Anda di halaman 1dari 19

KERIS

-JAVANESE CULTTURE-
DISUSUN OLEH
◇ Adestito Adji (B0316002)
◇ Adhysti Keinar (B0316003)
◇ Catteleya Kinanti (B0316011)
◇ Galang Adi Firdaus (B0317017)
◇ Novita Nurcahyani (B0316017)
◇ Renaldi Ranggaditya (B0316031)
◇ Teresa Wella (B0316043)
Etimologi

-KERIS-
KRIS BARIS

Diambil dari bahasa Berarti ‘penjaga


Sansekerta yang keselamatan diri’
berarti menghunus (menurut Ki Moesa Al-
Mahmud)

Keris di tanah Jawa:


Disebut ‘tosan aji’ atau ‘wesi aji’ yang berarti besi yang bernilai atau dimuliakan
Sejarah
◇ Menurut Egerton, pencipta keris jawa adalah Panji Inu
Kertapati, Raja Jenggala pada abad ke 14.
◇ Menurut buku Pratelan Dhapur Dhuwung saha Waos
karangan Ranggawarsita, keris pertama kali dibuat
oleh Empu Ramadi atas titah Sri Paduka Mahadewa
Buda. Diuraikan pada:
“... Sri Paduka Mahadewa Buda, yaitu Sang Hyang Guru Nata,
yang mulai menciptakan berbagai macam senjata,
kebanyakan tidak diceritakan. Hanya sedikit diceritakan
ketika memerintahkan pembuatan keris di kahyangan
Kaendran dhapur Lar Ngatap, Pasopati, serta dhapur Cundrik
dan pembuatnya bernama Empu Ramadi, yaitu pada tahun
Jama 142.”
◇ Serat Centhini : disebutkan kronologi pembuatan keris.
Tuah Keris
◇ Jenis-jenis keris ◇ Keris sebagai berkah.
Dibedakan menjadi 2, Keris mempunyai yoni karena
yaitu cara pembuatannya berkah Tuhan Yang Maha Kuasa,
dan bahan pembuatnya. yaitu karena logam bahan keris itu
Dari cara pembuatannya, sendiri sudah berkadar spiritual.
dibagi menjadi: Ketika bahan-bahan yang berasal
dari langit dan bumi itu
a. Ageman digabungkan, maka sangat
b. Tayuhan mungkin juga muncul energi
spiritual. Berkah pada keris juga
bisa muncul karena upaya spiritual
empu pembuatnya.
◇ Keris pembawa Angsar ◇ Keris dan Kebatinan
Keris memiliki yoni karena ada Menurut paham kebatinan, keris
kepercayaan tentang besi bahan dapat memiliki yoni karena hasil
keris yang sebelumnya sudah usaha manusia yang
mengandung tuah atau karena membuatnya atau pemiliknya.
ada makhluk gaib yang Usaha semacam itu diwujudkan
menghuni bilah keris itu. dengan melakukan sidikara, yang
mencakup langkah berikut:
Sifat yoni pada keris itu adalah 1. Sesuci
sifat makhluk gaib yang 2. Laku
menghuninya. Sifat yoni itulah 3. Sajen
yang oleh sebagian penggemar
keris dirumuskan sebagai 4. Mantra
angsar atau tanjeg. 5. Samadi
Anatomi Bagian-Bagian
Keris
 Bilah Keris
 Dhapur Keris

*Keterangan: gambar keris luk 1 s/d 19


 Pamor Keris
Keterangan:
1. Warangka Sandhang Walikat
2. Warangka Penanggalan
3. Warangka Gayaman
4. Warangka Ladrang
5. Warangka Branggah

1 2 3

 Warangka

4 5
 Jejeran atau deder
Keris dalam Falsafah Jawa
Bagian
Bentuk bilah Warangka Bahan keris depan

Brojol

Sabuk
Inten
Kriteria Keris
◇ Kriteria Lahiriah
• Dilihat dari nilai lahiriah dan batiniah,
yaitu ‘TUH-SI-RAP-PUH-MOR-JA-
NGUN-NGGUH’.

◇ Kriteria Emosional
• Melibatkan rasa batin, yaitu gebyar,
greget, guwaya, wingit, wibawa.

◇ Kriteria Spiritual
• Berhubungan dengan “isi” dari keris
tersebut.
Peringkat Nilai Keris
◇ Dhuwung Mahanani
◇ Dhuwung Prayogi
◇ Dhuwung Sekeca
◇ Dhuwung Sae
◇ Dhuwung Cekap
◇ Dhuwung Kirang
◇ Dhuwung Awon
◇ Dhuwung Cacat
◇ Dhuwung-dhuwungan
Tata Cara Pemakaian
Keris
Fungsi Keris
◇ Keris sebagai atribut
• Pelengkap busana adat
• Atribut raja dan bangsawan
• Atribut utusan raja
• Atribut Prajurit
• Penanda pangkat atau stasus sosial

◇ Keris sebagai lambang


• Identitas pribadi atau keluarga
• Lambang kedewasaan
• Lambang persaudaraan
• Lambang kepahlawanan
• Tanda peringatan peristiwa
MATUR NUWUN