Anda di halaman 1dari 17

OTITIS MEDIA EFUSI

Definisi
• Otitis media efusi :
– Adanya cairan di telinga tengah dengan
membran timpani utuh tanpa tanda-
tanda infeksi
– Apabila efusi tersebut encer → otitis media
serosa
– apabila efusi tersebut kental seperti lem →
otitis media mukoid (glue ear).
• Otitis media serosa akut :
– keadaan terbentuknya sekret di telinga tengah
secara tiba-tiba yang disebabkan oleh gangguan
fungsi tuba, disertai rasa nyeri pada telinga,
• Otitis media serosa kronik :
– sekret terbentuknya secara bertahap tanpa rasa
nyeri dengan gejala-gejala pada telinga yang
berlangsung lama
EPIDEMIOLOGI
• Pada tahun 1990, 12,8 juta kejadian otitis
media terjadi pada anak-anak usia di bawah 5
tahun.
• Statistik menunjukkan 80-90% anak
prasekolah pernah menderita OME.
• Otitis media serosa kronis lebih sering terjadi
pada anak-anak, sedangkan otitis media
serosa akut lebih sering terjadi pada orang
dewasa.
ETOLOGI
• Kegagalan fungsi tuba eustachius :
– Barotrauma
– Hiperplasi adenoid
– Rinitis kronik dan sinusitis
– Tonsilitis kronik
– Tumor nasofaring
– Defek palatum
• Alergi
• Otitis media yang belum sembuh sempurna
• Infeksi virus
PATOFISIOLOGI
• 2 mekanisme utama yang menyebabkan OME:
– Kegagalan fungsi tuba eustachi
• Kegagalan fungsi tuba eustachi untuk pertukaran udara
pada telinga tengah dan juga tidak dapat mengalirkan
cairan.
– Peningkatan produksi sekret dalam telinga tengah
• Dari hasil biopsi mukosa telinga tengah pada kasus
OME didapatkan peningkatan jumlah sel yang
menghasilkan mukus atau serosa.
Sembuh / normal

Tuba tetap
terganggu tanpa
infeksi
Tekanan negatif
Gg tuba Efusi OME
telinga tengah

Tuba tetap
ETIOLOGI: terganggu +
infeksi
Barotitis
Alergi
Infeksi
Sumbatan (sekret, OMA
tampon, tumor)

Sembuh OMSK OME


Otitis Media Serosa Akut
Gejala:
– Pendengaran yang berkurang (tuli konduktif
<35dB)
– Rasa tersumbat pada telinga atau suara sendiri
terdengar lebih nyaring atau berbeda.
– Terasa seperti ada cairan yang bergerak dalam
telinga pada saat posisi kepala berubah.
– Nyeri dalam telinga
– Tinitus, vertigo, atau pusing kadang-kadang ada
dalam bentuk yang ringan.
• Pada pemeriksaan fisik memperlihatkan
– imobilitas gendang telinga pada penilaian dengan
otoskop pneumatik.
– Pada otoskopi : membrana timpani retraksi,
tampak berwarna kekuningan, kadang tampak
gelembung udara atau permukaan cairan dalam
cavum timpani
– Maleus tampak pendek, retraksi dan berwarna
kapur.
Otitis Media Serosa Kronik
• Gejala :
• Perasaan tuli lebih menonjol karena adanya sekret kental.
(40-45 dB)
• Pemeriksaan fisik :
• Pada otoskopi terlihat membran timpani utuh, retraksi,
suram/ keruh, kuning kemerahan atau keabu-abuan.
• Maleus tampak pendek, retraksi dan berwarna kapur.
Diagnosa
• Anamnesa
– Telinga seperti tertutup/ rasa penuh?
– Tinitus frekuensi rendah?
– Pendengaran berkurang, diplakusis?
– Otofoni?
– Riwayat alergi?
– Riwayat infeksi saluran napas atas?
– Riwayat keluarga?
– Aktivitas akhir-akhir ini?
• Pemeriksaan Fisik
– Bisa didapatkan nyeri tumpul, nyeri tarik (-), nyeri
tekan tragus (-), kondisi liang telinga luar dBn.
• Otoscope
– Pemeriksaan otoskopik dapat memperlihatkan:
• Membran timpani yang retraksi (tertarik ke dalam), dan
opaque yang ditandai dengan hilangnya refleks cahaya
• Warna membran timpani bisa merah muda cerah
hingga biru gelap.
• Processus brevis maleus terlihat sangat menonjol dan
Processus longus tertarik medial dari membran
timpani.
• Adanya level udara-cairan (air fluid level) (2i,10i)
• Pneumatic otoscope
– Untuk menilai respon gendang telinga terhadap
perubahan tekanan udara --> Gerakan gendang
telinga yang berkurang atau tidak ada sama sekali
dapat dilihat dengan pemeriksaan ini.
• Pemeriksaan Tuba
– Untuk menilai ada tidaknya oklusi tuba -->
(manuver Valsava, pulitzer balik)
• Pemeriksaan Pendengaran :
– Tes Pendengaran dengan Garpu Tala
– Impedance audiometry (tympanometry)
– Pure tone Audiometry
Otitis media serosa Otitis media serosa
akut kronik
Sekret Cairan serosa Cairan sangat kental
(glue ear)
Terbentuk nya sekret tiba –tiba di sertai rasa Bertahap tanpa rasa
nyeri nyeri
Epidemiologi Dewasa Anak - anak
Gejala Pendengaran Tuli lebih (40 – 50 dB)
berkurang
Otoskopi Membran timpani Membran timpani
retraksi, tampak retraksi, utuh, suram,
gelembung udara dan kuning kemerahan /
permukaan cairan keabuan
dalam kavum timpani
Pengobatan Vasokonstriktor Antihistamin –
Antihistamin dekongestan
Perasat valsava Miringotomi
Miringotomi Pipa ventilasi
TATALAKSANA
NON BEDAH BEDAH
Keefektifan masih kontroversial • Miringotomi
• Decongestan • Pemasangan tuba
• Anti histamin timpanostomi
• Antibiotik • adenoidektomi
• Perasat valsava
• Menjauhi alergen
KOMPLIKASI
• Beberapa komplikasi yang dapat terjadi:
– Kurangnya pendengaran
– Terganggunya proses bicara dan tumbuh kembang
– Otitis media akut