0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
452 tayangan51 halaman

Panduan Lengkap Penganggaran Modal

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian penganggaran modal, proses penganggaran modal, dan metode-metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan penganggaran modal seperti payback period, net present value, dan internal rate of return. Dokumen ini juga menjelaskan tahapan penganggaran modal dan konsep penting seperti penggunaan arus kas daripada laba akuntansi dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.

Diunggah oleh

alif setyawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
452 tayangan51 halaman

Panduan Lengkap Penganggaran Modal

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian penganggaran modal, proses penganggaran modal, dan metode-metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan penganggaran modal seperti payback period, net present value, dan internal rate of return. Dokumen ini juga menjelaskan tahapan penganggaran modal dan konsep penting seperti penggunaan arus kas daripada laba akuntansi dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.

Diunggah oleh

alif setyawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGANGGARAN

MODAL
Penganggaran Modal
(Capital Budgeting)
• Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap
yang digunakan untuk produksi/kegiatan
operasi
• Anggaran (budget) adalah sebuah rencana
rinci yg memproyeksikan aliran kas masuk dan
aliran kas keluar selama beberapa periode pada
saat yg akan datang.
• Capital budget adalah garis besar rencana
belanja perusahaan untuk pengeluaran aktiva
tetap
• Penganggaran modal (capital budgeting)
adalah proses menyeluruh menganalisa proyek-
proyek dan menentuan mana saja yang
dimasukkan ke dalam anggaran modal.
Penganggaran Modal
(Capital Budgeting)
• Penganggaran Modal terkait dengan
proses pengambilan keputusan
investasi jangka panjang yang
berdampak bagi kelangsungan hidup
perusahaan.
• Penilaian kelayakan suatu investasi
jangka panjang didasarkan pada
arus kas bukan laba akuntansi.
Pentingnya
Penggangaran Modal
1. Keputusan pengangaran modal akan
berpengaruh pada jangka waktu yang lama
sehingga perusahaan akan kehilangan
fleksibilitasnya.
2. Penganggaran modal yg efektif akan
menaikkan ketepatan waktu dan kualitas
dari penambahan aktiva.
3. Penganggaran modal memerlukan biaya
yang cukup besar. Oleh karena itu sebelum
perusahaan mengeluarkan banyak dana,
perusahaan harus membuat rencana yang
tepat.
Jenis-Jenis Keputusan
Penganggaran Modal

