Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan
nasional. Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mencapai tujuan pembangunan
kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara
menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Keberhasilan pembangunan kesehatan
berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya
manusia di Indonesia.
Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut
diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan
terpadu. Puskesmas adalah penanggung jawab penyelenggaraan upaya
kesehatan masyarakat dan perorangan jenjang pertama.
Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya. Dengan demikian, yang dimaksud dengan unit
pelaksana teknis dinas yang selanjutnya disebut UPTD, yakni unit organisai
dilingkungan dinas kota yang melakukan tugas teknis operasional. Puskesmas
berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat
pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan
tingkat pertama.
Puskesmas adalah suatu unit organisasi fungsional yang merupakan
pusat pembangunan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

1
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan masyarakat dalam


suatu wilayah kerja dalam bentuk usaha-usaha kegiatan pokok.

1.2. Tujuan Kegiatan


1.2.1 Tujuan Umum
Setelah melakukan KKS di UPT Puskemas Glugur Darat, seluruh
dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Batam mampu
melaksanakan pelayanan kesehatan primer di puskesmas.
1.2.2 Tujuan Khusus
Setelah peserta didik menyelesaikan program praktek puskesmas,
diharapkan seluruh dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas
Batam akan:
a. Terampil berkomunikasi dengan pasien dan tim kesehatan lainnya
secara efektif dalam pelayanan primer di puskesmas.
b. Mampu melakukan pencatatan dan pelaporan puskesmas.
c. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan program-program kerja di UPT
Puskesmas Glugur Darat.

1.3. Prosedur Kerja


Kepaniteraan klinik senior yang dilaksanakan di UPT Puskesmas Glugur
Darat meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a. Mencatat data geografis dan demografis di wilayah kerja UPT Puskesmas
Glugur Darat.
b. Pencatatan data dan laporan yang ada di UPT Puskesmas Glugur Darat.
c. Melakukan pengamatan langsung di lapangan dan ikut serta dalam
pelayanan kesehatan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

2
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Puskesmas
2.1.1 Pengertian Puskesmas
Menurut Keputusan dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No.75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat,
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Yang dimaksud dengan :
 Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan
untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan baik promotif,
preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh
pemerintah-pemerintah daerah dan/atau masyarakat.
 Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
Setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan
sasaran keluarga, kelompok dan masyarakat.
 Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP)
Suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan
yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan
penyakit, pengurangan penderitaan akibat dan memulihkan
kesehatan perseorangan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

3
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

 Pelayanan Kesehatan
Upaya yang diberikan oleh Puskesmas kepada masyarakat,
mencakup perencanaan, pelaksanaan,evaluasi,pencatatan,
pelaporan, dan dituangkan dalam satu sistem.
 Tenaga Kesehatan
Setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta
memilki pengetahuan dan / atau keterampilan melalui pendidikan di
bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan
untuk melakukan upaya kesehatan.

2.1.2 Tujuan Puskesmas


Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas
bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang :
a. Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan
kemampuan dan kemampuan hidup sehat.
b. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu.
c. Hidup dalam lingkungan yang sehat.
d. Memilikiderajatkesehatan yang optimal, baikindividu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.

2.1.3 Fungsi Puskesmas


Sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional, Puskesmas sebagai
fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama mempunyai tiga fungsi
sebagai berikut:

1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan

Memiliki makna bahwa Puskesmas harus mampu membantu


menggerakkan (motivator, fasilitator) dan turut serta memantau
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

4
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

pembangunan yang diselenggarakan di tingkat kecamatan agar


dalam pelaksanaannya mengacu, berorientasi serta dilandasi oleh
kesehatan sebagai faktor pertimbangan utama. Diharapkan setiap
pembangunan yang dilaksanakan setidaknya mendatangkan dampak
positif terhadap kesehatan. Keberhasilan dapat diukur dari Indeks
Potensi Tatanan Sehat (IPTS). Indikatornya adalah :
 Berapa % sekolah yang dinyatakan berpotensi sehat
 Berapa % tempat kerja yang dinyatakan berpotensi sehat
 Berapa tempat-tempat umum yang dinyatakan berpotensi sehat
Indikator Potensi Tatanan Sehat untuk sekolah:
 Tersedianya air bersih
 Tersedianya jamban yang saniter
 Adanya larangan merokok
 Adanya dokter kecil untuk SD atau Palang Merah Remaja (PMR)
untuk SLTP

2. Memberdayakan masyarakat dan keluarga

Pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitas yang


bersifat non instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah,
merencanakan dan melakukan pemecahan dengan memanfaatkan
potensi setempat dan fasilitas yang ada, baik dari intansi lintas
sektoral maupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan tokoh
masyarakat.

Pemberdayaan keluarga adalah segala upaya fasilitas yang


bersifat non instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan keluarga agar mampu mengidentifikasi masalah,

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

5
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

merencanakan dan mengambil keputusan untuk melakukan


pemecahannya dengan benar tanpa atau bantuan pihak lain.

Indikator fungsi pemberdayaan masyarakat, yaitu:


 Tumbuh-kembang UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis
Masyarakat)
 Tumbuh dan berkembangnya LSM di bidang kesehatan
 Tumbuh dan berfungsinya BPKM (Badan Peduli Kesehatan
Masyarakat) atau BPP (Badan Penyantun Puskesmas)

3. Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama

Upaya pelayanan kesehatan tingkat pertama yang


diselenggarakan Puskesmas bersifat holistik,
komprehensif/rnenyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
Pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan yang bersifat
pokok (basic health service), yang sangat dibutuhkan oleh sebagian
besar masyarakat serta, mempunyai nilai strategis untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan
tingkat pertama meliputi pelayanan kesehatan masyarakat dan
pelayanan medik. Pada umumnya pelayanan kesehatan tingkat
pertama ini bersifat pelayanan rawat jalan (ambulatory/out patient
service).

Sebagai pusat pelayanan tingkat pertama di wilayah


kerjanya, Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan
pemerintah yang wajib menyelenggarakan pelayanan
kesehatan secara bermutu, terjangkau, adil dan merata.

