Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT DI DINAS KESEHATAN


PROVINSI SUMATERA UTARA

PERIODE :
07 OKTOBER – 14 DESEMBER 2019

Disusun Oleh :
Dival Guma 102118030
Najma Nazif 102118029
Raja Huddin Harahap 102118031
Monica Fiade 102118017
Septiani Fitri Wahiddah 102118014
Masyithah Oktari Musdariza 102118110
Suci Ramadhani Dahlan 102118042
Arfan Riza 102118079

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM
2019
PROFIL DINAS KESEHATAN PROVINSI
SUMATERA UTARA
STRUKTUR ORGANISASI DAN PROGRAM DINAS KESEHATAN PROVINSI
SUMATERA UTARA
VISI GUBERNUR PROVINSI SUMATERA UTARA

Visi Gubernur Provinsi Sumatera Utara  “Sumatera Utara yang Maju, Aman, dan
Bermartabat.”

MISI GUBERNUR PROVINSI SUMATERA UTARA

1. Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang Bermartabat Dalam Kehidupan karena


memiliki iman dan taqwa, tersedianya sandang pangan yang cukup, rumah yang layak,
pendidikan yang baik, kesehatan yang prima, mata pencaharian yang menyenangkan, serta
harga-harga yang terjangkau.
2. Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang Bermartabat Dalam Politik dengan adanya
pemerintahan yang bersih dan dicintai, tata kelola pemerintah yang baik, adil, terpercaya,
politik yang beretika, masyarakat yang berwawasan kebangsaan, dan memiliki kohesi
sosial yang kuat serta harmonis.
3. Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang Bermartabat Dalam Pendidikan karena
masyarakatnya yang terpelajar, berkarakter, cerdas, kolaboratif, berdaya saing, dan mandiri.
4. Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang Bermartabat Dalam Pergaulan karena
terbebas dari judi, narkoba, prostitusi, dan penyeludupan, sehingga menjadi Teladan di Asia
Tenggara dan Dunia.
5. Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang Bermartabat Dalam Lingkungan karena
ekologinya yang terjaga, alamnya yang bersih dan indah, penduduknya yang ramah,
berbudaya, berperikemanusiaan, dan beradab.
PROFIL DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN
STRUKTUR ORGANISASI DAN PROGRAM DINAS KOTA MEDAN
VISI KOTA MEDAN

Visi Dinas Kesehatan Kota Medan adalah “Menjadikan kota sehat yang sehat
dalam kemandirian dan humanis”.

MISI KOTA MEDAN

1. Melaksanakan Pelayan Kesehatan Yang Paripurna, Merata, dan Bermutu.


2. Menumbuhkembangkan Kemandirian dan Partisipasi Masyarakat Melalui
Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Dalam Pembangunan Kesehatan.
3. Melaksanakan Penanggulangan Masalah Kesehatan dan Penyehatan
Lingkungan.
4. Meningkatkan Manajemen dan Informasi Kesehatan Yang Akuntabel,
Transparan, Berdaya Guna, dan Berhasil Guna.
PROFIL UPT PUSKESMAS POLONIA
Puskesmas Polonia terletak di Jl. Polonia, Gg.
A, Kelurahan Medan Polonia, Kecamatan
Medan Polonia, Kota madya Medan, Provinsi
Sumatera Utara. Puskesmas ini melayani
kesehatan masyarakat di lima Kelurahan, yaitu:
Kelurahan Polonia, Kelurahan Anggrung,
Kelurahan Madras Hulu, Kelurahan Suka
Damai, dan Kelurahan Sari Rejo. Puskesmas ini
didirikan sejak 1 Mei 1980.

Wilayah Kerja UPT Puskesmas Polonia


Luas Wilayah : 892 Ha
Jumlah Kelurahan : 5 Kelurahan
Jumlah Lingkungan : 46 Lingkungan
Jumlah Penduduk : 57.303 Jiwa
Daftar 10 Penyakit Terbanyak di UPT Puskesmas Polonia
Januari s/d September 2019

NO JENIS PENYAKIT TOTAL

1 ISPA 1.883

2 Hipertensi 1.031

3 Penyakit Rongga Mulut, Kelenjar Ludah, Rahang, Dan Lain-lain 652

4 Diare 513

5 Infeksi Penyakit Usus Lainnya 331

6 Kelainan Refraksi 330

7 Karies Gigi 220

Penyakit Pada Sistem Otot Dan Jaringan Pengikat (Radang Sendi,


8 218
Rematik)

9 Penyakit Kulit Infeksi 213

10 Penyakit Kulit Alergi 191


LAPORAN KEGIATAN DI UPT PUSKESMAS
POLONIA

1. Kegiatan Pemeriksaan Tinggi Badan, Berat Badan dan


Kesehatan Gigi pada Anak SD
2. Kegiatan Posyandu Lansia
3. Kegiatan Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak TK
4. Kegiatan Posyandu Lansia
5. Kegiatan Posyandu
6. Kegiatan Senam Lansia
7. Kegiatan Penyuluhan dengan Tema DM di Puskesmas Polonia
8. Kegiatan Penyuluhan NAPZA di Kelurahan Suka Damai
9. Kegiatan Penyuluhan PIS-PK di Kecamatan Medan Polonia
1 2 3
4 5

6
7 8

9
PROFIL UPT PUSKESMAS GLUGUR DARAT
UPT Puskesmas Glugur Darat Medan didirikan
pada tanggal 16 April 1968 yang diresmikan
pada tanggal 1 April 1972 sebagai Pusat
Kesehatan Masyarakat dibawah naungan Dinas
Kesehatan Kota Medan. UPT Puskesmas
Glugur Darat Medan yang terletak di Jl.
Pendidikan No. 08 Kel. glugur darat 1 Kec.
Medan timur merupakan Puskesmas perawatan
yang melayani pasien berobat jalan dan rawat
inap.

Wilayah Kerja UPT Puskesmas Glugur Darat

Luas Wilayah Kerja : 776 Ha


Jumlah Kelurahan : 11 Kelurahan
Jumlah Lingkungan : 128 Lingkungan
Jumlah Penduduk : 113.274 Jiwa
Daftar 10 Penyakit Terbanyak di UPT Puskesmas Glugur Darat
Januari s/d September 2019

No Penyakit Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Jumlah

1 ISPA 338 186 213 248 246 211 265 307 246 2,260

2 Hipertensi 352 132 120 336 330 312 148 119 157 2,006

3 Diabetes Mellitus 222 126 182 231 268 216 108 187 - 1,540

4 CHF 158 119 145 112 103 66 113 102 76 1,194

Penyakit Gigi dan


5 170 80 - 131 250 106 92 90 64 983
Mulut

Penyakit Mata dan


6 70 153 84 133 91 39 140 78 48 930
lain-lain

7 Penyakit THT 92 - - 59 - 39 - - 56 610

8 Dispepsia 86 69 65 96 126 99 - - - 541


9 Gangren - - - - 61 63 105 98 75 470
10 Osteoarthritis 82 91 105 87 59 - - - - 424
Jumlah 10,958
LAPORAN KEGIATAN DI UPT PUSKESMAS
POLONIA
1. Kegiatan PKPR di SMA 7 Medan
2. POSYANDU
3. Kegiatan Penyuluhan dan Pemberian Obat Fe kepada SMA-SMK-SMP di
Sekolah Al-fattah
4. Posyandu Lansia
5. Pemeriksaan Ibu Hamil dan Penyuluhan Asi Eksklusif
6. Vaksinasi SD Min 1
7. Posyandu
1 2

3
4 5

6 7
PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN DI UPT PUSKESMAS POLONIA
DAN GLUGUR DARAT
Permasalahan PHBS dan Pemecahan Masalah PHBS dan Hipertensi di
Hipertensi di UPT Puskesmas UPT Puskesmas Polonia
1. Bekerja sama dengan tenaga kerja kesehatan di
Polonia
puskesmas polonia untuk memberikan informasi dan
1. Masih kurangnya pengetahuan dan konseling serta penyuluhan oleh dokter dan peserta
informasi tentang PHBS. KKS kepada masyarat mengenai polonia.
2. Masih ada beberapa masyarakat yang 2. Mengajak tenaga kesehatan untuk melakukan
kurang mengerti akan pentingnya penyuluhan dan pembinaan kepadamasyarakat untuk
menerapkan PHBS. menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari – hari.
3. Masih kurang patuhnya masyarakat 3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai
menerapkan PHBS dalam kehidupan PHBS.
sehari – hari. 4. Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung
4. Masih kurangnya pengetahuan dan terwujudnya PHBS.
informasi Masyarakat mengenai 5. Bekerjasama dengan tenaga kesehatan di Puskesmas
penyebab, gejala, pengobatan, serta Polonia untuk memberikan informasi dan konseling
komplikasi dari penyakit Hipertensi. oleh dokter dan peserta Kepaniteraan Klinik Senior
5. Masih ada beberapa masyarakat yang kepada masyarakat mengenai hipertensi.
kurang patuh mengkonsumsi obat anti 6. Mengajak tenaga kesehatan untuk melakukan
Hipertensi. penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat untuk
6. Masih kurangnya upaya masyarakat mencegah hipertesi dengan pola hidup sehat.
dalam mengontrol tekanan darah. 7. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai efek
samping jika masyarakat tidak menjaga pola hidup
sehat.
8. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai efek
samping jika masyarakat tidak mengontrol tekanan
darah.
Permasalahan Penyakit TB di UPT Pemecahan Masalah Penyakit TB di UPT
Puskesmas Glugur Darat Puskesmas Glugur Darat
1. Masih tingginya angka kejadian TB 1. Pembentukan kader TB Paru karena meruapakan
Paru. faktor penting dalam penemuan suspek TB Paru
2. Kurangnya pengetahuan masyarakat sehingga akan meningkatkan penemuan kasus
tentang etika batuk serta cara TB Paru BTA positif.
penularan TB Paru. 2. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat
3. Kurangnya pengetahuan dan secara door to door tentang menjaga kebersihan
kedisplinan pasien TB Paru dalam rumah, pencahayaan, dan ventilasi rumah.
mengkonsumsi OAT. 3. Memberikan edukasi tentang etika batuk yang
4. Kurangnya pengetahuan keluarga benar dan penggunaan masker kepada pasien TB
pasien TB Paru tentang pentingnya Paru untuk menjaga penularan.
menjaga kebersihan rumah, ventilasi, 4. Memberikan edukasi kepada pasien TB Paru
dan pencahayaan rumah dalam upaya untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan gizi
pencegahan penularan TB Paru. seimbang.
5. Kurangnya pengetahuan dan
kesadaran pasien TB Paru akan
pentingnya gizi seimbang.
KESIMPULAN DAN SARAN DI UPT PUSKESMAS POLONIA DAN
GLUGUR DARAT
KESIMPULAN UPT PUSKESMAS POLONIA

1. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan


posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Polonia.
2. Kurangnya fasilitas pelayanan posyandu di Wilayah kerja Puskesmas
Polonia dimana jumlah balita sebanyak 4.197 sedangkan jumlah Posyandu
yang ada di wilayah kerja Puskesmas Polonia sebanyak 30 Posyandu.
3. Di wilayah kerja Puskesmas Polonia pada Januari – September 2019
ditemukan balita dengan gizi kurang sebanyak 25 orang.
4. ISPA merupakan penyakit tertinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Polonia
pada periode Januari - Desember 2018 yaitu sebanyak 1.883 kasus.
5. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memahami bahwa penyakit
infeksi saluran pernapasan akut ini bisa menjadi penyakit yang serius
apabila dibiarkan, sehingga pencegahan kurang dilaksanankan dalam
kehidupan sehari-hari.
KESIMPULAN UPT PUSKESMAS POLONIA

6. Puskesmas Polonia kurang memiliki fasilitas penunjang yang lengkap


dan modern dalam memberikan pelayanan kesehatan.
7. Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Polonia aktif dan kooperatif
dalam mengikuti program-program dari Puskesmas.
8. Pelayanan di Puskesmas Polonia dalam kategori baik karena tidak ada
keterlambatan dalam proses pendaftaran baik BPJS, umun, maupun
rujukan.
9. Pegawai di Puskesmas Polonia disiplin karena setiap hari melakukan
kegiatan upacara pagi dan upacara sore.
SARAN UPT PUSKESMAS POLONIA

1. Puskesmas Polonia perlu memberikan informasi dan menghimbau


masyarakat untuk datang ke posyandu dan mengikuti kegiatan
posyandu.
2. Puskesmas Polonia perlu menambah fasilitas posyandu sehingga
tingkat kesehatan maysarakat akan meningkat secara optimal.
3. Puskesmas Polonia perlu melakukan penyuluhan gizi dan
meningkatkan cakupan suplementasi gizi.
4. Memberikan penyuluhan tentang ISPA sehingga masyarakat mengerti
dan dapat mencegah terjadi penyakit tersebut.
5. Puskesmas Polonia sebaiknya menambah fasilitas penunjang yang
lengkap dan modern dalam memberikan pelayanan kesehatan.
KESIMPULAN UPT PUSKESMAS GLUGUR DARAT

1. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan


posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat.
2. Di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat pada Januari – September
2019 ditemukan balita dengan gizi burut sebanyak 3 orang dan gizi
kurang sebanyak 16 orang.
3. ISPA merupakan penyakit tertinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur
Darat pada periode Januari - Desember 2018 yaitu sebanyak 2.260
kasus.
4. TB merupakan penyakit menular tertinggi kedua di Wilayah Kerja
Puskesmas Glugur Darat pada periode Januari – September 2019 yaitu
sebanyak 133 kasus.
5. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan
pemberantasan penyakit – penyakit menular.
KESIMPULAN UPT PUSKESMAS GLUGUR DARAT

6. Penyelenggaraan promosi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas


Glugur Darat dalam kategori baik melalui bidang penyuluhan
kesehatan, kunjungan rumah, dan penyebaran informasi yang
dilakukan setiap bulan.
7. Puskesmas Glugur Darat memiliki fasilitas penunjang yang lengkap
dan modern dalam memberikan pelayanan kesehatan.
8. Pelayanan di Puskesmas Glugur Darat dalam kategori baik karena
tidak ada keterlambatan dalam proses pendaftaran baik BPJS, umun,
maupun rujukan.
9. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Glugur Darat terlayani
dengan sangat baik, karena para tenaga kesehatan cepat dan tanggap
dalam memberikan upaya promotif, preventif, kurratif, dan
rehabilitatif.
SARAN UPT PUSKESMAS GLUGUR DARAT

1. Puskesmas Glugur Darat perlu memberikan informasi dan menghimbau


masyarakat untuk datang ke posyandu dan mengikuti kegiatan posyandu.
2. Puskesmas Gelugur Darat perlu melakukan penyuluhan gizi dan
meningkatkan cakupan suplementasi gizi.
3. Memberikan penyuluhan tentang ISPA sehingga masyarakat mengerti dan
dapat mencegah terjadinya penyakit tersebut.
4. Memberikan penyuluhan tentang TB sehingga masyarakat mengerti dan
dapat mencegah terjadi penyakinya tersebut.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN
TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN SUSPEK TUBERKULOSIS
PARU DI UPT PUSKESMAS GLUGUR DARAT KOTA MEDAN
TAHUN 2019
A. LATAR BELAKANG

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh infeksi
bakteri Mycobacterium tuberkulosis, bakteri ini berbentuk basil dan bersifat tahan asam
sehingga dikenal juga sebagai Basil Tahan Asam (BTA) (PDPI, 2017).

Penyakit tuberkulosis sudah dicanangkan oleh WHO (World Health Organization) sebagai
Global Emergency sejak tahun 1992 (PDPI, 2017).

Penyebab utama meningkatnya masalah TB antara lain adalah : (a) Kemiskinan pada berbagai
kelompok masyarakat, (b) Kegagalan TB selama, (c) Perubahan demografik karena
meningkatnya penduduk dunia, (d) Dampak pandemik HIV (Oktavia, 2016).

Di Indonesia, tuberculosis merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dengan jumlah


menempati urutan ke-3 terbanyak di dunia setelah Cina dan India, dengan jumlah sekitar 10%
dari total jumlah pasien tuberculosis di dunia (Riskesdas, 2013).
B. RUMUSAN MASALAH

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN


TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN SUSPEK TUBERKULOSIS
PARU DI UPT PUSKESMAS GLUGUR DARAT KOTA MEDAN
TAHUN 2019

C. TUJUAN

Untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan


TUJUAN UMUM Penyakit Tuberkulosis Paru di UPT Puskesmas Glugur Darat
Tahun 2019.

1. Untuk Mengetahui Hubungan Faktor Usia dengan


Penyakit Tuberkulosis Paru.
2. Untuk Mengetahui Hubungan Faktor Status Gizi dengan
TUJUAN KHUSUS Penyakit Tuberkulosis Paru.
3. Untuk Mengetahui Hubungan Faktor Riwayat Kontak
dengan Penyakit Tuberkulosis Paru.
4. Untuk Mengetahui Hubungan Faktor Jenis Kelamin
dengan Penyakit Tuberkulosis Paru.
D. MANFAAT

Bagi Peneliti
Memberikan pengalaman dalam melaksanakan penelitian di masyarakat umum dan
menambah wawasan serta pengetahuan mengenai faktor-faktor yang berhubungan
dengan penyakit tuberkulosis paru di UPT Puskesmas Glugur Darat Tahun 2019.

Bagi Instansi Terkait


Sebagai bahan masukan dalam upaya meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat
pada pelaksanaan program penanggulangan penyakit tuberkulosis.

Bagi Peneliti Lain


Menjadi sumber referensi bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti pada bidang
kajian sejenis sehingga hasilnya nanti diharapkan dapat memperbaharui dan
menyempurnakan penelitian ini.
E. KERANGKA KONSEP
Variabel Independen Variabel Dependen

Usia
Status Gizi Tuberkulosis
Paru
Riwayat Kontak TB
Jenis Kelamin

F. DESAIN PENELITIAN F. POPULASI


Jenis penelitian yang dipilih adalah kuantitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah
Desain penelitian ini adalah analitik
Pasien suspek TB paru yang datang
observasional dengan pendekatan cross
berobat ke UPT Puskesmas Glugur Darat
sectional. Penelitian cross sectional jenis
pada bulan September sampai oktober
penelitian yang pengukuran variabel-
2019. Populasi dalam penelitian ini
variabelnya dilakukan hanya satu kali pada satu
berjumlah 62 orang.
saat untuk mempelajari etiologi atau faktor
risiko suatu penyakit.
Adapun kriteria populasi yang akan di
G. LOKASI PENELITIAN
ambil adalah:
Lokasi penelitian dilaksanakan
a. Kriteria Inklusi di UPT Puskesmas Glugur Darat
1. Pasien suspek TB paru yang berobat di Tahun 2019.
UPT Puskesmas Glugur Darat.
2. Pasien dengan data rekam medik yang
lengkap.

b. Kriteria Ekslusi
1. Pasien dengan data rekam medik yang G. WAKTU PENELITIAN
tidak lengkap.
Data yang diambil adalah data
F. SAMPEL sekunder pada bulan September
Teknik pengambilan sampel dalam sampai Oktober 2019. Waktu
penelitian ini adalah Total sampling, penelitian ini dilakukan pada
dengan jumlah sampel yang didapatkan November 2019
saat penelitian berjumlah 62 pasien.
H. DEFINISI OPERASIONAL

Variabel Definisi Cara Ukur Alat Ukur Skala Ukur Hasil Ukur
Tuberkulosis Pasien yang telah melakukan uji mikroskopis Memasukan data rekam Rekam medik Ordinal TB + = 1
Paru dan diagnosis dokter di UPT Puskesmas Glugur medik ke dalam lembar TB - = 2
Darat pada bulan September sampai Oktober pengamatan
2019.
Usia Usia merupakan satuan waktu yang mengukur Memasukan data rekam Rekam medik Ordinal ≥ 60 tahun = 1
waktu keberadaan suatu benda atau makhluk, medik ke dalam lembar < 60 tahun = 2
baik yang hidup maupun yang mati. pengamatan

Riwayat Ada tidaknya kontak pasien dengan penderita Memasukan data rekam Rekam medik Ordinal Ada = 1
Kontak TB TB paru medik ke dalam lembar Tidak = 2
pengamatan

Status Gizi Status gizi diartikan sebagai keadaan kesehatan Memasukan data rekam Rekam medik Ordinal 18,5>IMT>25 = 1
fisik seseorang atau sekelompok orang yang medik ke dalam lembar 18,5 – 25 = 2
ditentukan dengan salah satu atau kombinasi pengamatan
dari ukuran-ukuran gizi tertentu.

Jenis Kelamin Jenis kelamin adalah atribut fisiologis dan Memasukan data rekam Rekam medik Nominal Laki-Laki = 1
anatomis yang membedakan laki-laki dan medik ke dalam lembar Perempuan = 2
perempuan. pengamatan
I. ALAT PENELITIAN K. TEKNIK
PENGOLAHAN DATA
Alat pengumpul data pada penelitian ini
adalah rekam medik pasien suspek tb paru 1. Editing ( Penyusunan dan
yang berobat di UPT Puskesmas Glugur Pemeriksaan Data)
Darat.
2. Coding (Mengkode Data)
3. Entry (Memasukkan Data)

J. TEKNIK PENGUMPULAN 4. Tabulating (Tabulasi Data)


DATA
Data yang dikumpulkan dalam penelitian L. ANALISIS DATA

ini berupa data sekunder yaitu data rekam


1. Univariat
medik pasien suspek tb paru yang berobat
2. Bivariat
di UPT Puskesmas Glugur Darat.
3. Multivariat
HASIL PENELITIAN UNIVARIAT

Variabel Frekuensi (n) Persentase (%)


Suspek TB
TB + 36 58,1
TB - 26 41,9
Usia
30,6
≥ 60 tahun 19
69,4
< 60 tahun 43

Indeks Massa Tubuh (kg/m2)


18,5>IMT> 25 36 58,1
18,5 – 25 26 41,9

Riwayat Kontak TB Paru


Ada 35 56,5
Tidak ada 27 43,5
Jenis Kelamin
Laki-Laki 35 56,5
Perempuan 27 43,5
HASIL PENELITIAN BIVARIAT

Hubungan Usia dengan Kejadian TB Paru di UPT Puskesmas Glugur Darat


September s/d Oktober 2019

Usia Total
PR CI 95%
P
TB Paru TB Paru + TB Paru - (prevalence (confidence
f % Value
ratio) interval)
f % f %

≥ 60 tahun 10 52,6 9 47,4 19 100

< 60 tahun 26 60,5 17 39,5 43 100 0.766 0,726 0.245-2.147

Jumlah 36 26 62 100
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian TB Paru di UPT
Puskesmas Glugur Darat September s/d Oktober 2019

Usia Total
PR CI 95%
P
TB Paru TB Paru + TB Paru - (prevalence (confidence
f % Value
ratio) interval)
f % f %
18,5> IMT > 25
26 72,2 10 27,8 36 100

18,5 – 25 10 38,5 16 61,5 26


100 0.017 4.160 1.419– 12.192

Jumlah 36 26 62 100
Hubungan Riwayat Kontak dengan TB Paru dengan Kejadian TB Paru
di UPT Puskesmas Glugur Darat September s/d Oktober 2019

Usia Total PR CI 95%


P
TB Paru TB Paru + TB Paru - (prevalence (confidence
f % Value
f % f % ratio) interval)

Ada 26 74,3 9 25,7 35 100

Tidak Ada 10 37 17 63 27 100 0.007 4.911 1.654 -14.584

Jumlah 36 26 62 100
Hubungan Jenis Kelamin dengan Kejadian TB Paru di UPT Puskesmas
Glugur Darat September s/d Oktober 2019

Usia Total
PR CI 95
P
TB Paru TB Paru + TB Paru - (prevalence (confidence
f % Value
ratio) interval)
f % f %
Laki-laki
25 71,4 10 28,6 35 100

Perempuan 11 40,7 16 59,3 27


1.258 –
100 0.030 3.636
10.513

Jumlah 36 26 62 100
HASIL PENELITIAN MULTIVARIAT

95% CI
NO Variabel P Value PR
lower Upper

1. IMT 0,009 5.008 1.498 16.745

Riwayat Kontak
2. 0,004 5,821 1.748 19.392
TB Paru
KESIMPULAN HASIL PENELITIAN

1. Tidak terdapat hubungan faktor usia dengan TB paru pada pasien suspek
Tuberkulosis paru di UPT Puskesmas Glugur Darat 2019.
2. Ada hubungan faktor IMT dengan TB paru pada pasien suspek Tuberkulosis paru
di UPT Puskesmas Glugur Darat 2019.
3. Ada hubungan faktor riwayat kontak dengan TB paru pada pasien suspek
Tuberkulosis paru di UPT Puskesmas Glugur Darat 2019.
4. Ada hubungan faktor jenis kelamin dengan TB paru pada pasien suspek
Tuberkulosis paru di UPT Puskesmas Glugur Darat 2019.
SARAN

Bagi UPT Puskesmas Glugur Darat


1. Memberikan penyuluhan tentang TB sehingga masyarakat mengerti dan
dapat mencegah terjadi penyakinya tersebut.
2. Penyuluhan tentang makanan yang bergizi untuk pasien TB yang memiliki
IMT <18,5, aktifitas olahraga bagi gizi yang memiliki IMT >25 dan juga
mengatur pola makan dan meminum obat TB secara teratur sesuai
petunjuk pengobatan.
3. Penyuluhan tentang penggunaan masker bagi penderita dan keluarga
pasien, dan etika batuk untuk pasien TB, keluarga dan masyarakat.
4. Memberikan penyuluhan tentang pencegahan dan pemberantasan
penyakit-penyakit menular sehingga masyarakat mengerti tentang
penyakit-penyakit tersebut.
SARAN

Fakultas Kedokteran Universitas Batam


Diharapkan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Batam
menjadikan penulisan ini sebagai bahan acuan untuk melakukan penelitian
selanjutnya. Disarankan kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Batam agar berperan aktif dalam kegiatan program-program kesehatan
masyarakat.

Peneliti Selanjutnya
Perlu dilakukan penulisan lebih lanjut, misalnya dengan menggunakan metode
dan desain penelitian lain untuk mengetahui dan meneliti faktor-faktor risiko
lainnya yang berkaitan dengan penulisan ini.
TERIMA KASIH

TAKBIR !!!!!
ALLAHUAKBAR