Anda di halaman 1dari 45

TRANSAKSI ENTITAS INDUK

DAN ENTITAS ANAK:


PERSEDIAAN DAN JASA
Referensi
• Martini, Dwi. Hidayat, Taufik. Ningrum, Agustin Setya.
Maulana, Teguh I. 2017. Akuntansi Keuangan Lanjutan 1.
Jakarta: Salemba Empat
Tujuan Pembelajaran
Setah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan dapat:
• Memiliki pemahaman tentang jenis transaksi antara entitas induk dan
entitas anak;
• Memiliki pemahaman mengapa transaksi antara entitas induk dan entitas
anak perlu dieliminasi dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian;
• Memiliki kemampuan untuk membuat jurnal eliminasi terkait transaksi
penjualan persediaan oleh entitas induk ke entitas anak (transaksi hulu);
• Memiliki kemampuan untuk membuat jurnal eliminasi terkait transaksi
penjualan persediaan oleh entitas anak ke entitas induk (transaksi hilir);
• Memiliki kemampuan untuk membuat jurnal eliminasi terkait transaksi
penjualan jasa antar entitas induk ke entitas anak.
ELIMINASI TRANSAKSI ANTARA
ENTITAS INDUK DAN ENTITAS ANAK
• Entitas induk dan entitas anak sering terlibat dalam transaksi,
seperti transaksi jual beli persediaan, jual beli asset tetap,
atau pemberian pinjaman;
• PSAK 65 (Revisi 2014) menyebutkan transaksi yang
melibatkan entitas induk dan entitas anak sering disebut
dengan transaksi antar-entitas dalam kelompok usaha;
• Transaksi antar-entitas dalam kelompok usaha harus
dieliminasi.
Ilustrasi Transaski Antar Entitas dalam
Kelompok Usaha

Entitas Induk

Hul Hili Hili Hul


u r r u

Entitas Entitas
Anak A Anak B
Pentingnya Eliminasi atas Transaksi
antara Entitas Induk dan Entitas Anak
Satu kelompok usaha

Satu entitas
Entitas Induk
tunggal

Satu laporan
keuangan

Entitas Anak Entitas Anak Satu laporan


A B keuangan
konsolidasian
CONTOH
PT. P memiliki 100% saham PT. S. Selama tahun 2015, terdapat
transaksi penjualan persediaan oleh PT. P ke PT. S sebesar Rp
10.000.000. Beban pokok penjualan yang dibukukan oleh PT. P terkait
transaksi penjualan tersebut adalah Rp 6.000.000. Pencatatan jurnal
untuk transaksi ini jika terdapat beberapa skenario sebagai berikut:
Skenario 1: Seluruh persediaan yang diperoleh dari PT. P telah terjual
seharga Rp 16.000.000;
Skenario 2: Seluruh persediaan yang diperoleh dari PT. P belum
terjual;
Skenario 3: Sebanyak 75% dari persediaan yang diperoleh dari PT. P
telah terjual seharga Rp 12.000.000.
SKENARIO 1
Penjualan = Rp10.000.000 Penjualan = Rp16.000.000
Beban Pokok = Rp6.000.000 Beban Pokok = Rp10.000.000

Persediaa Persediaa Persediaa


n PT. P n PT. S n
Rp16.000.0
Rp6.000.00 Rp10.000.0
0 00 00
Jurnal yang dibutuhkan
Penjualan Rp10.000.000
Beban pokok penjualan Rp10.000.000
(untuk mengeliminasi penjualan persediaan anatara PT P dan PT S)

Akun PT P PT S Sebelum Eliminasi Konsolidasi


Kosolidasi
Penjualan Rp10.000.000 Rp16.000.00 Rp26.000.00 (10.000.00 Rp16.000.000
0 0 0)
Beban Pokok RP6.000.000 Rp10.000.00 Rp16.000.00 (10.000.00 RP6.000.000
0 0 0)
Persediaan - - - - -
SKENARIO 2
Penjualan = Rp10.000.000 Persediaan = Rp10.000.000
Beban Pokok = Rp6.000.000