1) Replacement: usulan investasi untuk


mengganti asset yang sudah using agar
efisiensi produksi tetap dapat dilakukan
contoh perawatan bisnis mengganti
peralatan yg rusak, mesin lama diganti
dengan mmesin baru yang lebih efisien
2) Ekspansi produk atau pasar yg sudah
ada yaitu usulan investasi untuk
mmenambah kapasitas pproduk dari lini
produk yang telah ada contoh menambah
mesin baru atau menambah gerai
penjualan.
Jenis Jenis Penganggaran
Modal
3. Pertumbuhan (Growth) Yaitu usulan
investasi untuk mengembangkan lini
produk yang berbeda dengan lini produk
yang sudah ada. Contoh : Perusahaan
yang bergerak di bidang pertambangan
kemudian melakukan investasi modal
dibidang restoran
Sifat Usulan Proyek
• Mutually Exclusive Project adalah proyek-
proyek yang mempunyai kesempatan yang
sama untuk dipilih karena fungsinya sama.
• Independen Project adalah proyek-proyek
yang mempunyai fungsi yang berlainan
• Complement Project adalah usulan proyek
yang bersifat saling melengkapi
• Subtitute Project adalah usulan investasi
yang bersifat saling menggantikan
Estimasi Arus Kas
• Penilaian suatu usulan investasi
didasarkan pada arus kas setelah
pajak, bukan pada laba akuntansi.
• Arus kas yang digunakan dalam
perhitungan evaluasi investasi adalah
arus kas yang relevan untuk proyek
yang dievaluasi.
Estimasi Arus Kas
• Arus kas dalam penganggaran modal secara
umum dikelompokkan menjadi :
1.Initial cash outflow merupakan pengeluaran
kas untuk membiayai proyek selama proses
perencanaan sampai dengan proyek siap untuk di
operasikan
2.Operational cash inflow merupakan
penerimaan dan pengeluaran kas dari hasil
operasional perusahaan
3.Terminal cash inflow merupakan arus kas
masuk yang terjadi pada akhir masa
pengoperasian proyek
TAHAP-TAHAP
PENGANGGARAN MODAL
1. Biaya proyek harus ditentukan
2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas
yg diharapkan dari proyek, termasuk nilai
akhir aktiva
3. Risiko dari aliran kas proyek harus
diestimasi. (memakai distribusi probabilitas
aliran kas)
4. Dengan mengetahui risiko dari proyek,
manajemen harus menentukan biaya modal
(cost of capital) yg tepat untuk mendiskon
aliran kas proyek
TAHAP-TAHAP
PENGANGGARAN MODAL
5. Dengan menggunakan nilai waktu
uang, aliran kas masuk yang
diharapkan digunakan untuk
memperkirakan nilai aktiva.
6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran
kas yg diharapkan dibandingkan
dengan biayanya,
KONSEP PENTING !!
1. Keputusan Penganggaran modal mewakili
keputusan investasi jangka panjang perusahaan
2. Penggunaan Cash Flow lebih baik dibandingkan
dengan penggunaan laba dalam keputusan
penganggaran Modal.
3. Metode yang digunakan dalam memutuskan
sebuah investasi adalah payback period
method, the internal rate of return, net present
value dan Profitability Index
4. discount rate ataur cut off rate biasanya
merupakan biaya modal
METODE METODE KEPUTUSAN
PENGANGGARAN MODAL
1. Payback period
2. Discounted payback period
3. Net Present Value (NPV)
4. Internal Rate of Return (IRR)
5. Modified Internal Rate of
Return (MIRR)
6. Profitability Index
PAYBACK PERIOD
(Periode Pengembalian)
Periode waktu yang menunjukkan berapa lama
dana yang diinvestasikan akan bisa kembali
Kriteria Pemilihan :
 Jika hanya ada satu pilihan investasi maka
bandingkan dengan umur investasi (Harus kurang
dari umur investasi yang disyaratkan)
Jika ada dua atau lebih pilihan investasi maka
pilihlah yang umurnya kurang dari umur
investasinya
Makin pendek payback period makin baik
• Rumus:
Payback Period = tahun sebelum balik modal +biaya yang
belum balik pada awal tahun/aliran kas pada tahun tsb.
CONTOH :
Arus Kas Arus Kas
Tahun Proyek A Proyek B
Kumulatif Kumulatif
0 -$10.000 -$10.000 -$10.000 -$10.000
1 $5.000 -$5.000 $1.500 -$8.500
2 $5.000 $0 $2.000 -$6.500
3 $2.000 $2.000 $2.500 -$4.000
4 - $5.000 $1.000
5 - $5.000 $6.000

