Anda di halaman 1dari 15

PENGENDALIAN TENAGA KERJA

Biaya tenaga kerja terdiri atas:

1. Gaji pokok/tarif dasar (base rate)/tarif kerja(job rage); tarif dasar


sebaiknya ditetapkan untuk setiap operasi dalam suatu perusahaan dan
sebaiknya dikelompokkan berdasarkan jenis operasi. Penggajian yang
bersaing merupakan alat penting untuk mempekerjakan dan menahan
karyawan bermutu.
2. Tunjangan (fringe benefit)
contoh: pajak, tunjangan hari raya, tunjangan cuti, premi lembur, premi
asuransi, dana pensiun, dll.

* Total biaya tenaga kerja = tarif dasar + tunjangan


Salah satu cara agar para pekerja memproduksi lebih banyak adalah dengan
memberikan INSENTIF. (artinya: memberikan imbalan bagi para pekerja
sesuai dengan peningkatan outputnya yang berkualitas tinggi.

• Agar berhasil, rencana pemberian insentif harus:


1. dapat diterapkan dalam situasi dimana pekerja dapat meningkatkan
output;
2. menyediakan lebih banyak upah yang besarnya proporsional terhadap
output yang melebihi standar;
3. menetapkan standar yang adil sehingga usaha tambahan akan
menghasilkan bonus.

• Tujuan utama pemberian insentif adalah: untuk mendorong pekerja


memproduksi lebih banyak guna memperoleh upah yang lebih tinggi, dan
pada saat yang bersamaan mengurangi biaya per unit.
Tiga cara dalam rencana pemberian insentif:
1. Rencana unit kerja langsung (straight Piecework Plan) adalah salah
satu rencana pemberian insentif paling sederhana, yaitu
membayar upah di atas tarif dasar untuk produksi di atas standar.
Standar produksi di hitung dalam jumlah menit per unit dan
kemudian diterjemahkan menjadi jumlah uang yang dibayarkan
(jika seorang karyawan memproduksi lebih dari unit standar, maka
kelebihan per unit di nilai dengan uang).
2. Rencana bonus seratus persen (one-hundred-percent bonus plan)
merupakan suatu variasi dari rencana unit kerja langsung, bedanya
dalam hal bahwa standar tidak dinyatakan dalam uang,
melainkan dalam waktu per unit output. (pekerja dibayar
berdasarkan waktu standar dikalikan tarif perjam jika unit
diselesaikan dalam waktu standar atau kurang), jadi jika pekerja
bisa memproduksi lebih dari unit standar dari jam standar (jam
yang ditentukan), maka bisa menghemat waktu. Waktu yang
dihemat yang akan diberi insentif).
Bersambung……………………
Sambungan………………….rencana pemberian insentif

• Rencana bonus kelompok (Group bonus plan), merupakan


rencana pemberian insetif, karena operasi pabrik yang
menggunakan mesin-mesin besar seringkali mengharuskan
karyawan bekerja dalam kelompok. Unit yang diproduksi di
atas standar di anggap sebagai waktu yang dihemat oleh
kelompok tersebut, sehingga setiap pekerja menerima bonus
untuk penghematan waktu tersebut, dan bonus yang dibagi-
bagi ke setiap anggota-anggota kelompok sesuai dengan tarif
dasar mereka masing-masing.
Contoh 1:
berdasarkan hasil rapat pimpinan PT. Mentawai,bahwa akan memberikan
sistem upah insentif dengan ketentuan standar hasil setiap pekerja
sebesar 600 unit per minggu, dan upah minimun per minggu sebesar Rp.
800.000,- apabilah seorang pekerja dapat menghasilkan lebih dari standar
hasil yang ditetapkan akan diberi upah insentif sebesar Rp.1.250,- per unit.
data 10 orang pekerja selama seminggu sebagai berikut:

nama unit dihasilkan


arman 605unit
bayu 598unit
dicky 612unit
chindana 608unit
fadli 621unit
syifa 604unit
totok 622unit
zulkifli 597unit
marni 586unit
yoyok 614unit
Diminta: Hitung penghasilan masing-masing pekerja per minggu

Penyelesaian:
kelebihan
nama unit aktual unit standar unit upah pokok insentif total penghasilan

arman 605 unit 600 unit 5 unit Rp. 800.000 Rp. 6.250 Rp. 806.250

bayu 598 unit 600 unit - unit Rp. 800.000 Rp. - Rp. 800.000

dicky 612 unit 600 unit 12 unit Rp. 800.000 Rp. 15.000 Rp. 815.000

chindana 608 unit 600 unit 8 unit Rp. 800.000 Rp. 10.000 Rp. 810.000

fadli 621 unit 600 unit 21 unit Rp. 800.000 Rp. 26.250 Rp. 826.250

syifa 604 unit 600 unit 4 unit Rp. 800.000 Rp. 5.000 Rp. 805.000

totok 622 unit 600 unit 22 unit Rp. 800.000 Rp. 27.500 Rp. 827.500

zulkifli 597 unit 600 unit - unit Rp. 800.000 Rp. - Rp. 800.000

marni 586 unit 600 unit - unit Rp. 800.000 Rp. - Rp. 800.000

yoyok 614 unit 600 unit 14 unit Rp. 800.000 Rp. 17.500 Rp. 817.500

6.067 unit 6.000 unit 86 unit Rp. 8.000.000 Rp. 107.500 Rp. 8.107.500
Contoh 2:
Andy bekerja pada PT. ABC yang bergerak dalam bidang suku cadang .
Pada minggu pertama desember 2010 menunjukkan data sbb:

Hari jam kerja Unit produksi


senin 8jam 88unit
selasa 8jam 110unit
rabu 8jam 96unit
kamis 8jam 124unit
jumat 8jam 132unit

Produksi standar per jam 12 unit, dengan waktu kerja 8 jam sehari, tarif
tenaga kerja Rp. 5.000,- per jam.
Diminta:
1. jika insentif dibayar 80% dari jam kerja yang dihemat tiap hari, buatlah
skedul yang menunjukkan penghasilan Andy.
2. jika digunakan metode bonus 100% dengan hasil produksi perminggu 560
unit, buatlah upah mingguan andy.
Penyelesaian:

1. Skedul penghasilan Andy

keterangan senin selasa rabu kamis jumat

Unit aktual 88 110 96 124 132

unit standar 96 96 96 96 96

Jam aktual 8 8 8 8 8

jam standar 7,33 9,17 8,00 10,33 11,00

jam dihemat 0 1,17 0 2,33 3,00

penghasilan pokok Rp. 40.000 Rp. 40.000 Rp 40.000 Rp. 40.000 Rp. 40.000

Bonus 0 Rp. 4.667 0 Rp. 9.333 Rp. 12.000

Taotal penghasilan Rp. 40.000 Rp. 44.667 Rp. 40.000 Rp. 49.333 Rp. 52.000
Rumus perhitungan untuk penyelesaian 1:

• Unit aktual = data harian


• Unit standar = jam x standar/jam
• Jam aktual = jam yang dipakai
• Jam standar = unit aktual/standar unit
• Jam dihemat = jam aktual – jam standar
• Pengahsln pokok = jam aktual x tarif standar/ jam
• Bonus = jam dihemat x tarif standar x % insentif
• Total penghasln = penghsln pokok + bonus
2. Upah mingguan Andy

keterangan perhitungan rumus perhitungan


unit aktual 560 Data mingguan
unti standar 480 Jam x standar/jam x hari
rasio efesiensi 116,6666667% Unit aktual/unit standar x 100%
tarif standar 5.000 Tarif tenaga kerja
tarif efektif 583.333 % = 5.833,5 Rasio efesiensi x tarif standar
total penghasilan 233.340 Jam per minggu x tarif efektif
Soal 3:

PT. lucky, dalam proses produksi yang dilakukan selama ini menggunakan
mesin besar dan canggih, dalam operasi yang di lakukan perusahaan
mempekerjakan karyawannya berdasarkan kelompok yang terdiri dari 10
orang pekerja, masing-masing dibayar Rp. 1.500,- per jam, untuk satu shift
di butuhkan waktu 8 jam. Produksi standar 150 unit per jam atau 1.200
unit per shift. Biaya overhead pabrik Rp. 75.000,- per jam. Berikut data
produksi dan jam aktual:

Unit produksi Jam kerja aktual


10.500 unit 80 jam
12.000 unit 80 jam
12.750 unit 80 jam
13.500 unit 80 jam
13.120 unit 80 jam
12.300 unit 80 jam
Diminta: Total Penghasilan Kelompok dan Biaya Konversi per unit

Penyelesaian:

10.500 12.000 12.750 13.500 13.120 12.300

keterangan unit unit unit unit unit unit


jam aktual 80 80 80 80 80 80
jam standar 70 80 85 90 87,5 82

upah tetap kelompok 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000

bonus jam (Rp) - - 75.000 150.000 112.000 30.000

total penghasilan (Rp) 1.200.000 1.200.000 1.275.000 1.350.000 1.312.000 1.230.000

BTK/unit (Rp) 114 100 100 100 100 100


BOP/unit (Rp) 571,43 500 470,59 444,44 457,32 487,80

BK/unit (Rp) 685,71 600 570,59 544,44 557,32 587,80


Rumus perhitungan:

Jam standar = unit produksi aktual/unit standar per-jam

Upah tetap kelompok = jumlah pekerja x jam x tarif per-jam

Bonus jam = (jam standar – jam aktual) x tarif per-jam

Total pengahsilan = upah tetap + bonus jam dihemat

Biaya Tenaga Kerja per unit = Total penghasilan/unit aktual

Biaya overhead Pabrik per-unit = (jam kerja x tarif perjam)


unit aktual
Latihan:
departemen perakitan CMC mempekerjakan 6 orang dalam 1 shift selama
8 jam dengan upah sebesar Rp 12.500,-. Overhead pabrik adalah Rp
120.000,- per jam shift. Produk untuk minggu kedua bulan juni
menunjukkan:
hari Unit
Senin 460
Selasa 475
Rabu 492
Kamis 500
Jum’at 510
perusahaan baru-baru ini menerapkan sistem rencana bonus kelompok
100% dengan standar produksi sebesar 60 unit per jam. Bonus dihitung
untuk setiap hari.

diminta: buatlah skedul yang menunjukkan pendapatan dalam


departemen, biaya tenaga kerja per unit, biaya overhead per unit dan total
biaya (BK) per unit