Anda di halaman 1dari 18

Studi Kasus K3

Peningkatan Perilaku Kerja Aman Melalui


Program Behavior Based Safety (BBS)
Observation
di Chevron Wilayah Operasi Kalimantan

Adi Widiyanto
NPM :1006787672

Sebelum tahun 2007, perilaku kerja tidak aman


(unsafe behavior) yang sering dilakukan oleh
pekerja tidak teridentifikasi.
Perilaku kerja tidak aman berpotensi menimbulkan
kecelakaan yang bisa berakibat luka, cacat atau
kematian pekerja
Perilaku kerja tidak aman dapat berupa tindakan
yang tidak aman (unsafe act) dan kondisi tidak
aman (unsafe condition)
Contoh tindakan tidak aman :
- Menaikan beban berat dengan tidak memakai alat
bantu
- Melakukan pengecatan pada ketinggian dengan
tidak memakai
body harness atau tidak memakai scafolding
- Bekerja dengan memakai peralatan listrik tanpa
memakai alat
pelindung yang sesuai

Contoh Unsafe Act

Contoh Unsafe Condition

Penyumbang terbesar dalam perilaku kerja tidak aman adalah


tindakan yang tidak aman (unsafe act).
Pada awal tahun 2007 Chevron meluncurkan program Behavior
Based Safety (BBS) Observation untuk meminimalkan resiko
kecelakaan yang timbul karena perilaku kerja yang tidak aman
(unsafe behavior)
Program BBS Observation ini sejalan dengan salah satu nilai yang
dianut Chevron yaitu :
PROTECTING PEOPLE AND THE ENVIRONMENT
Inti dari BBS Observation ini adalah setiap pekerja dibiasakan
untuk saling peduli terhadap pekerja yang lain dan kemudian bisa
saling memberikan constructive feedback agar perilaku kerja yang
tidak aman (unsafe behavior) bisa diubah menjadi perilaku kerja
yang aman (safe behavior).
Istilah :
Observer : orang yang melakukan observasi
Observee : orang yang di observasi

Prinsip-prinsip dalam BBS Observation adalah :


No name (Tanpa Nama)
Artinya nama pekerja yang diobservasi tidak dituliskan
dalam lembar observasi. Tujuannya adalah untuk
menekankan bahwa BBS observation bukan untuk mencari
kesalahan orang lain, tetapi semata-mata untuk saling
mengingatkan akan perilaku kerja yang tidak aman
No Blame (Tanpa Menyalahkan)
Artinya seorang observer tidak boleh menyalahkan orang
yang di observasi (observee). Yang boleh dilakukan
adalah memberikan penjelasan mengenai perilaku tidak
aman yang telah dilakukan observee dan kemudian
menjelaskan bagaimana melakukan pekerjaan yang aman.
Dengan cara tersebut diharapkan observee dengan
sukarela akan menerima masukan yang diberikan observer
dengan baik dan senang hati
No Sneak Up (Tidak Memata-matai)
Artinya seorang observer tidak boleh melakukan observasi
secara sembunyi-sembunyi. Observer harus
memperkenalkan diri, menyampaikan maksud obeservasi
dan meminta ijin kepada orang yang akan di observasi

BBS

Principle
s

NO
BLA

ME

SNEAK
UP

1.

Posisi Badan

2.

Menggunakan
Badan

3.

Perkakas dan
Peralatan

4.

Fokus

observasi

5.

Prosedur

Area Kerja

6.

Pemelihraan
Lingkungan

7.

Alat Pelindung Diri

8.
9.

Mengemudi

Operasi Kelautan

10.

Observasi Perilaku
Lainnya

Keterangan :
1. Posisi Badan
Yang diamati adalah bagaimana posisi seseorang saat melakukan
suatu pekerjaan ditinjau dari resiko yang mungkin terjadi
2. Menggunakan Badan
Yang diamati adalah bagaimana seseorang menggunakan anggota
badannya dalam bekerja ditinjau dari resiko yang mungkin terjadi
3. Perkakas dan Peralatan
Yang diamati adalah apakah perkakas dan peralatan yang dipakai
sesuai dengan standar perusahaan, bagaimana kondisi fisik
perkakas dan peralatan yang dipakai dan lain-lain
4. Prosedur
Yang diamati adalah apakah seorang pekerja melakukan
pekerjaan sesuai prosedur yang ada, apakah ada SOP dan JSA,
bagaimana komunikasi dengan teman kerjanya dan lain-lain
5. Area Kerja
Yang diamati adalah bagaimana kondisi tempat kerja, seperti
kondisi penerangan, housekeeping dan lain-lain

Keterangan (lanjutan):
6. Pemeliharaan Lingkungan
Yang diamati adalah bagaimana pekerja dalam mencegah
pencemaran lingkungan dan bagaimana penanganan
ceceran limbah
7. Alat Pelindung Diri (PPE)
Yang diamati adalah bagaimana kepatuhan pemakaian PPE
dan bagaimana pengetahuan pekerja tentang PPE yang
standar
8. Mengemudi
Yang diamati adalah bagaimana perilaku pengemudi saat di
jalan, saat parkir dan kepatuhan terhadap peraturan lalulintas
9. Operasi Kelautan
Hampir sama dengan poin no. 8, hanya poin no. 9 ini
berhubungan dengan operasional kapal (boat)
10. Perilaku Lainnya
Perilaku yang tidak masuk kategori 1 9

Urutan dalam BBS observation :


1.

Perencanaan (planning)
Merencanakan di mana kita akan melakukan observasi

2.

Meminta Ijin (Asking Permission)


Meminta ijin kepada observeei dan menjelaskan maksud
observasi

3.
4.

Observasi (Observation)
Melakukan observasi selama observee melakukan kerja
Diskusi dan perbaikan (Discussion and Corrective
Action)
Diskusi timbal balik antara observer dan observee serta
melakukan perbaikan atas perilaku yang tidak aman

Target BBS observation untuk tiap pekerja adalah


minimal 4 kali dalam sebulan

Data BBS Observation di Onshore pada tahun


2010 (Sampai bulan September 2010)
Onshore Top 5 At-risk Per September 2010
1200
1000

965
846

800
600
400
200
0

492
408

395

Lanjutan :
Dari data sampai dengan bulan September 2010
diketahui bahwa ada 5 (lima) perilaku tidak
aman yang sering dilakukan oleh pekerja. Yang
terbesar adalah ketaatan dalam memakai
sarung
tangan
dan
pelindung
lengan(Protecting Hands and Arms) yang
mencapai 31%.
Menjadi tugas dan tanggung jawab HES dan
leader untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan
kepada pekerja agar perilaku yang tidak aman
bisa diturunkan atau bahkan dihilangkan.

Data BBS Observation Perilaku Pengemudi pada


tahun 2010 (Sampai bulan September 2010)
Driving Top 5 At-risk per September 2010
160
140
120

136
113

100
80
60
40
20
0

73
49

48

Lanjutan :
Dari data observasi mengenai perilaku pengemudi
didapatkan 5 (lima) hal utama menyangkut
perilaku tidak aman.
Yang terbesar adalah
ketidakpatuhan pengemudi pada rambu-rambu
lalu lintas, seperti berhenti di tanda STOP, tidak
membunyikan bel di tikungan atau tempat
penyeberangan, melanggar batas kecepatan dan
lain-lain (32%)
Menjadi tugas dan tanggung jawab HES dan
leader untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan
kepada pekerja agar perilaku yang tidak aman
bisa diturunkan atau bahkan dihilangkan

Manfaat apa yang didapat dari


pelaksanaan BBS observation?
BBS

observation merupakan tindakan preventive


untuk mencegah terjadinya incident dan accident
Top management, HES dan leader bisa dengan
cepat mengetahui kondisi yang tidak aman di
lingkungan kerja
Corrective action bisa segera dilakukan dilakukan
Program keselamatan dan kesehatan kerja bisa
terarah dan fokus kepada hal-hal yang
berkonstribusi besar terhadap terjadinya incident
dan accident
Membangun budaya saling peduli antar rekan kerja
Budaya safety yang kuat akan berdampak kepada
citra perusahaan

Contoh
Contoh kartu
kartu
BBS
BBS
Observation
Observation