Proyek A payback period = 2 tahun


Proyek B payback period = 3 Tahun + ($4.000/$5000)
x 1 tahun
= 3,8 Tahun
= atau 3 Tahun 9 Bulan
18 Hari
Keputusan : Proyek A Lebih Baik dibandingkan Proyek
B
PAYBACK PERIOD
• CONTOH 2 :
Besarnya investasi awal suatu proyek
adalah Rp 200 Juta. Penerimaan
Investasinya setiap tahun Rp 40 Juta.
Berapa Tahun Payback Periodnya ??
JAWAB
Payback Periode = Rp 200 Jt/Rp 40 jt
= 5 tahun
Kelebihan dan Kekurangan
Metode Payback Period
• Kelebihan : Mudah, sederhana
perhitungannya dan digunakan terutama
pada perusahaan kecil
• Kekurangan Pada payback period:
1.Mengabaikan aliran kas masuk setelah
periode cut off. Contoh: $2000 di tahun 3
untuk proyek A diabaikan. Juga $5000 di
tahun 5 untuk proyek B. Walaupun $5.000
diganti dgn $50.000, itu tidak
mempengaruhi decision pada metode
payback period.
2.Metoda payback period tidak
mempertimbangkan nilai waktu uang.
Discounted Payback Period
• Adalah suatu metode untuk
menentukan berapa lama suatu
investasi akan kembali dengan
mendiskontokan Cash Inflow sebesar
Cost of Capital
• Hal ini dilakukan untuk memperbaiki
kelemahan dari metode Payback
Period
Contoh :
Net Cash Kumulatif
Tahun Cash Flow PVIF (10 %)
Flow Cash Flow
0 -$10.000 1,0000 -$10.000 -$10.000
1 $1.500 0,9091 $1.364 -$8.636
2 $2.000 0,8264 $1.653 -$6.983
3 $2.500 0,7513 $1.878 -$5.105
4 $5.000 0,6830 $3.415 -$1.690
5 $5.000 0,6209 $3.105 $1.414

Discounted Payback Period :


= 4 Tahun + (1690/3105)x 1 tahun
= 4,544 tahun atau 4 tahun 6 bulan 16 hari
Contoh 2
TAHUN CASH FLOW PVIF (10%) NET CASH FLOW KUMULATIF CF
0 -Rp100.000 1,0000 -Rp100.000 -Rp100.000
1 Rp30.000 0,9091 Rp27.273 -Rp72.727
2 Rp40.000 0,8264 Rp33.058 -Rp39.669
3 Rp30.000 0,7513 Rp22.539 -Rp17.130
4 Rp40.000 0,6830 Rp27.321 Rp10.191
5 Rp30.000 0,6209 Rp18.628 Rp28.818

Discounted Payback Period :


= 3 Tahun + (17130/27321)x 1 tahun
= 3,6 tahun
Net Present Value (NPV)
Adalah metode penilaian investasi yg menggunakan
discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai
waktu uang pada aliran kas yg terjadi) yaitu nilai
sekarang dari cash inflow dikurangi pengeluaran
untuk investasi

Net Present Value = Present value of cash


flows minus initial investments.
Opportunity Cost of Capital - Expected rate
of return given up by investing in a project
PERHITUNGAN KRITERIA INVESTASI
Net Present Value (NPV)
NPV merupakan net benefit yang telah didiskon dengan
menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon
faktor.
Rumus:
n
NPV   NBi (1  i ) n Dimana:
NB = Net benefit = Benefit – Cost
i 1
C = Biaya investasi + Biaya operasi
atau B = Benefit yang telah didiskon
n
NBi C = Cost yang telah didiskon
NPV   i = diskon faktor
i 1 (1  i ) n n = tahun (waktu

atau
n n
NPV   Bi  Ci   N Bi
i 1 i 1
23
Kriteria Penilaian
NPV > 0 (nol) → usaha/proyek layak
(feasible) untuk dilaksanakan
NPV < 0 (nol) → usaha/proyek tidak layak
(feasible) untuk dilaksanakan
NPV = 0 (nol) → usaha/proyek berada dalam
keadaan BEP dimana TR=TC dalam bentuk
present value.
Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang
perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan
pemeliharaan serta perkiraan benefit dari proyek
yang direncanakan.
24
CONTOH
• Sebuah perusahaan sedang
mempertimbangkan 2 proyek, yaitu
proyek S dan L. Tiap tiap proyek
memerlukan investasi sebesar $ 30.000.
Biaya modal sebesar 10 % Cash inflow
investasi S berturut turut adalah
$15000,$12000,$5000 dan $3000
sedangkan cash inflow Proyek L adalah
$4000, $9000, $13000 dan $15000.
Hitunglah NPV masing-masing Proyek !!
NPV PROYEK S
TAHUN CASH FLOW PVIF (10%) NET CASH FLOW
0 -$30.000,00 1,0000 -$30.000,00
1 $15.000,00 0,9091 $13.636,36
2 $12.000,00 0,8264 $9.917,36
3 $5.000,00 0,7513 $3.756,57
4 $3.000,00 0,6830 $2.049,04
NET PRESENT VALUE -$640,67
NPV PROYEK L
TAHUN CASH FLOW PVIF (10%) NET CASH FLOW
0 -$30.000,00 1,0000 -$30.000,00
1 $4.000,00 0,9091 $3.636,36
2 $9.000,00 0,8264 $7.438,02
3 $13.000,00 0,7513 $9.767,09
4 $15.000,00 0,6830 $10.245,20
NET PRESENT VALUE $1.086,67