Persediaa Persediaa
n PT. P n PT. S
Rp6.000.00 Rp10.000.0
0 00
Jurnal yang dibutuhkan
Bagian Laba atas Entitas Anak Rp4.000.000

Investasi pada Entitas Anak Rp4.000.000

(Mencatat keuntungan yang berlum terealisasi)

Penjualan Rp10.000.000

Beban pokok penjualan Rp6.000.000

Persediaan Rp4.000.000
(untuk mengeliminasi penjualan persediaan antara PT P dan PT S)
Akun PT P PT S Sebelum Eliminasi Konsolida
Kosolidasi si
Penjualan Rp10.000.000 - Rp10.000.00 (10.000.000) -
0
Beban Pokok RP6.000.000 - Rp6.000.000 (6.000.000) -
Persediaan - Rp10.000.00 Rp10.000.00 (4.000.000) Rp6.000.00
0 0 0
SKENARIO 3
Penjualan = Rp12.000.000
Penjualan = Rp10.000.000 Beban Pokok = Rp7.500.000
Beban Pokok = Rp6.000.000 Persediaan = Rp10.000.000

Persediaa Persediaa Persediaa


n PT. P n PT. S n
Rp12.000.0
Rp6.000.00 Rp10.000.0
0 00 00
Jurnal yang dibutuhkan
Bagian Laba atas Entitas Anak Rp1.000.000

Investasi pada Entitas Anak Rp1.000.000

(Mencatat keuntungan yang berlum terealisasi)

Penjualan Rp10.000.000

Beban pokok penjualan Rp9.000.000

Persediaan Rp1.000.000
(untuk mengeliminasi penjualan persediaan antara PT P dan PT S)
Akun PT P PT S Sebelum Eliminasi Konsolidasi
Kosolidasi
Penjualan Rp10.000.000 Rp12.000.00 Rp22.000.00 (10.000.000) Rp12.000.00
0 0 0
Beban Pokok RP6.000.000 Rp7.500.000 Rp13.500.00 (9.000.000) Rp4.500.000
0
Persediaan - Rp2.500.000 Rp2.500.000 (1.000.000) Rp1.500.000
LATIHAN
PT. A memiliki 100% saham PT. B. Selama tahun 2016, terdapat
transaksi penjualan persediaan oleh PT. A ke PT. B sebesar Rp
13.000.000. Beban pokok penjualan yang dibukukan oleh PT. A terkait
transaksi penjualan tersebut adalah Rp 8.000.000. Pencatatan jurnal
untuk transaksi ini jika terdapat beberapa skenario sebagai berikut:
Skenario 1: Seluruh persediaan yang diperoleh dari PT. A telah
terjual seharga Rp 18.000.000;
Skenario 2: Seluruh persediaan yang diperoleh dari PT. A belum
terjual;
Skenario 3: Sebanyak 65% dari persediaan yang diperoleh dari PT. A
telah terjual seharga Rp 15.000.000.
Transaksi Hulu Penjualan
Persediaan
PT. Nusantara PT. Andalas
Nama Akun
Debit Kredit Debit Kredit
Kas dan Setara Kas 1,087,500,000 600,000,000
Piutang Usaha 800,000,000 375,000,000
Persediaan 650,000,000 400,000,000
Investasi pada PT. Andalas 952,500,000 -
Tanah 1,500,000,000 500,000,000
Bangunan dan Peralatan 3,000,000,000 400,000,000
Merek Dagang 400,000,000 -
Akumulasi Penyusutan 750,000,000 125,000,000
Akumulasi Amortsasi 50,000,000 -
Utang Usaha 1,200,000,000 300,000,000
Utang Obligasi 1,500,000,000 500,000,000
Saham Biasa 3,000,000,000 800,000,000
Saldo Laba 1,500,000,000 400,000,000
Penjualan 4,800,000,000 875,000,000
Bagian Laba atas PT. Andalas 90,000,000 -
Beban Pokok Penjualan 3,000,000,000 550,000,000
Beban Operasi 900,000,000 100,000,000
Beban Penyusutan 250,000,000 25,000,000
Beban Amortisasi 50,000,000 -
Dividen 300,000,000 50,000,000
Total 12,890,000,000 12,890,000,000 3,000,000,000 3,000,000,000
Informasi
• PT. Nusantara melakukan pembelian 75%saham PT Andalas
pada 1 Januari 2015 sebesar Rp900.000.000. Nilai wajar
kepentingan nonpengendali sama dengan nilai bukunya yaiutu
Rp300.000.000.
• Selama tahun 2015 PT Andalas melaporkan laba bersih sebesar
Rp200.000.000, dan mengumumkan pembagian dividen
sebesar Rp50.000.000.
• Dalam transaksi yang dilakukan oleh PT Nusantara, terdapat
penjualan kepada PT Andalas sebesar Rp100.000.000 dengan
beban pokok penjualan sebesar Rp40.000.000.
• Sampai 31 Desember 2015, persediaan yang diperoleh PT
Andalas dari PT Nusantara seluruhnya belum terjual.
Prosedur Konsolidasi Tahun
Pertama - 2015
1 Januari 2015
Investasi pada PT. Andalas Rp900.000.000
Kas Rp900.000.000

