0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
180 tayangan29 halaman

Sistem Informasi di Berbagai Level Manajemen

Sistem pakar membantu pengambilan keputusan manajer dengan memberikan jawaban yang konsisten dan logis berdasarkan aturan-aturan pengetahuan. Jaringan saraf tiruan mencoba meniru kerja otak manusia, sementara sistem penunjang keputusan membantu manajer menengah mengambil keputusan setengah terstruktur dengan model dan data.

Diunggah oleh

indah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
180 tayangan29 halaman

Sistem Informasi di Berbagai Level Manajemen

Sistem pakar membantu pengambilan keputusan manajer dengan memberikan jawaban yang konsisten dan logis berdasarkan aturan-aturan pengetahuan. Jaringan saraf tiruan mencoba meniru kerja otak manusia, sementara sistem penunjang keputusan membantu manajer menengah mengambil keputusan setengah terstruktur dengan model dan data.

Diunggah oleh

indah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 7

APLIKASI SISTEM TEKNOLOGI


INFORMASI DI LEVEL-LEVEL
ORGANISASI
Oleh :
Indah ( 1940401101 )
PENDAHULUAN

Setiap level manajemen melakukan aktivitas yang berbeda sehingga kebutuhan akan informasi
juga berbeda, maka sistem informasi yang digunakan akan berbeda pula.
Jenis informasi yang dibutuhkan berbagai level dalam organisasi berhubungan langsung dengan
tingkat pengambilan keputusan manajemen dan struktur keputusannya
JENIS-JENIS SI DALAM LEVEL ORGANISASI
ORGANISASI

SI Di Level Organisasi Bawah / Operasional :


Mendukung manajer operasi melakukan kegiatannya. Jenis SI di level operasi : TPS (Transaction
Processing Systems) dan PCS (Process Control Systems)
SI DI LEVEL MENENGAH

Digunakan untuk pengendalian dan pengambilan keputusan semi terstruktur. Jenis SI tersebut :
• Sistem pakar (Expert System)
• Jaringan neural buatan (JNB)
• Artificial neural network (ANN)
• Sistem penunjang keputusan (SPK) atau decision support system (DSS) atau Group Support
System (GSS)
• Sistem informasi geografik (GIS : Geogragraphic Information System)
 SI DI LEVEL ATAS

Digunakan untuk perencanaan strategik dan pemecahan masalah.


Jenis SI dilevel ini adalah : sistem informasi eksekutif (EIS: Executive Information System) atau
(Executive Support Systemexecutive System)
SI yang menghubungkan ketiga level manajemen tersebut adalah sistem otomatisasi kantor (OAS :
Office Automation System)Berikut adalah gambar SI di level-level manajemen :
SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM)

Sistem pakar adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dan pakar sehingga dapat
digunakan untuk konsultasi.
Manfaat sistem pakar :
 Selalu tersedia diorganisasi, dimana belum tentu pakar selalu berada ditempat
 Dapat menyimpan dan mengingat pengetahuan yang sangat tidak terbatas dan tidak kenal lelah
 Lebih cepat dan lebih konsisten
CARA KERJA SISTEM PAKAR

Pengetahuan dalam sistem pakar diwakili aturan-aturan yang dihubungkan membentuk


diagram pohon.
Aturan-aturan tersebut oleh inference engine diproses dengan dua cara yaitu :
 Forward Reasoning / Forward Chaining dimana aturan- aturan diperiksa satu persatu urut
mulai dari muka (forward) untuk memastikan bahwa aturan tersebut dalam kondisi benar
 Backforward Reasoning atau disebut juga dengan backward chaining atau reverse
reasoning, inference engine akan menganggap aturan sebagai suatu masalah atau
hipotesis yang akan diselesaikan permasalahannya. Inference memeriksa aturan mulai
dari aturan-aturan terakhir yang memberikan hasil. 
KOMPONEN SISTEM PAKAR USER INTERFACE
(KOMPONEN INPUT DAN OUTPUT)

 User interface ( komponen input dan output ) media yang digunakan untuk berhubungan input
(menerima data dan pertanyaan konsultasi) dan output (menghasilkan jawaban) dengan
pemakainya. Umumnya interface yang dipakai adalah keyboard dengan monitor atau perangkat
suara digital
 Inference Engine (Komponen model)Adalah perangkat lunak di sistem pakar yang akan
mengevaluasi aturan-aturan (rules) yang disediakan oleh knowledge base dengan urutan-urutan
tertentu untuk memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan pemakai sistem dan alasan-
alasan berkonsultasi dengan pemakai sistem.
 Knowledge base (Komponen basis pengetahuan sebagai pengganti komponen basis
data)Knowledge base dibentuk dari aturan-aturan (rules) yang berkaitan satu dengan yang
lainnya. Pengetahuan yang disimpan di knowledge base ini diambil dari kepandaian pakar.
SISTEM PAKAR DAN MULTIMEDIA

Proses interaksi antara pemakai dengan sistem menggunakan interface keyboard untuk kasus-
kasus tertentu dianggap kurang efektif. Oleh karena itu, pemakian multimedia akan menjadi
interface yang efektif
Misalnya seorang dokter yang melakukan operasi dapat memasukan data ke sistem pakar lewat
media suara dan sistem pakar memberikan hasil juga dengan media suara
KELEBIHAN SISTEM PAKAR

 Memberikan pengambilan keputusan yang lebih baik untuk manajerYang dimaksud


dengan keputusan yang lebih baik adalah karena sistem pakar memberikan jawaban yang
konsisten dan logis dari waktu ke waktu. Jawaban yang diberikan logis karena alasan
logikanya dapat diberikan oleh sistem pakar dalam proses konsultasi
 Memberikan solusi tepat waktu Kadangkala manajer membutuhkan jawaban dari pkar,
tetapi pakar yang dibutuhkan tidak berada ditempat, sehingga pengambilan keputusan
menjadi terlambat. Dengan sistem pakar, jawaban yang dibutuhkan oleh manajer selalu
tersedia setiap saat dibutuhkan.
 Pelayanan konsumen lebih baikPelayanan yang lebih baik kepada konsumen dapat diberikan
karena sistem pakar dapat memberikan jawaban yang lebih cepat dan tepat
 Menyimpan pengetahuan di organisasiPengetahuan pakar merupakan hal yang penting dan
kadang kala pengetahuan ini akan hilang jika pakar telah keluar atau pensiun dari perusahaan.
Dengan sistem pakar, pengetahuan dari pakar dapat disimpan di sistem pakar dan tersedia selama
dibutuhkan.
KEKURANGAN SISTEM PAKAR

 Sistem pakar hanya dapat menangani pengetahuan yang konsistenSistem pakar dirancang
dengan aturan-aturan yang hasilnya sudah pasti dan konsisten sesuai dengan alur diagram
pohonnya. Untuk pengetahuan yang cepat berubah-ubah dari waktu ke waktu, maka
knowledge base di sistem oakar harus selalu diubah, dan ini akan merepotkan sekali
 Sistem pakar tidak dapat menangani hal yang bersifat judgementSistem pakar
memberikan hasil yang pasti, sehingga keputusan akhir pengambil keputusan jika
melibatkan kebijaksanaan dan intuisi masih tetap ada di tangan manajemen.
 Format knowledge base sistem pakar terbatasKnowledge base di sistem pakar berisi aturan-
aturan (rules) yang ditulis dalam bentuk statemen if-then. Format seperti misalnya pengetahuan
dibuku teks atau pengetahuan berupa gambar dan grafik suli dibuat dalam bentuk if-then
 Aplikasi sistem pakar di bisnis sangat terbatasKarena sifatnya yang konisten, sistem pakar hanya
berguna untuk manajer menengah ke bawah.
APLIKASI-APLIKASI SISTEM PAKAR DI
BISNIS

Berikut ini adalah contoh aplikasi-aplikasi sistem pakar di bisnis:


1) Untuk keputusan manajemen: analisis manajemen dan evaluasi kinerja manajemen
2) Diagnostik: analisis varian dan diagnostic program perangkat lunak
3) Penjadwalan: penjadwalan produksi dan penjadwalan proyek
4) Konfigurasi: konfigurasi computer yang diinginkan dan konfigurasi susunan pabrik
5) Pemilihan: pemilihan materi bahan mentah dan pemilihan mesin
6) Pengendalian: pengendalian mesin produksi, pengendalian sediaan
7) Internal audit: pemeriksaan kas, pemeriksaan piutang dagang
8) Pajak: pengisisan Pajak
PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR

Pengembangan sistem pakar melibatkan empat pihak, yaitu analis sistem, knowledge engineer,
pakar dan pemakai sistem. Keempat pihak ini akan terlibat dalam tahapan pengembangan
sistemnya sebagai berikut ini : 
1. Studi AwalStudi awal ini bertujuan untuk mempelajari domain dari permasalahannya dan
kelayakannya apakah dapat dibuatkan sistem pakarnya atau tidak
2. Pemilihan Perangkat LunakMenentukan perangkat lunak sistem pakar yang akan digunakan,
apakah akan membangun sendiri inference engine atau menggunakan ES shell. 
3. Pemilihan pakarTahap ini merupakan pemilihan pakar yang akan diambil pengetahuaanya
4. Pengambilan pengetahuanTahap ini dilakukan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen yang ada dan
mewawancarai pakar yang akan diambil pengetahuannya. 
5. Membangun sistem pakar Melibatkan ke empat pihak dengan langkah-langkah sebagai berikut
 mengidentifikasi sasaran, mengidentifikasi atribut item-item dan nilainya, menderivasi aturan-aturan,
membuat prototip
6. Menguji sistem Menguji sistem dilakukan oleh analis sistem, pakar untuk memberikan komentar, dan
pemakai sistem
7. Mengimplementasikan sistemSistem pakar yang sudah diuji dan diterima kemudian diimplementasikan
8. Mengoperasikan sistemPemakai sistem kemudian mengoperasikan sistem pakar ini
9. Merawat sistemSistem pakar perlu dirawat dan dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan
perkembangannya. 
 JARINGAN NEURAL ARTIFISIAL

Jaringan neural artifisial (artificial neural network) adalah jaringan neural buatan yang
mencoba meniru jaringan neural manusia.
Neuron adalah sistem pengolah data. Neuron terdiri dari tiga elemen, yaitu :
a) Dendrites (alat input)
b) Soma (pemroses)
c) Axon (output)
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

Suatu sistem penunjang keputusan (SPK) atau Decision Support Systems (DSS) didefinisikan
sebagai suatu sistem informasi untuk membantu manajer level menengah menengah untuk proses
pengambilan keputusan setengah tersruktur (semi structured) supaya lebih efektif dengan
menggunakan model-model analitis dan data yang tersedia. 
TUJUAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

 Membantu manajer mengambil keputusan setengah terstruktur yang dihadapi oleh manajer level
menengah
 Membantu atau mendukung manajemen mengambil keputusan bukan menggantikannya
 Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajemen bukan untuk meningkatkan
efisiensi. Walaupun waktu manajer penting (efisien), tetapi efektivitas merupakan tujuan utama
penggunaan SPK. 
KOMPONEN SISTEM PENUNJANG
KEPUTUSAN

Sistem Penunjang Keputusan mempunyai 5 komponen utama yaitu :


I. Dialog manajemen (komponen input dan output) yaitu komponen untuk berdialog
dengan pemakai sistem
II. Model management (komponen model) yaitu komponen yang merubah data menjadi
informasi yang relevan.
III. Data management (komponen basis data) yaitu komponen basis data yang terdiri dari
semua basis data yang dapat diakses.
IV. Komponen teknologi yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.
V. Komponen kontrol.
PERBEDAAN SISTEM PENUNJANG DENGAN
SISTEM PAKAR