KESIMPULAN : PILIH PROYEK L KARENA


NPVNYA POSITIF
Contoh 2:
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk
membangun industri pengolahan hasil pertanian, diketahui:
Dana investasi: Rp. 35.000.000,- dialokasikan selama 2
tahun, yaitu tahun persiapan Rp. 20.000.000,- dan tahun
pertama Rp. 15.000.000,-. Kegiatan pabrik dimulai setelah
tahun ke-2 dari pengembangan kontruksi.
Jumlah biaya operasi dan pemeliharaan berdasarkan
rekapitulasi dari berbagai biaya pada tahun kedua sebesar
Rp 5.000.000,- per tahun dan untuk tahun-tahun berikutnya
seperti pada tabel 1.
Benefit dari kegiatan industri ini adalah jumlah produksi dari
pengolahan hasil-hasil pertanian. Kegiatan produksi dimulai
pada tahun kedua dengan jumlah penghasilan Rp
10.000.000,- sedang tahun-tahun berikutnya seperti terlihat
pada tabel 1. Berdasarkan data di atas, apakah rencana
pembukaan industri yang mengolah hasil pertanian tersebut
layak untuk dkembangkan bila dilihat dari segi NPV dengan
diskon faktor sebesar 15%?
28
Persiapan Perhitungan NPV
(dalam Rp.000,-)

Biaya Total Net Present


Thn Investasi Benefit D.F.15 %
Operasi Cost Benefit Value

0 20.000 - - 20.000 -20.000 1 -20000,00


1 15.000 - - 15.000 -15.000 0,869565 -13043,48
2 - 10.000 5.000 5.000 5.000 0,756144 3780,72
3 - 12.000 6.000 6.000 6.000 0,657516 3945,10
4 - 14.000 6.000 6.000 8.000 0,571753 4574,03
5 - 17.000 7.000 7.000 10.000 0,497177 4971,77
6 - 21.000 7.000 7.000 14.000 0,432328 6052,59
7 - 25.000 8.000 8.000 17.000 0,375937 6390,93
8 - 30.000 9.000 9.000 21.000 0,326902 6864,94
9 - 36.000 10.000 10.000 26.000 0,284262 7390,82
10 - 43.000 11.000 11.000 32.000 0,247185 7909,91
NPV 18.837,32
Persiapan Perhitungan NPV dalam Rp.000,-)

Biaya Total Net


Thn Investasi Benefit D.F. B C
Operasi Cost Benefit
0 20000 - 20000 - -20000 1 - 20000,00
1 15000 - 15000 - -15000 0,869565 - 13043,48
2 - 5000 5000 10000 5000 0,756144 7561,44 3780,72
3 - 6000 6000 12000 6000 0,657516 7890,19 3945,10
4 - 6000 6000 14000 8000 0,571753 8004,55 3430,52
5 - 7000 7000 17000 10000 0,497177 8452,00 3480,24
6 - 7000 7000 21000 14000 0,432328 9078,88 3026,29
7 - 8000 8000 25000 17000 0,375937 9398,43 3007,50
8 - 9000 9000 30000 21000 0,326902 9807,05 2942,12
9 - 10000 10000 36000 26000 0,284262 10233,45 2842,62
10 - 11000 11000 43000 32000 0,247185 10628,94 2719,03
NPV 81054,93 62217,61
NPV 18837,32
Dari keterangan dan tabel yang diberikan maka:
n
NPV   NBi (1  i )  n
i 1

