Anda di halaman 1dari 17

PERAN MEDIA MASSA DAN

MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT


PERGERAKAN MAHASISWA
KEKINIAN

A d e Ta u f i q A r i f i n

Sabtu, 10 November 2018


MEDIA SOSIAL?
MEDIA SOSIAL

DEFINISI
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan
media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi
berbasis internet yang membangun di atas dasar
ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan memungkinkan
penciptaan dan pertukaran user-generated content"
MEDIA SOSIAL

SEPUTAR KOMUNIKASI,
MEDIA, OPINI PUBLIK DAN
PROPAGANDA
Definisi Komunikasi
Secara singkat Komunikasi adalah:
“sebuah proses penyampaian informasi (gagasan/ide/maksud)
dari individu/kelompok kepada individu/kelompok lainnya,
dalam rangka mencapai suatu hal yang sama-sama dimengerti
dan dapat dipahami bersama”

Komponen Komunikasi
Menurut Harold Laswell seperti yang dikutip
alam Buku Dedy Mulyana, (Ilmu Komunikasi-
Suatu Pengantar)
1. Komponen Komunikasi :Pengirim atau
komunikator (sender) (Who)
2. Pesan (message) (Say What)
3. Saluran (channel) (In Which Channel)
4. Penerima atau komunikate (receiver) (To
Whom)
5. Umpan balik (feedback) (With What
Effect)
DEFINISI MEDIA KOMUNIKASI
Media” dalam konteks “Media
Komunikasi” dapat didefinisikan
sebagai:
“Sebuah sarana yang menjadi
penghubung antar
individu/kelompok dengan
individu/kelompok lainnya yang
digunakan dalam rangka proses
penyampaian informasi
(gagasan/ide/maksud) tersebut”
OPINI PUBLIK
Opini publik adalah kumpulan
pendapat orang mengenai hal
ihwal yang mempengaruhi atau
menarik minat komunitas.
Secara sederhana, opini ialah
tindakan mengungkapkan apa
yang dipercayai, dinilai, dan
diharapkan seseorang dari
objek-objek dan situasi tertentu.
Tindakan itu bisa merupakan
pemberian suara, pernyataan
verbal, dokumen tertulis, atau
bahkan diam.
Propaganda
Propaganda dapat didefinisikan sebagai:
“komunikasi yang digunakan oleh suatu kelompok
terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau
pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa yang terdiri atas
individu-individu, diersatukan secara psikologis dan
tergabungkan di dalam suatu kumpulan atau organisasi.”

Tipologi propaganda sendiri ada 3 macam:


1. Propaganda Putih dimana sumber-sumber
dapat diidentifikasi secara terbuka
2. Propaganda Hitam dimana sumber-sumber
terlihat ramah namun sebenarnya
bertentangan
3. Propaganda Abu-abu dimana sumber-sumber
terlihat netral namun sebenarnya
bertentangan

8
Dari metodenya, ada tiga macam propagadanda.
Ketiganya antara lain adalah:
1. Propaganda Koersif, sebuah komunikasi dengan
cara menimbulkan rasa ketakutan bagi komunikan
agar secara tidak sadar bertindak sesuai
keinginan komunikator
2. Propaganda Persuasif, sebuah komunikasi
dengan cara menimbulkan rasa kemauan secara
sukarela bagi komunikan agar secara tidak sadar
dengan seketika dapat bertindak sesuai dengan
keinginan komunikator
3. Propaganda pervasif, sebuah komunikasi
dengan cara menyebarluaskan pesan serta
dilakukan secara terus menerus/berulang-ulang
kepada komunikan sehingga melakukan imitasi
atau menjadi bagian dari yang diinginkan oleh
komunikator
9
GERAKAN MAHASISWA
Secara singkat Gerakan Mahasiswa dapat
didefinisikan sebagai:
“Sebuah kesatuan dari pengetahuan dan aksi nyata
dalam kehidupan, dengan tujuan pengabdiannya
terhadap masyarakat dalam rangka
memperjuangkan suatu yang benar”
Hal-hal yang mempengaruhi Gerakan Mahasiswa:
Pencetus Gerakan Revolusioner Ernest Ezra Mandel
menyatakan :
“Pada umumnya Gerakan Mahasiswa disebabkan oleh
permasalahan di sekitar mahasiswa itu sendiri. Permasalahan
dimulai dari adanya ketegangan antara mahasiswa dengan
Universitas, Institut atau Sekolah Tinggi dimana dia bernaung.
Hal ini tentu berbeda dengan kondisi yang terjadi di dunia
ketiga. Perlawanan mahasiswa dan non-mahasiswa di sana
lebih didorong oleh realitas mereka yang masih di bawah
penjajahan”
10
Media Yang Digunakan Untuk
Mengekspresikan
Ide/Pemikiran Mahasiswa

Soe Hok Gie menggunakan media massa (koran) untuk


menerbitkan tulisan-tulisannya.
Rosihan Anwar dan Deliar Noer yang mengungkapkan
ide-ide pendidikannya,
Goenawan Mohamad yang menggunakan media massa
tempat para kuli tinta bekerja, untuk mengekspresikan
kegusarannya melalu ide yang dituangkan dalam sebuah
tulisan dan cerita pendek.

11
MEDIA PERGERAKAN
MASSA
• FACEBOOK
• TWITTER
• INSTAGRAM
• WHATSAPP
• YOUTUBE
• TELEGRAM
• MEDIA MASSA (ONLINE)
• GRAPHIC
• KORAN
• MAJALAH
REVOLUSI MELALUI MEDIA SOSIAL
17 DESEMBER 2010
Pedagang sayuran, Mohamed Bouazizi (26), membakar diri selepas
polisi mengambil barang dagangannya. Ekonomi yang susah, menjadi
alasannya. Setelahnya, pemuda Tunisia ini mulai mengorganisir massa


menggunakan Facebook & Twitter melawan rezim Presiden Zine El
Abidine Ben Ali

2011
Aktivis Mesir menggunakan Twitter untuk memulai aksi mereka
menentang rezim Hosni Mubarak. Tagar #jan25 menjadi perjanda
revolusi Mesir hingga awal Februari. Youtube dan Twitter digunakan
pemrotes untuk mengabarkan kegiatan mereka

2014
Kelompok pemuda hongkong memprotes pemerintah pusat Cina di
Beijing atas penghapusan pemilihan Kpeala Pemerintahan Hongkong
secara langsung. Aksi yang dijuluki “revolusi paying” itu, diorganisir
lewat media sosial

Oktober 2016
Buni Yani mengunggah potongan vpidato Bassuk Tjahaja Purnama di
Facebook dengan judul “Penistaan Terhadap Agama?” Selepassnya,
media sosial digunakan sebagai alat menggerakkan masa 212.
sumber tirto.id
13
BAGAIMANA, GERAK
MASHASISWA
DI Ada
MEDIA SOSIAL?
empat prinsip dasar Media Massa ataupun Media Sosial


yang dibangun Mahasiswa, agar menjadi Media Pergerakan dan
Media Perkaderan:
1. Muatan (Konten) yang berisi independensi, ideologi
perjuangan pergerakan dan perkaderan, didukung dengan
teori yang cukup dan fakta yang apa adanya agar media
tersebut menjadi kredibel.
2. Penyampaian berita yang logis, singkat, jelas dan mudah
dimengerti masyarakat dan khalayak banyak. Tidak melulu
menggunakan Bahasa kampus (Bahasa Ilmiah), dan
menjangkau wilayah yang luas.
3. Desain tampilan media yang atraktif, menarik dan mampu
menimbulkan motifasi bagi masasiswa yang lain, hingga bisa
mendapatkan calon kader baru.
4. Konsistensi akan berkesinambungannya media tersebut
(Sustainablity). Yang artinya, media tersebut bukan media
musiman, yang mudah mati setelah bertumbuh.

14
Pengelolaan Isyu, Penyampaian Fakta dan
Tata Kelola Media Pergerakan Mahasiswa
pengelolaan isyu dan penyampaian fakta
harus ditunjang dengan tata kelola media
pergerakan mahasiswa yang baik dan
berkesinambungan.

Fakta harus diungkapkan apa adanya.


Tata kelola media pergerakan mahasiswa
harus didukung oleh sumber-sumber. Antara
lain SDM dan Modal.

“ Modal ada tiga. Pertama Modal Data,


kedua Modal Intelektual dan terakhir Modal
Usaha .
15
“Media sosial hanya sebuah alat, dan alat yang sangat baik, tapi
(media sosial) bukanlah alternatif bagi (gerakan) fisik mengekspresikan
kebebasan di ruang publik.”

Thomas L. Friedman, seorang jurnalis yang memperoleh 3


Pulitzer, mengungkapkan bahwa: sesungguhnya ada masalah dari
revolusi tersebut. Revolusi yang digerakkan media sosial memang


berhasil meruntuhkan suatu rezim, tapi gagal membentuk konsensus
baru bagi negeri bersangkutan.

Opini Friedman tersebut, diperkuat oleh pernyataan Wael Ghonim


yang ia kutip. Ghonim mengungkapkan, revolusi yang didukung oleh
media sosial memang berhasil menggulingkan Hosni Mubarak, tapi
gagal menghasilkan demokrasi yang sesungguhnya—setelah revolusi
Januari 2011 Mesir dilanda revolusi kembali saat Presiden Mesir
Muhammad Mursi yang terpilih melalui Pemilu tumbang dengan
cara kudeta militer di 2013.

Ghonim, dalam gelaran TED Talk mengungkapkan, “saya pernah


berkata, ‘jika kamu menginginkan masyarakat yang bebas, yang
kamu butuhkan hanyalah internet.’ Namun (ternyata) saya salah.” Ia
kemudian mengatakan, “Arab Spring (terbukti) mengungkap potensi
besar dari media sosial, tapi hal tersebut juga mengungkap
kekurangan terbesarnya. Alat yang sama yang menyatukan kita untuk
menggulingkan diktator pada akhirnya justru membuat kita terpisah.”
WASSALAM
ADE TAUFIQ ARIFIN

082214312324

adetautau@gmail.com

www.jalansaja.id