Anda di halaman 1dari 18

Model Alir Banyak Tahap

(Multistep Flow Model)


&
Contoh-Contoh
Penelitian Terdahulu
Isabella Deliana S 157045022
Frina Anggita Sari 157045023

PENDAHULUAN

Terdapat beberapa model dalam komunikasi


massa yang menggambarkan bagaimana
proses komunikasi massa berlangsung dan
bagaimana dampak yang dihasilkan pada
khalayak.

Menurut Nurudin (2004) bahwa masingmasing model komunikasi massa punya


kesamaan bentuk, meskipun masing-masing
model tersebut juga punya penekanan yang
berbeda satu sama lain, namun prinsipnya
hampir sama.

A. Pengertian Proses
Komunikasi Massa
Komunikasi didefenisikan sebagai suatu
proses, misalnya seorang komunikator
menyampaikan pesan berupa lambanglambang yang mengandung arti, lewat
saluran tertentu kepada komunikan.
Proses komunikasi diawali dengan
komunikator yang menyampaikan pesan
dan diakhiri dengan komunikan yang
menerima pesan.

B. Proses Komunikasi
Massa
Dititik beratkan pada bagaimana media
komunikasi itu mencapai dan
mempengaruhi khalayaknya.
Pusat perhatian kita ditujukan kepada arus
komunikasi massa, dimulai dari pesanpesan yang disampaikan melalui media
massa sampai pada tanggapan atau efek
pesan dari anggota-anggota didalam mass
audience.

C. Model-Model tentang Proses


Komunikasi Massa.

Beberapa perkembangan model komunikasi


massa:
1.teori

jarum suntik (hypodermic needle


theory)
2.model alir satu tahap (one step flow
model)
3.model alir dua tahap (two steps flow
model)
4.model alir banyak tahap (multi step flow
model).

D. Defenisi Model Alir Banyak Tahap (Multi Step


Flow Model

Multi Step Flow Model, mengatakan bahwa ada


hubungan timbal balik yang terus berlanjut antara media
dan khalayak (yang pada dasarnya juga berinteraksi
dengan yang lain).

Teori ini pada dasarnya adalah penggabungan dari


beberapa model (One Step dan Two StepFlow). Dalam
teori ini dikatakan juga bahwa sesorang itu memiliki
pengaruh atau juga dipengaruhi oleh orang lain dalam
menanggapi informasi.

Teori ini juga meyakini bahwa seseorang dapat


mempengaruhi media dengan berbagai cara. Sehingga
teori ini adalah sebuah teori yang akurat dalam
menggambarkan arus media masa kepada khalayak.

Model Alir Banyak Tahap

Pesan-pesan dari media massa tidak seluruhnya


langsung mengenai audience, tetapi pesan tersebut
disampaikan oleh pihak tertentu.

Artinya, pihak tertentu tersebut dikenal dengan


opinion leader. Ada 2 tahap penyampaian pesan dalam
aliran ini yaitu, Pesan media pada opinion leader, dan
Pesan opinion leader pada audience

Model ini menyatakan bahwa lajunya komunikasi dari


komunikator kepada komunikan terdapat jumlah
relay yang berganti-ganti.

Beberapa komunikan menerima pesan langsung


melalui saluran dari komunikator, yang lainnya
terpindahkan dari sumbernya beberapa kali.

Model Alur Banyak Tahap

Lewat model ini, pemirsa menerima pesan-pesan


media massa bisa langsung bisa juga tidak
langsung.
Tidak langsung berarti mereka menerima pesanpesan dari media massa melalui pemimpin opini
atau kontak langsung dengan media massa.
Bahkan individu bisa mendapatkan informasi dari
individu yang lain. Sebagai contoh : seorang
individu menerima pesan melalui pemimpin,
opininya (setelah disebarkan lewat kelompok),
kemudian individu tersebut mencari informasi lain
dari orang lain (individu lain).

Beberapa
Penelitian
Terdahulu Model
Alir Banyak Tahap

Persepsi Masyarakat Terhadap


Pelaksanaan Fungsi Kepala Desa Sebagai
Opinion Leader Di Desa Pewunu Kec. Dolo
Barat Kab. Sigi (St. Shofiyah, 2011)
Analisis persepsi yang dilakukan terhadap
pelaksanaan fungsi Kepala Desa sebagai Opinion
Leader di Desa Pewunu.
Adanya multi interpretasi atas pandangan responden
dalam mendeskripsikan variabel-variabel penelitian.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan
diperoleh gambaran bahwa hanya sebagian
responden/ masyarakat yang beranggapan Kepala
Desa sebagai pengambil keputusan dan pengambil
kebijakan dalam masyarakat Desa Pewunu, tetapi
itupun dalam hal-hal tertentu saja.

Peran Opinion Leader Dalam


Peningkatan Nasionalisme Masyarakat
Perbatasan (Martiani Ubang, 2014)
Dalam Penelitian menemukan bentuknya secara
khusus pada model alir dua tahap dan secara
umum model alir multitahap (banyak tahap).
keberadaan para opinion leader dalam memotivasi
dan mempengaruhi masyarakat tidakmenjadi satusatunya motivator bagi masyarakat disana
Ada juga beberapa orang yang aktif dalam
penggalian informasi dan tidak hanya dari opinion
leader saja.
Mereka juga turut memotivasi diri sendiri setelah
melihat beberapa tayangan atau berita yang
berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari
diwilayah perbatasan.

Hubungan Antara Karakteristik Individu


dan Sikap Terhadap Iklan di Televisi
dengan Perilaku Ibu Rumah Tangga
dalam Menggunakan Produk Detergen
oleh Aisyah (2006)

keberadaan teman dekat ternyata tidak berpengaruh


pada sikap terhadap iklan maupun perilaku
menggunakan produk, baik terhadap ibu rumah
tangga perumahan maupun non-perumahan.
Hal ini dikarenakan topik mengenai detergen tidak
masuk dalam topik obrolan mereka sehari-hari,
padahal menurut model alir banyak tahap (multi step
flow model) pengaruh pesan media massa tidak bisa
dilepaskan dari interaksi sosial individu yang akan
mempengaruhi pendapatnya terhadap suatu hal.

Preferensi Terhadap Merek pada Konsumen


dalam Pembelian Smartphone (Penelitian
terhadap Konsumen Pengguna Apple Iphone,
RIM Blackberry dan Smartphone Berbasis
Google Android)

Hasil penelitian : pembelian smartphone


yang memiliki resiko tinggi & tidak murah
berbeda-beda.
Bagi responden yang sudah memiliki
penghasilan sendiri, mengambil keputusan
untuk dirinya dengan pengaruh dari temanteman terdekat yang sudah menggunakan
smartphone terlebih dahulu.
Responden yang belum berpenghasilan:
pengaruh keluarga sangat menentukan
keputusannya.

News Media In The Age of WikiLeaks : An


Analysis Of International Journalist In A
Globalised Context

Hasil penelitian : era digital telah


memperpendek rantai informasi dari media
massa kepada khalayak, dalam arti
mengurangi tahapan-tahapan yang dilalui oleh
pesan. Pesan pun tak lagi menjadi hal rahasia
milik segelintir orang saja.
Sekalipun informasi yang dibocorkan WikiLeaks
bersifat rahasia dan menarik untuk diungkap,
namun ternyata sempitnya target khalayak
Copenhagen Post dan cakupan lokal membuat
para jurnalis tak banyak terpengaruh informasi
yang ditawarkan WikiLeaks.

PENUTUP
Banyaknya tahap tidak penting, yang penting adalah
menyebarnya pesan-pesan media kepada mass
audience.
Hal ini secara keseluruhan merupakan suatu interaksi
yang amat kompleks. Ada sejumlah variabel yang
bekerja diantara media dan audiens, yang berfungsi
meneruskan dari yang satu kepada yang lain.
Beberapa audiens ada yang menerima secara langsung
dari media, tetapi yang lain menerimanya dari tangan
kedua, ketiga, atau seterusnya.
Dan intinya adalah bahwa model alir banyak tahap ini
bisa dikatakan lebih akurat dibanding model alir yang
lainnya dalam menggambarkan arus pesan media massa
kepada khalayak.

REFERENSI

Aisyah. 2006. Hubungan Antara Karakteristik Individu dan Sikap Terhadap Iklan di Televisi dengan Perilaku Ibu
Rumah Tangga dalam Menggunakan Produk Detergen. Skripsi pada Institut Pertanian Bogor. Bogor : tidak diterbitkan

Black, Jay dan Frederick C. Whitney. 1988. Introduction To Mass Communication (second edition), Wm. C. Brown
Publisher, Iowa.

Kortbk, Allan, et al. 2013. News Media In The Age of WikiLeaks : An Analysis Of International Journalist In A
Globalised Context. Tulisan Ilmiah pada Communication Studies Department of Communication, Business and
Information Technologies Roskilde University. Roskilde : tidak diterbitkan

Nurudin. 2004. Komunikasi Massa. Malang : Cespur

Rienaldo, Yodsa. 2012. Preferensi Terhadap Merek pada Konsumen dalam Pembelian Smartphone (Penelitian
terhadap Konsumen Pengguna Apple Iphone, RIM Blackberry dan Smartphone Berbasis Google Android). Skripsi
pada FISIP Universitas Indonesia. Jakarta : tidak diterbitkan

Shofiyah, St. 2011. Persepsi Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Fungsi Kepala Desa Sebagai Opinion Leader Di Desa
Pewunu Kec. Dolo Barat Kab. Sigi. Jurnal Academica Volume 03 Nomor 01. FISIP UNTAD.

Ubang, Martiani. 2014. Peran Opinion Leader Dalam Peningkatan Nasionalisme Masyarakat Perbatasan. E-Jurnal Ilmu
Komunikasi, Volume 2 Nomor 1. Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNMUL.

Wiryanto .2000. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : PT. Gramedia Jakarta.

Sumber Internet :
http://www.komunikasi.us/index.php/course/perkembangan-teknologi-komunikasi/1403-semua-tentang-media-danefeknya. (diakses tangal 20 April 2016 pukul 10.00 WIB)
http://www.slideshare.net/luchiatri/model-aliran-banyak-tahap. (diakses tangal 20 April 2016 pukul 10.00 WIB)