31 Desember 2015
Investasi pada PT. Andalas Rp150.000.000
Bagian Laba atas PT. Andalas Rp150.000.000
31 Desember 2015
Kas Rp37.500.000
Investasi pada PT. Andalas Rp37.500.000

31 Desember 2015
Bagian Laba atas PT. Andalas Rp60.000.000
Investasi pada PT. Andalas Rp60.000.000
Tabel Perhitungan Jurnal Eliminasi
PT. Nusantara Kepentingan Non-
Akun = Saham Biasa Saldo Laba
(75%) Pengendali (25%)
Saldo Awal 900,000,000 300,000,000 800,000,000 400,000,000
Laba Bersih 150,000,000 50,000,000 200,000,000
Dividen (37,500,000) (12,500,000) (50,000,000)
Saldo Akhir 1,012,500,000 337,500,000 800,000,000 550,000,000
Keuntungan belum terealisasi (60,000,000)
Saldo Akhir Disesuaikan 952,500,000
Bagian Laba atas PT. Andalas 90,000,000
Jurnal Eliminasi Ekuitas dan
Investasi pada PT. Andalas
Saham Biasa Rp800.000.000
Saldo Laba Rp400.000.000
Bagian Laba atas PT. Andalas Rp90.000.000
Bagian Laba Kepentingan Nonpengendali Rp50.000.000
Dividen Diumumkan Rp50.000.000
Investasi pada PT. Andalas Rp952.500.00
Kepentingan Nonpengendali Rp377.500.000
Jurnal Eliminasi Penjualan Persediaan anatra PT.
Nusantara dengan PT. Andalas

Penjualan Rp100.000.000
Beban pokok penjualan Rp40.000.000
Persediaan Rp60.000.000
Akun PT N PT A Sebelum Eliminasi Konsolidasi
Kosolidasi
Penjualan Rp100.000.00 - Rp100.000.00 (100.000.000 -
0 0 )
Beban Pokok RP40.000.000 - Rp40.000.000 (40.000.000) -
Persediaan - Rp100.000.00 Rp100.000.00 Rp40.000.00
0 0 (60.000.000) 0
Contoh Transaksi Hilir PT. Nusantara PT. Andalas
Nama Akun
Debit Kredit Debit Kredit
Kas dan Setara Kas 1,087,500,000 600,000,000
Piutang Usaha 800,000,000 375,000,000
Persediaan 650,000,000 400,000,000
Investasi pada PT. Andalas 990,000,000 -
Tanah 1,500,000,000 500,000,000
Bangunan dan Peralatan 3,000,000,000 400,000,000
Merek Dagang 400,000,000 -
Akumulasi Penyusutan 750,000,000 125,000,000
Akumulasi Amortsasi 50,000,000 -
Utang Usaha 1,200,000,000 300,000,000
Utang Obligasi 1,500,000,000 500,000,000
Saham Biasa 3,000,000,000 800,000,000
Saldo Laba 1,500,000,000 400,000,000
Penjualan 4,800,000,000 875,000,000
Bagian Laba atas PT. Andalas 127,500,000 -
Beban Pokok Penjualan 3,000,000,000 550,000,000
Beban Operasi 900,000,000 100,000,000
Beban Penyusutan 250,000,000 25,000,000
Beban Amortisasi 50,000,000 -
Dividen 300,000,000 50,000,000
Total 12,927,500,000 12,927,500,000 3,000,000,000 3,000,000,000
• PT. Nusantara membeli 75% saham PT. Andalas pada 1 Januari
2015 pada nilai buku Rp900.000.000. Nilai wajar kepentingan non
pegendali pada saat itu sama dengan nilai bukunya yaitu sebesar
Rp300.000.000.
• Selama tahun berjalan PT. Andalas melaporkan perolehan laba
bersih sebesar Rp200.000.000 dan mengumumkan pembagian
dividen sebesar Rp50.000.000.
• Selama tahun berjalan terdapat penjualan persediaan dari PT.
Andalas ke PT. Nusantara sebesar Rp80.000.000 dengan harga
pokok penjualan Rp50.000.000. Sampai 31 Desember 2015,
persediaan yang diperoleh PT Nusantara dari PT. Andalas
seluruhnya belum terjual.
Jurnal
1 Januari 2015
Investasi pada PT. Andalas 900.000.000
Kas 900.000.000
(untuk mencatat investasi awal)

31 Desember 2015
Investasi pada PT. Andalas 150.000.000
Bagian Laba atas PT. Andalas 150.000.000
(untuk mencatat bagian laba dari penghasilan bersih PT. Andalas)
31 Desember 2015
Kas 37.500.000
Investasi pada PT. Andalas 37.500.000
(untuk mencatat dividen dari PT. Andalas)

31 Desember 2015
Bagian Laba atas PT. Andalas 22.500.000
Investasi pada PT. Andalas 22.500.000
(untuk mencatat keuntungan belum terealisasi)
Perhitungan Eliminasi
PT. Nusantara Kepentingan Non-
Akun = Saham Biasa Saldo Laba
(75%) Pengendali (25%)
Saldo Awal 900,000,000 300,000,000 800,000,000 400,000,000
Laba Bersih 150,000,000 50,000,000 200,000,000
Dividen (37,500,000) (12,500,000) (50,000,000)
Saldo Akhir 1,012,500,000 337,500,000 800,000,000 550,000,000
Keuntungan belum terealisasi (22,500,000) (7,500,000)
Saldo Akhir Disesuaikan 990,000,000 330,000,000
Bagian Laba atas PT. Andalas 127,500,000 42,500,000
Jurnal Eliminasi
Saham Biasa 800.000.000
Saldo Laba 400.000.000
Bagian Laba atas PT. Andalas 127.500.000
Bagian Laba Kepentingan Nonpengendali 42.500.000
Dividen Diumumkan 50.000.000
Investasi pada PT. Andalas 990.000.000
Kepentingan Nonpengendali 330.000.000
(untuk mengeliminasi investasi awal dan bagian laba)
Penjualan 80.000.000
Beban Pokok Penjualan 50.000.000
Persediaan 30.000.000
(untuk mengeliminasi penjualan persediaan antara PT. Andalas
ke PT. Nusantara)
Akun PT N PT A Sebelum Eliminasi Konsolidasi
Kosolidasi

Penjualan - 80.000.000 80.000.000 (80.000.000) -


Beban Pokok - 50.000.000 50.000.000 (50.000.000) -
Persediaan 80.000.000 - 80.000.000 50.000.000
(30.000.000)
Latihan
• PT. Nusantara membeli 75% saham PT. Andalas pada 1 Januari
2015 pada nilai buku Rp900.000.000. Nilai wajar kepentingan non
pegendali pada saat itu sama dengan nilai bukunya yaitu sebesar
Rp300.000.000.
• Selama tahun berjalan PT. Andalas melaporkan perolehan laba
bersih sebesar Rp200.000.000 dan mengumumkan pembagian
dividen sebesar Rp50.000.000.
• Selama tahun berjalan terdapat penjualan persediaan dari PT.
Andalas ke PT. Nusantara sebesar Rp80.000.000 dengan harga
pokok penjualan Rp50.000.000. Sampai 31 Desember 2015,
persediaan yang diperoleh PT Nusantara dari PT. Andalas
seluruhnya terjual ke pihak ketiga dengan harga Rp120.000.000.
Jurnal
1 Januari 2015
Investasi pada PT. Andalas 900.000.000
Kas 900.000.000
(untuk mencatat investasi awal)

31 Desember 2015
Investasi pada PT. Andalas 150.000.000
Bagian Laba atas PT. Andalas 150.000.000
(untuk mencatat bagian laba dari penghasilan bersih PT. Andalas)
31 Desember 2015
Kas 37.500.000
Investasi pada PT. Andalas 37.500.000
(untuk mencatat dividen dari PT. Andalas)

31 Desember 2015
Investasi pada PT. Andalas 22.500.000
Bagian Laba atas PT. Andalas 22.500.000
(untuk mencatat realisasi laba dari transaksi penjualan
persediaan)
Perhitungan Eliminasi

PT. Nusantara Kepentingan Non-


Akun = Saham Biasa Saldo Laba
(75%) Pengendali (25%)
Saldo Awal 900,000,000 300,000,000 800,000,000 400,000,000
Laba Bersih 150,000,000 50,000,000 200,000,000
Dividen (37,500,000) (12,500,000) (50,000,000)
Saldo Akhir 1,012,500,000 337,500,000 800,000,000 550,000,000
Keuntungan yang sudah terealisasi 22,500,000 7,500,000
Saldo Akhir Disesuaikan 1,035,000,000 345,000,000
Bagian Laba atas PT. Andalas 172,500,000 57,500,000
Jurnal Eliminasi
Saham Biasa 800.000.000
Saldo Laba 400.000.000
Bagian Laba atas PT. Andalas 172.500.000
Bagian Laba Kepentingan Nonpengendali 57.500.000
Dividen Diumumkan 50.000.000
Investasi pada PT. Andalas 1.035.000.000
Kepentingan Nonpengendali 345.000.000
(untuk mengeliminasi investasi awal dan bagian laba)
Penjualan 80.000.000
Beban Pokok Penjualan 80.000.000

(untuk mengeliminasi penjualan persediaan antara PT. Andalas


ke PT. Nusantara)
Akun PT N PT A Sebelum Eliminasi Konsolidasi
Kosolidasi
Penjualan 80.000.000 200.000.000 (80.000.000)
120.000.000 120.000.000
Beban Pokok 50.000.000 130.000.000 (80.000.000)
80.000.000 50.000.000
Persediaan - - - - -
Transaksi Penjualan Jasa
• Konsep kunci jurnal eliminasi atas transaksi penjualan jasa
antara entitas induk dan entitas anak dibuat dengan
menghapus pendapatan dan beban terkait.
Contoh
PT. P memiliki 100% saham PT.S. Pada Desember 2015, PT. P
memberikan jasa perawatan dan mesin kepada PT. S sebesar
Rp20.000.000. Tagihan telah dikirimkan pada tanggal 25
Desember 2015. Sampai 31 Desember 2015, PT. S belum
membayar tagihan tersebut. Buatlah jurnal yang dibutuhkan!
Jurnal yang dibuat oleh PT. P:
Piutang Usaha 20.000.000
Pendapatan Jasa 20.000.000
(untuk mencatat pemberian jasa perawatan mesin kepada PT.S)

Jurnal yang dibuat PT.S:


Beban Perawatan 20.000.000
Utang Usaha 20.000.000
(untuk mencatat perawatan mesin)
Jurnal Eliminasi
Pendapatan Jasa 20.000.000
Beban Perawatan 20.000.000
(untuk mengeliminasi pendapatan jasa PT. P dan beban
perawatan PT. S)

Utang Usaha 20.000.000


Piutang Usaha 20.000.000
(untuk mengeliminasi utang-piutang antara PT. P dan PT. S)
Latihan
PT. A memiliki 100% saham PT.B. Pada November 2016, PT. A
memberikan jasa perawatan dan mesin kepada PT. B sebesar
Rp35.000.000. Tagihan telah dikirimkan pada tanggal 12
Desember 2016. Sampai 31 Desember 2016, PT. B belum
membayar tagihan tersebut. Buatlah jurnal yang dibutuhkan!