Upaya pelayanan yang diselenggarakan meliputi:


 Pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih mengutamakan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

6
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

pelayanan promotif dan preventif, dengan pendekatan kelompok


masyarakat, serta sebagian besar diselenggarakan bersama
masyarakat melalui upaya pelayanan dalam dan luar gedung di
wilayah kerja puskesmas.
 Pelayanan medik dasar yang lebih mengutamakan pelayanan,
kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan keluarga
pada umumnya melalui upaya rawat jalan dan rujukan.
Pada kondisi tertentu dan bila memungkinkan dapat
dipertimbangkan Puskesmas dapat memberikan pelayanan rawat
inap sebagai rujukan antara sebelum dirujuk ke Rumah Sakit.
Dalam melaksanakan fungsinya tersebut, Puskesmas dapat
melakukan cara-cara sebagai berikut :
1. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melakukan
kegiatan dalam rangka menunjang dirinya sendiri.
2. Memberi petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana
menggali serta menggunakan sumber daya yang ada secara
efektif dan efisien.
3. Memberi bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan
rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat
dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan
ketergantungan.
4. Memberi pelayanan kesehatan langsung pada masyarakat.
5. Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam
melaksanakan program kerja Puskesmas.
Pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan yang
bersifat mutlak, perlu yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

7
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

masyarakat serta mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan


derajat kesehatan masyarakat.
Upaya pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
diselenggarakan Puskesmas bersifat holistik, komprehensif, terpadu
dan berkesinambungan.Pelayanan Kesehatan Menyeluruh, yaitu
pelayanan kesehatan yang meliputi :
 Kuratif (pengobatan)
 Preventif (pencegahan)
 Promotif (peningkatan kesehatan)
 Rehabilitatif (pemulihan kesehatan)
Semua jenis pelayanan ini ditujukan kepada semua jenis,
golongan umur dan dimulai sejak dimulainya pembuahan dalam
kandungan hingga tutup usia.
 Pelayanan Kesehatan Terpadu (terintegrasi)
Sebelum adanya pelayanan kesehatan terpadu ini, masing-masing
organisasi yang terkait dalam pelayanan kesehatan melakukan
usaha-usaha kesehatannya secara terpisah dan bekerja sendiri-
sendiri. Mereka langsung melaporkan hasil kegiatannya kepada
KaDinKes sehingga mereka saling tidak mengenal program apa
yang akan dijalankan untuk kemajuan kesehatan di masyarakat.
Dengan adanya peningkatan sistem pelayanan kesehatan
melalui Puskesmas, maka kegiatan-kegiatan pokok ini dilakukan
bersama dibawah satu koordinasi dan satu program. Berbagai jenis
kegiatan pokok Puskesmas dilakukan secara kerja sama, begitu pula
rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan, pengawasan dan
pengendalian serta evaluasi kegiatan dilakukan bersama di bawah
satu administrator dan satu pimpinan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

8
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

Sebagai sarana untuk mempermudah Puskesmas dalam


melakukan tugasnya, maka Puskesmas ditunjang dengan unit
kegiatan yang lebih sederhana dalam bentuk:
1. Puskesmas Pembantu (Pustu)
Puskesmas pembantu merupakan unit pelayanan kesehatan
yang sederhana dan berfungsi menunjang serta membantu
melaksanakan kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam
masyarakat lingkungan wilayah yang lebih kecil serta jenis dan
kompetensi pelayanan yang disesuaikan dengan kemampuan
tenaga dan sarana yang tersedia. Dalam Pelita V, wilayah kerja
Puskesmas pembantu diperkirakan meliputi 2-3 desa, dengan
sasaran penduduk antara 2500 orang (di luar Jawa–Bali) hingga
10.000 orang (di perkotaan Jawa–Bali). Puskesmas pembantu
merupakan bagian integral dari Puskesmas, dengan kata lain
Puskesmas juga meliputi Puskesmas pembantu yang ada di
wilayah kerjanya.
Tugas pokok Puskesmas pembantu adalah
menyelenggarakan sebagian program kegiatan Puskesmas sesuai
dengan kompetensi tenaga dan sumberdaya lain yang tersedia.
2. Puskesmas keliling (Pusling)
Puskesmas keliling adalah merupakan tim pelayanan
kesehatan Puskesmas keliling, terdiri dari tenaga yang dilengkapi
dengan kendaraan bermotor/roda 4/perahu bermotor, peralatan
kesehatan, peralatan komunikasi yang berasal dari Puskesmas.
Puskesmas keliling berfungsi untuk menunjang dan membantu
kegiatan pelaksanaan program Puskesmas dalam wilayah

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

9
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

kerjanya yang belum terjangkau atau lokasi yang sulit dijangkau


oleh sarana kesehatan.
Kegiatan Puskesmas keliling adalah :
a. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di
daerah terpenil yang tidak terjangkau oleh pelayanan
Puskesmas atau Puskesmas pembantu, 4 hari dalam seminggu.
b. Melakukan penyelidikan terhadap kasus luar biasa.
c. Melakukan rujukan bagi kasus gawat darurat.
d. Melakukan penyuluhan dengan menggunakan alat audio
visual.
3. Bidan yang bertugas di desa
Bidan desa adalah tenaga bidan yang ditempatkan di desa
dalam rangka meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan
kesehatan Puskesmas, bidan desa mempunyai wilyah kerja 1-2
desa dengan jumlah penduduk rata-rata 3000 orang/desa, dan
bertanggung jawab kepada kepala Puskesmas.
Tugas utama bidan tersebut membina peran serta
masyarakat dalam Posyandu dan pembinaan kelompok
persepuluhan, membina kelompok kader dasa wisma, membantu
persalinan di rumah-rumah, mengadakan rujukan. Di samping
memberi pelayanan langsung di posyandu dan pertolongan
persalinan di rumah. Selain itu sebagai tugas khusus, bidan desa
bertanggung jawab atas program Kesehatan Ibu dan Anak serta
program Keluarga Berencana di wilayah kerjanya.
4. Puskesmas rawat inap
Puskesmas rawat inap adalah Puskesmas dengan fasilitas
tempat perawatan dan ruang tambahan untuk menolong penderita

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

10
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

gawat darurat baik berupa tindakan operatif terbatas maupun


perawatan sementara. Fungsinya sebagai ”Pusat Rujukan Antara”
yang melayani penderita gawat darurat sebelum dapat dirujuk ke
Rumah Sakit.
Kriteria yang harus dipenuhi oleh Puskesmas rawat inap adalah
sebagai berikut:
 Puskesmas harus terletak kira-kira 20 km dari RS
 Mudah dicapai dengan kendaraan bermotor dari puskesmas
sekitarnya
 Dipimpin oleh seorang dokter disertai tenaga kesehatan yang
memadai
 Jumlah kunjungan minimal100 orang per hari
 Penduduk wilayah puskesmas dan penduduk 3 puskesmas
sekitarnya minimal 20.000 per puskesmas
 Pemda bersedia menyediakan anggaran rutin yang mencukupi
Kegiatan :
1. Melakukan tindakan operatif terbatas pada kasus-kasus:
 kecelakaan lalu lintas
 persalinan penyulit
 penyakit gawat darurat
2. Merawat sementara atau melakukan observasi diagnostik
dengan rata-rata hari perawatan 3 hari atau maksimal 7 hari
3. Melakukan pertolongan sementara untuk mempersiapkan
pengiriman penderita ke RS
4. Memberi pertolongan persalinan bagi kehamilan resti(risiko
tinggi)dan persalinan dengan penyulit

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

11
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

5. Melakukan MOP atau MOW (MOP = Metode Operasi pada


Pria, MOW = Metode Operasi pada Wanita ).

2.2 Visi dan Misi Puskesmas


2.2.1 Visi Puskesmas
Visi pembangunan kesehatan melalui Puskesmas adalah
tercapainya Kecamatan sehat menuju Indonesia sehat. Kecamatan sehat
merupakan gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin
dicapai melalui pembangunan kesehatan yang ditandai dengan
penduduknya hidup dalam lingkungan sehat dan dengan perilaku hidup
sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan
yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya.
Kelompok indikator pencapaian Kecamatan sehat yang dipantau
tahunan atau lima tahunan yang terdiri dari :
 Indikator lingkungan sehat meliputi :
 Ketersediaan air bersih dan jamban
Sarana pembuangan air besar dibedakan menjadi empat
macam, yaitu memakai jamban leher angsa, jambanplengsengan,
jamban cemplung dan tidak memakai jamban.
 Keadaan tempat pembuangan sampah dan limbah
 Keadaan sanitasi tempat-tempat umum (TTU)
Tempat–tempat umum merupakan sarana yang dikunjungi
banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran
penyakit. TTU meliputi hotel, terminal, bioskop, pasar dan lain-lain.
Sedangkan TTU sehat adalah tempat umum yang memenuhi syarat
kesehatan, yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

12
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas


lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung dan
memiliki pencahayaan ruang yang sesuai.
 Indikator perilaku masvarakat meliputi:
 Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lima tatanan
PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar
atau menciptakan kondisi bagi perorangan, keluarga dan kelompok
dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan
informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap
dan perilaku sehingga membantu masyarakat dalam mengenali dan
mengatasi masalahnya sendiri, dalam tatanan rumah tangga, agar
dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga,
memelihara dan meningkatkan kesehatan. Upaya yang dilakukan
melalui pendekatan pimpinan (advokasi), bina suasana (social
support), dan pemberdayaa nmasyarakat (empowerment).
 Indikator pelayanan kesehatan, meliputi :
 KEP balita
 Insidens penyakit diare
 Insidens penyakit TBC
 Insidens penyakit ISPA pada balita
 Resiko tinggi pada ibu hamil
Kelompok indikator pelaksanaan fungsi Puskesmas yang dipantau
bulanan atau tahunan yang terdiri dari:
 Indikator penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
 Tatanan sekolah
 Tatanan tempat kerja

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

13
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

 Tatanan tempat-tempat umum


 Tatanan institusi kesehatan
Ukuran penilaian tatanan yang dimaksud adalah perilaku dan
keadaan lingkungan fisik
 Indikator pemberdayaan masyarakat dan keluarga
 Tumbuh kembangnya upaya kesehatan berbasis masyarakat
(UKBM)
 Tumbuh dan berkembangnya lembaga swadaya masyarakat
(LSM) yang bergerak di bidangkesehatan
 Tumbuh dan fungsi Badan Penyantun Puskesmas (BPP)
 Tumbuh dan berkembangnyakeluargasehat
 Indikator pelayanan kesehatan tingkat pertama
 Kualitas pelayanan
 Cakupan program kegiatan
Selanjutnya Dinas Kesehatan kabupaten/kota bersama dengan
Puskesmas menguraikan indikator diatas lebih operasional
sesuai dengan pelaksanaan kegiatan fungsi Puskesmas dengan
pertimbangan keadaan kesehatan di kabupaten/kota khususnya
di daerah wilayah kerja Puskesmas.

2.2.2 Misi Puskesmas


Pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat yang dilakukan
melalui Puskesmas didasarkan pada misi didirikannya Puskesmas
sebagai pusat pengembangan kesehatan (Centre for Health
Development) di wilayah kerja tertentu (biasanya di tingkat
Kecamatan). Upaya pengembangannya dapat dilaksanakan melalui

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

14
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

perluasan jangkauan wilayah sesuai dengan tingkat kemajuan


transportasi, peningkatan mutu pelayanan dan keterampilan staf,
peningkatan rujukan, peningkatan manajemen organisasi, dan
peningkatan peran serta masyarakat.
Penjabaran misi Puskesmas sebagai pusat pengembangan
kesehatan dapat dilakukan melalui berbagai upaya seperti:
1. Meluaskan jangkauan pelayanan kesehatan sampai ke desa-desa
dengan membangun Puskesmas yang baru, Puskesmas Pembantu,
Pos Kesehatan, Posyandu dan penempatan bidan di desa yang
mengelola sebuah polindes (poliklinik persalinan desa).
2. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Mutu pelayanan
kesehatan di Puskesmas dapat diwujudkan, baik dengan
meningkatkan keterampilan dan motivasi kerja staf Puskesmas
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat maupun
dengan cara mencukupi berbagai jenis kebutuhan peralatan dan obat-
obatan yang perlu tersedia di Puskesmas. Ada dua aspek mutu
pelayanan kesehatan di Puskesmas yang perlu dibedakan yaitu
quality of care dan quality of services. Keduanya saling terkait.
Quality of care lebih banyak menyatu aspek profesi dan
penanganannya menjadi tanggung jawab ikatan profesi. Yang
termasuk Quality of services lebih banyak terkait dengan kualitas
dan kelengkapan sarana pelayanan kesehatan termasuk manajemen
program pelayanan kesehatan (management support system).
3. Pengadaan peralatan dan obat-obatan disesuaikan dengan kebutuhan
masyarakat. Perencanaan pengadaan obat seharusnya didasarkan
pada analisis epidemiologi penyakit yang berkembang di wilayak
kerja Puskesmas. Tetapi model perencanaan obat dengan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

15
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

menggunakan pendekatan epidemiologi penyakit masih sulit


dilaksanakan di Puskesmas karena adanya format baku sistem
pengadaan dan distribusi obat melalui sistem inpres sehingga
mekanisme perencanaan dari bawah sukar berkembang.
4. Sistem rujukan di tingkat pelayanan kesehatan dasar lebih diperkuat
dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sampai ke tingkat
desa. Rujukan pelayanan kesehatan akan dapat terlaksana bila
pembangunan sektor lain di tingkat Kecamatan juga mendukung
yaitu tersedianya fasilitas transportasi yang lebih memadai dan
peningkatan pendapatan keluarga. Kegagalan tugas pokjanal
(kelompok kerja fungsional) menunjang pelaksanaan program
pelayanan terpadu adalah salah satu contoh masih lemahnya
koordinasi dan kerjasama lintas sektoral di tingkat Kecamatan
sehingga pelaksanaan rujukan program secara sektoral di tingkat
Kecamatan juga terhambat.
5. Peran serta masyarakat melalui pengembangan Pembangunan
Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). Prinsip kerja PKMD adalah
berkembangnya kegiatan masyarakat dalam rangka menolong diri
mereka sendiri. Kegiatannya perlu dilakukan secara gotong-royong
dan swadaya sehingga masyarakat mampu mencapai mutu hidup
yang lebih sehat dan sejahtera. Kegiatan masyarakat tersebut
merupakan bagian integral dari pembangunan nasional pada
umumnya dan pembangunan desa khususnya. Pengembangan
program PKMD seharusnya mendapat dukungan melalui
peningkatan kerjasama lintas program dan lintas sektoral. Ini berarti
kegiatan PKMD harus dikembangkan oleh masyarakat sendiri dan
pembinaannya dilakukan tidak saja oleh Puskesmas tetapi

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

16
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

bekerjasama dengan sektor-sektor lain yang terkait di tingkat


Kecamatan. Lahirnya konsep PKMD di Indonesia merupakan
jawaban atas rekomendasi WHO di Alma Ata (1978) untuk
menerapkan tema pembangunan kesehatan untuk seluruh
masyarakat tahun 2000 (Health for all by the year 2000).
Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa misi Puskesmas
hanya mencakup 4 hal, yaitu:
 Menggerakkan pembangunan Kecamatan yang berwawasan
kesehatan
 Mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat
 Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,
merata dan terjangkau
 Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya.

2.3 Azas dan Upaya Penyelenggaraan Puskesmas


Pada penyelenggaran upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan
pengembangan harus menerapkan azas penyelenggaran puskesmas secara
terpadu.
2.3.1 Prinsip Penyelenggaraan Puskesmas
Prinsip penyelenggaraan puskesmas meliputi :
a. Paradigma sehat
Puskesmas mendorong seluruh pemangku kepentingan
untuk berkomitmen dalam upaya mencegah dan mengurangi resiko
kesehatan yang dihadapi individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.
b. Pertanggung jawaban wilayah

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

17
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

Puskesmas menggerakkan dan bertanggung jawab terhadap


pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.
c. Kemandirian masyarakat
Puskesmas mendorong kemandirian hidup sehat bagi individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat.
d. Pemerataan
Pelayanankesehatan yang dapat diakses dan terjangkau oleh
seluruh masyarakat diwilayah kerjanya secara adil tanpa
membedakan status sosial, ekonomi, agama, budaya dan
kepercayaan.
e. Teknologi tepat guna
Puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan
memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan
pelayanan, mudah dimanfaatkan dan tidak berdampak buruk bagi
lingkungan.
f. Keterpaduan dan kesinambungan
Puskesmas mengintegrasikan dan mengoordinasikan
penyelenggaraan UKM UKP lintas program dan lintas sector serta
melaksanakan system rujukan yang didukung dengan menajemen
puskesmas.
2.3.2 Azas Penyelenggaraan Puskesmas
Sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama di Indonesia,
pengelolaan program kerja Puskesmas berpedoman pada empat azas
pokok yakni:
1. Azas pertanggung-jawaban wilayah
Dalam menyelenggarakan program kerjanya, Puskesmas harus
melaksanakan azas pertanggung-jawaban wilayah. Artinya,

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

18
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

Puskesmas harus bertanggung jawab atas semua masalah kesehatan


yang terjadi di wilayah kerjanya.
Karena adanya azas yang seperti ini, maka program kerja
Puskesmas tidak dilaksanakan secara pasif saja, dalam arti hanya
sekedar menanti kunjungan masyarakat ke Puskesmas, melainkan
harus secara aktif memberikan pelayanan kesehatan sedekat
mungkin dengan masyarakat.
2. Azas peran serta masyarakat
Dalam menyelenggarakan program kerjanya, Puskesmas harus
melaksanakan azas peran serta masyarakat. Artinya, berupaya
melibatkan bentuk peran serta masyarakat dalam pelayanan
kesehatan banyak masyarakat dalam menyelenggarakan program
kerja tersebut. Di Indonesia dikenal dengan nama Pos Pelayanan
Terpadu (Posyandu).
3. Azas keterpaduan
Dalam menyelenggarakan program kerjanya, Puskesmas harus
melaksanakan azas keterpaduan. Artinya, berupaya memadukan
kegiatan tersebut bukan saja dengan program kesehatan lain (lintas
program), tetapi juga dengan program dari sektor lain (lintas
sektoral).
4. Azas rujukan
Dalam menyelenggarakan program kerjanya, Puskesmas harus
melaksanakan azas rujukan. Artinya, jika tidak mampu menangani
suatu masalah kesehatan harus merujuknya ke sarana kesehatan yang
lebih mampu. Untuk pelayanan kedokteran jalur rujukannya adalah
Rumah Sakit. Sedangkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat
jalur rujukannya adalah kantor kesehatan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

19
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

2.3.3 Upaya Penyelenggaraan Puskesmas


1. Upaya Kesehatan Wajib
Upaya kesehatan wajib Puskesmas adalah upaya yang
ditetapkan berdasarkan komitmen nasional, regional, dan global
serta mempunyai daya ungkit tinggi untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat dan harus diselenggarakan di setiap
Puskesmas. Upaya kesehatan wajib tersebut adalah :
a. Upaya promosi kesehatan
b. Upaya kesehatan lingkungan
c. Upaya kesehatan Ibu dan Anak serta keluarga berencana
d. Upaya perbaikan gizi masyarakat
e. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
2. Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya kesehatan pengembangan Puskesmas adalah upaya
yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang
ditemukan dimasyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan
Puskesmas, yang dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok
Puskesmas yang telah ada yakni:
a. Upaya kesehatan sekolah
b. Upaya perawatan kesehatan masyarakat
c. Upaya kesehatan kerja
d. Upaya kesehatan gigi dan mulut
e. Upaya kesehatan jiwa
f. Upaya kesehatan mata
g. Upaya kesehatan usia lanjut
h. Upaya pembinaan pengobatan
i. Laboratorium sederhana

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

20
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

2.4 Kedudukan, Organisasi, dan Tata Kerja Puskesmas


2.4.1 Kedudukan Puskesmas
Kedudukan Puskesmas dibedakan menurut keterkaitannya
dengan Sistem Kesehatan Nasional (SKN), Sistem Kesehatan
Kabupaten/Kota dan Sistem Pemerintah Daerah:
1. Sistem Kesehatan Nasional
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Nasional
adalah sebagai sarana pelayanan kesehatan strata pertama yang
bertanggungjawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan
dan upaya kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
2. Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Kesehatan
Kabupaten/Kota adalah sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggungjawab
menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan
Kabupaten/Kota di wilayah kerjanya.
3. Sistem Pemerintah Daerah
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Pemerintah Daerah
adalah sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota yang merupakan unit struktural Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota bidang kesehatan di tingkat kecamatan.
4. Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
Di wilayah kerja Puskesmas terdapat berbagai organisasi
pelayanan kesehatan strata pertama yang dikelola oleh lembaga
masyarakat dan swasta seperti: praktik dokter, praktik dokter gigi,
praktik bidan, poliklinik dan balai kesehatan masyarakat.
Kedudukan puskesmas di antara berbagai sarana pelayanan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

21
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

kesehatan strata pertama ini adalah sebagai mitra. Di wilayah kerja


Puskesmas terdapat pula berbagai upaya-upaya kesehatan berbasis
dan bersumber daya masyarakat seperti: Posyandu, Polindes, Pos
Obat Desa dan Pos UKK. Kedudukan puskesmas di antara berbagai
sarana pelayanan kesehatan berbasis dan bersumber daya
masyarakat adalah sebagai Pembina.
2.4.2 Organisasi Puskesmas
1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Puskesmas tergantung dari beban tugas
masing-masing Puskesmas. Penyusunan struktur organisasi
Puskesmas di suatu Kabupaten/Kota dilakukan oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota, sedangkan penetapannya dilakukan
dengan peraturan daerah. Sebagai acuan dapat dipergunakan pola
struktur organisasi Puskesmas sebagai berikut:
a. Kepala Puskesmas
b. Unit Tata Usaha yang bertanggung jawab membantu Kepala
Puskesmas dalam pengelolaan:
 Data dan informasi
 Perencanaan dan penilaian
 Keuangan
 Umum dan kepegawaian
c. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas:
 Upaya kesehatan masyarakat, termasuk pembinaan terhadap
UKMB
 Upaya kesehatan perorangan
d. Jaringan Pelayanan Perorangan:
 Unit Puskesmas Pembantu

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

22
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

 Unit Puskesmas Keliling


 Unit Bidan di Desa/Komunitas.
2. Kriteria Personalia
Kriteria personalia yang mengisi struktur organisasi
Puskesmas disesuaikan dengan tugas dan tanggungjawab masing-
masing unit Puskesmas. Khusus untuk Kepala Puskesmas kriteria
tersebut dipersyaratkan harus seorang sarjana di bidang kesehatan
yang kurikulum pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat.
3. Eselon Kepala Puskesmas
Kepala Puskesmas adalah penanggungjawab pembangunan
kesehatan di tingkat kecamatan, sesuai dengan tanggungjawab
tersebut dan besarnya peran Kepala Puskesmas dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan
maka jabatan kepala puskesmas adalah jabatan struktural eselon IV.
Apabila tenaga yang memenuhi syarat untuk menjabat jabatan
eselon IV tidak tersedia, ditunjuk pejabat sementara yang sesuai
dengan sesuai dengan kriteria Kepala Puskesmas yakni seorang
sarjana di bidang kesehatan masyarakat, dengan kewenangan yang
setara dengan pejabat tetap.
2.4.3 Tata Kerja Puskesmas
1. Dengan Kantor Kecamatan
Dalam melaksanakan fungsinya, Puskesmas berkoordinasi
dengan kantor Kecamatan melalui pertemuan berkala yang
diselenggarakan di tingkat Kecamatan. Koordinasi tersebut
mencakup perencanaan, penggerakan pelaksanaan, pengawasan, dan
pengendalian serta penilaian. Dalam hal pelaksanaan fungsi

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

23
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

penggalian sumber daya masyarakat oleh Puskesmas, koordinasi


dengan kantor Kecamatan mencakup pula kegiatan fasilitasi.
2. Dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
Puskesmas ialah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota. Dengan demikian, secara teknis dari administratif,
Puskesmas bertanggung jawab kepada Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota. Sebaliknya, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
bertanggung jawab membina serta memberikan bantuan
administratif dan teknis kepada Puskesmas.
3. Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
Sebagai mitra pelayanan kesehatan strata pertama yang
dikelola oleh lembaga masyarakat dan swasta, Puskesmas menjalin
kerja sama termasuk penyelenggara rujukan dan memantau kegiatan
yang diselenggarakan. Sedangkan sebagai pembina upaya kesehatan
bersumber daya masyarakat, Puskesmas melaksanakan bimbingan
teknis, pemberdayaan dan rujukan sesuai kebutuhan. Contohnya
seperti Posyandu, Poskeskel, dll.
4. Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan
Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan
upaya kesehatan masyarakat, Puskesmas menjalin kerja sama yang
erat dengan berbagai pelayanan kesehatan rujukan. Untuk upaya
kesehatan perorangan, jalinan kerja sama tersebut diselenggarakan
dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan perorangan seperti
Rumah Sakit (Kabupaten/Kota) dan berbagai Balai Kesehatan
Masyarakat (Balai Pengobatan Penyakit Paru, Balai Kesehatan Mata
Masyarakat, Balai Kesehatan Kerja Masyarakat, Balai Kesehatan
Olahraga Masyarakat, Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat, Balai

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

24
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

Kesehatan Indra Masyarakat). Sedangkan untuk upaya kesehatan


masyarakat, jalinan kerja sama diselenggarakan dengan berbagai
sarana pelayanan kesehatan masyarakat rujukan, seperti Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan,
Balai Laboratorium Kesehatan serta berbagai Balai Kesehatan
Masyarakat. Kerja sama tersebut diselenggarakan melalui penerapan
konsep rujukan yang menyeluruh dalam koordinasi Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota.
5. Dengan Lintas Sektor
Tanggung jawab Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis
adalah menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan
yang dibebankan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Untuk
hasil yang optimal, penyelenggaraan pembangunan kesehatan
tersebut harus dikoordinasikan dengan berbagai lintas sektor terkait
yang ada di tingkat Kecamatan. Diharapkan di satu pihak,
penyelenggarakan pembangunan kesehatan di Kecamatan
tersebutuntuk mendapat dukungan dari berbagai sektor terkait,
sedangkan di pihak lain pembangunan yang diselenggarakan oleh
sektor lain di tingkat Kecamatan berdampak positif terhadap
kesehatan.
6. Dengan Masyarakat
Sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya, Puskesmas memerlukan dukungan
aktif dari masyarakat sebagai objek dan subjek pembangunan.
Dukungan aktif tersebut diwujudkan melalui pembentukan Badan
Penyantun Puskesmas yang menghimpun berbagai potensi
masyarakat, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM,

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

25
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

organisasi kemasyarakatan, serta dunia usaha. BPP tersebut berperan


sebagai mitra dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

26
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

BAB III
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS

3.1. Sejarah Singkat UPT Puskesmas Glugur Darat


UPT Puskesmas Glugur Darat Medan didirikan pada tanggal 16 April
1968 yang diresmikan oleh Gubernur Sumut KDHT, T.I.H. Marah Halim pada
tanggal 1 April 1972 sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat dibawah naungan
dinas kesehatan Kota Medan.
UPT Puskesmas Glugur Darat Medan yang terletak di Jl. Pendidikan No.
08 Kel. glugur darat 1 Kec. Medan timur merupakan Puskesmas perawatan yang
melayani pasien berobat jalan dan rawat inap. Pasien yang memerlukan
perawatan yang lebih lanjut dan memerlukan rawat inap akan di rujuk ke Rumah
Sakit terdekat.

Gambar 3.1 Peta UPT Puskesmas Glugur Darat medan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

27
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

3.1.1 Batas Wilayah Kerja UPT Puskesmas Glugur Darat


Sebelah Utara : Berbatasan dengan KecamatanMedan Deli
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kecamatan Medan Perjuangan
Dan berbatasan dengan Kecamatan Medan
Tembung
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Medan Kota
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Medan Barat

3.1.2 Visi dan Misi UPT Puskesmas Glugur Darat


1. Visi
Mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata,
dan terjangkau menuju masyarakat Kecamatan Medan Timur yang
sehat dan mandiri.
2. Misi
a. Meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia
(SDM) yang handal dan profesional demi mewujudkan derajat
kesehatan masyarakat yang optimal.
b. Meningkatkan peran serta aktif masyarakat di bidang
kesehatan dan mendorong masyarakat berprilaku hidup bersih
dan sehat .
c. Memberdayakan serta mendorong kemandirian masyarakat
melalui pemberdayaan usaha kesehatan berbasis masyarakat
(UKBM).
3. Janji Pelayanan “Memberikan Pelayanan Terbaik”
4. Moto Pelayanan
“Sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan
pelayanan yang telah ditetapkan dan apabila tidak menepati janji

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

28
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

ini, siap menerima sanksi sesuai peraturan perundan-undangan


yang berlaku”
5. Tata Nilai GULDAR
G (GIAT)  Bersemangat dalam memberikan
pelayanan
U (ULET)  Pantang menyerah dan berupaya
memberikan pelayanan yang terbaik
L (LOYAL)  Setia pada profesi / pekerjaan
D (DINAMIS)  Luwes dalam pelayanan (mengikuti setiap
perubahan yang terkait dengan sistem
pelayanan kesehatan)
A (ADIL)  Tidak membeda-bedakan dalam
memberikan pelayanan
R (RAMAH)  Senyum, Sapa, Salam dalam memberikan
pelayanan

3.2 Wilayah Kerja UPT Puskesmas Glugur


Wilayah kerja UPT Puskesmas Glugur Darat medan terdiri dari:
 Luas Wilayah Kerja : 776 Ha
 Jumlah Kelurahan : 11 Kelurahan
 Jumlah Lingkungan : 128 Lingkungan
 Jumlah Penduduk : 113.274 Jiwa
 Jumlah Kepala Keluarga : 31902 KK
 Jumlah Bumil : 2.164 jiwa
 Jumlah Bulin : 2.065 jiwa
 Jumlah Bayi : 1.949 jiwa
 Jumlah Bufas : 1.757 jiwa
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

29
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

3.3 Data Wilayah / Data Geografis


UPT Puskesmas Glugur Darat medan mempunyai wilayah kerja meliputi
sebelas kelurahan yang berada di kecamatan medan timur yaitu :
 Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru : 117 Ha
 Kelurahan Pulo Brayan Bengkel : 104 Ha
 Kelurahan Pulo Brayan Darat I : 85 Ha
 Kelurahan Pulo Brayan Darat II : 80 Ha
 Kelurahan Glugur Darat I : 79 Ha
 Kelurahan Glugur Darat II : 76 Ha
 Kelurahan Sidodadi : 40 Ha
 Kelurahan Gang Buntu : 41 Ha
 Kelurahan Perintis : 49 Ha
 Kelurahan Gaharu : 52 Ha
 Kelurahan Durian : 53 Ha

3.4 Data Kependudukan/Data Demografi


A. laki-laki
- Kelurahan Glugur Darat I : 5.887
- Kelurahan Glugur Darat II : 5.410
- Kelurahan P.Brayan Darat I : 10.542
- Kelurahan P. Brayan Darat II : 7.106
- Kelurahan P. Brayan Bengkel : 7.143
- Kelurahan P. B. Bengkel Baru : 5.287
- Kelurahan Durian : 4.399
- Kelurahan Gaharu : 4.091
- Kelurahan Sidodadi : 2.863
- Kelurahan Perintis : 1.894
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

30
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

- Kelurahan Gang Buntu : 1.748

B. Perempuan
- Kelurahan Glugur Darat I : 5.681
- Kelurahan Glugur Darat II : 6.203
- Kelurahan P.Brayan Darat I : 10.940
- Kelurahan P. Brayan Darat II : 7.232
- Kelurahan P. Brayan Bengkel : 6.807
- Kelurahan P. B. Bengkel Baru : 5.330
- Kelurahan Durian : 4.470
- Kelurahan Gaharu : 4.167
- Kelurahan Sidodadi : 3.032
- Kelurahan Perintis : 1.991
- Kelurahan Gang Buntu : 1.894

C. Mata percarian Penduduk


- Pegawai Swasta : 21.153
- Pegawai Negeri : 4.435
- TNI / POLRI : 4.442
- Pedagang : 2 .120
- Sopir : 138
- Tukang Batu : 115
- Pensiunan : 4.109

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

31
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

3.5 Data Kesehatan


3.5.1 Sarana Pendidikan
Tabel 3.1 Distribusi Sarana pendidikan Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas
Glugur Darat Medan
No
Sarana Pendidikan Jumlah

1 TK/PAUD 38
2 SD 46
3 SMP 18
4 SMU/SMK 18
5 PT 1
Jumlah 121
*Sumber data dari UPT Puskesmas Glugur Darat Medan

Dari tabel diatas didapat bahwa sarana pendidikan yang di naungi UPT
Puskesmas Glugur Darat Medan yang paling banyak adalah 46 Sekolah Dasar
(SD)
3.5.2 Sarana Kesehatan
- Ruangan Pemeriksaan Umum I (LANSIA)
- Ruangan Pemeriksaan Umum II (DEWASA)
- Ruangan Pemeriksaan Umum III (ANAK)
- Ruangan KIA/KB
- Ruangan VCT
- Ruangan Gigi dan Mulut
- RuanganImunisasi dan Gizi
- RuanganIVA
- Ruangan Spesialis

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

32
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

- UGD (Unit Gawat Darurat)


3.5.3 Sarana Pendukung Kesehatan
- Laboratorium
- Farmasi
- Fasilitas Ambulance
3.5.4 Sarana Fisik Puskesmas
 Ruangan Kepala Puskesmas : 1 buah
 Ruang KTU : 1 buah
 Ruang Pendaftaran : 1 buah
 Ruang Pemeriksaan Umum I (LANSIA) : 1 buah
 Ruang Pemeriksaan Umum II (DEWASA) : 1 buah
 Ruang Pemeriksaaan Umum III (ANAK) : 1 buah
 Ruangan UGD : 1 buah
 Ruangan Rujukan : 1 buah
 Ruangan KIA/KB : 1 buah
 Ruangan Apotik : 1 buah
 Ruangan Imunisasi dan Gizi : 1 buah
 Ruang Gigi dan Mulut : 1 buah
 Ruang Spesialis : 1 buah
 Ruang IVA : 1 buah
 Ruang Rapat : 1 buah
 Ruang Lab : 1 buah
 Ruang Sholat : 1 buah
 Ruang Rekam Medis : 1 buah
 Ruang Rawat Inap Laki-Laki : 1 buah
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

33
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

 Ruang Rawat Inap Perempuan : 1 buah


 Toilet Pegawai : 5 buah
 Toilet Pasien : 2 buah
 Gudang : 1 buah
 Ruang Dapur : 1 buah

3.6 Tenaga Kesehatan Puskesmas


UPT Puskesmas Glugur Daratmedan memiliki petugas atau tenaga
kesehatan yang terdiri dari tenaga medis, para medis dan staf administrasi.

Tabel 3.2. Distribusi Tenaga Kesehatan UPT Puskesmas Glugur Darat


NO NAMA NIP GOL JABATAN
1 dr. Rosita Nurjannah S 196112071996032001 IV A Ka. Puskesmas
2 dr. Ella Rina Sari 197910202005022004 III D KTU
3 dr. Rita Turnip 196812232002122002 IV B Dokter madya
Penyuluhan Kesehatan
4 Lasmaminar Ruthia, SKM 196310281984022001 IV A
Masyarakat
5 Anna Sari Harahap, SKM 196707291989032002 IV A Sanitarian Madya
6 Sinur D Situmeang, S.Tr. Keb 196901201991032004 IV A Bidan Madya
dr. Harry C
7 197004051999101001 IV A Dokter Madya
Simanjuntak,SpOG
8 Marintan P, S.Kep, Ners 197301171998032003 IV A Perawat Madya
9 dr. Nurlela Hutahuruk 197011052005012012 IV A Dokter Madya
10 dr. Herlina Purba 198002292006042012 IV A Dokter Madya
11 Mangara hamonangan, SE 196012111983101001 III D Petugas Loket
Pranata Lab. Kesehatan
12 Hartini 196306071984022002 III D
Penyelia
13 Hj. Norina Ridwan 196611111989032005 III D Nutrisionis Penyelia
14 Asniar 196512311988032039 III D Bidan Penyelia
15 Durmia Simamora 196507101988032004 III D Perawat Penyelia
16 Yuliarnis 196810251989032002 III D Bidan Penyelia
17 Marintan, AMK 196303271992032003 III D Perawat Penyelia
18 Hotmian Simbolon, AMK 197112151991012002 III D Perawat Penyelia

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

34
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

19 Marince Sianipar 196910271992032005 III D Perawat Penyelia


20 Hotmelia D, S.S.T, M.Kes 197309271993032007 III D Bidan Penyelia
21 Raskita br Ginting, AMK 197205081997022001 III D Perawat Penyelia
22 Sapinah, AMK 197512071998032002 III D Perawat Penyelia
23 dr. Sri Wirya Ningsih 197802132007012002 III D Dokter Muda

24 dr. Tejo Purwono 198010202010011034 III D Dokter Muda

25 dr. Lediana Sianturi 198206252010012007 III D Dokter Muda


26 dr. Reny Sustika 198310212010012005 III D Dokter Muda
27 drg. Hikmah Nurmasitah 198303252009042007 III D Dokter gigi Muda
28 drg. Irlila Triarty 196112012000032001 III C Dokter gigi Muda
drg. Ahmad Sofyan H, Sp
29 197501222006041004 III C Dokter gigi Muda
Pros
Pranata Lab. Kesehatan
30 M. Yuzar 196911031996031001 III B
Lnjutan

Bidan Pelaksana
31 Sinur Hanna Putri 198011192005022001 III B
Lanjutan

32 Ara Parlinggoman 196210041984022002 III B Bendahara


33 Lesna Sinulingga, SST 198211072006042002 III B Bidan Pertama
34 Novi Suarniatti Z, S.Kep 19871116201001024 III B Perawat pertama
35 Delima Sinaga, S.Kep,Ners 196712092007012004 III A Perawat pertama
Asis. Apoteker
36 Dini Indriani 198106032005022002 III A
pelaksanaan lanjutan
Pranata lab. Kes.
37 Krismalasari, AMAK 198305252008042004 III A
Pelaksanaan lanjutan
Asis. Apoteker
38 Fiska Indriyati, A.Md 198410092011012015 III A
pelaksanaan lanjutan
39 Esthi Wulandari, AMK 198602112011012005 III A Perawat pel. lanjutan
40 Rona Elisi M S, S.Tr. Keb 19763072011012004 III A Bidan pertama
Nutrisionis pel.
41 Ulina Ginting 198102162011012002 III A
Lanjutan
Perawat gigi pel.
42 Febryani Sri H, AMKG 198302282011012007 III A
Lanjutan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

35
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

43 Daniel Simamora, AMK 108604082011011009 III A Perawat Pel. Lanjutan


*Sumber data dari UPT Puskesmas Glugur Darat Medan

Gambar 3.2 Strusktur Organisasi UPT Puskesmas Glugur Darat

3.7 Fasilitas Fisik UPT Puskesmas Glugur Darat Medan


UPT Puskesmas Glugur Darat medan dalam menjalankan kegiatan
didukukng oleh fasilitas fisik meliputi :
1. Fasilitas gedung puskesmas permanen
2. Fasilitas alat – alat
3. Fasilitas adm
4. Fasilita imunisasi
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

36
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

3.8 Sumber Daya Manusia


Lembaga Kesehatan UPT Puskesmas Glugur Darat medan
1. Dokter Umum : 9 Orang
2. Dokter Gigi : 3 Orang
3. Dokter spesialis : 1 Orang
4. Perawat Gigi : 1 Orang
5. Bidan : 7 Orang
6. Perawat : 11 Orang
7. Asisten Apoteker : 2 Orang
8. Tata Usaha : 2 Orang
9. Petugas Gizi :1 Orang
10. Sanitasi : 1 Orang
11. Analis : 2 Orang
12. Jurim : 1 Orang
13. Honor : 1 Orang
14. PHL/CS : 1 Orang
Jumlah : 43 Orang

3.9 Fasilitas Administrasi


- Meja pendaftaran
- Komputer administrasi
- Rak. rekam medis
- Data Rekam Medis
3.9.1 Fasilitas Imunisasi
- Penyediaan vaksin
- Tempat penyimpanan vaksin
- Timbangan BB

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

37
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

- Meteran
- Spuit
- Safety box
- Kapas alcohol
- Obat-obatan

3.9.2 Fasilitas Alat – alat Kesehatan


Adapun peralatan yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Glugur Darat
Medan antara lain yaitu :
1. Ruangan
2. Bidan KIT
3. Lansia KIT
4. Alat-alat Suntik dan P3K
5. Timbangan Bayi dan Dewasa
6. 2 Set Dental Unit
7. Lemari Pendingin tempat penyimbanan bahan-bahan imunisasi
8. Imunisasi KIT
9. Alat-alat Laboratorium sederhana
10. KIE KIT (Paket Penyuluhan)
11. Posbindu KIT

3.9.3 Fasilitas Obat – obatan


UPT Puskesmas Glugur Darat Medan dalam rangka menjalankan
tugas – tugas pokoknya memulihkan kesehatan dan penolongan penyakit
didukung oleh perlengkapan obat – obatan antara lain :
 Obat – obatan BPJS

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

38
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

Tabel 3.3 Daftar Obat – obatan di UPT Puskesmas Glugur Darat Medan
Januari sampai September 2019
No Nama Obat No Nama Obat
1 Alfrazolam 1 mg tab 70 Trianta
2 Amlodipine 5 mg 71 Trifamol 500 mg
Asam Asetil Salisilat / Miniaspi Fenobarbita 30 mg
3 72
80 mg
4 Amoxcilin 500 mg 73 Fenoksimetil Penicilin 250 mg
5 Asiklovir 200 mg 74 Fenoksimetil Penicilin 500 mg
6 Adalat Oros 20 mg 75 Fitomenadion Tablet
7 Adalat Oros 30 mg 76 Furosemide
8 Antasida DOEN I 77 Garam Oralit
9 Asam Askorbat (vit c) 250 mg 78 Metformin
10 Alkohol 70 I liter onemed 79 Glibenclamid 5 mg
11 Asam Mefenamat 80 Gliseril Guaiakolat
12 Acyclovir Salep 81 Griseo Fulvin
13 Acyclovir tab 200 mg 82 Glukosa Infus
14 Ambroxol Tablet 83 Hidrokortison 2,5 %
15 Ambroxol Sirup 84 Ibuprofen 200 mg
16 Asam folat 0,4 mg 85 Infus Set Dewasa
17 Concor 2,5 mg 86 Kal. Hidro Pasta
18 Doksisilin 100 mg 87 Kalsium Laktas
19 Gemfibrozil 300 mg 88 Valdimex 5 mg
20 Genoint salep mata 0,3 89 Vosea
21 Iodine Povidon 105 90 Zinc Pro sirup
22 Klindamisin 300 mg kap 91 Eritromisin
Allupurinol Klorampenikol 3 % tetes
23 92
Telinga
Klorfeniramin maleat (CTM) Klorampenikol
24 93
4 mg
25 Captropil 12,5 mg 94 Ibuprofen
26 Ciptrofloxacin 500 mg tab 95 Isoniazid
27 Lansoprazole 96 Kaptopril 25 mg
28 Dexamethason 97 Kotrimoksazol 480 mg
29 Dextrometropan Tablet 0,5 mg 98 Kotrimoksazol Paed 120 mg
30 Metrinodazol 250 mg 99 Vitamin B6 10 mg
31 Niktatin 500.000 IU 100 Cetrizin sirup 5 mg
32 Omeprazole 101 Ranitidine 150 mg

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

39
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

33 Paracetamol syrup 102 OBH


34 Plain 3/0, 75 cm, 30 mm 103 Oksitetrasiklin Salep Mata 1 %
35 Rivanol 104 Oksitetrasiklin Kulit 3 %
36 Tetrasiklin 250 mg 105 Vitamin B komplek
37 Tetrasiklin 500 mg 106 Paracetamol Sirup
38 Acifar cream 5 gr 107 Paracetamol Tablet 500 mg
39 Afrin adult nasal spray 108 Nacl 0,9%
40 Bonapons 500 mg 109 Neo Diagon tab 650 mg
41 Cloro Tulle 110 OTSU WI AIR 25 ml
42 Co- Amoxiclave 625 mg 111 Tiamin
43 Erlamicetrin tetes telinga 112 Solare Arterior A3
44 Farmalat 10 mg 113 Becefort sirup
45 Glimeprid 2 mg 114 Becefort tablet
46 Gluconic 5 mg 115 Ketokonazol tablet 200 mg
47 Serum anti tetanus 116 OBH plus
48 Grafacetin tab 117 Truvit sirup
49 Gratason 0,5 mg 118 Bedak salicyl 2 %
50 Grazeo 20 mg 119 Bevalex krim
51 H2O2 3% 120 Calfera
52 Moladerm 121 Cloro Tulle
53 Molavir 122 Gludepatic 500 mg
54 Molexdine solution 123 Graseric
55 Novaron kaplet 124 Graxine
56 Novastan 500 125 Grazeo 20 mg
57 Novaxifen sirup 126 Hypafix uk 5 m x 5 m
58 Prednison 5 mg 127 Lexacorton
59 Prodiabed 5 mg 128 Novagyl 500 mg
60 Ramolit 129 Novaron 500 mg
61 Ranacyd Forte Syrup 130 Pratifar 40 mg
62 Ratrim syrup 131 Samcovask 10 mg
63 Methyl prednisolon 132 Samtacid 5 mg
64 Renadinac 50 mg 133 Sarung tangan steril
65 Selvin 10 mg 134 Selesbion
66 Solinfec cream 135 Selesdiar
67 Haloperidol 0,5 mg 136 Selespurin 100 mg
68 Halopuridol 1,5 mg 137 Toxaprim tablet
69 Tokasid 138 Toxaprim tablet 480 mg
*sumber data dari UPT Puskesmas Glugur Darat Medan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

40
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

3.9.4 Denah Puskesmas

*Sumber data dari UPT Puskesmas Glugur Darat Medan


Gambar 3.3 Gambar Denah UPT Puskesmas Glugur Darat

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

41
LAPORAN KEGIATAN DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT

3.9.5 Alur Berobat Pasien

*Sumber data dari UPT Puskesmas Glugur Darat Medan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

42