NPV  18.837,32

Hasil menunjukkan bahwa NPV > 0, ini berarti


gagasan usaha (proyek) layak diusahakan.
Catatan:
• Perkiraan cash in flow dan cash out flow yang
menyangkut proyeksi harus mendapat perhatian
• Perkiraan benefit harus diperhitungkan dengan
menggunakan berbagai variabel (perkembangan
trend, potensi pasar, perkembangan proyek
sejenis di masa datang, perubahan teknologi,
perubahan selera konsumen).
Dengan menggunakan rumus yang lain, NPV
dapat juga dihitung dengan bantuan Tabel 2
berikut. Pada tabel tersebut cost dan benefit
langsung dikalikan dengan DF:
n
NPV   Bi  Ci
i 1

NPV  81.054,93  62.217,61


NPV  18.837,32

Hasil menunjukkan bahwa NPV > 0, ini berarti


gagasan usaha (proyek) layak diusahakan.
Contoh 2:
Pimpinan perusahaan akan mengganti mesin lama
dengan mesin baru karena mesin lama tidak
ekonomis lagi, baik secara teknis maupun
ekonomis. Untuk mengganti mesin lama
dibutuhkan dana investasi sebesar Rp
75.000.000,-. Mesin baru mempunyai umur
ekonomis selama 5 tahun dengan salvage value
berdasarkan pengalaman pada akhir tahun kelima
sebesar Rp. 15.000.000,-. Berdasarkan
pengalaman pengusaha, cash in flows setiap
tahun diperkirakan sebesar Rp 20.000.000,-
dengan biaya modal 18% per tahun. Apakah
penggantian mesin ini layak untuk dilakukan
apabila dilihat dari PV dan NPV?
n
CFi Sv Di mana: PV = Present value
PV    CF = Cash flow
i 1 (1  r ) (1  r ) n
m
n = periode waktu tahun ke n
m = periode waktu
r = tingkat bunga
Sv = salvage value
20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 15.000.000
PV     ...  
(1  0,18) (1  0,18) 2 (1  0,18) 3 (1  0,18) 5 (1  0,18) 5
PV  16.949.153  14.363.689  12.172.617  10.315.778  8.742.184  6.556.638
PV  69.100.059

Berdasarkan pada hasil perhitungan di atas, pembelian mesin


baru dengan harga
Rp 75.000.000,- ternyata tidak feasible karena PV lebih kecil
dari original outlays atau original cost (harga beli).
NPV = PV – OO = 69.100.059 – 75.000.000
= - 5.899.941,
dimana OO=original outlays
Berdasarkan perhitungan NPV diperoleh nilai negatif, maka
pembelian mesin pun tidak feasible.
Internal Rate of Return
• Adalah tingkat discount (discount rate) yang
menyamakan nilai sekarang dari aliran kas yang
akan terjadi (PV inflows) dengan nilai sekarang
aliran kas keluar awal (PV investment cost)
PV (inflows) = PV (investment costs)
Atau
• Internal Rate of Return (IRR) - Discount rate
dimana NPV = 0.

• Mencari IRR dilakukan dengan prosedur coba2 (trial


dan error)
• Jadi, apabila present value terlalu rendah maka kita
merendahkan IRR nya. Sebaliknya apabila PV terlalu
tinggi, kita meninggikan IRRnya
Internal Rate of Return
Kriteria penerimaan:
Apabila suatu proyek mempunyai IRR lebih besar
daripada biaya dana (cost of fund) maka proyek
diterima.
Ini berarti proyek menguntungkan karena ada
kelebihan dana bagi shareholder setelah dana yg
dihasilkan proyek digunakan untuk membayar
modal.
IRR dibandingkan dengan cost of fund atau hurdle
rate.
Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah suatu tingkat discount rate yang menghasilkan
NPV = 0 (nol).
Jika IRR > COC maka proyek dikatakan layak
IRR = COC berarti proyek pada BEP
IRR < COC dikatakan bahwa proyek tidak layak.