Sistem Pesan (SPK) Sistem Pakar (SP)


Menggunakan data base Menggunakan knowledge base
Berbasis pada permodelan Berbasis pada konsultasi
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN (SPK)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
Perbedaan Sistem Penunjang Keputusan Dan SIM :

Sistem Penunjang Keputusan (SPK) Sistem Informasi Manajemen (SIM)


Dukungan Keputusan : Dukungan Keputusan :
a.   Problem khusus a. Problem umum di perusahaan
b. Mendukung tahapan pengambilan b. Mendukung tahapan pengambilan
keputusan intelligence, design, keputusan intelligence dan
choice, dan implementationmenurut implementationmenurut Herbert Simon
Herbert Simon c. Lebih mendukung keputusan
c. Lebih mendukung keputussan stengah terstrukturd
terstruktur dan tidak terstruktur d. Mendukung keputusan banyak
d. Mendukung keputusan individual manajer.
manajer tertentu
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN BERBASIS
WEB
Sistem penunjang keputusan berbasis web sebenarnya adalah SPK biasa hanya dapat di akses
lewat internet. Berguna bagi manajemen karena dapat diakses dari luar organisasi sewaktu manajer
tidak berada di kantor.
SPK ini juga berguna bagi pelanggan karena memberikan informasi yang benar kepada pelanggan
sebelum memutuskan untuk membeli produk. 
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN GRUP
(SPKG)

Sistem penunjang keputusan grup (SPKG) atau group decision support system (GDSS)
adalah SPK yang digunakan oleh beberapa pengambil keputusan bersama-sama secara grup. Agar
lebih efektif, SPKG harus mempunyai karakteristik khusus, yaitu:
1) Fasilitas FisikFasilitas fisik khususnya ruang konfrensi yang dilengkapi dengan jaringan
perangkat keras komputer, multimedia, dan display yang dirancang sedemikian rupa untuk
mendukung kolaborasi grup
2) Perangkat Lunak Perangkat lunak yang digunakan juga harus dirancang khusus yang
memungkinkan tiap tiap peserta berpartisipasi dan berkolaborasi untuk mendapatkan
keputusan bersama
3) Teknik Pengambilan KeputusannyaTeknik pengambilan keputusan dapat berupa teknik
brainstorming dan teknik grup nominal
SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

System Information Eksecutive (SIE) atau Executive Information System (EIS) adalah
sistem informasi yang digunakan oleh manajer tingkat atas untuk membantu pemecahan
masalah yang tidak terstruktur (unstructured). Adapun Perbedaan antara SIE dan SPK : 
Sistem Informasi Eksekutif (SIE) Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
a. Berada di level atas atau level stratejik a. Berada di level menengah atau level
b. Digunakan oleh manager atas taktis
c. Untuk keputusan tidak terstruktur b. Lebih digunakan oleh manajer
d. Untuk permasalahan-permasalahan menengah
perencanaan dan perumusan strategic c. Untuk keputusan semi terstruktur
e. Kurang menggunakan model-model d. Untuk membantu permasalahan
analitikal permasalahan tertentu
f. Banyak menngunakan data eksternal. e. Lebih menggunakan model analitikal
f. Lebih banyak menggunakan data
internal.
  KARAKTERISTIK DARI SIE

Karakteristik dari SIE adalah sebagai berikut : 


1) Dirancang untuk eksekutif puncak
2) Menggunakan data internal dan eksternal.
3) Untuk pemecahan tidak terstruktur
4) Untuk membantu perencanaan dan perumusn stratejik
5) Digunakan secara online oleh eksekutif
6) Mempunyai kemampuan untuk mengambil dan menyaring data
7) Mempunyai kemampuan untuk mengambil dan menggali data sampai ke data terkecil
8) Harus mudah digunakan
9) Menggunakan teks, grafik dan table yang mudah dicerna.
SEKIAN DAN TERIMA KASIHHH

Anda mungkin juga menyukai