Anda di halaman 1dari 18

GAMBARAN

FAKTOR-FAKTOR
YANG
MELATARBELAKANGI TINGKAT KECEMASAN
PADA PASIEN GLAUKOMA PRE-OPERASI DI
RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG.

Dosen Pembimbing :
1. Imas Rafiyah, S.Kp.,MNS
2. Efri Widianti, S.Kep.,Ners.,M.Kep

Isara Nur Latifah


220110100021
Fakultas Keperawatan
Universitas
Padjadjaran

Latar Belakang
Glaukoma
merupakan
suatu
kelainan mata
yang ditandai
dengan
meningkatny
a tekanan
bola mata,
atrofi papil
saraf optik,
dan
menciutnya
lapang
pandang.

Penyebab :
bertambah
nya
produksi
cairan mata
oleh badan
siliar dan
berkurangn
ya
pengeluara
n cairan
mata

Penyakit
glaukoma
merupakan
penyebab
kebutaan
kedua
setelah
katarak.

Ilyas, 2004

World Health Organisation (WHO) 2008, pada tahun


1990 terdapat 38 juta jiwa menderita kebutaan
akibat penyakit mata salah satunya
disebabkan
oleh penyakit glaukoma Yang kemudian meningkat
menjadi 45 juta jiwa pada tahun 1996.

Survei Departemen Kesehatan Indonesia tahun


1996, dari 0,2% kebutaan akibat glaukoma, terdapat
0,16% kebutaan pada kedua mata, dan 0,04%
kebutaan pada satu mata (Sianturi, 2004).

RISKESDAS (2007) Di Jawa Barat terdapat 4,5%


mengalami penurunan penglihatan atau low vision
dan sebanyak 1,2% mengalami kebutaan salah
satunya di akibatkan oleh glaukoma.

Salah satu
cara
penyembuhan
penyakit
glaukoma
yang di
anggap lebih
baik adalah
operasi
walaupun
beresiko tinggi
(Ilyas, 2004).

Pembedahan
Trabeculectom
y:
menurunkan
Tekanan
Intrakuler
(TIO)
Dan mencegah
atau
memperlamba
t proses
kerusakan
saraf optik
(Gede et. al. ,
2009).

Kecemasa
n
Carpenito
(2009)

Penelitian Sudrajat, Hernawaty, & Hidayanti (2012) pada 88


responden yang merupakan pasien glaukoma rawat inap :
o 25,00% dalam kondisi normal
o 48,86% mengalami tingkat kecemaan ringan
o 23,86% mengalami tingkat kecemasan sedang
o 2,28% mengalami tingkat kecemaan berat

Boker (2002) faktor-faktor yang melatarbelakangi tingkat


kecemasan pada pasien pre-operasi adalah :
o Usia
o Jenis Kelamin
o Pengalaman Operasi
o Prosedur Operasi
o Lingkungan Operasi

Menurut Sawitri (2008) faktor yang


melatarbelakangi tingkat kecemasan khusus
pre operasi adalah:

o Cemas menghadapi ruangan operasi dan


peralatan
operasi
o Cemas menghadapi body image yang berupa
cacat
anggota tubuh
o Cemas dan takut mati saat di bius
o Cemas bila operasi gagal
o Cemas masalah biaya yang membengkak

Beberapa pasien yang mengalami kecemasan


berat terpaksa menunda jadwal operasi karena
pasien merasa belum siap mental menghadapi
operasi.

Studi Pendahuluan

5 orang
pasien
glaukoma
pre operasi
rawat inap
di RS.
Mata
Cicendo
Bandung

khawatir
dan
cemas
ketika
membayangkan
proses operasi
yang akan dihadapinya, merasa
cemas dan takut bila operasinya
gagal,
takut
penyakitnya
tidak
sembuh setelah dioperasi, khawatir
tidak mampu melihat lagi.

2
orang
pasien
glaukoma
preoperasi lainnya mengatakan
bahwa merasa cemas dan takut
tidak bisa bangun lagi setelah
dibius
3 orang sedih karena harus
membayar mahal untuk operasi
dan
takut
bila
operasinya
gagal.

Rumusan Masalah

bagaimanakah gambaran faktor-faktor yang


melatarbelakangi tingkat kecemasan pada glaukoma preoperasi di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung?

Tujuan Penelitian

Mengidentifikasi faktor usia yang melatarbelakangi


tingkat kecemasan pada pasien glaukoma pre-operasi di
Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung.
Mengidentifikasi faktor jenis kelamin yang
melatarbelakangi tingkat kecemasan pada pasien
glaukoma pre-operasi di Rumah Sakit Mata Cicendo
Bandung.
Mengidentifikasi faktor prosedur operasi yang
melatarbelakangi tingkat kecemasan pada pasien
glaukoma pre-operasi di Rumah Sakit Mata Cicendo
Bandung.
Mengidentifikasi faktor pengalaman operasi yang
melatarbelakangi tingkat kecemasan pada pasien
glaukoma pre-operasi di Rumah Sakit Mata Cicendo
Bandung.
Mengidentifikasi faktor lingkungan yang melatarbelakangi

Manfaat Penelitian

Bagi Institusi Keperawatan


Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
informasi
mengenai
gambaran
faktor-faktor
yang
melatarbelakangi
tingkat
kecemasan
pada
pasien
glaukoma
pre-operasi,
yang
bisa
ditindaklanjuti
kecemasannya oleh perawat di rumah sakit tersebut
supaya faktor yang mempengaruhi kecemasan pada
pasien ini bisa berkurang atau diturunkan.

Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan


Hasil penelitian diharapkan bermanfaat dan dapat
dijadikan sebagai informasi yang berkenaan dengan
kecemasan pre-operasi.

Bagi Peneliti Selanjutnya


Penelitian ini dapat memberikan informasi dan
pengetahuan bagi peneliti khususnya mengenai gambaran
faktor-faktor yang melatarbelakangi tingkat kecemasan

KERANGKA PEMIKIRAN
Pasien glaukoma
pre operasi

KECEMASAN

Faktor-faktor yang
melatarbelakangi
tingkat kecemasan pre
operasi :
Usia
Jenis Kelamin
Prosedur Operasi
Pengalaman Operasi
Lingkungan Operasi

Persentase :
1.
2.
3.
4.

Usia
Jenis Kelamin
Prosedur operasi
Pengalaman
Operasi
5. Lingkungan
operasi

Carpenito, 2009, Boker 2002

Metode
Penelitian

Rancangan Penelitian :
Deskriptif kuantitatif

Variabel
Faktor-faktor yang
melatarbelakangi
tingkat kecemasan
pada pasien
glaukoma pre operasi
Tingkat
kecemasan
pada
pasien
glaukoma
preoperasi

Subvariabel
1. Usia
2. Jenis kelamin
3. Prosedur
operasi
4. pengalaman
operasi
5. lingkungan
operasi

Populasi

Populasi didapatkan
44orang Pasien
Glaukoma Preoperasi yang
sedang di rawat
inap di kelas 2 dan 3
di Ruamah Sakit
Mata Cicendo
Bandung

Sampel

Jumlah sampel
adalah 44 orang.
Teknik
pengambilan
sampel
menggunakan
total sampling

Pengumpulan
Instrumen : 3Instrumen
kuesioner.
1. Karakteristik
responden : terdiri dari usia, jenis kelamin,
Data
pendidikan
terakhir,
pekerjaan,penghasilan,
dan
pengalaman operasi
2. faktor-faktor yang melatarbelakangi tingkat keceasan
3. Kuesioner tingkat kecemasan menggunakan kuesioner
baku dengan APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety
And Information Scale)
Telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas 0,962

Analisa
Data
18-40
tahun usia
dewasa
Usia
Jenis Kelamin
dini
41-50 tahun usia
dewasa
madya
>60 tahun lansia

Sudah
Pengalaman

Pernah
Belum
Pernah

Kecemasan
TINGKATAN
Tidak
Kecemasan

Diketahui dalam bentuk


persentase menggunakan
rumus
SKOR

Ada

Kecemasan Ringan

Laki-laki
Perempua
n

0-6
7-12

Keceasan Sedang

13-18

Kecemasan Berat

18-24

Prosedur pembedahan dan lingkungan operasi


menggunakan rumus mean terlebih dahulu baru
setelah didapat hasil nya
dipersentasekan
menggunakan rumus

=
MEAN

P= 100%
n

DISTRIBUSI FREKUENSI

Hasil Penelitian
Usia

18-40 Tahun =
45,5%
41-60 Tahun =
43,2%
>60
Tahun
=11,4%

Prosedur
Operasi

Rata Rata =
31,71
Persentase =
72,06

Pengalaman
operasi

Jenis
Kelamin

Laki-laki
=
756,8%
Perempuan
43,2%

TidakTingkat
Cemas = 6,8%
Kecemasan
Cemas Ringan=
9,1%
Cemas Sedang =
52,3%
Cemas Berat =
31,8%

Sudah Pernah =
79,5%
Belum Pernah =
20,5%

Lingkung
an
operasi

Rata Rata =34


Persentase
=
77,3

Keterbatasan Penelitian
- peneliti tidak dapat mengontrol responden
apabila
jawaban
yang
diberikan
oleh
responden
tidak
jujur
dalam
mengisi
instrumen atau kuesioner yang di berikan.

Tidak semua responden


dengan
jelas,
sehingga
membacakan angketnya.

dapat melihat
peneliti
harus

Saran
- Bagi Perawat Manager : Mengadakan pelatihan
mengenai
tingkat kecemasan pre operasi
-

Bagi perawat pelayanan : Acuan evaluasi mengenai


kecemasan pre-operasi

Bagi Institusi Pendidikan : Mengadakan Kerjasama


dengan rumah sakit


HATUR NUHUN


crosstabulation