Untuk menentukan besarnya nilai IRR harus dihitung dulu


NPV1 dan NPV2 dengan cara coba-coba. Jika NPV1 bernilai positif maka
discount factor kedua harus lebih besar dari SOCC, dan sebaliknya.
Dari percobaan tersebut maka IRR berada antara nilai NPV
positif dan NPV negatif yaitu pada NPV = 0.

Rumus:
NPV1
IRR  i1   i2  i1 
( NPV1  NPV2 )
dimana: i1 = tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1
i2 = tingkat discount rate yang menghasilkan
NPV2
Net Present Present
Thn D.F. 15% D.F. 25 %
Benefit Value Value
0 -20000 1 -20000,00 1 -20000,00
1 -15000 0,8696 -13043,48 0,8000 -12000,00
2 5000 0,7561 3780,72 0,6400 3200,00
3 6000 0,6575 3945,10 0,5120 3072,00
4 8000 0,5718 4574,03 0,4096 3276,80
5 10000 0,4972 4971,77 0,3277 3276,80
6 14000 0,4323 6052,59 0,2621 3670,02
7 17000 0,3759 6390,93 0,2097 3565,16
8 21000 0,3269 6864,94 0,1678 3523,22
9 26000 0,2843 7390,82 0,1342 3489,66
10 32000 0,2472 7909,91 0,1074 3435,97
NPV 18837,32 -1490,38
NPV1
IRR  i1   i2  i1 
( NPV1  NPV2 )
18.837,32
IRR  0,15  (0,25  0,15)
(18.837,32  1490,38)
IRR  0,2426  24,26%

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa


IRR 24,27% lebih besar dari COC sebesar
15%, berarti proyek tersebut layak untuk
dikerjakan.
Dari Contoh 2, IRR merupakan tingkat bunga yang menyamakan antara
harga beli aset (Original outlays) dengan present value. Jadi untuk
mendapatkan nilai PV=OO harus dicari dengan menggunakan dua tingkat
bunga. Tingkat bunga I menghasilkan PV < OO dan tingkat bunga II
menghasilkan PV > OO.
PV I dengan DF=18% menghasilkan Rp.69.100.059,- dan PV II dengan
DF=14% adalah:

20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 15.000.000


PV     ...  
(1  0,14) (1  0,14) 2 (1  0,14) 3 (1  0,14) 5 (1  0,15) 5
PV  17.543.860  15.389.351  13.499.430  11 .841.606  10.387.373  7.790.530
PV  76.452.149
Berdasarkan pada hasil perhitungan di atas, maka:
i i
IRR  i1  ( PV1  OO) 2 1
PV2  PV1

IRR  14  (76.452.149  75.000.000)(


18  14
)
IRR=14,79% lebih kecil
76.452.149  69.100.059 dari tingkat bunga yang
IRR  14  (1.452.149)(
4
) berlaku (DF) yi 18%
7.352.090 berarti penggantian mesin
IRR  14  0,79  14,79% tidak layak.
Perbandingan antara
Metode NPV dan IRR
Apabila ada satu proyek yang independen maka NPV dan
IRR akan selalu memberikan rekomendasi yang sama
untuk menerima atau menolak usulan proyek tersebut.
Tapi apabila ada proyek2 yang mutually exclusive, NPV
dan IRR tidak selalu memberikan rekomendasi yg sama.
Ini disebabkan oleh dua kondisi:
1.Ukuran proyek berbeda. Yg satu lebih besar
daripada yg lain
2.Perbedaan waktu. Waktu dari aliran kas dari dua
proyek berbeda. Satu proyek aliran kasnya terjadi pada
tahun2 awal sementara yg proyek yg lain aliran kasnya
terjadi pada tahun2 akhir

