KIMIA ORGANOLOGAM
NAMA LIGAN ORGANIK
DAN PENGHITUNGAN
JUMLAH ELEKTRON
II. Beberapa ligan Organik dan Tatanamanya
Beberapa ligan organik dan namanya dapat dilihat dalam tabel
berikut :
Ligan Nama
CO Karbonil
=CRR’ Karbena (alkildena)
CR Karbuna (Alkilduna)
Siklopropenil (Siklo-C3H3)
Siklobutadiena
Siklopentadienil (Siklo C5H5 (Cp))
Ligan Nama
Benzen
1,5 Siklooktadiena (1,5-COD)
(1,3-siklooktadiena juga diketahui)
H2C=CH2 Ethilen
HC CH Asetilen
- Allil (C3H5)
-CR3 Alkil
- C=O Asil
R
Dari Tabel di atas ada beberapa ligan yang mengikat logam lebih
dari satu atom. Atom yang mengikat logam diberi tanda huruf
Yunani “eta” () diikuti tanda pangkat dari jumlah atom yang
mengikat atom logam.
Jumlah
Posisi Ikatan Rumus Nama
1 1-C5H5 Monohaptosiklopentadienil
3 3-C5H5 Trihaptosiklopentadienil
5 5-C5H5 Pentahaptosiklopentadienil
M
M M
5
3 1
Ada beberapa cara untuk melakukan
penghitungan jumlah elektron dalam senyawaan
organologam. Dalam sub bab berikut akan
diperkenalkan dua metode penghitungan yaitu :
1. Metode A (Metode Donor Pasangan)
Dalam metode ini ligan merupakan pendonor
pasangan elektron kepada atom pusat. Untuk
menentukan jumlah elektron total, kita harus
menghitung muatan tiap ligan dan menentukan
tingkat/keadaan bilangan oksidasi dari logam
pusat.
Contoh :
Tentukan jumlah elektron total dari kompleks dikarbonil klorido
pentahapto siklopentadienil besi (II) (5-C5H5) Fe(CO)2Cl
Jawab :
- Fe = [Ar]4s23d6
- Fe(II) = [Ar]4s03d6
- Pentahapto (C5H5-) mendonorkan 3 pasang elektron
- CO mendonorkan dua pasang elektron
- Cl- mendonorkan satu pasang elektron
Sehingga jumlah elektron total adalah :
Fe(II) : 6 elektron
5-C5H5- : 6 elektron
2 (CO) : 4 elektron
Cl- : 2 elektron
Total elektron : 18 elektron
2. Metode B
Dalam metode ini menggunakan jumlah elektron yang
didonorkan oleh ligan dalam keadaan netral. Untuk ligan
anorganik sederhana, biasanya jumlah elektron didonorkan
sama dengan muatan negatif dari ion bebas (misal Cl
mendonorkan 1 elektron, O mendonorkan 2 buah elektron
jika membentuk-ikatan rangkap dua, dan N mendonorkan
3 buah elektron untuk membentuk ikatan rangkap 3).
Dalam menghitung jumlah elektron, kita tidak perlu tahu
keadaaan oksidasi dari atom logam.
Dalam contoh diatas :
- Atom besi menyumbangkan 8 elektron sesuai dengan
konfigurasi elektronnya.
- Ligan 5-C5H5 sebagai ligan netral yang menyumbangkan
5 elektron.
- Ligan CO menyumbangkan 2 pasang elektron
- Ligan Cl menyumbangkan 1 elektron
Sehingga jumlah elektron total adalah :
Fe : 8 elektron
5-C5H5 : 5 elektron
2 CO : 4 elektron
Cl : 1 elektron
Total : 18 elektron
Contoh :
Hitung jumlah elektron dari senyawa kompleks heksa karbonil
kromium (0) Cr(CO)6
Jawab : Cr(0) : [Ar]4s13d5
CO : Masing-masing menyumpangkan 1 pasang
elektron
Sehingga jumlah elektron total :
Cr (0) : 6 elektron
6CO : 12 elektron
Total elektron : 18 elektron
- Cr(CO)6 Merupakan kompleks yang taat pada aturan 18
elektron.
- Cr(CO)6 Memiliki ketahanan termal yang bagus, dapat
mengalami sublimasi tanpa terdekomposisi.
- Cr(CO)5 Merupakan senyawa yang mempunyai 16 elektron dan
Cr(CO)7 merupakan senyawa yang memiliki 20
elektron stabilitasnya jauh lebih rendah dibandingkan
dengan senyawa Cr(CO)6.
- Serupa dengan hal itu untuk kompleks bermuatan seperti
[Cr(CO)6]+ mempunyai 17 elektron dan [Cr(CO)6]-
mempunyai 19 elektron juga stabilitasnya jauh lebih
rendah dibandingkan dalam keadaan netral.
Dalam beberapa senyawaan organologam yang membentuk
senyawa ion, maka dalam perhitungan jumlah ion juga turut
dihitung.
Contoh :
1. [Mn(CO)6]+
Mn : [Ar]4s13d6 Metode A Metode B
Mn(I) 6e- Mn 7e-
6CO 12e- 6CO 12e-
Muatan(+) - Muatan (+) -1e-
18e- 18e-
Contoh :
1. [(5-C5H5 )Fe(CO)2]-
Fe : [Ar]4s23d6 Metode A Metode B
Fe(0) 8e- Fe 8e-
2CO 4e- 2CO 4e-
5-C5H5- 6e- 5-C5H5 5e-
Muatan(-) - Muatan (-) 1e-
18e- 18e-
Sebagai tambahan untuk ikatan logam-logam menyumbangkan
satu (1) elektron. Contoh : misalkan pada kompleks dimer
(CO)5Mn-Mn(CO)5, maka dapat dihitung sebagai berikut :
Mn : [Ar]4s23d5
Mn 7e-
5CO 10e-
Ikatan Mn-Mn 1e-
18e-
Tabel Beberapa penghitungan elektron untuk ligan-ligan yang
umum
Jenis Ligan Metode A Metoda B
H 2 (:H-) 1
Cl, Br, I 2(x-) 1
OH 2(OH-) 1
CN 2(:C N:-) 1
CH3 2(:CH3-) 1
NO(bengkok M-N=O) 2(N=O-) 1
NO(linier M-N O) 2(N O-) 3
CO, PR3 2 2
NH3, H2O 2 2
=CRR’(karbena) 2 2
H2C=CH2 2 2
=O, =S 2 (O2-, S2-) 2
3-C3H5 3 3
CR (karbuna) 3 3
N 6 (N3-) 3
Butadiena 4 4
5-C5H5 6(5-C5H5-) 5
6-C6H6 6 6
7-C7H7 6(7-C7H7+) 7
Dalam penggunaan tergantung pilihan masing-masing :
Untuk Metoda A mempunyai keuntungan dapat diketahui tingkat
oksidasi dari atom logam, tetapi memiliki kecenderungan
untuk memperhatikan senyawa organologam yang memiliki
ikatan ionik antara ligan dan logam.
Untuk Metoda B penggunaannya sering lebih cepat, khususnya
untuk penghitungan ligan-ligan yang mempunyai sistem
seperti ligan 5 mempunyai 5e-, ligan 3 mempunyai 3e-, dst.
Juga metode B lebih sederhana karena tidak perlu
menentukan tingkat oksidasi dari atom logam.
Mengapa Aturan 18 e-?
Alasan yang paling sederhana dapat dibuat dengan
menganalogkan aturan 8e- (oktet) untuk senyawaan golongan
utama. Jika pada aturan oktet merepresentasikan/mewakili
jumlah elektron pada kulit valensi terisi penuh (s2p6), maka 18
elektron juga berhubungan dengan jumlah elektron valensi untuk
logam transisi (s2p6d10)
Contoh :
Contoh :
Kompleks yang memenuhi aturan 18e- adalah Cr(CO)6
Dimana ikatan terjadi antara orbital d dari atom Cr dengan
donor (HOMO) dan aseptor orbital (LUMO) dari keenam ligan CO
Cr : [Ar] 4s13d5
3d 4s 4p
Cr*
2d 1s 3p d2sp3
z L
L
x L M L
y L
L
pz px py
px py pz
s
*
dx 2 -y 2 LUMO
s (lowest unoccupied
dz 2 molecular orbital)
HOMO
(highest occupied
molecular orbital)
Metal d d
Orbitals
Ligand
Orbitals
M-L bonding
Orbitals
Latihan Soal :
1. Tentukan manakah dari beberapa contoh senyawa dibawah
yang memenuhi aturan 18 e-?
a. Fe(CO)5
b. [Rh(bipy)2Cl]+
c. Re(PPh3)2Cl2N
2. Tentukan jumlah elektron ikatan dalam senyawa organologam
berikut dengan menggunakan metode A dan Metode B
a. [Fe(CO)4]2-
b. [(5-C5H5)2Co]+
c. (3-C5H5)(5-(C5H5)Fe(CO)
3. Tentukan unsur transisi periode pertama yang dapat
membentuk senyawa organologam berikut dan sesuai dengan
aturan 18 elektron
a. [M(CO)3(PPh3)]-
b. HM(CO)5
c. (4-C8H8)M(CO)3
d. [(5-C5H5)M(CO)3]2 (asumsikan ikatan M-M merupakan
ikatan tunggal)