Anda di halaman 1dari 30

GENESA

MINERAL
PERTEMUAN 14 (LINGKUNGAN
SEDIMEN dan
METAMORFIK)
PROSES SEDIMENTASI

(NPL, The
University of
Texas at Austin;
2008)
PROSES SEDIMENTASI

Proses sedimentasi; pelapukan (fisika,


kimia, biologi), erosi, transportasi,
sedimentasi (menghasilkan endapan
plaser).
Dalam pengendapan sedimen detritus,
air merupakan agen penting.
Ex: Endapan plaser intan (kalimantan)
iron sand (pasir besi)
PROSES SEDIMENTASI

Berdasarkan stabilitas mineralnya, Proses


sedimentasi terbagi ke dalam :
1. Resistat
2. Hidrolisat
3. Oksidat
4. Reduzat
5. Presipitat
6. Evaporit
PROSES SEDIMENTASI

class resistate Hydrolisate Oxidate Reduzate Precipitate Evaporite

Element Si Al,Si,Fe Fe, Mn Fe,S Ca, Mg Ca, Mg, Na,


K

Minerals Quartz Clay minerals Hematite Pyrite Calcite Gypsum


Accessories Hidroksida Goetite Marcasite Aragonite Anhydrite
minerals Glauconite Pyrolucite Siderite Dolomite Halite
chamocite Psilomelan Sulfur Silvite, etc
PROSES SEDIMENTASI
1. MINERAL RESITAT
Tersusun atas mineral yang resistan terhadap
pelapukan. Selama proses sedimentasi, mineral
tersebut tidak terubah.
Ex :
- quartz (dapat dijumpai pada batuan beku
dan batuan metamorf)
- Felspar : Ca plagioclase lebih mudah terubah
dibandingkan K-felspar
- Zircon/ZrSiO4, garnet, magnetite, gold,
cassiterite, diamond, topaz, magnetit,
monasit, rutil, platina, dll.
PROSES SEDIMENTASI

garnet quart
z
PROSES SEDIMENTASI

2. MINERAL HIDROLISAT
Mineral yag terbentuk dari mineral mineral silikat yang
mengalami proses dekomposisi kimia.
Ex :
-Mineral lempung groups (hydrous aluminosilicate);
Clay mineral group : kaolinite, montmorilonite, illite,
smectite, chlorite.
-K-felspar dominan terubah menjadi kaolinite
-Ferromagnesium, Ca-felspar dan gelas volkanik terubah
menjadi montmorilonit
-Illite pada sedimen marin dan batuan sedimen
Glaukonit terutama tersusun oleh aluminosilikat besi kalium;
berasal dari rombakan biotit dalam lingkungan laut dan bisa
juga terbentuk dari material material amorf.
PROSES SEDIMENTASI

Kaolinite

monmorilonite
PROSES SEDIMENTASI

3. MINERAL OKSIDAT
Hasil dari proses oksidasi senyawa besi dalam
proses larutan dan kemudian terendapkan
sebagai goetite (HFeO 2 ) atau hematite (Fe 2 O 3 ).

Unsur unsur lainyya yang terendapkan


sebagai oksidan adalah Pyrolusite ( MnO 2 ),
Psilomelane (Ba, H 2 O) 2 Mn 5 O 10 , manganit
(MnO(OH)), psilomelan (Ba,H2O)2Mn5O15)
MINERAL OKSIDAT
SPROSES SEDIMENTASI

4. MINERAL REDUZAT
Mineral yang terbentuk oleh rposes reduksi.
Miskin Oksigen
Ex: - Iron sulfide ; pyrite, marcasite
- Siderite batubara (resulted by breakdown
vegetation which changed to coal layers).
- Sulfur ( berasosiasi dengan kubah garam)
dan minyak bumi. Pada kondisi reduksi yang
berasosiasi dengan aktivitas bakteri, sulfur
dapat terbentuk dari anhidrit
MINERAL REDUZAT
PROSES SEDIMENTASI

5. MINERAL PRESIPITAT
-Karbonat umumnya terendapkan dalam lingkungan
marin. Karbonat juga ditemukan dalam lingkungan
evaporit dan wilayah karst (wilayah terestrial).
-Sulfat umumnya terbentuk pada lingkungan evaporit,
air salin tinggi secara perlahan lahan
mengevaporasi.
Halides, seperti sulfat umum terbentuk pada
lingkungan evaporit seperti di danau dan landlocked.
PROSES SEDIMENTASI

Ex: kalsit, aragonit, dolomit. Contoh lainnya adalah


rijang, sinter silika.
Salah satu contoh presipitat laut yang jarang
terdapat, tetapi dari sudut ekonomi penting adalah
fosforit (sebagai sumber pupuk).
PROSES SEDIMENTASI

calcite
PROSES SEDIMENTASI

6. MINERAL EVAPORIT
Pada endapan marin: disebabkan oleh air laut yang
menguap.
Ex: Carbonate group, Gypsum (CaSO4), anhidrite,
halite.
Pada Endapan Non Marin ; tebentuk di daratan
karena menguapnya suatu danau garam.
mengandung boron (Na borate) dan senyawa Yodium (
dalam Na nitrate). Ex : natrium Borate, natrium nitrate,
natrium karbonat, natrium sulfat, natrium klorida,
gypsum.
PROSES SEDIMENTASI

gypsum

anhidrite
A d a b a nya k c a ra b a t u a n ke ko n d i s i f i s i ka d a n k i m i a b a r u . Pa l i n g b a nya k
ke te r l i b a ta n a k t i v i ta s p l a te te c t o n i c s e p a n j a n g p e r i o d e wa k t u g e o l o g i .

Zona subduksi menunjukkan lokasi fasies metamorfik termasuk: 1) zeolite, 2) prehnite-pumpellyite,


3) glaucophane schist, 4) eclogite, 5) greenschist, 6) amphibolite, 7) granulite, 8) pyroxene hornfels, 9)
hornblende hornfels, and 10) albite-epidote hornfels.
METAMORFISME & PLATE
TECTONIC
LINGKUNGAN BATUAN METAMORF BERASOSIASI
DENGAN PLATE TECTONIC
The compound Al2SiO5
has three different
polymorphs that depend
on the temperature and
pressure at which the
mineral forms. At high P
the stable form of
Al2SiO5 is kyanite, at low
P the stable from is
andalusite, and at high T
it is sillimanite.
SIFAT KIMIA MINERAL
At low T and P pure carbon is the
mineral graphite, (pencil lead), a very
soft mineral.

At higher T and P the stable form is


diamond, the hardest natural substance
known.
In the diagram, the geothermal gradient
( how temperature varies with depth or
pressure in the Earth) is superimposed on
the stability fields of Carbon. Thus we
know that when we find diamond it came
from someplace in the Earth where the
temperature is greater than 1500oC
and the pressure is higher than 50,000
atmospheres (equivalent to a depth of
about 170 km).
METAMORFISME

Berdasarkan temperatur pembentukannya, batuan


metamorf terbagi ke dalam :
1. Batuan metamorf bertemperatur rendah, dicirikan
dengan kehadiran mineral serpentin, talk, prehnit,
klorit, albit, aktinolit, epidot, muskovit, grafit, dll.
2. Batuan metamorf bertemperatur sedang, dicirikan
dengan pemunculan mineral biotit, hornblende,
tremolit, andesin, garnet.
3. Batuan metamorf bertemperatur tinggi, dicirikan
dengan pemunculan mineral piroksen, garnet,
andalusit, silimanit, dll.
MINERAL BERDERAJAT RENDAH
MINERAL BERDERAJAT SEDANG
MINERAL BERDERAJAT TINGGI