Anda di halaman 1dari 101

PENGANTAR TRANSMISI

LISTRIK TEGANGAN TINGGI


Peralatan Peralatan Distribusi Tenaga Listrik
Power Plant Transmission Distirbusi - Costumer

Alur Sistem Tenaga Listrik


Generator Set (Genset)
Generator

Pada pembangkit Generataor dihubungkan dengan


Turbin,turbin yang berputar akan memutar rotor
generator,putaran rotor pada generator akan
menghasilkan tegangan yang selanjutnya akan di
transmisikan ke gardu induk untuk dinaikkan lagi.
Gardu Induk.
Gardu Induk.

Gardu Induk merupakan sub sistem dari sistem


penyaluran (transmisi) tenaga listrik, atau merupakan
satu kesatuan dari sistem penyaluran (transmisi).
Gardu Induk.
Fungsi : Mentransformasikan daya listrik :
1.Dari tegangan ekstra tinggi ke tegangan tinggi (500 KV/150 KV).

2.Dari tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah (150 KV/ 70 KV)

3.Dari tegangan tinggi ke tegangan menengah (150 KV/ 20 KV, 70


KV/20 KV).

4.Dengan frequensi tetap (di Indonesia 50 Hertz).


Gardu Induk.

1. Untuk pengukuran, pengawasan operasi serta pengamanan


dari sistem tenaga listrik.
2. Pengaturan pelayanan beban ke gardu induk-gardu induk lain
melalui tegangan tinggi dan ke gardu distribusi-gardu
distribusi, setelah melalui proses penurunan tegangan melalui
penyulang-penyulang (feeder- feeder) tegangan menengah
yang ada di gardu induk.
Gardu Induk.

1. Gardu Induk yang menggunakan isolasi gas SF 6 :


2. Gardu induk yang menggunakan gas SF 6 sebagai isolasi
antara bagian yang
3. bertegangan yang satu dengan bagian lain yang
bertegangan, maupun antara bagian yang bertegangan
dengan bagian yang tidak bertegangan.
4. Gardu induk ini disebut Gas Insulated Substation atau Gas
Insulated
5. Switchgear (GIS), yang memerlukan tempat yang sempit
(lihat gambar 2).
Gardu Induk.
Transformator Daya

Berfungsi mentranformasikan
daya listrik, dengan merubah
besaran tegangannya,
sedangkan
frequensinya tetap.
CIRCUIT BREAKER
Disconnecting switch
LIGHT ARRESTER
CURRENT TRANSFORMER
POTENTIAL TRANSFORMER
BUSBAR
PANEL KONTROL
JUST REMIND !!!!!!!
Perlengkapan Gardu Transmisi
1.Busbar atau Rel, Merupakan titik pertemuan /hubungan antara trafo-trafo
tenaga,Saluran Udara TT, Saluran Kabel TT dan peralatan listrik lainnya untuk
menerima dan menyalurkan tenaga listrik/daya listrik.

2.Ligthning Arrester biasa disebut dengan Arrester dan berfungsi sebagai pengaman
instalasi (peralatan listrik pada instalasi Gardu Induk) dari gangguan tegangan lebih
akibat sambaran petir (ligthning Surge).
3.Transformator instrument atau Transformator ukur, Untuk proses
pengukuran Antara lain :
a. Transformator Tegangan, adalah trafo satu fasa yang menurunkan
tegangan tinggi menjadi tegangan rendah yang dapat diukur dengan
Voltmeter yang berguna untuk indikator relai sinkronisasi indikator, dan alat
sinkronisasi.

b.Transformator arus, digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya


ratusan amper lebih yang mengalir pada jaringan tegangan tinggi.
Disamping itu trafo arus berfungsi juga untuk pengukuran daya dan energi,
pengukuran jarak jauh dan proteksi rele proteksi.
c.Transformator Bantu (Auxilliary
Transformator), trafo yang digunakan untuk
membantu beroperasinya secara keseluruhan
gardu induk tersebut.
4.Sakelar Pemisah (PMS) atau Disconnecting Switch (DS),
Berfungsi untuk mengisolasikan peralatan listrik dari peralatan lain
atau instalasi lain yang bertegangan.
5.Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB),
Berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian pada
saat berbeban (pada kondisi arus beban normal atau pada saat
terjadi arus gangguan).
6.Sakelar Pentanahan, Sakelar ini untuk menghubungkan
kawat
konduktor dengan tanah / bumi yang berfungsi untuk
menghilangkan/mentanahkan tegangan induksi pada konduktor
pada saat akan dilakukan perawatan atau pengisolasian suatu
Komponen Pengaman

Kawat tanah, grounding dan perlengkapannya, dipasang di sepanjang jalur


SUTT. Berfungsi untuk mengetanahkan arus listrik saat terjadinya gangguan
(sambaran) petir secara langsung.
Pentanahan tiang Untuk menyalurkan tiang, arus listrik dari kawat tanah
(ground wire) akibat terjadinya sambaran petir. Terdiri dari kawat tembaga
atau kawat baja yang di klem pada pipa pentanahan dan ditanam di dekat
pondasi tower (tiang) SUTT.
Jaringan pengaman, berfungsi untuk pengaman SUTT dari gangguan yang
dapat membahayakan SUTT tersebut dari lalu lintas yang berada di
bawahnya yang tingginya melebihi tinggi yang dizinkan
Bola pengaman, dipasang sebagai tanda pada SUTT, untuk pengaman lalu
lintas udara
TRANSMISI

Transmisi adalah proses penyaluran energi listrik dari satu


tempat ke tempat lainnya, yang besaran Tegangannya adalah
tegangan ultra tinggi (UHV),
tegangan ekstra tinggi (EHV), tegangan tinggi (HV), tegangan
menengah (MHV),dan tegangan rendah (LV).
Kategori sistem distribusi listrik dibagi
menjadi 2, yaitu

1.Sistem Transmisi, dimana saluran tegangan antara 115kV


sampai 800kV
2.Sistem Distribusi, dimana rentangan tegangan antara 120V
sampai 69kV. Distribusi listrik ini di bagi lagi menjadi
tegangan menengah (2,4kV sampai 69kV) dan tegangan
rendah (120V sampai 600V).
1. Saluran Udara (Overhead Lines), saluran transmisi yang
menyalurkan energi listrik melalui kawat kawat yang
Kategori Saluran
digantung pada isolator antara menara atau tiang transmisi. transmisi
Keuntungan dari saluran transmisi udara
antara lain :
1. Mudah dalam perbaikan
2. mudah dalam perawatan
3. mudah dalam mengetahui letak
gangguan
4. Lebih murah

Kerugian :
1. karena berada diruang terbuka, maka cuaca sangat
berpengaruh terhadap kehandalannya, dengan kata lain
mudah terjadi gangguan dari luar, seperti gangguan
hubungan singkat, gangguan tegangan bila tersambar petir,
dan gangguan lainnya.
2. dari segi estetika/keindahan kurang, sehungga saluran
transmisi bukan pilihan yang ideal untuk transmisi di dalam
kota.
2.Saluran kabel bawah tanah (underground cable), saluran
transmisi yang menyalurkan energi listrik melalui kabel yang dipendam
didalam tanah. Kategori saluran seperti ini adalah favorit untuk
pemasangan didalam kota, karena berada didalam tanah maka tidak
mengganggu keindahan kota dan juga tidak mudah terjadi gangguan
akibat kondisi cuaca atau kondisi alam. Namun tetap memiliki
kekurangan, antara lain mahal dalam instalasi dan investasi serta
sulitnya menentukan titik gangguan dan perbaikkannya.
SALURAN UDARA
Macam Saluran Udara yang ada di Sistem
Ketenagalistrikan PLN P3B Jawa Bali

a. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV


b. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV
c.Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)
500 kV
SALURAN KABEL
Pada daerah tertentu(umumnya perkotaan) yang
mempertimbangkan
masalah estetika, lingkungan yang sulit mendapatkan
ruang bebas, keandalan yang tinggi, serta jaringan
antar pulau, dipasang Saluran Kabel.
a. Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 70 kV
b. Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV
c. Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLTT) 150
kV
TOWER

Tower adalah konstruksi bangunan yang kokoh, berfungsi untuk


menyangga/merentang kawat
penghantar dengan ketinggian dan jarak yang cukup agar aman
bagi manusia dan lingkungan sekitarnya.Antara tower dan kawat
penghantar
disekat oleh isolator.
Menurut bentuk konstruksinya,jenis-jenis tower dibagi atas macam 4
yaitu;
- Lattice tower
- Tubular steel pole
- Concrete pole
- Wooden pole
Komponen Saluran Transmisi Tenaga Listrik
Konduktor
Ini hanya kawat berbahan tembaga atau alumunium dengan inti baja
(steel-reinforced alumunium cable/ACSR) telanjang besar yang
terbentang untuk mengalirkan arus listrik.

Jenis-jenis kawat penghantar yang biasa


digunakan antara lain :
1. Tembaga dengan konduktivitas 100%
(cu 100%)
2. Tembaga dengan konduktivitas 97,5%
(cu 97,5%)
3. Alumunium dengan konduktivitas 61%
(Al 61%)
KONDUKTOR
KONDUKTOR
ISOLATOR

Fungsi isolator dapat ditinjau dari 2 (segi), yaitu :


Fungsi dari segi listrik
Untuk menyekat / mengisolasi antara kawat phasa dengan tagangan.
Untuk menyekat / mengisolasi antara kawat phasa dengan kawat phasa.
Fungsi dari segi mekanik :
Menahan berat dari penghantar / kawat.
Mengatur jarak dan sudut antar penghantar / kawat dan kawat.
Menahan adanya perubahan kawat akibat perbedaan temperatur dan angin.
Transmisi Tenaga Listrik adalah : penyaluran tenaga
listrik dari suatu sumber pembangkitan ke suatu sistem
distribusi atau kepada konsumen, atau penyaluran tenaga
listrik antar sistem

Peralatan Utama Sistem Transmisi Listrik


Tegangan Tinggi:
A. Current Carrying / Pembawa Arus
B. Insulation
C. Structure
D. Junction /Penghubung
Standar Tegangan Transmisi di
Indonesia
Bahan konduktor yang dipergunakan untuk saluran energi listrik
perlu memiliki sifat sifat sebagai berikut:

1. Konduktivitas tinggi ACSR


2. Kekuatan tarik mekanik tinggi
3. Berat jenis yang rendah
4. Ekonomis
Jenis-jenis konduktor berdasarkan bahannya:
5. Lentur/ tidak mudah patah
1. Konduktor Jenis Tembaga (BC: Bare copper)
Konduktor ini merupakan penghantar yang baik karena memiliki konduktivitas tinggi dan
kekuatan mekanik yang cukup baik.

2. Konduktor jenis aluminium


Konduktor dengan bahan aluminium lebih ringan daripada konduktor jenis tembaga,
konduktivitas dan kekuatan mekaniknya lebih rendah.Jenis-jenis konduktor alumunium
antara lain:

a. Konduktor ACSR (Alumunium Conductor Steel Reinforced)


Konduktor jenis ini, bagian dalamnya berupa steel yang mempunyai kuat mekanik tinggi,
sedangkan bagian luarnya berupa aluminium yang mempunyai konduktivitas tinggi.
Karena sifat elektron lebih menyukai bagian luar konduktor daripada bagian sebelah
ACSR (Alumunium Conductor, Steel Reinforced), yaitu kawat
penghantar alumunium berinti kawat baja.

ACAR (Alumunium Conductor, Alloy-Reinforced), yaitu kawat


penghantar alumunium yang diperkuat dengan logam campuran.
AAAC (All-Alumunium-Alloy Conductor), yaitu kawat
penghantar yang seluruhnya terbuat dari campuran
alumunium.
b.Konduktor jenis TACSR
(Thermal Aluminium Conductor
Steel Reinforced)
Pada saluran transmisi yang
mempunyai kapasitas penyaluran /
beban sistem tinggi maka dipasang
konduktor jenis TACSR.Konduktor
jenis ini mempunyai kapasitas
lebih besar tetapi berat konduktor
tidak mengalami perubahan yang
banyak, tapi berpengaruh terhadap
sagging.

c. Konduktor jenis ACCC


Konduktor jenis ini, bagian dalamnya berupa
composite yang mempunyai kuat mekanik
tinggi, dikarenakan tidak dari bahan
konduktif, maka bahan ini tidak mengalami
pemuaian saat dibebani arus maupun
wtegangan.Untuk konduktor jenis ini tidak
mengalami korosi cocok untuk daerah
pinggir pantai, sedangkan bagian luarnya
berupa aluminium yang mempunyai
konduktivitas tinggi. Konduktor jenis ini
dipilih karena memiliki karakteristik high
AAC (All-Alumunium Conductor), yaitu kawat penghantar yang
seluruhnya terbuat dari alumunium.
Tingkat Konduktivitas adalah
Tembaga dengan konduktivitas 100% (CU 100%)
Tembaga dengan konduktivites 97,5% (CU 97,5%)A
Aluminium dengan konduktivitas 61% (Al 61%).
Kawat penghantar aluminium terdiri dari berbagai jenis dengan lambing sebagai
berikut:

Just Remind !!!!!!!!!!!!!!!!!!


AAC =All-Aluminium Conductor, yaitu kawat penghantar yang seluruhnya
terbuat dari aluminium.
AAAC = All-Aluminium-Alloy Conductor, yaitu kawat penghantar yang
seluruhnya terbuat dari campuran aluminium.
ACSR = Aluminium Conductor, Steel-Reinforced, yaitu kawat penghantar
aluminium berinti kawat baja.
ACAR = Aluminium Conductor, Alloy-Reinforced, yaitu kawat penghantar
aluminium yang diperkuat dengan logam campuran
ConductorJoint (Midspan Joint)

Sambungan konduktoradalah material untuk menyambung


konduktor penghantar yang cara penyambungannya dengan alat
press tekanan tinggi.

Sambungan (joint) harus memenuhi beberapa syarat


antara lain:
1. Konduktivitas listrik yang baik
2. Kekuatan mekanik yang besar

Ada 2 jenis teknik penyambungan konduktor penghantar


ACSR, TACSR& ACCC, yaitu:
1. Sambungan dengan puntiran (sekarang sudah jarang
dipergunakan)
2. Sambungan dengan press

Sambungan konduktor penghantar dengan press terdiri


dari:
a. Selongsong steel, berfungsi untuk menyambung steel atau
bagian dalam konduktor penghantar ACSR &TACSR.
b. Selongsong aluminium berfungsi untuk menyambung
aluminium atau bagian luar konduktor penghantar ACSR &TACSR.
Bagian sambungan konduktor penghantar (a) Selongsong Steel
(b) Selongsong alumunium (c) Selongsong steel ACCC (d)
Selongsong alumunium ACCC
Jumper
(Penghubung)
Jumper Conductor digunakan sebagai
penghubung konduktor pada tiang
tension. Besar penampang, jenis bahan,
dan jumlah konduktor pada konduktor
penghubung disesuaikan dengan
konduktor yang terpasang pada SUTT/
SUTET tersebut.
Isolasi
Insulation berfungsi untuk mengisolasi bagian yang bertegangan dengan bagian yang
tidak bertegangan/ ground, baik saat normal continous operation dan saat terjadi surja
(termasuk petir) didalam saluran transmisi.

Isolator pada sistem transmisi tenaga listrik disini berfungsi untuk penahan bagian
konduktor terhadap ground. Isolator disini bisanya terbuat dari bahan porseline, tetapi
bahan gelas dan bahan isolasi sintetik juga sering digunakan disini. Bahan isolator
harus memiiki resistansi yang tinggi untuk melindungi kebocoran arus dan memiliki
ketebalan yang secukupnya (sesuai standar) untuk mencegah breakdown pada
tekanan listrik tegangan tinggi sebagai pertahanan fungsi isolasi tersebut. Kondisi nya
harus kuat terhadap goncangan apapun dan beban konduktor

Isolasi udara berfungsi untuk mengisolasi antara bagian yang bertegangan


dengan bagian yang tidak bertegangan/ ground dan antar fasa yang bertegangan
secara elektrik. Kegagalan fungsi isolasi udara disebabkan karena breakdown voltage
yang terlampaui (jarak yang tidak sesuai, perubahan nilai tahanan udara, tegangan
lebih), dan isolasi udara (ground clearance) mempunyai jarak bebas minimum yaitu
jarak terpendek antara penghantar SUTT/ SUTET dengan permukaan tanah, benda
benda dan kegiatan lain disekitarnya, yang mutlak tidak
boleh lebih pendek dari yang telah ditetapkan demi
Sesuai fungsinya, insulator yang baik harus memenuhi sifat:
Klasifikasi insulator
berdasarkan bentuk

1. Insulator Piring
Dipergunakan untuk insulator penegang dan insulator gantung, dimana
jumlah piringan insulator disesuaikan dengan tegangan sistem

Insulator piring (a) tipe


clevis
(b) tipe ball-and-socket

Bagian2 Insulator
Piring/Pasak
2. Insulator
Tipe Post

Dipergunakan sebagai tumpuan dan


memegang bagi konduktor diatasnya untuk
pemasangan secara vertikal dan sebagai
insulator dudukan.Biasanya terpasang pada
tower jenis pole atau pada tiang sudut.
Dipergunakan untuk memegang dan
menahan konduktor untuk pemasangan
secara horizontal.
3. Insulator long rod

Insulator long rod adalah insulator porselen atau komposit yang digunakan untuk
beban tarik.
Klasifikasi Insulator berdasarka cara
pemasangan

1. Insulator I 2. V String 3. Horinsontal


String string

5. Quadruple
String
4. Double
string
Insulation pada Transmisi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Ceramic Insulator
2. Non ceramic insulator
3. Isolasi udara ( ground clearance ) disekitar kawat penghantar.

Ceramic Insulator (Insulator Keramik)


Ceramic insulator adalah media penyekat antara bagian
yang bertegangan dengan yang tida bertegangan atau
ground secara elektrik dan mekanik. Pada SUTT /
SUTET,
insulator berfungsi untuk mengisolir konduktor fasa dengan
tower / ground.Insulator keramik terbuat dari bahan
porselen yang mempunyai keunggulan tidak mudah
pecah, tahan terhadap cuaca. Dalam penggunaannya
insulator ini harus di glasur. Warna glasur biasanya coklat,
dengan warna lebih tua atau lebih muda. Hal itu juga
berlaku untuk daerah dimana glasur lebih tipis dan lebih
terang, sebagai contoh pada bagian tepi dengan radius
kecil. Daerah yang di glasur harus dilingkupi glasur halus
dan mengkilat, bebas dari retak dan cacat lain.
Non Ceramic Insulator

a. Insulator gelas/ kaca

Digunakan hanya untuk insulator jenis piring. Bagian gelas harus bebas
dari lubang atau cacat lain termasuk adanya gelembung dalam gelas.
Warna gelas biasanya hijau, dengan warna lebih tua atau lebih muda.
Jika terjadi kerusakan insulator gelas mudah dideteksi.

b. Insulator Polymer

Insulator polymer dilengkapi dengan mechanical load-bearing


fiberglass rod, yang diselimuti oleh weather shed polimer
untuk mendapatkan nilai kekuatan eletrik yang tinggi.

Komponen utama dari insulator polymeryaitu:

a. End fittings
b. Corona ring(s)
c. Fiberglass-reinforced plastic rod
d. Interface between shed and sleeve
e.Weather shed
Konstruksi Saluran Tiang Penyangga

Suatu menara/ tower listrik harus kuat terhadap beban


yang bekerja, antara lain
- Gaya berat tower dan kawat penghantar (gaya tekan)
- Gaya tarik akibat rentangan kawat
- Gaya angin akibat terpaan angin pada kawat maupun
badan tower.
Bentuk Bentuk Tower
Protection

Protection SUTT/ SUTET adalah pengaman instalasi dari gangguan petir, getaran/ stres
mekanis yang ditimbulkan oleh angin, ancaman/ kemungkinan gangguan akibat manusia,
gangguan dari luar (tertabrak pesawat udara, terjun payung dan lain - lain) dan juga pengaman
dari urat konduktor putus.

1. Arcing Horn

Alat pelindung proteksi petir yang paling sederhana adalah arcing horn. Arcing horn
berfungsi memotong tegangan impuls petir secara pasif (tidak mampu memadamkan follow
current dengan sendirinya). Arcing horn terpasang pada SUTT/ SUTET yaitu:

Arcing horn sisi penghantar Arcing horn sisi tower


Bentuk lain arching horn
Transmision Line Arrester (TLA)

Pada dasarnya Jalur transmisi dirancang dengan baik sehingga kebal


terhadap sambaran petir. Parameter penting dalam desain tower adalah
geometeri, ketinggian, shiled wire dan tingkat pentanahan tower. Namun
dalam beberapa kasus tidak mungkin untuk merancang dengan sempurna,
hanya solusi optimal yang dapat dilakukan. Optimalisasi ini berdasarkan
keseimbangan biaya dari desain dan outage yang dapat ditoleransi.
Mengingat geografis jalur transmisi memiliki life cycle dan kebutuhan
pelanggan terhadap tingkat pelayanan semakin tinggi. Sementara
perubahan desain jalur transmisi biasanya mahal, memasang arrester petir
pada saluran transmisi TLA merupakan solusi yang efektif untuk
meningkatkan reliability sistem.

Sebuah transmission lightning arrester harus mampu bertindak sebagai


insulator, mengalirkan beberapa miliampere arus bocor ke tanah pada
tegangan sistem dan berubah menjadi konduktor yang sangat baik,
mengalirkan ribuan ampere arus surja ke tanah, memiliki tegangan yang
lebih rendah daripada tegangan withstand string insulator ketika terjadi
tegangan lebih, dan menghilangan arus susulan mengalir dari sistem
Gangguan Sistem Tenaga Listrik

Pada dasarnya suatu sistem tenaga listrik harus dapat beroperasi secara
terus menerus dalam keadaan normal, tanpa gangguan. Gangguan dapat
disebabkan sbb:
1. Gangguan karena kesalahan manusia
Gangguan dari sistem seperti faktor ketuaan,
arus lebih, tegangan lebih
2. Gangguan dari luar seperti cuaca, gempa,
banjir, petir, binatang, pohon, dll

Jenis gangguan bila ditinjau dari sifat dan penyebabnya dapat dikelompokkan sbb:
1. Beban lebih lebih, ini disebabkan karena memang keadaan pembangkit yang kurang dari
kebutuhan bebannya.
2. Hubung singkat, jika kualitas isolasi tidak memenuhi syarat, yang mungkin disebabkan faktor
umur, mekanis, dan daya isolasi bahan isolator tersebut.
3. Tegangan lebih yang lebih, membahayakan isolasi peralatan di gardu. Gangguan stabilitas,
karena hubung singkat yang terlalu lama.
Jenis-jenis gangguan
Jenis gangguan bila ditinjau dari sifat dan
penyebabnya dapat dikelompokkan sbb:
Beban lebih lebih, ini disebabkan karena memang keadaan
pembangkit yang kurang dari kebutuhan bebannya.
Hubung singkat, jika kualitas isolasi tidak memenuhi syarat, yang
mungkin disebabkan faktor umur, mekanis, dan daya isolasi bahan
isolator tersebut.
Tegangan lebih yang lebih, membahayakan isolasi peralatan di gardu.
Gangguan stabilitas, karena hubung singkat yang terlalu lama.

Penyaluran Daya Listrik

KARAKTERISTIK LISTRIK DARI


SALURAN TRANSMISI
KARAKTERISTIK SALURAN TRANSMISI

Konstanta konstanta saluran


Tahanan (R)
Induktansi (L)
Konduktansi (G)
Kapasitansi (C)
Untuk Saluran Udara, G sangat kecil, untuk memudahkan perhitungan
dapat diabaikan, pengaruhnya masih dalam batas yang di dapat
diabaikan
Tahanan
= Resistivias
l
R L = Panjang kawat
A A = Luas penampan
Karena kebanyakan kawat penghantar adalah kawat pilin, maka terdapat faktor koreksi
panjang sebesar
1 : untuk konduktor padat
1.01 : Konduktor pilin yang terdiri 2 lapis
1.02 : Knduktor pilin lebih dari 2 lapis

Mikro Ohm cm (pada berbagai temperatur)


Material 0 20 25 50 75 80 100
Cu 100% 1.58 1.72 1.75 1.92 2.09 2.12 2.26
CU97.5% 1.63 1.77 1.8 1.97 2.14 2.18 2.31
Al 61% 2.6 2.83 2.89 3.17 3.46 3.51 3.74
Pengaruh suhu terhadap Tahanan

Rt 2 Rt1 [1 t1(t 2 t1 )] t

Rt 2 T0 t 2 t2
t1
Rt1 T0 t1
R t2 = tahanan pada temperatur t2
R1 R2 R
R t1= tahanan pada temperatur t1
To
t1 = koeffisien tahanan pada temperatur t1

1
T0 t1
t1
T0= Temperatur dimana tahanan kawat = 0
Tahanan

20 = koeffisien temperatur dari


tahanan pada 20 o C
Tembaga (Cu) 100% mempunyai 20= 0.00393

To = (1/0.00393) 20 =234.5 oC

Material 20 (x 10-3) To ( oC)


Cu 100% 3.93 234.5
CU97.5% 3.83 241.0
Al 61% 4.03 228.1
Skin Effect

Pengaruh impedansi yang makin


membesar pada pusat konduktor
atau pengaruh impedansi yang
tergantung pada kerapatan
konduktor sehingga mengakibatkan
harga tahanan effektifnya akan lebih
besar .
Tahanan

Sistem DC

5A 10 Ohm L

15 A 5A 10 Ohm L

5A 10 Ohm

P = 3 I2R = 750 W
Req = P/(I2) = 750/225 = 3.33 Ohm
R DC = 3.33 Ohm
Tahanan

Sistem AC

5.5 A 10 Ohm L

15 A 4A 10 Ohm L

5.5 A 10 Ohm

P = 2x5.52x10 + 42x10 = 765 W


Req = P/(I2) = 765/225 = 3.4 Ohm
R AC = 3.4 Ohm
INDUKTANSI DAN REAKTANSI INDUKTIF DARI
RANGKAIAN FASA TUNGGAL

Untuk penurunan rumus induktansi dan reaktansi induktif


konduktor, diabaikan 2 faktor :
1.Effect Kulit (Skin effect)
2.Effect Sekitar (proximity effect)
Induktansi
d

dt di
Dengan permeabilitas yang konstant Li e L
dt
d
dan L
di
Adanya flux magnet pada saluran
Fluks magnet mempunyai hub linier dengan arus dan permeablitasnya
konstant, maka


L Li Untuk AC LI
i
dan I Sephasa
L riel
Induktansi

d

dt
Konduktor 1 arusnya I1 Konduktor 2 : 21

Konduktor 2 arusnya I2 Konduktor 2 : 12

Timbul mutual Induktance


Dua Konduktor / Kumparan

12 21
M 12 ; M 21
1 2

I2 I1
M 12 M 21 M
Induktansi disebabkan fluksi dalam
ds
mmf H ds I
Fluksi
Dari gambar disamping, jarak x
dan intensitas Magnetnya Hx
H x ds I x
dx
2 x H x I x
Kerapatan arus uniformnya
Intensitas medan magnet
x 2
Ix I dengan jarak x
r 2
x
2 Hx I
x 2 r 2
2 x H x 2 I
r
Induktansi disebabkan fluksi dalam
ds
Kerapatan Fluks
Fluksi
x
Bx H x I
2 r 2

r o ; r relatif permeability dx

o 4 10 7 H / m

Pada elemen setebal dx


x
fluksi / m d I dx
2 r 2
Induktansi disebabkan fluksi dalam
ds
Fluksi yang melingkari/m disebabkan fluksi dalam
element Fluksi

x2 I x3
d d
r 2
2 r 4 dx

r
I x3 I
int I dx
0
2 r 4
8
Jika r 1 dan o 4 10 7 H / m
1 1
int I 10 7
dan L 10 7
H /m
2 2
Flux Melingkar antara 2 titik Luar Konduktor
P1
Arus pada konduktor I, Intensitas medan magnet pada D1
elemen yang berjarak x adalah Hx
Mmf keliling elemen : I D2
2 x H x I x ; H x
2 x P2
I
Kerapatan flux Bx dx
2x Induktansi yang didapat terhadap fluksi
yang terkandung antara P1 dan P2
I
d dx 12
2 x L12
D2 I
I
12 2 x dx
D1 L12 2.10 7 ln
D2
H /m
D1
I D
ln 2 atau
2 D1
D D2
2.10 7
I ln 2 L12 0,7411. log mH / mile
D1 D1
Induktansi Saluran 1 phasa 2 Kawat
r2

Fluks External D2 D
7 r1
L1 ext 2.10 . ln
r1
Fluks Internal
1
L1 int .10 7
1

L1= L1int+ L1ext 2 dengan r1 ' r1 4

D
maka L1 2.10 7. ln H /m
r '1
1 D
L1 ( 2. ln ) 10 7 D
2 r1 atau L1 0.7411. log mH / mile
r '1
1 D D D
2.10 7 ( ln ) L2 2.10 7. ln danL2 0.7411. log
4 r1 r '2 r '2
1 Seluruh circuit (2 kawat)
D
2.10 7 (ln 4
ln ) L L1 L2
r1 D
L 4.10 7. ln H /m
D r'
2.10 7 (ln )

1 D
L 1.4822. log mH / m
r1 4
r'
Induktansi untuk satu kawat/konduktor

7 D
L 2.10 Ln H/m
r'

D
L 0,7411.Log mH/mile
r'
Fluksi Untuk suatu kelompok Konduktor
D1p
KOnduktor 1,2,3,..n 1
D2p
2
D3p
Arus2 : I1, I2, I3, In 3
Dnp
Jarak2 : D1p, D2p, D3p, Dnp Jadi
n
D1 p D2 p Dnp
Dari pers2 terdahulu 1 p 2.10 7[ I1 ln I 2 ln .... I n ln ]
r1 ' D12 D1n
1 1 1
1 p 2.10 7[ I1 ln I 2 ln .... I n ln
1 D r1 ' D12 D1n
1 p1 [ .I1 2.I1 ln 1 p ].10 7 I1 ln D1 p I 2 ln D2 p ...... I n ln Dnp ]
2 r1
D1 p I 0 jadi I1 I 2 ... I n 0
1 p1 2.10 7 I1 ln I1 I 2 ... I n 1 I n
r1 ' 1 1 1
1 p 2.10 7[ I1 ln I 2 ln .... I n ln
D2 p r1 ' D12 D1n
1 p 2 2.10 7
I 2 ln
D1 p D1 p D2 p D( n 1) p
I1 ln I 2 ln ...... I n 1 ln
Dnp Dnp Dnp
Demikian untuk semua konduktor Secara umum D1 p D2 p D3 p ........... Dnp
1 1 1
1 2.10 7[ I1 ln I 2 ln .... I n ln
r1 ' D12 D1n
Induktansi antara 2 kelompok konduktor

Konduktor X terdiri dari n filament, juga konduktor


Y sedang arus dalam kedua kelompok terbagi
merata
I Iy
Daa Ia x dan I a'
n n

Sedang I x I y Ix Iy I

maka I 1 1 1 I 1 1 1
a 2.10 7 ( ln ln .... ln ) 2.10 7 (ln ln ...... ln )
n ra ' Dab Dan n Daa ' Dab ' Dan '

sehingga n Daa Dab ' .....Dan


a 2.10 7
I (ln
n ra ' Dab Dac .....Dan
Induktansi antara 2 kelompok konduktor

a a
La
Ia I
n
n D aa' .....D an
La 2.n.10 7 ln
n ra '.......D an

analog
La Lb Lc .........Ln
Lrata 2 GMD
n L y 2.10 7 ln H /m
L L Lb ...........Ln GMR
Lx r a GMD
n n2 L y 0,7411 .log mH / mile
sehingga GMR

7
n2 (D aa' D ab' ....D an ).........( D na' D nb' ...D nn ) Untuk satu phasa 2 kelompok konduktor
Lx 2.10 ln
n2 ( D aa D ab ....D an )...........( D na D nb ....D nn )

L Lx L y
GMD
Lx 2.10 7 ln H /m
GMR
Lx 0,7411.log
GMD
mH / mile GMD = Dm = geometric mean distance
GMR GMR = Ds = geometric mean radius
Geometric Mean Distance

D1
D2 GMD 4 D1D 2 D 3 D 4
D3
D4

GMD = Dm = geometric mean distance


GMR = Ds = geometric mean radius
Contoh soal
Suatu saluran transmissi satu phasa, konduktor phasanya terdiri dari tiga konduktor solid
dengan jari2 masing-masing 0,1 sedang konduktor netralnya terdiri dari dua konduktor solid
dengan jari2 masing2 0,2. Konfigurasinya seperti ditunjukkan dalam gambar. Tentukan
induktansi masing2 sisi dan induktansi saluran satu phasa tersebut.
20 20
o o o sisi X

O O sisi Y
30
Induktansi jaringan tiga phasa dengan jarak simetri

a
Ia +Ib + Ic = 0

D Ia = - ( Ib + Ic )
D
c D
D b La 2.10 7 ln H /m
r'
Dari persamaan terdahulu,utk konduktor a D
La 0,7 411 .log mH / mile
r'
1 1 1
a 2.10 7 ( I a ln I b ln I c ln ) Dng banyak konduktor
r' D D (stranded conductor)
1 1 GMD
a 2.10 7 I a (ln ln ) La 2.10 7 ln
GMR
H /m
r' D
GMD
D La 0,7411.log mH / mile
a 2.10 7 I a ln GMR
r' simetri La Lb Lc
Jaringan 3 phasa dengan letak konduktor tak simetri

transposisi

Konduktor a pada posisi 1, b 2 & c 3 Karena Ia = - (Ib+Ic)


2 1 1
1 1 1 a .10 7 I a (3ln ln )
a1 2.10 7
( I a ln I b ln I c ln ) 3 r' D12 D 23 D 31
r' D12 D 31
D12 D 23 D 31
a 2, b 3 & c 1 a 2.10 7 I a ln
r'
1 1 1
a 2 2.10 7 ( I a ln I b ln I c ln ) Induktansi rata2 per phasa
r' D 23 D12 D eq
La 2.10 7 ln H /m
a 3, b 1 & c 2 r'
1 1 1 D eq
a 3 2.10 7 ( I a ln I b ln I c ln ) La 0,7411.log mH / mile
r' D 31 D 23 r'
atau
1
a ( a1 a 2 a 3 ) GMD
3 L 2.10 7 ln H /m
GMR
2 1 1 1
a .10 7 (3I a ln I b ln I c ln ) L 0,7411.log
GMD
mH / mile
3 r' D12 D 23 D 31 D12 D 23 D 31 GMR
Contoh soal
o Suatu saluran tiga phasa single circuit 60 HZ spt gb
samping , masing2 konduktornya diameternya
4,5 4,5
0,258 in.
o o
Tentukan :besar induktansinya dan reaktansi
8 induktifnya per phasa per mile

Dari contoh diatas bila masing2 konduktornya adalah No.2 single strand hard drawn
copper.
Tentukan besar induktansinya dan reaktansi induktifnya per phasa per mile
Penggunaan tabel

GMD
X L 2fL 2f .0,7411.10 3 Log / mile
GMR
GMD
X L 4,657.10 3 fLog
GMR
Reaktansi
X L 4,657.10 3
induktif
fLog
1
4,657.10 3 fLogGMD
GMR
dimana
1
4,657.10 3 fLog Induktive reactance at 1 ft spacing
GMR
sedang
4,657.10 3 fLogGMD Indictive reactance spacing factor
Jaringan 3 phasa double circuit

Bila diadakan transposisi seperti gambar diatas didapatkan

D eq 3 Dab Dbc Dca


Dab = GMD antara phasa a&b posisi 1 = 4 dgdg dg
Dbc = GMD antara phasa b&c posisi 1 = dg
Dca = Gmd antara phasa c&a posisi 1 = 2dh
Jaringan 3 phasa double circuit

1 1 1 1
Deq 2 6
d 2
g 3
h 6

GMR dari masing2 konduktor phasa a=r , GMR pada posisi 1 untuk seluruh phasa yang terdidi atas
konduktor2 a dan a :
Ds1 4 r ' fr ' f r' f

pada posisi 2 Ds 2 4
r ' hr ' h r' h
pada posisi 3 Ds 3 4 r ' fr ' f r' f
1 1 1
GMR Ds 3 Ds1 Ds 2 Ds 3 ( r ' ) 2
f 3
h 6

Induktansi per phasa GMD


L 0,7411.log
GMR
L 0,7411.log 2 (g mH / mile / ph
1 1 1
6
(d ) 2
) 3
r' f
masing2 konduktor
L 0,7411.log 2 )( g ) mH / mile / kond
1 2
3
(d 3
r' f
KAPASITANSI
Konduktor bermuatan Q

+
+Q + x D.ds Q
+ Jarak x dari pusat konduktor, besar kerapatn flux elektrik
+

Q
D.2x Q D
Sedang intensitas medan listrik 2x
D Q
E
2x
r 0
0 permitivitas udara
0 8,85.10 12 F / m
Beda potensial P1 P2
P1

D1
D1

Q V12 E.dx
D2
D2

Q D2
P2 V12 ln
2 D1
Kapasitansi saluran 2 kawat/konduktor

Qa
Jari-jari masing-masing konduktor ra & rb,
Qb muatannya Qa & Qb dan jaraknya D
1 D r
Vab (Qa ln Qb ln b )
2 ra D
Qa Qb
D Qa D r
Vab (ln Qb ln b )
2 ra D

sehingga
Qa D2 dengan r 1
Vab ln 0,0388
2 ra rb Cab F / mile
ln D
2
Q 2
Cab a F /m r a rb
Vab
ln D
2
r a rb ra rb Cab
0,0194
F / mile

ln D
r
Kapasitansi saluran 2 kawat/konduktor

Jika seimbang

Can Cbn
Can 2Cab
0,0388
C F / mile
a
log D
r
b

/////////////////////////////////
Kapasitansi antara 2 kelompok konduktor

a b

0,0194
Cab F / mile
GMD
D log
GMR

0,0388
C F / mile
GMD
log
GMR
Kapasitansi jaringan tiga phasa dengan jarak simetri

a
Jarak masing2 D, jari2 konduktor masing2 r dan muatan masing2
Qa, Qb & Qc
D D
c 3Qa D
D b Vab Vac ln
2 r
1 D r D Vab Vac 3Van
Vab (Qa ln Qb ln Qc ln )
2 r D D
Qa D 2
Vac
1
(Qa ln
D
Qb ln
D r
Qc ln )
Van ln Cn F /m
2 r D D 2 r ln D
r
1 D r 0,0388
Vab Vac 2Qa ln (Qb Q c )ln r 1 Cn F / mile
2 r D log D
r
Bila disekitarnya tidak ada muatan untuk kelompok konduktor
Qa Qb Qc O 0,0388
C F / mile
Qa (Qb Qc ) GMD
log
GMR
Jaringan 3 phasa dengan letak konduktor tak simetri

transposisi

Konduktor a pada posisi 1, b 2 & c 3


1 D12 r D
Vab (Qa ln Qb ln Qc ln 23 )
2 r D12 D 31
a 2, b 3 & c 1
1 D 23 r D
Vab (Qa ln Qb ln Qc ln 31 )
2 r D 23 D12
a 3, b 1 & c 2
1 D 31 r D
Vab (Qa ln Qb ln Qc ln 12 )
2 r D 31 D 23
maka
1 D12 D 23 D 31 r3 D D D
Vab (Qa ln Qb ln Qc ln 12 23 31 )
6 r D12 D 23 D 31 D12 D 23 D 31
Jaringan 3 phasa dengan letak konduktor tak simetri

1 D eq r Saluran tiga phasa seimbang


Vab (Qa ln Qb ln )
2 r D eq
Qa Qb Qc 0
dimana
Qa (Qb Q ) c
D eq 3 D12 D 23 D 31 3 D eq
3Van ln
analog 2 r
1 D eq r 2
Vac (Qa ln Qc ln ) Cn F /m
2 r D eq D eq
ln
Vab Vac 3Van r
0,0388
1 D eq r r r 1 Cn F / mile
3Van ( 2Qa ln Qb ln Qc ln ) D eq
2 r D eq D eq log
r
untuk kelompok konduktor
0,0388
C F / mile
GMD
log
GMR
Penggunaan tabel

1 1 GMD
Xc .10 6 Log / mile
2fC 2f .0,0388 GMR
4,093 GMD
XL .10 6 Log / mile
Reaktansi
f
4,093
GMR
kapasitif1 4,093
XL .10 6 Log .10 6 LogGMD
f GMR f
dimana
4,093 1
.10 6 Log capasitive reactance at 1 ft spacing
f GMR
sedang
4,093 capasitive reactance spacing factor
.10 6 LogGMD
f