Anda di halaman 1dari 16

Isolasi

Minyak Atsiri Daun Jeruk Nipis Purut


Dengan Metode Destilasi Uap
Endri saputra (4301417003)
Rani lailatul qodriyah (4301417012)
Qorina septinamira (4301417078)
Dasar teori
• Isolasi ki opo ,,,ono piro..dewe opo..prinsipe opo
• Daun jeruk nipis ki opo…jerene ono opo… ngopo milih iku..
• Minyak atsiri ki opo
Alat dan bahan
Alat Bahan
• Seperangkat mesin destilasi • Daun jeruk nipis 3kg
• Gelas beaker • Air
• Timbangan • Na2so4 anhidrat
• Gelas ukur
• Pengaduk
Cara kerja
Data pengamatan
Analisis data
Pembahasan
• Minyak atsiri yang berasal dari daun jeruk purut disebut combava
petitgrain(dalam bahasa afrika) yang banyak digunakan dalam industri
makanan, minuman, farmasi, flavor, parfum, pewarna dan lain-lain.
Misalnya dalam industri pangan banyak digunakan sebagai pemberi
cita rasa dalam produk-produk olahan. Minyak daun jeruk purut
dalam perdagangan internasional disebut kaffir lime oil. Minyak atisiri
ini banyak diproduksi di Indonesia dengan output beberapa ton per
tahun. Harga kaffir lime oilasal Indonesia yaitu sebesar USD 65,00-
75,00 perkilogram (Feryanto, 2007).
Kandungan
• Beberapa penelitian tentang isolasi minyak
• Menurut Munawaroh dan Handayani (2010) atsiri dari daun jeruk purut dengan metode
kandungan senyawa kimia yang utama dari destilasi yang telah dilakukan Hidayat (1999)
minyak daun jeruk purut adalah senyawa menggunakan metode destilasi air dengan
waktu selama 6 jam dan sampel daun jeruk
sitronelal 81,49 %. Adapun beberapa purut daerah Ponorogo dan Madiun menghasilkan 4
komposisi lainnya yang dihasilkan dari senyawa utama salah satunya
identifikasi dan karakterisasi yaitu meliputi sitronelal 84,202 %.
sitronelal, linalool, sitronelil-asetat, • Loh et al. (2011)
sitronelol, geraniol. (Haiyee and menggunakan daun jeruk purut yang berasal
Winitkitcharoen, 2012). dari Selangor dengan metode destilasi uap
selama 8 jam, menghasilkan komponen
• utamanya -sitronelal 66,85% dan senyawa
Kandungan lainnya -sitronelol, linalool, dan sitronelol.
minyak dalam daun jeruk purut juga •
mengandung senyawa seperti sitronelal, Sriuskh et al. (2012) menggunakan daun jeruk
sitronelol, linalol dan geraniol (Koswara, purut berasal dari Thailand dan China
menggunakan metode destilasi uap dengan
2009). waktu 4 jam menghasilkan komponen utamanya
sitronelal 80,04%.
• Kadar sitronelal yang berbeda • 10 komponen mayor pada
dari masing-masing literarur destilat hasil. Kesepuluh
sebelumnya dikarenakan faktor senyawa tersebut
perbedaan lokasi atau tempat adalah sitronelal, isopulegol, β-
penanaman sampel daun jeruk sitronelol, geranil asetat, neril
purut yang berpengaruh asetat, sitronelil asetat,
terhadap komposisinya kariofilen, nerolidol, dietil
karbitol, fitol.
Hasil tes GC-MS minyak atsiri daun
jeruk purut
Hasil GC-MS menurut jurnal lain
Waktu Luas Dugaan
No. Retensi Area Kompone
(menit) (%) n
1 10,75 65,63 Sitronelal
.beta.-
2 12,22 6,42
Sitronelol
3 9,50 4,56 Linalool L
2,6-
4 15,08 2,31
Oktadiene
6,7-
Epoksi-
5 13,00 2,06 3,7-
dimetilokta
nal
(-)-
6 11,03 1,73
Isopulegol
Manfaat minyak dan produk yang
dapat dibuat dari bahan baku
minyak inidengan nilai mortalitas
Memiliki aktivitas antirayap • Sitronellal juga memiliki aktivitas antioksidan (Ayusuk
rayap tanah sebesar 100% pada et al., 2009) dan aktivitas antibakteri yang dapat
konsentrasi minyak kulit jeruk purut 20% menghambat pertumbuhan Salmonella dan
dan 25% dalam waktu uji selama kurang Enterobakteria lainnya (Nanasombat,2005)
dari 5 hari. Kartini, dkk., (2014)
• Selain itu, juga digunakan sebagai
bahan obat, flavoring pada minuman, kue dan
Kandungan sitronellal yang tinggi menjadi salah satu
produkproduk coklat (Hidayat, 1999).
kelebihan minyak daun jerukpurut di bidang
industri, khususnya industri parfum dan kosmetik. • .Linalool
Menurut Ketaren (1985) dalam Hidayat (1999), merupakan salah satu senyawa aktif yang dapat
minyak dengan kandungan sitronellal yang tinggi menghambat aktivitas mikroba atau dapat disebut
dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk antimikroba, selain itu manfaat dari linalool adalah
isolasi sitronellal yang digunakan sebagai zat sebagai antibakteri, vitamin E sintetis, serta bahan
pewangi sabun, parfum yang bernilai tinggi, obat tambahan pada makanan dan minuman (Nugraheni,
2012)
gosok, pasta gigi dan obat pencuci mulut.
kesimpulan