Intinya: untuk proyek yg mutually exclusive, pilih proyek


dengan NPV yang tertinggi.
Modified Internal Rate of Return
(MIRR)
• MIRR adalah tingkat diskonto yang
menyebabkan PV Biaya = PV Nilai terminal.
• Nilai terminal adalah FV dari cash inflow yang
digandakan dengan biaya modal.
• Digunakan untuk mengatasi konflik IRR
dengan NPV
• Menurut tingkat bunga PV yang biaya
proyeknya sama dengan PV dari Terminal
Value
• Terminal Value diperoleh dari futures values
dari cash inflows
Modified Internal Rate of Return
(MIRR)
Tahun Cash Flow
0 -1.000.000,00
1 500.000,00
2 400.000,00
3 300.000,00
4 100.000,00

Biaya modal 10%/thn


Perhitungan MIRR

• PV Biaya = Nilai terminal


(1 + MIRR)n
1.000.000 = 500.000(1+0,1)3 + 400.000(1+0,1)2 +
300.000(1+0,1)1 + 100.000
(1 + MIRR)4
1.000.000 = 1.579.500
(1 + MIRR)4
(1 + MIRR)4 = 1,5795
log (1 + MIRR)4 = log 1,5795
4 log (1 + MIRR) = 0,1985
log (1 + MIRR) = 0,0496
1 + MIRR = 1,12098
MIRR = 0,121  12,1%
Perhitungan MIRR
Tahun 0 1 2 3 4
Cash Flow -1000000 500000 400000 300000 100000
330000
484000
665500
TV 1579500
PV = 0
Perhitungan MIRR
CV= TV /(1+MIRR)n
• Rp 1.000.000 = Rp 1.579.500/(1+MIRR)4
• (1+MIRR)4 = Rp 1.579.500/Rp 1.000.000
• (1+MIRR)4 = 1,5795
• 1 + MIRR = 4√1,579
• 1 + MIRR = 1,12106
• MIRR = 0,12106 ≈ 12,11 %
Profitability Index
Profitability Index (PI)
PI adalah rasio perbandingan antara selisih benefit dengan
biaya operasi dan pemeliharaan dengan jumlah investasi. Nilai
dari masng-masing variabel dalam bentuk present value (telah
didiskon dengan DF dari COC)
Rumus:
n n

 B   OM i
PR  i 1
n
i 1

I
i 1
i

Jika: PI > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan


PI < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan
PI = 1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP.
Jumlah Investasi, Biaya Operasi, dan Biaya Pemeliharaan
dalam Harga Berlaku dan dalam Present Value
(dalam Rp.000,-)

Thn Investasi Biaya Benefit Net ī OM B


Operasi 18%
0 20.000 - - 1,0000 -20.000 - -
1 15.000 - - 0,8475 -12.712 - -
2 - 5.000 10.000 0,7182 - 3.591 7.182
3 - 6.000 12.000 0,6086 - 3.651 7.303
4 - 6.000 14.000 0,5158 - 3.095 7.221
5 - 7.000 17.000 0,4371 - 3.060 7.431
6 - 7.000 21.000 0,3704 - 2.593 7.778
7 - 8.000 25.000 0,3139 - 2.511 7.848
8 - 9.000 30.000 0,2660 - 2.394 7.980
9 - 10.000 36.000 0,2255 - 2.255 8.118

10 - 11.000 43.000 0,1911 - 2.102 8.217


32.712 25.253 69.078
n n

 B   OM
i i
PR  i 1
n
i 1

I
i 1
i

69.078  25.253
PR  1,3397  1,34
32.712

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa PR > 1, berarti


proyek tersebut layak untuk dikerjakan.
TUGAS
Tahun Proyek A Proyek B Proyek C
0 -15000 -15000 -15000
1 5000 7500 6000
2 4000 4000 4000
3 3500 4000 5000
4 6000 4000 3000
5 4500 4000 2000

Jika Cost Of Capitalnya 15 % Hitunglah Payback


Period, Discounted Payback Period, NPV, IRR,
MIRR dan PI masing-masing Proyek.
Proyek Mana yang paling Menguntungkan ???
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai