA
IN NT
AN AR
DP
RD

INI
SIA
KD TIF
H

RANPERDA

TINGKAT PEMBICARAAN

TINGKAT
TINGKAT
TINGKAT
TINGKAT

PENETAPAN
PERDA

PERTAMA;
KEDUA;
KETIGA;
KEEMPAT

PENGAWASAN DPRD
KONSULTASI FRAKSI

PELAKSANAANNYA;
PENURUNANNYA
KEDALAM PERATURAN
KDH.

KONTRAK
UNIV A

NASKAH
AKADEMIS
(NA)

KONTRAK
UNIV B

KONSULTAN

KUA
1.

DENGAN ANGKA

1.

ARAH KEBIJAKAN

Penerimaan)
2.

PRIORITAS (Daftar
Alkokasi Anggaran

Prioritas)
3.

1.

ALOKASI BELANJA UNTUK

ANGGARAN UNTUK
SETIAP PENDAPATAN

Untuk BL dan BTL)


4.

KEGIATAN;
5.

MASING-MASING

RINCIAN BELANJA LANGSUNG


KEDALAM PROGRAM DAN

PENJELASAN
TENTANG RINCIAN

SEMUA SKPD (Terbagi Habis

SKPD Dalam Tata


Urut Skala)

PRAKIRAAN BELANJA (Untuk


Semua SKPD sesuai Skala

(Terukur)
4.

PRAKIRAAN PENDAPATAN
(Dari Semua Sumber

TARGET KINERJA
(Dalam Angka)

3.

RKA

PERNYATAAN
MASALAH HARUS

2.

PPA
S

SKPD;
2.

PENJELASAN
TENTANG RINCIAN

PENJELASAN TENTANG LOKASI

ANGGARAN UNTUK

KEGIATAN DAN KELOMPOK

SETIAP BELANJA

SASARAN;

MASING-MASING
SKPD;

Bila KUA dan PPAS disusun sesuai dengan muatan isi seperti ini,
maka DPRD cukup membahas KUA dan PPAS sebagai dokumen
Politik (MoU).

3.

PENJELASAN
TENTANG RINCIAN
ANGGARAN UNTUK
SETIAP PEMBIAYAAN

Dengan sendirinya, DPRD tidak perlu lagi membahas RKA SKPD,


karena status RKA SKPD adalah sebagai dokumen Birokrasi.

MASING-MASING
SKPD;

PARPOL

PEMILU

UU NO. 2 THN 2008

KPU
DCT

BADAN HUKUM

DPP/DPD/DPC

UU NO. 22 THN 2007

PEMILU 9/4/2009

PEMERINTAHAN

PENGAWASAN

PELANTIKAN
LEGISLATIF +
TERPILIH

BPK

JULI - AGUSTUS

AUDIT

UU SUSDUK
(ALAT KELENGKAPAN)

SIDIK

TUJUAN PARPOL
UU NO
10/2008

VISI + MISI

UU
PILPRES
NO 42/2008

UU NO
12/2008

PLATFORM

DCS

Vs
A
AR AK
SU ANY
RB
TE

FRAKSI

KEJAKSAAN

UU 32 THN 2008

KPK
NO
UR MO
UT R

UU 17 THN 2003

1. PIlpres 2014: Kursi RI 1 dan RI 2 kosong. Pilpres


berlangsung
tanpa incumbent. Setiap partai memiliki
peluang yang sama
untuk menjagokan calon masingmasing;
2. Pelaksanaan Pemilu legislatif akan berlangsung
dengan persyaratan 5% batas ambang Parliamentary
Threshold bagi DPR-RI dan 2,5% bagi DPRD;
3. Periode
2009 2014: Dari 9 partai di DPR-RI, 7
diantaranya
melampaui ambang batas 5%, sedangkan
Gerindra dan Hanura berada di bawah 5%. Antisipasi
tentatif: mana diantara ke 7
parpol yang akan
mengalami degradasi dan seberapa besar
peluang
Gerindra untuk mengalami akselerasi?;
4. Setiap parpol perlu menyiapkan diri: Secara internal
memperbaiki kinerja kepemimpinan dan organisasi
dan secara
eksternal bersaing merebut
simpati
publik;
5. Hubungan anggota legislatif dengan konstituen di
Dapil sudah
putus 6 bulan sejak dilantik dan dirajut

MITRA SEJAJAR

DPRD

K D H

RAPAT KERJA TEKNIS

KOMISI
2

RAPAT INTERNAL

S K P D

BANGGAR

TAPD

BALEG
RAPAT PEMBAHASAN

SKPD:

BKD TENAGA PENDIDIKAN

III /C
IV /D

PENSIUN

INSENTIF

II /B

SANKSI

PROMOSI

MUTASI

DIKLAT

PENEMPATAN

I /A

TESTING

KOMISI

FORMASI

KEWENANGAN

SKPD:

SAMSAT KEPEMILIKAN KENDARAAN BERMOTOR

I /A

II /B

III /C
IV /D

POLA PUNGUT

RATE

JENIS/ CC

KOMISI

JUMLAH KB

KEWENANGAN

RKPD
KONDISI
2009

PRAKIRAAN
2010

ASUMSI-ASUMSI

ARAH KEBIJAKAN:
PENDAPATAN
BELANJA
PEMBIAYAAN
ASSET

PPAS

Kita Kunci R-APBD


dengan menyusun
KUA dan PPAS
secara terukur.

Mau Lari
Kemana
Dia ...?
HE HE

DPRD

POLA
PENULISAN RKPD
KABUPATEN/KOTA
TAHUN 2010

Pendahuluan

BAB I

MISI
1

Kerangka
Ekonomi
Daerah

BAB II

VISI
Terwujudnya Perubahan
Kabupaten Sukabumi menuju
Masyarakat yang Berakhlaq Mulia,
Produktif dan Sejahtera
Meningkatkan
Kualitas SDM
yang
Berakhlaq
Mulia

MISI
2

Memantapkan
Kinerja
Pemerintahan
Daerah

ISU TERKINI, DATA DAN


STATISTIK

Rencana Kerja
dan Pendanaan

MISI
3

Menumbuhkembangkan
Perekonomian Daerah
yang Bertumpu pada
Sektor Unggulan (Basis)
dan Perekonomian
Rakyat

BAB III

BAB IV

Penutup
Kaidah

MATRIK PRIORITAS PROGRAM DAN


KEGIATAN/ RENCANA KERJA
PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN
SUKABUMI TAHUN 2009

Prioritas
Pembangunan
Tahun 2009

Pelaksanaan

BAB V

BAB VI

STRUKTUR KEBIJAKAN
UMUM ANGGARAN

BAB I
1.
2.
3.
4.

Diresume
dari RKPD

Latar Belakang
Tujuan Penyusunan KUA
Dasar Hukum
Kondisi Umum Daerah

BAB II

BAB III

1. Kerangka Ekonomi Makro


2. Target Ekonomi Makro

1. Asumsi APBN
2. Inflasi
3. Harga BBM

BAB IV
1.
2.
3.
4.

Kebijakan Pendapatan
Kebijakan Belanja
Kebijakan Pembiayaan
Kebijakan Asset

BAB V
PENUTUP

STRUKTUR PPAS
BAB I
1. PENDAHULUAN

BAB II

BAB III

RENCANA PENDAPATAN DAN


PENERIMAAN DAERAH

PRIORITAS
BELANJA DAERAH

BAB IV
PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN
URUSAN PEMERINTAHAN DAN PROGRAM/ KEGIATAN
1. Plafon anggaran sementara berdasarkan urusan
pemerintahan
2. Plafon anggaran sementara berdasarkan program
kegiatan
3. Plafon anggaran sementara untuk belanja pegawai,
bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil,
bantuan keuangan dan belanja tidak terduga

BAB V
RENCANA PEMBIAYAAN
DAERAH

VISI
MISI 1

MISI 2

MISI 3

MISI 4

MISI 5

MISI 6

MISI 7

MISI 8

EKONOMI MAKRO

KEBIJAKAN

BELANJA
TIDAK
LANGSUNG
GAJI

BELANJA
LANGSUNG

BELANJA
TDK
LANGSUNG
(HONOR)

BELANJA
MODAL

TARGET
KINERJA

LL

KELOMPOK
SASARAN

DP

LOKASI

PAD

ASSET

BELANJA

PENDAPATAN

PEMBIAYAAN

BELANJA
TIDAK
LANGSUN
G

BELANJA
LANGSUN
G

LOKAS
I

(GAJI)

BELANJA
TIDAK
LANGSUN
G
(HONOR)
BELANJA
MODAL

KELOMP
OK
SASARAN

10
%
90
%

TARGET
KINERJA

1. DOKUMEN PERENCANAAN TERBAGI KE DALAM DUA BAGIAN


BESAR, YANG SALING TERKAIT SECARA FUNGSIONAL DAN
KONSISTEN, YAKNI:
a. RKPD sebagai dokumen perencanaan program; dan
b. KUA
dan PPAS sebagai dokumen perencanaan
anggaran.
2. PENYUSUNAN RKPD YANG MENGKUTI ATURAN DASARNYA,
TERUTAMA BATAS KEWENANGAN DAN URUSAN ANTAR
TINGKAT PEMERINTAHAN (Perda tentang Urusan Wajib dan
Urusan Pilihan), BATAS TUPOKSI ANTAR SKPD (Perda SOTK)
DAN DIDUKUNG OLEH STATISTIK PERENCANAAN TERKINI
(UU No. 25/04),
AKAN
SANGAT MEMUDAHKAN
PENYUSUNAN KUA DAN PPAS SECARA TERUKUR;
3. TIDAK BOLEH ADA RENCANA PROGRAM YANG DIMUAT DI
DALAM KUA BILA TIDAK DIISYARATKAN DI DALAM RKPD;
4. KARENA ITU, HUBUNGAN KERJA ANTARA BAPPEDA DENGAN
DPKAD HARUS SANGAT TERPADU.

1. DOKUMEN PERENCANAAN ANGGARAN YANG MEMUAT


PERYATAAN POLITIK DAN TEKNIS STATISTIK TENTANG
KONDISI NYATA TAHUN BERJALAN ATAS SELURUH BIDANG
PEMERINTAHAN DAN TARGET KINERJA YANG DIINGINKAN
TAHUN BERIKUTNYA ;
CONTOH:
1.
Menurunkan angka kematian bayi dari 37
menjadi
32
per
1.000
kelahiran hidup;
2. Meningkatan
pendapatan retribusi parkir
dari Rp. 3
milyar tahun 2009
menjadi 3.8 milyar pada tahun 2010;
2. FORMAT KUA YANG DISEDIAKAN DALAM PERMENDAGRI
59/07 ADALAH BERSIFAT ALTERNATIF, SEHINGGA DAPAT
DIMODIFIKASI SESUAI KEBUTUHAN NYATA DAERAH;
3. MODIFIKASI DAPAT DILAKUKAN DALAM RANGKA:
A. MEMPERTAJAM ISI KUA;

1.

DISUSUN SECARA STANDAR DENGAN MENIRU PERMENDAGRI


59/07 TANPA MODIFIKASI SESUAI KEBUTUHAN DAERAH;

2.

SANGAT MAKRO, KARENA TIDAK MENCERMINKAN FUNGSI KUA


SEBAGAI PERNYATAAN ANGGARAN;

3.

SANGAT NARATIF, KUALITATIF DAN PARSIAL, KARENA KURANG


DI DUKUNG DATA, BELUM MENJURUS KE SATU ARAH KEBIJAKAN
YANG TERFOKUS DAN UMUMNYA TIDAK TERKAIT SECARA
FUNGSIONAL DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN SEBELUMNYA
(RKPD) DAN DOKUMEN BERIKUTNYA (PPAS);

4.

SANGAT TIDAK MENARIK, SEHINGGA DPRD TERPAKSA HARUS


MEMUSATKAN
PERHATIAN
PADA
ANGKA-ANGKA
YANG
TERTUANG DALAM RKA-SKPD, BUKAN DRAFT R-APBD;

5.

DIPERLUKAN SEBAGAI DOKUMEN PELENGKAP DAN DISUSUN


SECARA MONOTON, KARENA SKPD LEBIH TERTARIK MEMBAHAS
JUMLAH PAGU DARIPADA PERTIMBANGAN YANG MENDASARI
JUMLAH PAGU;

6.

PEMBAHASAN KUA DAN PPAS UNTUK R-APBD TA 2010


SEHARUSNYA DILAKUKAN TAPD BERSAMA DENGAN DPRD MASA

IRWASUM

SUPRA STRUKTUR
(PERANGKAT PARTAI)

INFRASTRUKTUR
(PERANGKAT NEGARA)
BIROKRASI TEKNIS

PLATFOR
M

KOMISI 1KOMISI 2KOMISI 3KOMISI 4

SIKAP
FRAKSI 1
FRAKSI 2

PIMPINAN

EX-OFFICIO

BIROKRASI POLITIS

FRAKSI 3
FRAKSI 4

TENAGA
AHLI

TENAGA
AHLI

(1) Pimpinan DPRD mempunyai tugas:

PIMPINAN

(2)

a. memimpin sidang DPRD dan menyimpulkan hasil sidang untuk


diambil keputusan;
b. menyusun rencana kerja pimpinan dan mengadakan
pembagian kerja antara ketua dan wakil ketua;
c. melakukan koordinasi dalam upaya menyinergikan pelaksanaan
agenda dan materi kegiatan dari alat kelengkapan DPRD;
d. menjadi juru bicara DPRD;
e. melaksanakan dan memasyarakatkan keputusan DPRD;
f. mewakili DPRD dalam berhubungan dengan lembaga/instansi
lainnya;
g. mengadakan konsultasi dengan kepala daerah dan pimpinan
lembaga/instansi vertikal lainnya sesuai dengan keputusan DPRD;
h. mewakili DPRD di pengadilan;
i. melaksanakan keputusan DPRD berkenaan dengan penetapan
sanksi atau rehabilitasi anggota sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;
j. menyusun rencana anggaran DPRD bersama sekretariat DPRD
yang pengesahannya dilakukan dalam rapat paripurna; dan
k. menyampaikan laporan kinerja pimpinan DPRD dalam rapat
paripurna DPRD yang khusus diadakan untuk itu.

Pelaksanaan tugas pimpinan DPRD dilakukan secara kolektif da

(1) Badan Musyawarah mempunyai tugas:


a. memberikan pertimbangan tentang penetapan
program kerja DPRD baik diminta atau tidak;
b. menetapkan kegiatan dan jadwal acara rapat DPRD;
memutuskan pilihan mengenai isi risalah rapat
apabila timbul
perbedaan pendapat;
c. Memberi saran pendapat untuk memperlancar
kegiatan;
d. meminta dan atau memberikan kesempatan kepada
alatalat
kelengkapan DPRD lainnya untuk
memberikan
penjelasan mengenai kemajuan dan
kendala pelaksanaan tugas masingmasing;
e. merekomendasikan pembentukan Panitia Khusus.
(2) Setiap anggota Badan Musyawarah wajib:
a. mengadakan konsultasi dengan unsur yang diwakili
sebelum mengikuti rapat Badan Musyawarah;
b. menyampaikan pokok-pokok hasil rapat Badan
Musyawarah kepada Fraksi.

PROSES DAN TAHAPAN PENYUSUNAN RAPBD


Th n

Th n- 1
1

Th n+1

10

12

11

RAPAT KOORDINASI

RENJA
1

KEC

RPJM
RPJM

RKPD

KAB/KOTA

MUSRENBANG

RAKERNIS

S K P D
30 APRIL

DESA

PEMDA

RENSTRA

TAPD

15 JUNI

1 JULI

1 AGS

KUA

PPAS

15 NOV

R-APBD

RKA

DOKUMEN POLITIK DOKUMEN POLITIK

PEMBICARAAN

DPRD

RESES

BANGGAR

POKOK-2
PIKIRAN
KOMISI

PLATFORM
FRAKSI

POKOK-2
PIKIRAN
DPRD

KOMISI
RAPAT INTERNAL

TINGKAT 1
TINGKAT 2

4
RAKERNIS

30 NOV

APBD

PROSES DAN TAHAPAN PENYUSUNAN RAPBD


Th n

Th n- 1
1

Th n+1

10

11

12

RAPAT KOORDINASI

RENJA

RAKERNIS

S K P D

1. Kebijakan Pendapatan
30 APRIL

KEC

(DPRD wajib melakukan


peningkatan terhadap

RKPD

usul KDH);
2. Kebijakan Belanja (DPRD

KAB/KOTA

MUSRENBANG
DESA

PEMDA

RENSTRA

TAPD

wajib melakukan
penghematan dan
penajaman);

15 JUNI

3. Kebijakan Pembiayaan
(DPRD mengupayakan

KUA

RPJM
RPJM

agar penggunaan SILPA


dan pinjaman dilakukan

DOKUMEN POLITIK

secara obyektif dan

RESES

DPRD

rasional);
4. Kebijakan Asset

BANGGAR

(DPRD wajib mengawasi


agar seluruh belanjan
POKOK-2
PIKIRAN
KOMISI

PLATFORM
FRAKSI

POKOK-2
PIKIRAN
DPRD

modal dicatat dalam


1

KOMISI
RAPAT INTERNAL

neraca yang selalu


dimutahirkan).
RAKERNIS

PROSES DAN TAHAPAN PENYUSUNAN RAPBD


Th n

Th n- 1
1

Th n+1

10

11

RAPAT KOORDINASI

RENJA
1

KEC

RKPD

KAB/KOTA

MUSRENBANG

RAKERNIS

S K P D
30 APRIL

DESA

PEMDA

RENSTRA

TAPD

1 JULI

PPAS

RPJM
RPJM

DOKUMEN POLITIK

DPRD

RESES
BANGGAR

POKOK-2
PIKIRAN
KOMISI

PLATFORM
FRAKSI

POKOK-2
PIKIRAN
DPRD

KOMISI
RAPAT INTERNAL

4
RAKERNIS

12

PROSES DAN TAHAPAN PENYUSUNAN RAPBD


Th n

Th n- 1
1

Th n+1

10

11

RAPAT KOORDINASI

RENJA
1

KEC

RKPD

KAB/KOTA

MUSRENBANG

RAKERNIS

S K P D
30 APRIL

DESA

PEMDA

RENSTRA

TAPD

1 AGS

15 NOV

R-APBD

RKA

RPJM
RPJM

PEMBICARAAN

DPRD

RESES

BANGGAR

PLATFORM
FRAKSI

APBD

DOKUMEN POLITIK

DOKUMEN PEMERINTAH

POKOK-2
PIKIRAN
KOMISI

30 NOV

POKOK-2
PIKIRAN
DPRD

KOMISI
RAPAT INTERNAL

TINGKAT 1
TINGKAT 2
TINGKAT 3
TINGKAT 4

4
RAKERNIS

12

FORMAT
KEBIJAKAN UMUM APBD
PROVINSI/KABUPATEN/KOTA .
KEBIJAKAN UMUM APBD (KUA)
TAHUN ANGGARAN 2010
BAB I. PENDAHULUAN.
1.
2.
3.
4.

Latarbelakang Penyusunan KUA;


Tujuan Penyusunan KUA;
Dasar Hukum Penyusunan KUA; dan
Kondisi Umum Daerah.

Catatan: Untuk memudahkan penyajian oleh SKPD


dan penilaian oleh DPRD, sangat dianjurkan agar
penjelasan tentang Kondisi Umum Daerah dilakukan
dalam bentuk matriks).

FORMAT
KEBIJAKAN UMUM APBD
PROVINSI/KABUPATEN/KOTA .
KEBIJAKAN UMUM APBD (KUA)
TAHUN ANGGARAN 2010
BAB I. PENDAHULUAN.
1.
2.
3.
4.

Latarbelakang Penyusunan KUA;


Tujuan Penyusunan KUA;
Dasar Hukum Penyusunan KUA; dan
Kondisi Umum Daerah.

Catatan: Untuk memudahkan penyajian oleh SKPD


dan penilaian oleh DPRD, sangat dianjurkan agar
penjelasan tentang Kondisi Umum Daerah dilakukan
dalam bentuk matriks).

BAB II. KERANGKA EKONOMI MAKRO DAERAH


2.1 Perkembangan indikator ekonomi makro tahun
berjalan;
2.2 Rencana target ekonomi makro tahun berikutnya.
CATATAN PENTING:
1. Substansi utama KUA, terutama yang akan diuraikan
di dalam Bab IV, sangat ditentukan oleh kemampuan
dan kemauan untuk menguraikan isi Bab II secara
terukur:
2. Untuk menjaga konsistensi perencanaan program
dan anggaran, isi Bab II seharusnya adalah turunan
langsung dari Bab II RKPD;
3. Untuk memudahkan penyusunan Bab II oleh SKPD
dan penilaiannya oleh DPRD, sangat dianjurkan agar
Bab II diuraikan dalam bentuk matriks.

BAB III. ASUMSI DASAR DALAM PENYUSUNAN RAPBD


1. Asumsi Dasar yang Digunakan Dalam APBN:
a. Laju Inflasi;
b. Harga BBM/Gas;
c. Kurs Mata Uang.
2.

Lain-lain Asumsi:
a. Kebutuhan Anggaran Belanja Tidak Langsung;
b. Kenaikan Harga Bahan Bangunan dan Konstruksi.

CATATAN PENTING:
Umumnya isi Bab III KUA sebagian besar daerah
memuat penjelasan tentang asumsi makro ekonomi
yang sangat global, sehingga kurang mencerminkan
kondisi nyata daerah;

Dianjurkan untuk mengadaptasi isi Bab III dengan


menguraikan asumsi makro ekonomi di tingkat lokal,
sehingga
mudah
memperkirakan
pengaruhnya
terhadap arah kebijakan yang akan ditempuh.

BAB IV. KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN


a. Kebijakan Pendapatan:
1. PAD;
2. Dana Perimbangan;
3. Lain-lain Pendapatan Yang Sah.
b. Kebijakan Belanja:
1. Belanja Menurut SKPD;
2. Belanja Menurut Urusan Wajib dan Urusan
Pilihan.
c. Kebijakan Pembiayaan:
1. Pengeluaran;
2. Penerimaan;
3. SILPA.
d. Kebijakan Asset:
1. Inventarisasi Asset;
2. Re-appraisal Asset;

1. KUA KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2010 MASIH


TERJEBAK PADA KE-6 CIRI UMUM KUA, KARENA SANGAT
STANDAR, SANGAT MAKRO, NARATIF DAN KUALITATIF SERTA
PARSIAL DAN TIDAK MENJURUS KEARAH POLA ALOKASI
ANGGARAN PER SKPD SEBAGAIMANA DIURAIKAN DALAM
PPAS;
2. TERDAPAT INDIKASI BAHWA SUBSTANSI KUA DISUSUN
SECARA
SAMBIL
LALU,
KARENA
TAPD
MASIH
MEMPERLAKUKAN KUA SEBAGAI PROFORMA SAJA;
3. UNTUK MENGUNCI R-APBD SESUAI DENGAN RENSTRA
DAERAH TAHUN BERKENAN SERTA SENAFAS DENGAN
RANGKAIAN ATURAN PERUNDANGAN TERKAIT DENGAN
APBD, MAKA DPRD PERLU
MENYAMPAIKAN SARAN DAN
REKOMENDASI PENYEMPURNAAN ISI KUA DENGAN CARA:
a. Menggunakan matriks dan data terkini;
b. Konsistensi penjelasan antar bab dalam KUA dan antara
KUA dan PPAS.

1. ISI BAB I KUA KABUPATEN/KOTA DAPAT DIRANCANG SEBAGAI


BERIKUT:
1.1 Latarbelakang Penyusunan KUA:
a. Pengejawantahan amanat UU No, 17/03,
uu no.
25/04 dan
semua pedoman teknis yang
terkait;
b. Nyatakan bahwa KUA adalah turunan langsung dari
RKPD dan
RKPD adalah turunan langsung
dari seluruh Renja SKPD yang
sudah
disesuaikan dengan hasil Musrenbang berjenjang;
c. Uraikan Visi dan Misi Daerah sesuai RPJM Daerah ke
dalam
Prioritas
Pembangunan
Daerah yang akan diterapkan pada
tahun anggaran berikut;
d. Untuk
memudahkan
penilaian
terhadap
konsistensinya,
gunakan matriks.

1. ISI BAB I KUA KABUPATEN/KOTA DAPAT DIRANCANG SEBAGAI


BERIKUT:
1.1 Latarbelakang Penyusunan KUA;
1.2 Tujuan Penyusunan KUA:
a. Mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5.12%;
b. Meningkatkan pendapatan per kapita di atas Rp. 5.23
juta;
c. Meningkatkan jumlah investasi sebesar Rp. 233.788
milyar;
d. Menurunkan angka kemiskinan menjadi 19%;
e. Meningkatkan usia harapan hidup menjadi 70.32
tahun;
f. Meningkatkan angka melek huruf menjadi 96.80%;
g. Meningkatkan Wajib Belajar ke tingkat tuntas
paripurna;
h. Meningkatkan Paritas Daya Beli menjadi Rp. 5.23
juta;
i. Menurunkan angka pengaduan masyarakat menjadi

Prioritas Tahun Anggaran 2009


R-APBD KABUPATEN /KOTA

Lanjutan ...

a.

Bidang Ekonomi:
1)
Mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5.12%;
2)
Pendapatan per kapita di atas Rp. 5.23 juta;
3)
Jumlah investasi sebesar Rp. 233.788 milyar;
4)
Meningkatkan Paritas Daya Beli menjadi Rp. 5.23 juta;

b.

Bidang Sosial Budaya:


1)
Menurunkan angka kemiskinan menjadi 19%;
2)
Meningkatkan usia harapan hidup menjadi 70.32 tahun;
3)
Meningkatkan angka melek huruf menjadi 96.80%;
4)
Meningkatkan Wajib Belajar ke tingkat tuntas paripurna;

c.

Bidang Politik Pemerintahan:


1)
Angka pengaduan masyarakat menjadi 10%;
2)
SKPD yang menerapkan SPM bertambah menjadi 7 unit.

Yang ini
kita
kunci

Gimana
caranya ya
?

Biasanya KUA
ngalor, APBD ngidul
Hii hi

Kita kaitkan
dengan Bab
II aja ya...

1.

Mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5.12%.


a. Sektor apa saja yang memberikan sumbangan terbesar pada
pertumbuhan ekonomi tahun 2008?;
b. Bidang kegiatan apa saja yang diperlukan untuk mendorong
pertumbuhan sektor itu tahun 2009;
c. Dimana lokasi pelaksanaan kegiatan dan siapa saja yang
merupakan kelompok sasarannya?.
CATATAN: Menurut KUA, sektor ekonomi dominan Kabupaten/Kota
adalah pertanian, perdagangan, hotel dan restoran serta industri
pengolahan.
SARAN:
a. DPRD perlu sangat hati-hati menentukan jenis kegiatan untuk
ketiga sektor ini, dengan memberikan prioritas pada kegiatan
layanan
publik
yang
bersifat
produktif,
termasuk
pembangunan infrastruktur pendukung,
kebijakan yang ramah
pada dunia usaha dan penyediaan berbagai insentif
lainnya.
b. Hindari kegiatan yang tidak memberikan sumbangan terhadap
upaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.

Lanjutan ...

2.

Meningkatkan pendapatan per kapita di atas Rp. 5.23 juta.


a. Bagaimana komposisi dan ratio pendapatan
kelompok
masyarakat
berpenghasilan tertinggi, menengah dan
bawah?;
1) 15% masyarakat atas menguasai 55% pendapatan per
kapita;
2) 25% masyarakat menengah menguasai 25% pendapatan per
kapita;
3) 60% masyarakat bawah menguasai 20% pendapatan per
kapita.
b. Kelompok masyarakat berpenghasilan yang mana yang akan
diprioritaskan dalam R-APBD tahun anggaran 2009;?
c. Kebijakan dan kegiatan prioritas apa yang perlu dilakukan
untuk meningkatkan pendapatan mereka?.
CATATAN:
Lebih mudah bagi orang kaya untuk menjadi lebih kaya daripada
orang miskin
untuk menambah pendapatan, kecuali kalau dibantu Pemda;
SARAN:
a. Bagi golongan masyarakat berpenghasilan tinggi, sediakan
kegiatan
berupa penerbitan kebijakan yang memudahkan
pertumbuhan sektor
usaha mereka, terutama yang bersifat

Lanjutan ...

3.

Meningkatkan jumlah investasi sebesar Rp. 233.788 milyar.


a. Bagaimana komposisi dan ratio investasi tahun 2008?;
1) Investasi skala besar: %;
2) Investasi skala menengah: %;
3) Investasi skala kecil dan UKM: %;
4) Investasi pemerintah dan daerah: %.
b. Investasi skala yang mana yang akan dipacu pertumbuhannya?;
c. Jenis kegiatan apa yang akan dilakukan untuk mendorong
pertumbuhan
investasi dimaksud?
CATATAN:
a. Investasi bersifat
sangat cair dan akan datang ke
tempat
dimana net return to investment paling tinggi,
sekalipun tidak diundang;
b. Lebih mudah bagi daerah untuk mengundang masuknya
investasi berskala kecil dari banyak pelaku daripada investasi
berskala besar dari satu orang
pelaku;
c.Mendorong pertumbuhan UKM, pengrajin, pelaku industri
kecil dan Kaki
Lima
akan
melahirkan implikasi yang
jauh lebih strategis terhadap
penyehatan ratio investasi dan

Lanjutan ...

4.

Menurunkan angka kemiskinan menjadi 19%.


a. Tentukan masyarakat miskin yang akan menjadi kelompok
sasaran, lokasi
pemukiman dan jenis pekerjaan.keahlian
mereka;
1) Masyarakat tanni;
2) Masyarakat pedagang Kaki Lima;
3) Pelaku industri kecil;
b. Tentukan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan melalui APBD,
dengan
dua pola utama, yakni:
1) Pelaksanaan kegiatan bantuan langsung;
2) Pelaksanaan kegiatan bantuan tidak langsung;
CATATAN:
a. Umumnya Pemda sangat terfokus pada jenis kegiatan
bantuan lansung, seperti memberikan
bantuan bibit dan
benih, pupuk dan pestisida
bersubsidi sementara APBD
seringkali diperlakukan seolah merupakan cara tunggal untuk
membantu kelompok sasaran;
b. DPRD disarankan untuk mencari cara lain, seperti
menghubungkan petani
dengan
Bapak
Angkat, terutama
bank
sebagai penyandang dana,
sehingga
kelompok
sasaran dapat memperoleh kredit tanpa agunan
dibawah jaminan pemda;
c. Kelompok sasaran yang dibantu secara langsung

MATRIKS PRIORITAS PEMBANGUNAN

NO
1.

PRIORITAS PEMBANGUNAN
Pertumbuhan Ekonomi

SKPD YANG
MELAKSANAKAN

SASARAN
Meningkat sebesar 5,12 persen

1.
2.

3.

4.
5.
6.
7.
8.
9.

Dinas Pertanian
Dinas Kelautan dan
Perikanan
Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
Dinas PU
Dinas Perhubungan
DPKP
Dinas Kehutanan
Kantor Perkebunan
Ekonomi

NAMA PROGRAM
1.

2.

3.

4.

Pengembangan
pembenihan dan
pembibitan
Pengembangan
tanaman perkebunan
melinjo
Integrasi kopi
kambing
Pengadaan sarana

1. SEBAIKNYA ISI BAB II KUA ADALAH TURUNAN LANGSUNG


DARI RKPD DAN SUBSTANSINYA HARUS TERBAGI KE DALAM
DUA BAGIAN, YAKNI:
a. Kondisi saat ini (tahun anggaran berjalan) dalam narasi
negatif;
b. Target Kinerja (tahun anggaran berikutnya) dalam
narasi positif.
2. PERBEDAAN ANTARA NARASI NEGATIF TAHUN BERJALAN
DENGAN NARASI POSITIF
TARGET KINERJA YANG
DIINGINKAN HARUS
TERCERMIN DALAM KEBIJAKAN DAN
PROGRAM
YANG
AKAN
DILAKSANAKAN
TAHUN
BERIKUTNYA;
3. KARENA BAB II MENYANGKUT INDIKATOR EKONOMI TAHUN
a.
KONDISIDAN
GEOGRAFIS;
BERJALAN
TAHUN YANG AKAN DATANG, ISI BAB II
DAPAT DIURAI SEBAGAI BERIKUT:
b. GAMBARAN UMUM DEMOGRAFIS;
c.

IPM;

d. PDRB;

Lanjutan ...

1) ATAS DASAR HARGA BERLAKU.


2) ATAS DASAR HARGA KONSTAN.
e. WILAYAH STRATEGIS;
f.

KAWASAN ANDALAN;

g. KONDISI INFRASTRUKTUR FISIK;


3. PENJELASAN ISI BAB II DISUSUN DALAM NARASI PARADOKS,
YAKNI;
a. KONDISI INDIKATOR TAHUN 2008 DINYATAKAN DALAM
NARASI NEGATIF; DAN
b. KONDISI INDIKATOR EKONOMI TAHUN 2009 DINYATAKAN
DALAM NARASI POSITIF.
4. PERBEDAAN ANTARA ISI PENJELASAN NARASI NEGATIF
DENGAN NARASI POSITIF HARUS MENJURUS KE ARAH
MEMUDAHKAN PENENTUAN ISI ARAH KEBJAKAN APBD (BAB
IV KUA);
5. DALAM KENYATAANNYA, ISI BAB II KUA KABUPATEN/KOTA

1. SKPD YANG BERTANGGUNGJAWAB DALAM MENYEDIAKAN


DATA DAN PENYUSUNAN ISI BAB II SEYOGYANYA ADALAH
SKPD YANG:
a. Pelaksanaan tugasnya sangat ditentukan oleh aspek
kondisi geografis,
demografis,
IPM,
PDRB,
wilayah
strategis, kawasan
andalan yang dapat diubah melalui
kebijakan dan pengalokasian
dana APBD;
b. SKPD yang terkait antara lain adalah PU, Perhubungan,
Asisten I, Pertanian dan Perkebunan serta kehutanan;
2. AGAR
DPRD
MUDAH
MENILAI
KEBENARAN
SERTA
KONSISTENSI DATA DAN INFORMASI YANG DISAJIKAN, CARA
PENULISAN BAB II SEBAIKNYA DILAKUKAN DENGAN
MATRIKS YANG DILENGKAPI ANGKA;
3. LANGKAH ALTERNATIF YANG DAPAT DITEMPUH
MENYUSUN BAB II ANTARA LAIN ADALAH SBB:

DALAM

Lanjutan ...

1. SKPD YANG BERTANGGUNGJAWAB DALAM MENYEDIAKAN


DATA DAN PENYUSUNAN ISI DATA GEOGRAFIS DAERAH
ADALAH
PU, PERHUBUNGAN, ASISTENS I, PERTANIAN,
PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN;
2. KONDISI GEOGRAFIS YANG TIDAK DAPAT DIUBAH DAN ATAU
TIDAK AKAN DITANGANI MELALUI APBD TAHUN BERIKUTNYA
TIDAK PERLU DINYATAKAN DALAM KUA;
3. AGAR
DPRD
MUDAH
MENILAI
KEBENARAN
SERTA
KONSISTENSI DATA DAN INFORMASI YANG DISAJIKAN, CARA
PENULISAN BAB II SEBAIKNYA DILAKUKAN DENGAN
MATRIKS YANG DILENGKAPI ANGKA;
4. LANGKAH ALTERNATIF YANG DAPAT DITEMPUH
MENYUSUN BAB II ANTARA LAIN ADALAH SBB:

DALAM

Lanjutan ...
a. KONDISI GEOGRAFIS
NO

INDIKATOR

TAHUN 2008
(Narasi Negatif)

TAHUN 2009
(Narasi Positif)

ARAH KEBIJAKAN
(BAB IV)

RAWAN LONGSOR

4 desa di tiga kecamatan


rawan
longsor
karena
berada
di
kawasan
berkemiringan di atas 20
derajat dan sering mengalai
pembalakan liar.

Meniadakan longsor di
desa pada 2 kecamatan.

2 desa di tiga kecamatan


rawan banjir
karenalebih
rendah dari permukaan air
sungai. .

Meniadakan banjir di 1 desa


dan
mengurangi
dampak
banjir
pada
desa
yang
berikutnya.

1.

1.

2.

RAWAN BANJIR

2.

1.

2.

3.

KONFLIK
PERBATASAN

DESA TERISOLIR
4.

2 desa mengalami konflik


akibat tidak jelasnya batas
antar
desa
sehingga
masyarakat di kedua desa
dimaksud saling mengklaim
DAS sebagai sumber galian
pasir.

Meniadakan konflik antar


desa
akibat
perebutan
sumber galian pasir.

Kondisi jalan menuju 2 desa


sentra
penghasil
produk
perkebunan
rusak
berat
sehingga
menyulitkan
transportasi
produksi
ke

Meningkatkan
kelancaran
arus lalu lintas orang dan
barang dari sentra produksi
menuju pusat pemasaran.

1.

2.

Menangani
masalah
longsor di 2 desa dan 2
kecamatan
melalui
pelaksanaan
program
pengembangan
wilayah
terpadu.
Membentuk
Tim
Lintas
Sektoral
sebagai
penanggung
jawab
pelaksanaan kegiatan.
Menangani masalah banjir
di kedua
desa melalui
pelaksanaan
program
Penanggulangan
Banjir
secara terpadu.
Membentuk
Tim
Lintas
Sektoral
sebagai
penanggung
jawab
pelaksanaan kegiatan.
Menyempurnakan
Perda
tentang
Batas
antar
Wilayah dan Desa;
Melakukan
sosialisasi
tentang Perda Batas Antar
Wilayah/Desa.

Melakukan peningkatan dan


perbaikan ruas jalan dan
jembatan;

Lanjutan ...

1. SKPD YANG BERTANGGUNGJAWAB DALAM MENYEDIAKAN


DAN PENYUSUNAN DATA DEMOGRAFI
ADALAH DINAS
KESEHATAN, KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL TENAGA
KERJA
2. TENTUKAN INDIKATOR YANG AKAN DITANGANI DAN
NYATAKAN KONDISI TERKINI DARI SETIAP INDIKATOR SERTA
ARAH KEBIJAKANNYA;
3. TURUNKAN
JENIS-JENIS
PROGRAM
DILAKSANAKAN SECARA TERUKUR;

YANG

AKAN

4. HINDARI
PENGAJUAN
JENIS
PROGRAM
YANG
TIDAK
MEMBERIKAN PENGARUH TERHADAP SETIAP INDIKATOR
YANG DIPILIH.

b. KONDISI DEMOGRAFIS
NO

INDIKATOR

TAHUN 2008
(Narasi Negatif)

TAHUN 2009
(Narasi Positif)

ARAH KEBIJAKAN
(BAB IV)

Laju
pertumbuhan
murni
penduduk adalah 2.2% per
tahun atau 0.4 % di atas laju
pertumbuhan
rata-rata
nasional.

Menurunkan
laju
pertumbuhan
penduduk
menyamai laju pertumbuhan
nasional.

Angka
kematian
bumil
adalah
37
per
100.000
kelahiran
hidup.
70%
diantaranya
terjadi
di
kalangan
warga
kurang
mampu.

Menurunkan angka kematian


bumil
menjadi
32
per
100.000 kelahiran hidup.

1.

Angka
kematian
bumil
adalah
32
per
1000
kelahiran
hidup.
75%
diantaranya
terjadi
di
kalangan
warga
kurang
mampu.

Menurunkan angka kematian


bumil menjadi 27 per 1000
kelahiran hidup.

1.

1.

2.

3.

4.

5.

Laju Pertumbuhan
Penduduk

ANGKA KEMATIAN
BUMIL

Angka Kematian
Bayi

ANGKA HARAPAN
HIDUP

1.

2.

3.

2.

2.

Meningkatkan
pelayanan
KB;
Memberdayakan PKK dan
tenaga penyuluh lapangan;
Menyediakan
kontrasepsi
di kalangan pasangan usia
subur.
Meningkatkan
pelayanan
kesehatan ibu hamil;
Menyediakan paket layanan
kesehatan
gratis
bagi
pemeriksaan
kehamilan
dan persalinan murah bagi
keluarga kurang mampu.
Meningkatkan
pelayanan
kesehatan balita;
Menyediakan paket layanan
kesehatan
gratis
bagi
balita
dari
keluarga
kurang mampu.

c. KONDISI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)


NO

INDIKATOR

TAHUN 2008
(Narasi Negatif)

TAHUN 2009
(Narasi Positif)

ARAH KEBIJAKAN
(BAB IV)

1.

Tingkat Capaian
Pendidikan

2.

Tingkat Capaian
Kesehatan

3.

Daya Beli
Masyarakat

d. PDRB (HARGA BERLAKU)


NO

INDIKATOR

TAHUN 2008
(Narasi Negatif)

TAHUN 2009
(Narasi Positif)

ARAH KEBIJAKAN
(BAB IV)

1,

....................

2.

....................

3.

....................

4.

....................

5.

....................

6.

....................

e. PDRB (HARGA KONSTAN)


NO

INDIKATOR

TAHUN 2008
(Narasi Negatif)

TAHUN 2009
(Narasi Positif)

ARAH KEBIJAKAN
(BAB IV)

1,

....................

2.

....................

3.

....................

4.

....................

5.

....................

6.

....................

f. WILAYAH STRATEGIS
NO

INDIKATOR

TAHUN 2008
(Narasi Negatif)

TAHUN 2009
(Narasi Positif)

ARAH KEBIJAKAN
(BAB IV)

1,

....................

2.

....................

3.

....................

4.

....................

5.

....................

6.

....................

g. KAWASAN ANDALAN
NO

INDIKATOR

TAHUN 2008
(Narasi Negatif)

TAHUN 2009
(Narasi Positif)

ARAH KEBIJAKAN
(BAB IV)

1,

....................

2.

....................

3.

....................

4.

....................

5.

....................

6.

....................

h. KONDISI INFRASTRUKTUR FISIK


NO

INDIKATOR

TAHUN 2008
(Narasi Negatif)

TAHUN 2009
(Narasi Positif)

ARAH KEBIJAKAN
(BAB IV)

1,

....................

2.

....................

3.

....................

4.

....................

5.

....................

6.

....................

Lanjutan ...

7. BILA PEMDA DAN DPRD BERKENAN MENERIMA USUL INI,


MAKA
FORMAT
PENYUSUNAN
BAB
III
DAPAT
DIMODIFIKASI SESUAI CONTOH TERLAMPIR.

1. PERMENDAGRI No. 59/07 HARUS DIPAHAMI SEBAGAI


ALTERNATIF YANG DAPAT DIMODIFIKASI, BUKAN FORMAT
YANG BERSIFAT HARGA MATI;
2. MODIFIKASI DAPAT DILAKUKAN DALAM RANGKA:
a.
MEMPERTAJAM ISI KUA;
b.
MEMPERKUAT KEDUDUKAN KUA SEBAGAI
DOKUMEN PENENTU
ISI PPAS.
3. KARENA PEMDA KABUPATEN/KOTA MEMAKSAKAN DIRI
UNTUK MENGGUNAKAN FORMAT BAB III KUA SEBAGAIMANA
TERTUANG DI DALAM PERMENDAGRI NO. 59/07, MAKA ISI
BAB III TIDAK MEMILIKI KAITAN FUNGSIONAL YANG RELEVAN
DENGAN ISI BAB IV, TERUTAMA TENTANG ALOKASI
ANGGARAN MASING-MASING SKPD;
4. CONTOH:
a.
Pemilihan Gubernur J awa Timur
yang
berlangsung tahun 2008
tidak
berkaitan
dengan kebijakan alokasi anggaran APBD
Kabupaten/kota Tahun 2009 ;
b.
Laju inflasi tahun 2007 dalam Bab III bahkan

1. PERMENDAGRI 59/07 MENYEDIAKAN 4 (EMPAT)


CONTOH ASUMSI PENYUSUNAN APBD; YAKNI:
a.
b.
c.
d.

BUTIR

ASUMSI DASAR YANG DIGUNAKAN DALAM APBN;


LAJU INFLASI;
PERTUMBUHAN PDRB (MIGAS DAN NON MIGAS);
KEBIJAKAN YANG BERKAITAN DENGAN GAJI PNS).

2. KEEMPAT ASUMSI ITU PERLU DIADAPTASI AGAR SENAFAS


DENGAN DINAMIKA SOSIAL EKONOMI DAERAH, KARENA
ASUMSI TERSEBUT DIGUNAKAN UNTUK PENYUSUNAN APBN;
3. BILA DPRD DAN PEMDA SEPAKAT, MAKA ASUMSI YANG LEBIH
RELEVAN DENGAN KEBUTUHAN PENYUSUNAN APBD ADALAH
SBB:
a. KEBIJAKAN DAN KEBUTUHAN GAJI PNS DAERAH;
b. KEBIJAKAN DAN KEBUTUHAN HAK KEUANGAN DPRD;
c. ASUMSI INFLASI, HARGA BBM DAN KEMUNGKINAN FORCE
MAJEURE.

4. SEMUA PENJELASAN TENTANG BUTIR 1 S/D BUTIR 3 HARUS

1. SUBSTANSI INTI KUA SEYOGYANYA TERCERMIN DALAM BAB


IV;
2. KARENA APBD MEMILIKI 4 (EMPAT) KOMPONEN, MAKA
SEBAIKNYA ISI BAB IV TERDIRI DARI 4 (EMPAT) BAGIAN,
YAKNI:
a.
b.
c.
d.

Kebijakan
Kebijakan
Kebijakan
Kebijakan

Pendapatan;
Belanja;
Pembiayaan;
Asset.

3. KARENA MERUPAKAN PENENTU UTAMA POLA ALOKASI


ANGGARAN, MAKA ISI BAB IV HARUS DIRUMUSKAN DALAM
BAHASA KEBIJAKAN YANG TERUKUR, BUKAN SEKEDAR
PERNYATAAN POLITIS YANG BERSIFAT SANGAT MAKRO;
4. KARENA JUMLAH APBD SERINGKALI BERADA DIBAWAH
TOTAL JUMLAH USULAN SELURUH SKPD, MAKA PEMDA DAN
DPRD
PERLU
MENGAMBIL
KESEPAKATAN
TENTANG
KEBIJAKAN PENYEDIAAN ALOKASI ANGGARAN UNTUK GAJI

SUBSTANSI
KEBIJAKAN UMUM
ANGGARAN (KUA)

KEBIJAKAN
PENDAPATAN

K
U
A

DANA
PERIMBANGAN

PAD

DAU

CELAH
FISKAL

ALOKASI
DASAR

DAK

DR

NON DR

DANA BAGI HASIL

PAJAK

SDA

PAJAK DAERAH
RETRIBUSI DAERAH
HSL PENGELOLAAN KEKAYAAN DRH YG
DIPISAHKAN
LAIN-LAIN PAD YG SAH

LAIN-LAIN
PENDAPATAN SAH

KEBIJAKAN
BELANJA

PU
PERTANIAN
KESEHATAN
PENDIDIKAN
PERDAGANGAN
PERHUBUNGAN
Dsb.

KEBIJAKAN
PEMBIAYAAN

SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN


PENERIMAAN PINJAMAN DAERAH
DANA CADANGAN DAERAH
HASIL PENJUALAN KEKAYAAN DAERAH YANG DIPISAHKAN

KEBIJAKAN
ASET

SERTIFIKASI GEDUNG SEKOLAH, KANTOR CAMAT, KELURAHAN,


PUSKESMAS DAN TANAH MILIK PEMDA
PENARIKAN KEMBALI KENDARAAN BERMOTOR YANG MASIH DIPEGANG
OLEH MANTAN PEJABAT YANG SUDAH PURNA BHAKTI
PENDATAAN ULANG SELURUH INVENTARIS KANTOR, TERMASUK
KOMPUTER YANG DI PEGANG STAF DAN PEJABAT (BARANG MODAL).

1.

KEBIJAKAN PENDAPATAN:
a. Umum.
b. Kebijakan Pengelolaan Dana Perimbangan:
1) Kebijakan Pengelolaan DAU:
a) Celah Fiskal;
b) Alokasi Dasar.
2) Kebijakan Pengelolaan DAK:
a) Dana Reboisasi;
b) Dana Non Reboisasi.
3) Kebijakan Pengelolaan Dana Bagi Hasil.
a) Pajak;
b) Sumber Daya Alam.
c. Kebijakan Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD):
1) Pajak Daerah;
2) Retribusi Daerah;
3) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan;
4) Lain-lain PAD yang Sah.
d. Kebijakan Pengelolaan Lain-lain Pendapatan yang sah:
1) Pendapatan Jasa Giro;
2) Sumbangan Pihak Ketiga.

Lanjutan ...

2. KEBIJAKAN BELANJA:
a. Umum.
b. Belanja Tidak Langsung:
1) Belanja Pegawai;
2) Belanja Bunga;
3) Belanja Subsidi;
4) Belanja Hibah;
5) Belanja Bantuan Sosial;
6) Belanja Bagi Hasil;
7) Belanja Bantuan Keuangan;
8) Belanja Tidak Terduga.
c. Belanja Langsung:
1) Belanja Pegawai;
2) Barang dan Jasa;
3) Belanja Modal.

Lanjutan ...

3.

KEBIJAKAN PEMBIAYAAN:
a. Umum;
b. Penerimaaan Pembiayaan Daerah:
1) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran;
2) Pencairan Dana Cadangan;
3) Penerimaan Kembali Pinjaman Daerah.
c. Pengeluaran Pembiayaan Daerah:
1) Penyertaan Modal (Investasi) Daerah;
2) Pembayaran Pokok Hutang;
d. Kebijakan SILPA.

4.

KEBIJAKAN ASSET
a. Umum;
b. Sertifikasi Gedung Sekolah, Kantor Camat, Kelurahan, Puskesmas dan
Tanah Milik
Pemda;
c. Penarikan kembali kendaraan bermotor yang masih dipegang oleh
mantan pejabat
yang sudah purna bhakti;
d. Pendataan ulang seluruh inventaris kantor, termasuk komputer yang
dipegang Staf
dan Pejabat (Barang Modal).

Lanjutan ...

5.
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH, KENDALA, STRATEGI DAN
PRIORITAS.
a.
b.
c.
d.

Umum;
Kendala Yang Dihadapi;
Strategi;
Prioritas Pembangunan Daerah (Sesuai SKPD).

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS PENDIDIKAN

N
O
1
1.

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda Urusan
Wajib dan Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

Tenaga Pendidikan.

1.
2.

3.

4.
5.

Mengangkat guru baru.


Menempatkan,
melakukan diklat teknis
dan
jabatan;
penjenjangan guru;
Melakukan
mutasi,
promosi
dan
relokasi
guru.
Memberikan
penghargaan, insentif;
Menjatuhkan
hukuman
disiplin;

SASARAN DAN TARGET


KINERJA

PROGRAM/KEGIATAN
4
1.

2.

3.

4.

5.

Kurangnya
jumlah
guru sebanyak 300
orang;
75 orang guru belum
mengikuti pendidikan
Pra-Jabatan;
85 orang guru belum
mengikuti pendidikan
kejuruan Akta III.
Terjadi
kesenjangan
distribusi
jumlah
guru
antar
kecamatan;
Terjadinya
keterlambatan
penerbitan
SK
Pensiun Guru.

5
1.

2.

3.

4.

5.

Tersedianya guru dalam


jumlah
yang sesuai
kebutuhan;
Semua guru mengikuti
diklat pra-jabatan secara
tepat waktu;
Semua guru mengikuti
diklat kejuruan Akta III;
Seimbangnya
distribusi
guru antar kecamatan;
SK Pensiun terbit 6 bulan
sebelum waktu pensiun.

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: KANTOR PERPUSTAKAAN DAN
ARSIP

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS KESEHATAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS PEKERJAAN
UMUM

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
DAERAH

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS PERHUBUNGAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS LINGKUNGAN
HIDUP

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN
SIPIL

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: BADAN KELUARGA BERENCANA

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS SOSIAL

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS TENAGA KERJA DAN
TRANSMIGRASI

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS KOPERASI DAN
UKM

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: KANTOR PEMUDA DAN OLAHRAGA

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: BADAN KESATUAN BANGSA DAN
POLITIK

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DPRD

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: SEKRETARIAT DAERAH

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: SEKRETARIAT DEWAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS PENGELOLAAN KEANGAN DAERAH

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: INSPEKTORAT
KABUPATEN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: KECAMATAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: KELURAHAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: KANTOR PELAYANAN TERPADU

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS PERTANIAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: KANTOR PERKEBUNAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: KANTOR PETERNAKAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: KANTOR KETAHANAN PANGAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS KEHUTANAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS PASAR

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
SKPD: DINAS PERINDUSTRIAN DAN
PERDAGANGAN

N
O

CARA PEMECAHAN MASALAH

URUSAN
(Sesuai Perda
Urusan Wajib dan
Pilihan )

PERMASALAHAN/KENDALA
YANG DIHADAPI

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN DAN TARGET


KINERJA
5

6.

PENJABARAN ALOKASI ANGGARAN SKPD


a. Umum;
b. Pagu Indikatif:
1) Belanja Langsung;
2) Belanja Tidak langsung.

Lanjutan ...
RINCIAN PERMASALAHAN, ARAH KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN
SESUAI URUSAN PEMERINTAHAN
PLAFON ANGGARAN
NO
1

SKPD

BELANJA TIDAK
LANGSUNG

BELANJA LANGSUNG

DINAS PENDIDIKAN
KANTOR PERPUSTAKAAN DAN
ARSIP
DINAS KESEHATAN
RSUD
DINAS PEKERJAAN UMUM
BADAN PERENCANAAN
PEMBANGUNAN DAERAH
DINAS PERHUBUNGAN
DINAS LINGKUNGAN HIDUP
DINAS KEPENDUDUKAN DAN
CATATAN SIPIL
BADAN KELUARGA BERENCANAN
KANTOR SOSIAL
DINAS TENAGA KERJA DAN
TRANSMIGRASI
DINAS KOPERASI DAN UKM
KANTOR PEMUDA DAN OLAHRAGA
BADAN KESATUAN BANGSA DAN
POLITIK
SATUAN POLISI PAMONG PRAJA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
DAERAH

JUMLAH
7

Lanjutan ...

PLAFON ANGGARAN
KODE REK
1

SKPD

BELANJA TIDAK
LANGSUNG

BELANJA LANGSUNG

JUMLAH
7

1. UNTUK MENJAGA KONSISTENSI RKPD DENGAN KUA, MAKA


SEBAGIAN ISI RKPD HARUS DIJABARKAN ULANG DI DALAM
KUA DENGAN CARA MENAMBAHKAN SUB BAB IV D, YAKNI
GAMBARAN KONDISI UMUM DAERAH;
2. GAMBARAN KONDISI UMUM DAERAH SEBAIKNYA DIURAIKAN
DALAM
BENTUK
MATRIKS,
SEHINGGA
PENJABARAN
IMPLIKASINYA TERHADAP RENCANA ANGGARAN DAPAT
DILAKUKAN DENGAN MUDAH;
3. DIDALAM BAB I KUA DINYATAKAN BAHWA KUA INI ADALAH
NDOKUMEN
YANG
DISUSUN
SESUAI
RKPD.
NAMUN
PENJELASAN TENTANG GAMBARAN KONDISI UMUM DAERAH
TIDAK DISAJIKAN .

Lanjutan ...

4. PADA SUB BAB KERANGKA PIKIR, AGENDA POKOK KUA,


SEBAGAIMANA
JUGA
DIURAIKAN
DIDALAM
RKPD,
DINYATAKAN BAHWA AGENDA POKOK DAERAH TAHUN 2010
ADALAH:
A. Pertumbuhan Ekonomi (Pemberdayaan ekonomi rakyat
dalam bidang pertanian, perikanan dan perkebunan,
peternakan, serta sektor usaha kecil dan UKM);
B. Peningkatan kualitas SDM (Pendidikan, kesehatan dan
KB);
C. Infrastruktur
(Jalan
Jembatan
dan
sarana
pendukungnya);
D. Peningkatan kualitas aparatur;
E. Melanjutkan kegiatan pembangunan yang sedang
berjalan;
5. FOKUS PEMBAHASAN DPRD HENDAKNYA DIPUSATKAN PADA
UPAYA
MENEMUKAN
JENIS-JENIS
KEGIATAN
YANG
BERORIENTASI PADA UPAYA PENCAPAIAN BUTIR A s/d E
DIATAS;

NO

AGENDA POKOK

PROGRAM/ KEGIATAN

LOKASI

KELOMPOK
SASARAN

1.

PERTUMBUHAN EKONOMI:
a.
Pertanian;
b.
Peternakan;
c.
Perikanan;
d.
Perkebunan;
e.
Usaha kecil;
f.
UKM;

2.

PENINGKATAN KUALITAS SDM:


a.
Pendidikan
b.
Kesehatan
c.
KB

3.

INFRASTRUKTUR:
a.
Jalan
b.
Jembatan
c.
Sarana Pendukung

4.

PENINGKATAN KUALITAS
APARATUR

5.

KERANGKA EKONOMI MAKRO DAERAH


NO

INDIKATOR

KONDISI 2009

TARGET 2010

KEBIJAKAN/ PROGRAM/
KEGIATAN

1.

PDRB

4,7%

5,2%

2.

KEMISKINAN

18%

15%

3.

4.

5.

ASUMSI DASAR
NO

INDIKATOR

PROYEKSI 2010

ARAH KEBIJAKAN

1.

2.

3.

4.

5.

KEBIJAKAN PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN


NO

INDIKATOR

PROYEKSI 2010

KEBIJAKAN

PROGRAM/
KEGIATAN

1.

PENDAPATAN:

Kebijakan perencanaan pendapatan daerah


yang akan dilakukan pada tahun anggaran
berkenaan;

Target pendapatan daerah meliputi Pendapatan


Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah;

Upaya-upaya pemerintah daerah dalam


mencapai target.

2.

BELANJA:
Kebijakan terkait dengan perencanaan belanja
daerah meliputi total perkiraan belanja daerah;
Kebijakan belanja pegawai, bunga, subsidi,
hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil,
bantuan keuangan; dan belanja tidak terduga;
Kebijakan pembangunan daerah, kendala yang
dihadapi, strategi dan prioritas pembangunan
daerah yang disusun secara terintegrasi dengan
kebijakan dan prioritas pembangunan nasional
yang akan dilaksanakan di daerah.
Kebijakan belanja berdasarkan :

Urusan pemerintahan daerah (urusan wajib


dan urusan pilihan)

Satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

3.

PEMBIAYAAN:

Kebijakan penerimaan pembiayaan;

Kebijakan pengeluaran pembiayaan.

Apa manfaat
modifikasi KUA
beginian ?

1.Mendorong SKPD mengajukan


rencana anggaran secara
terfokus dan terukur;
2.Memudahkan KDH menentukan
pagu anggaran untuk kegiatan
yang mewujudkan visi dan misi;
3.Memudahkan penyusunan laporan
kinerja, baik laporan keuangan
maupun LKPJ.

Lanjutan ...

1. Memudahkan DPRD menjalankan


fungsi anggaran dan menentukan
alokasi anggaran SKPD;
2. Menjamin konsistensi antara KUA
dengan R-APBD;
3. Memudahkan DPRD menilai
LKPJ dan laporan keuangan.

Seberapa sulit
melakukan
modifikasi ini ?

Ah ... Gak repot


koq. Yang penting
ada kemauan. ?

Gimana cara
melakukannya?

Gini caranya ...

1. Usai acara ini, DPRD


menyampaikan kembali Draft
KUA, PPAS dan R-APBD ini
kepda Pemda untuk
dipertajam;
2. Agar Pemda mudah melakukan
penajaman, DPRD sebaiknya
menyampaikan catatan dan
rekomendasi dalam bentuk
KUA dan PPAS hasil
pembahasan DPRD;
3. Bila Pemda mengalami
kesulitan, fasilitator siap
membantu;
4. Semua Fraksi DPRD perlu
bersepakat untuk mendesak
Pemda bersedia melakukan
penajaman ini dalam rangka
membangun rintisan awal
penyusunan APBD yang
terukur.

SUBSTANSI PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

1. GURU
2. GEDUNG
3. BUKU

SEKOLAH

RUMAH KEPALA SEKOLAH

RUMAH PENJAGA SEKOLAH

4. ALAT PERAGA/ALAT BANTU

DIKDASMEN
DIKDASMEN

5. LABORATORIUM
6. MEBELER
7. KURIKULUM (MUATAN LOKAL)
8. MURID DARI KELUARGA MISKIN

SUBSTANSI PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

DISKES
DISKES

RSUD

Puskesmas

Posyandu

Pustu

Rumah Dokter

1.

DOKTER + PARAMEDIS

2.

GEDUNG

3.

MEBELER

4.

OBAT + VAKSIN

5.

PERALATAN KESEHATAN

6.

SANITASI LINGKUNGAN

7.

PERIZINAN DAN PENGAWASAN

RSU SWASTA

APOTIK

TOKO OBAT

INDUSTRI FARMASI

8.

LIMBAH RUMAH SAKIT

9.

PASIEN DARI KELUARGA MISKIN

SUBSTANSI URUSAN PERTANIAN

1. LAHAN
2. BIBIT/BENIH
3. PUPUK

URUSAN
URUSAN
PERTANIA
PERTANIA
N
N

4. PESTISIDA
5. PRODUKSI
6. TEKNOLOGI TEPAT GUNA
7. PEMASARAN
8. PERMODALAN

Lanjutan ...
SEMANGKA KUBUS:
1. Rekayasa genetika:
mengubah warna dari
merah menjadi kuning
dan dari berbiji menjadi
tidak berbiji;
2. Rekayasa bentuk: dari
bulat menjadi kubus;
3. Rekayasa musim: dari
panen 12 bulan setahun
menjadi panen 4 bulan
setahun;
4. Tujuannya membuat
semangka kubus
menjadi komoditi
eksklusif dan dirindukan
pembeli.

A square watermelon of surprise developed now ten several years ago by an assiduous farmer of Kagawa
A square watermelon is announced by Kagawa, and, the about 10 years later, a pyramid watermelon appears from Hokkaido
Several years later, a triangle human face watermelon appears successively from Fukuoka

A square watermelon of surprise developed now ten several years ago by an assiduous farmer of Kagawa
A square watermelon is announced by Kagawa, and, the about 10 years later, a pyramid watermelon appears from Hokkaido
Several years later, a triangle human face watermelon appears successively from Fukuoka

'Onyx' Buatan China Dipasok Ribuan Unit


XP Mobile kembali merilis ponsel Qwerty mirip BlackBerry.
Ponsel edisi ketiga yang dirilis importir ponsel China satu ini,
kini hadir dengan seri mirip Onyx yang dibesut oleh Research in
Motion dari Kanada.
Sama dengan Onyx, ponsel seri XP 8500 dengan dual GSM
900/1800 MHz ini juga menggunakan trackpad sebagai alat
navigasinya. Sebelumnya, XP masih menggunakan trackball,
layaknya navigasi BlackBerry versi terdahulu.
Dengan banderol Rp 699 ribu, XP 8500 mengusung platform
Java 2.0 untuk mendukung akses Facebook dan Twitter melalui
Opera Mini, Yahoo Messenger dan MSN Messenger, serta
konten-konten berbasis Java lainnya.
Untuk tahap awal, ponsel ini dipasok 10 ribu unit untuk
didistribusikan ke seluruh Indonesia. Jumlah ini masih akan
ditambah lagi jika mengingat seri ponsel sebelumnya, XP 8900,
telah dipasarkan 20 ribu unit bersama Telkomsel.
"Untuk XP 8500, kami mematok target penjualan 20 ribu unit
dalam tiga bulan sejak peluncuran," kata Managing Director XP
Mobile, Isra Ruddin, kepada detikINET, Senin (15/2/2010).
Meski masih mengandalkan desain tiruan ponsel ternama
beserta fiturnya, namun Isra menjamin kualitas ponsel XP
Mobile yang dipasarkannya masih cukup bisa diandalkan.
"Ponsel merek lokal tak bisa cuma mengandalkan desain dan
fitur saja. Itu sebabnya, XP Mobile fokus pada kualitas layanan
dan nilai tambah agar tetap diminati pasar Indonesia,"
pungkasnya

DRS. SAHAT MARULITUA, MA


HP. 0811-809-251
E-mail: sahatmrt@yahoo.com
Homepage: