Anda di halaman 1dari 62

KEBIJAKAN BADAN NASIONAL

SERTIFIKASI PROFESI (BNSP) 2019

Disampaikan oleh : Master Asesor BNSP


BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI (BNSP)
MULAI TAHUN 2019 KITA KONSENTRASI PADA PEMBANGUNAN SDM
INDONESIA

Inpres 9/2016
Penguatan
Pendidikan
&Pelatihan Vokasi
menjadi prioritas
Pemerintah

Presiden Jokowi: Mulai 2019, Kita Konsentrasi pada


Pembangunan SDM.
Bekasi, 27/12/2017
Salah satu kunci penting dalam
pembangunan SDM dan
peningkatan daya saing adalah
standardisasi dan sertifikasi

3
PENGAKUAN ATAS
KOMPETENSI KERJA
Merupakan salah satu kebutuhan
dasar manusia untuk mendapat
pengakuan atas : Kepemilikan –
Pencapaian – Kemampuannya,
dari otoritas yang dinilai
berwenang memberi pengakuan.
SERTIFIKAT KOMPETENSI

Merupakan produk hukum yang


menjadi legitimasi (pengakuan)
terhadap capaian kemampuan
seseorang dalam melakukan
pekerjaan tertentu yang ditetapkan
oleh otoritas yang berwenang,
berbasis pada standar kompetensi
yang telah disepakati dan ditetapkan.
TUJUAN SERTIFIKASI
TENTANG BNSP
Badan Nasional
Sertifikasi Profesi 2018-
2023

BNSP ADALAH OTORITAS SERTIFIKASI PROFESI YANG MENGANUT


PRINSIP – PRINSIP:
GOVERNANCE, ACCOUNTABILITY, TRANSPARENCY, INDEPENDENCE, CONFIDENCE AND
STANDARDS, CONTINUOUS IMPROVEMENT, PROPORTIONALITY, COLLABORATION
(ASEAN Guiding 8
Principles)
KOMISIONER BNSP PERIODE 2018-
2023
 KETUA : KUNJUNG
MASEHAT
 WAKIL KETUA : MIFTAKUL
AZIS
 ANGGOTA/KOORDINATOR BIDANG JAMINAN MUTU,
PERENCANAAN, KERJASAMA, HUKUM DAN UMUM : TETTY
DESIARTY SOEMARSO
 ANGGOTA/KOORDINATOR BIDANG SERTIFIKASI : BONARDO ALDO
TOBING
 ANGGOTA/KOORDINATOR BIDANG LISENSI : MULYANTO
 ANGGOTA/KOORDINATOR BIDANG PENGEMBANGAN SDM : MUHAMMAD
ZUBAIR
 ANGGOTA/KOORDINATOR BIDANG DATA DAN INFORMASI. : HENNY S.
WIDYANINGSIH
LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
2. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Undang-Undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
4. Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional
Sertifikasi Profesi (BNSP).
5. Peraturan Pemerintah No.10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional
Sertifikasi Profesi (BNSP)
6. Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja
Nasional.
7. Peraturan Presiden No.8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia
8. Instruksi Presiden No.9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK
UU NO.13 TAHUN 2003

Pasal 18
1) Tenaga kerja berhak memperoleh pengakuan kompetensi kerja setelah mengikuti pelatihan kerja yang di
selenggarakan lembaga pelatihan kerja pemerintah, lembaga pelatihan kerja swasta, atau pelatihan di tempat
kerja.
2) Pengakuan kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui sertifikasi kompetensi kerja.
3) Sertifikasi kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat pula diikuti oleh tenaga kerja yang telah
berpengalaman.
4) Untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja dibentuk badan nasional sertifikasi profesi yang independen
5) Pembentukan badan nasional sertifikasi profesi yang independen sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) diatur
dengan Peraturan Pemerintah.
TUGAS BNSP
DALAM INPRES 9 TAHUN 2016
TENTANG REVITALISASI SMK

Mempercepat Mempercepat
pemberian sertifikasi
lisensi bagi SMK kompetensi bagi
sebagai lembaga pendidik dan tenaga
sertifikasi kependidikan SMK
pihak pertama.

02 Mempercepat
sertitifikasi
03 kompetensi
bagi lulusan SMK;
01
LINGKUNGAN
STRATEGIS
Tuntutan persyaratan kompetensi Program
dalam sistem industri Peningkatan
Kebijakan 3 in 1 Kualitas & Pengembangan
Tuntutan kompetensi dalam regulasi: produktivitas
Indonesia sebagai
UU 13/2003 Naker, UU 3/2014 Perindustrian, Tenaga KerjaSISDIKN
UU 5/2014 ASN, UU 11/Keinsinyuran, Poros Maritim
UU 7/2014, Perdagangan, AS
UU 10/2009 Kepariwisataan,
UU 11/2008 ITE kominfo, UU 18/12 pangan, Program Stabillisasi
UU 19/2013 Perlindungan dan pemberdayaan petani, UU
4/2011 Geospasial, PROGRAM Ekonomi dan Sektor
UU 31/2004 Perikanan, keuangan
UU 3/2005 Keolahragaan,
UU 12/2012 pendidikan Tinggi
SERTIFIKASI SISTRANAS
Tuntutan KOMPETENS
persyaratan I
kompetensi dalam
perjanjian MODA E-
4 ASEAN CONNECTIVITY
GATS Kerangka Kualifikasi
ASEAN SISLOGNAS Kerja Nasional
Indonesia (PERPRES
INPRES 9/ 2016
128/2012
sektor Prioritas MEA
(REVITALISASI SMK
PP 10 TAHUN 2018 PASAL
23

Pelaksanaan sistem sertifikasi kompetensi kerja yang


selama ini sudah berjalan di Indonesia yang dibentuk
berdasarkan undang-undang dan/atau telah diakui lembaga
Internasional, tetap berlaku dan disesuaikan dengan sistem
sertifikasi kompetensi yang dilakukan oleh BNSP.
SUMBER DAYA SERTIFIKASI BNSP
• LSP P1 = 1105 • Asesor = 73. 116 org
• LSP P2 = 72 • Asesor aktif teregistrasi oleh
• LSP P3 = 267 LSP di web BNSP = 15.547 org
Jumlah = 1.444 • Master Asesor = 109 org
LSP

Skema Sertifikasi
•KKNI = 161
Tempat Uji •Okupasi = 445
Kompetensi •Klaster = 613
(TUK) = 4.514 Jumlah = 1.219

Sumber : Data BNSP, Februari 2019


17
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
JENIS LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI

LISENSI

LSP-P3 LSP-P2 LSP-P1 industri LSP-P1 VET

SERTIFIKASI KOMPETENSI

Memastikan dan Memastikan dan Memastikan dan Memastikan dan Memelihara


Memelihara Kompetensi Memelihara Kompetensi Memelihara Kompetensi Kompetensi Kerja terhadap
Kerja untuk Sektor dan Kerja terhadap SDM Kerja terhadap SDM Peserta didiknya berbasis
atau profesi tertentu Lembaga Induknya dan Lembaga Induknya kompetensi dan SDM mitra
SDM jejaring kerja nya Induknya

2
STANDAR KOMPETENSI KERJA
STANDAR KOMPETENSI
KERJA
SKKNI
Rumusan kemampuan kerja yang
STANDAR mencakup aspek pengetahuan,
keterampilan dan/atau keahlian
KHUSUS serta sikap kerja yang relevan
(SPESIFIK) dengan pelaksanaan tugas dan
Standar yang syarat jabatan yang ditetapkan
dikembangkan oleh sesuai dengan ketentuan
organisasi otoritas peraturan
STANDAR perundang-undangan.
/mempunyai tugas di INTERNASIONAL
bidang standardisasi
untuk dipergunakan Standar yang dikembangkan oleh
secara khusus (spesifik) organisasi standardisasi
dan dipublikasikan internasional. Standar
secara formal bagi Internasional dapat diperoleh
komunitas spesifik atau untuk dipergunakan sebagai
dalam bentuk jurnal bahan pertimbangan dan berlaku
di seluruh dunia.
PRINSIP PRINSIP
PENGEMBANGAN
SKKNI
RELEVAN RELEVAN 1
Relevan dengan kebutuhan dunia
2 VALID VALID usaha atau industri di masing-masing
sektor atau lapangan usaha
valid terhadap acuan
dan/atau pembanding
AKSEPTABEL
yang sah
AKSEPTABEL 3
Dapat diterima dan digunakan oleh
FLEKSIBEL pemangku kepentingan
4 FLEKSIBEL
Fleksibel dalam penerapan dan MAMPU MAMPU
TELUSUR
memenuhi kebutuhan pemangku
kepentingan
TELUSUR 5
Mampu telusur dan dapat dibandingkan
dan/atau disetarakan dengan standar
kompetensi lain
= 738

ABOLISI SKKNI : 81
SEDANG TINJAU ULANG : 322
TEMPAT UJI KOMPETENSI (TUK)
MENGEMBANGAN TEMPAT UJI
KOMPETENSI
 PBK  mendidik sampai kompeten  diperlukan asesmen
ditempat kerja (WPA= Work Place Assessment).
 TUK (Tempat Uji Kompetensi): tempat kerja atau simulasi
tempat kerja yang baik.
 Tempat Kerja yang Baik: menerapkan Good Practices
(GMP= Good Manufacturing Practices; GCP= Good Catering
Practices; GFP = Good Farming Practices; GHP = Good
Handling Practices; GMP = Good Mining Practices; dll).
 TUK kesesuaiannya diverifikasi oleh LSP.
SKEMA SERTIFIKASI
SKEMA SERTIFIKASI
Paket kompetensi (Pengetahuan, Skill dan Sikap Kerja) dan
persyaratan spesifik (kriteria sertifikasi, metoda penilaian
sertifikasi dan/atau survailen, dan kriteria utk pembekuan
dan pecabutan sertifikat) yang berkaitan dengan kategori
Kualifikasi leveling atau Jabatan (Okupasi) atau keterampilan
tertentu dari seseorang.
JENIS SKEMA SERTIFIKASI

Skema Sertifikasi
Berdasarkan
Kerangka
Kualifikasi
Nasional Indonesia

Skema Sertifikasi
Berdasarkan
Pemaketan
Skema Sertifikasi Kompetensi
Berdasarkan (Cluster)
Okupasi Nasional
9
8  Adalah kerangka penjenjangan kualifikasi
7 kompetensi yang dapat menyandingkan,
6 menyetarakan, dan mengintegrasikan antara
5 bidang pendidikan dan bidang pelatihan
4 kerja serta pengalaman kerja dalam rangka
pemberian pengakuan kompetensi kerja
3
sesuai dengan struktur pekerjaan di
2 berbagai sektor.
1
KKNI –PERPRES 8/2012

S3 Subspesialis
9
AHLI
S2 Spesialis 8

Profesi 7

S1 6
D IV
TEKNISI/ANALIS
D III 5

D II 4

DI 3
OPERATOR
Sekolah Sekolah 2
Menengah Menengah
Umum Kejuruan 1
ASESMEN KOMPETENSI
ASESMEN KOMPETENSI
 ASESOR KOMPETENSI adalah ASESMEN KOMPETENSI OLEH BNSP
seseorang yang mempunyai
kompetensi dan
mendapatkan penugasan
resmi untuk melakukan dan
memberikan penilaian dalam
uji kompetensi yang
memerlukan pertimbangan
atau pembenaran secara
profesional.
SERTIFIKAT BNSP
HARMONISASI ANTAR SISTEM NASIONAL
TIGA PILAR
TIGA PILAR UTAMA
UTAMA
PENGEMBANGAN SDM
PENGEMBANGAN SDM BERBASIS
BERBASIS KOMPETENSI
KOMPETENSI
INDUSTRI

KKNI
SKKNI

COMPETENCY COMPETENCY BNSP/


LDP BASED BASED LSP
TRAINING ASSESSMENT
POTENSI HARMONISASI ANTAR SISTEM PENDIDIKAN,
PELATIHAN, DAN DUNIA KERJA
SISDIKNAS SSKKN (Sistem SNSP (Sistem SISTEM INDUSTRI
Standardisasi Nasional Sertifikasi
Kompetensi Profesi)
kerja Nasional)

Standar Standar Nasional


Pendidikan = 8
Pendidikan Standar
Standar Standar kompetensi
lulusan
SKKNI SKKNI/SKKI/SK SKKNI/SKKI/SKK
kompetensi K
Profil Lulusan Standar lulusan Standar Okupasi, Skema sertifikasi Okupasi/Jabatan
KKNI Profesi (Okupasi, KKNI, kerja/peran kerja
Klaster)
Strategi Capaian SKKNI Skema Sertifikasi KKNI, Sertifikasi
Pembelajaran Okupasi, & Klaster Okupasi/peran kerja
Pembelajaran
Kerangka KKNI KKNI (berisi Skema sertifikasi KKNI
Kualifikasi (Deskriptif) SKKNI)
SKKNI : KETELUSURAN/INTERFACE PENERAPAN PADA
INDUSTRI, PENDIDIKAN DAN SERTIFIKASI
PENERAPAN SKKNI PENERAPAN SERTIFIKASI
PADA INDUSTRI PADA KOMPETENSI
SKKI, SKK PENDIDIKAN 
DACUM  CP
≈ ≈ ≈
Judul SOP ≈ Judul Unit Kompetensi ≈ Judul Materi ≈ Judul Sertifikat; unit
Pembelajaran kompetensi
Ruang Lingkup SOP Deskripsi Unit Ruang lingkup Materi Ruang lingkup asesmen
≈ ≈ pembelajaran ≈
Langkah utama proses Elemen Tujuan Instruksional Elemen
khusus (Learning
≈ ≈ Objectives) ≈
Instruksi kerja Kriteria Unjuk Kerja Indikator Kriteria Pencapaian
≈ (KUK) ≈kompetensi/kompetensi ≈ kompetensi
dasar
Speseifikasi sesuai ≈ Batasan variabel ≈ Kontetualisasi ≈ Konteks asesmen
kontek pembelajaran
KONSEP
PENGEMBAN
GAN
SERTIFIKASI
PADA
PENDIDIKAN
DAN
PELATIHAN
KEBIJAKAN SALING PENGAKUAN DI ASEAN
8 Sektor/Bidang Profesi yang MRA-ASEAN
Persyaratan Kualifikasi dan Kelembagaan MRA
Bidang Profesi Kualifikasi Lembaga
Jasa Keinsinyuran -Lulus Insinyur Setiap negara hrs Memiliki kelembagaan:
(Engineering) -Izin praktek mandiri
-Sdh kerja
-PRA
7 tahun (Professional Regulatory Authority)
-memiliki sertifikat kompetensi
-MC (Monitoring Committee)
Jasa Arsitektur -Lulus Arsitek -Harus memiliki PRA,
(Architecture -Memiliki izin praktek MC, AAC
Services) -Memiliki sertifikat kompetensi (ASEAN Architects Council)

Jasa Keperawatan -Lulus perawat -Harus memiliki NRA (Nursing Regulatory Authority)
(Nursing Services) -Memiliki izin praktek
-Memiliki sertifikat kompetensi
Jasa Praktisi Medis/Dokter -Lulus dokter -Harus memiliki PMRA (Professional Medical Regulatory Authority)
(Medical -Memiliki
pengakuan kualifikasi kompetensi
Practitioners) -Memiliki
izin praktek

Jasa Kedokteran Gigi -Lulus dokter gigi -Harus memiliki PDRA (Professional Dental Regulatory Authority)
(Dental Practitioners) -memiliki pengakuan kualifikasi kompetensi
-Memiliki izin praktek.

Tenaga Profesional -Memiliki sertifikat kompetensi ASEAN -Harus memiliki:


Pariwisata (Tourism
Professional)
=NTPB (the National Tourism Professional
Board)
=TPCB(the Tourism Professional Certification
ASEAN Qualification Reference
Framework
Kerangka acuan umum yang berfungsi
sebagai alat untuk memungkinkan
perbandingan kualifikasi di Negara-
Negara Anggota ASEAN
1
THE GUIDELINES INCLUDE:
1. Overview of National Qualification’s
Frameworks of AMS (Section 1)
2. Overview of competency
certification systems of AMS
(Section 2)
3. Discussion of key aspects of quality
assurance (Section 3)
4. Agreed guiding principles and
protocols for quality assurance
as it relates to competent
bodies and to providers of
assessment services (Section 4)
5. Agreed guiding principles and
protocols for recognition of
competency certification
systems (Section 5)
6. Overview of the AQRF and how
PANDUAN PRINSIP BAGI LSP
(SESUAI ASEAN GUIDING PRINCIPLES)
 Tata kelola
 Akuntabilitas
 Transparansi
 Independensi
 Jaminan dan standar
 Perbaikan yang berkelanjutan
 Proporsionalitas
 Fleksibilitas layanan
PANDUAN PROTOKOL UNTUK LSP
(SESUAI ASEAN GUIDING PRINCIPLES)

a) Menerapkan sistem manajemen mutu untuk memastikan bahwa layanan


asesmen yang dilakukan berkualitas,
b) Memelihara kredibilitas serta memberikan informasi publik mengenai
kinerja LSP.
c) Menerapkan keadilan dalam penyediaan layanan termasuk: persyaratan
dasar yang adil, dukungan terhadap pelanggan disabilitas dalam
pelaksanaan asesmen.
d) Bebas dari konflik kepentingan atau pengaruh lainnya.
e) Menerapkan biaya yang wajar dan transparan serta tidak membatasi
akses terhadap atau penyediaan layanan lainnya.
f) Berpartisipasi dalam kegiatan benchmarking dan / atau "moderasi
asesmen” (Assessment Moderation).
g) Melakukan audit atas kinerjanya secara siklus dan mengumumkan hasil temuan dan perbaikannya .
STRATEGI BNSP TERKAIT REVOLUSI
INDUSTRI 4.0
SEJARAH REVOLUSI INDUSTRI
Revolusi Industri 4.0 ini adalah sebuah
Silent Revolution. Sebuah perubahan
yang mendasar tapi berjalan tanpa
terdengar dan sulit terlihat

52
TRANSFORMASI DIGITAL TIDAK
TERHINDARKAN

Sumber Bappenas
STRATEGI
BNSP
MENGHADAP
I REVOLUSI
INDUSTRI 4.0
STRATEGI DAN KEBIJAKAN BNSP
KEBIJAKAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI BNSP

5
8
STRATEGI PERCEPATAN PENGEMBANGAN SDM
MELALUI SERTIFIKASI KOMPETENSI
Harmonisasi
Pengembangan SKKNI
Pengemban
dan standar Peningkatan
kompetensi diantara gan skema
kapasitas
sertifikasi
1 pemangku
berdasarkan
dan kualitas
kepentingan
infrastruktu
(Public Private pemetaan
Partnership). r sertifikasi.
okupasi,
SKKNI dan
Pemetaan Harmonisasi KKNI. Pengembangan
okupasi/peran kerja lintas sistem
teknologi digital
dalam kerangka terkait
melalui
kualifikasi nasional. pendidikan
e-certification,
tentang istilah-
e-assessment.
istilah kunci,
seperti
profil/visualisasi
SDM Kompeten,
kompetensi
kerja,
kompetensi
lulusan, standar
kompetensi
lulusan, SKKNI,
KEBIJAKAN PELAKSANAAN PROGRAM
SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA (PSKK)
Sebagai stimulus agar terlaksananya
Program Sertifikasi Kompetensi Kerja
bagi calon tenaga kerja dan tenaga
kerja melalui serangkaian kegiatan uji
kompetensi yang dilaksanakan secara
efektif, efisien dan \ terukur.

Terlaksananya
sertifikasi sebanyak
174.100 orang
calon/tenaga kerja yang
dilaksanakan oleh
LSP terlisensi BNSP
SELAMAT
MEMBANGUN
SDM INDONESIA
YANG
KOMPETEN 

www.bnsp.go.id
admin@bnsp.go.id