0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
186 tayangan22 halaman

Sejarah dan Gaya Art Deco 1920-1939

Art Deco adalah aliran seni dan desain yang populer pada awal abad ke-20. Gaya ini muncul setelah Perang Dunia I dan Revolusi Industri, dan dipengaruhi oleh berbagai aliran seperti Kubisme, Futurisme, dan Art Nouveau. Art Deco populer dalam arsitektur, desain interior, dan seni rupa, dan memiliki pengaruh luas di berbagai negara hingga tahun 1930-an.

Diunggah oleh

Arfendo Bagas
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
186 tayangan22 halaman

Sejarah dan Gaya Art Deco 1920-1939

Art Deco adalah aliran seni dan desain yang populer pada awal abad ke-20. Gaya ini muncul setelah Perang Dunia I dan Revolusi Industri, dan dipengaruhi oleh berbagai aliran seperti Kubisme, Futurisme, dan Art Nouveau. Art Deco populer dalam arsitektur, desain interior, dan seni rupa, dan memiliki pengaruh luas di berbagai negara hingga tahun 1930-an.

Diunggah oleh

Arfendo Bagas
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ART DECO

TEORI SEJARAH ARSITEKTUR 3

KELOMPOK:

YOGA RICHIE S. 15.A1.0127


E V E LY N C L A R I S S A 16.A1.0003
J A N E T T E E VA N I TA 16.A1.0007
THOMAS ALFREDO 16.A1.0031
FA N T I M 16.A1.0036
STELLA DWI 16.A1.0035
ART DECO

arsitektur desain interior desain industri seni visual


fesyen lukisan seni grafis film
abad ke-20
Konstruksionisme Kubisme Modernisme Bauhaus Art Nouveau Futurisme
LATAR BELAKANG

Perang Dunia 1
Revolusi Industri
• Perang Dunia I (di Eropa, tahun 1914-1918)  kerugian jiwa
• Munculnya Revolusi Industri menciptakan pergeseran sosial, dan materi yang besar.
berbagai macam pengetahuan dan teknologi baru dan membawa
perubahan besar dalam kehidupan manusia. • Masyarakat sibuk menata kembali lingkungannya, membangun
kembali tempat tinggalnya dan mereka memerlukan berbagai
• Masyarakat Agraris Masyarakat Industrial macam peralatan rumah tangga, perhiasan, pakaian, keramik
dan lain-lain  memberikan kesempatan kepada para seniman
• Tenaga Manusia  Tenaga Mesin untuk bereksperimen dan inovasi-inovasi baru.
MUNCULNYA ART DECO
SEJARAH
NAMA ART DECO 1925
STYLE ART DECO

1
2
3
4
5
P E R K E M B A N G A N
A R T D E C O
Di negara-negara besar, seperti Amerika, Jerman dan
Prancis Art Deco paling banyak digemari. Swiss sendiri
menggabungkan gaya Art Deco Perancis dengan Art Deco
Jerman yang menghasilkan gaya khas Swiss. Suku Aztec dari
Amerika Utara jika dilihat dari ornamen-ornamen juga
dipengaruhi oleh Art Deco. New York dianggap sebagai ibukota
Art Deco di Amerika, dilihat dari seni bangunan-bangunan dan
poster yang kala itu banyak menggunakan aliran ini.
Pengaruh Art Deco
Art Deco merupakan salah satu aliran yang amat populer pada
m a s a n y a . Ta k s e p e r t i D e S t i j l y a n g m e r u p a k a n a l i r a n s e n i y a n g i d e a l i s
dengan tokoh-tokohnya yang terbatas, Art Deco dipakai secara luas pada
masanya.
Dalam bidang arsitektur dapat diambil beberapa contoh, semisal
p u n c a k g e d u n g C h r y s l e r d i N e w Yo r k , J e m b a t a n G o l d e n G a t e d i S a n
Fransisco, dan Stasiun Kereta Api Union di Omaha, Nebraska. Di bidang
perhubungan, gaya Art Deco menghiasi interior dari Kapal Pesiar Ile de
France, Queen Mary dan Normandie. Selain itu kereta api dan mobil
penumpang pada masa itu banyak mengadopsi bentuk streamline yang
merupakan turunan dari Art Deco.

Teater Rivoli di Oporto, Walter Dorwin Teague’s “Beau Brownie”


Gedung Bioskop Phul di Patiala, India
Portugal. Dibangun tahun 1923. Kamera untuk Eastman Kodak.
B e r a k h i r n ya A r t D e c o

Art Deco berangsur-angsur hilang setelah tahun 1935 namun


seperti dihidupkan kembali di tahun 1960-an bahkan di tahun 1973
suatu wilayah di Miami Beach, negara bagian Florida Amerika,
ratusan bangunan yang terdiri dari hotel hotel dan bangunan
komersial lainnya yang bergaya Art Deco diselamatkan dan
direnovasi.

Kawasan tersebut kemudian dijadikan semacam suaka Art Deco


dan menjadi daya tarik pariwisata. Sementara di tanah air di tahun
90 an kita bisa menyaksikan semangat dan elemen-elemen Art
Deco kembali di adopsi seperti yang terlihat pada Gedung Niaga
(Bank Niaga) di jalan Sudirman Jakarta karya biro Arsitek Amerika
Kohn Pedersen Fox dibantu oleh kantor Arsitek lokal Wiratman.
ARSITEK &
KARYA
The Carbide & Carbon Building
Description
Émile-Jacques Ruhlmann

https://en.wikipedia.org/wiki/%C3%89mile-Jacques_Ruhlmann
Crysler Building

The 3rd Highest Building In The World


William Van Allen

Best Legacy
Vila Isola

Adaptasi Art Deco Terhadap Iklim Tropis


Charles Prosper Wolff Schoemaker

Art Deco Architech


Desain Art Deco memberikan kebebasan berseni
bagi desainer untuk menciptakan sebuah makna
modern pada desain interior yang dibuatnya.
Modern dapat diartikan sebagai berani tampil
beda dan baru, serta tampil lebih menarik dari
yang lain dan tidak kuno. Semua hal tersebut
diwujudkan dengan pemilihan warna mencolok,
proporsi yang tidak biasa, penggunaan material
terbaru, dan dekorasi yang megah.

Crown of the General Electric Building di New


York (Sumber: tumblr.com)
Paramount Building di New York (Sumber:
crainsnewyork.com)
OPINI

Gaya Art Deco Impac/ Pengaruh


THANK YOU!
Any Questions?

Jun Akizaki – The Power of PowerPoint


Used Font: Crimson Text

Anda mungkin juga menyukai